IAD (FISIKA)<br />Dosen:  D.N. Zohari, M.Pd<br />SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN <br />(STIKES BTH) TASIKMALAYA<br />Jl. Cil...
KOMPETENSI<br />StandarKompetensi:<br />Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa memahami konsep dasar Termofisika  dan pen...
III.TERMOFISIKA<br />A. TEMPERATUR<br />Suatu sifat yang menentukan apakah sistem <br />Setimbang termal dengan sitem lain...
B. TERMOMETER<br />1. TERMOMETER RAKSA<br />
2. TERMOMETER TAHANAN (Resistance Thermometer)<br />Kawat halus dililitkan pada kerangka tipis,  <br />Temperatur rendah<b...
Kegunaan Klinis Termometer Tahanan<br />Alat untuk memonitor suhu Pernafasan<br />Pneumograf<br />
3. TERMOKOPEL<br />Junction<br />Platina 100%<br />Platina 90% + <br />Rodium 10%<br />Sambuangan acuan<br />Dijaga suhuny...
4. PYROMETER OPTIK<br />
5. TEROMETER GAS VOLUME KONSTAN<br />Prinsip Kerja diperoleh dari <br />persamaan umum Gas Ideal<br />PV = nRT<br />Jika V...
C. SKALA  TEMPERATUR<br />100<br />80<br />212<br />373<br />671,07<br />0<br />0<br />32<br />273<br />491,07<br />Celciu...
D. KALOR<br />Energi yang berpindah karena/menyebabkan perbedaaan suhu<br />Jumlah kalor yang diperlukan atau dikeluarkan ...
E. TRANSFER  KALOR<br />T2<br />T1<br />X<br />KONDUKSI<br />TRANSFER  KALOR<br />KONVEKSI<br />RADIASI<br /> = 5,67.10-...
F. METABOLISME<br />ANABOLISME<br />Reaksi sintetik yang menjurus pada tempat <br />penyimpanan energi<br />METABOLISME<br...
G. PENGATURAN SUHU TUBUH<br />1. Kesetimbangan Panas<br />Suhu tubuh diatur agar tetap konstan melalui proses fisiologis d...
Pengaturan Suhu Tubuh<br />Tanpa Feedback<br />Dengan Feedback<br />Pengaturan Heat Loss danHeat Production<br />Proses He...
Mekanismepanastubuh<br />MekanismeAktifitasDingin<br />MekanismeAktifitasPanas<br />PeningkatanProduksipanas<br />Menggigi...
Romans (600 SM memakaiminyakpanas)<br />Untukmemijat<br />Th. 1774, Faure menggunakanhotbrick<br />untuknyeri<br />Kalorda...
MetodaKonduksi : <br />Botol/kantong/handukpanas<br />Mandiuap (spa)<br />Mud Pack<br />Wax Bath<br />Electric pads<br />M...
Efek<br />Kryoadhesia:<br />Pecahnyamembransel<br />Dehidrasiinterseluler<br />Hipometabolismeseluler<br />Respoimunologik...
TERMOGRAFI<br />
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

4. termofisika

10,078 views

Published on

Published in: Education, Technology, Business
3 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • waaah makasiih banget yaaah buat STIKES TASIKMALAYA :D slidenya sgt membantu buat nambah referensi tugas presentasi fisika medik :D Good Job! (y)
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • hai..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • thanks ma materi2nya... sangat membantu
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
10,078
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
213
Comments
3
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

4. termofisika

  1. 1. IAD (FISIKA)<br />Dosen: D.N. Zohari, M.Pd<br />SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN <br />(STIKES BTH) TASIKMALAYA<br />Jl. Cilolohan No.36 (0265) 327225 Tasikmalaya<br />
  2. 2. KOMPETENSI<br />StandarKompetensi:<br />Setelah mengikuti perkuliahan mahasiswa memahami konsep dasar Termofisika dan pengaruhnya pada tubuh<br />Kompetensi Dasar:<br />Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa dapat:<br />Menjelaskan konsep setimbang Termal<br />Mengenal prinsip kerja 5 jenis termometer<br />Menjelaskan pengertian kalor<br />Menjelaskan empat hukum termodinamika<br />Menjelaskan proses terjadinyatransfer kalor<br />Mengenal engergi panas pada kedokteran<br />Mengenal energi dingin pada kedokteran<br />Indikator:<br />Membuat ilustrasi konsep setimbang termal<br />Mengidentifikasi bagian bagian 5 jenis termometer<br />Menuliskan prinsip kerja lima jenis termometer<br />Menuliskan pengetian kalor<br />Memberikan penjelasan terhadap persamaan masing masing hukum termodinamika<br />Menjelaskan variabel-variabel yang berperan pada perpindahan kalor<br />Menjelaskan metode pemanfaatan panas pada pengobatan<br />Memberikan cotoh penggunaan temperatur rendah pada kedokteran<br />
  3. 3. III.TERMOFISIKA<br />A. TEMPERATUR<br />Suatu sifat yang menentukan apakah sistem <br />Setimbang termal dengan sitem lainnya<br />TEMPERATUR<br />Keadaan yang dicapai oleh dua sistem atau lebih sistem yang dicirikan oleh keterbatasan harga Kordinat sistem itu setelah sistem saling berinteraksi melalui dinding diatermik<br />Pengertian <br />SETIMBANG <br />TERMAL <br />Jika dua sistem setimbang termal dengan sistem<br />Ke tiga maka kedua sistem setimbang termal <br />satu sama lain<br />HUKUM KE-NOL<br />TERMODINAMIKA<br />C<br />A<br />B<br />
  4. 4. B. TERMOMETER<br />1. TERMOMETER RAKSA<br />
  5. 5. 2. TERMOMETER TAHANAN (Resistance Thermometer)<br />Kawat halus dililitkan pada kerangka tipis, <br />Temperatur rendah<br />C atau Ge+Arsen<br />Kapsul berisi Gas He<br />Arus dibuat konstan dengan mengatur hambat geser<br />Rentang daya ukur suhu : -253 oC sd 1200oC<br />
  6. 6. Kegunaan Klinis Termometer Tahanan<br />Alat untuk memonitor suhu Pernafasan<br />Pneumograf<br />
  7. 7. 3. TERMOKOPEL<br />Junction<br />Platina 100%<br />Platina 90% + <br />Rodium 10%<br />Sambuangan acuan<br />Dijaga suhunya tetap 0 oC<br />
  8. 8. 4. PYROMETER OPTIK<br />
  9. 9.
  10. 10. 5. TEROMETER GAS VOLUME KONSTAN<br />Prinsip Kerja diperoleh dari <br />persamaan umum Gas Ideal<br />PV = nRT<br />Jika V Konstan maka :<br />P = (nR/V).T<br />Jadi perubahan tekanan akan <br />mengakibatkan perubahan suhu<br />
  11. 11. C. SKALA TEMPERATUR<br />100<br />80<br />212<br />373<br />671,07<br />0<br />0<br />32<br />273<br />491,07<br />Celcius<br />Reamur<br />Fahrenheit<br />Kelvin<br />Rankine<br />100-0<br />80-0<br />212-32<br />373-273<br />671,07-491,07<br />:<br />:<br />:<br />:<br />5<br />4<br />9<br />5<br />9<br />:<br />:<br />:<br />:<br />Tentukan variabel x sebagai faktor konversi sehingga menjadi <br />5x<br />4x<br />9x+32<br />5x+273<br />:<br />:<br />:<br />:<br />9x+491,07<br />Contoh : 80 oC = 5x atau x = 16 maka oR= 4x =4.16 = 64 0R<br />
  12. 12. D. KALOR<br />Energi yang berpindah karena/menyebabkan perbedaaan suhu<br />Jumlah kalor yang diperlukan atau dikeluarkan agar suhu suatu benda berubah :<br />Dimana c merupakan fungsi dari T<br />c= f(T)<br />Pada interval temperatur biasa c bisa dianggap konstan<br />c<br />T(oC)<br />Hubungan Kalor dan Kapasitas Kalor<br />
  13. 13. E. TRANSFER KALOR<br />T2<br />T1<br />X<br />KONDUKSI<br />TRANSFER KALOR<br />KONVEKSI<br />RADIASI<br /> = 5,67.10-8<br />0  E  1<br />
  14. 14. F. METABOLISME<br />ANABOLISME<br />Reaksi sintetik yang menjurus pada tempat <br />penyimpanan energi<br />METABOLISME<br />Konversi zat makanan <br />menjadi energi baik melalui proses<br />Fisika maupun kimia.<br />Contoh: Metabolisme karbohidrat<br />KATABOLISME<br />Mengidentifikasi kerusakan jaringan dan <br />penggunaan sumber energi<br />Rekonstruksiprosesoksidasimakanandenganmenggunakankalorimeter<br />ProsesmetabolismesesuaidenganHk I Termodinamika yang membahasberapaBesarenergi yang diserapataudilepas.<br />Makanan = Kerja +Penyimpanan energi + sampah<br />
  15. 15. G. PENGATURAN SUHU TUBUH<br />1. Kesetimbangan Panas<br />Suhu tubuh diatur agar tetap konstan melalui proses fisiologis dimana terjadi<br />Kesetimbangan antara produksi dan kehilangan panas<br />Susunan syaraf pusat yang mengatur <br />Metabolisme, sirkulasi darah, respirasi dan<br />Pekerjaan otot skeletal.<br />Pada organisme <br />homotermal <br />2. Topografi suhu tubuh<br />Perbedaan pada tiap organ berkisar 24,4-37 oC (Kaki-Rektum)<br />Suhu rata-rata dapat dicari melalui metode :<br />T Rata-rata= 7% T Kepala +14% T Lengan +5% T Tangan+7% T Kaki+ 13% T Betis + <br />9% T Paha + 35% T Tubuh<br />Konduksi panas merupakan rasio antara rerata transfer panas terhadap perbedaan<br /> temperatur luar dan dalam<br />
  16. 16. Pengaturan Suhu Tubuh<br />Tanpa Feedback<br />Dengan Feedback<br />Pengaturan Heat Loss danHeat Production<br />Proses Heat Loss dan Heat Production melaluikonduksikonveksiradiasisertaevaporasi<br />T= 15-20 oC<br />Melalui kulit dan pernafasan<br />70-80% panas hilang <br />melalui konveksi<br />T= 10 oC<br />Pengaturpanaspadakulitadalah Krause’s Bulb danMeismer’s Corpuscle<br />
  17. 17. Mekanismepanastubuh<br />MekanismeAktifitasDingin<br />MekanismeAktifitasPanas<br />PeningkatanProduksipanas<br />Menggigil<br />Kelaparan<br />PeningkatanAktifitasOtotlurik<br />Peningkatansekresinorefeneprindanefeneprin<br />Penurunankehilanganpanas<br />Penyempitanpembuluhdarah<br />Kulitmengkrut<br />PeningkatanKehilanganpanas<br />Pelebaranpembuluhdarahkulit<br />Berkeringat<br />Peningkatanpernafasan<br />PerunrunanProduksipanas<br />Nafsumakanberkurang<br />Lesudanlembam<br />
  18. 18. Romans (600 SM memakaiminyakpanas)<br />Untukmemijat<br />Th. 1774, Faure menggunakanhotbrick<br />untuknyeri<br />KalordalamKedokteran<br />1913, Reyn: sinar UV iradiasitubuh<br />1917, penggunaanUltrasonik<br />Fisik, pemuaian<br />Kimia, oksidasi, membransel, <br />metabolisme<br />EfekKalordalamKedokteran<br />Biologis, Peningkatanseldarahputih,<br />Reaksiperadangan, sirkulasidarah<br />Tekanankapiler, Tekanan O2 dan CO2<br />Penurunan pH darah<br />
  19. 19. MetodaKonduksi : <br />Botol/kantong/handukpanas<br />Mandiuap (spa)<br />Mud Pack<br />Wax Bath<br />Electric pads<br />MetodaElektromagnetik:<br />Short Wave diathermi<br />Teknikkondensor<br />TenknikInduksi<br />Microwave diathermi (900MHz) dg Magnetronuntuk: patahtulang, radang tendon, arthritis<br />PenggunaanKalordalamKedokteran<br />MetodaRadiasi:<br />Sinar infra merah-merah<br />250-1000 W<br />800 >>40.000nm<br />Ultrasonik 1 MHz, 5 W/cm2<br />
  20. 20. Efek<br />Kryoadhesia:<br />Pecahnyamembransel<br />Dehidrasiinterseluler<br />Hipometabolismeseluler<br />Respoimunologik<br />Kryonekrosis<br />PenggunaanKalorRendah (Kryogenik) PadaKedokteran<br />Hemostasis<br />Anastesia<br />Kegunaan<br />(dengan N2O atau Freon)<br />Bank Darah<br />Bank Sperma<br />Bank Sumsumtulang<br />Medicine Storage<br />
  21. 21. TERMOGRAFI<br />

×