PRILAKU ORGANISASI (Sikap dan kepuasan kerja)

20,447 views

Published on

SIKAP DAN KEPUASAN KERJA

Sikap
Sikap (attitude) merupakan pernyataan evaluatif baik yang menyenangkan mau pun tidak menyenangkan terhadap objek individu atau peristiwa. Atau penggambaran bagaimana perasaan seseorang tentang sesesutu. Sikap merupakan sesuatu yang sangat rumit untuk dipahami, untuk benar-benar memahami sikap, kita harus mempertimbangkan karakteristik fundamental mereka. Oleh karena itu, ada beberapa pertanyaan yang dapat menjadi patokan untuk mempermudah memahami hal tersebut dengan lebih, antara lain :
Apa komponen utama dari sikap ?Ada tiga komponen utama dari sikap yang lebih dikenal dengan komponen ABC,yaitu:
Komponen Affection (Afektif), segmen emosional atau perasaan suka atau tidak suka terhadap obyek sikap.
Komponen Behaviour (Perilaku), yang menyatakan niat untuk atauberperilaku dalam cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu.

Komponen Cognitive (Kesadaran), segmen opini dimana komponen ini menyatakan keyakinan dari sikap. Perlu diingat bahwa komponen-komponen ini sangat berkaitan. Contohnya dalam sebuah perusahaan terdapat seorang pemimpin yang otoriter atau keras. Maka para bawahannya akan memiliki sikap yang berbeda-beda. Adayang bersikap positif, ada juga yang bersikap negatif. Mereka yang bersikap positif biasanya loyal terhadap pemimpin tersebut. Karena mereka menyukai pemimpin tersebut, dan sadar dan yakin bahwa hal tersebut digunakan untuk mendidik mereka. Sehingga mereka berperilaku patuh dan taat terhadappemimpinnya. Sedangkan mereka yang bersikap negative akan berperilaku cenderung melawan dan berontak terhadap pemimpinnya.

seberapa konsistenkah sikap itu ? Sikap bukanlah sesuatu yang menetap, tapi sikap dapat juga berubah karena satu dan lain hal. Perubahan sikap ini mampu menjadikan orang yang tadinya bersikap negatif terhadap obyek sikap, menjadi lebih positif. Atau sebaliknya orang yang tadinya bersikap positif menjadi negatif terhadap obyek sikap.Pada akhir tahun 195-an, Leon Fissinger mengemukakan teori ketidak sesuain kognitif (cognitive dissonance theory), yang menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku.Pada umumnya, penelitian menyimpulkan bahwa individu mencari konsistensi diantara sikap mereka serta antara sikap dan perilaku mereka. Ini berarti bahwa individu berusaha untuk menetapkan sikap yang berbeda serta meluruskan sikapdan perilaku mereka sehingga mereka terlihat rasional. Ketika terdapat ketidak konsistenan, timbullah dorongan untuk mengembalikan individu tersebut keadaan seimbang, dimana sikap dan perilaku kembali konsisten. Ini bias dilakukan dengan cara mengubah sikap maupun perilaku, atau dengan mengembangkan rasionalisasi untuk ketidak sesuaian. Contohnya Anda memberitahu anak-anak Anda untuk membersihkan gigi mereka setiap hari, namun Anda tidak melakukannya. Apabila elemen yang menghasilkan ketidak sesuaian relative tidak penting, tekanan untuk memperbaiki ketidak seimbangan akan rendah.

Apakah perilaku selalu mengikuti sikap? Telah ditegaskan bahwa sikap

Published in: Education

PRILAKU ORGANISASI (Sikap dan kepuasan kerja)

  1. 1. SIKAP DAN KEPUASAN KERJAPRILAKU ORGANISASI<br />PROGRAM PASCASARJANA<br />UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA<br />MAKASSAR<br />
  2. 2. Pendahuluan<br />DEFINISI PERILAKU ORGANISASI<br />Adalahsuatustudi yang menyangkutasfek-asfektingkahlakumanusiadalamsuatuorganisasi, ataukelompoktertentu.<br />Studitersebutmencakuppembahasantentangaspek yang ditimbulkandaripengaruhorganisasiterhadapmanusia yang bekerjadidalamnya; jugaaspek yang ditimbulkandaripengaruhmanusiaterhadaporganisasidimanamerekaberada.<br />Tujuannyamemperlancarupayapencapaiantujuanorganisasi.<br />
  3. 3. Sikap (Attitude)<br />Sikap: Pernyataan-pernyataanevaluatifterhadapobjek, orangatauperistiwa.<br />Apasajakomponenutamadarisikap?<br />Seberapakonsistenkahsikapitu?<br />Apakahprilakuselalumengikutisikap?<br />Apakahsikapkerja yang utama?<br />Bagaimanasikapkaryawandapatdiukur?<br />Apaartipentingdarisikapterhadapkeragamanditempatkerja?<br />
  4. 4. ApakahPrilakuSelaluMengikutiSikap<br />Variabelpengaithubungansikap-prilaku yang paling kuatadalahpentingnyasikap, kekhususannya, aksesibilitasnya, apakahadatekanan-tekanansosial, danapakahmempunyaipengalamanlangsungdengansikaptersebut<br />TeoriPersepsiDiri: Sikap yang digunakansetelahmelakukansesuatuuntukmemahamitindakah yang telahterjadi<br />
  5. 5. Sikap (attitude) merupakanpernyataanevaluatifbaik yang menyenangkanmau pun tidakmenyenangkanterhadapobjekindividuatauperistiwa. Ataupenggambaranbagaimanaperasaanseseorangtentangsesesutu.<br />
  6. 6. komponenutamadarisikap<br />Komponen Affection (Afektif)<br />KomponenBehaviour (Perilaku)<br />Komponen Cognitive (Kesadaran)<br />
  7. 7. Teoripersepsidiri<br />Teoripersepsidirimerupakansikap yang digunakansetelahmelakukansesuatuuntukmemahamitindakan yang telahterjadi. Ketikaindividuditanyaitentangsikapmerekadantidakmempunyaipendirianatauperasaan yang kuat, makateoripersepsidirimenyatakanbahwamerekacenderungmembuatjawaban yang masukakal.<br />
  8. 8. Kepuasankerjadipengaruhiolehbanyakhalsepertikerjaitusendiri, bayaran, promosi, pengawasan, danrekankerja. Namunkepuasankerjatidakhanyaberkaitandengankondisipekerjaan.<br />
  9. 9. Adakonsekuensiketikakaryawanmenyukaipekerjaanmereka, danadakonsekuensiketikakaryawantidakmenyukaipekerjaanmereka. Sebuahkerangkateoritisdalam memahamikonsekuensidariketidakpuasan, yaitu<br />
  10. 10. LANJUTANKeluar (exit)Perilaku yang ditujukanuntukmeninggalkanorganisasi, termasukmencariposisibarudanmengundurkandiri. Aspirasi (voice)Secaraaktifdankonstruktifberusahamemperbaikikondisi, termasukmenyarankanperbaikan, mendiskusikanmasalandenganatasan, danbeberapabeberapabentukaktivitasserikat kerja. Kesetiaan (loyality)Secarapasiftapioptimistismenunggumembaiknyakondisi, termasukmembelaorganisasiketikaberhadapandengankecamaneksternaldanmempercayaiorganisasidanmanajemennyauntukmelakukanhal yang benar. Pengabdian (neglect)Secarapasifmembiarkankondisimenjadilebihburuk, termasukketidakhadiranatauketerlambatan yang terus-menerus, kurangnyausahadanmeningkatkanangka kesalahan<br />
  11. 11. ReferensiStephen P.Robbins – Timothy A.Judge, Organizational Behavior Edisi 12 Buku 1 2009 <br />
  12. 12. XXIX / MM 2<br />TERIMA KASIH<br />

×