Laporan praktikum dasar agroteknologi

2,014 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,014
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan praktikum dasar agroteknologi

  1. 1. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )LAPORAN RESMIDASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )Disusun oleh :1. Edi Nugroho (11011025 )2. Lina Astuti (11011019 )3. Setiya Tri Pinardi (10011030)PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGIFAKULTAS AGROINDUSTRIUNIVERSITAS MERCU BUANAYOGYAKARTA2013
  2. 2. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikanrahmat serta karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis berhasilmenyelesaikan Laporan Praktikum ini tepat pada waktunya. Laporan ini akanpenulis gunakan sebagai Laporan akhir mata kuliah praktikum dasar-dasaragroteknologi.Dengan laporan ini kita bisa mengetahui bagai mana tentang tata carabudidaya jagung ( zea mays L). Diharapkan laporan ini dapat memberikan banyakinformasi untuk kita semua khususnya di bidang pertanian. Tidak lupa, penulismengucapkan terimakasih khususnya kepada Bpk. Dr.Ir.F.Didiet H S,M.P dan IbuIr.Tyastuti Purwani,M.P selaku dosen pengajar mata kuliah Praktikum Dasar-dasar agroteknologi dan juga kepada mas Wisnu selaku pendamping praktikum.Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, olehkarena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalupenulis harapkan demi kesempurnaan laporan ini.Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telahberperan serta dalam penyusunan laporan ini dari awal sampai akhir. SemogaAllah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.Yogyakarta, 21 Januari 2013Penyusun
  3. 3. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIDAFTAR LAMPIRANBAB I. PENDAHULUANA. Latar BelakangB. TujuanBAB II.DASAR TEORIBAB III. METODOLOGI PRAKTIKUMA. Waktu dan tempatB. Alat dan bahanC. Cara kerjaBAB IV. HASIL DAN PEMBAHASANA. HasilB. PembahasanBAB V. KESIMPULANDAFTAR PUSTAKA
  4. 4. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )DAFTAR LAMPIRANTable 1.1. Tinggi TanamanTable 1.2. Jumlah DaunTable 1.3. Lebar daunTable 1.4. panjang daunTable 1.5. cahaya datingTable 1.6. Cahaya diteruskanTable 1.7. Bobot Segar dan Bobot Kering
  5. 5. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPertanian pada dasarnya merupakan sistem pemanfaatan energi cahayamatahari melalui proses fotosintesis. Apabila faktor genetik seragam, makaproses fotosintesis dipengaruhi oleh faktor lingkungan.Daun merupakan organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis. Olehkarena itu jumlah daun yang optimum memungkinkan distribusi (pembagian)cahaya antar daun lebih merata. Distribusi cahaya yang lebih merata antardaun mengurangi kejadian saling menaungi antar daun sehingga masing-masing daun dapat bekerja sebagaimana mestinya.Faktor internal yang turut mempengaruhi laju fotosintesis daun adalahkandungan klorofil daun. Daun yang memiliki kandungan klorofil tinggidiharapkan lebih efisien dalam menangkap energi cahaya matahari untukfotosintesis .Salah satu pendekatan untuk mengetahui jumlah klorofil daunadalah dengan mengukur tingkat kehijauan daun. Daun yang lebih hijaudiduga memiliki kandungan klorofil yang tinggi.Indeks luas daun dapat digunakan untuk menggambarkan tentangkandungan total klorofil daun tiap individu tanaman. Permukaan daun yangsemakin luas diharapkan mengandung klorofil lebih banyak.Indeks luas daun merupakan hasil bersih asimilasi persatuan luas daun danwaktu. Luas daun tidak konstan terhadap waktu, tetapi mengalami penurunandengan bertambahnya umur tanaman. Indeks luas daun merupakan gambarantentang rasio permukaan daun terhadap luas tanah yang ditempati olehtanaman. Laju pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh laju asimilasi bersihdan indeks luas daun. Laju asimilasi bersih yang tinggi dan indeks luas daunyang optimum akan meningkatkan laju pertumbuhan tanaman.Dalam hal ini, intensitas cahaya matahari sangat mempengaruhipertumbuhan optimum tanaman dengan indeks luas daun yang berbeda – bedatergantung tinggi tanaman dan banyaknya sinar matahari yang diterima olehtanaman tersebut.
  6. 6. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )Salah satu faktor lain yang mempengaruhi indeks luas daun adalah jumlahketersediaan air yang diterima oleh tanaman. Semakin optimum air yangtersedia, maka semakin maksimal pertumbuhan tanaman dapat tercapai.B. Tujuan Praktikum1. Mempelajari cara menanam tanaman jagung serta melakukanpemeliharaannya.2. Mengamati dan mempelajari penentuan intensitas cahaya pada tanamanjagung tersebut.3. Mengamati dan menentukan bobot basah dan bobot kering pada tanamanjagung.
  7. 7. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )BAB IIDASAR TEORIJagung merupakan komoditas pangan sumber karbohidrat kedua setelahberas, sangat penting untuk ketahanan pangan. Jagung juga berperan pentingdalam industri pakan ternak dan industri pangan. Dalam kurun lima tahunterakhir, kebutuhan jagung nasional untuk bahan industri pakan, makanan danminuman meningkat ±10%-15%/tahun.Pengembangan jagung diarahkan untuk mewujudkan Indonesia menjadiprodusen jagung yang tangguh dan mandiri pada tahun 2025 dengan ciri-ciriproduksi yang cukup dan efisien, kualitas dan nilai tambah yang berdayasaing, penguasaan pasar yang luas, meluasnya peran stakeholder, serta adanyadukungan pemerintah yang kondusif. Dalam periode 2005-2025, produksijagung nasional diproyeksikan rata-rata tumbuh sebesar 4,26%.Kondisi di atas menggambarkan bahwa komoditi jagung mempunyaipeluang yang sangat besar untuk dikembangkan melalui agribisnis. Berikutadalah Klasifikasi, morfologi dan cara membudidayakan tanaman jagung.a. Klasifikasi tanaman jagungKingdom : PlantaeDivisio : SpermatophytaSubdivisio : AngiospermaeKelas : MonocotyledoneaeOrdo : GraminaeFamili : GraminaceaeGenus : ZeaSpesies : Zea mays L.b. Morfologi Tanaman Jagung1. AkarAkar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapaikedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Padatanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-bukubatang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.
  8. 8. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2. Batang jagungBatang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dantebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yangbatangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batangberuas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku.Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.3. DaunDaun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang.Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajardengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yangberambut. Stomata pada daun jagung berbentuk halter, yang khasdimiliki familia Poaceae. Setiap stomata dikelilingi sel-sel epidermisberbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanamanmenanggapi defisit air pada selsel daun.4. BungaJagung memiliki bunga jantandan bunga betina yang terpisah(diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memilikistruktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung,dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantantumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga(inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bungabetina tersusun dalam tongkol.5. TongkolTongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkolproduktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Buah Jagung siappanen Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satutongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantanjagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripadabunga betinanya (protandri).
  9. 9. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )c. Cara budidaya tanaman jagungLubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang perlu diperhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Kedalamanlubang tanam antara: 3-5 cm, dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya, semakinpanjang umurnya, tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempatyang lebih luas. Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥100 hari sejak penanaman, jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman/lubang). Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari), jarak tanamnya25x75 cm (1 tanaman/lubang). Sedangkan jagung berumur pendek (panen< 80 hari), jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). Kedalamanlubang tanam yaitu antara 3- 5 cm.Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman.Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm, setiap lubang ditanam duatanaman. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat airkurang atau saat air berlebihan. Pada waktu musim penghujan atau waktumusim hujan hampir berakhir, benih jagung ini dapat ditanam. Tetapi airhendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. Pada saatpenanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang.Apabila tanah kering, perlu diairi dahulu, kecuali bila diduga 1-2 hari lagihujan akan turun. Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanyamemerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang, 1 orang memasukkanbenih, 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan menutup lubang).Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki,bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 bijiper lubang, bila dikehendaki 1 tanaman per lubang, maka benih yangdimasukkan 2 butir benih per lubang.Di lahan sawah irigasi, jagung biasanya ditanam pada musimkemarau. Di sawah tadah hujan, ditanam pada akhir musim hujan. Dilahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.
  10. 10. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )BAB IIIMETODOLOGI PRAKTIKUMA. Waktu dan TempatPraktikum Dasar-Dasar Agroteknologi ini dilaksanakan selama 2bulan, yaitu pada bulan Oktober 2011 sampai dengan bulan Desember2011. Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi UniversitasMercu Buana Yogyakarta dan di Kebun Percobaan Universitas MercuBuana Yogyakarta.B. Alat dan BahanAlat :1. Cangkul2. Sekop3. Penggaris4. Meteran5. Luxmeter6. Timbangan Ohaus7. Gunting8. Sabit9. GemborBahan :1. Benih Jagung2. Pupuk Urea3. Pupuk TSP4. Pupuk KCl5. Sampel daunC. Cara Kera. Penanaman1. Disiapkan lahan tanam, setiap petak berukuran 2 m x 4 m.2. Dibuat bedengan pada setiap bedengan tersebut.3. Dibuat lubang tanam, dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm, 40 cm x 40cm , 30 cm x 30 cm4. Ditanam benih jagung pada lubang tanam yang telah tersedia.5. Pada setiap lubang tanam berisi 1 atau 2 benih jagung.
  11. 11. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )6. Dilakukan pemupukan dasar pada tiap petak. Masing-masing tanamandiberi 1,6 gm pupuk urea, 1,6 gr pupuk TSP, dan 30,8 gr pupuk KCl.7. Dilakukan pengamatan secara periodic setiap minggu sekali.8. Dilakukan pemupukan susulan.9. Dilakukan perhitungan dan pengukuran terhadap tinggi tanaman,jumlahdaun,intensitas Cahaya, serta penimbangan bobot basah dan bobotkering.b. Pengukuran Intensitas Cahaya1. Disiapkan alat-alat yang akan digunakan.2. Dilakukan pengukuran intensitas cahaya di atas kanopi.3. Dilakukan pengukuran intensitas cahaya di bawah kanopi.4. Dihitung persentase intensitas cahaya pada tiap petak lahan.c. Penimbangan Bobot Basah dan Bobot Kering1. Diambil semua tanaman yang menjadi sampel pada tiap pengamatan,sampai ke akar-akarnya.2. Ditimbang tanaman tersebut dengan timbangan Ohaus, untukmenentukan bobot basah dari tanaman tersebut.3. Dijemur tanaman di bawah sinar matahari langsung tersebut sampaikering.4. Dilakukan pengovenan pada tanaman yang telah kering tersebut.5. Ditentukan bobot keringnya, dengan menimbang menggunakantimbangan Ohaus.6. Dihitung rata-ratanya pada tiap petak lahan
  12. 12. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )BAB IVHASIL DAN PEMBAHASANA. Hasil pengamatan :Table 1.1. Tinggi TanamanUlangan 3 mst 4 mst 5 mstJ1 1 42,2 73,33 117,93J2 1 58 96,67 144,33J3 1 36,5 60,83 319,5J1 2 78 136,6 182,6J2 2 32,8 69,7 109,8J3 2 58 93 148J1 3 102,5 200,3 151,3J2 3 57,5 100,83 131,33J3 3 42,5 69 108Table 1.2. Jumlah Daun( helai )Ulangan 3 mst 4 mst 5 mstJ1 1 9 10 13J2 1 8,66 11,33 12,33J3 1 6 8 10J1 2 11 13 15J2 2 32,8 136,6 109,8J3 2 9,6 11,3 11,6J1 3 9 16 14J2 3 8,6 11,33 13J3 3 9 10 11
  13. 13. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )Table 1.3. panjang daun ( cm )Ulangan 3 mst 4 mst 5 mstJ1 1 - 40,98 44,48J2 1 - 44,089 61J3 1 - 30,6 52,5J1 2 47,5 52, 3 51,03J2 2 216,6 40,1 38,1J3 2 - 59,2 65J1 3 52,9 59,6 58,2J2 3 32,8 51,5 60,05J3 3 - 38,16 40,76Table 1.4. Lebar daun ( cm )Ulangan 3 mst 4 mst 5 mstJ1 1 - 4,48 4,28J2 1 - 5,022 5,44J3 1 - 3,97 4,123J1 2 5,2 5,8 4,9J2 2 2,62 3,78 3,73J3 2 - 5,9 6J1 3 5,6 5,6 5,8J2 3 4,13 4,80 5,38J3 3 - 4,94 5,01
  14. 14. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )Table 1.5. Cahaya datangUlangan 3 mst 4 mst 5 mstJ1 1 28167 21167 38000J2 1 29867 45600 36567J3 1 26567 36667 24267J1 2 32230 46060 36360J2 2 32000 46870 31930J3 2 35000 76300 11830J1 3 59933 41533,3 34433,3J2 3 33833 34233 44100J3 3 22166 50266 29566Table 1.6. Cahaya diteruskanUlangan 3 mst 4 mst 5 mstJ1 1 19617 11683 12317J2 1 13600 11900 6250J3 1 21016 19183 10600J1 2 14660 9060 34500J2 2 13200 14710 9770J3 2 11660 37300 7830J1 3 1660 14966 10816,6J2 3 8500 59,33 2666J3 3 38883 6966 6233
  15. 15. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )Table 1.7. Bobot Segar dan Bobot Kering (Tan. Korban)UlanganBobot Segar ( gram ) Bobot kering ( gram )4 mst 5 mst 4 mst 5 mstA B A B A B A BJ1121,2 87,1 260 750 5,5 5,3 48,6 320,5J2180 138 278,5 438 35 69,4 80,9 47,4J3122,9 34,9 202,4 210,3 10,1 10,0 18,5 18,7J1257,2 59,9 1200 850 14,4 16,7 371 210J2225,9 64,2 - - 14,6 22,3 136,2 83,2J32148 117 384,5 528 29,5 24,5 90,7 128,2J13209,8 138,3 1450 1150 5,5 5,2 313,4 217,5J2373 116,5 223,5 412 30 38 88,3 120J3368,8 39,3 471 260,2 9,6 4,6 95,3 50,05
  16. 16. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )B. PembahasanDari pengamatan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanamanjagung dalam praktikum ini mengamati fase vegetatif, dimana yang diamatidari fase kecambah dilanjutkan dengan fase vegetatif batang, dan daun mulaidari tinggi tanaman, panjang dan lebar daun, jumlah helaian daun dan jugajarak tanam yang mempengaruhi cahaya datang dan cahaya diteruskan.Variabel yang di amati :a. Tinggi tanamanPerlakuan dalam jarak tanam yang berbeda pada praktikum ini,menyebabkan terjadinnya perbedaan dalam pertumbuhan danperkembangan. Hal ini dapat terlihat pada tanaman jagung dengan jaraktanam 20 x 20 cm , berbeda dengan jarak tanam 30 x 30 cm ataupun 40x40 cm. dimana pada jarak tanam 20 x 20 cm tanaman terlihat sangatrapat dan tentunya persaingan dalam memenuhi kebutuhan akan unsurhara, air, cahaya, dan unsur hara lainnya sangat kuat dan menyebabkantanaman pada jarah tanam 20 x 20cm terlihat lebih kecil di bandingkandengan jarak tanam 30 x 30 cm dan pada jarak tanam 40 x 40 cmTanaman jagung tumbuh lebih tinggi dan subur dibandingkan dengantanaman jagung pada jarak tanam yang lebih dekat, itu terjadi karenapada jarak tanam 40 x 40 cm persingan yang terjadi tidak bagitu besar,namun ada juga tanaman pada jarak tanam 20 x 20 cm terlihat lebihtinggi dan subur dibandingkan dengan jarak tanam yang lain, Ini terjadikarena faktor –faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanamanjagung seperti ketidakrataan dalam pemberian pupuk, ataupunkandungan unsur hara yang berbeda. Karena setiap jengkal tanahmemiliki kandungan unsur hara yang berbeda misalnya Pada table tinggitanaman terlihat bahwa tanaman pada minggu ke-3, 4 dan 5 sampel J3 3: 42,5 cm ;69cm ;108cm ,sampel J2 3 : 57,5 cm ;100,83cm ;131,33cmdan sampel J1 1 : 42,2cm ;73,33cm ;117,93cm, pada sampel J3menunjukan jarak tanam 30 x 30 cm, J2 20 x 20 cm dan J1 40 x 40.
  17. 17. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )Dimana jarak tanam terdekat J2 tumbuh lebih subur dengan tinggi131,33cm pada J3 tanaman tumbuh lebih kecil dari yang lain dengantinggi tinggi 108cm, dan J1 tinggi 117,93cm. Pengukuran tinggi padavariabel ini, diakhiri saat tanaman jagung sudah mulai tumbuh malai,danpada saat itu pula pertumbuhan vegetatif pada tanaman jagung berakhir.b. Panjang, lebar, dan jumlah daunDaun sampel yang diukur dari setiap tanaman sampel yaitu 3 helai,dimana dharapkan sudah dapat mewakili dari keseluruhandaun.sedangkan jumlah daun dihitung seluruh daun tiap tanamansample. Pengamatan ini dimulai pada minggu ketiga setelah tanam. Daripengamatan, terlihat bahwa Panjang, lebar daun setiap jarak tanamberbeda. Persaingan yang terjadi antara antara jarak tanam J1,J2, J3memepengaruhi kemampuan akar dalam penyerapan unsur hara,sehingga unsur hara yang diserap untuk jarak tanam J2 lebih sedikitdikarenakan terjadi persaingan yang kuat dibanding dengan J3 dan J1Selain itu, kemampuan tanaman untuk menyerap sinar matahari untukproses fotosintesis jadi ikut berkurang karena terjadi persaingan padadaun. ketika daun-daun sudah menguning, dan mulai layu, inimenandakan bahwa fase vegetatif telah berakhir dan dimulainnya fasegeneratif.c. Cahaya dating dan cahaya diteruskanPengukuran intensitas cahaya dilakukan di dua tempat yaitu di ataskanopi (cahaya datang) dan di bawah kanopi (cahaya diteruskan).Hasildari pengukuran intensitas cahaya tersebut kemudian di hitung agarmendapat persentase naungan pada tiap petak lahan,dan dari hasilpengamatan menunjukkan bahwa cahaya datang memiliki nilaipengukuran yang lebih besar dibandingkan cahaya diteruskan.Cahaya datang yang memiliki nilai lebih tinggi juga berpengaruhbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan daun jagung. Sedangkanuntuk tinggi tanaman jagung lebih rendah di bandingkan dengantanaman jagung yang memiliki persentase cahaya datang sedikit. Jarak
  18. 18. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )tanam mempengaruhi jumlah cahaya datang dan jumlah cahayaditeruskan.Jarak tanam yang menunjukkan perkembangan tanaman jagungyang baik adalah jarak tanam 40 x 40. Sebab daun tanaman jagung dapatmenangkap cahaya matahari lebih maksimal ddan jarang didapati daunyang overlapping.d. Bobot basah dan bobot keringPenimbangan bobot basah dan bobot kering dilakukan untukmengetahui bobot segar tanaman, dan bobot tanaman setelahdikeringkan. Bobot basah dari suatu tanaman diperoleh dari berattanaman tersebut yang ditimbang dalam keadaan segar dan baru sajadicabut.Sedangkan bobot kering suatu tanaman, diperoleh setelahdilakukan pengeringan pada tanaman yang diamati tersebut.Pengeringan ini dilakukan dengan melakukan pengovenan.
  19. 19. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )BAB VKESIMPULANBerdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan yang dilakukan padapraktikum Dasar-Dasar Agoteknoligi ini, dapat diambil beberapa kesimpulan,antara lain :1. Jarak tanam dan cahaya yang diterima suatu tanaman sangatberpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman.2. Jarak tanam yang efisien untuk budidaya tanaman jagung adalah 40 x40 cm.3. Penerimaan cahaya matahari yang maksimal mempengaruhi hasilproduksi tanaman jagung.
  20. 20. LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGIBUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )2013LAPORAN RESMI DASAR-DASAR AGROTEKNOLOGI BUDIDAYA JAGUNG ( Zea mays )DAFTAR PUSTAKAAnonim. 2010. Botani dan Morfologi Tanaman Jagung. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18404/4/Chapter%20II.pdf.Gardner, F.P., R.B. Pearce, dan R.L. Mitchell. 1991. Physiology of CropPlants (Fisiologi Tanaman Budidaya, alih bahasa oleh Susilo, H.).Universitas Indonesia Press. Jakarta. 428 p. Harjadi, S.S. 1979. PengantarAgronomi. Gramedia. Jakarta. 197 p.http://www.plantamor.com (diakses 20 januari 2013)http://agromaret.com/artikel/647/car (diakses 20 januari 2013)Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995. Plant Physiology, 4th ed. (FisiologiTumbuhan jilid 2, alih bahasa oleh Lukman, D.R. dan Sumaryono).Institut Teknologi Bandung. 173 p.

×