Successfully reported this slideshow.

Teori Produksi

9,330 views

Published on

  • Be the first to comment

Teori Produksi

  1. 1. TEORI PRODUKSI1. PERUSAHAAN DITINJAU DARI SUDUT EKONOMI Dalam teori ekonomi, berbagai jenis perusahaan dipandang sebagai unit-unit badan usahayang mempunyai tujuan sama yaitu : “mencapai keuntungan yang maksimum”.Cara Memaksimumkan Keuntungan Keuntungan yang maksimum dicapai apabila perbedaan antara hasil penjualan danbiaya repoduksi mencapai tingkat yang paling besar. Masalah pokok yang harus dipecahkanprodusen adalah : a. Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu digunakan untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi. Sehingga perlu memperhatikan fungsi produksi, yaitu hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yang diciptakannya. b. Komposisi faktor produksi yang bagaimana meminimumkan biaya produksi yang dikeluarkan untuk mencapai satu tingkat produksi tertentu. Produsen perlu memperhatikan : • Besarnya pembayaran kepada faktor produksi tambahan yang akan digunakan. • Besarnya pertambahan hasil penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi yang ditambah tersebut.2. FUNGSI PRODUKSI Menunjukkan sifat hubungan antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi yangdihasilkan, faktor-faktor produksi disebut sebagai input dan jumlah produksi disebut sebagaioutput. Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah: 1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan untuk pengolahan masukan (inputs) 2. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan dijalankan, sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
  2. 2. 3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam suatu dasar waktu atau periode tertentu. 4. Pengendalian atau perawatan, merupakan fungsi untuk menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat dilaksanakan .dianggap bahwa fungsi produksi yang unik dapat dibangun untuk setiap teknologi produksi.DIMENSI JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG Berdasarkan hubungannya dengan tingkat produksi, faktor produksi dibedakanmenjadi faktor produksi tetap (fixed input) dan faktor produksi variable (variable input). Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidakbergantung pada jumlah produksi. Ada atau tidak adanya kegiatan produksi, faktor produksiharus tetap tersedia. Contohnya adalah mesin yang ada di suatu pabrik. Jumlah penggunaan faktor produksi variable tergantung pada tingkat produksinya.Makin besar tingkat produksi, makin banyak faktor produksi variable yang digunakan. Begitujuga sebaliknya. Contohnya adalah buruh pabrik harian lepas di suatu pabrik rokok. Pengertian faktor produksi tetap dan faktor produksi variable terkait erat dengan waktuyang dibutuhkan untuk menambah atau mengurangi faktor produksi tersebut. Mesin dikatakanfaktor produksi tetap karena dalam jangka pendek ( kurang dari setaun ) susah untuk ditambahatau dikurangi. Sebaliknya buruh dikatakan faktor produksi variable Karen jumlahkebutuhannya dapat disediakan dalam waktu kurang dari setahun. Periode jangka panjang adalah periode produksi dimana semua faktor produksimenjadi faktor produksi variable. Periode jangka pendek adalah periode produksi dimanaperusahaan tidak mampu dan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satuatau beberapa faktor produksi.3. TEORI PRODUKSI DENGAN SATU FAKTOR BERUBAH Teori produksi menggambarkan tentang perkaitan di antara tingkat produksi sesuatubarang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat
  3. 3. produksi barang tersebut. Dalam analisa tersebut bahwa faktor-faktor produksi lainnyajumlahnya tetap, yaitu modal dan tanah jumlahnya dianggap tidak mengalami perubahan.Satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.a. Hukum Hasil Lebih Yang Semakin Berkurang Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semangkin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semangkin berkurang dan akhiranya mencapai nilai negatife dan ini menyebabkan pertambahannya produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum dan kemudian menurun. Perkaitan tingkat produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dapat dibedakan menjadi tiga tahap yaitu: 1. produksi total mengalami pertambahan yang semangkin cepat 2. produksi total pertambahannya semakin lama semangkin kecil 3. produksi total semakin lama semakin berkurangb. Produksi Total, Produksi Rata-Rata, dan Produksi Marginal Produksi marginal yaitu, tambahan produksi yang diakibatkan oleh pertambahan satu tenaga kerja yang digunakan. Apabila L adalah pertambahan tenaga kerja, TP adalah pertambahan produksi total, maka produksi marginal (MP) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut: MP = TP’ = turunan pertama TP dibagi turunan pertama L Besarnya produksi rata-rata, yaitu produksi yang secara rata-rata dihasilkan oleh setiap pekerja, Apabila produksi total adalah TP, jumlah tenaga kerja adalah L, maka produkai rata-rata (AP) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut AP = TP/L
  4. 4. c. Kurva Produksi Total, Produksi Rata-Rata, dan Produksi Marginal Kurva TP adalah kurva produksi total. Bentuk TP cekung ke atas apabila tenaga kerja yang digunakan masih sedikit (yaitu apabila tenaga kerja kurang dari 3). Kurva MP (yaitu kurva produksi marginal) setelah menggunakan 3 tenaga kerja, pertambahan tenaga kerja selanjutnya tidak akan menambah produksi total secepat seperti sebelumnya. Keadaan ini digambarkan oleh: i. kurva produksi marginal (kurva MP) yang terus menerus menurun, ii. kurva produksi total (kurva TP) yang mulai berbentuk cembung keatas. Kurva produksi rata-rata, yaitu kurva AP, akan bergerak ke atas yang menggambarkan bahwa produksi rata bertambah tinggid. Perkembangan Teknologi Apakah bila nilai AP meningkat berarti efisiensi meningkat? Bila nilai AP meningkat karena mesinnya semakin modern, belum berarti efisiensi meningkat. Studi empiris yang dilakukan dua puluh tahun terakhir ini menunjukkan bahwa ada yang lebih penting dari sekedar memoderenisasi mesin, yaitu memoderinisasi SDM, terutama dengan mengubah cara berpikir dan sikap hidup. Dengan modernisasi SDM, kemajuan teknologi akan meresap ke dalam diri manusia dan mendorong peningkatan efisiensi.TEORI PRODUKSI DENGAN DUA FAKTOR BERUBAH Tingkat produksi akan mengalami perubahan apabila satu faktor produksi, yaitu tenagakerja, terus menerus ditambah tetapi faktor-faktor porduksi lainnya dianggap tetap jumlahnya,yaitu tidak dapat diubah lagi. ada dua faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya yaitutenaga kerja dan modal.a. Kurva produksi sama (isoquant) Isoquant adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi vriabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu, yang menghasilkan tingkat produksi yang sama. Asumsi isoquant:
  5. 5. 1. Konveksitas Asumsi ini analogi denga asumsi pada pembahasan perilaku konsumen, yaitu bahwa kurva indeferen yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Kesediaan produsen untuk mengorbankan faktor produksi yang satu demi menambah penggunaan faktor poduksi lain untuk menjaga tingkat produksi pada isoquant yang sama disebut Derajat Teknik Substitusi Faktor Produksi atau Marginal Rate of Technical Substituation (MRTS). 2. Penurunan nilai MRTS Produsen menganggap makin mahal faktor produksi yang semakin langka. 3. Hukum Pertambahan Hasil yang Semakin Menurun (TheLaw of Diminising Return) 4. Daerah Produksi yang Ekonomis (Relevance Range of Production)b. Perubahan Output Karena Perubahan Skala Penggunaan Produksi (Return to Scale) 1. Skala Hasil Menaik 2. Skala Hasil Konstan 3. Skala Hasil Menurunc. Perkembangan Teknologi Kemajuan teknologi memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi. Teknologi harus melalui tiga tahap sebelum memengaruhi efisiensi, yaitu: 1. Tahap penemuan 2. Inovasi 3. Penyebaran inovasid. Kurva anggaran produksi Kurva anggaran produksi adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi yang memerlukan biaya yang sama
  6. 6. e. Keseimbangan produsen Keseimbangan produsen terjadi ketika kurva I besinggungan dengan kurva Q. di titik persinggungan itu kombinasi menggunakan kedua faktor produksi akan memberikan hasil output yang maksimum. Kesimbangan dapat berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun harga faktor produksi. Analsis perubahan keseimbangan produsen analogi dengan analisis perilaku konsumen.f. Pola jalur ekspansi Tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba. Untuk mencapai tujuan itu, dalam jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan harus tetap mempertahankan efesiensinya. Biasanya perusahaan menetapkan target yang akan dicapai setiap tahunnya, yang harus dicapai dengan biaya minimum. Dalam jangka panjang perusahaan memiliki tingkat fleksibilitas lebih tinggi dalam mengombinasikan faktor produksi.
  7. 7. TUGAS EKONOMI MIKROTEORI PERILAKU KONSUMEN DAN TEORI PRODUKSI PUTU DIAH ARYA PURNAMA DEWI 1215151037 DENPASAR UNIVERSITAS UDAYANA 2012

×