Successfully reported this slideshow.
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL                                                  e.    Meningkatkan kapasitas produsen dalam pr...
           Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan                     Terlaksananya FGD rancangan awal strate...
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL(LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT)PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA          TAHUN 2012
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pengembangan ekonomi lokal kota palangka raya

1,692 views

Published on

  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Pengembangan ekonomi lokal kota palangka raya

  1. 1. PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL e. Meningkatkan kapasitas produsen dalam produksi dan pemasaran.  Aparat pemda mau secara terus menerus meningkatkan pengetahuan dasar mengenai daerahnya.  Mengembangkan peningkatan produktivitas dan kualitas melalui KOTA PALANGKA RAYA. perbaikan teknologi.  Adanya komitmen dari seluruh stakeholder utama PEL  Melakukan promosi klaster untuk pengembangan pasar lokal,  Tersedianya akses dan mekanisme bagi pelibatan regional dan ekspor. stakeholder lokal di luar pemerintahan dalam proses  Melakukan diversifikasi dalam klaster. perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan.I. PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL (PEL). a. Pengertian Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL). III. KARAKTERISTIK PEL  Adanya pemahaman bahwa integrasi, jaringan kerja dan Terjalinnya kerja sama kolektif antara pemerintah, dunia usaha, serta  Direncanakan secara strategis dan partisipatif -- bukan keterkaitan antarindividu, antarsektor dan antardaerah sektor non-pemerintah dan masyarakat untuk memanfaatkan secara berorientasi proyek. merupakan inti dari pendekatan PEL. optimal sumber daya yang dimiliki dalam upaya menciptakan  Adanya kerja sama dan sinergi yang dibangun secara lokal  Mengenali adanya perbedaan dalam masyarakat. perekonomian lokal yang kuat, mandiri dan berkelanjutan. oleh stakeholder lokal dan didasarkan pada kepentingan lokal.  Memahami bahwa ketersediaan infrastruktur dan fasilitas b. Tujuan PEL:  Pemanfaatan sumber daya lokal secara efektif dan efisien. lainnya dapat membuat perbedaan antara program PEL  Pertumbuhan ekonomi  Bertujuan untuk penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan yang sukses dan gagal.  Peningkatan pendapatan masyarakat ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.  Adanya investasi yang signifikan pada pengembangan  Penciptaan lapangan kerja baru melalui pertumbuhan usaha IV. TUJUAN PENERAPAN PEL DI DAERAH SDM.  Peningkatan daya saing daerah (daya saing usaha dan investasi)  Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan perekonomian daerah  Terjadinya investasi sektor swasta pada barang publik. yang kuat  Pemda bertindak sebagai katalis bagi terbangunnyaII. AGENDA UTAMA PELAKSANAAN LED DI KOTA/KABUPATEN kemitraan yang efektif antara pemerintah, pelaku usaha, PESERTA PROGRAM USDRP:  Peningkatan kualitas hidup masyarakat masyarakat dan stakeholder relevan lainnya. a. Penyusunan strategi dan agenda program LED.  Penurunan kesenjangan dan ketimpangan pendapatan antar VIII. DUKUNGAN PROGRAM SATKER/SKPD penduduk TERHADAP PROGRAM PENGEMBANGAN EKONOMI  Memberikan arah strategi yang lebih jelas mengenai pembangunan ekonomi.  Penciptaan lapangan kerja baru LOKAL PARTISIPATIF  Meletakkan fokus program dan kegiatan untuk mendorong LED.  Peningkatan daya saing daerah (daya saing usaha dan  Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi,  Memastikan keberlanjutan agenda program LED ke depan. investasi)  Program Peningkatan Kesejahteraan Petani, b. Mengidentifikasi dan mengembangkan kluster ekonomi sebagai fokus V. KOMPONEN UTAMA PEL  Program Peningkatan Ketahanan Pangan Pertanian LED  Forum kemitraan stakeholder lokal, sebagai wahana partisipasi (dalam arti luas),  Mengidentifikasi dan menentukan kluster ekonomi sebagai fokus stakeholder dalam perencanaan dan perumusan kebijakan, serta  Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi pengembangan ekonomi dan pasar. kontrol thd. penyelenggaraan pembangunan. Pertanian (dalam arti luas),  Mengembangkan kluster ekonomi terpilih untuk menciptakan nilai  Klaster ekonomi, sebagai cara untuk meningkatkan kesempatan  Program Peningkatan Teknologi Pertanian (dalam arti tambah dan multiplier effect yang besar dalam perekonomian yaitu luas), untuk memperoleh pendapatan. penciptaan tambahan lapangan pekerjaan dan peningkatan  Program Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian  Kapasitas produsen dan organisasinya, untuk mampu berpartisipasi (dalam arti luas), pendapatan masyarakat berpendapatan rendah dalam forum kemitraan dan menjamin keterlibatan aktif mereka  Program Peningkatan Produksi Pertanian (dalam arti c. Membangun forum kemitraan multi stakeholder LED yang kuat, efektif dalam kegiatan ekonomi melalui klaster ekonomi terpilih. luas), dan efisien VI. DUA STRATEGI PEL YANG PENTING  Program Pemberdayaan Penyuluh Lapangan Pertanian  Membentuk forum kemitraan multi stakeholder yang terdiri dari  Klaster Ekonomi (dalam arti luas), sektor pemerintah, swasta dan masyarakat.  mengacu pada sejumlah usaha yang terlibat dalam kegiatan  Program Budidaya Perikanan,  Sebagai media tukar menukar informasi dan forum dialog antar ekonomi serupa yang berlokasi di satu wilayah  Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran stakeholder dalam menyelesaikan permasalahan dan mencari  Dukungan bagi pengembangan usaha dan UKM Produksi Perikanan, upaya pengembangan usaha lokal.  Memperbaiki lingkungan ekonomi mikro/legislatif  Program Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air  Pengembangan bisnis melalui pemberian pelayanan  Memfungsikan forum kemitraan LED dalam pengembangan kluster pendukung usaha Payau dan Air Tawar, ekonomi.  Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah,  Mendorong Inovasi dan diversifikasi  Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri, d. Mengembangkan dan memperkuat kapasitas daerah  Pemasaran dan Promosi  Program Peningkatan Standarisasi Produk Industri,  Melakukan pengembangan kapasitas pemerintah daerah dan VII. MEMASTIKAN KEBERHASILAN PEL  Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan stakeholder lokal lain dalam memahami LED.  Daerah harus memiliki visi yang jelas dan akurat. Perdagangan,  Meningkatkan kapasitas pelaku usaha terutama UMK untuk  Persetujuan dan pengesahan terhadap rencana strategi dan  Program Pengembangan Kemitraan, mendorong LED. program PEL.  Program Peningkatan Perdagangan Dalam dan Luar  Membangun aksi/kekuatan kolektif melalui pengorganisasian  Adanya dukungan anggaran keuangan yang cukup. Negeri produsen/pelaku usaha.  Adanya kemauan politik dan kepemimpinan aktif dari  Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan dan Usaha  Dilakukan melalui workshop, pelatihan dan pertukaran pengalaman pemerintah daerah. Koperasi,
  2. 2.  Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan  Terlaksananya FGD rancangan awal strategi dan agenda program Kompetitif UKM, Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL).  Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi  Pembentukan forum kemitraan, dan Surat Keputusan Walikota untuk penetapan forum kemitraan tersebut masih dalam proses. UMKM,  Terwujudnya kerjasama dengan RRI Kalteng dalam sosialisasi program  Program Pengembangan Pemasran Pariwisata, pengembangan ekonomi lokal.  Program Pengembangan Obyek Wisata,  Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi,  Terlaksananya “Workshop Klaster Ekonomi Unggulan Kota Palangka Raya” pada tanggal 17 Januari 2012.  Program Pelayanan Perijinan,  Terlaksananya Focus Group Disscussion (FGD) dalam rangka menyusun  Program Pendataan Investasi dan Perijinan, Rencana Strategi dan Program serta Action Plan Program PEL pada tanggal  Program Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan, 26 Januari 2012.  Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat Desa dalam  Tersusunnya Strategi dan Agenda Program PEL Kota Palangka Raya melalui Membangun Desa, Workshop pada tanggal 16 Februari 2012.  Program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif bagi  Terlaksananya Pelatihan Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Kota Palangka Masyarakat Miskin, Raya pada tanggal 23 Februari 2012.  Program Infrastruktur Pedesaan, Koordinasi Pelaksanaan Pengembangan Ekonomi Lokal  Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan dan Jembatan,  Program Peningkatan Sarana/Prasarana Pemukimam dan Kota Palangka Raya Fasilitas Umum bagi Masyarakat,IX. PENENTUAN KLUSTER PEL KOTA PALANGKA RAYA: Tim PEL Kota Palangka Raya menentukan Kluster Ekonomi Kota Palangka Raya sebagai berikut: 1. Budidaya Air Tawar. 2. Meubeler/furniture dan kerajinan dari kayu, rotan dan purun. 3. Desa Agrowisata. 4. Ternak sapi. 5. Batik benang bintik.X. PEMBARUAN BIDANG PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL (PEL).• Indikator kinerja pelaksanaan pembaruan bidang pengembangan BADAN ekonomi lokal, meliputi: PEREN  Pemerintah Kota Palangka Raya melaksanakan program CANAA Pengembangan Ekonomi Lokal. N  Pemerintah Kota Palangka Raya mengupayakan terlaksananya PEMBA Program Pengembangan Ekonomi Lokal. (minimakl 25% agenda NGUNA kegiatan dalam perencanaan program dapat dilaksanakan).  Terdapatnya unit yang mengkoordinasi pelaksanaan program PEL N pada Pemerintah Kota Palangka Raya. DAERA H• Progress Pembaruan Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) Kota KOTA Palangka Raya: PALAN  Tersusunnya Baseline data-data pengembangan ekonomi lokal. GKA  Telah terbentuk Tim Pengembangan Ekonomi Lokal Kota Palangka RAYA Raya yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Walikota Palangka Raya Nomor 171 Tahun 2011.  Tersusunnya Workplan Pemerintah Kota Palangka Raya dalam pengembangan ekonomi lokal.  Terlaksannya Focus Group Discussion (FGD) kluster ekonomi unggulan Kota Palangka Raya.
  3. 3. PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL(LOCAL ECONOMIC DEVELOPMENT)PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2012

×