Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Materi pelatihan kader posyandu 2016

42,711 views

Published on

PENYEGARAN PENYULUHAN KESEHATAN BAGI KADER POSYANDU

Published in: Healthcare
  • Get Now to Download PDF Format === http://bestadaododadj.justdied.com/2800155493-spirou-le-journal-d-un-slumme-kadei.html
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • I would never forgive myself it i didn't give you one last opportunity to try the incredible Halki Diabetes Remedy for yourself! ★★★ http://ishbv.com/bloodsug/pdf
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Are you literally FEEDING your diabetes putting this one "health" food on your dinner plate? This is important. You must stop eating this food today or you could be doubling the speed at which your diabetes progresses... ★★★ https://tinyurl.com/y2956vb5
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • I would never forgive myself it i didn't give you one last opportunity to try the incredible Halki Diabetes Remedy for yourself!  https://tinyurl.com/y2956vb5
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • ndk bisa d download yaaa
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Materi pelatihan kader posyandu 2016

  1. 1. Pemeriksaan Kesehatan Sederhana oleh Kader Kesehatan melalui UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) Disampaikan pada acara Pelatihan Kader Posyandu 2016
  2. 2. TUJUAN UMUM UMUM Mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui Pemberdayaan Masyarakat UMUM Mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) Dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia melalui Pemberdayaan Masyarakat TUJUAN KHUSUSTUJUAN KHUSUS Meningkatnya Peran lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu Meningkatnya cakupan dan jangkauan yankes dasar terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB Meningkatnya Peran masyarakat dalam penyelenggaraan Upaya kes. dasar
  3. 3. SASARAN Seluruh masyarakat, utamanya: 1. Bayi 2. Anak balita 3. Ibu hamil, melahirkan, nifas dan ibu menyusui 4. PUS Seluruh masyarakat, utamanya: 1. Bayi 2. Anak balita 3. Ibu hamil, melahirkan, nifas dan ibu menyusui 4. PUS FUNGSI 1. Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB 2. Sebagai wadah untuk mendekatkan yankes dasar terutama berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB
  4. 4. TUGAS KADER POSYANDUTUGAS KADER POSYANDU
  5. 5. SEBELUM HARI BUKA POSYANDU (H -) SEBELUM HARI BUKA POSYANDU (H -)
  6. 6. HARI BUKA POSYANDUHARI BUKA POSYANDU
  7. 7. PENGENALAN HARI INI
  8. 8. PENGUKURAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN
  9. 9. PANJANG BADAN adalah istilah atau terminologi yang dipakai bila anak diukur BERBARING (atau anak belum dapat berdiri) TINGGI BADAN adalah istilah atau terminologi yang dipakai bila anak diukur BERDIRI (atau anak sudah dapat berdiri) Istilah Panjang Badan dan Tinggi Badan
  10. 10. PERTUMBUHAN :  Bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu Contoh: anak bertambah tinggi dan bertambah besar PERKEMBANGAN :  Berkembangnya fungsi mental, psikomotor dan sosial Contoh: anak dari berbaring mampu duduk, berjalan, dapat bergaul, dan bersosialisasi PERTUMBUHAN :  Bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu Contoh: anak bertambah tinggi dan bertambah besar PERKEMBANGAN :  Berkembangnya fungsi mental, psikomotor dan sosial Contoh: anak dari berbaring mampu duduk, berjalan, dapat bergaul, dan bersosialisasi
  11. 11.  Pertumbuhan merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi  Kebutuhan zat gizi meningkat pada masa percepatan pertumbuhan ANAK YANG PERTUMBUHANNYA BAIK adalah bukti yg menunjukkan bahwa antara asupan dan kebutuhan gizinya seimbang ANAK YANG PERTUMBUHANNYA TIDAK BAIK adalah bukti yg menunjukkan bahwa antara asupan dan kebutuhan gizinya tidak seimbang (kurang)  Status gizi normal ~ anak tumbuh normal  Pertumbuhan merupakan hasil akhir dari keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi  Kebutuhan zat gizi meningkat pada masa percepatan pertumbuhan ANAK YANG PERTUMBUHANNYA BAIK adalah bukti yg menunjukkan bahwa antara asupan dan kebutuhan gizinya seimbang ANAK YANG PERTUMBUHANNYA TIDAK BAIK adalah bukti yg menunjukkan bahwa antara asupan dan kebutuhan gizinya tidak seimbang (kurang)  Status gizi normal ~ anak tumbuh normal
  12. 12. Asupan zat gizi Kebutuhan zat gizi Gizi Seimbang = Gizi Baik Asupan zat gizi SESUAI kebutuhan zat gizi Berat normal
  13. 13. Asupan zat gizi Kebutuhan zat gizi Gizi Tidak Seimbang = Kurang Gizi Asupan zat gizi KURANG DARI kebutuhan zat gizi Berat kurang
  14. 14. Asupan zat gizi Kebutuhan zat gizi Gizi Tidak Seimbang = Gizi Lebih Asupan zat gizi MELEBIHI kebutuhan zat gizi Berat lebih
  15. 15. 16 TUMBUH KEMBANG ANAKTUMBUH KEMBANG ANAK 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Umur Anak (bulan) Ukuranfisik Anak yang sehat akan tumbuh dan berkembang dengan baik Pertumbuhan AnakPerkembangan anak
  16. 16. D D T K B D D T K B = Datang = Daftar = Timbang = Kueh = Bubar = Deteksi = Dini = Tumbuh = Kembang = Balita UMUM TERJADI PEMANTAUAN PERTUMBUHAN PENIMBANGAN BULANAN SEHARUSNYA
  17. 17. 1. DATANG KE POSYANDU 2. DIDAFTAR 3. DITIMBANG PENIMBANGAN BULANAN BALITA DI POSYANDU 4. DICATAT DALAM BUKU REGISTER 5. DIBAGI MAKANAN/ KUEH 6. PULANG
  18. 18. 1. DATANG KE POSYANDU 4. BB ANAK DICATAT & DI PLOT KE KMS 2. DIDAFTAR 3. DITIMBANG 5. DINILAI STATUS PERTUMBUHAN BERDASARKAN KURVA BB ANAK N = NAIK T = TIDAK NAIK BGM, PERTAMA DITIMBANG KONFIRMASI GIZI BURUK TIDAK GIZI BURUK DIRUJUK 6. KONSELING PELAYANAN GIZI DAN KESEHATAN DASAR PEMANTAUAN PERTUMBUHAN BALITA DI POSYANDU
  19. 19. 20  Pertumbuhan disebut BAIK : N1 (tumbuh kejar) : bila BB naik dibanding bulan lalu dan grafik berpindah ke pita yang lebih atas (tua) N2 (tumbuh normal): bila BB naik dibanding bulan lalu dan grafik mengikuti pita warna yang sama  Pertumbuhan TIDAK BAIK : T1 (tumbuh tidak memadai) : bila BB naik dibanding bulan lalu tetapi grafik berpindah ke pita dibawahnya (lebih muda) T2 (tidak tumbuh) : bila BB bulan ini tetap dibanding bulan lalu, sehingga grafik di KMS mendatar T3 (tumbuh negatif) : bila BB bulan ini turun dibanding bulan lalu, sehingga grafik di KMS turun  Pertumbuhan disebut BAIK : N1 (tumbuh kejar) : bila BB naik dibanding bulan lalu dan grafik berpindah ke pita yang lebih atas (tua) N2 (tumbuh normal): bila BB naik dibanding bulan lalu dan grafik mengikuti pita warna yang sama  Pertumbuhan TIDAK BAIK : T1 (tumbuh tidak memadai) : bila BB naik dibanding bulan lalu tetapi grafik berpindah ke pita dibawahnya (lebih muda) T2 (tidak tumbuh) : bila BB bulan ini tetap dibanding bulan lalu, sehingga grafik di KMS mendatar T3 (tumbuh negatif) : bila BB bulan ini turun dibanding bulan lalu, sehingga grafik di KMS turun PENAFSIRAN PERTUMBUHAN BALITA DENGAN KMS (Lanjutan …)
  20. 20. 21 N1N1N1N1N1N1N1N1N1N1N1N1N1N1N1N1I nt erpretasiI nt erpret asi 9,99,99,59,59,29,28,78,78,28,27,87,87,27,26,56,56,06,0BeratBerat / kg/ kg 13131212111110109988776655UmurUmur // blbl N1 :TUMBUH KEJARN1 :TUMBUH KEJAR
  21. 21. 22 N2N2N2N2N2N2N2N2N2N2N2N2N2N2N2N2I nt erpretasiI nt erpret asi 9,19,19,09,08,88,88,58,58,18,17,87,87,27,27,07,06,56,5BeratBerat / kg/ kg 13131212111110109988776655UmurUmur // blbl N2 :TUMBUH NORMALN2 :TUMBUH NORMAL
  22. 22. 23 T1T1T1T1T1T1T1T1T1T1T1T1T1T1T1T1I nterpretasiI nterpretasi 8,68,68,48,48,28,27,97,97,67,67,47,47,27,26,96,96,66,6BeratBerat / kg/ kg 13131212111110109988776655UmurUmur // blbl T1 :TUMBUH TIDAK MEMADAIT1 :TUMBUH TIDAK MEMADAI
  23. 23. 24 T2T2T2T2T2T2I nt erpret asiI nt erpret asi 6,66,66,66,66,66,66,66,6BeratBerat / kg/ kg 88776655UmurUmur // blbl T2 :TIDAK TUMBUHT2 :TIDAK TUMBUH
  24. 24. 25 T3T3T3T3T3T3I nt erpret asiI nt erpret asi 5,95,96,06,06,16,16,66,6BeratBerat / kg/ kg 88776655UmurUmur // blbl T3: TUMBUH NEGATIFT3: TUMBUH NEGATIF
  25. 25. KRITERIA IMT (INDEKS MASSA TUBUH) IMT = Berat Badan (Kg) Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)
  26. 26. KEADAAN ALAT UKUR PANJANG BADAN YANG BARU DIKELUARKAN ATAU YANG SIAP DIMASUKKAN KE DALAM TAS PENYIMPAN Bagian pertama alat ukur panjang badan Bagian kedua alat ukur panjang badan di taruh terbalik Sekrup pengikat kedua bagian alat ukur Alat geser
  27. 27. Sekrup pengikat di buka kedua bagian alat ukur dilepas dan siap untuk disambungkan Pasak kayu Lubang tempat pasak kayu di masukkan
  28. 28. KEADAAN ALAT UKUR PANJANG BADAN SETELAH KEDUA BAGIAN DISAMBUNGKAN
  29. 29. Posisi alat geser menempel rapat di dinding tempat kepala anak menempel Ujung pita pengukur ditarik dan baud pengikatnya dimasukkan ke dalam lubang yang terdapat di di bagian ujung alat ukur Pita pengukur
  30. 30. Putar sekrup pengikat ke kanan atau ke kiri sampai angka pada jendela baca menunjukkan NOL Jendela baca Alat geser menempel rapat ke dinding alat ukur 0
  31. 31. SALAH: Telapak kaki tidak menempel dua-duanya
  32. 32. Alat Ukur Tinggi Badan (“Microtoise”) Pita pengukur tinggi badan Tempat paku atau perekat untuk menempelkan alat ke dinding Sisisiku-sikuyangmenempel kedinding Sisi siku-siku yang menempel ke kepala anak Jendela pembaca angka tinggi badan anak
  33. 33. CARAMEMASANGMICROTOISE 2. Pilih dinding yang rata dan tegak lurus ke lantai 1. Pilih lantai yang rata 3. Letakkan microtoise dgn bagian yang akan menempel pada kepala anak rapat di lantai 4.Tarikpitakeatasmenempeldidindingsampai padajendelabacamenunjukkanangkaNOL 5. Pakukan atau rekatkan ujung pita ke dinding
  34. 34. 2.Bagianbelakangkepala,punggungdan tumitmenempelraopatkedinding 1. Anak berdiri tegak membelakangi dinding dengan pandangan ke depan 3. Gerakkan microtoise sampai menempel di kepala anak dan baca angka pada jendela baca CARAMENGUKURTINGGIBADAN
  35. 35. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
  36. 36. Bagaimana Melakukannya ??
  37. 37. Prosedur Pengukuran kadar gula darah, asam urat dan kolesterol dengan GCU Meter
  38. 38. Glucose- Cholesterol – Uric Acid Meter • Banyak Model => Perhatikan petunjuk khusus dari produsen • Komponen Dasar : – Screen – Blood Lancet – Blood test strip(GCU) – Lancet pen (device) – Kalibrator
  39. 39. Prosedur Pelaksanaan
  40. 40. Bagaimana Interpretasinya ??
  41. 41. Fungsi pemeriksaan • Mengecek apakah pasien menderita diabetes atau tidak • Kontrol terapi diabetes • Mengecek apakah hipoglikemi (KGD<50 mg/dl) dengan tambahan c-peptide • Mengecek diabetes dalam kehamilan
  42. 42. Jenis Pemeriksaan • Fasting Blood Sugar (FBS)/ Gula Darah Puasa • 2-hours postprandial blood sugar / Gula Darah sesudah 2 jam Makan • Random Blood Sugar (RBS) / Gula darah Sewaktu
  43. 43. Pemeriksaan Gula Darah Dikatakan mengidap DM jika: 1. Ada tanda klasik disertai pemeriksaan GD sewaktu ≥ 200 2. Tidak ada tanda klasik tetapi GD puasa ≥ 126 dan GD 2 jam setelah makan ≥ 200 3. Hasil HbA1C ≥ 6,5% Dikatakan gangguan toleransi jika: 1. GD puasa = 110 – 125 2. GD 2 jam setelah makan = 140 - 199
  44. 44. Diabetes Melitus (DM) Asal kata : • Diabainen (bhs Yunani) pancuran air • Melitus (bhs Latin) manis Istilah lain : • Sakit gula • Kencing manis
  45. 45. DM tipe 1 Ada berapa jenis DM? DM tipe 2
  46. 46. DM tipe 1:  kerusakan pankreas dari awal  ada ketergantungan terhadap insulin  biasanya terjadi pada usia muda
  47. 47. DM tipe 2 :  Kerja insulin tidak efektif (“resistensi insulin ”)  Sementara waktu tidak bergantung insulin  Tipe ini yang sebagian besar terjadi
  48. 48. Pengertian: Ketidak mampuan tubuh dalam mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh Orang yang tidak/ belum memiliki sakit gula, mau makan sebanyak apapun kadar gula “tetap terkendali”
  49. 49. MEMUTUS RANTAI Diabetes Dan Penyakit Cardiovascular Menambah pengetahuan pasien Perubahan gaya hidup Ingatlah ABC Diabetes
  50. 50. The Diabetes ABC A = Haemoglobin A1c <7%, cek tiap tiga bulan B = Tekanan darah <130/80mmHg, cek tiap periksa C = LDL-Cholesterol <100mg/dl (2.6mmol/l), cek tiap tahun
  51. 51. Prinsip Dasar Terapi Diabetes Mellitus 3 PENGATURAN MAKAN 2 LATIHAN JASMANI OBAT HIPOGLIKEMIK 4 1 PENYULUHAN CANGKOK PANKREAS 5
  52. 52. PENGOBATAN DIET • Mencapai kadar gula darah normal • Mecapai kadar lemak yang optimal • Memberi energi dan berat badan normal • Mencegah komplikasi akut/ kronik • Meningkatkan kesehatan
  53. 53. PRINSIP PENGOBATAN DIET Kebutuhan kalori sesuai : kelamin, umur , berat badan, aktifitas fisik, pekerjaan, kehamilan, menyusui, komplikasi 3 kali makan utama dan 3 kali makan kecil Jumlah dan waktu makan harus tepat
  54. 54. PRINSIP OLAHRAGA PADA DIABETES Pilih olahraga yang disenangi Melibatkan otot-otot besar Frekuensi : Teratur 3-5 kali perminggu Intensitas : Ringan sampai sedang Durasi : 30 –60 menit / 5 X30 menit /minggu Tipe : Aerobik (jalan, joging, ber sepeda)
  55. 55. Apa itu Kolesterol???? Lemak yang dihasilkan dari tubuh dan sisanya dari luar tubuh (makanan) yang beredar dalam pembuluh darah. kolesterol baik kolesterol jahat LDLHDL
  56. 56. kolesterol jahat karena dapat menempel pada dinding pembuluh darah, sehingga dapat menyebabkan terbentuknya plak. LDL HDL kolesterol baik karena dapat melindungi pembuluh darah dari terbentuknya plak.
  57. 57. Pembuluh darah Normal Pembuluh darah Menyempit
  58. 58. Dari pemeriksaan darah Kadar kolesteronya melebihi nilai normal.
  59. 59. Tanda dan Gejala
  60. 60. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Diubah • Usia • Jenis Kelamin • Keturunan
  61. 61. Faktor Risiko yang Dapat Diubah • Pola makan tidak seimbang (tinggi lemak)
  62. 62. Faktor Risiko yang dapat diubah Stress Kegemukan Kurang aktivitas fisik Merokok
  63. 63. kOMPLIKASI
  64. 64. Apa Akibatnya jika kolesterol darah yang tetap tinggi??? • Penyumbatan pada pembuluh darah jantung serangan jantung. • Penyumbatan pada pembuluh darah otak  serangan stroke.
  65. 65. Apa saja yang dapat menyebabkan kolesterol dapat meningkat???
  66. 66. Cara Mencegah kolesterol: • SEIMBANGKAN GIZI – Banyak makan sayur dan buah – Kurangi makan berlemak • STOP MEROKOK • HINDARI STRESS • Teratur Berolahraga atau Aktivitas Fisik – Olahraga minimal 3 kali dalam seminggu selama 30 menit
  67. 67. Apa itu Asam Urat ? Asam Urat adalah suatu kumpulan gejala yang memiliki gambaran khusus yaitu rasa nyeri pada sendi
  68. 68. Penyebab • Pembentukan asam urat yang berlebihan • Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal
  69. 69. Penyakit asam urat disebabkan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Nilai asam urat yang normal wanita 2,4 – 6 mg/dl pria 3,0 – 7mg/dl
  70. 70. • Penyakit ini sering menyebabkan gangguan pada satu sendi misalnya paling sering pada salah satu pangkal ibu jari kaki, walaupun dapat menyerang lebih dari satu sendi • sendi-sendi yang juga dapat dikenai penyakit asam urat antara lain sendi pergelangan kaki, lutut, sendi-sendi kecil, jari kaki dan tangan, sendi pergelangan tangan dan siku
  71. 71. • Penipisan rawan sendi yang bersifat progresif • Faktor umur yang semakin lanjut • Menopause bagi perempuan • Kegemukan • Cedera sendi
  72. 72. GEJALANYA: • Gejala asam urat adalah persendian terasa nyeri terutama saat malam dan pagi hari • Persendian yang sering terkena asam urat seperti tumit, pergelangan tangan, jari kaki dan tangan, siku dan lutut. • Gejala asam urat biasanya persendian tersebut bengkak, terasa panas, memerah dan nyeri sekali
  73. 73. PENYAKIT LAIN AKIBAT ASAM URAT –Batu ginjal –Gagal ginjal –Tekanan Darah Tinggi –Payah jantung –Kencing Manis
  74. 74. PENCEGAHAN • Minum cukup (8-10 gelas / hari) • Mengelola Obesitas  BB Ideal • Kurangi konsumsi alkohol • Pola diet sehat • Banyak makan buah yang mengandung vitamin C seperti jeruk
  75. 75. Makanan yang perlu dipantang untuk penderita asam urat adalah : • Sayuran: - Daun bayam- Kangkung – Daun Singkong- Daun Jambu Mete- Asparagus- Buncis dan – Kembang Kol. • Buah-buahan: - Durian- Alpukat- Nanas- Air Kelapa • dan ekstrak daging- Telur- Kaldu atau kuah daging yang kental
  76. 76. • Makanan/lauk pauk: - Jeroan seperti hati,ginjal,limpa,babat, usus, paru dan otak- Makanan laut: udang,kerang, cumi, kepiting.- Makanan kaleng: kornet, sarden • Kacang-kacangan dan emping mlinjo. - Kacang Tanah- Kacang Hijau- Kacang Kedelai- Tempe- Tauco- Tauge- Oncom- Susu Kedelai • Minuman dan makanan beralkohol - Bir- Wiski- Anggur- Tape- Tuak
  77. 77. PENGOBATANNYA: • Mengatasi serangan akut dengan segera – Obat: analgetik, colcichine, kortikosteroid • Program pengobatan untuk mencegah serangan berulang – Obat: analgetik, colcichine dosis rendah • Mengelola kadar asam urat darah yang tinggi (menurunkan kadar as.urat) & mencegah efek lain – Obat-obat penurun asam urat – Gaya Hidup
  78. 78. 7 PRINSIP DIET PADA PENDERITA ASAM URAT • Membatasi asupan purin atau rendah purin. • Asupan energi sesuai dengan kebutuhan. • Mengonsumsi lebih banyak karbohidrat. • Mengurangi konsumsi lemak. • Mengonsumsi banyak cairan. • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol. • Mengonsumsi cukup vitamin dan mineral.
  79. 79. 1. Hindari makanan berikut ini ...
  80. 80. Sayuran seperti ...
  81. 81. Buah-buahan seperti...
  82. 82. 2. Bila serangan terjadi, istirahat di tempat tidur merupakan suatu keharusan
  83. 83. 3. Jika terjadi perlukaan hebat segera bawa ke fasilitas kesehatan
  84. 84. 4. Minumlah air putih minimal 2 liter / hari
  85. 85. 5. Konsumsi Makanan yang mengandung potasium seperti...
  86. 86. 6. Konsumsi buah-buahan seperti...
  87. 87. 7. Konsumsi sayur-sayuran seperti...
  88. 88. 8. Konsumsi karbohidrat seperti...
  89. 89. TEKANAN DARAH
  90. 90. TEKANAN DARAH
  91. 91. Pengukuran tekanan darah dapat di ukur dengan dua metode
  92. 92. Persiapan
  93. 93. Ada 2 jenis tensimeter 1. Tensimeter air raksa : alat pengukur tekanan darah yang berbahan dasar raksa sebagai indicator pengukuran.
  94. 94. 2. Tensimeter digital berfungsi untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara digital (otomatis).
  95. 95. Prosedur penggunaan manset • Prosedur penggunaan manset 1. Masukkan ujung pipa manset pada bagian alat. 2. Perhatikan arah masuknya perekat manset. 3. Pakai manset, perhatikan arah selang.
  96. 96. 4. Pastikan selang sejajar dengan jari tengah, dan posisi lengan terbuka keatas. 5. Jika manset sudah terpasang dengan benar, rekatkan manset. 6. Menghasilkan pengukuran yang akurat.
  97. 97. Cara mengukur tekanan darah yang dianjurkan : •Pasien duduk dikursi dengan punggung bersandar dan lengan telanjang dan disokong setinggi bidang yang sama dengan jantung. •Pasien harus tidak merokok atau minum kopi selama 30 menit sebelum pengukuran. Dalam keadaan tertentu pengukuran dilakukan dalam keadaan berbaring atau berdiri. •Pengukuran dilakukan setelah pasien paling sedikit telah istirahat selama 5 menit. •Ukuran manset harus sesuai , yaitu balon didalam manset harus melilit sekurangnya 80 % dari lengan
  98. 98. Cara Kerja
  99. 99. CARA KERJA
  100. 100. CARA KERJA
  101. 101. • Manset lebarnya 12 cm bagi orang dewasa. Manset lebih kecil atau lebih sempit akan memberi tekanan lebih tinggi. Demikian juga bila pasien mengencangkan otot lengannya. Pakaian yang yang ketat pada lengan atas dapat memberikan nilai tekanan yang lebih rendah. • Manset yang lebih besar digunakan untuk tungkai atau orang yang lengannya sangat gemuk • Pengukuran sebaiknya dilakukan dengan sfigmomanometer air raksa, namun dapat juga dengan manometer aneroid yang baru ditera atau dengan alat elektronik yang sudah divalidasi • Dilakukan pengukuran sebanyak dua kali atau lebih yang dijangkai jangka waktu 2 menit, dan diambil nilai rata- ratanya. Bila pengukuran pertama dan kedua berbeda lebih dari 5 mmhg, dilakukan pengukuran tambahan dan diambil rata-ratanya. •
  102. 102. Prosedur penggunaan manset • Prosedur penggunaan manset 1. Masukkan ujung pipa manset pada bagian alat. 2. Perhatikan arah masuknya perekat manset. 3. Pakai manset, perhatikan arah selang. 4. Pastikan selang sejajar dengan jari tengah, dan posisi lengan terbuka keatas. 5. Jika manset sudah terpasang dengan benar, rekatkan manset. 6. Menghasilkan pengukuran yang akurat.
  103. 103. • Arteri yang dapat dilingkari manset dibagian proksimal dan dapat diraba dibagian distal dapat memakai arteri brachialis karena letaknya tepat . • Tempatkan manset dengan cukup ketat sekeliling lengan atas • Pastikan bahwa arteri brakialis berada dengan ketingginan yang sama dengan jantung. • Cari melalui palpasi nadi brakialis di lekuk lutut. • Pompa tensimeter sampai tidak teraba lagi nadi brakialis • Tempatkan stetoscop di atas terabanya arteri brakialis
  104. 104. • Kurangi tekanan manset perlahan-lahan, jangan lebih cepat dari 2 mm perdetik. Tekanan dimana mulai terdengar bunyi nadi ialah tekanan sistol, yaitu tekanan yang paling tinggi yang dihasilkan oleh jantung. • Lanjutkan mengurangi tekanan dengan lambat, intensitas bunyi nadi akan meningkat kemudian berubah sifat bunyinya menjadi lembut. Bila tekanan dimanset terus dikurangi beberapa mm lagi bunyi nadi tidak terdengar lagi, ini disebut tekanan diastole.
  105. 105. Pengukuran tekanan darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi korotkoff secara auskultatoris diatas arteri yang ditekan. Bunyi korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah.
  106. 106. Bunyi korotkoff dibagi menjadi 5 fase : •Fase 1 : dimulai saat bunyi terdengar disebut tekanan sistolik. Pada fase 1, tekanan sistolik hanya cukup untuk membuka pembuluh darah untuk sementara waktu saja dan menimbulkan ketukan nyaring yang makin lama makin meningkat intensitasnya. •Fase 2 : jika tekanan dalam manset makin diturunkan, aliran yang melewati pembuluh darah meningkat, menimbulkan bunyi mendesir yang merupakan ciri khas dari fase ini •Fase 3 : bunyi tersebut menjadi lebih keras dan lebih nyaring •Fase 4 : bunyi tiba-tiba menjadi redup, lemah dan meniup. •Fase 5 : saat dimana bunyi sama sekali tak terdengar. Saat ini biasanya dianggap sebagai tekanan diastolic.
  107. 107. PEMBAGIAN TEKANAN DARAH 1. Tekanan darah rendah (hipotensi) 2. Tekanan darah normal 3. Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  108. 108. Faktor yang Mempengaruhi Tekanan Darah 1. Umur 2. Jenis Kelamin 3. olahraga 4. ras 5. obesitas 6. riw, obat-obatan
  109. 109. TERIMA KASIH

×