5 paradox leontief dan harberler

3,487 views

Published on

Eko. Internasional

Published in: Technology, Business
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

5 paradox leontief dan harberler

  1. 1. PARADOX LEONTIEF (WASSILY LEONTIEF) LESSON 6-7
  2. 2. TEORI PARADOX LEONTIEF <ul><li>KEBALIKAN DARI TEORI H – O YANG MENYEBUTKAN BAHWA EKSPORT AS AKAN TERDIRI ATAS BARANG-BARANG YANG PADAT MODAL/KAPITAL ( CAPITAL INTENSIVE) SEBALIKNYA IMPOR AKAN TERDIRI ATAS BARANG-BARANG YANG PADAT KARYA/TENAGA KERJA ( LABOR INTENSIVE ). </li></ul><ul><li>SEDANGKAN MENURUT TEORI LEONTIEF BAHWA EKSPOR AS JUSTRU TERDIRI ATAS BARANG-BARANG PADAT KARYA ( LABOR INTENSIVE) DAN IMPOR TERDIRI ATAS BARANG-BARANG PADAT MODAL ( CAPITAL INTENSIVE). </li></ul>
  3. 3. SEBAB TERJADINYA PARADOX LEONTIEF <ul><li>TARRIFF AND NON-TARRIF BARRIER </li></ul><ul><li>INTENSITAS FAKTOR PRODUKSI YANG BERBALIKAN (FACTORS INTENSITY REVERSALS) </li></ul><ul><li>PERBEDAAN DALAM SKILLS DAN HUMAN CAPITAL </li></ul><ul><li>PERBEDAAN DALAM FAKTOR SUMBER DAYA ALAM </li></ul>STRUKTUR EKSPOR DAN IMPOR BERDASARKAN KAPITAL DAN TENAGA KERJA TAHUN STRUKTUR EKSPOR - IMPOR KEBUTUHAN FAK. PRODUKSI EKSPOR $ IMPOR $ RASIO X/M STRUKTUR I – O (INPUT-OUTPUT) KAPITAL LABOR/THN RATIO CAP/LAB 2.621.200 1.122.5 2.335.1 2.589.700 1.240.2 2.088.3 1.118
  4. 4. TEORI OPPORTUNITY COST (G.HARBERLER) <ul><li>OPPORTUNITY COST DIGAMBARKAN SEBAGAI PRODUCTION POSSIBILITY CURVE (PPC) YANG MENUNJUKKAN KEMUNGKINAN KOMBINASI OUTPUT YANG DIHASILKAN SUATU NEGARA DENGAN SEJUMLAH FAKTOR PRODUKSI SECARA FULL EMPLOYMENT. DALAM HAL INI PPC YANG DIGUNAKAN ADALAH CONSTANT COST DAN INCREASING COST. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>INDEFFERENCE CURVE (IC) DAN PPC CONSTANT COST </li></ul>PRODUKSI SUATU NEGARA DAPAT MEMPRODUKSI BARANG N DAN T DENGAN KOMBINASI ATAU MRT YANG TETAP YAITU 8N =1T, SEHINGGA MEMPUNYAI PPC CONSTANT COST BERUPA GARIS LURUS NT 0 2 N 5 4 3 1 T 32 24 16 8 40 PPC CONSTANT COST MRT : MARGINAL RATE OF TRANSFORMATION N T MRT 40 32 24 16 8 0 0 1 2 3 4 5 8N/1T 8N/1T 8N/1T 8N/1T 8N/1T
  6. 6. ANALISIS MANFAAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL (GAIN FROM TRADE) DENGAN PPC CONSTANT COST 0 8 16 24 32 40 4 3 2 1 5 N T IC' IC B (16 N, 4T ) A NEGARA X MEMILIKI PPC CONSTANT COST DENGAN KOMBINASI PRODUKSI 40 N ATAU 5 T ATAU MRT 8N = 1T. POLA KONSUMSI KONSUMEN DI NEGARA X BERADA PADA TITIK SINGGUNG ANTARA IC DAN PPC, YAITU TITIK A DENGAN KONSUMSI 8 UNIT BARANG N DAN 4 UNIT BARANG T. KARENA MRT ATAU DTDN BERLAKU 8N = 1T, MAKA UNTUK MEMPEROLEH 4 UNIT BARANG T HARUS DIKORBANKAN/DITUKARKAN DENGAN 4 X 8N = 32N GAIN FROM TRADE DICAPAI PADA TITIK B KARENA LEBIH TINGGI DARI TITIK A, SEHINGGA KEPUASAN KONSUMEN DI NEGARA X TERCAPAI DI TITK B
  7. 7. INDEFFERENCE CURVE (IC) DAN PPC INCREASING COST PRODUKSI 0 1 2 3 4 5 40 36 30 22 12 N T PPC INCREASING COST N T MRT 40 3 6 30 22 12 0 0 1 2 3 4 5 4N/1T 6N/1T 8N/1T 10N/1T 12N/1T
  8. 8. ANALISIS MANFAAT GAIN FROM TRADE DENGAN IC DAN PPC INCREASING COST A. PPC INCREASING COST YANG SAMA, TETAPI IC BERBEDA A. PPC INCREASING COST YANG BERBEDA, TETAPI IC YANG SAMA A. PPC INCREASING COST DAN IC BERBEDA 0 IC 1 B A N T IC 2 PPC SAMA PPC 2 PPC 1 IC SAMA T N 0 A B A 0 T N PPC 1 PPC 2 IC 1 IC 2 B

×