Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Perancangan Diklat/Training Berbasis e-Learning di Perusahaan

1,521 views

Published on

Konsep e-Learning telah berkembang dan mengalami perubahan yang sangat dramatis. Kini berkembang model e-Learning yang sepenuhnya berbasis ICT (TIK). e-Learning memberi peluang untuk dilaksanakan dalam berbagai modus, jenis, jalur, dan jenjang Diklat.


Published in: Education
  • Be the first to comment

Perancangan Diklat/Training Berbasis e-Learning di Perusahaan

  1. 1. PERANCANGAN DIKLAT/TRAINING BERBASIS ELEARNINGDJADJA ACHMAD SARDJANA
  2. 2. DIKLAT DENGAN E-LEARNING? Konsep e-Learning telah berkembang dan mengalami perubahan yang sangat dramatis. Kini berkembang model e-Learning yang sepenuhnya berbasis ICT (TIK). e-Learning memberi peluang untuk dilaksanakan dalam berbagai modus, jenis, jalur, dan jenjang Diklat. 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 2
  3. 3. e-Learning seperti apa yang akan dilaksanakan? Apa pun bentuk diklatnya perlu persiapan • KOMPETENSI LULUSAN • PESERTA DIDIK • KONTEN • INFRASTRUKTUR • ORGANISASI & SDM • KONTEKS Ada beberapa aspek yang harus dipersiapkan, a.l.: PERSIAPAN E-LEARNING 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 3
  4. 4. Persiapan e-Learning 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 4
  5. 5. PERSIAPAN E-LEARNING • Course development tools • Course management systems dan learning management systems • Bisa membeli, memanfaatkan yang sudah ada atau membuat sendiri Perlu dipersiapkan pula: 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 5
  6. 6. Apa yang perlu kita lakukan? Menyiapkan SDM agar terjadi perubahan paradigma Meningkatkan kemampuan organisasi sehingga mampu melayani penyelenggaraan diklat jarak jauh Menyiapkan infrastruktur terutama yang berbasis TIK 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 6
  7. 7. PERUBAHAN PARADIGMA MENUJU MINIMALIST INSTRUCTION Peserta belajar mandiri Tugas & latihan Penerapan prinsip mastery learning Aktivitas di luar kelas Banyak memanfaatkan media & TIK Komunikasi dua arah & banyak arah 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 7
  8. 8. PERUBAHAN PARADIGMA MENUJU BELAJAR MANDIRI Menurut ahli kontruktivisme ada delapan perubahan paradigma belajar sbb: From linear to hypermedia. From instruction to construction and discovery. From teacher- centered to learner- centered education. From absorbing material to learning how to navigate and how to learn. From school to lifelong learning. From one-size-fits-all to customized learning. From learning as torture as learning as fun. From the teacher as transmitter to the teacher as facilitator. 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 8
  9. 9. PERANCANGAN E-LEARNING RANCANGAN PROGRAM (DESAIN) PANDUAN OPERASIONAL PENGEMASAN BAHAN BELAJAR DISTRIBUSI BAHAN BELAJAR PENYIAPAN TUTOR PENGEMBANGAN LMS 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 9
  10. 10. RANCANGAN PROGRAM (DESAIN) e-learning? Blended? Sistem Pembelajaran; Orientasi s.d. Ujian e-administration? Hybrid? Sistem Administrasi; Registrasi s.d. Sertifikasi Kegiatan Pokok Penyusunan Pedoman yang di dalamnya mengatur: 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 10
  11. 11. RANCANGAN PENGATURAN tentang berbagai hal berikut secara detil perlu panduan operasional: distribusi bahan ajar; proses pembelajaran melalui kegiatan tutorial, praktik, praktikum, dan ujian; dan administrasi serta registrasi. Terkait dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi: interaksi secara synchronous interaksi secara asynchronous 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 11
  12. 12. PERANCANGAN E-LEARNING the Internet is defined as "a massive network of networks" that includes the World Wide Web (Web), e-mail, Usenet groups, instant messaging, and file transfer protocol (FTP). Sekarang ada beberapa paket software yg khusus didesain untuk e-learning, misalnya Moodle. 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 12
  13. 13. PENGGUNAAN TIK UNTUK E-LEARNING Penggunaan teknologi merupakan bagian dari proses penyampaian pembelajaran.Pemilihan teknologi didasarkan kepada kemampuannya memfasilitasi proses pembelajaran secara efisien dan efektif di tengah berbagai keterbatasan fisik, ruang dan waktu. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini telah melahirkan teknologi yang mampu mengintegrasikan secara global berjuta-juta komputer didunia dan mampu menjadi media komunikasi data yang paling cepat, mudah dan murah. Teknologi yang dimaksud secara umum sudah sangat matang keberadaannya baik di dunia secara global maupun di Indonesia. Jaringan telepon PSTN yang sangat luas, penggunaan jaringan berbasis serat optik hingga teknologi nirkabel bergerak yang saat ini sudah memasuki generasi ketiga baik jaringan GSM (GPRS, EDGE, 3G) maupun CDMA (EV-DO) mampu memberikan layanan yang sangat baik bagi proses pembelajaran bahkan hingga layanan-layanan secara realtime seperti Video Conference, Video Streaming dan sebagainya. 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 13
  14. 14. PENYELENGGARAAN E-LEARNING • perencanaan program; • administasi Diklat • administrasi peserta didik; • administrasi personalia; dan • administrasi lainnya. E-Learning berbasis TIK perlu sistem pengelolaan mencakup 1 (satu) atau lebih dari komponen berikut: 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 14
  15. 15. PENGELOLAAN E-LEARNING Sebelum mengikuti program diklat kepada peserta harus diberikan orientasi tentang beberapa hal sbb: Technical warm-up: audio & software working? Tools Overview: intro the learning environment (sound check if microphones work) Ground Rules: Highlight expectations of behavior and interactions Learning Environment: Discuss tips to max learning Programs Detail: Overview e-learning, learning tech blend. (Tech Check Advice, Jennifer Hoffman, Insync Training; http://www.insynctraining.com/pages/tip_tech.html) 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 15
  16. 16. PENGELOLAAN E-LEARNING Dalam pengelolaan pembelajaran harus difokuskan untuk melayani peserta agar mendapatkan layanan bantuan belajar dan pengalaman belajar: Have tech checks Have prework to share Teach the environment and tools Get them to participate in events Adapt a constructivist framework Ask them to be flexible, patient, active, reflective How to Engage Students Jennifer Hoffman, Online Learning Conference (2001, Oct.) 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 16
  17. 17. PENGELOLAAN KONTEN E-LEARNING • · menyediakan konten yang bersifat teacher-centered yaitu konten instruksional yang bersifat prosedural, deklaratif serta terdefinisi dengan baik dan jelas; • · menyediakan konten yang bersifat learner-centered yaitu konten yang menyajikan hasil (outcomes) dari instruksional yang terfokus pada pengembangan kreatifitas dan memaksimalkan kemandirian; • · menyediakan contoh kerja (work example) pada material konten untuk mempermudah pemahaman dan memberikan kesempatan untuk berlatih; • · menambahkan konten berupa aneka sumber belajar, misalnya ensiklopedi, games-games edukatif sebagai media berlatih alat bantu pembuatan pertanyaan. Sistem pengelolaan diklat harus dapat: 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 17
  18. 18. PENGELOLAAN E-LEARNING Aspek isi penting yang harus dikelola dalam penyelenggaraan e-Learning: Informasi. Berisi informasi yang ingin disampaikan pada user mengenai pengajaran yang akan diikuti. Bentuk modul informasi ini dapat berupa silabus, berita dan informasi, pengumuman dsb. Materi Pembelajaran. Berisi material pembelajaran yang akan disampaikan melalui berbagai jenis format. Format tersebut seperti teks, gambar, foto, grafik, slide presentasi, animasi, HTML, audio (narasi, audio streaming, audio recorded), video (video recorded, video streaming). Interaksi dan komunikasi. Berisi konten yang memfasilitasi proses interaksi dan komunikasi baik antara siswa dan siswa maupun siswa dan trainer, secara langsung (synchronous) maupun tidak langsung (asynchronous); Tugas, tes dan evaluasi siswa. Konten yang berisi aktifitas penugasan, tes serta evaluasi bagi siswa. Sumber daya digital (digital resources). Konten berisi berbagai sumber daya pembelajaran berbentuk digital dan/atau online. 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 18
  19. 19. PENGELOLAAN PERSONEL E-LEARNING Beberapa personel kunci yang memegang peranan dalam berlangsungnya program pembelajaran jarak jauh sebagai berikut. • 1. Siswa (Student). • 2. Pengaja/Widiaiswara (Teacher). • 3. Tutor/Fasilitator. • 4. Administrator. • 5. Support Staff/Helpdesk. • 6.Pengelola 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 19
  20. 20. PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR JARINGAN DALAM e-Learning PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR JARINGAN SANGAT PENTING. Contoh Infrastruktur jaringan adalah: • a. Model koneksi jaringan, yaitu pengembangan koneksi melalui dua pendekatan yaitu: (1) koneksi lokal (intranet) serta; (2) koneksi global (internet). • b. Bandwidth. Kapasitas bandwidth yang disediakan harus melalui perhitungan dan analisis yang tepat terutama pada kebutuhan dan ketersediaan bandwidth yang ada. • c. Lokasi/Gedung. Menyediakan lokasi/gedung yang representatif baik dari kemudahan akses lokasi, kemudahan penempatan hardware dan jaringan serta keamanannya. • d. Manajemen Infrastruktur. Memastikan jalannya komponen infrastruktur, memperkecil gangguan terhadap jalannya sistem serta memastikan kelancaran akses sistem. • e. Staf TI. Staf yang mempunyai pengetahuan dan keahlian teknis dalam platform sistem e-learning dan pengelolaan infrastruktur teknologi. 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 20
  21. 21. PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR ICT Learners taking more control over the direction of their learning with ICT Social collaboration on joint tasks both face-to-face and in online collaboration Learning out of college in other settings and environments Deeper analysis of concepts, processes and visualisation Use of ICT to locate, gather, synthesis, analyse reconstruct, communicate and present information and understanding Creative development and media literacy e.g. digital video, photography animation, music Developing thinking skills and problem solving strategies ICT in learning Gaining knowledge, understanding and skills beyond that of the lecturer Iteration and modelling using ICT; eg in writing, design, maths, science PE and music – real life and work-related applications 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 21
  22. 22. PENGELOLAAN ORGANISASI • 1. Penyedia Informasi (Information Services). Menjadi sarana penyedia informasi yang berkaitan dengan proses pembelajaran. • 2. Pelatihan (Training). Memfasilitasi kebutuhan pelatihan baik untuk siswa dan pengajar maupun pihak-pihak lain yang membutuhkan. • 3. Konsultasi (Consulting). Memberikan pelayanan berupa saran dan pendapat. • 4. Pengembangan kurikulum dan material ajar (Curiculum and Material Development). Pengembangan model pembelajaran agar dapat sesuai dengan tujuan obyektif e-learning. • 5. Penelitian (Research). Mencari formula dan bentuk- bentuk pengembangan baru yang lebih baik untuk dapat dicapai. Fungsi-fungsi pengelolaan organisasi e- Learning memerlukan elemen pendukung organisasi. Hill menjelaskan fungsi-fungsi tersebut sebagai berikut. 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 22
  23. 23. KUNCI SUKSES E-LEARNING Willingness and readyness Culture and infrastructure Interaction and collaboration 12/23/2015 WORKSHOP E-LEARNING BANK JATIM 23

×