Metodologi penelitian sosial

12,528 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,528
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
166
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Metodologi penelitian sosial

  1. 1. # METODE PENELITIAN # SOEDARTO
  2. 2. Riset : suatu proses penyelidikan atau pencarian sesuatu (fakta & prinsip-prinsip) yg dilakukan secara sistematis, hati-hati, kritis (critical thinking), dan harus dilakukan dgn sungguh-sungguh Ilmu  Menjelaskan ttg segala yang ada pada alam semesta : Pengetahuan yang diperoleh dari hasil penalaran logis & analitis. Komponen Ilmu : Fakta dan Teori Fakta : Hubungan-hubungan yang telah ditemukan dan di tunjang oleh data empirik Teori : Jalinan fakta-fakta menurut “Meaningful Construct” Hasrat ingin tahu manusia dalam taraf ke ilmuan Penyaluran RESEARCH Re = Kembali Search = mencari
  3. 3. FUNGSI FAKTA & TEORI • Fakta memulai teori • Fakta menolak dan mereformulasikan Teori yang telah ada • Facts redifine and clarify theory • Teori sebagai orientasi • Teori sebagai konseptual & klasifikasi • Sebagai peramal fakta • Theory Point to gaps in our knowledge
  4. 4. • Metode Ilmiah : merupakan prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu itu.. • Garis Besar Langkah Sistematis Keilmuan 1.Mencari, merumuskan dan mengidentifikasi masalah 2.Menyusun Kerangka Pikir (Logical Construct) 3.Merumuskan Hipotesis 4.Menguji Hipotesis Secara Empirik 5.Melakukan Pembahasan 6.Menarik Kesimpulan
  5. 5. RENCANA PENELITIAN (Research Design) • Mencakup Permasalahan, tujuan Penelitian, Kerangka Pemikiran. Termasuk penggunaan Konsep, paradigma dan opersasionalnya. Asumsi atau Hipotesis yang digunakan menggambarkan Kaitan atau Hubungan antara Variabel- variabelnya.
  6. 6. USULAN PENELITIAN • Merupakan Mata Rantai yang Penting dan Ikut menentukan Kelancaran dan Keberhasilan Penelitian. • Usulan dianggap Baik bila : 1. Menggambarkan Keseluruhan Rencana dan Langkah-langkah Kerja dalam Melaksanakan Penelitian. 2. Mencerminkan Usaha Penelitian untuk menjelaskan atau Menjawab Permasalahan yang diteliti.
  7. 7. PENENTUAN JUDUL PENELITIAN • Judul merupakan identitas atau cermin dari keseluruhan isi dan proses kegiatan penelitian yang akan dilakukan. • Judul perlu dinyatakan dengan menggunakan kata-kata yang jelas, singkat dan ekspresif • Hindari pengunaan kata-kata yang kabur, terlalu puitis , kiasan dan perumpamaan yang tidak jelas.
  8. 8. PEMILIHAN TOPIK PENELITIAN Dapat berperan sebagai payung dan sekaligus sebagai pengendali keseluruhan proses. Empat pokok yang harus diperhatikan dalam memilih topik penelitian : 1.Topik yang berada dalam jangkauan kemampuan 2.Cukup tersedia data yang diperlukan 3.Cukup penting untuk diteliti 4.Cukup menarik untuk diteliti
  9. 9. J U D U L 1. Dirumuskan secara singkat, komunikatif dan konsisten dengan ruang lingkup dan materi hasil penelitian 2. Mencerminkan penemuan dan menjelaskan hubungan antara fakta 3. Buatlah judul itu tepat isi, dan menarik sehingga pembaca tergugah untuk membaca lebih lanjut. Contoh : (Judul yang mengambang) “Filsafat Jawa pada Masyarakat orang Jawa pada Masa Kini”
  10. 10. PERUMUSAN JUDUL Judul yang Variabelistis (Terdiri atas dua variabel atau lebih yang berkaitan) Contoh : ~ Pengaruh Quality of Work Life terhadap Produktivitas Karyawan Di…… ~ Pengaruh Sistem Rekruitmen terhadap Efektifitas Penggunaan Tenaga Kerja ….. Variabel Bebas : ~ Quality of Work Life ~ Sistem Rekruitmen Variabel Terkait : ~ Produktivitas ~ Efektifitas Penggunaan Tenaga Kerja
  11. 11. SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN • PENDAHULUAN A.Dikemukakan dengan jelas dan Eksplisit sesuai dengan Masalah yang ingin dicari jawabannya. B.Dikemukakan dalam Rumusan yang Jelas dan Eksplisit Sesuai dengan masalah yang ingin dicari jawabannya C.Ada alasan pemilihan Problematika.( ada Rumusan masalahnya ) D.Istilah Teknis Diterangkan, baik secara terpisah maupun Implisit didalam atau sebelum rumusan masalah E.Ada tujuan Penelitian yang dinyatakan secara Eksplisit, Sejalan dan Selaras dengan Problematika (r5umusan masalah) Penelitian F.Diterangkan manfaat atau implikasi Penelitian
  12. 12. KOMPONEN POKOK PROPOSAL PENELITIAN 1. Latar Belakang Masalah Penelitian 2. Identifikasi Masalah (Rumusan masalah) 3. Tujuan dan Kegunaan penelitian 4. Kerangka Pemikiran 5. Hipotesis (bila ada) 6. Metode Penelitian 7. Jadwal Kegiatan Penelitian 8. Rencana Biaya
  13. 13. LATAR BELAKANG PENELITIAN • Mencerminkan Dinamika Proses Pemikiran mengapa Fenomena (Gejala Alam, Gejala Sisoal) yang dijumpai menggugah niat untuk melakukan Penelitian. • Peneliti merasa yakin bahwa Fenomena yang dijumpainya benar-benar berstatus masalah yang masih aktual dan Relevan dengan masa kini.
  14. 14. TEMA SENTRAL MASALAH, IDENTIFIKASI MASALAH, DAN TUJUAN PENELITIAN 1. Tema sentral masalah adalah kunci pembuka kelayakan penetapan masalah yang berdasarkan pertimbangan kondisional dan situasional. Dampak positifnya harus diamankan dan dampak negatifnya harus dihindarkan, sehingga dibenarkan atau mendapat justifikasi untuk diteliti. 2. Identifikasi masalah sebagai kemampuan menjabarkan tema sentral masalah menjadi beberapa sub-masalah yang masing-masing mengandung Variabel Spesifik sebagai acuan teoritis yang memandu kearah pengungkapan data empiris melalui penelitian. 3. Tujuan penelitian mencerminkan gambaran operasional persiapan dan pelaksanaan penelitian sesuai dengan masing-masing identifikasi masalah.
  15. 15. TEMA SENTRAL MASALAH (Problem Issue) Tema sentral masalah dapat menyimak faktor yang esensial : 1.Betapa pentingnya untuk dilakukan penelitian 2.Masalahnya menyangkut kepentingan bukan saja beberapa pihak melainkan masyarakat yang sedang membangun 3.Tujuan positifnya dapat diamankan. 4.Dampak negatifnya dapat ditekan dan tidak menjadi berlarut-larut.
  16. 16. Contoh : Daerah pedesaan masih mempunyai profil yang diwarnai karateristik padat penduduk, rendah pendapatan & produksi akibat lemah modal & teknologi, disertai hambatan struktural, seperti transportasi pp. dari desa kepusat pemasaran yang kurang lancar bahkan sangat sulit. Hal ini berlangsung semakin kritis, sehingga bagi penduduk ……dst.
  17. 17. RISET PROBLEM Masalah : sebagai penyimpangan antara yg seharusnya dgn apa yg benar-benar terjadi (gap antara das sain & das sollen). Sumber Masalah : Masalah dpt diketahui jika terdpt hal-hal : 1. Terdpt penyimpangan antara pengalaman dg kenyataan 2. Terdapat penyimpangan antara rencana dgn kenyataan 3. Ada pengaduan 4. Ada kompetisi
  18. 18. RUMUSAN MASALAH Masalah penelitian yang baik adalah : 1. Masalah harus feasible 2. Masalah harus jelas 3. Masalah harus signifikan/kontributif 4. Masalah bersifat etis 5. Masalah yg aktual 6. Dinyatakan dlm kalimat tanya.
  19. 19. Bentuk Rumusan Masalah • 1. Rumusan Masalah Deskriptif : Rumusan masalah yg berkenaan dgn per- tanyaan terhdp keberadaan suatu variabel Contoh: - seberapa tinggi produktivitas kerja… - bagaimanakah sikap pegawai thdp pimp.
  20. 20. Lanjutan… • 2. Rumusan Masalah Komparatif : Suatu pertanyaan penelitian yg bersifat membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yg berbeda. Contoh: - adakah perbedaan antara kinerja pria & kinerja wanita.
  21. 21. Lanjutan • 3. Rumusan Masalah Asosiatif : Pertanyaan penelitian ttg hubungan antara dua variabel atau lebih. 1. Hub. Simetris 2. Hub. Kausal 3. Hub. Interaktif/resiprocal/timbal balik
  22. 22. Lanjutan … • Contoh : 1. Adakah hubungan antara ketertiban dgn kepatuhan hukum 2. Seberapa besar pengaruh kepemimpin- an manajer thdp iklim kerja Perusahaan 3. Apakah motivasi berpengaruh terhadap prestasi atau prestasi berpengaruh ter – hadap motivasi.
  23. 23. KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kerangka Pemikiran : • Mengalirkan jalan pemikiran menurut kerangka yang logis atau menurut “Logical Construct”. • Mendudukan perkara / masalah yang diteliti (diidentifikasi) itu didalam kerangka yang relevan dan mampu menangkap , menerangkan serta menunjukkan persfektif terhadapt masalah itu. Upayanya ditujukan kepada untuk menjawab atau menerangkan pertanyaan penelitian yang diidentifikasi itu.
  24. 24. Cara Berpikir (penalaran)  memperoleh jawaban terhadap masalah. (Deduktif) : Hal umum (general)  hal khusus (spesifik). Hipotesis : Kesimpulan yang diperoleh dari penyusunan kerangka pikiran.
  25. 25. • Rumusan Hipotesis mengandung unsur- unsur : - Eksplisit - Sederhana - Deklaratif - Prediktif & Antisipasi • Kalimat-kalimat mengandung tiga komponen: - Antiseden - Konsekuensi - Dependensi
  26. 26. IF………X,……..THEN……Y. Antiseden _________ Konsekuen Jika/Andaikan/Jika tidak…. Maka/Jadi…….. Secara format harus benar; tidak hanya material/kenyataannya saja yang benar tetap juga menurut pikiran Agar Konsekuen benar maka : a. Tidak boleh membuat rumusan kesimpulan yang tidak relevan dengan antiseden. b. Tidak boleh kesimpulan berdasarkan kesimpulan lain yang masih perlu diuji kebenarannya. Dependensi Bahwa hubungan antara antiseda dengan konsekuen merupakan hubungan sebab akibat yang benar. Konsekuen tergantung kepada kebenaran antiseda. Antiseda yang tidak benar menyebabkan konsekuen yang tidak benar (tidak diperca).
  27. 27. Syarat Logika Hipotesis : 1. Dapat menjelaskan kenyataan yang menjadi masalah 2. Mengandung sesuatu yang mungkin 3. Dapat mencari hubungan kausal dengan argumentasi yang tepat 4. Dapat diuji baik kebenarannya maupun kesalahannya.
  28. 28. Macam – Macam Hipotesis: 1.Hipotesis Deskriptif : Hipotesis “Lukisan” menunjukkan dugaan sementara tentang bagaimana pristiwa atau variabel – variabel itu terjadi. 2. Hipotesis Argumentasi : Hipotesis “Penjelasan” menunjukkan dugaan sementara tentang mengapa pristiwa atau variabel-variabel itu terjadi
  29. 29. 3. Hipotesis Kerja : Hipotesis yang meramalkan atau menjelaskan akibat- akibat dari suatu variabel yang menjadi penyebabnya. 4. Hipotesis Nol : ~ Hipotesis “Statistik” bertujuan memeriksa ketidak benaran sebuah dalil/teori yang selanjutnya akan ditolak melalui bukti-bukti yang syah. ~ Hipotesis nol Versus Hipotesis Kerja Sumber Utama Hipotesis : 1. Pengetahuan umum sipeneliti tentang bidang yang diteliti 2. Teori/Konsep yang sudah lebih mapan
  30. 30. Contoh : 1. Hipotesis Kausalitas : Permasalahan : Mengapa timbul kecendrungan berbuat tindakan kriminal dalam suatu lingkungan masyarakat Hipotesis : Jika mereka merasa semakin tersisihkan dari lingkungan masyarakatnya, maka mereka semakin mudah dirangsang untuk cenderung berbuat tindakan kriminal. 2. Hipotesis Korelasional : Semakin besar tenaga ahli dalam suatu perusahaan, semakin tinggi pula hasil produksi yang dicapai.
  31. 31. METODE PENGUMPULAN DATA Data : Menurut Jenisnya : • Kuantitatif • Kualitatif Menurut Sifatnya : • Diskrit • Kontinyu Menurut Sumbernya : • Intern • Ekstern : - Primer - Skunder Menurut Waktunya : • Time Series • Cross Sectional
  32. 32. Pengumpulan Data : Observasi (observation) : • Partisipasi • Non Partisipasi Wawancara (interviu) : • Terstruktur • Tidak terstruktur Kuesioner/Daftar Pertanyaan (Quetioner) • Tertutup • Terbuka • Kombinasi tertutup & terbuka Dokumentasi
  33. 33. METODE PENARIKAN SAMPEL TIPE SAMPLING : A. Aspek Cara Memilihnya 1. Sampling dengan Pengembalian  (jarang digunakan) 2. Sampling tanpa Pengemablian  (yang digunakan)
  34. 34. B. Aspek Besarnya Peluang Memilih 1. Probability sampling : Metode sampling yang memberi peluang kemungkinan yang sama bagi setiap unsur dalam populasi untuk di pilih. a. Simple Random sampling (SRS) Proses pemilihan satuan sampling dari populasi sedemikian rupa sehingga setiap satuan/unsur dalam populasi mempunyai peluang yang sama besar untuk terpilih kedalam sampel. b. Proportional Stratified Random Sampling : * Populasi di bagi atas beberapa bagian (sub populasi) berdasarkan ciri tertentu (Stratifikasi) * Tiap Sub populasi jumlahnya menurut % yang di acak
  35. 35. c. Disproportional Stratified Random Sampling : * Tiap Sub Populasi jumlahnya tidak didasarkan %, karena sub populasi/kategori sedikit jumlah sampelnya d. Area atau Cluster Sampling * Populasi tersebar di suatu daerah. e. Fraction Sampling 2. Non Probability sampling : Tidak memberi peluang (kemungkinan yang sama bagi setiap unsur/satuan populasi untuk dipilih.
  36. 36. Lanjutan….. A. Sistematis Sampling Pemilihan sampel berdasarkan urutan t3 B. Quota Sampling Pemilihan sampel dgn jumlah t3 sesuai ciri yg diinginkan. C. Aksidental Sampling Pemilihan sampel siapa saja yg kebetulan ada D. Purposive Sampling Pemilihan sampel berdasarkan ciri khusus yg diinginkan (pilih kasih) E. Snowball Sampling F. Saturation Sampling (sampel jenuh)
  37. 37. METODE ANALISIS Untuk menguji kebenaran Hipotesis Alat Analisis • Kualitatif • Kuantitatif Variabel Variabel adalah konsep yang diberi lebih dari satu nilai Fungsi Variabel : • Sebagai pembeda • Berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain
  38. 38. Jenis-Jenis Hubungan Antara Variabel Inti penelitian ilmiah adalah mencari hubungan antara variabel 1.Hubungan Simetris : apabila variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh yang lainnya a. Kedua Variabel merupakan indikator sebuah konsep yang sama. Contoh : jumlah anak lahir hidup dan tingkat kelahiran kasar adalah dua indikator dari konsep fertilitas.
  39. 39. b. Kedua variabel merupakan akibat dari suatu faktor yang sama. contoh : Meningkatkan pelayanan kesehatan dibarengi pula dengan bertambahnya jumlah pesawat udara. Kedua variabel tidak saling mempengaruhi, tetapi keduanya merupakan akibat dari peningkatan pendapatan. c. Kedua variabel saling berkaitan secara fungsional, dimana satu berada yang lainnya pun pasti disana. contoh : dimana ada guru disana ada murid dimana ada majikan disana ada buruh
  40. 40. 2. Hubungan Timbal Balik adalah hubungan dimana suatu variabel dapat menjadi sebab dan juga akibat dari variabel lainnya. Contoh : Penanam modal, mendatangkan keuntungan dan pada gilirannya keuntungan memungkinkan penanam modal.
  41. 41. 3. Hubungan Asimetris Merupakan inti pokok analisis sosial ekonomi dimana satu variabel mempengaruhi variabel lainnya. a. Hubungan antara stimulus dan Respons merupakan salah satu tipe hubungan kausal Contoh : Hubungan antara devaluasi nilai uang dengan ekspor meningkat. b. Hubungan antara disposisi dan Respons Disposis : Kecenderungan untuk menunjukkan respons tertentu dalam situasi tertentu. Contoh : - Sikap terhadap pemerintah dan prilaku atau - keinginan bekerja dan frekuensi mencari pekerjaan
  42. 42. d.Hubungan yang imanen antara dua variabel : Hubungan kedua variabel terjalin satu sama lain, apabila variabel yang satu berubah, maka variabel lain ikut berubah. Contoh : Hubungan antara semakin besar suatu organisasi dengan semakin rumitnya peraturan yang ada. e.Hubungan antara tujuan (Ends) dan cara (Means) Contoh : Hubungan kerja keras dan keberhasilan Hubungan besarnya penanam modal dan keuntungan.
  43. 43. • Hubungan Bivariat X Y • Hubungan Multivariat X1 X2 X3 X4 Independntv ariable Dependent variable Y
  44. 44. • Hubungan Asimetris Tiga Variabel Selain variabel Dependent dan variabel independent. Adapula variabel tambahan yang mempengaruhi variabel Dependent & Independent. 1. Variabel Penekanan & Variabel Pengganggu Variabel Pengaruh Variabel Terpengaruh Variabel Penekanan Variabel Pengaruh Variabel Terpengaruh Variabel Pengganggu Jarak Rumah Responden Kunjungan Ke Puskesmas Pendidikan Responden Status terhadap Program KB Status Sosial Ekonomi Status Kepegawaian
  45. 45. 2. Variabel Antara Asumsi dasar : segala sesuatu harus ada sebab musubabnya dan tidak begitu saja terjadi dengan sendirinya. setiap gejala dipengaruhi oleh serangkaian sebab musabab ada gejala timbul pertanyaan : ~ apakah sebabnya yang lainnya ? ~ Apakah sebab yang pertama berpengaruh langsung pada gejala tersebut , ataukah tidak langsung dan melalui sebab lainnya? ~ Timbul Variabel Antara B Variabel Antara A Variabel Antara C Variabel Antara
  46. 46. Munguji Hubungan Antara Dua Variabel • Tabulasi • Chi Square (X2) • Korelasi • Regresi • Path Analysis (Analisis Jalur) X1 X2 X3 Y12 Y23 X4 Y6 Y24 Y34 Y13
  47. 47. DAFTAR KEPUSTAKAAN 1. William Emory, Business Research Methods, revised editon. 2. Uma Sekaran, Research Methods For Business 3. William Zigmun, Business Research Methods 4. Fritz Machlup, Methodology of Economoc and other social sciences 5. Blalock, A. B., Methodology in social research 6. Goode J. W. and P. K. Hatt. Methods in social Research 7. Shah, Vimal V, Reporting Research, Paper on Survey Research MethodologyAlfabeta 8. Moh. Nazir, Metode Penelitian 9. Koentaja Ningrat, Metode Penelitian Masyarakat. 10. Sugiyono , Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung,2004

×