Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
PERGURUAN SILAT BEKSI TRADISIONAL
H. HASBULLAH
“ Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan “
BEKSI Tradisional H. Hasbullah “Berbaktilah Engkau
Kepada Sesama Insan”
” Sebuah Fenomena Warisan Budaya Tanah Betawi “
Sa...
membuat perjanjian “Siapa yang kalah harus
berguru kepada si pemenang”, kemudian Lie Cheng
Ok menang, tapi si petani meras...
Disini ada H.
HASBULLAH bin Misin
(Kong Has) yang walau
sudah banyak memiliki
ilmu silat, namun
beliau masih haus juga
unt...
Kemudian hasilnya setelah 60 tahun mendalami
beliau berhasil menguasai 12 jurus di tambah
beberapa pengembangan sendiri ( ...
Benuh ), yang mendapatkan pusaka amanat dari
guru sekaligus
mertuanya Alm. H.
Hasbullah untuk
melanjutkan, menjaga
serta m...
membukukan jurus-jurus Beksi dan membuatnya
dalam bentuk VCD agar Beksi lebih mudah di pelajari
oleh generasi-generasi sel...
internet, yaitu via jejaring sosial Facebook dan
Youtube.
Dan dalam perjalanannya saat ini, Beksi Tradisional
H. Hasbullah...
bentuk diantaranya melestarikan budaya Palang
Pintu dengan iringan pembacaan sholawat atas Nabi
Muhammad SAW saat akan ber...
pada tiap prosesi
urut dan pemandian
saat kenaikan jurus
sebagai ungkapan
rasa syukur atas
semua anugrah dari
Ilahi kepada...
dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya dimana-
pun dia berada.
Sebagai bagian dari proses regenerasi dan
penyegaran di
...
Betawie, 24 Oktober 2014.
Di tulis ma’ Bang Ozan.
Disempurnakan oleh : Bang Fian
Narasumber : Babeh Sabenuh Masir, Bang Mu...
Berita Silat Beksi Tradisional H Hasbullah
Berita Silat Beksi Tradisional H Hasbullah
Berita Silat Beksi Tradisional H Hasbullah
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Berita Silat Beksi Tradisional H Hasbullah

1,837 views

Published on

BEKSI Tradisional H. Hasbullah “Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan”” Sebuah Fenomena Warisan Budaya Tanah Betawi “ Salah satu jenis silat betawi yg terus berkembang sampai saat ini adalah BEKSI, secara bahasa BEKSI berasal dari kata BEK yg berarti Pertahanan (Belanda) dan SI yg berarti Empat (Cina), jadi BEKSI itu maksudnya adalah Pertahanan dari Empat penjuru, atau BEKSI juga adalah singkatan yang dapat di artikan “ Berbaktilah Engkau Kepada Seruan Illahi “, sebagai seruan aplikasi perbuatan baik yang wajib di jalani setelah seseorang belajar Beksi.
BEKSI pada awalnya dibawa oleh lelaki petani keturunan cina yg hidup dan tinggal di daerah Dadap Tanggerang sekitar tahun 1928, lelaki itu bernama LIE CHENG OK (1854–1951), yang juga mahir mengajarkan beladiri (Beksi) kepada anak-anaknya, Suatu waktu dia bersengketa dengan petani pribumi yang juga jago silat, soal saluran air sawah, duel pun tak terhindarkan, namun sebelumnya mereka membuat perjanjian “Siapa yang kalah harus berguru kepada si pemenang”, kemudian Lie Cheng Ok menang, tapi si petani merasa sudah terlalu renta untuk belajar lagi, maka disuruhlah anaknya yg bernama MARHALI untuk berguru Beksi kepada Lie Ceng Ok, Marhali pun belajar hingga mahir menggunakan ilmu silat yg khas menggunakan kepalan tangan terbalik ini.
Suatu saat Marhali bertemu dengan H. GHOZALI bin H. Gatong (H.Zali, wafat 1963) dari petukangan yg sedang ngamen seni rebana ke daerah Dadap, H. Zali lalu menjajal ilmu Marhali sampai kemudian ikut belajar hingga selesai 12 jurus dan membawanya pulang ke Petukangan (Kebayoran).
Disini ada H. HASBULLAH bin Misin (Kong Has) yang walau sudah banyak memiliki ilmu silat, namun beliau masih haus juga untuk belajar Beksi dari H. Zali dan terus berusaha utk menguasainya.
Kong Has tidak hanya belajar Beksi kepada H. Zali tapi setelah beliau selesai belajar pada H. Zali beliau meneruskan lagi dengan belajar kepada Marhali dan meneruskan lagi belajar dan menyelesaikan serta menyempurnakannya langsung pada Lie Cheng Ok.
Jadi beliau termasuk orang yg belajar Beksi secara komplit, baik secara urutan guru maupun jurus.
Kemudian hasilnya setelah 60 tahun mendalami beliau berhasil menguasai 12 jurus di tambah beberapa pengembangan sendiri ( Jurus ciptaan beliau sendiri ) tanpa mengurangi atau menambah jurus asli.
Di tangan Kong Has perkembangan Beksi kian populer, Bahkan pada tahun 1975 beberapa kali Beksi menjadi finalis juara dalam event Lomba Tarung Bebas di Cileduk, Tanggerang dan Bandung, dan karena menang di bandung juga Alm. Kong Has diajak main film, beliau berperan sebagai Guru Silat dari Rhoma Irama dalam film “DARAH MUDA”.
Kong H. Hasbullah bin H. Misin wafat pada kisaran usia 126 tahun ( tertulis di batu nisannya, Lahir 1863 – Wafat 14-11-1989 ), dan beliau di makamkan di sebuah TPU di daerah Petukangan Jakarta Selatan.
Betawie, 24 Oktober 2014.
Di tulis ma’ Bang Ozan.
Di : Bang Fian (0813159
Narasumber : Babeh Sabenuh Masir, Bang Muali Yahya, Bang Rofi Rachma

Published in: Sports
  • Be the first to comment

Berita Silat Beksi Tradisional H Hasbullah

  1. 1. PERGURUAN SILAT BEKSI TRADISIONAL H. HASBULLAH “ Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan “
  2. 2. BEKSI Tradisional H. Hasbullah “Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan” ” Sebuah Fenomena Warisan Budaya Tanah Betawi “ Salah satu jenis silat betawi yg terus berkembang sampai saat ini adalah BEKSI, secara bahasa BEKSI berasal dari kata BEK yg berarti Pertahanan (Belanda) dan SI yg berarti Empat (Cina), jadi BEKSI itu maksudnya adalah Pertahanan dari Empat penjuru, atau BEKSI juga adalah singkatan yang dapat di artikan “ Berbaktilah Engkau Kepada Seruan Illahi “, sebagai seruan aplikasi perbuatan baik yang wajib di jalani setelah seseorang belajar Beksi. BEKSI pada awalnya dibawa oleh lelaki petani keturunan cina yg hidup dan tinggal di daerah Dadap Tanggerang sekitar tahun 1928, lelaki itu bernama LIE CHENG OK (1854 – 1951), yang juga mahir mengajarkan beladiri (Beksi) kepada anak-anaknya, Suatu waktu dia bersengketa dengan petani pribumi yang juga jago silat, soal saluran air sawah, duel pun tak terhindarkan, namun sebelumnya mereka
  3. 3. membuat perjanjian “Siapa yang kalah harus berguru kepada si pemenang”, kemudian Lie Cheng Ok menang, tapi si petani merasa sudah terlalu renta untuk belajar lagi, maka disuruhlah anaknya yg bernama MARHALI untuk berguru Beksi kepada Lie Ceng Ok, Marhali pun belajar hingga mahir menggunakan ilmu silat yg khas menggunakan kepalan tangan terbalik ini. Suatu saat Marhali bertemu dengan H. GHOZALI bin H. Gatong (H.Zali, wafat 1963) dari petukangan yg sedang ngamen seni rebana ke daerah Dadap, H. Zali lalu menjajal ilmu Marhali sampai kemudian ikut belajar hingga selesai 12 jurus dan membawanya pulang ke Petukangan (Kebayoran).
  4. 4. Disini ada H. HASBULLAH bin Misin (Kong Has) yang walau sudah banyak memiliki ilmu silat, namun beliau masih haus juga untuk belajar Beksi dari H. Zali dan terus berusaha utk menguasainya. Kong Has tidak hanya belajar Beksi kepada H. Zali tapi setelah beliau selesai belajar pada H. Zali beliau meneruskan lagi dengan belajar kepada Marhali dan meneruskan lagi belajar dan menyelesaikan serta menyempurnakannya langsung pada Lie Cheng Ok. Jadi beliau termasuk orang yg belajar Beksi secara komplit, baik secara urutan guru maupun jurus.
  5. 5. Kemudian hasilnya setelah 60 tahun mendalami beliau berhasil menguasai 12 jurus di tambah beberapa pengembangan sendiri ( Jurus ciptaan beliau sendiri ) tanpa mengurangi atau menambah jurus asli. Di tangan Kong Has perkembangan Beksi kian populer, Bahkan pada tahun 1975 beberapa kali Beksi menjadi finalis juara dalam event Lomba Tarung Bebas di Cileduk, Tanggerang dan Bandung, dan karena menang di bandung juga Alm. Kong Has diajak main film, beliau berperan sebagai Guru Silat dari Rhoma Irama dalam film “DARAH MUDA”. Kong H. Hasbullah bin H. Misin wafat pada kisaran usia 126 tahun ( tertulis di batu nisannya, Lahir 1863 – Wafat 14-11-1989 ), dan beliau di makamkan di sebuah TPU di daerah Petukangan jakarta selatan. Kemudian pada saat ini estafet perkembangan BEKSI PERGURUAN PENCAK SILAT BEKSI TRADISIONAL H. HASBULLAH di pegang oleh SABENUH MASIR ( Babeh
  6. 6. Benuh ), yang mendapatkan pusaka amanat dari guru sekaligus mertuanya Alm. H. Hasbullah untuk melanjutkan, menjaga serta mengembangkan Beksi ini agar di bawa dengan tujuan dan cara yg baik. Babeh Benuh juga telah di nobatkan sebagai Guru Besar Beksi oleh tokoh silat Indonesia yang juga Presiden Silat Dunia yaitu Bpk.H. EDI NALAPRAJA pada tanggal 25 Maret 1986 bertempat dilapangan KOSTRAD Petukangan Utara Jakarta Selatan. Babeh Benuh setelah selama lebih dari 40 tahun mendalami Beksi, telah juga berhasil mengembang- kan beberapa jurus baru, bahkan beliau juga telah
  7. 7. membukukan jurus-jurus Beksi dan membuatnya dalam bentuk VCD agar Beksi lebih mudah di pelajari oleh generasi-generasi selanjutnya. Secara organisasi, Perguruan Silat Beksi Tradisional H. Hasbullah sekarang di pimpin oleh MUALI YAHYA (Bang Ali), yang di bawah pimpinannya Beksi sudah tersebar di lebih dari 32 kolat di beberapa wilayah Jakarta, beliau juga sangat aktif membawa Beksi menjalin silaturrahmi dengan perguruan- perguruan silat lain, baik dalam ajang FORUM PECINTA & PELESTARI SILAT TRADISIONAL INDONESIA maupun lewat media
  8. 8. internet, yaitu via jejaring sosial Facebook dan Youtube. Dan dalam perjalanannya saat ini, Beksi Tradisional H. Hasbullah juga mulai memperkenalkan diri ke generasi muda lewat kegiatan Ekstra Kurikuler di sekolah dan juga lewat media layar kaca, baru-baru ini Beksi Tradisional H. Hasbullah diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung baik dalam ide cerita, pemain serta pengatur laga dalam FTV “ SILAT BOY 1–5” dan ” SILAT BOY 6-10 ” , POLICE 86 & 1001 DONGENG di TransTV. Kami juga terus berusaha menjaga kelestarian Beksi kami ini sebagai sebuah warisan budaya, dalam
  9. 9. bentuk diantaranya melestarikan budaya Palang Pintu dengan iringan pembacaan sholawat atas Nabi Muhammad SAW saat akan berlangsungnya sebuah acara pernikahan atau kedatangan tamu kehor- matan di kalangan orang betawi. Selain itu kami juga terus menerus menanamkan dan mengajarkan filosofi bahwa silat itu haruslah ‘nge’Deres( belajar ) dan nge’Jurus ( latihan ) , Golok (Silat) haruslah berSarung( Ngaji), norma-norma agama juga selalu di taushiyahkan pada saat sebelum dan sesudah latihan, serta kegiatan selamatan dan santunan anak yatim yang di selenggarakan secara rutin setiap 6 bulan sekali dan juga
  10. 10. pada tiap prosesi urut dan pemandian saat kenaikan jurus sebagai ungkapan rasa syukur atas semua anugrah dari Ilahi kepada kami. Dengan metode pendekatan secara personal dan kekeluargaan, para guru kami mengajarkan dan menerapkan etika dan adab dalam perguruan maupun dalam kehidupan keluarga dan bermasyara- kat secara umum, hingga diharapkan nantinya para Beksier dapat menjadi figur yang tangguh secara fisik serta mantap secara moral dan spiritual, juga bisa bermanfaat dan membawa kedamaian untuk
  11. 11. dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya dimana- pun dia berada. Sebagai bagian dari proses regenerasi dan penyegaran di organisasi, maka saat ini kami juga sudah membentuk struktur baru yang mana proses dari kepemimpinan Bang MUALI YAHYA sekarang digantikan oleh Bang ROFI RACHMAT ( Putra dari Babah Sabenuh ) yang sudah disepakati melalui rapat ORGANISASI PERGURUAN SILAT BEKSI TRADISIONAL H. HASBULLAH yang disaksikan langsung oleh GURU BESAR BABAH SABENUH MASIR.
  12. 12. Betawie, 24 Oktober 2014. Di tulis ma’ Bang Ozan. Disempurnakan oleh : Bang Fian Narasumber : Babeh Sabenuh Masir, Bang Muali Yahya, Bang Rofi Rachmat ( Putra Baba Sabenuh Masir ). by Beksi Tradisional Haji Hasbullah on Sunday, 24 August 2014 at 20:42 SILAT BEKSI Diposkan oleh Beksi Tradisional H. Hasbullah

×