Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Metode penelitian iqbal ar 11 02-2014

1,105 views

Published on

Published in: Economy & Finance
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Metode penelitian iqbal ar 11 02-2014

  1. 1. DATA DAN INFORMASI, INSTRUMEN, DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA Iqbal Arraniri SEI.,MM. STIE PASIM SUKABUMI
  2. 2. Pengertian Data dan Jenis-jenis Data Data adalah keterangan –keterangan tentang suatu hal, dpat berupa sesuatu yang diketahui atau yang dianggap atau anggapan, atau suatu fajta yang digambarkan lewat angka, simbul, kode dan lain-lain
  3. 3. DATA DAN INFORMASI Data dalam penelitian kualitatif biasanya berupa kata-kata atau potongan kalimat Data dalam penelitian kualitatif merupakan : 1. gambaran yg rinci tentang situasi, interaksi, peristiwa, orang dan perilakunya yang teramati 2. Nukilan langsung dari seseorang tentang pengalaman, pikiran, sikap dan keyakinannya ; 3. Petikan-petikan dokumen, surat, dan rekaman-rekaman lainnya. Kamus Oxford (1995): Data = facts or information used in deciding or discussing Kamus Webster (1966): “Data” bentuk jamak dari “datum” : something that is given either from being experientially encountered or from being admitted or assumed for specific purpose Kamus Besar Bahasa Indonesia (2001): Data : keterangan yang benar dan nyata, keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian.
  4. 4. Data = informasi faktual yg digunakan sebg dasar untuk penalaran, diskusi, atau perhitungan. Data = kenyataan-kenyataan murni yang belum ditafsirkan, diubah, atau dimanipulasi yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar suatu analisis. INFORMASI – informatio – information: kumpulan data yang telah memiliki makna atau yang menyatakan sesuatu mengenai hubungan-hubungan data. Kamus Oxford (1995): “facts told, heard or discovered about; knowledge. Kamus Webster (1966): “something received or obtained through informating; the process by which the form of an object of knowledge is impressed upon the apprechending mind so as to bring about the state of knowing”
  5. 5. Data vs. Information • Data: 51007 • Information: – 5/10/07 The date of your final exam. – $51,007 The average starting salary of an accounting major. – 51007 Zip code of Bronson Iowa.
  6. 6. Kesimpulan • Definisi: • Data adalah representasi dari suatu fakta, yang dimodelkan dalam bentuk gambar, kata, dan/atau angka. • Manfaat: • Manfaat data adalah sebagai satuan representasi yang dapat diingat, direkam, dan dapat diolah menjadi informasi. • Karakteristik: • Karakteristiknya, data bukanlah fakta, namun representasi dari fakta. Kata sederhananya, data adalah catatan tentang fakta, atau data merupakan rekaman catatan tentang fakta. Data yang baik, adalah yang sesuai dengan faktanya.
  7. 7. INPUT PROCESSING OUTPUT PROCESSING OUTPUT DISTRIBUTIONINPUTORIGINATION STORAGE Siklus Pengolahan Data
  8. 8. • ORIGINATION : tahap ini berhubungan dengan proses pengumpulan data yang • Biasanya merupakan proses pencatatan data ke dokumen dasar • INPUT : tahap ini merupakan proses memasukan data kedalam proses • Komputer lewat alat input • PROCESSING : tahap ini merupakan proses pengolahan dari data yang sudah • Dimasukan yang dilakukan oleh alat pemroses, yang dapat berupa proses • Menghitung, membandingkan, mengklasifikasi, mengurutkan, • Mengendalikan atau mencari di storage. • OUTPUT : tahap ini merupakan proses menghasilkan output dari hasil • Pengolahan data ke alat output yaitu berupa informasi. • DISTRIBUTION : tahap ini merupakan proses dari distribusi output pada • Pihak yang berhak dan membutuhkan informasi. • STORAGE : tahap ini merupakan proses perekaman hasil pengolahan ke • Simpanan luar. Hasil dari pengolahan yang disimpan di storage dapat • Digunakan sebagai bahan input untuk proses selanjutnya.
  9. 9. SUMBER DATA DAN INFORMASI. Sumber data adalah subyek darimana data dapat diperoleh Duajenis sumber data: 1. Data yang bersifat FAKTUAL, data yang diperoleh dari subyek berdasar anggapan bahwa memang subyeknya lebih mengetahui keadaan sebenarnya dan peneliti berasumsi bahwa data yang diberikan oleh subyek adalah benar 2. Data yang bersifat BUKAN-FAKTUAL, yaitu data mengenai subyek penelitian yg perlu digali secara tidak langsung lewat cara-cara pengukuran, dikarenakan subyek penelitian biasanya tidak mengetahui faktanya. Ada empat macam sumber data yang lazim: 1. Sumber data dari informan 2. Peristiwa yang diamati secara langsung 3. Sumber data dari Tempat kejadian peristiwa 4. Dokumen atau catatan tertulis.
  10. 10. Informan sebagai sumber data yang utama Informan – Narasumber - Responden. Informan adalah individu yang diharapkan dapat menjadi mitra peneliti dengan segenap keberagamannya Individu informan ini dapat berupa pelaku aktivitas, pengamat, orang yang secara langsung m,engelola atau merencanakan, atau bahkan orang yang menerima informasi secara tidak langsung. Bagaimana memilih informan yang tepat?
  11. 11. Mengamati peristiwa secara langsung Gejala, peristiwa atau fenomena yang teramati merupakan sumber data yang sangat penting dalam penelitian kualitatif. Dengan mengamati suatu peristiwa atau kejadian secara langsung, peneliti dapat secara langsung dan lengkap memahami kejadian tersebut secara detil dan utuh. Tidak semua kejadian dapat diamati secara langsung pada saat penelitian berlangsung. Pengamatan secara langsung dapat diarahkan pada perilaku dan sikap dari para pelaku aktivitas atau kejadian, serta orang-orang yang terlibat dalam kejadian tersebut
  12. 12. TEMPAT KEJADIAN PERISTIWA Dengan mendatangi tempat kejadian, peneliti dapat memperoleh informasi mengenai kenyataan yang sebenarnya dari suatu fenomena atau permasalahan Peneliti dapat menggali informasi dengan melihat lokasi kejadian atau melakukan serangkaian wawancara di lokasi kejadian. Peneliti dapat memetakan lokasi kejadian dan lingkungannya secara tepat , cermat dan akurat. Peneliti dapat menganalisis informasi yang berkaitan dengan permasalahan dan tujuan penelitiannya secara lebih cermat.
  13. 13. DOKUMEN DAN ARSIP Dokumen merupakan “barang bukti” yang dapat dianalisis dengan baik, menjadi sumber data dan informasi yang penting. Dokumen biasanya berupa bahan tertulis atau tergambar atau benda-benda yang berhubungan erat dengan suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu Dokumen dapat diperoleh dari individu-individu di lokasi kejadian atau di tempat lain; lembaga-lembaga yang menyimpan dokumen dan arsip tertentu yang berkaitan dengan penelitian
  14. 14. MENENTUKAN SUMBER DATA DAN INFORMASI. Salah satu cara ialah dengan menentukan sampel penelitian. Biasanya berkenaan dengan pembatasan jumlah dan jenis dari sumber data. Dalam penelitian kuantitatif, lazimnya digunakan metode sampling statistik (probability sampling), misalnya random sampling dan lainnya Dalam penelitian kualitatif, sampel yang diambil lebih bersifat selektif, didasarkan pada dasar teorinya, keingin-tahuan pribadi, karakteristik empiris yang dihadapi, dan lainnya. Sumber data yang digunakan lebih cenderung mewakili data apa yang diperlukan. Dosan dan Bikeln (1982): sampling dalam penelitian kualitatif sering disebut INTERNAL SAMPLING. Sampel diambil untuk mewakili informasinya, sehingga tidak ditentukan oleh jumlahnya (banyaknya informan) tetapi lebih ditentukan oleh sejauh mana informasi yang ada mengarah pada generalisasi teoritis. EKSTERNAL SAMPLING dalam penelitian kuantitatif, sampel diambil sebagai wakil populasinya, sehingga diperlukan jumlah tertentu yang cukup untuk dapat melakukan generalisasi populasinya
  15. 15. Yin (1987): Time sampling dan Snowball sampling. Time sampling berkenaan dengan sampling waktu yang dianggap tepat untuk pengumpulan data dan informasi sesuai dengan permasalahan penelitian. Dalam hal seperti ini, diperlukan ketepatan waktu pengamatan atau pengambilan data dan informasi Snowball sampling: digunakan bila peneliti ingin mengumpulkan data dan informasi dari informasi pada suatu lokasi, tetapi peneliti tidak tahu persis siapa yang paling tepat dipilih menjadi informannya. Proses bertanya dan bertanya dilakukan secara terus meneurs untuk menemukan informan yang paling menguasai informasi yang diperlukan dan mampu memberikan informasi selengkap mungkin
  16. 16. TEKNIK PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI Goetz dan LeCommte (1984): 1. Metode interaktif 2. Metode non-interaktif. Metode interaktif meliputi wawancara mendalam, focus group discussion, dan Observasi berperan Metode non-interaktif meliputi kuesioner, mencatat dokumen atau arsip (content analysis), Observasi tak berperan
  17. 17. WAWANCARA MENDALAM Wawancara mendalam = wawancara tidak terstruktur Wawancara terfokus = wawancara terstruktur. Sumber datanya adalah manusia yang dalam posisi sebagai nara sumber atau informan Tujuan wawancara adalah 1. untuk menyajikan konstruksi saat sekarang dalam suatu konteks mengenai pribadi, peristiwa, aktivitas, organisasi, perasaan, motivasi, keterlibatan, dan lainnya. 2. Untuk merekonstruksi beragam hal seperti pengalaman masa lampau, 3. Untuk memproyeksikan hal-hal masa lampau dikaitkan dengan harapan di masa mendatang.
  18. 18. Tahapan dalam wawancara: 1. Penentuan informan atau narasumber yang tepat, peneliti harus dapat mewawancarai informan yang memiliki informasi yang benar, lengkap dan mendalam 2. Persiapan peneliti untuk memahami pribadi dan peran informan dalam konteksnya, 3. Pemahaman peneliti terhadap konteks agar suasana wawancara dapat berjalan lancar, penuh keakraban dan santai 4. Penciptaan suasana yang mendukung kelancaran wawancara dengan alur yang semakin mendalam pada fokusnya 5. Penghentian wawancara dan pengambilan kesimpulan dari semua data dan informasi yang diperoleh.
  19. 19. OBSERVASI . Interaksi langsung dengan obyek / unit penelitian . Instrumen observasi . Prosedur observasi . Pelaku observasi . Informasi waktu dan tempat observasi
  20. 20. FOCUS GROUP DISCUSSION. . Kelompok diskusi . Pedoman diskusi . Fasilitator diskusi . Topik diskusi . Tempat dan waktu DAFTAR ISIAN, KUESIONER. Sekumpulan pertanyaan yang disusun dengan skenario tertentu Pertanyaan ……………… terbuka Pertanyaan ……………… tertutup
  21. 21. MENCATAT DOKUMEN DAN ARSIP . Dokumen sah dan resmi ……….. institusional . Dokumen personal- non formal . Dokumen lainnya PEREKAMAN. 1. Rekaman audio 2. Rekaman visual 3. Rekaman Audio-visual 4. Pencatatan alfa-numerik 5. Pencatatan koreo-grafis 6. Lainnya
  22. 22. ANALISIS DATA DAN INFORMASI. Analisis data adalah proses penelaahan, peng- urutan, dan pengelompokkan data dengan tujuan untuk menyusun hipotesis kerja dan mengangkatnya menjadi kesimpulan atau teori, sebagai temuan penelitian. Buuroghs (1975): klasifikasi analisis data: 1. Tabulasi data 2. Penyimpulan data 3. Analisis data untuk uji hipotesis 4. Analisis data untuk penarikan kesimpulan
  23. 23. Holbert dan Speece (1993): enam langkah dalam analisis data: 1. Menentukan jenis data yang ada 2. Menentukan apa yang perlu didiskusikan dalam “menceriterakan” data yang ditampilkan 3. Memilih teknik untuk mendapatkan keterangan mengenai bagian khusus yang dibahas 4. Menempatkan data dan menjelaskan hasilnya 5. Melakukan penelaahan terhadap hasil yang diperoleh 6. Menuliskan hasilnya sesuai keperluan.
  24. 24. Tujuan pokok suatu penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan penelitian dan menguji hipotesis. Untuk itu peneliti merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, memproses data, melakukan analisis data dan interpretasi hasil analisis data. Analisis data belum dapat menjawab pertanyaan penelitian. Setelah data dianalisis dan diperoleh informasi yang lebih sederhana, hasil analisis tersebut harus diinterpretasi untuk mencari makna dan implikasi dari hasil-hasil analisis tersebut .
  25. 25. Dalam proses analisis data, peneliti menggolongkan, meng-urutkan, dan menyederhanakan data. Tujuan analisis data ini adalah untuk menyederhanakan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasi. Dalam proses analisis ini seringkali digunakan metode-metode statistik. Dengan menggunakan metode statistik ini dapat diperbandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil yang terjadi secraa kebetulan. Sehingga peneliti mampu menguji apakah hubungan yang diamatinya memang betul-betul terjadi karena hubungan sistematis antara variabel yang diteliti atau hanya terjadi secara kebetulan..
  26. 26. INSTRUMEN DAN TEKNIK PENGUMPULAN DATA • INSTRUMEN – Prinsip-Prinsip Pemilihan Instrumen Penelitian – Syarat-Syarat Instrumen Penelitian • Akurasi (accuracy) • Presisi (precision) • Kepekaan (sensitivity) – Klasifikasi instrument – Prinsip Pengukuran dengan Instrumen – Ciri-ciri Data Hasil Pengukuran – Klasifikasi data hasil Pengukuran • Data dengan Skala Nominal • Data dengan Skala Ordinal • Data dengan Skala Interval • Data dengan Skala Rasio – Penyajian dan Analisis Data
  27. 27. Prinsip-Prinsip Pemilihan Instrumen • Prinsip utama pemilihan instrumen adalah memahami sepenuhnya tujuan penelitian, sehingga peneliti dapat memilih instrumen yang diharapkan dapat mengantar ke tujuan penelitian. • Tujuan penelitian menentukan instrument apa yang akan digunakan. • Kadang terjadi bahwa tujuan penelitian justru ditentukan oleh instrumen yang tersedia, atau digunakan instrumen yang sudah populer, walaupun sebenarnya tidak cocok dengan tujuan penelitiannya.
  28. 28. • Suatu pendapat yang tidak selalu benar bahwa “instrumen yang canggih adalah yang terbaik“. • Pedoman umum yang dapat digunakan dalam pemilihan instrumen, khususnya bagi peneliti pemula adalah: – Pakailah instrumen seperti yang telah digunakan oleh peneliti terdahulu. – Buatlah daftar instrumen yang tersedia, kemudian kategorikan tiap instrumen sesuai dengan input yang diperlukan dan output yang dihasilkan, baru dipilih yang paling sesuai.
  29. 29. Syarat-Syarat Instrument Penelitian • Instrument walaupun sederhana tetapi dapat langsung mengukur informasi yang dikehendaki lebih baik. • Ada beberapa kriteria penampilan instrument yang baik, baik yang digunakan untuk mengontrol ataupun untuk mengukur variabel, yaitu : – Akurasi (accuracy) – Presisi (precision) – Kepekaan (sensitivity)
  30. 30. Akurasi • Akurasi dari suatu instrumen pada hakekatnya berkaitan erat dengan validitas (kesahihan) instrument tersebut. • Apakah instrumen benar-benar dapat mengukur apa yang hendak diukur. • Apakah masukan yang diukur (measured) hanya terdiri dari masukan yang hendak diukur saja ataukah telah kemasuk-an unsur-unsur lain. • Pengontrolan yang ketat terhadap kemurnian masukan ini adalah sangat penting agar pengaruh luar dapat dieliminasi. • Kegagalan dalam pengontrolan ini akan menyebabkan menurunnya akurasi output atau validitas hasil pengukuran. • Validitas tentang apa yang hendak diukur disebut validitas kualitatif. • Instrumen dapat mengukur dengan cermat dalam batas yang hendak diukur, maka validitas yang diperoleh adalah validitas kuantitatif.
  31. 31. Presisi • Presisi instrumen berkaitan erat dengan keterandalan (reliability), yaitu kemampuan memberikan kesesuaian hasil pada pengulangan pengukuran. • Instrumen mempunyai presisi yang baik jika dapat menjamin bahwa inputnya sama memberikan output yang selalu sama  kapan saja, dimana saja, oleh dan kepada siapa saja instrumen ini digunakan memberikan hasil konsisiten (ajeg). • Instrumen dengan presisi yang baik belum tentu akurasinya baik dan sebaliknya. • Instrumen yang baik tentu yang akurasi dan presisinya baik.
  32. 32. Kepekaan • Penelitian yang ingin mengetahui adanya perubahan harga variabel tertentu membutuhkan instrumen yang dapat mendeteksi besarnya perubahan tersebut. • Makin kecil perubahan yang terjadi harus makin peka instrumen yang digunakan. • Sebagai ilustrasi : – Stopwatch dengan presisi 0,1 detik tidak dapat untuk mengukur kecepatan gerak refleks. – Penggaris dengan presisis 0,1 mm tidak dapat mendeteksi perubahan panjang ikatan dalam perubahan struktur molekul. • Dalam contoh tersebut kepekaan instrumen tidak memadahi. • Kepekaan berkaitan erat dengan validitas kuantitatif.
  33. 33. Klasifikasi instrumen • Pada dasarnya ada dua kategori alat atau instrumen (seterusnya disebut instrumen) yang digunakan dalam penelitian, yaitu : 1) Instrumen yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data tentang keadaan obyek atau proses yang diteliti. 2) Instrumen yang digunakan untuk mengontrol obyek atau proses penelitian. • Dengan adanya dua jenis instrumen tersebut,maka kondisi obyek atau proses penelitian diukur dalam kondisi yang spesifik dan dapat diulang lagi (reproducible). • Berdasarkan wujudnya, instrumen penelitian dibedakan atas dua bentuk, yaitu : 1) perangkat keras (hardware) dan 2) perangkat lunak (software).
  34. 34. • Analogi dengan computer: – Perangkat keras adalah seperangkat komponen mesin dengan elektroniknya. – Perangkat lunaknya adalah instruksi-instruksi yang terdapat dalam programnya. • Dalam penelitian instrumen yang termasuk kategori perangkat keras misalnya: spektofotometer,stetoskop, thermometer, dsb. • Perangkat lunak digunakan untuk memperoleh informasi atau respon dari subyek baik langsung maupun tidak langsung. Klasifikasi instrumen
  35. 35. • Dengan perangkat lunak akan dapat dilakukan pengukuran tentang : 1)Informasi langsung dari obyek. 2)Mengevaluasi obyek atau tindakan obyek oleh pengamat. 3)Mengukur langsung kemampuan dan pengetahuan obyek. 4)Mengukur secara tidak langsung tentang kepercayaan, sikap atau perilaku obyek. • Adapun yang termasuk dalam kategori perangkat lunak misalnya: kuisioner, ceklist, rating scale, ujian tertulis, wawancara dan lainnya. Klasifikasi instrumen
  36. 36. Prinsip Pengukuran dengan Instrumen • Dalam penelitian selalu diperlukan pengumpulan data dari variable penelitinannya melalui proses pengukuran. • Pengukuran suatu variabel pada dasarnya adalah penerapan suatu fungsi matematik yang korespondensi. • Dalam proses pengukuran diperlukan tiga unsur, yaitu: – himpunan obyek yang diukur, – himpunan angka dalam instrument dan – pemetaan sebagai criteria hasil pengukuran.
  37. 37. • Sebagai contoh : akan dilakukan pengukuran pendapat sekelompok responden terhadap penampilan produk X. – Himpunan responden yang akan diukur pendapatnya adalah : si A,B,C,D dan seterusnya. – Himpunan angka dalam instrument : 1,2 dan 3. – Pemetaannya adalah : • jika responden mengatakan baik, penampilan produk diberi angka skor 3, • jika responden menyatakan cukup baik diberi angka skor 2, • jika responden menyatakan buruk diberi angka skor 1. Prinsip Pengukuran dengan Instrumen
  38. 38. Ciri - Ciri Data Hasil Pengukuran • Data (plural) atau datum (singular), berasal dari kata “dare” (latin) berarti “to give”. • Berdasarkan kata dasar tersebut, data adalah fakta yang diamati peneliti yang diberikan oleh suatu situasi tetentu. • Fakta sendiri berasal dari kata “facere” (latin) yang berarti “to make”  Jadi fakta adalah sesuatu yang dibuat atau dihasilkan oleh situasi tertentu. • Dengan demikian fakta adalah sesuatu yang dimanifestasikan oleh suatu situasi/fenomena tetentu bukan situasi/fenomena itu sendiri. • Sebenarnya tujuan penelitian adalah ingin mengungkapkan situasi/fenomena yang sebenarnya, tetapi yang diperoleh hanya suatu manifestasi atau representasi yang factual berupa suatu data. • Maka dari itu peneliti yang arif selelu berpikiran bahwa data yang dihasilkan tidak lain hanyalah suatu bayangan dari situasi/fenomena yang bersifat sementara dalam dimensi ruang dan waktu.
  39. 39. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar DATA DAN VARIABEL METODOLOGI PENELITIAN Iqbal Arraniri
  40. 40. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Data Primer dan Sekunder • Data Primer: – Data yang didapat dari sumber pertama  hasil wawancara/pengisian kuesioner – Misal: penelitian tentang perilaku konsumen • Data Sekunder: – Data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan dalam bentuk tabel, angka atau diagram – Misal: data tentang rating tv oleh badan riset swasta
  41. 41. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Data Internal dan Eksternal • Data Internal: – Data yang didapat dari dalam perusahaan/organisasi di mana riset dilakukan – Misal: penelitian tentang strategi pemasaran produk sabun Lifebuoy  data dari Unilever • Data Eksternal: – Data yang didapat dari luar perusahaan/organisasi di mana riset dilakukan – Misal: data dari Biro Pusat Statistik
  42. 42. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Data Time Series dan Cross Section • Data Time Series/Deret Waktu: – Sekumpulan fenomena tertentu yang didapat dalam beberapa interval waktu tertentu  tahunan – Misal: neraca perusahaan tahun 1985 – 2005, tidak boleh ada data yang hilang • Data Cross Section/Satu Waktu: – Sekumpulan data untuk meneliti suatu fenomena tertentu dalam satu kurun waktu saja – Misal: data hasil pengisian kuesioner tentang perilaku pembelian suatu produk kosmetik pada bulan Januari 1998
  43. 43. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Data Berskala • Skala: – Prosedur pemberian angka/simbol lain kepada sejumlah ciri dari suatu obyek agar dapat menyatakan karakteristik angka pada ciri tersebut • Skala Nominal: – Angka yang diberikan kepada suatu kategori tidak menggambarkan kedudukan kategori tersebut terhadap kategori lain  sekedar kode/label – Misal: 1 = pria, 2 = wanita  bukan berarti 2 mempunyai nilai lebih tinggi
  44. 44. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Data Berskala • Skala Ordinal: – Mengurutkan data dari tingkat yang paling rendah ke tingkat yang paling tinggi atau sebaliknya, interval tidak harus sama • Skala Interval: – Mengurutkan obyek berdasar suatu atribut yang memberikan informasi tentang interval antara satu obyek dengan obyek lain adalah sama • Skala Rasio: – Mencakup ketiga skala yang telah disebutkan ditambah dengan sifat lain  mempunyai nilai nol yang sama dan dapat diperbandingkan
  45. 45. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Variabel • Suatu atribut dari sekelompok obyek yang diteliti, yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lain dalam kelompok tersebut • Variabel Independen: variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variabel dependen • Variabel Dependen: variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen • Varibel Moderator: variabel yang memperkuat/ memperlemah hubungan antara variabel dependen dan independen • Variabel Intervening: variabel yang membantu menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen • Variabel Kontrol: variabel yang dikendalikan peneliti
  46. 46. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Variabel Intervening
  47. 47. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar Variabel Moderator
  48. 48. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar
  49. 49. Metodologi Penelitian - Iqbal Ar

×