Strategi

2,018 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,018
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
38
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Strategi

  1. 1. NAMA : HERLIYANINIM : 141.10.125STRATEGI & PENGENDALIAN PERUSAHAAN PT. TELKOM & TELKOMSELPasar telekomunikasi Indonesia mempunyai tingkat penetrasi yang rendah untuksambungan telepon tidak bergerak, penetrasi menengah ke atas untuk bisnis nirkabel(Seluler/GSM dan akses telepon tidak bergerak nirkabel), dan tingkat penetrasi rendahuntuk bisnis pita lebar. TELKOM berharap bahwa bisnis pita lebar, dan layanan korporasiakan menjadi pendorong pertumbuhan berikutnya dan terus berlanjut untuk menawarkanpeluang pertumbuhan di masa depan. TELKOM berharap bahwa layanan kabel tidakbergerak, nirkabel, pita lebar dan korporasi akan terus memberikan kontribusi yang besarkepada pendapatan operasi dalam waktu dekat ini. Untuk mendukung semua itu, TELKOMtelah mengembangkan strategi bisnis guna mempertahankan pelanggan saat ini, menarikpelanggan baru dan merebut kembali pelanggan yang beralih kepada pesaing, dan terusmelakukan penetrasi pasar melalui pengelolaan hubungan dengan pelanggan,kepemimpinan produk dan diversifikasi, harga yang bersaing, dan jalur distribusi satu pintu.Strategi ini bertumpu pada pertumbuhan pasar seperti pita lebar dan layanan korporasiyang merupakan strategi pertumbuhan yang mencakup "mempertahankan bisnis intidengan mempertahankan pelanggan", "memanfaatkan sepenuhnya seluruh potensi produkTELKOMGroup" dan "memperluas lingkup penawaran dan kapasitas guna menelusuripeluang pertumbuhan di masa mendatang." Untuk bisnis nirkabel, strateginya adalah untukmenyelaraskan bisnis seluler dan telepon tidak bergerak nirkabel, sehingga sinergi yangmaksimal dapat tercapai. Fokus untuk strategi bisnis telepon tidak bergerak kabel berbeda,yaitu pada produktivitas biaya, karena bisnis ini mengalami penurunan. Sebagai tambahanterhadap strategi yang fokus kepada memperkokoh bisnis inti, TELKOM juga berusahamengembangkan area-area baru pertumbuhan sebagai langkah berikutnya denganmemasuki industri yang memiliki kedekatan, untuk meraih peluang di bidang layanan TIserta media dan bisnis edutainment.Seluruh strategi di atas dikembangkan untuk mendukung visi TELKOM "menjadi perusahaanInfoComm terkemuka di kawasan regional" dengan misi "menyediakan layanan InfoCommterpadu dan lengkap dengan kualitas terbaik dan harga kompetitif" dan "menjadi modelpengelolaan korporasi terbaik di Indonesia".TELKOM juga berusaha mengembangkan area-area baru pertumbuhan sebagai langkahberikutnya dengan memasuki industri yang memiliki kedekatan, untuk meraih peluang dibidang layanan TI serta media dan bisnis edutainmentUnsur-unsur utama strategi TELKOM adalah: a. Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat penetrasi sambungan telepon tidak bergerak terendah di Asia Tenggara. Posisi per 31 Desember 2009, mayoritas sambungan layanan berada di kota-kota besar utama: Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan dan Denpasar. TELKOM bermaksud memperkuat bisnis telepon tidak bergerak kabel dengan: meningkatkan biaya yang kompetitif melalui perbaikan efisiensi lintas fungsional; transformasi infrastruktur legacy menjadi infrastruktur NGN;
  2. 2. meningkatkan penetrasi sambungan telepon tidak bergerak dengan lebih cepat dan dengan belanja modal yang lebih rendah per sambungan melalui penggunaan teknologi telepon tidak bergerak nirkabel; meningkatkan penggunaan layanan suara dan layanan bernilai-tambah pada produk telepon tidak bergerak kabel; meluncurkan program-program untuk pengelolaan pemutusan sambungan; memperkuat bisnis interkoneksi melalui pembangunan pusat layanan yang dikhususkan untuk operator telekomunikasi dan pelanggan interkoneksi lainnya, membuka lebih banyak gerbang ke operator telekomunikasi lain, menawarkan harga yang lebih menarik, dan menyediakan layanan billing yang lebih baik; memperkuat Plasa TELKOM, pusat layanan pelanggan, sebagai titik penjualan untuk layanan TELKOM; mengembangkan dan memperluas bisnis Sambungan Langsung Internasional; meningkatkan jaringan akses telepon tidak bergerak kabel untuk menyediakan kemampuan pita lebar; dan mendirikan Divisi Akses sebagai bagian unit bisnis terpisah pada akhir tahun 2009 untuk mengembangkan dan memperkuat bisnis akses TELKOM.b. Menggabungkan & meningkatkan bisnis jaringan tidak bergerak nirkabel dan mengelola portofolio nirkabel Perusahaan menawarkan layanan telepon tidak bergerak nirkabel berbasis CDMA dengan mobilitas terbatas menggunakan merek dagang "TELKOMFlexi". TELKOM berencana untuk terus memperluas jaringan telepon tidak bergerak nirkabel berbasis-CDMA di seluruh divisi regional. Dibandingkan dengan jaringan telepon tidak bergerak kabel, jaringan tidak bergerak nirkabel berbasis-CDMA pada umumnya lebih cepat dan lebih mudah dibangun, dan memberikan fleksibilitas serta mobilitas yang lebih besar kepada pelanggan. TELKOM yakin bahwa pembangunan jaringan telepon tidak bergerak nirkabel berbasis-CDMA dan bisnis TELKOMFlexi akan memberikan keunggulan kompetitif kepada TELKOM dalam menghadapi liberalisasi dan meningkatkan persaingan di pasar sambungan telepon tidak bergerak. Kami juga mengembangkan program pemakaian bersama infrastruktur (sharing joint infrastructure program) antara TELKOMFlexi dan Telkomsel untuk mempercepat pembangunan jaringan telepon tidak bergerak nirkabel dan memberikan lebih banyak nilai bagi TELKOMGroup. Untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola bisnis akses tidak bergerak nirkabel (FWA), TELKOM mengembangkan entitas bisnis terpisah dalam perusahaan untuk dapat lebih responsif dalam bereaksi terhadap pasar. TELKOM juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan akuisisi atau konsolidasi bisnis dalam rangka peningkatan dan pertumbuhan bisnis FWA kedepan jika terdapat peluang bisnis yang menguntungkan.c. Investasi pada jaringan pita lebar Perusahaan bermaksud menumbuhkan bisnis pita lebar dan akses internet dengan, antara lain: meningkatkan investasi di infrastruktur pita lebar TELKOM untuk jaringan kabel dan nirkabel (seperti DSL, MSAN, FTTx dan HSPA); fokus pada upaya mempertahankan dan meraih pelanggan yang memiliki tuntutan tinggi atas layanan data dengan menawarkan harga yang kompetitif untuk layanan data dan internet kecepatan tinggi (termasuk layanan bernilai-
  3. 3. tambah) dan full IP VPN, dan memperluasbackbone TELKOM serta teknologi akses jaringan; memberikan kepada pelanggan pilihan akses internet yang lebih luas seperti melalui teknologihotspot nirkabel dan bundling layanan akses internet dengan produk TELKOMFlexi dan produk Telkomsel; mengembangkan dan menawarkan layanan bernilai-tambah dan produk baru, seperti layanan korporasi terintegrasi untuk bank dan pelanggan korporasi lainnya; dan memperluas jangkauan dan kualitas internet protocol backbone untuk meningkatkan kapasitastraffic data dan internet.d. Mengintegrasikan solusi enterprise dan berinvestasi di wholesale Dalam upayanya untuk meningkatkan nilai kontribusi dari bisnis korporasi, TELKOM membentuk tiga strategi bisnis yang mempertahankan bisnis inti dengan secara selektif memilih investasi di bidang akses dan konektivitas (seperti IP VPN, frame relay, sambungan sewa, dll) dengan tetap fokus kepada pelanggan strategis, memanfaatkan sepenuhnya potensi pelanggan TELKOMGroup, serta memperluas ruang lingkup penawaran dan kemampuan untuk tetap bertumpu pada pertumbuhan peluang di masa mendatang.e. Mengintegrasikan Next Generation Network Sebagai upaya untuk meningkatkan infrastruktur dan kemampuan layanan serta menekan biaya, TELKOM menerapkan teknologi jaringan generasi berikutnya atau NGN (platform berdasarkan IP) di seluruh TELKOMGroup dengan mengintegrasikan jaringan inti NGN untuk kabel tidak bergerak dan yang bergerak serta mengembangkan jaringan akses Metro Ethernet.f. Mengembangkan layanan teknologi informasi, bisnis media dan edutainment dan industri-industri yang memiliki kedekatan TELKOM memutuskan untuk mengubah usahanya tidak hanya menjadi perusahaan terkemuka di bidang telekomunikasi, tetapi juga mencari peluang pendapatan baru dengan mengembangkan industri yang memiliki kedekatan. Transformasi bisnis ini disebut dengan TIME (Telekomunikasi, Informasi , Media, dan Edutainment) ekspansi ini juga menawarkan peluang pertumbuhan baru yang signifikan serta meningkatkan kemampuan bisnis utama. Bersamaan dengan ini, TELKOM telah berhasil dalam tindakan korporasi sebagai berikut: pada tahun 2008, Metra, anak perusahaan TELKOM dengan kepemilikan penuh, menutup akuisisi sebesar 80% saham PT Sigma Cipta Caraka (SIGMA), yang merupakan pemimpin di bidang layanan TI di Indonesia terutama layanan keuangan dan perbankan; pada bulan Juni 2009, Metra, anak perusahaan TELKOM dengan kepemilikan penuh, telah berhasil mengakuisisi 49% saham PT Infomedia Nusantara, yang merupakan pemimpin di bidang informasi, komunikasi, dan data perusahaan dalam industri telekomunikasi di Indonesia khususnya di direktori informasi, contact center, dan layanan konten. Kemudian, kepemilikan saham PT Infomedia Nusantara menjadi 49% dimiliki oleh Metra dan 51% dimiliki oleh TELKOM; sampai akhir tahun 2009, PT Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telkom Internasional), anak perusahaan TELKOM dengan kepemilikan penuh, telah membeli saham Scicom, perusahaan call center global yang berlokasi di Malaysia, sebanyak 15,86%; dan
  4. 4. perusahaan baru di bawah Metra dibentuk pada bulan April 2009, yang disebut Metra-Net, portal, platform aplikasi ecommerce dan mobile serta perusahaan konten/entertaiment yang berlokasi di Indonesia. Selain itu, TELKOM melalui Telkom Internasional telah memperkuat infrastruktur internasional dengan menggunakan kabel fiber optik bawah laut dan menjadi anggota konsorsium AAG dengan landing point di seluruh Asia dan Amerika.g. Meningkatkan Sinergi antara TELKOM dan Telkomsel Perusahaan berupaya meningkatkan sinergi dengan Telkomsel dan meningkatkan fasilitas dan informasi, memadukan sumber daya dan meningkatkan koordinasi. Sumber daya ini mencakup jaringan, pemasaran, dukungan infrastruktur (seperti teknologi informasi, logistik, pengembangan sumber daya manusia dan pengadaan) serta produk dan layanan (seperti pengembangan produk baru, pengemasan/bundling layanan dan interkoneksi). Contoh khususnya mencakup: berbagi lokasi dan menara BTS, fasilitas mekanik dan elektrikal secara agresif untuk mengembangkan jangkauan TELKOMFlexi; pada tahun 2009, Telkomsel menggunakan jaringan Metro Ethernet TELKOM sebagai mobile backhaul untuk lebih dari 900 nodes yang dimiliki oleh Telkomsel dalam mendukung penetrasi layanan pita lebar bergerak. Kami berharap bahwa sinergi ini akan terus berlanjut untuk menyediakan mobile backhaul berdasarkan IP untuk lebih dari 4.000 nodes di tahun 2010; memanfaatkan basis pelanggan gabungan TELKOMGroup untuk saling memberikan produk yang relevan satu sama lain (seperti menawarkan layanan TELKOMSLI 007 kepada pelanggan Telkomsel dengan keuntungan khusus dan kampanye promosi bersama); meningkatkan kualitas layanan TELKOMSLI 007 untuk pengguna telepon seluler baik pelanggan Telkomsel maupun pengguna roaming internasional dengan menyediakan tambahan sambungan signaling langsung ke mitra roaming internasional Telkomsel; menyediakan skema harga interkoneksi untuk TELKOMSLI 007 dan layanan VoIP 01017 yang menguntungkan TELKOM dan Telkomsel. Dengan memanfaatkan skema ini, Telkomsel dapat menyediakan kepada pelanggan berbagai layanan SLI dan VoIP dengan harga terjangkau yang akan meningkatkan trafik TELKOM SLI dan VoIP; kegiatan promosi dan pemasaran bersama untuk kondisi tertentu yang diharapkan dapat menghasi lkan manfaat tambahan bagi TELKOMGroup; memanfaatkan sambungan distribusi yang tersedia untuk memperbaiki layanan dan kegiatan penjualan kepada pelanggan (seperti petugas customer service officer bersama); dan berbagi fasilitas lainnya seperti fasilitas pelatihan, fasilitas penelitian dan pengembanganh. Mempertahankan Keunggulan Telkomsel di Industri Seluler Kami berkeyakinan bahwa dari semua aktivitas yang dijalani, bisnis seluler memberikan peluang terbesar bagi pertumbuhan pendapatan. Kami menyediakan layanan seluler melalui Telkomsel, pemimpin pasar dalam bisnis seluler di Indonesia. Berdasarkan data statistik industri pada tanggal 31 Desember 2009, Telkomsel diperkirakan memiliki pangsa pasar sekitar 49% dari pasar seluler secara keseluruhan dan mempertahankan posisinya sebagai operator berlisensi seluler GSM
  5. 5. tingkat nasional terbesar di Indonesia. Kami bermaksud mengembangkan lebih lanjut bisnis Telkomsel antara lain dengan menawarkan tarif yang kompetitif dan melakukan promosi, layanan nilai tambah untuk produk dan layanan, dan mengembangkan kapasitas dan jangkauan jaringan Telkomsel. Kami meyakini bahwa 35% saham SingTel Mobile di Telkomsel dapat memperbesar kemampuan Telkomsel untuk mengakses perkembangan teknologi dan keahlian pemasaran SingTel Mobile dalam bisnis seluler dan meningkatkan peluang kerjasama di antara Telkomsel dan SingTel Mobile dalam mengembangkan produk baru, sehingga memperkuat dan membuat posisi Telkomsel lebih baik lagi dalam menghadapi persaingan dari operator telepon seluler lain. Unsur-unsur utama dalam strategi bisnis Telkomsel terdiri dari: memanfaatkan pemasaran, operasional dan sinergi jaringan dengan TELKOM dan berbagi praktik terbaik dan know-how dengan SingTel Mobile; memperbesar kapasitas dan memperluas jangkauan pada tingkat kualitas yang telah di tentukan untuk menangani per tumbuhan pelanggan; mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar dengan terus menerus menyelaraskan karakteristik dan fitur penawaran layanan Telkomsel dengan berkembangnya kebutuhan pelanggan retail dan pelanggan korporat, meningkatkan produk dan portofolio layanan (termasuk layanan GPRS, EDGE, 3G dan HSPA), memperluas kapasitas jaringan dan memperbaiki kualitas layanan; memastikan bahwa Telkomsel memiliki infrastruktur IT yang dapat memenuhi visi dan misi, dengan fokus khusus pada bidang-bidang seperti penagihan, penyampaian layanan, dan layanan kepada pelanggan; dan mencapai tingkat layanan setara dengan penyedia layanan seluler kelas dunia melalui call center footprint dan sasaran berorientasi layanan.Pengendalian Internal dan Pengendalian Pengungkapan Konsistensi pada pengendalian danprosedur pengungkapan sebagaimana uraian Kami di atas tentang komunikasi danketerbukaan informasi akan terus Kami terapkan mengacu pada ketentuan SOA section302. manajemen melakukan pengendalian dan prosedur pengungkapan termasuk, tanpadibatasi meliputi pengendalian dan prosedur yang dirancang untuk memastikan bahwainformasi yang dipersyaratkan untuk diungkapkan di dalam laporan yang disampaikan ataudiajukan berdasarkan Exchange Act telah dicatat, diproses, dirangkum dan dilaporkandalam jangka waktu yang telah ditetapkan sesuai ketentuan dan format SEC, dan bahwainformasi tersebut dikumpulkan dan disampaikan kepada manajemen Perusahaan,termasuk direktur Utama dan direktur Keuangan, sebagaimana layaknya, untukmemungkinkan pengambilan keputusan yang tepat waktu atas pengungkapan yangdipersyaratkan.Laporan Manajemen Mengenai Pengendalian Internal Atas Pelaporan Keuangan manajemenPerusahaan bertanggung jawab untuk menerapkan dan melaksanakan pengendalianinternal atas pelaporan keuangan secara memadai, sebagaimana didefinisikan dalamExchange Act Rules 13a-15(f) dan 15d-15(f). Pengendalian Internal atas pelaporankeuangan adalah suatu proses yang dirancang oleh, atau di bawah pengawasan direkturUtama dan direktur Keuangan, dandilakukanolehdewandireksi,manajemen,danpersonillainnya untuk memberikan keyakinan
  6. 6. yang memadai mengenai kehandalan pelaporan keuangan dan penyusunan laporankeuangan konsolidasian untuk keperluan eksternal sesuai dengan prinsip akuntansi yangberlaku umum dan termasuk kebijakan dan prosedur yang: (1) berkaitan denganpengelolaan pencatatan secara rinci, akurat dan wajar yang mencerminkan transaksi danpelepasan aset Perusahaan; (2) memberikan keyakinan yang memadai bahwa transaksidicatat secara semestinya untuk memungkinkan penyusunan Laporan KeuanganKonsolidasian berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum, dan bahwa pendapatandan biaya Perusahaan diterima dan dikeluarkan hanya berdasarkan kewenanganmanajemen dan direksi Perusahaan; dan (3) memberikan keyakinan yang memadaimengenai pencegahan atau deteksi secara tepat waktu dalam hal perolehan, penggunaanatau pelepasan aset Perusahaan yang tidak sah yang dapat memberikan dampak materialterhadap Laporan Keuangan Konsolidasian.dengan keterbatasan yang ada, pengendalian internal atas pelaporan keuangankemungkinan tidak dapat mencegah atau mendeteksi terjadinya salah saji. di samping itu,proyeksi atas evaluasi efektivitas pada masa mendatang mengandung risiko bahwapengendalian mungkin menjadi tidak memadai karena perubahan kondisi, atau karenatingkat kepatuhan terhadap kebijakan atau prosedur mungkin menurun. ManajemenPerusahaan telah melakukan penilaian efektivitas pengendalian internal atas pelaporankeuangan Perusahaan pada tanggal 31 desember 2011. dalam melakukan penilaian,manajemen Perseroan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan oleh Internal Control –Integrated Framework yang dikeluarkan oleh Committee of Sponsoring Organizations of theTradeway Commission (“COSO”). Berdasarkan penilaian ini, manajemen menyimpulkanbahwa hingga 31 desember 2011, pengendalian internal atas pelaporan keuanganPerseroan telah efektif.Laporan Atestasi Kantor Akuntan Publik Efektivitas pengendalian internal atas pelaporankeuangan Perusahaan pada tanggal 31 desember 2011 telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,Wibisana & Rekan, kantor akuntan publik independen dan terdaftar sebagaimanadinyatakan dalam laporan mereka tercantum dalam halaman F-3 dan F-4.

×