Kenyamanan dalam asuhan keperawatan

715 views

Published on

Published in: Healthcare
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
715
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
18
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Kenyamanan dalam asuhan keperawatan

  1. 1. APA ITU NYERI ?? menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah merupakan pengalaman sensoris subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan yang nyata, berpotensi rusak, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.
  2. 2. Bagaimana Proses Terjadinya Nyeri ? • Reseptor nyeri dalam tubuh adalah ujung-ujung saraf telanjang yang ditemukan hampir pada setiap jaringan tubuh. Impuls nyeri dihantarkan ke Sistem Saraf Pusat (SSP) melalui dua sistem Serabut. Sistem pertama terdiri dari serabut Aδ bermielin halus bergaris tengah 2-5 µm, dengan kecepatan hantaran 6-30 m/detik. Sistem kedua terdiri dari serabut C tak bermielin dengan diameter 0.4-1.2 µm, dengan kecepatan hantaran 0,5-2 m/detik. • Serabut Aδ berperan dalam menghantarkan "Nyeri cepat" dan menghasilkan persepsi nyeri yang jelas, tajam dan terlokalisasi, sedangkan serabut C menghantarkan "nyeri Lambat" dan menghasilkan persepsi samar-samar, rasa pegal dan perasaan tidak enak. • Pusat nyeri terletak di talamus, kedua jenis serabut nyeri berakhir pada neuron traktus spinotalamus lateral dan impuls nyeri berjalan ke atas melalui traktus ini ke nukleus posteromidal ventral dan posterolateral dari talamus. Dari sini impuls diteruskan ke gyrus post sentral dari korteks otak.
  3. 3. TIPE NYERI 1. Berdasarkan sumbernya a. Cutaneus/ superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit/ jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning (seperti terbakar) b. Deep somatic/ nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligament, pemb. Darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar & lbh lama drpd cutaneus c. Visceral (pada organ dalam), stimulasi reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan thorak. Biasanya terjadi karena spasme otot, iskemia, regangan jaringan 2. Berdasarkan lokalisasi/letak a. Radiating pain Nyeri menyebar dr sumber nyeri ke jaringan di dekatnya b. Referred pain Nyeri dirasakan pd bagian tubuh tertentu yg diperkirakan berasal dr jaringan penyebab c. Intractable pain Nyeri yg sangat susah dihilangkan (ex: nyeri kanker maligna) d. Phantom pain Sensasi nyeri dirasakan pd bag. Tubuh yg hilang e. Berdasarkan penyebab: Fisik Psycogenic Biasanya nyeri terjadi karena perpaduan 2 sebab tersebut f. Menurut Serangannya Nyeri akut Nyeri kronik
  4. 4. SKALA KETERANGAN NYERI 10 - Tipe nyeri sangat berat. 7 s/d 9 - Tipe nyeri berat. 4 s/d 6 - Tipe nyeri sedang. 1 s/d 3 - Tipe nyeri ringan
  5. 5. RESPON NYERI Ada beberapa respon yang dialami penderita setelah merasakan sakitnya nyeri : Responfisiologis terhadap nyeri 1. Stimulasi Simpatik:(nyeri ringan, moderat, dan superficial) a) Dilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate b) Peningkatan heart rate c) Vasokonstriksi perifer, peningkatan BP d) Peningkatan nilai gula darah e) Diaphoresis f) Peningkatan kekuatan otot g) Dilatasi pupil h) Penurunan motilitas GI 2. Stimulus Parasimpatik (nyeri berat dan dalam) a) Muka pucat b) Otot mengeras c) Penurunan HR dan BP d) Nafas cepat dan irregular e) Nausea dan vomitus f) Kelelahan dan keletihan
  6. 6. Respon tingkah laku terhadap nyeri Respon perilaku terhadap nyeri dapat mencakup: 1) Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak Nafas, Mendengkur) 2) Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukkan gigi, Menggigit bibir) 3) Gerakan tubuh (Gelisah, Imobilisasi, Ketegangan otot, peningkatan gerakan jari & tangan 4) Kontak dengan orang lain/interaksi sosial (Menghindari percakapan, Menghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, Fokus pd aktivitas menghilangkan nyeri) ama beberapa menit atau menjadi kronis. Nyeri dapat menyebabkan keletihan dan membuat individu terlalu letih untuk merintih atau menangis. Pasien dapat tidur, bahkan dengan nyeri hebat. Pasien dapat tampak rileks dan terlibat dalam aktivitas karena menjadi mahir dalam mengalihkan perhatian terhadap nyeri.
  7. 7. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI a. Usia b. Jenis kelamin c. Budaya Keyakinan dan nilai-nilai budaya mempengaruhi cara individu mengatasi nyeri. Individu mempelajari apa yang diharapkan dan apa yang diterima oleh kebudayaan mereka. Hal ini meliputi bagaimana bereaksi terhadap nyeri (Calvillo & Flaskerud, 1991). d. Ansietas e. Pengalaman masa lalu dengan nyeri f. Efek plasebo Efek plasebo terjadi ketika seseorang berespon terhadap pengobatan atau tindakan lain karena sesuatu harapan bahwa pengobatan tersebut benar benar bekerja. g. Keluarga dan Support Sosial h. Pola koping
  8. 8. ASKEP KLIEN DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI PROSES KEPERAWATAN • Pengkajian nyeri yang factual dan akurat dibutuhkan untuk: 1. Menetapkan data dasar 2. Menegakkan diagnosa keperawatan yang tepat 3. Menyeleksi terapi yang cocok 4. Mengevaluasi respon klien terhadap terapi yang diberikan Hal-hal yang perlu dikaji adalah sebagai berikut: • Ekspresi klien terhadap nyeri Banyak klien tidak melaporkan/mendiskusikan kondisi ketidaknyamanan. • Klasifikasi pengalaman nyeri Perawat mengkaji apakah nyeri yang dirasakan klien akut atau kronik. • Karakteristik nyeri : 1. Onset dan durasi 2. Lokasi 3. Keparahan 4. Skala nyeri
  9. 9. Diagnosa • Nyeri kronik berhubungan dengan proses keganasan jaringan parut . control nyeri yang tidak adekuat Cemas berhubungan dengan nyeri yang dirasakan Nyeri akut berhubungan dengan fraktur panggul Koping individu tidak efektif berhubungan dengan nyeri kronik Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri musculoskeletal Resiko injuri berhubungan dengan kekurangan persepsi terhadap nyeri Ansietas yang berhubungan dengan nyeri yang tidak hilang. Defisit perawatan diri yang berhubungan dengan nyeri musculoskeletal Disfungsi seksual yang berhubungan dengan nyeri arthritis panggul. Perencanaan 1. Mengurangi dan membatasi faktor-faktor yang menambah nyeri 2. Menggunakan berbagai tehnik noninvasif untuk memodifikasi nyeri yang dialami 3. Menggunakan cara-cara untuk mengurangi nyeri yang optimal, seperti memberikan analgesik sesuai dengan program yang ditentukan.
  10. 10. Implementasi 1. Mengurangi faktor yang dapat menambah nyeri 2. Memodifikasi stimulus nyeri dengan menggunakan teknik-teknik seperti : Tehnik latihan pengalihan 3. Pemberian obat analgesik, yang dilakukan guna mengganggu atau memblok transmisi stimulus agar terjadi perubahan persepsi dengan cara mengurangi kortikal terhadap nyeri. 4. Pemberian stimulator listrik , yaitu dengan memblok atau mengubah stimulus nyeri engan stimulus yang kurang dirasakan.
  11. 11. KESIMPULAN • Nyeri mempengaruhi proses kenyaman di mana nyeri dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada seorang individu, karena nyeri merupakan sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadi. Nyeri merupakan campuran reaksi fisik , emosi , dan perilaku . cara yang baik untuk memahami pengalaman nyeri , akan membantu menjelaskan tiga komponen fisiologis
  12. 12. BYE-BYE. . . Udah GA NYERI lagi neng….

×