Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Contoh Proposal Portofolio Penawaran Aplikasi e-PublicInfo by Edi Ismanto

11,110 views

Published on

Proposal Aplikasi ini menjelaskan tampilan dari interface sistem dan modul-modul yang ada dalam sistem.

Published in: Education

Contoh Proposal Portofolio Penawaran Aplikasi e-PublicInfo by Edi Ismanto

  1. 1. 2013 e-PublicInfo Sistem Application e-PublicInfo Sistem Informasi yang dibuat untuk mendukung terwujudnya Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. 1
  2. 2. 2 DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Landasan 2.1 Ketentuan Umum 2.2 Konsep 2.2.1 Sistem 2.2.2 Software 2.2.3 e-PublicInfo 2.2.4 Perancangan Berorientasi Objek 2.2.5 UML (Unified Modeling Language) 2.3 Teknis 2.3.1 Web Server 2.3.2 Database Server 2.3.3 Framework 3. Analisa Perancangan Sistem 3.1 Analisa Kebutuhan Perangkat 3.2 Kebutuhan Perangkat Keras 3.3 Perancangan Database 3.4 Perancangan Antarmuka Pengguna (User Interface) 4. Kegiatan Implementasi Sistem 4.1 Implemantasi Pembuatan Database 4.2 Pengkodean Program 4.3 Pengetesan Program 5. Penutup  Lampiran Interface Sistem e-PublicInfo
  3. 3. 3 1. PENDAHULUAN Undang Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) telah ditetapkan pada 30 april 2008 oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan mulai diberlakukan setelah dua tahun diundangkan yaitu pada tanggal 30 april 2010. Keterbukaan Informasi Publik mempunyai makna yang luas, karena semua pengelolaan badan-badan publik harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Subtansi dari UU KIP adalah setiap Badan Publik berkewajiban untuk menyampaikan infomasi secara terbuka kepada masyarakat. Substansi lain dari UU KIP adalah masyarakat diberikan hak untuk memohon informasi yang belum disediakan oleh Badan Publik berdasarkan prosedur yang diatur dalam UU KIP serta Badan Publik harus membangun aplikasi resmi untuk menampung, mengelola serta mengirim Informasi Publik secara baik dan efisien sehingga dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah. Untuk mengimplementasikan UU KIP di Dinas Komunikasi Informatika dan Pengolahan Data Elektronik Provinsi Riau maka dicanangkan pembangunan aplikasi E-Publicinfo. E-Publicinfo sendiri adalah aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, mengirim atau menerima informasi dari Badan Publik yang berkaitan dengan penyelengara dan penyelengaraan negara serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik. Dengan menggunakan e-Publicinfo memungkinkan terjadinya proses penyampaian informasi tanpa melalui tatap muka langsung. E-Publicinfo dapat diakses dari manapun dan kapanpun asalkan terdapat layanan internet. Dengan demikian maka proses penyampaian dan pelayanan informasi dari Badan Publik kepada masyarakat berjalan lebih efektif dan efisien. 2. LANDASAN 2.1 Ketentuan Umum Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan Badan Publik lainnya yang sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.
  4. 4. 4 2.2 Konsep 2.2.1 Sistem Konsep dasar dari sistem adalah sekumpulan item-item yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama. Sebuah sistem dapat kita temukan dalam keseharian kita seperti sistem pencernaan, sistem pernafasan dan masih banyak lagi sistem yang lain. Namun deskripsi mengenai sistem tidak selalu sama karena sistem akan terus berkembang sesuai dengan konteks kegunaan dari sebuah sistem. 2.2.2 Software Secara umum perangkat lunak (software) terbagi menjadi dua yaitu sistem operasi dan perangkat lunak aplikasi. Sistem operasi digunakan untuk menerima perintah dasar yang diberikan sebagai masukan. Sedangkan perangkat lunak aplikasi merupakan program siap pakai yang digunakan untuk aplikasi pada bidang tertentu. 2.2.3 E-Publicinfo E-Publicinfo merupakan aplikasi yang secara independen dibangun oleh Badan Publik untuk kepentingan pengelolaan, penyampaian informasi dari Badan Publik dan permohonan informasi dari publik (masyarakat) kepada Badan Publik. Penamaan terhadap aplikasi ini secara independen juga ditentukan oleh Badan Publik dan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) setempat, dengan koridor nama aplikasi tersebut harus mampu dipahami publik secara mudah. Aplikasi ini dibangun untuk mengimplementasikan Undang Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukan Informasi Publik atau yang mafhum disebut sebagai UU KIP. 2.2.4 Perancangan Berorientasi Objek Analisis berorientasi objek adalah cara baru dalam memikirkan suatu masalah dengan menggunakan model yang dibuat menurut konsep sekitar dunia nyata. Dasar pembuatan adalah objek, yang merupakan kombinasi antara struktur data dan perilaku dalam satu entitas. Pengertian "berorientasi objek" berarti bahwa kita mengorganisasi perangkat lunak sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki struktur data dan perilakunya.
  5. 5. 5 2.2.5 UML UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah "bahasa" yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah aplikasi atau sistem. Permodelan (modeling) digunakan untuk menyederhanakan permasalahan yang kompleks agar lebih mudah dipelajari dan dipahami. Tujuan permodelan (modeling) sendiri adalah sebagai sarana analisis, pemahaman, visualisasi, komunikasi, serta dokumentasi yang sangat bermanfaat untuk menelaah perilaku perangkat lunak yang akan dikembangkan. 2.3 Teknis 2.3.1 Web Server Web server merupakan sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan web browser dan mengirimkanya kembali dalam bentuk dokumen HTML. 2.3.2 Database Server Database server adalah sebuah program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan basis data dan melayani komputer atau program aplikasi basis data yang menggunakan model client/server. Istilah ini juga merujuk kepada sebuah komputer (umumnya merupakan server) yang didedikasikan untuk menjalankan program yang bersangkutan. Ada beberapa database server yang sering digunakan dalam pembuatan aplikasi. Namun penggunaan database server juga diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan dari aplikasi. 2.3.3 Framework Framework adalah suatu struktur konseptual dasar yang digunakan untuk memecahkan atau menangani suatu masalah kompleks. Secara sederhana framework bisa dideskripsikan sebagai sekumpulan perintah/fungsi dasar yang dapat membantu dalam menyelesaikan proses-proses yang lebih kompleks.
  6. 6. 6 3. ANALISA PERANCANGAN SISTEM 3.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Perangkat lunak yang digunakan untuk membangun aplikasi e-Publicinfo adalah sebagai berikut : 1. Aptana Studio digunakan untuk code editor. 2. Dreamwaver untuk pengkodean PHP dalam membangun aplikasi e-publicinfo. 3. Visual Paradigm digunakan untuk menggambarkan diagram-diagram UML. 4. Javascript digunakan agar aplikasi yang dibangun lebih interaktif. 5. XAMPP digunakan sebagai web server dan database server dalam pembangunan aplikasi. Versi xampp yang digunakan adalah versi 1.7.0 dengan apache versi 2.2.11 dan MySQL versi 5.1.30 yang terpaket di dalamnya. 6. Web Browser Mozilla Firefox digunakan untuk meminta informasi dari web server atau melihat hasil eksekusi dari kode program yang sudah dibuat. 3.2 Kebutuhan Perangkat Keras Adapun perangkat keras yang digunakan untuk membangun aplikasi e-Publicinfo adalah sebagai berikut : 1. Komputer dengan prosesor Dual-Core 2,1 GHz 2. Kapasitas RAM 512 MB DDR II 3. Kapasitas Harddisk 80 GB 4. Display 1024 x 768 pixel 5. Sistem Operasi Windows 7 3.4 Perancangan Database Dari tahap analisis permasalahan yang didapat entitas-entitas yang merupakan objek-objek yang berhubungan dengan aplikasi e-publicinfo. Setelah ditemukan entitas maka langkah selanjutnya adalah memberikan atribut dan menentukan identifier. Pada visual paradigm identifier diberikan penanda bold (tebal). Langkah selanjutnya setelah menemukan entitas dan atribut adalah merelasikan antar entitas. Dari hasil data modeling akan diimplementasikan menjadi tabel-tabel database yang akan digunakan untuk merancang aplikasi.
  7. 7. 7 3.5 Perancangan Antarmuka Pengguna (User Interface) Antar muka pengguna merupakan sarana interaksi antara pengguna dengan komputer. Faktor tampilan aplikasi sangat berpengaruh terhadap kemudahan user dalam menggunakan aplikasi. Selain itu perancangan antar muka merupakan tahapan yang tidak kalah penting dari tahapan pengembangan sistem. Perancangan user interface dibagi menjadi dua bagian yaitu halaman publik dan halaman pengelola. Halaman Publik adalah halaman yang akan diakses oleh publik secara bebas. Halaman publik diperuntukkan untuk masyarakat agar bisa mengakses informasi dan memohon informasi. Halaman pengelola adalah halaman yang hanya bisa diakses oleh user yang sudah terdaftar/sudah didaftarkan sebagai pengelola aplikasi e-Publicinfo. 4. Implementasi dan Pembahasan Implementasi sistem merupakan tahap merealisasikan sistem yang baru dikembangkan supaya sistem siap dipergunakan/dioperasikan sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan dari implementasi ini adalah menyiapkan semua kegiatan penerapan sistem sesuai dengan rancangan yang telah ditentukan. 4.1 Kegiatan Implementasi Sistem 4.1.1 Implemantasi Pembuatan Database Untuk membuat dan mengelola database penulis menggunakan MySQL untuk mengimplementasikan database yang sudah dirancang sebelumnya. 4.1.2 Pengkodean Program Sebelum program diterapkan, maka program harus bebas dari kesalahan-kesalahan. Kesalahan dari program yang mungkin terjadi dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk kesalahan sebagai berikut: Kesalahan bahasa (Syntax error ) adalah kesalahan didalam penulisan source code yang tidak sesuai dengan yang disyaratkan. Pada aplikasi e- Publicinfo kesalahan bahasa (Syntax error) telah diselesaikan dengan merubah kesalahan penulisan pada program. Kesalahan waktu proses (runtime-error) kesalahan yang terjadi waktu eksekusi kode program. Kesalahan ini menyebabkan proses program berhenti sebelum selesai pada saatnya. Ini disebabkan karena kompiler menemukan kondisi-kondisi yang belum terpenuhi yang tidak bisa dikerjakan. Pada aplikasi e-publicinfo kesalahan waktu proses telah
  8. 8. 8 diselesaikan dengan merubah kesalahan penulisan kode program. Kesalahan logika (logical error) adalah kesalahan dari logika program yang dibuat. Kesalahan seperti ini sulit ditemukan karena tidak ada pemberitahuan mengenai kesalahan yang terjadi, namun hasil dari eksekusi program tidak sesui dengan yang diharapkan. 4.1.3 Pengetesan Sistem Pengetesan sistem dilakukan untuk memeriksa kekompakan antara komponen sistem yang diimplementasikan. Tujuan utama pengetesan sistem adalah untuk memastikan bahwa elemen-elemen dari sistem bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Pengetesan perlu dilakukan untuk mencari kesalahan-kesalahan atau kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi. Pengetesan sistem merupakan pengetesan program secara keseluruhan. Kegiatan dalam pengetesan sistem adalah : 1. Pengetesan sistem dengan cara menjalanan sistem. 2. Pengetesan dengan cara pengentrian, pengubahan data entri, dan penghapusan data. 3. Pengetesan user interface dengan user, untuk memastikan apakah tampilan aplikasi dan langkah-langkah pengoperasian mudah dipahami oleh user. 5. PENUTUP Dengan adanya aplikasi e-publicinfo masyarakat bisa mengakses dan melakukan permohonan informasi di manapun dan kapanpun masyarakat berada, selama masih ada jaringan internet. Dengan adanya kemudahan dalam pengaksesan informasi tersebut, maka mampu mendukung untuk mencipatakan masyarakat informasi di pemerintah Provinsi Riau khususnya di Dinas Komunikasi Informatika dan Pengolahan Data Elektronik.
  9. 9. Lampiran Interface e-PublicInfo a. Halaman Depan Untuk Pemohon Informasi Di halaman depan sistem terdapat beberapa modul menu diantaranya : 1. Modul Halaman Login Sistem 2. Modul Halaman Struktur PPID Instansi 3. Modul Halaman Dasar Hukum Keterbukaan Informasi Publik 4. Modul Halaman Prosedur Permintaan Informasi 5. Modul Halaman Hak dan Kewajiban 6. Modul Halaman Pendaftaran Pemohon 7. Modul Halaman Lihat Data Pemohon 8. Modul Halaman Statistik Pemohon 9. Modul Halaman F.A.Q Seputar Pertanyaan Informas 10. Modul Halaman Kontak Instansi Dinas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 : Publik Gambar 1. Halaman Depan Sistem bagi Pemohon dan Instansi Dinas Terkait Informasi Publik 9
  10. 10. 10 b. Modul Registrasi Data Pemohon Informasi Publik Gambar 2. Form Registrasi Data Pemohon c. Modul login untuk mengakses Informasi Publik didalam Aplikasi Gambar 3. Form Login Ke Sistem
  11. 11. 11 d. Modul Halaman Informasi Publik Setelah Login Gambar 4. Halaman Sitem Informasi Publik Setelah Login Isi Modul : 11. Modul Data Profil Pemohon Informasi Publik Berisikan Data Pemohon Informasi Publik 12. Modul Daftar Informasi Publik  Daftar Informasi Setiap Saat  Daftar Informasi Serta Merta  Daftar Informasi Berkala Merupakan modul yang berisikan Informasi Publik yang wajib disediakan oleh Dinas Terkait yang terdiri dari Jenis Informasi Setiap Saat, Informasi Serta Merta, dan Informasi Berkala. 11 12
  12. 12. 12 e. Modul Halaman Data Informasi Publik Gambar 5. Contoh Data Informasi Publik f. Modul Halaman Permohonan Informasi Publik Gambar 6. Form Pengunduhan Informasi Publik
  13. 13. 13 g. Modul Halaman Unduh Informasi Publik Gambar 7. Pengunduhan Informasi Publik
  14. 14. 14 h. Contoh Halaman Cetak Bukti Permohonan Gambar 8. Contoh Halaman Cetak Bukti Permohonan
  15. 15. 15 i. Contoh Halaman Cetak Bukti Pemberitahuan Gambar 8. Contoh Halaman Cetak Bukti Pemberitahuan

×