Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Artikel 92206033

1,037 views

Published on

  • Be the first to comment

Artikel 92206033

  1. 1. PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI, SISTEM MANAJEMEN MUTU, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA MANAJEMEN AKADEMI SEKRETARI DAN MANAJEMEN DON BOSCO Anton Hariyanto Program study Pasca Sarjana Universitas Gunadarma ant_hariyanto@yahoo.com ABSTRAK Tujuan penelitian tesis ini untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan teknologiinformasi, manajemen mutu, dan budaya organisasi terhadap kinerja manajemenAkademi Sekretari dan Manajemen Don Bosco. Untuk melihat seberapa besar pengaruhantara teknologi informasi, manajemen mutu dan budaya organisasi terhadap kinerjamanajemen Akademi Sekretari dan Manajemen Don Bosco, digunakan metodepenelitian kausal komparatif. Data yang digunakan adalah data primer denganmenggunakan tiga variabel bebas dan satu variabel tidak bebas. Ketiga varibel bebastersebut adalah teknologi informasi (X1), menejemen mutu (X2), dan budaya organisasi(X3). Sedangkan variabel tidak bebas adalah kinerja manajemen (Y) dengan obyek yangditeliti sebanyak 45 orang. Pengujian kualitas data yang digunakan adalah ujireliabilitas dan validitas serta uji normalitas, sementara uji hubungan denganmenggunakan chi square. Pengolahan semua data menggunakan SPSS ver 13.Kata kunci : kinerja manajemen, kausal komparatif, teknologi informasi, budaya organisasi, sistem manajemen mutu. PENDAHULUAN Sistem Manajemen Mutu. Ketiga faktor Dalam perkembangan teknologi ini akan mempengaruhi kinerjayang pesat saat ini, penulis memandang organisasi untuk mampu bersaingbahwa kemajuan suatu organisasi sangat dengan organisasi-organisasi lain. Haltergantung pada Teknologi dan Sistem inilah yang melatarbelakangi sebuahInformasi, Budaya Organisasi, dan organisasi untuk menginvestasikan
  2. 2. sebagian besar modal untuk ketiga faktor meningkatkan kinerja para pimpinan danini. Namun banyak organisasi yang tidak karyawan organisasi yang dapat terkaitmemperoleh kontribusi yang sebanding dengan kemampuan individu, sistemdengan dana yang diinvestasikannya. kerja manajemen, penggunaan teknologi dan budaya organisasi. Pada umumnya, organisasi hanyamenilai kinerja mereka berdasarkan Sebuah organisasi tidak akanaspek keuangan. Sedangkan faktor mencapai tujuannya baik tujuanpenggunaan teknologi dan sistem finansial, sosial maupun budaya tanpainformasi, penerapan budaya organisasi adanya manajemen yang baik. Olehdan sistem manajemen mutu seringkali karena itu seorang pimpinan perusahandiabaikan. harus dapat melihat kemampuan karyawan secara individual maupun Dalam usaha mencapai kinerja berkelompok dan mengetahui sasaranmanajemen organisasi yang optimal, organisasi yang efektif. Faktorpengaruh lingkungan organisasi, baik pendidikan, jabatan, pekerjaan, sikap,langsung maupun tidak langsung, harus hubungan dengan orang lain dandiperhatikan. Pengaruh lingkungan yang kepuasan karyawan berpengaruhlangsung terhadap organisasi adalah terhadap kinerja manajemen organisasi.stakeholder organisasi yang terdiri atas Semua ini terkait dengan adanyadirektur, pembantu direktur, dosen, penggunaan teknologi informasi,karyawan, masyarakat, user (pengguna penerapan sistem manajemen mutu danlulusan) dan kompetitor. budaya organisasi di dalam organisasi. Pengaruh lingkungan yang Berdasarkan uraian di atas, makalangsung dan tidak langsung terhadap penulis tertarik untuk meneliti denganorganisasi, serta adanya keterkaitan visi, judul “Pengaruh Penggunaan Teknologimisi, dan tujuan organisasi terhadap Informasi, Manajemen Mutu, dankinerja manajemen membuat banyak Budaya Organisasi Terhadap Kinerjafaktor yang harus diperhatikan dalam Manajemen Akademi Sekretari danmeningkatkan kinerja manajemen Manajemen Don Bosco”.organisasi. Masalah untuk meningkatkankinerja manajemen organisasi sejalandengan masalah yang dihadapi untuk
  3. 3. TINJAUAN PUSTAKA Dalam dunia pendidikan tinggi di Teknologi Informasi (TI) adalah Indonesia, ada sebuah lembaga khususfaktor yang sangat mendukung dalam yang bertugas melakukan penilaianpenerapan sistem informasi yang kinerja perguruan-perguruan tinggi,merupakan suatu solusi organisasi dan yaitu BAN (Badan Akreditasi Nasional)manajemen untuk memecahkan Perguruan Tinggi. Lembaga ini menilaipermasalahan manajemen yang timbul. kinerja sebuah perguruan tinggi selama Menuju era globalisasi para kurun waktu 4 tahun sekali.pimpinan organisasi dalam pengambilan Organisasi dapat diartikan sebagaikeputusan (decision making) tertentu suatu pengaturan orang-orang secarauntuk pengembangan solusi yang baru sengaja untuk mencapai suatu tujuanmaupun perubahannya akan digantikan tertentu. Rumah sakit di mana pasienoleh peranan Sistem Informasi (SI) yang dirawat, peguruan tinggi tempatdidukung oleh TI yang tepat guna. Salah mahasiswa menuntut ilmu, bank tempatsatu modal yang harus ditingkatkan nasabah menabung, dan negara atauuntuk menghadapi hal tersebut adalah daerah tempat masyarakat tinggalefektifitas pemanfaatan TI. merupakan bentuk dari organisasi yang Untuk mencapai tujuan organisasi dapat kita temukan dalam kehidupandan menjalankan fungsi manajemen, sehari-hari. Budaya merupakan sistemdiperlukan suatu sistem kerja yang nilai organisasi dan akan mempengaruhimengatur hubungan antar anggota cara pekerjaan dilakukan dan cara paraorganisasi melalui urutan kerja yang pegawai berperilaku. Sebagai ilustrasi,sistematis dan mempunyai sasaran yang orang bisa saja sangat mampu danjelas. Sistem kerja yang berorientasi efisien tanpa tergantung pada orang lain,pada mutu telah mempunyai standar tetapi perilakunya tidak sesuai denganinternasional yang dikenal dengan nama budaya organisasi. Dengan demikian,sistem manajemen mutu ISO organisasi pasti memiliki budaya, dan(International Standard Organization) budaya tersebut akan menentukanyang merupakan salah satu standar yang organisasi tersebut akan bisa suksesdigunakan sebagai metode dalam dalam jangka panjang atau tidak.manajemen mutu. Begitu pentingnya budaya dalam organisasi sehingga banyak organisasi
  4. 4. akhir-akhir ini telah mengakui dan perumusan standar kinerja manajemenmenyadari bahwa budaya dapat dan perumusan pengisian jabatanmemberikan warna tersendiri dalam penting merupakan bagian dari kegiatanhubungan antar anggota di dalam perencanaan.organisasi. Budaya juga dipandang 2. Pengorganisasiansebagai variabel independen yang Pengorganisasian merupakan prosesmempengaruhi perilaku anggota guna pemberian perintah, pengalokasianmeningkatkan kinerja mereka dan sumber daya serta pengaturan kegiatanorganisasi. Jika budaya itu telah secara terkoordinir kepada setiapmelembaga di dalam organisasi, maka individu dan kelompok untukpengorganisasi dan pengendalian atas menerapkan rencana. Kegiatan-kegiatananggota-anggotanya akan lebih mudah yang terlibat dalam pengorganisasianuntuk dikontrol sebagaimana individu mencakup tiga kegiatan yaitu (1)mengontrol dirinya sendiri. membagi komponen-komponen kegiatan Menurut Amirullah (2001 : 12) yang dibutuhkan untuk mencapai tujuanmanajemen pada umumnya dibagi dalam kelompok kerja; (2) membagimenjadi beberapa fungsi, yaitu tugas kepada manajer dan bawahanmerencanakan, mengkoordinasikan, sesuai dengan bagiannya masing-mengarahkan dan mengendalikan masing; (3) menetapkan wewenang dikegiatan dalam rangka pencapaian antara kelompok atau unit organisasi.tujuan yang diinginkan secara efektif dan Pemanfaatan peluang yang memfasilitasiefisien. kinerja manajemen, kesesuaian1. Perencanaan pelaksanaan manajemen dengan Perencanaan dapat diartikan sebagai ketentuan, dan kesesuaian pelaksanaansuatu proses untuk menentukan tujuan manajemen dengan kompetensi manajerserta sasaran yang ingin dicapai dan merupakan bagian dari kegiatanmengambil langkah-langkah strategis pengorganisasian.guna mencapai tujuan organisasi. 3. PengarahanMelalui perencanaan, seorang manajer Pengarahan adalah proses untukakan dapat mengetahui apa saja yang menumbuhkan semangat kepadaharus dilakukan dan bagaimana cara karyawan agar dapat bekerja keras sertamelakukannya. Perumusan peraturan, proses membimbing karyawan dalam
  5. 5. melaksanakan tugas untuk mencapai merupakan bagian dari kegiatantujuan yang efektif dan efisien. Melalui pengendalian.pengarahan, seorang manajer Hubungan antara keempat fungsimenciptakan komitmen, mendorong dan proses manajemen di atas dapatusaha-usaha yang mendukung dilihat pada gambar dibawah ini.tercapainya tujuan. Ketika gairah kerjamanajer atau karyawan menurun,seorang pimpinan harus segeramempertimbangkan alternatif untukmendorong kembali semangat kerjamereka dengan memahami faktorpenyebab menurunnya gairah kerja.Dorongan pemanfaatan peluang Sedangkan kerangka pemikiranorganisasi, dorongan bagi kinerja yang mendasari penulisan ini dapatmanajer merupakan bagian dari kegiatan dilihat pada gambar berikut.pengarahan.4. Pengendalian Pengendalian dimaksudkan untukmelihat apakah kegiatan organisasisudah sesuai dengan rencanasebelumnya. Fungsi pengendalianmencakup empat kegiatan, yaitu (1) Dari kerangka pemikiran diatas, makamenentukan standar prestasi; (2) perumusan hipotesisnya adalah sbb :mengukur prestasi yang telah dicapai;(3) membandingkan prestasi yang telah Hipotesis Pertamadicapai dengan standar prestasi; (4) H0: Tidak terdapat pengaruh Teknologimelakukan perbaikan jika terdapat dan Sistem Informasi terhadappenyimpangan dari standar prestasi yang Kinerja Manajementelah ditetapkan. Kinerja nyata yang H1:Terdapat pengaruh Teknologi dandilakukan para manajer, keterkaitan Sistem Informasi terhadap Kinerjadengan tujuan organisasi, keterkaitan Manajemen.dengan kepentingan pelanggan
  6. 6. Hipotesis Kedua budaya organisasi terhadap kinerjaH0:Tidak terdapat pengaruh Sistem manajemen Akademi Sekretari dan Manajemen Mutu terhadap Kinerja Manajemen Don Bosco, digunakan Manajemen metode penelitian Kausal Komparatif.H2:Terdapat pengaruh Sistem Menurut Indriantoro dan Supomo (1999Manajemen Mutu terhadap Kinerja : 27) penelitian kausal komparatifManajemen mempunyai tipe penelitian dengan karateristik masalah berupa hubunganHipotesis Ketiga sebab akibat antara dua variabel atauH0:Tidak terdapat pengaruh Budaya lebih. Organisasi terhadap Kinerja Terdapat beberapa varibel yang Manajemen digunakan dalam penelitian ini, yaituH3:Terdapat pengaruh Budaya variabel bebas dan variabel tidak bebas. Organisasi terhadap Kinerja Variabel bebas atau variabel X adalah Manajemen. variabel yang mempengaruhi variabel tidak bebas. Variabel bebas yangHipotesis Keempat ditentukan dalam penelitian ini adalah :H0: Tidak terdapat pengaruh Sistem dan • Teknologi dan sistem informasi Teknologi Informasi, Sistem (X1) Manajemen Mutu dan Budaya • Sistem Manajemen Mutu (X2) Organisasi secara bersama-sama • Budaya Organisasi (X3) terhadap Kinerja Manajemen Sementara Variabel tidak bebas atauH4:Terdapat pengaruh Teknologi dan variabel Y adalah variabel yang Sistem Informasi, Sistem dipengaruhi oleh variabel bebas. Manajemen Mutu, dan Budaya Variabel tidak bebas yang ditentukan Organisasi secara bersama-sama dalam penelitian ini adalah : terhadap Kinerja Manajemen • Kinerja manajemen (Y) Pengumpulan data dilakukan METODE PENELITIAN dengan mengumpulkan data primer dari Untuk melihat seberapa besar kuesioner terhadap karyawan dan dosenpengaruh antara teknologi dan sistem sejumlah 45 orang dan menggunakaninformasi, sistem manajemen mutu dan
  7. 7. data sekunder yang berasal dari beberapa Dimana :sumber studi kepustakaan. Jika p < 0,1 maka hipotesis diterima Pengujian terhadap kualitas Jika p > 0,1 maka hipotesis ditolakpenelitian ini juga dilakukan untukmelakukan uji kualitas data dengan ujivaliditas dan reliabilitas serta pengujian HASIL DAN PEMBAHASANnormalitas. Reliabilitas suatu pengukuran Dalam penelitian ini analisis data menunjukkan stabilitas dan konsistensiyang akan digunakan adalah Multiple instrumen dalam mengukur konstruk. UjiRegression, digunakan untuk reliabilitas yang paling populer adalahmenganalisis pengaruh antara teknologi dengan menggunakan koefisiendan sistem informasi, sistem manajemen Cronbach Alpha. Suatu konstruk ataumutu, dan budaya organisasi terhadap variabel dikatakan reliabel jikakinerja manajemen. Dalam memberikan nilai Cronbach Alpha >perhitungannya akan digunakan program 0.60 (Singgih, 2002 : 94). Nilai masing-SPSS (Statistical Program For Social masing Cronbach Alpha untuk masing-Science) versi 13.00. Rumus untuk masing variabel dapat di lihat pada tabelmenghitung regresi berganda dalam berikut :penelitian ini digunakan rumus dari J.Supranto (1992 : 53) sebagai berikut :Rumus regresi sederhana:Y = a+β 1X1+єRumus regresi berganda : Y= a+β 1X1+β2 X2+β 3X3 +є Selain itu dilakukan pula ujiasumsi klasik yaitu uji multikolineritas Berdasarkan tabel di atas, dapatdan uji heteroskedastisitas juga disimpulkan bahwa pertanyaan-melakukan uji t – Statistik dan F – pertanyaan untuk masing-masingStatistik. Tujuan uji t digunakan untuk variabel dalam penelitian ini adalahmenguji koefisien secara parsial, reliabel semua yang ditunjukkan dengansedangkan uji F digunakan untuk nilai Cronbach Alpha lebih besar darimenguji koefisien secara bersama-sama. 0,6.
  8. 8. Untuk menguji konsistensi dalam mengetahui apakah pada model regresihal valid atau tidak pertanyaan (item) ditemukan adanya korelasi antarauntuk masing-masing variabel, maka uji variabel bebas, dengan dasarvaliditas dilakukan untuk melihat pengambilan keputusan :korelasi antara pertanyaan dari sebuah a. Nilai toleransi > 10 %variabel dan uji ini dilakukan pada setiap Nilai VIF (Variance Inflation Factor) < 10varibel.Dari hasil uji, ternyata semua instrumen Maka Ho diterima, artinya tidakpertanyaan memiliki nilai korelasi lebih terjadi multikolineritas antarabesar dari 0.3 yang berarti bahwa semua variabel bebas dalam model regresi.instrumen bernilai valid. b. Nilai toleransi < 10% Nilai VIF (Variance Inflation Factor) > 10 Uji Normalitas dilakukan terlebihdahulu sebelum melakukan analisis Maka Ho ditolak, artinya terjadiregresi berganda untuk mengetahui multikolinearitas antara variabelapakah terdistribusi secara normal atau bebas dalam model regresi. (Ghojalitidak. Model regresi yang baik adalah 2002 : 57)distribusi data normal mendekati normal. Melihat hasil besaran korelasiData dinyatakan terdistribusi dengan antar variabel independen tampak bahwanormal jika nilai-nilai sebaran berada di hanya variabel teknologi dan sistemsekitar garis lurus (Singgih 2002 : 103) informasi yang mempunyai korelasi yangdan simpangan baku sama dengan satu cukup tinggi dengan variabel sistematau mendekati satu (Supranto 1992 : manajemen mutu dengan tingkat korelasi101). Dari figur-figur rasio skewness dan sebesar 0,858 atau sekitar 85,8 %, olehkurtosis yang muncul, diperoleh karena korelasi ini masih di bawah 90%petunjuk bahwa data penelitian ini dapat maka dapat dikatakan tidak terjadidisimpulkan berdistribusi normal untuk multikolinearitas. Hasil perhitungan nilaivariabel-variabel teknologi dan sistem tolerance menunjukkan tidak adainformasi, sistem manajemen mutu, variabel bebas yang memiliki nilaibudaya organisasi dan kinerja tolerance < 10% dan hasil perhitunganmanajemen. nilai VIF juga menunjukkan hal yang Pengujian multikolinearitas sama, tidak ada satu variabel bebas yangdalam penelitian ini bertujuan untuk
  9. 9. memiliki nilai VIF > 10. Berarti tidak Dari hasil uji t terhadap hipotesisterdapat multikolinearitas antar variabel pertama (regresi korelasi teknologi danbebas dalam regresi. sistem informasi terhadap kinerja Pengujian heterokedastisitas manajemen) diperoleh hasil regresibertujuan untuk mengetahui apakah Y = 0,923 + 0,513 X1dalam model regresi terjadi ketidak Dari hasil uji t terhadap hipotesis keduasamaan varian dari residual pengamatan (regresi korelasi Sistem Manajemenke pengamatan yang lain dengan dasar Mutu terhadap kinerja manajemen)pengambilan keputusan. diperoleh hasil regresi• Jika ada pola tertentu, seperti titik- Y = 2,900 + 0,428 X2 titik yang ada membentuk pola Dari hasil uji t terhadap hipotesis ketiga tertentu yang teratur (bergelombang, (regresi korelasi Budaya Organisasi melebar kemudian menyempit) maka terhadap kinerja manajemen) diperoleh telah terjadi heteroskedastisitas. hasil regresi Jika tidak ada pola yang jelas Y = 26,134 + 0,334 X3serta titik-titik menyebar di atas dan di Sedangkan hasil uji F, untuk melihatbawah angka 0 pada sumbu Y, maka korelasi secara bersama dari ketigatidak terjadi heteroskedastisitas. variabel bebas (X1, X2, dan X3) terhadap kinerja manajemen diperoleh hasil Y=2,089+0,109X1+0,357X2+0,699X3 Persamaan di atas menunjukkan bahwa kinerja manajemen akan bernilai konstan sebesar 2,089 jika faktor-faktor lain tetap atau tidak berubah. Variabel teknologi dan sistem informasi yangDari hasil grafik scatterplot di atas bernilai positif menunjukkan hubunganterlihat titik-titik menyebar secara acak teknologi dan sistem informasi terhadapserta tersebar baik di atas maupun di kinerja manajemen positif berbandingbawah pada sumbu Y. Hal ini berarti lurus sehingga kenaikan pada teknologitidak terjadi heterkedastisitas pada dan sistem informasi menyebabkanmodel regresi. naiknya kinerja manajemen.
  10. 10. Variabel sistem manajemen mutu Organisasi secara secarayang bernilai positif menunjukkan bersama-sama berpengaruhhubungan sistem manajemen mutu signifikan terhadap Kinerjaterhadap kinerja manajemen positif Manajemen.berbanding lurus sehingga kenaikan pada Berdasarkan keterbatasan yangsistem manajemen mutu menyebabkan dihadapi maka dapatnaiknya kinerja manajemen. direkomendasikan beberapa saran Variabel budaya organisasi yang yang berguna bagi penelitianbernilai positif menunjukkan hubungan selanjutnya, yaitu :budaya organisasi terhadap kinerja a. Mengingat besarnyamanajemen positif berbanding lurus pengaruh dari masing-masingsehingga kenaikan pada sistem variabel baik secara parsialmanajemen mutu menyebabkan naiknya (sendiri-sendiri) maupunkinerja manajemen. simultan (bersama-sama) dapat dikatakan besarnya KESIMPULAN DAN SARAN pengaruh variabel-variabel Berdasarkan perumusan masalah independen sudah cukup kuatdi bab sebelumnya, maka dapat terhadap variabel kinerjadisimpulkan bahwa : manajemen, namun penulis 1. Penggunaan Teknologi dan menyarankan untuk Sistem Informasi secara menggunakan (memasukkan) signifikan berpengaruh terhadap variabel tambahan lainnya Kinerja Manajemen. untuk memprediksi kinerja 2. Sistem Manajemen Mutu secara manajemen. Contoh variabel- signifikan berpengaruh terhadap variabel lain yang bisa Kinerja Manajemen. digunakan (dimasukkan) 3. Budaya Organisasi secara yaitu: pelaksanaan pelatihan signifikan berpengaruh terhadap dan pengembangan, Kinerja Manajemen. komunikasi, atau pemberian 4. Penggunaan Teknologi dan insentif. Sistem Informasi, Sistem b. Penelitian selanjutnya Manajemen Mutu, dan Budaya sebaiknya menggunakan
  11. 11. responden selain para dosen, Technology, Complementarities, karyawan dan direktur pada and Three Measures of lingkup Akademi Sekretari Organizational Performance : dan Manajemen Don Bosco, Empirical Evidence from Spain, juga alumni dan user University of Zaragoza- Spain. (pengguna lulusan) serta • Gibson, Donnely and Ivancevich pemilik (Yayasan Panca (1996), Manajemen Dharma). (terjemahan). Edisi Kesembilan, Jakarta. DAFTAR PUSTAKA • Henry Christianto, Riri Satria,• Amirullah dan Rindyah (2001), Yudho Giri Sucahyo (2007), Pengantar Manajemen, Edisi Pengaruh Implementasi Sistem pertama, catatan 1, Malang, Informasi / Teknologi Informasi Universitas Malang Press. Terhadap Kinerja Operasional• Ataay (2006), Information Perusahaan. Study kasus pada Technology Bussiness Value : perusahaan jasa pengiriman, Effects of IT Usage On Labor Fakultas Ilmu Komputer, Productivity, Journal Proceeding Universitas Indonesia. of World Academy of Science, • Indrajit, Richardus Eko (2000), Engineering and Technology Pengantar Konsep Dasar volume 21 May 2007. Manajemen Sistem Informasi dan• Callon, Jack D. (1996), TeknologiIinformasi, PT. Competitive Advantage Through Elexmedia Computindo Jakarta. Information Technology. • Indriantoro, Nur dan Bambang McGraw-Hill International Supomo (1999), Metodologi Editions, Amerika Penelitian. Edisi Pertama, BPEF Serikat.Ghozali, Imam (2004), Yogyakarta. Aplikasi Analisis Multivariate • Kottler, Philip (2000), Marketing denganProgram SPSS, management, The millennium Universitas Diponegoro. edition, Prentice Hall Inc, New• Gargallo Ana, Castel, Carmen Jersey. Galve-Gorriz (2007), Information
  12. 12. • Koontz, Harold; Cryl O’Donnell; • Sarwono, Jonathan (2006), and Heinz Wihrich (1982), Analisis Data dan Penelitian Management. 7th Edition. New Menggunakan SPSS, Penerbit York : McGraw-Hill Book Andy. Company, Amerika Serikat,. • Schein, Ernest H. (2002),• MF. Junaedi Shellyana, Ana Organizational Cultural and Purwaningsih (2008), Pengaruh nd Leadership, 2 Edition, Prentice Otomatisasi Sistem Informasi Hall Inc, New Jersey. dan Penguasaan Teknologi • Schemerhon, John R. (1996), Terhadap Pemberdayaan SDM Management. 5th Edition. dan Kesesuaian Tugas Teknologi Prentice Hall Inc, Amerika Sebagai Pemoderasi, Fakultas Serikat. Ekonomi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. • Stoner, James A.F.R., Edward• Nasution S. (2003), Metode Freeman, and Daniel R. Gilbert, Research (Penelitian Ilmiah), Jr. (1995) Management, 6th Bumi Aksara, Jakarta. Edition. Prentice Hall, Inc, New• O`Brien, James A. (2003), York. Introduction to Information • Sulaiman, Wahid (2004), Analisis th Systems. 11 edition. The Regresi Menggunakan SPSS, Mcgraw-Hill Companies, Contoh Kasus dan Amerika Serikat,. Pemecahannya, Penerbit Andi.• Randolph, Allan W. and Richard • Supranto, J. (1992), Statistik S. Blackburn (1989), Teori dan Aplikasi, Jilid II, Management and Organizational Erlangga, Jakarta. Behavior. McGraw-Hill Book • Umar, Husein (2008), Desain Company, Amerika Serikat,. Penelitian MSDM dan Perilaku• Ranupandojo, Heidjrachman Karyawan, Paradigma (1996), Manajemen : Dasar- Positivistic dan Berbasis dasar. Edisi Revisi. UPP-AMP Pemecahan Masalah, Rajawali YKPN, Yogyakarta. Pers.

×