Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Sistem penjaminan mutu

138 views

Published on

Sistem penjaminan mutu di Perguruan Tinggi

Published in: Education
  • Be the first to comment

Sistem penjaminan mutu

  1. 1. SISTEM PENJAMINAN MUTU DI PERGURUAN TINGGI Disampaikan dalam Lokakarya di Poltekes Provinsi Bengkulu tanggal 16-18 Februari 2113 Dr. Susetyo, M.Pd. Dosen Universitas Bengkulu, Asesor BAN-PT 2013
  2. 2. A. DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI Pasal 91 PP 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Tinggi: 1. Setiap satuan pendidikan jalur formal dan nonformal wajib melakukan penjaminan mutu 2. Penjaminan mutu pendidikan bertujuan untuk memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan 3. Penjaminan mutu pendidikan dilakukan secara bertahap, sistematis, dan terencana dalam suatu program penjaminan mutu yang mempunyai target dan kerangka waktu yang jelas
  3. 3. B. TIGA KARAKTER KEGIATAN PENDIDIKAN TINGGI UNTUK PENJAMINAN MUTU YANG BERKELANJUTAN 1. Akreditasi  BAN-PT 2. Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri (EBSBED)  Ditjen Dikti 3. Penjaminan Mutu  Perguruan Tinggi yang Bersangkutan
  4. 4. C. HAKIKAT PENJAMINAN MUTU 1. Penjaminan mutu ialah pelayanan jasa yang diberikan oleh perguruan tinggi terhadap stakeholders, yang terdiri atas mahasiswa, alumni, pengguna lulusan/dunia industri, dan orang tua mahasiswa. 2. Penjaminan mutu ialah keseluruhan aktivitas untuk memastikan apakah mutu produk atau layanan konsisten atau sesuai dengan yang direncanakan atau dijanjikan.
  5. 5. 3. Penjaminan mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi ialah proses penerapan dan pemenuhan standar pengelolaan pendidikan tinggi secara konsisten dan berkelanjutan sehingga stakeholders (mahasiswa, orang tua, dunia kerja, pemerintah, dosen, tenaga penunjang, dan pihak lain yang berkepentingan) memperoleh kepuasan. 4. Penjaminan mutu pendidikan tinggi ialah proses yang digunakan untuk menjamin agar kualitas pembelajaran dan penilaiannya dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
  6. 6. 5. Beberapa Istilah Penjaminan Mutu yang ada seperti: a. British Standard 5750 b. International Standard Organization (ISO) c. Quality Assurance System (Inggris, Auastralia, dan Eropa Barat) d. Sistem Penjaminan Mutu (Indonesia)
  7. 7. 6. Aspek-aspek yang berhubungan dengan penentuan mutu perguruan tinggi berhubungan dengan: a. Materi kuliah dan kurikulum yang link and match dengan dunia industri. b. Proses perkuliahan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  8. 8. c. Kompetensi dosen yang sesuai d. Sarana dan prasarana yang menunjang jalannya proses pembelajaran
  9. 9. D. TUJUAN PENJAMINAN MUTU 1. Memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan yang dijalankan oleh perguruan tinggi secara internal untuk mewujudkan visi dan misinya serta memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi 2. Terpenuhinya kebutuhan keinginan pelanggan (stakeholders) secara memuaskan. 3. Tercapainya hasil layanan pendidikan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  10. 10. E. POSISI DAN ARTI PENTINGNYA PENJAMINAN MUTU DI PERGURUAN TINGGI 1. Masa mendatang eksistensi suatu perguruan tinggi tidak semata-mata bergantung pada pemerintah, tetapi pada penilaian stakeholders tentang mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya. 2. Agar eksistensi terjamin, perguruan tinggi mau tidak mau harus menjalankan/melakukan penjaminan mutu pendidikan tinggi yang diselenggarakannya. 3. Karena penilaian stakeholders selalu berkembang, penjaminan mutu pun harus selalu menyesuaikan dengan perkembangan tersebut.
  11. 11. F. PRINSIP DASAR SISTEM PENJAMINAN MUTU 1. Perencanaan Mutu  penyusunan kebijakan/tujuan mutu dan proses operasional untuk mencapai tujuan mutu 2. Pengendalian mutu  pemenuhan persyaratan mutu 3. Perbaikan mutu  peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu (efektivitas dan efisiensi)
  12. 12. G. PENDEKATAN PENJAMINAN MUTU 1. Mahasiswa adalah pelanggan dari suatu proses akademik 2. Dosen dan tenaga penunjang (karyawan) adalah pemberi layanan proses akademik 3. Penjaminan mutu pendidikan tinggi memberi jaminan kepuasan pelanggan
  13. 13. H. MELAKSANAKAN PENJAMINAN MUTU 1. Berupaya memberi pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan 2. Mendelegasikan tugas, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan secara jelas 3. Memberdayakan jurusan atau bagian 4. Membangun komunikasi vertikal dan horizontal yang luwes 5. Melaksanakan evaluasi diri dan audit interna; mutu akademik internal sebagai bagian dari siklus penjaminan mutu
  14. 14. I. PERSYARATAN PELAKSANAAN PENJAMINAN MUTU 1. Komitmen 2. Perubahan paradigma 3. Sikap mental 4. Pengorganisasian
  15. 15. J. YANG DIPERLUKAN DALAM PELAKSANAAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI 1. Organisasi di tingkat universitas dan fakultas 2. Prosedur dan mekanisme kerja 3. Standar kompetensi dan spesifikasi program studi
  16. 16. K. ASAS-ASAS PENJAMINAN MUTU 1. Komitmen 2. Internally Driven 3. Tanggung jawab 4. Kepatuhan terhadap rencana 5. Evaluasi 6. Peningkatan mutu berkelanjutan
  17. 17. L. KEGIATAN PENJAMINAN MUTU 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan 3. Pemantauan 4. Evaluasi diri 5. Audit internal 6. Koreksi 7. Peningkatan mutu berkelanjutan
  18. 18. M. PERANGKAT YANG DIPERLUKAN UNTUK KEGIATAN PENJAMINAN MUTU 1. Standar mutu 2. Organisasi 3. Prosedur
  19. 19. N. LANDASAN JURIDIS PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI 1. Rencana Strategis (Renstra) 2. Kebijakan Akademik (Misi dan Tujuan)
  20. 20. P. LANDASAN SUBSTANSI SISTEM PENJAMINAN MUTU 1. Kebijakan Mutu Akademik 2. Standar Akademik 3. Peraturan Akademik 4. Manual Mutu Akademik 5. Manual Prosedur
  21. 21. Q. STRATEGI PENJAMINAN MUTU 1. Penjaminan mutu internal melalui perencanaan monev, evaluasi diri, audit internal, perbaikan terus-menerus 2. Penjaminan mutu eksternal melalui akreditasi (BAN-PT, asosiasi profesi/industri, perguruan tinggi terkemuka)
  22. 22. R. YANG DIJAMIN OLEH PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI 1. Kepatuhan terhadap kebijakan akademik, strandar akademik, peraturan akademik, dan manual mutu akademik 2. Kepastian bahwa lulusan memiliki kompetensi sesuai dengan yang ditetapkan 3. Kepastian bahwa setiap mahasiswa memiliki pengalaman belajar sesuai dengan spesifikasi program studi 4. Relevan bahwa program pendidikan dengan tuntutan atau kebutuhan masyarakat dan stakeholders lainnya.
  23. 23. S. PROSES PENJAMINAN MUTU 1. Perguruan tinggi menetapkan visi dan misinya. 2. Setiap prodi menetapkan visi dan misi berdasarkan visi perguruan tinggi 3. Visi setiap prodi dijabarkan oleh prodi menjadi rangkaian standar mutu dalam setiap butir mutu yang merupakan ramuan antara visi prodi dengan kebutuhan pelanggan
  24. 24. 4. Perguruan tinggi menetapkan organisasi dan mekanisme kerja penjaminan mutu 5. Perguruan tinggi melaksanakan mutu dengan menerapkan penjaminan kendali mutu 6. Perguruan tinggi mengevaluasi dan merevisi standar mutu melalui benchmarking secara berkelanjutan
  25. 25. T. KONSEP PENJAMINAN MUTU Perguruan tinggi dikatakan bermutu apabila mampu: 1. Menetapkan visi dan misi serta melaksanakannya 2. Memenuhi kebutuhan stakeholdersberupa: - kebutuhan masyarakat - kebutuhan dunia usaha - kebutuhan profesional
  26. 26. U. BUTIR-BUTIR MUTU 1. Kurikulum prodi 2. SDM (dosen dan tenaga penunjang) 3. Proses pembelajaran 4. Prasarana dan sarana 5. Suasana akademik 6. Keuangan 7. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 8. Tata pamong 9. Manajemen lembaga 10. Sistem informasi 11. Kerja sama dengan dalam dan luar negeri
  27. 27. V. RUANG LINGKUP JAMINAN MUTU 1. Standar mutu (mata kuliah, kurikulum) 2. Mutu pembelajaran (dosen, keefektifan belajar) 3. Mutu dukungan kepada mahasiswa dan dosen (staf penunjang) 4. Tingkat pencapaian mahasiswa 5. Mutu penelitian 6. Tingkat kepuasan pelanggan
  28. 28. W. SOP YANG PERLU DISIAPKAN 1. KRS 2. Perkuliahan dan praktikum 3. UTS dan UAS 4. Ujian sidang skripsi 5. Evaluasi PBM 6. Penunjukan pembimbing skripsi
  29. 29. X. STRUKTUR ORGANISASI BIRO/UNIT PENJAMINAN MUTU DI PERGURUAN TINGGI REKTOR Senat Akademik Univ PR 1 PR2 PR3 PR4 UPM UPMF DEKAN SENAT FAKULTAS UPMJ KAJUR UPMPS KAPROG DOSEN-MAHASISWA/KEGIATAN AKADEMIK
  30. 30. Y. STRUKTUR ORGANISASI BIRO/ UNIT PENJAMINAN MUTU PEMBINA (Rektor) PENANGGUNG JAWAB (PR1) KETUA UPM SEKRETARIS UPM SIM PJ PROG/PELAKSANA AUDIT INTERNAL DIKLAT JAMINAN MUTU DAN KERJA SAMA
  31. 31. Z. KERANGKA DOKUMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU AKADEMIK JURUSAN ATAU BAGIAN FAKULTAS UNIVERSITAS ATAU INSTITUSI 3.Kompetensi lulusan Spesifikasi prodi 4. Evaluasi Diri Prodi 2. Kebijakan akademik Peraturan akademik Standar akademik Manual mutu akademik Manual prosedur akademik 5. Audit prodi 1. Kebijakan akademik Peraturan akademik Standar akademik Manual mutu akademik Manual prosedur akademik 6. Audit fakultas
  32. 32. AA. TUGAS DAN FUNGSI UNIT YANG TERKAIT DENGAN UNIT PENJAMINAN MUTU 1. Rektor  penanggung jawab seluruh kegiatan 2. Senat Akademik Universitas  secara normatif sebagai penanggung jawab tertinggi mutu akademik universitas 3. Pembantu Rektor Bidang Akademik (PR1) sebagai Penanggung jawab Unit Penjaminan Mutu
  33. 33. 4. Unit Penjaminan Mutu (UPM)/Badan Penjaminan Mutu (BPM) bertugas dan berfungsi memelihara dan meningkatkan mutu akademik secara konsisten dan berkelanjutan guna mewujudkan visi dan misi perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan stakeholders.
  34. 34. Tugas Utama BPM/UPM Universitas: a. Menyusun dan menerbitkan dokumen akademik yang terdiri atas kebijakan akademik universitas, standar akademik, dan peraturan akademik universitas b. Menyusun dan menerbitkan dokumen mutu yang terdiri atas manual mutu akademik universitas dan manual prosedur implementasi penjaminan mutu universitas. c. Menyusun dan menerbitkan buku penjaminan mutu akademik.
  35. 35. d. Mengembangkan sistem penjaminan mutu dengan menyusun SOP yang berkaitan dengan kegiatan akademik yang menjadi tanggung jawab universitas e. Melakukan audit mutu akademik fakultas f. Mengadakan pelatihan dan menyediakan layanan konsultasi untuk UPM fakultas
  36. 36. 5. Pelaksanaan Audit Akademik merupakan kegiatan yang dilakukan Tim Audit Akademik pada setiap tahun akademik untuk: a. Melakukan pengumpulan informasi secara sistematis dan memverifikasi pelaksanaan kegiatan akademik setiap prodi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan b. Melaksanakan pengecekan apakah prosedur penjaminan mutu berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan Panduan Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Universitas c. Mengidentifikasi area defisiensi yang perlu ditindaklanjuti segera
  37. 37. 6. Dekan sebagai pimpinan tertinggi fakultas bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas di fakultasnya, termasuk mutu pembelajaran dan peningkatan keefektifan pembelajaran. Dekan menerima Evaluasi Diri dari Pembantu Dekan Bidang Akademik (Wadek Bidang Akademik) sebelum diserahkan ke Senat Akademik Fakultas.
  38. 38. 7. Senat Fakultas sebagai badan normatif dan perwakilan di tingkat fakultas bertanggung jawab terhadap mutu akademik jurusan/prodi. Senat Akademik Fakultas menerima laporan Evaluasi Diri dari Wadek Bidang Akademik melalui Dekan setiap tahunnya untuk dipelajari dan dikritisi serta memberi rekomendasi. Berdasarkan hasil laporan audit mutu akademik fakultas, Senat Akademik Fakultas menentukan kebijakan dan peraturan baru dalam peningkatan mutu akademik di tingkat fakultas.
  39. 39. 8. Pembantu Bidang Akademik Fakultas (Wadek Bidang Akademik) merupakan penanggung jawab Unit Penjaminan Mutu Fakultas 9. Unit Penjaminan Mutu Fakultas (UPMF) a. Menyusun dan menerbitkan dokumen akademik fakultas yang terdiri atas kebijakan akademik fakultas, standar akademik fakultas, dan peraturan akademik fakultas b. Menyusun dan menerbitkan dokumen mutu yang terdiri atas manual mutu akademik fakultas dan manual prosedur implementasi penjaminan mutu fakultas.
  40. 40. c.Mengembangkan sistem penjaminan mutu dengan menyusun SOP yang berkaitan dengan kegiatan akademik yang menjadi tanggung jawab fakultas d. Melakukan audit mutu akademik jurusan/bagian/program studi
  41. 41. AB. DOKUMEN AKADEMIK UNIVERSITAS 1. Kebijakan Akademik ditetapkan dengan maksud memberikan arah penyelenggaraan universitas. Tujuannya untuk mewujudkan kehidupan akademik yang demokratis, berkeadilan sosial, melindungi hak asasi manusia, menegakkan supremasi hukum dalam tatanan masyarakat yang beradab, berakhlak mulia, mandiri, bebas, maju, dan sejahtera yang dilandasi iman dan taqwa serta mengarahkan semua kegiatan unit kerja yang ada ke arah pencapaian visi, misi, dan tujuan.
  42. 42. 2. Peraturan Akademik memuat peraturan di perguruan tinggi dalam bidang akademik yang meliputi proses pengaturan pendirian, perubahan, dan penutupan program studi, proses belajar-mengajar, tahapan yang harus dilalui mahasiswa sejak masuk hingga selesai, mengatur nama dan gelar yang diberikan oleh perguruan tinggi kepada lulusannya. Secara lengkap Peraturan Akademik meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan prosedur evaluasi seluruh kegiatan akademik.
  43. 43. Peraturan Akademik harus mendapat pengesahan dari Senat Akademik Universitas yang selanjutnya akan menjadi pedoman pelaksanaan di tingkat fakultas, jurusan/bagian dan program studi yang biasanya tersedia di kantor administrasi akademik universitas, fakultas, jurusan/bagian, perpustakaan, dan dapat diakses melalui internet.
  44. 44. Peraturan Akademik menjadi landasan bagi penyusunan Atandar Akademik, tersusun dalam 4 kelompok, antara lain: a. Program/kegiatan, antara lain: - pendirian, perubahan, dan penutupan program studi - penyusunan, perubahan, dan pengembangan kurikulum dan silabi - pelaksanaan alih kredit dari luar univ atau perguruan tinggi lain - pemberian gelar
  45. 45. b. Pengaturan Staf Akademik/Dosen: - persyaratan penerimaan dosen pada universitas/fakultas/jurusan/bagian/prodi - seleksi penerimaan dosen - hak dan kewajiban dosen
  46. 46. c. Pengaturan mahasiswa: - persyaratan pendaftaran mahasiswa - seleksi penerimaan mahasiswa - pendaftaran mahasiswa yang diterima
  47. 47. d. Pengaturan hal-hal khusus: - pelaksanaan kebebasan akademik dan kebebasan mimbar - pelaksanaan etika akademik - pemberian penghargaan akademik - pemberian sanksi akademik
  48. 48. 3. Standar Akademik a. Konsep dan Tujuan Standar Akademik Standar Akademik ditetapkan untuk berbagai aspek kegiatan akademik, seperti: - menetapkan tujuan dan kurikulum program studi - menyusun dan membuat kaji ulang kurikulum - menciptakan lingkungan belajar - mengangkat dan mengembangkan staf pengajar
  49. 49. - merancang dan membuat sumber belajar - menetapkan organisasi prodi - melaksanakan kegiatan belajar-mengajar - menciptakan dukungan bagi prestasi akademik mahasiswa - melaksanakan pemantauan dan penilaian - Membantu kegiatan belajar mahasiswa
  50. 50. - menetapkan output, outcomes, dan kendali mutu - melaksanakan penerimaan mahasiswa baru - Melaksanakan peningkatan mutu akademik
  51. 51. b. Kerangka Standar Akademik meliputi: - tujuan pendidikan dan kurikulum - perancangan dan Review Kurikulum - lingkungan belajar-mengajar - staf akademik - sumber belajar
  52. 52. - organisasi perkuliahan - kegiatan belajar-mengajar - dukungan bagi prestasi akademik mahasiswa - pemantauan dan penilaian - kegiatan belajar mahasiswa - output, outcomes, dan kendali mutu
  53. 53. AC. MONITORING DAN EVALUASI (MONEV) 1. Sistem Penjaminan Mutu Universitas dilaksanakan secara berjenjang mulai dari BAN-PT, universitas, fakultas, jurusan hingga prodi. BAN-PT sebagai bentuk penilaian bentuk penjaminan mutu eksternal, sedangkan universitas menjamin fakultas melaksanakan penjaminan mutu, fakultas menjamin jurusan melaksanakan penjaminan mutu, dan jurusan menjamin program studi melaksanakan penjaminan mutu, ini yang disebut penjaminan mutu internal yang standar dan metode pengukuran hasilnya ditetapkan oleh universitas sesuai dengan visi dan misinya.
  54. 54. Pelaksanaan penjaminan mutu didasarkan atas dokumen akademik dan dokumen mutu. Dokumen akademik memuat arah kebijakan, visi-misi, standar pendidikan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan peraturan akademik. Dokumen akademik terdiri atas manual mutu, manual prosedur, instruksi kerja, dokumen pendukung, dan borang.
  55. 55. Tingkat Dokumen Universitas/Perguruan Tinggi Kebijakan Akademik Standar Akademik Peraturan Akademik Manual Mutu Manual Prosedur Fakultas Kebijakan Akademik Standar Akademik Peraturan Akademik Manual Mutu Manual Prosedur Jurusan/Bagian/Prodi Spesifikasi Prodi Kompetensi Lulusan Program Pembelajaran (GBPP dan SAP)
  56. 56. Penutup  Sistem Penjaminan Mutu disesuaikan dengan Perguruan Tinggi  Struktur organisasi penjaminan  Sesuai dengan tugas utamanya lembaga/badan/unit penjaminan mutu hendaknya segera melengkapi dokumen penjaminan mutu, SOP, dan melakukan audit internal pada setiap prodi/jurusan sebelum mengajukan akreditasi institusi dan prodi

×