Penyusunan kisi

16,918 views

Published on

4 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
16,918
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
365
Actions
Shares
0
Downloads
396
Comments
4
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penyusunan kisi

  1. 1. 1. Penyusunan Kisi-Kisi Butir Soal22 FEBRUARI 2011 TINGGALKAN SEBUAH KOMENTARA. Jenis Perilaku yang Dapat DiukurDalam menentukan perilaku yang akan diukur, penulis soal dapat mengambil atau memperhatikan jenis perilakuyang telah dikembangkan oleh para ahli pendidikan, di antaranya seperti Benjamin S. Bloom, Quellmalz, R.J.Mazano dkk, Robert M. Gagne, David Krathwohl, Norman E. Gronlund dan R.W. de Maclay, Linn dan Gronlund.1. Ranah kognitif yang dikembangkan Benjamin S. Bloom adalah: (1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan,menentukan, menunjukkan, mengingat kembali, mendefinisikan; (2) Pemahaman di antaranya seperti:membedakan, mengubah, memberi contoh, memperkirakan, mengambil kesimpulan; (3) Penerapan di antaranyaseperti: menggunakan, menerapkan; (4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan, mengklasifikasikan,mengkategorikan, menganalisis; (5) Sintesis antaranya seperti: menghubungkan, mengembangkan,mengorganisasikan, menyusun; (6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan, menilai, memutuskan.2. Jenis perilaku yang dikembangkan Quellmalz adalah: (1) ingatan, (2) analisis, (3) perbandingan, (4) penyimpulan,(5) evaluasi.3. Jenis perilaku yang dikembangkan R. J. Mazano dkk. adalah: (1) keterampilan memusat (focusing skills), seperti:mendefinisikan, merumuskan tujuan, (2) keterampilan mengumpulkan informasi, seperti: mengamati, merumuskanpertanyaan, (3) keterampilan mengingat, seperti: merekam, mengingat, (4) keterampilan mengorganisasi, seperti:membandingkan, mengelompokkan, menata/mengurutkan, menyajikan; (5) keterampilan menganalisis, sepertimengenali: sifat dari komponen, hubungan dan pola, ide pokok, kesalahan; (6) keterampilan menghasilkanketerampilan baru, seperti: menyimpulkan, memprediksi, mengupas atau mengurai; (7) keterampilan memadu(integreting skills), seperti: meringkas, menyusun kembali; (8) keterampilan menilai, seperti: menetapkan kriteria,membenarkan pembuktian.4. Jenis perilaku yang dikembangkan Robert M. Gagne adalah: (1) kemampuan intelektual: diskriminasi,identifikasi/konsep yang nyata, klasifikasi, demonstrasi, generalisasi/menghasilkan sesuatu; (2) strategi kognitif:menghasilkan suatu pemecahan; (3) informasi verbal: menyatakan sesuatu secara oral; (4) keterampilan motoristmelaksanakan/menjalankan sesuatu; (5) sikap: kemampuan untuk memilih sesuatu. Domain afektif yangdikembangkan David Krathwohl adalah: (1) menerima, (2) menjawab, (3) menilai.6. Domain psikomotor yang dikembangkan Norman E. Gronlund dan R.W. de Maclay adalah: (1) persepsi, (2)kesiapan, (3) respon terpimpin, (4) mekanisme; (5) respon yang kompleks, (6) organisasi, (7) karakterisasi dari nilai.7. Keterampilan berpikir yang dikembangkan Linn dan Gronlund adalah seperti berikut.a. Membandingkan - Apa persamaan dan perbedaan antara … dan… - Bandingkan dua cara berikut tentang ….b. Hubungan sebab-akibat - Apa penyebab utama … - Apa akibat …c. Memberi alasan (justifying) - Manakah pilihan berikut yang kamu pilih, mengapa? - Jelaskan mengapa kamu setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ….d. Meringkas - Tuliskan pernyataan penting yang termasuk … - Ringkaslah dengan tepat isi …
  2. 2. e. Menyimpulkan - Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data …. - Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut ….f. Berpendapat (inferring) - Berdasarkan …, apa yang akan terjadi bila - Apa reaksi A terhadap …g. Mengelompokkan - Kelompokkan hal berikut berdasarkan …. - Apakah hal berikut memiliki …h. Menciptakan - Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang …. - Lengkapilah cerita … tentang apa yang akan terjadi bila ….i. Menerapkan - Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah …. - Tuliskan … dengan menggunakan pedoman….j. Analisis - Manakah penulisan yang salah pada paragraf …. - Daftar dan beri alasan singkat tentang ciri utama ….k. Sintesis - Tuliskan satu rencana untuk pembuktian … - Tuliskan sebuah laporan …l. Evaluasi - Apakah kelebihan dan kelemahan …. - Berdasarkan kriteria …, tuliskanlah evaluasi tentang…B. Penentuan Perilaku yang Akan DiukurSetelah kegiatan penentuan materi yang akan ditanyakan selesai dikerjakan, maka kegiatan berikutnya adalahmenentukan secara tepat perilaku yang akan diukur. Perilaku yang akan diukur, pada Kurikulum BerbasisKompetensi tergantung pada tuntutan kompetensi, baik standar kompetensi maupun kompetensi dasarnya. Setiapkompetensi di dalam kurikulum memiliki tingkat keluasan dan kedalaman kemampuan yang berbeda. Semakin tinggikemampuan/perilaku yang diukur sesuai dengan target kompetensi, maka semakin sulit soal dan semakin sulit pulamenyusunnya. Dalam Standar Isi, perilaku yang akan diukur dapat dilihat pada “perilaku yang terdapat padarumusan kompetensi dasar atau pada standar kompetensi”. Bila ingin mengukur perilaku yang lebih tinggi, gurudapat mendaftar terlebih dahulu semua perilaku yang dapat diukur, mulai dari perilaku yang sangatsederhana/mudah sampai dengan perilaku yang paling sulit/tinggi, berdasarkan rumusan kompetensinya (baikstandar kompetensi maupun kompetensi dasar). Dari susunan perilaku itu, dipilih satu perilaku yang tepat diujikankepada peserta didik, yaitu perilaku yang sesuai dengan kemampuan peserta didik di kelas.C. Penentuan dan Penyebaran SoalSebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaransoalnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh penilaian akhir semester berikut ini.Contoh penyebaran butir soal untuk penilaian akhir semester ganjilNo Kompetensi Materi Jumlah soal tes Jumlah tulis soal
  3. 3. Dasar PG Uraian Praktik1 1.1 ………… ……….. 6 – –2 1.2 ………… ……….. 3 1 –3 1.3 ………… ……….. 4 – 14 2.1 ………… ……….. 5 1 –5 2.2 ………… ……….. 8 1 –6 3.1 ………… ……….. 6 – 17 3.2 ……….. ……….. – 2 –8 3.3 ………. ……….. 8 – –Jumlah soal 40 5 2D. Penyusunan Kisi-kisiKisi-kisi (test blue-print atau table of specification) merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan.Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Kisi-kisi dapat berbentuk format atau matriks seperti contoh berikut ini.FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOALJenis sekolah : ………………………Jumlah soal : ………………………Mata pelajaran : ………………………Bentuk soal/tes : ………………Kurikulum : ………………………Penyusun : 1. …………………Alokasi waktu : ……………………… 2. ………………… Standar Kompetensi Kls/ Materi Indikator NomorNo. Kompetensi Dasar pokok soal soal smtKeterangan:Isi pada kolom 2, 3. 4, dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum. Penuliskisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri, kecuali pada kolom 6.Kisi-kisi yang baik harus memenuhi persyaratan berikut ini.1. Kisi-kisi harus dapat mewakili isi silabus/kurikulum atau materi yang telah diajarkan secara tepat danproporsional.2. Komponen-komponennya diuraikan secara jelas dan mudah dipahami.3. Materi yang hendak ditanyakan dapat dibuatkan soalnya.E. Perumusan Indikator SoalIndikator dalam kisi-kisi merupakan pedoman dalam merumuskan soal yang dikehendaki. Kegiatan perumusanindikator soal merupakan bagian dari kegiatan penyusunan kisi-kisi. Untuk merumuskan indikator dengan tepat, guruharus memperhatikan materi yang akan diujikan, indikator pembelajaran, kompetensi dasar, dan standar kompetensi.Indikator yang baik dirumuskan secara singkat dan jelas. Syarat indikator yang baik:
  4. 4. 1. menggunakan kata kerja operasional (perilaku khusus) yang tepat,2. menggunakan satu kata kerja operasional untuk soal objektif, dan satu atau lebih kata kerja operasional untuksoal uraian/tes perbuatan,3. dapat dibuatkan soal atau pengecohnya (untuk soal pilihan ganda).Penulisan indikator yang lengkap mencakup A = audience (peserta didik) , B = behaviour (perilaku yang harusditampilkan), C = condition (kondisi yang diberikan), dan D = degree (tingkatan yang diharapkan). Ada dua modelpenulisan indikator. Model pertama adalah menempatkan kondisinya di awal kalimat. Model pertama ini digunakanuntuk soal yang disertai dengan dasar pernyataan (stimulus), misalnya berupa sebuah kalimat, paragraf, gambar,denah, grafik, kasus, atau lainnya, sedangkan model yang kedua adalah menempatkan peserta didik dan perilakuyang harus ditampilkan di awal kalimat. Model yang kedua ini digunakan untuk soal yang tidak disertai dengan dasarpertanyaan (stimulus). (1) Contoh model pertama untuk soal menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Indikator: Diperdengarkan sebuah pernyataan pendek dengan topik “belajar mandiri”, peserta didik dapat menentukan dengan tepat pernyataan yang sama artinya. Soal : (Soal dibacakan atau diperdengarkan hanya satu kali, kemudian peserta didik memilih dengan tepat satu pernyataan yang sama artinya. Soalnya adalah: “Hari harus masuk kelas pukul 7.00., tetapi dia datang pukul 8.00 pagi hari.”) Lembar tes hanya berisi pilihan seperti berikut: a. Hari masuk kelas tepat waktu pagi ini. b. Hari masuk kelas terlambat dua jam pagi ini c. Hari masuk Kelas terlambat siang hari ini, d. Hari masuk Kelas terlambat satu jam hari ini Kunci: d (2) Contoh model kedua Indikator: Peserta didik dapat menentukan dengan tepat penulisan tanda baca pada nilai uang. Soal : Penulisan nilai uang yang benar adalah …. a. Rp 125,- b. RP 125,00 c. Rp125 d. Rp125. Kunci: bF. Langkah-langkah Penyusunan Butir SoalAgar soal yang disiapkan oleh setiap guru menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal, maka harusdilakukan langkah-langkah berikut, yaitu: (1) menentukan tujuan tes, (2) menentukan kompetensi yang akan diujikan,(3) menentukan materi yang diujikan, (4) menetapkan penyebaran butir soal berdasarkan kompetensi, materi, danbentuk penilaiannya (tes tertulis: bentuk pilihan ganda, uraian; dan tes praktik), (5) menyusun kisi-kisinya, (6) menulisbutir soal, (7) memvalidasi butir soal atau menelaah secara kualitatif, (8) merakit soal menjadi perangkat tes, (9)menyusun pedoman penskorannya (10) uji coba butir soal, (11) analisis butir soal secara kuantitatif dari data empirikhasil uji coba, dan (12) perbaikan soal berdasarkan hasil analisis.G. Penyusunan Butir Soal Tes TertulisPenulisan butir soal tes tertulis merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam penyiapan bahanulangan/ujian. Setiap butir soal yang ditulis harus berdasarkan rumusan indikator soal yang sudah disusun dalamkisi-kisi dan berdasarkan kaidah penulisan soal bentuk obyektif dan kaidah penulisan soal uraian.
  5. 5. Penggunaan bentuk soal yang tepat dalam tes tertulis, sangat tergantung pada perilaku/kompetensi yang akandiukur. Ada kompetensi yang lebih tepat diukur/ditanyakan dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soaluraian, ada pula kompetensi yang lebih tepat diukur dengan menggunakan tes tertulis dengan bentuk soal objektif.Bentuk tes tertulis pilihan ganda maupun uraian memiliki kelebihan dan kelemahan satu sama lain.Keunggulan soal bentuk pilihan ganda di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan/perilaku secara objektif,sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan gagasan danmenyatakan jawabannya menurut kata-kata atau kalimat sendiri. Kelemahan soal bentuk pilihan ganda di antaranyaadalah sulit menyusun pengecohnya, sedangkan untuk soal uraian di antaranya adalah sulit menyusun pedomanpenskorannya.H. Penulisan Soal Bentuk UraianMenulis soal bentuk uraian diperlukan ketepatan dan kelengkapan dalam merumuskannya. Ketepatan yangdimaksud adalah bahwa materi yang ditanyakan tepat diujikan dengan bentuk uraian, yaitu menuntut peserta didikuntuk mengorganisasikan gagasan dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan secara tertulisdengan menggunakan kata-katanya sendiri. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah kelengkapan perilaku yangdiukur yang digunakan untuk menetapkan aspek yang dinilai dalam pedoman penskorannya. Hal yang paling sulitdalam penulisan soal bentuk uraian adalah menyusun pedoman penskorannya. Penulis soal harus dapatmerumuskan setepat-tepatnya pedoman penskorannya karena kelemahan bentuk soal uraian terletak pada tingkatsubyektivitas penskorannya.Berdasarkan metode penskorannya, bentuk uraian diklasifikasikan menjadi 2, yaitu uraian objektif dan uraian non-objektif. Bentuk uraian objektif adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban denganpengertian/konsep tertentu, sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. Artinya perilaku yang diukurdapat diskor secara dikotomus (benar – salah atau 1 – 0). Bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yangmenuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masing-masing peserta didik,sehingga penskorannya sukar untuk dilakukan secara objektif. Untuk mengurangi tingkat kesubjektifan dalampemberian skor ini, maka dalam menentukan perilaku yang diukur dibuatkan skala. Contoh misalnya perilaku yangdiukur adalah “kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan”, maka skala yang disusun disesuaikan dengan tingkatankemampuan peserta didik yang akan diuji.Untuk tingkat SMA, misalnya dapat disusun skala seperti berikut.Kesesuaiann isi dengan tuntutan pertanyaan 0–3Skor - Sesuai 3 - Cukup/sedang 2 - Tidak sesuai 1 - Kosong 0Atau skala seperti berikut:Kesesuaian isi dengan tuntutan pertanyaan 0 – 5 SkorSkor - Sangat Sesuai 5 - Sesuai 4 - Cukup/sedang 3 - Tidak sesuai 2 - Sangat tidak sesuai 1 - Kosong 0
  6. 6. Agar soal yang disusun bermutu baik, maka penulis soal harus memperhatikan kaidahpenulisannya. Untuk memudahkan pengelolaan, perbaikan, dan pengembangan soal,maka soal ditulis di dalam format kartu soal Setiap satu soal dan pedomanpenskorannya ditulis di dalam satu format. Contoh format soal bentuk uraian danformat penskorannya adalah seperti berikut ini.KARTU SOALJenis Sekolah : ……………………………… Penyusun : 1. ……………………Mata Pelajaran : …………………………….. 2. ……………………Bahan Kls/Smt : ……………………………… 3. ……………………Bentuk Soal : ……………………………… Tahun Ajaran : ……………………….Aspek yang diukur : ………………………………KOMPETENSI BUKU SUMBER:DASAR RUMUSAN BUTIR SOALMATERI NO SOAL:INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL DIGUNAKAN JUMLAHNO TANGGAL TK DP PROPORSI PEMILIH ASPEK UNTUK SISWA A B C D EFORMAT PEDOMAN PENSKORANNO KUNCI/KRITERIA JAWABAN SKORSOALBentuk soalnya terdiri dari: (1) dasar pertanyaan/stimulus bila ada/diperlukan, (2) pertanyaan, dan (3) pedomanpenskoran.Kaidah penulisan soal uraian seperti berikut.1. Materi a. Soal harus sesuai dengan indikator. b. Setiap pertanyaan harus diberikan batasan jawaban yang diharapkan. c. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan tujuan peugukuran. d. Materi yang ditanyakan harus sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas.2. Konstruksi
  7. 7.  a. Menggunakan kata tanya/perintah yang menuntut jawaban terurai. b. Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal. c. Setiap soal harus ada pedoman penskorannya. d. Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas, terbaca, dan berfungsi.3. Bahasa a. Rumusan kalimat soal harus komunikatif. b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (baku). c. Tidak menimbulkan penafsiran ganda. d. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. e. Tidak mengandung kata/ungkapan yang menyinggung perasaan peserta didik.H. Penulisan Soal Bentuk Pilihan GandaMenulis soal bentuk pilihan ganda sangat diperlukan keterampilan dan ketelitian. Hal yang paling sulit dilakukandalam menulis soal bentuk pilihan ganda adalah menuliskan pengecohnya. Pengecoh yang baik adalah pengecohyang tingkat kerumitan atau tingkat kesederhanaan, serta panjang-pendeknya relatif sama dengan kunci jawaban.Oleh karena itu, untuk memudahkan dalam penulisan soal bentuk pilihan ganda, maka dalam penulisannya perlumengikuti langkah-langkah berikut, langkah pertama adalah menuliskan pokok soalnya, langkah kedua menuliskankunci jawabannya, langkah ketiga menuliskan pengecohnya.Untuk memudahkan pengelolaan, perbaikan, dan perkembangan soal, maka soal ditulis di dalam format kartu soal.Setiap satu soal ditulis di dalam satu format. Adapun formatnya seperti berikut ini.KARTU SOALJenis Sekolah : ………………………………. Penyusun : 1.Mata Pelajaran : ………………………………. 2.Bahan Kls/Smt : ………………………………. 3.Bentuk Soal : ……………………………….Tahun Ajaran : ……………………………….Aspek yang diukur : ……………………………….KOMPETENSI BUKU SUMBERDASAR RUMUSAN BUTIR SOAL NO SOAL:MATERI KUNCI :INDIKATOR SOAL KETERANGAN SOAL
  8. 8. NO DIGUNAKAN TANGGAL JUMLAH TK DP PROPORSI PEMILIH UNTUK SISWA A B C D ESoal bentuk pilihan ganda merupakan soal yang telah disediakan pilihan jawabannya. Peserta didik yangmengerjakan soal hanya memilih satu jawaban yang benar dari pilihan jawaban yang disediakan. Soalnyamencakup: (1) dasar pertanyaan/stimulus (bila ada), (2) pokok soal (stem), (3) pilihan jawaban yang terdiri atas:kunci jawaban dan pengecoh.Perhatikan contoh berikut!Kaidah penulisan soal pilihan ganda adalah seperti berikut ini.1. Materia. Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukursesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.b. Pengecoh harus bertungsic. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar. Artinya, satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban.2. Konstruksia. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas. Artinya, kemampuan/ materi yang hendak diukur/ditanyakanharus jelas, tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dari yang dimaksudkan penulis. Setiap butirsoal hanya mengandung satu persoalan/gagasanb. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Artinya apabilaterdapat rumusan atau pernyataan yang sebetulnya tidak diperlukan, maka rumusan atau pernyataan itu dihilangkansaja.c. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Artinya, pada pokok soal jangan sampaiterdapat kata, kelompok kata, atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah jawaban yang benar.d. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Artinya, pada pokok soal jangan sampaiterdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiranpeserta didik terhadap arti pernyataan yang dimaksud. Untuk keterampilan bahasa, penggunaan negatif gandadiperbolehkan bila aspek yang akan diukur justru pengertian tentang negatif ganda itu sendiri.e. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi. Artinya, semua pilihan jawaban harus berasaldari materi yang sama seperti yang ditanyakan oleh pokok soal, penulisannya harus setara, dan semua pilihanjawaban harus berfungsi.f. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderunganpeserta didik memilih jawaban yang paling panjang karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkapdan merupakan kunci jawaban.g. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “Semua pilihan jawaban di atas salah” atau “Semua pilihanjawaban di atas benar”. Artinya dengan adanya pilihan jawaban seperti ini, maka secara materi pilihan jawabanberkurang satu karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan dan pernyataan itu menjadi tidakhomogen.h. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angkaatau kronologis. Artinya pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun dari nilai angka paling kecil berurutansampai nilai angka yang paling besar, dan sebaliknya. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu
  9. 9. harus disusun secara kronologis. Penyusunan secara unit dimaksudkan untuk memudahkan peserta didik melihatpilihan jawaban.i. Gambar, grafik, tabel, diagram, wacana, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.Artinya, apa saja yang menyertai suatu soal yang ditanyakan harus jelas, terbaca, dapat dimengerti oleh pesertadidik. Apabila soal bisa dijawab tanpa melihat gambar, grafik, tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal, berartigambar, grafik, atau tabel itu tidak berfungsi.j. Rumusan pokok soal tidak menggunakan ungkapan atau kata yang bermakna tidak pasti seperti: sebaiknya,umumnya, kadang-kadang.k. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya. Ketergantungan pada soal sebelumnyamenyebabkan peserta didik yang tidak dapat menjawab benar soal pertama tidak akan dapat menjawab benar soalberikutnya.3. Bahasa/budayaa. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kaidah bahasa Indonesiadalam penulisan soal di antaranya meliputi: a) pemakaian kalimat: (1) unsur subyek, (2) unsur predikat, (3) anakkalimat; b) pemakaian kata: (1) pilihan kata, (2) penulisan kata, dan c) pemakaian ejaan: (1) penulisan huruf, (2)penggunaan tanda baca.b. Bahasa yang digunakan harus komunikatif, sehingga pernyataannya mudah dimengerti warga belajar/pesertadidik.c. Pilihan jawaban jangan yang mengulang kata/frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. Letakkankata/frase pada pokok soal.DISIMPAN DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN2. Penilaian Sikap22 FEBRUARI 2011 TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR10.1 Konsep SikapSikap adalah suatu reaksi atau perbuatan yang ditimbulkan akibat suatu stimulus atau objek yang datang padadirinya.10.2 Penilaian Sikap dalam Proses Pembelajaran di KelasPada umumnya penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran dapat dilakukan berkaitan dengan objek sikapsebagai berikut : Sikap terhadap mata pelajaran Sikap terhadap guru mata pelajaran Sikap terhadap proses pembelajaran Sikap terhadap materi pembelajaran Sikap berhubungan dengan nilai-nilai yang ingin ditanamkan dalam diri siswa melalui materi tertentu Sikap berhubungan dengan kompetensi afektifitas lintas kurikulum.Yang mempengaruhi pembentukan sikap dalam proses pembelajaran, menurut Klausmeir (1985) ada tiga modelbelajar pembentukan sikap yaitu : mengamati dan meniru, menerima penguatan, menerima informasi verbal.Tujuan penilaian sikap adalah :Untuk mendapat umpan balik (feedback) baik bagi guru maupun siswa sebagai dasar untuk memperbaikiproses belajar mengajar dan mengadakan program perbaikan bagi anak didiknya.Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku anak didik yang dicapai antara lain diperlukan sebagai bahan bagiperbaikan tingkah laku anak didik, pemberian laporan kepada orang tua dan penentuan lulus tidaknya anak didik.Untuk menempatkan anak didik dalam situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan tingkat pencapaian dankemampuan serta karakteristik anak didik.
  10. 10. Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku. (Depdikbud, 1983 : 2)10.3 Sakla SikapSkala sikap adalah sejenis angket tertutup dimana pertanyaannya mengandung sifat-sifat dan nilai-nilai yangmenjadi tujuan pengajaran dan alternative jawabannya mencerminkan atau menampakan sifat dari nilai yangdimiliki siswa sebagai hasil belajarnya dalam bentuk bertingkat (ranting). Nilai yang paling cocok di evaluasi denganskala sikap adalah yang bersifat rasional social.Langkah-langkah pengembangan skala sikap : Menentukan objek sikap yang akan dikembangkan skalanya misalnya “mata pelajaran Sains” kompetensi dasar? Indicator? Memilih dan membuat daftar konsep dan kata sifat yang relevan dengan objek penilaian sikap (menarik, menyenangkan dsb) Memilih kata sifat yang tepat akan digunakan dalam skala Menentukan skala dan penskoranJenis-jenis skala sikap :Skala Likert, skala ini disusun dalam bentuk suatu pertanyaan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukantingkatan, misalnya : SS : sangat setuju S : setuju TB : tidak berpendapat TS : tidak setuju STS : sangat tidak setujuSkala Thurstone, merpakan skala yang mirip skala Likert karena suatu instrument yang jawabannyamenunjukkan tingkatan.1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11A B C D E F G H I J K Very Netral Very FavouribleUnfavourablePertanyaan yang disarankan oleh Thurstone kira-kira 10 butir atau tidak kurang dari 5 butir.Skor yang diberikan terhadap pilihan tersebut bergantung pada penilai asal penggunaannya konsisten. Yang jelasskor untuk pernyataan positif dan pernyataan negative adalah kebalikannya. Contoh pertanyaan sikap terhadappelajaran matematika.Pertanyaan sikap SS S TB TS STSSaya merasa untuk mempelajari 5 4 3 2 1Matematika perlu banyak latihan ( + )Konsep-konsep yang ada dalam 1 2 3 4 5Matematika terlalu abstrak ( – )DISIMPAN DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN3. Penilaian Portofolio22 FEBRUARI 2011 TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR9.1 Penilaian Portofolio
  11. 11. Penilaian portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan karya atau dokumen peserta didik yang tersusun secarasistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran, digunakan guru dan peserta didikmenilaidan memantau perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu.9.2 Bentuk Portofolio9.2.1 Tinjauan Proses, Portofolio proses (process oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauanbagaimana perkembangan peserta didik dapat diamati dan dinilai dari waktu ke waktu. Pendekatan ini lebihmenekankan pada bagaimana peserta didik belajar, berkreasi, termasuk mulai dari draft awal, bagaimana prosesawal itu terjadi dan tentunya sepanjang peserta didik dinilai.9.2.2 Tinjauan Hasil, Portofolio ditinjau dari hasil (product oriented) adalah portofolio yang menekankan pada tinjauan hasil terbaik yang telah dilakukan peserta didik, tanpa memperhatikan bagaimana proses untukmencapai evidence itu terjadi. Portofolio semacam ini bertujuan untuk mendokumentasikan danmerefleksikankualitas prestasi yang telah dicapai.9.2.3 Portofolio dokumentasi, adalah bentuk yang digunakan untuk memilih koleksi evidence peserta didik yangkhusus digunakan untuk penilaian. Portofolio dokumentasi adalah penilaian terhadap koleksi pilihan darisekumpulan evidence peserta didik selama kurung waktu tertentu.9.2.4 Portofolio penampilan adalah bentuk yang digunakan untuk memilih evidence yang paling banyak yangdikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. Portofolio penampilan hanya berisi pekerjaanpeserta didik yang telah selesai, tidak mencakup proses pekerjaan, perbaikan, dalam penyempurnaan, pekerjaanpeserta didik.9.3 Pedoman Penerapan Penilaian PortofolioPedoman penerapan penilaian portofolio disekolah, antara lain saling percaya, kerahasiaan bersama, milik bersama,kepuasan, kesesuaian, proses dan hasil.9.4 Fungsi dan Tujuan PortofolioPortofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam matapelajaran tertentu serta pertumbuhan kemampuan dalam mata pelajaran tertentu serta pertumbuhan peserta didik.Portofolio dapat pula berfungsi sebagai alat untuk : Melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar Perluasan dimensi belajar Pemahaman kembali proses belajar mengajar Penekanan pada pengembangan peserta didik dalam belajar.Penilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif maupun sumatif untuk memantau kemajuan peserta didik dari harike hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi Pembelajaran mereka sendiri.9.5 Karakteristik Penilaian Portofolio Multi sumber, artinya portofolio memungkinkan untuk menilai berbagai macam evidence Authentic, Evidenve peserta didik haruslah autentik, artinya ditinjau dan konteks maupun fakta harus saling berkaitan satu sama lain. Dinamis, portofolio mencakup perkembangan dan perubahan Eksplisit, semua tujuan pembelajaran berupa kompetensi dasar dan indicator harus dinyatakan secara jelas Integrasi, portofolio senantiasa berkaitan antara program yang dilakukan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata. Kepemilikan, adanya keterkaitan antara evidence dengan kompetensi dasar dan indicator yang telah ditentukan dalam rangka mencapai standar kompetensi tertentu.
  12. 12. Beragam tujuan, portofolio dilaksanakan tidak hanya mengacu pada suatu standar kompetensi dasar, dan indicatorpencapaian hasil belajar tetapi juga mengacu ke berbagai tujuan atau beberapa indicator pencapaian hasil belajar.9.6 Analisis Hasil dan PelaporanHasil penilaian portofolio umumnya dapat berbentuk skor, grafik, atau deskriptif. Pekerjaan guru selanjutnya adalahmembuat suatu rumusan bagaimana skor itu akan dianalisis dan ditafsirkan sehingga kesimpulan akhir tentangkemampuan peserta didik sudah merupakan niali keseluruhan berbagai aspek.Hasil penilaian portofolio dapat dialporkan baik kepada peserta didik, kelompok peserta didik, orang tua, maupun komunitas masyarakat. Hal yang paling mendasar dalam analisis dan pelaporan adalah validitas dan realibilitasdan berbagai metode telah dikembangkan.9.7 Merancang Penilaian PortofolioPada umumnya dalam merancang penilaian portofolio harus memenuhi beberapa tahapan utama diantaranya : Penentuan tujuan portofolio Penentuan isi portofolio Penentuan criteria penilaian portofolio Penentuan format penilaian format portofolio Penentuan koleksi dan menyelaksi (collection) Refleksi (reflection) Adanya hubungan (conection).DISIMPAN DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN4. Penilaian Proyek22 FEBRUARI 2011 TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR8.1 Latar Belakang Penilaian ProyekPenialian dalam proses Pembelajaran merupakan kegiatan menghimpun fakta- fakta dan dokumen belajar pesertadidik yang dapat dipercaya sebagai bagian dari program Pembelajaran di kelas, oleh karenanya penilaian berfungsi membantu guru untuk merencanakan kurikulum dan program Pembelajaran, maka kegiatan penialianmembutuhkan informasi yang bervariasi dari setiap individu atau kelompok peserta didik serta guru. Guru dapatmelakukan penilaian dengan cara mengumpulkan catatan yang diperoleh melalui pertemuan, observasi,portofolio, proyek, produk, ujian serta data hasil interview dan survey. Proyek adalah tugas yang harus diselesaikandalam periode atau waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari pengumpulan,pengorganisasian, pengevaluasian, hingga penyajian data karena dalam pelaksanaan proyek bersumber padaprimer atau skunder, evaluasi dan hasil kerjasama dengan pihak lain.8.2 Perencanaan Penialian ProdukDalam perencanaan penilaian proyek terdapat tiga hal yang harus diperhatikan : Kemampuan pengelolaan Relevance Keaslian8.3 Judging ProyekMetode Judging, proyek dapat dinilai secara holistic maupun analitik pada proses mapun produknya secara holistic,nilai tunggal mencerminkan kesan umum, sedangkan secara analitik, nilai diberikan pada beberapa aspek.Keterbandingan Judgement, keterbandingan nialai proyek tidaklah begitu penting di kelas, akan tetapi guru harus tetap yakin bahwa nilai dapat dimengerti siswa. Pada situasi yang memiliki risiko tinggi, nilai diberikan olehpenilai yang berbeda, maka standar penilaian pada topic yang berbeda tersebut harus dispersikasikan.8.4 Estimasi dan Pelaporan
  13. 13. Penilaian proyek merupakan salah satu bukti untuk ditempatkan pada peta kemajuan belajar siswa. Nilainya dapatdilakukan secara subjektif maupun objektif. Secara objektif, lokasi siswa pada peta kemajuan belajar dapatditempatkan relative tepat. Secara subjektif bila hal ini dilakukan, bukti nilai yang tersedia dapat menunjukanhubungan yang lemah pada peta kemajuan belajar.Contoh Penilaian Proyek Materi : Pertumbuhan Tanaman Perencanaan kegiatan : Observasi menanam salah satu jenis tanaman Pembuatan laporan atau makalah Mengadakan kegaitan diskusi panel di dalam kelas dimoderatori oleh guruPenilaian dilakukan terhadap : Keaktifan saat mengikuti talkshow Makalah yang dibuat Aktifitas dalam diskusi panelFormat Asesmen Proyek dalam Proses Kelas : II Mata Pelajaran : Sains Materi : Pertumbuhan tanaman Nama Siswa : ……………………..No. Deskripsi Skor1. Menyiram tanaman setiap hari, mengamati pertumbuhan 4 tanaman dan mencatatnya2. Menyiram tanaman setiap hari, mengamati tetapi tidak 3 mencatatnya.3. Menyiram jarang, mengamati pertumbuhan tanaman tetapi tidak 2 mencatatnya4. Tidak menyiram dan tidak mencatat hasil pengamatan 1DISIMPAN DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN5. Penilaian Kinerja22 FEBRUARI 2011 TINGGALKAN SEBUAH KOMENTAR7.1 Latar Belakang Penilaian KinerjaPenialain kinerja (Performance Asesment), merupakan bagian dari asesmen alternative, asesmen ini muncul sekitar tahun 1980-an, sebagai kritikan terhadap kelemahan tes baku yang menggunakan tes objektif, tes bakubanyak mendominasi di persekolahan dan merupakan bagian yang terisolir dari proses Pembelajaran secarakeseluruhan. Tes baku didasarkan pada prinsip-prinsip validitas, realibilitas, keadilan dan kemanfaatan (usebilitas).7.2 Pengertian Asesmen KinerjaAsesmen kinerja adalah penilaian yang menekankan pada apa yang dapat dikerjakan oleh siswa dalam bentukkinerja.
  14. 14. Asesmen kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalammelakukan sesuatu.Corner “ asesmen merupakan cara untuk menilai performance siswa secara individual maupun kelompoksetelah dilaksanakan pembelajaran” Herman “asesmen merupakan suatu proses atau upaya normalpengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan variable-variabel Pembelajaran yang dapat digunakansebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru”Jalogo “asesmen merupakan cara untuk menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang seperti tingkatan, nilaiguna dan keunggulannya”.7.3 Tujuan dan Peran Asesmen KinerjaMenurut Popham tujuan asesmen kinerja adalah : Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar Memonitor kemajuan atau perkembangan siswa Menentukan level atau jenjang kemampuan siswa Mempengatuhi persepsi public tentang efektifitas pembelajaran Mengevaluasi kinerja guru dan menglasifikasi tujuan Pembelajaran yang dirumuskan oleh guru.Lima tuntutan belajar dalam asesmen kinerja menurut Marjono (1993 :18), yaitu: Sikap dan persepsi tentang belajar Perolehan dan pemanduan pengetahuan Perluasan dan penajaman pengetahuan Penggunaan pengetahuan secara lebih bermakna Pelatihan berfikir kritis dan kreatifPada asesmen kinerja pemberian skor digunakan dua pendekatan yaitu : (1) Metode Holistic, dan (2) MetodeAnalitic.Metode Holistic digunakan apabila para penskor hanya memberikan satu buah skor atau nilai berdasarkan penilaianmereka secara keseluruhan dari hasil kinerja peserta tes.
  15. 15. Skor Deskripsi 4  Isi seluruh tulisan menarik  Alur pikiran lancer, terjemahan baik  Pengorganisasian topic baik  Penggunaan struktur kalimat bagus 3  Sebagian kecil isi kurang menarik  Alur pikiran lancer, tetapi beberapa terjemahan jelek  Ada pengorganisasian topic, tetapi masih ada kelemahan- kelemahan.  Ada kesalahan kecil secara mekanis 2  Isi kurang menarik dengan kehilangan focus alur pikiran terpotong-potong dengan beberapa terjemahan yang jelek  Pengorganisasian kurang dengan penyimpangan topic  Kesalahan mekanis sangat serius 1  Focus tidak jelas  Kalimat terputus-putus dan bertele-tele  Pengorganisasian sangat jelek  Banyak kesalahan secara mekanis dan struktur kalimat sangat lemah.Contoh Holistic rubric untuk kemampuan menulis :7.4 Karakteristik Penialian Kinerja Multi kriteria, kinerja siswa harus menggunakan penilaian yang memiliki lebih dari satu criteria. Standar kualitas yang spesifik, masing-masing criteria kinerja siswa dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja siswa Adanya judgement penilaian, asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real), bukan menilai dengan menggunakan angka pada computer atau mesin (seperti pada tes buku).7.5 Karakteristik Mengevaluasi Penilaian Kinerja Adanya partisipasi aktif siswa Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PBM. Evaluasi selain untuk mengetahui posisi atau kemampuan siswa, juga untuk memperbaiki PBM. Evaluasi merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pembelajaran7.6 Langkah-langkah Membuat Penilaian KinerjaWujud utama dari penilaian kinerja ada dua yaitu : Tugas (task), bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa bentuk : proyek, pameran, portofolio, atau bentuk tugas yang dapat memperlihatkan kemampuan siswa (real word application) Kriteria penilaian (rubric), yang merupakan panduan untuk memberikan skor. Adapun langkah-langkah membuat penilaian kinerja adalah sebagai berikut :
  16. 16.  Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir yang terbaik. Tuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik (operasional) yang penting dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil yang terbaik. Usahakan membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama siswa melaksanakan tugas. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati (observable)atau karakter produk yang dihasilkan. Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati. Periksa kembali apa yang telah dibuat dan kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan.http://ayahalby.wordpress.com/category/evaluasi-pembelajaran/

×