Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kisah seorang penjual tempe

kisah seorang penjual tempe

Related Books

Free with a 30 day trial from Scribd

See all

Related Audiobooks

Free with a 30 day trial from Scribd

See all
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Kisah seorang penjual tempe

  1. 1. KISAH SEORANG PENJUAL TEMPE (Sebuah Kisah Inspiratif) Di Karangayu, sebuahdesa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplahseorangibu penjualtempe. Tak ada pekerjaan lain yangn dapat dia lalukansebagai penyambunghidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhandari bibirnya. Ia jalani hidup denganriang.”Jika tempe ini yang nanti mengantarkuke surga,kenapaaku harusmenyesalinya…” demikian dia selalu memaknai hidupnya. Suatupagi, setelahsalat subuh,dia pun berkemas. Mengambilkeranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur.Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkandi atasmeja panjang. Tapi, deg! dadanyagemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belumjadi. Masih berupa kacang,sebagian berderai, belum disatukanikatan-ikatan putihkapas dari peragian. Tempe itu masih harusmenunggusatuhari lagi untukjadi. Tubuhnyalemas. Dia bayangkan, hari ini pasti tidak akanmendapatkanuanguntukmakan dan modal membeli kedelai yang akan dia olah kembali menjadi tempe. Di tengah putusasa,terbersit harapandi dadanya. Dia tahu,jika meminta kepada Allah,pasti tak akan ada yang mustahil.Maka, di tengadahkankepala,dia angkattangan,dia baca doa. “Ya Allah,Engkau tahukesulitanku.Akutahu Engkaupasti menyayangi hamba-Muyang hina ini. Bantulahaku ya Allah,jadikanlahkedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkannasibku…” Dalam hati, dia yakin, Allahakan mengabulkandoanya.Dengan tenang,dia tekan dan mampatkandaun pembungkustempe. Dia rasakanhangatyang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung.Dadanyagemuruh.Dan pelan, dia bukadaun pembungkustempe. Dan… dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah.Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapasragi putih. Tapi, denganmemaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allahpasti sedang“memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allahtidak akan menyengsarakanhambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkansemua tempe setengahjadi itu ke dalamkeranjang, dia berdoa lagi. Ya Allah,aku tahutak pernah ada yang mustahilbagi-Mu. Engkaumaha tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukanselain berjualantempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulahaku, kabulkandoaku… Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar,dia buka lagi daunpembungkustempe. Pasti telah jadi sekarang,batinnya. Dengan berdebar,dia intip dari daunitu, dan… belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnyamemutih. Tak ada perubahanapapun atas ragiankacang tersebut.Keajaiban Tuhanakan datang…pasti, yakinnya.
  2. 2. Dia pun berjalanke pasar.Di sepanjangperjalananitu, dia yakin, “tangan”Tuhan tengah bekerja untukmematangkanprosesperagian atastempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa… berkali-kali dia yakinkan diri, Allahpasti mengabulkandoanya. Sampai di pasar,di tempat dia biasa berjualan,dia letakkankeranjang-keranjangitu.“Pasti sekarangtelah jadi tempe!” batinnya. Dengan berdebar, dia buka daunpembungkustempe itu, pelan-pelan.Dan… dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan.Masihsama seperti ketika pertama kali dia bukadi dapurtadi. Kecewa, air mata menitik di keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhanbegitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku?Demikian batinnya berkecamuk. Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengahjadi itu di atas plastikyang telahdia sediakan. Tangannyalemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar…merasasendirian. Tuhan telahmeninggalkanaku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan…esok dia pun tak akan dapatmakan. Dilihatnya kesibukanpasar, orangyang lalulalang,dan “teman-temannya” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannyayangmulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku.Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernahdia mengalami kejadian ini. Tak pernahtempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat… Tiba-tiba sebuahtepukanmenyinggahi pundaknya.Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum,memandangnya. Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengahjadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasarini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya? Penjual tempe itu bengong.Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaansi ibu cantik tadi, dia cepat menengadahkantangan.YaAllah, saat ini akutidak ingin tempe itu jadi. Janganengkaukabulkandoakuyang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe… Lalusegera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu,dia letakkan lagi. jangan-jangan, sekarangsudahjadi tempe… Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi? tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. “Duh Gusti… bagaimanaini? Tolonglahya Allah,jangan jadikan tempe ya?”
  3. 3. ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelandaunpembungkustempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daunyang hangatitu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! “Alhamdulillah!”pekiknya, tanpasadar. Segera dia angsurkantempeitu kepadasi pembeli. Sembari membungkus,dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. “Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?” Ooh, bukan begitu, Bu. Anak saya yang kuliah di Australiaingin sekali makan tempe, asli buatansini. Nah, agarbisa sampai sana belumbusuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu? Kisah yang biasa bukan,dalam kehidupan sehari-hari,kita acap berdoa dan “memaksakan” Allahmemberikan apa yang menurutkita paling cocok untukkita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan,kita merasa diabaikan, merasa kecewa. PadahalAllah palingtahu apa yang paling cocok untukkita. Bahwa semua rencananya adalahsangatsempurna. Kisah sederhanayang menarik, karena seringkalikita punmengalami hal yg serupa.Di saat kita tidak memahami ada hikmah di balik semua skenario yg AllahSWT takdirkan. “Boleh jadi kamu membencisesuatu, padahalia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukaisesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,sedang kamu tidak mengetahui”(QS. Al Baqarah216)

×