An fis perdarahan otak

4,009 views

Published on

Anatomi Fisiologi Peredaran Darah Otak.

Published in: Health & Medicine
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
4,009
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
105
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

An fis perdarahan otak

  1. 1. ANATOMI DAN FISIOLOGIPEREDARAN DARAH LEHER dan KEPALA
  2. 2. SIRKULASI SISTEMIK• Arteri tidak selalu berakhir menjadi kapiler, tapi dapat saling menyatu membentuk anastomosis.• Anastomosis berfungsi: – Dapat membentuk sirkulasi kolateral bila salah satu arteri tersumbat atau mengalami gangguan – Dapat berdilatasi untuk memenuhi kebutuhan jaringan bila aliran kurang lancar
  3. 3. SIRKULASI SISTEMIKAORTAAdalah arteri utama yang membawa darah yang mengandung oksigen ke jaringan tubuhAorta berlanjut menjadi Arcus Aorta (lengkung aorta) kemudian menjadi Aorta desendenArcus aorta bercabang menjadi: Truncus Brakiocephalica A. Karotis komunis kiri A. Subclavia Kiri
  4. 4. SIRKULASI LEHER• A. Karotis komunis mensuplai darah untuk leher dan kepala• A. Karotis komunis bercabang 2 setinggi kartilago tiroid (jakun), menjadi: – A. karotis interna  mensuplai sebagian besar serebrum dan mata – A. karotis eksterna  mensuplai bagian luar wajah dan kulit kepala
  5. 5. SIRKULASI LEHER• Pada percabangan A. karotis komunis terdapat area dilatasi disebut sinus karotis.• Didalam sinus karotis berkumpul ujung-ujung saraf glossofaring (Nervus IX), dimana sinus karotis bereaksi terhadap perubahan tekanan darah dan memberikan informasi ke otak untuk mengembalikan tekanan darah ke normal kembali.
  6. 6. SIRKULASI LEHER• Dibelakang sinus karotis terdapat struktur coklat kecil disebut badan karotis, bagian ini berfungsi sebagai kemoreseptor dimana merupakan reseptor yang sensitif terhadap kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah• Apabila kadar oksigen dalam darah menurun, maka badan karotis akan memberi sinyal ke jantung untuk mempercepat frekuensi denyut untuk mecukupi kebutuhan jaringan
  7. 7. SIRKULASI OTAK• A. karotis eksterna bercabang menjadi: – A. Tiroidea superior – A. Lingualis – A. faringea asendens – A. Facialis – A. Oksipitalis – A. Aurikularis posterior – A. Maksilaris – A. Temporalis
  8. 8. SIRKULASI OTAK• A. karotis interna bercabang menjadi: – A. Optalmika – A. serebri anterior – A. serebri media – A. komunikans anterior – A. komunikans posterior  A. serebri posterior – A. frontalis
  9. 9. SIRKULASI OTAK• Sirkulasi otak diperdarahi melalui suatu anastomosis yang dinamakan sirkulus arterial serebri (sirkulus willisi) yang dibentuk dari percabangan A. karotis interna
  10. 10. SIRKULASI SISTEMIK• Aliran balik darah otak ditampung dalam pembuluh darah yang berada diantara dua lapis duramater yang disebut sinus duramatris• Sinus duramatris merupakan penyalur darah yang berdinding kaku dan tidak memiliki katup, dan bermuara di V. jugularis interna

×