Alokasi Waktu dan Uang

2,389 views

Published on

Sebuah kumpulan tulisan yang berkaitan dengan alokasi waktu dan uang

Published in: Economy & Finance, Technology
1 Comment
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
2,389
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
1
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Alokasi Waktu dan Uang

  1. 1. Oleh: Diyah Perwitosari
  2. 2. Saya lebih menitikberatkan pada teori – teori yang berkaitandengan value, dan akan berkembang sesuai dengan definisiyang ditemukan.Pertanyaan mendasar diadakannya penyusunan iniadalah:What do youth and mom, both in urban and rural areas, spend (interms of money and time) most on?
  3. 3. 3 (tiga) kata kunci mengenai sistem nilai budaya berdasarkanuraian Koentjaraningrat dan Heddy Shri Ahimsa-Putra: Ada dalam alam pikiran masyarakat Masyarakat itu lah yang melakukan penilaian Berpedoman pada norma-norma, hukum dan aturan
  4. 4. Berdasarkan pada pertanyaan mendasar maka definisivalue yang lebih tepat terdapat dalam tulisan Graeberdalam bukunya Toward an Anthropological Theory ofValue – The False Coin of Our Own Dreams. Yaitu:Value in the economic sense: “The degree to whichobjects are desired, particularly, as measured by howmuch others are willing to give up to get them” (hal. 1)atau dalam kata lain “… value simply the measure ofindividual desire … “ (hal. 46) sehingga Value as theimportance of actions (hal. 49)
  5. 5. Desire diungkapkan oleh D‟Andrade dalam salah satutulisannya pada buku Human Motives and Cultural Models(D‟Andrade and Strauss, 1992: 23) dalam penjelasannyamengenai motivation.“Motivation is experienced as a desire or wish followed by afeeling of satisfaction if the desire is fulfilled or a sense offrustration if it is not.”Pada halaman sebelumnya D‟Andrade mengungkapkan:“It is important to investigate the types of experiences thatlead people to feel (often without thinking much about it)that a certain course of actions is their only reasonablealternative. “ (Hal. 13)
  6. 6. Definisi nilai dalam penyusunan ini mengacu pada definisivalue in the economic sense, yang dilatarbelakangi olehexperiences, yang menghasilkan motivasi atau tujuan yangmenjadi dasar dalam proses decision making dan diakhiridengan sebuah tindakan (actions). Perlu dicatat bahwa Motivasiberhubungan erat dengan perasaan (emotion).Types of Experiences Value in the economic sense Mo-tivations (goals) Decision making Actions
  7. 7. Pandangan Sosiolog UGM: Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi(Kedaulatan Rakyat, 28 Juli 2012)Fakta yang terjadi adalah: Barang yang sehari-hari tidak dibeli, tapisaat bulan puasa di beli- Setelah menahan lapar dan dahaga menjadi alasan untuk mengonsumsi makanan yang istimewa- Peningkatan konsumsi karena (1) adanya pengaruh iklan, (2) tawaran barang dengan harga murah merangsang orang menjadi konsumtif, (3) sejak liberalisasi ekonomi masuk dalam tata ekonomi Indonesia, masyarakat didorong untuk menjadi konsumtif. Budaya konsumtif sengaja didorong oleh pasar lewat iklan dsb.- Masyarakat belum paham betul apa makna puasa (puasa sebagai ritual semata)
  8. 8.  Peningkatan konsumsi ini dinilai juga sebagai peningkatan konsumtif positif1. Dilakukannya buka bersama2. Dilakukannya sedekah yang menandakan sangat bagusnya ekonomi dan terjadinya transfer material dari yang kaya kepada yang miskin
  9. 9.  Pemerintah menggerakkan kader kesehatan dan anggota forum kesehatan desa untuk mensosialisakan pentingnya garam ber-iodium untuk menanggulangi tingginya kasus kematian bayi pada saat dilahirkan pada 20 – 25 tahun silam. „Kelas Ibu‟ ini disebut sebagai tempat menimba ilmu yang disebut dengan „wadah ngangsu kawruh‟.
  10. 10. Berdasarkan pengalaman para masyarakat di desa-desaperbatasan RI – Timor Leste dimana mereka tidak kunjungsembuh setelah mereka harus membayar mahal untuk biayadokter dan obat, masyarakat di desa-desa tersebut memilihuntuk membeli jamu lokal dan minyak urut yang lebih murahdan memberikan kesembuhan bagi mereka.Note: Pendekatan formalis digunakan dalam artikel.Pendekatan formalis mendefinisikan ekonomi sebagai suatutindakan memilih antara tujuan-tujuan yang tidak terbatasdengan sarana-sarana yang terbatas.
  11. 11. Tesis Puji Lestari, 2003, Antropologi UGMSetting: Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, KabupatenSleman, Propinsi DIYPeran didefinisikan sebagai perilaku yang terpola.Wanita pekerja dan penjual jasa berperan sebagai decisionmaker dalam pemanfaatan WC.Wanita pedagang dan petani sebagai pihak yang mengusulkandan suami sebagai pihak yang menyetujui dalam pemanfaatanWC.Wanita dalam perannya dalam kawasan domestikmerupakan decision maker.
  12. 12. Tesis Silverio R. L. Aji Sampurno, 2003, Antropologi UGMSetting: Masyarakat Bantaran Kali Gajah WongWanita berada dalam subordinasi laki-laki (hal 70-71)“ … keutamaan seorang wanita adalah manak, macak, masak,mapak dan manut.” (Hal. 67)“Wanita Jawa dianggap sebagai konco wingking (teman dibelakang) atau wanita iku swargo nunut neraka katut (wanita itusurga ikut neraka juga ikut).” (Hal. 67)“… wanita rela mengganti namanya dengan nama suaminyasetelah menikah. “ (Hal 70-71)
  13. 13.  Pengambil keputusan di Dharma Wanita, Dharma Pertiwi dan PKK dilakukan oleh istri para lelaku yang menjabat sebagai kepala di tempat kerjanya karena sudah menjadi tugas para wanita itu untuk juga mengepalai semua wanita (istri karyawan dan bujangan)YET Konco wingking juga dipahami sebagai pemberian wewenang penuh kepada wanita dalam hal pengaturan urusan domestik.
  14. 14. Unit Pengkajian dan Pengembangan Wilayah, FakultasEkonomi, Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 1986- Semakin luas tanah yang dimiliki suatu rumah tangga semakin besar pula proporsi yang digunakan untuk kebutuhan lain di luar makan Namun Meskipun suatu rumah tangga tidak punya tanah bukan berarti dia tidak punya pendapatan, justru sebaliknya, pengeluaran untuk makan pada rumah tangga yang tidak memiliki tanah lebih besar daripada mereka yang memiliki tanah sebesar 0.01 – 0.24 ha.- Pengeluaran untuk makan secara absolut masih lebih besar- PENDAPATAN TIDAK MEMILIKI PERAN BESAR DALAM MENENTUKAN BESARNYA PENGELUARAN KONSUMSI
  15. 15. Setting: Jakarta, Semarang, SurabayaMakmuri Sukarno, 1998, Disertasi- Proses stratifikasi dalam pendidikan menunjukkan tendensi akan adanya reproduksi kultural. “Parents‟ education was the most powerful predictor of children‟s educational attainment.”Secara sosiologis:- Jumlah saudara kandung dalam suatu keluarga menunjukkan status sosial-ekonomi dan orientasi keluarga tersebut. Jika orang tua memilih untuk memiliki jumlah anak yang banyak, hal ini mengimplikasikan bahwa orang tua lebih memilih kuantitas dibandingkan kualitas. (Hal. 75)
  16. 16. Secara sosiologis (contd.)- Jumlah anggota keluarga tersebut menunjukkan distribusi dukungan yang diterima masing – masing anak- Alokasi sumber daya dilakukan berdasarkan pada urutan kelahiranAnak laki-laki Jawa, lajang dan lahir di daerah perkotaan, dariorang tua laki – laki dengan latar belakang pendidikan tinggidan pekerjaan yang layak sebagian besar meraih pendidikantinggi sehingga mendapatkan keuntungan lebih dari latarbelakang pendidikannya tersebut.
  17. 17. Studi kasus di Desa Sriharjo, Yogyakarta. Tesis Sukamtiningsih, 2001,Antropologi UGM.“ … anak bagi orang tua dapat dijadikan sebagai tumpuan hidup nantinya di hari tua … mempertahankan salah satu anaknya supaya dapat tetap tinggal dalam rumah (tabon) … umunya adalah anak yang dianggap dapat dijadikan tumpuan hidupnya.” (Hal. 141)Usaha yang dilakukan orang tua:- Memberi tabon/tanah garapan ataupun ternaknya- Pemberian bantuan dari anak yang tinggal serumah berupa kebutuhan sehari-hari- Ikut terlibat meringankan pekerjaan dalam rumah tangga anak- Memberi bantuan keuangan untuk yang tidak terencana
  18. 18. Nitish Jha – American Ethnologist, Vol. 31, No. 4 (Nov., 2004)pp. 552 – 572- “… women have long played and continue to play an active part in agriculture by engaging in a wide variety of tasks related to cultivation.” (Hal. 552)- In Bali,- …. Women are considered complementary yet subordinate to men in religious and popular discourse, but social writ does not explicitly bar them from decision making in any setting.- They are (women), by custom, allowed to own and manage land and houseyards … Under these circumstances, a woman acts like a man (meawak muani, lit. "has a mans body"); her husband marries into her lineage and, in the process, loses many of his prerogatives. Such a woman can make all of the important managerial decisions inside the household
  19. 19. Ideologi yang ada di Bali mendukung hirarki gender yangmemberikan alokasi peran manajemen dalam masyarakat,terutama domain dari pertanian, kepada pria dan mencegahpartisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan pertaniandi luar tumah tangga. (Hal. 566)Di dalam rumah tangga, wanita berpartisipasi dalammemutuskan tanaman yang akan dipilih, kegiatan budidaya,pengelolaan dana, dan sebagainya.
  20. 20. Sri Hastuti dan Lina Sudarwati – Sosiolog FISIP USUPandangan soiolog atas gaya hidup remaja pedesaan.Remaja pada saat ini berpenampilan dan bertingkahlakulayaknya selebritis yang mereka kagumi, meniru gaya hidup danjalan hidup mereka.Dipengaruhi media dan interaksi dengan remaja kotaGaya hidup, “titik pertemuan antara kebutuhan ekspresi diri danharapan kelompok terhadap seseorang dalam bertindak”Konsumsi (Weber): Gambaran gaya hidup tertentu dari kelompokstatus tertentuMenjadikan mereka (remaja) sebagai pelaku, atau masalahmereka sebagai fokus, dengan sendirinya akanmenggampangkan pemasaran suatu produk kebudayaan populer.
  21. 21. Koning, Nolten, Rodenburg, and Saptari; Studies in Asian TopicSeries, No. 27, 2000 Tidak ada perempuan kampung yang melihat dirinya ataupun tetangganya (perempuan) sebagai seorang „pembantu‟ berparas ayu yang berbudaya ataupun seorang warga negara yang potensial dari Republik ini, Di daerah perkampungan, dia melihat dirinya dan perempuan lain pertama-tama sebagai seorang tetangga, kedua sebagai seorang ibu dan yang terakhir adalah sebagai seorang istri. (Hal. 15)
  22. 22. Di Sumatera Barat konsep rumah tangga: centrality of mothersand children … Fathers seem to be presumed to be absent fromthe household, playing the role of wage earner. (Hal. 52)Tingginya angka perceraian pada kaum muslim Indonesia,menunjukkan rapuhnya pernikahan. (Hal. 52)“Pernikahan tidak selalu memberikan ketenangan dan keamanan bagikami (perempuan). Kami tidak dapat menjamin bahwa kami akanmenemukan seorang pria yang dapat membahagiakan kami danmemenuhi rasa percaya kami. Atas alasan ini, jangan jadikanpernikahan sebagai tujuan utama, utamakan meraih tujuan yang lainseperti mencari ilmu, mempelajari kerajinan, dll., namun janganpernah berpangku tangan dan tidak melakukan apa – apa” (Hal. 52)
  23. 23. Caroline Sweetman, OxfamHasil survey atas 223 perempuan di Banjaran, Jawa Barat,1999 – 2000Pada tahun 1996 – 1997 sebelum krisisPerempuan pekerja pabrik1. Rata – rata menkontribusikan 38% pendapatannya kepada ibunya atau keluarga2. 16% menkontribusikan 80% pendapatannya3. 11% menkontribusikan 100% pendapatannya4. 19% tidak menkontribusikan pendapatannyaSisa dari yang tidak dikontribusikan digunakan untuk membeli kopiinstan, makanan bungkus, transpor dan terkadang baju, make-up danuntuk hiburan.
  24. 24. Setelah krisis (1999 – 2000)Perempuan pekerja pabrik1. Rata – rata menkontribusikan 53% pendapatannya kepada ibunya atau keluarga2. 33% menkontribusikan 80% pendapatannya3. 30% menkontribusikan 100% pendapatannya4. 5,5% tidak menkontribusikan pendapatannya
  25. 25. Dr. Sri Mulyani Martaniah, Fak. Psikologi UGM, Gadjah MadaUniversity Press, 19841. Merupakan penelitian perbandingan yang bertujuan untuk mencari perbedaan sehingga beberapa faktor dikontrol dan menggunakan analisis kovarions2. Subyek: Remaja di Kotamadya, Kota Kabupaten dan Desa
  26. 26.  Motif berprestasi remaja Jawa di Kotamadya dan kota kabupaten tinggi, sedangkan remaja yang tinggal di desa rendah. (Hal. 110) Motif berafiliasi remaja kotamadya dan desa di atas rata – rata, sedangkan remaja di kota kabupaten di bawah rata – rata. Motif berkuasa remaja Jawa di kotamadya dan di kota kabupaten di bawah rata-rata, sedangkan motif berkuasa remaja desa sedikit di atas rata – rata
  27. 27. Para Siswi SMA Santa Ursula I dan Tim Redaksi MajalahSERVIAM, 1983Permadi, ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen:Konsumerisme: Suatu pola hidup yang konsumtif yangdipaksakan oleh negara – negara maju untuk diikuti olehmasyarakat negara berkembang, agar barang – barangproduksi negara – negara maju menjadi bertambah laku. (Hal.13)Konsumerisme berarti pola hidup dengan keinginan untukmemberli barang – barang yang kurang / tidak diperlukan. (Hal.14)
  28. 28. Idy Subandy Ibrahim, 2011“ … kekuatan media massa telah menjelma menjadi bagaikan“agama” dan “tuhan” sekuler, dalam artian perilaku orang tidaklagi ditentukan oleh agama – agama tradisional tetapi tanpa kitasadari telah diatur oleh media massa, seperti program televisi.”
  29. 29. Di kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, DIYPidato Dies Natalis XXIV Universitas Atma Jaya Yogyakarta1989 Andreas Sukamto, S.Ea. Untuk kegiatan produksi dikeluarkan 14.2% dari pendapatanb. Untuk kegiatan konsumsi - bahan makanan 56,5% - bahan pakaian 5,9% - alat – alat rumah tangga 2,6% - pemeliharaan rumah 5,8% - pendidikan 6,6%c. Untuk kegiatan sosial 4,9%d. Untuk kesehatan 3,5%
  30. 30. Setting: PotoronoEditor: Drs. Salamun, 1992 – 1993, DepdikbudYang menjadi ukuran kondisi ekonomi masyarakat adalahkepemilikan barang dalam hal ini pemilikan media komunikasi.
  31. 31. Definisi Antropologis mengenai Konsumsi oleh Mary Douglasdan Baron Isherwood dalam Tesis Christian Budiman, 1999 :11)“Pemakaian atas milik – milik material, segala jenis tindakanpenggunaan benda – benda”“Konsumsi merupakan sebuah seni atau “cara berbuat”,sebagai “seni berbuat” ini dan itu, meliputi “cara-caramengekspresikan” atau melakukan sesuatu”
  32. 32. Christian Budiman, Tesis, 1999Hal. 76“Bagaimana melakukan sesuatu dengan televisi (praktikkonsumsi)”(1) “Menonton televisi adalah tindakan menjalin dan/atau memutuskan ikatan interpersonal”Hal. 77(2) “Dengan hadirnya background noise, menonton televisi adalah sekaligus menjadikannya sebagai “teman yang setia””(3) “Menonton televisi adalah mendapatkan pengalaman, bersantai, belajar, bermain, mengasuh, dan lain lain”(4) “Adanya tindakan mengelola kekuasaan (monopoli remote control, konflik selera)”
  33. 33. Dalam Konteks Spasio-Temporal1. “Menonton televisi sebagai praktek pengemasan atau pengorganisasian waktu dan ruang (adanya jadwal, ruang dibuat secomfortable mungkin)”2. “Menonton televisi adalah sebuah proses sosial yang aktif”
  34. 34. Dimensi Simbolik (Hal. 78 – 79)“Televisi merupakan obyek konsumsi karena peran yangdimainkannya dalam sistem simbolik.”- Obyek simbolik qua (unsur – unsur penataan rumah)- Wealth signifierDimensi Material“Commodity candidacy”Benda yang dibuat dengan maksud untuk dipertukarkan
  35. 35. Dipilihnya tulisan ini mengacu pada pertanyaanmendasar diadakannya penyusunan ini :What do youth and mom, both in urban and rural areas,spend (in terms of money and time) most on?Ekna Satriyati, Tesis, 2000 (Studi Kasus Desa Banjararum,Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta)“Alokasi waktu mempunyai nilai kontrol orang dewasaterhadap anak – anak” (Orang tua memiliki posisi superior dananak – anak dalam posisi subordinat)
  36. 36. Waktu dibagi menjadi 2 (dua):1. Time of: tahapan periodisasi kehidupan seseorang untuk memeriksa konstruksi sosial dalam memandang proses umur yang dijalani seseorang2. Time in: Waktu yang digunakan anak-anak dalam menjalani masa kanak-kanaknya. Digunakan untuk melihat bagaimana anak – anak secara efektif dapat memanfaatkan waktunya untuk memproduksi, mengontrol, mengatur perintah atau pesan nilai – nilai budaya pada kehidupan sehari – hariPola pengaturan waktu dalam aktivitas sehari-hari menerapkankonsep keselarasan, dengan mengacu pada prinsip orang Jawaadalah untuk mencapai keselarasan, sehingga selalu bertindak dibawah pertimbangan – pertimbangan masyarakatnya.(1) Kesediaan spontan untuk membantu sesama manusia(2) Rasa saling percaya pada sesamanya(3) Filosofi: sepi ing pamrih, rame ing gawe
  37. 37. “Bagi orang tua, alokasi waktu (yang diterapkan pada anak –anak disertai) dengan menaruh harapan moril dan bebanpekerjaan (yang diberikan pada anak) (adalah) sebagai bekalawal mendidik anak.”“Bagi anak, alokasi waktu yang diterapkan pada merekamerupakan perintah yang menghabiskan seluruh waktunya.”
  38. 38. - Kegiatan domestik rumah tangga sebagian besar dikerjakan anak sebagai hasil proses alokasi waktu dan kegiatan yang memerlukan waktu lama- Jenis pekerjaan untuk (anak) laki-laki sehubungan dengan kemampuan fisiknya serta yang sesuai dengan perempuan berkaitan dengan kodratnya- Kegiatan sehari-hari masyarakat pedesaan Jawa: pekerjaan domestik- Bantuan anak memiliki nilai ekonomis dalam produktivitas keluarga- Keharmonisan ditanamkan dengan menegakkan konsep wedi, isin, sungkan, rame ing gawe dan sepi ing pamrih sedini mungkin
  39. 39. Terkait dengan kesediaan untuk membantu sesama sepertidiungkapkan dalam penelitian di atas (Alokasi Waktubagi Anak – Anak di Desa Jawa), berikut ini adalah sistem gotongroyong dalam masyarakat pedesaan daerah Bali (menurut judulbukunya), namun bagi saya lebih pada jenis – jenis kegiatandalam upaya menunjukkan kesediaan untuk membantu sesama.1. Mesilih-bahu Silih berarti pinjam dan bahu dapat berarti bahu atau ternak. Di Bali mesilih-bahu berarti saling pinjam atau saling memberikan ternak2. Meslisi Meslisi berarti berganti-ganti membantu. Biasanya dilakukan oleh kelompok-kelompok sosial yang memiliki anggota dengan pekerjaan sejenis (petani, perajin, dsb)
  40. 40. 3. Ngrombo Ngrombo berarti membantu yang dikerjakan oleh suatu kelompok atau sejumlah kelompok untuk membantu suatu kelompok tertentu4. Metulung Berarti membantu seseorang yang sedang berada dalam keadaan bencana, malapetaka atau kecelakaan5. Ngedeng Ngedeng berarti menarik bantuan tenaga maupun materi6. Ngajakang Berarti menggotongroyongkan
  41. 41. 7. Ngoopin Berarti membantu atau menolong dalam seluruh bidang kehidupan8. Meurunan Berarti turut mengeluarkan sumbangan untuk suatu kegiatan di dalam suatu kelompok sosial9. Ngulah semal Ngulah (mengusir), semal (bajing atau tupai). Pesertanya adalah pemilik pohon kelapa dan bertujuan untuk menaikkan hasil produksi tanaman.10. Metelik Berarti memata-matai atau menyelidik (menjaga air agar tidak ada pencurian air di lahan sawah)
  42. 42. 11. Ngempel Merupakan kegiatan bersama para petani untuk mengempang air dan sekaligus memperbaiki bendungan atau empang yang rusak12. Kerja Bakti Proyek bermanfaat bagi kepentingan umum atau kepentingan pemerintah (kebersihan umum, memperbaiki selokan atau jalan, membersihkan jalan karena ada pejabat yang akan datang, dsb)13. Ngarap Berarti membantu orang yang punya kerja (gawe)
  43. 43. 14. Ngedeh maling Usaha untuk menangkap pencuri yang ketahuanGotong RoyongHakekat dari hubungan manusia dengan sesama, alamsekitarnya untuk keselarasan
  44. 44. Diambil dari buku “Kearifan Tradisional Masyarakat Pedesaandalam Hubungannya dengan Pemeliharaan Lingkungan HidupDIY”“sedaya ingkang kumelip wonten ing alam punika, ingkangmenunjang kangge panggesanganipun makhluk hidup”Dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan mengacupada filosofi“ngenehi anak putu ben komanan”Setting: Purwosari, Girimulyo, Kulon Progo, DIY
  45. 45. Mujinem, Tesis, 2003Keterlibatan istri dalam pekerjaan ringan: kerik, mepe, dan mulung1. Industri rumah tangga genteng merupakan jenis pekerjaan kasar dan lebih banyak membutuhkan tenaga fisik daripada pikiran dan lebih banyak membutuhkan tenaga laki – laki2. Masih ada kepercayaan atas hari naas dalam membakar genteng dan adanya yang menunggu (baureksa), sehingga harus permisi (amit-amit)3. Isteri mempunyai akses dan kontrol lebih dominan terhadap pengelolaan uang baik uang modal usaha maupun untuk kebutuhan rumah tangga4. Isteri mempunyai kekuasaan mengambil keputusan untuk membeli tanah liat, kayu bakar, minyak bacin, memberi upah pekerja, menentukan harga jual genteng, dan membeli keperluan rumah tangga setiap hari.5. Akses dan kontrol isteri dalam hal menerima pekerja lebih dominan6. Akses dan kontrol suami pada penggunaan dan perawatan mesin pres lebih dikontrol dan diakses suami.
  46. 46. Suatu studi di desa Jimbung, Kecamatan Kalikates,Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, Tesis, SriWahyuningsih, 2003Kerja menurut wanita Jimbung:- Suatu kegiatan yang menghasilkan arti tertentu dan dapat berguna untuk menghidupi keluarga- Sesuatu yang dapat memberikan semangat hidupMotivasi:- Uang / upah (Ekonomi)- Menjalin hubungan dengan orang lain (Sosial)
  47. 47. Bagi wanita Jimbung:- Bekerja berarti mengerjakan pekerjaan tumah tangga- Mencari nafkah adalah bekerja di tobong gampingWANITA JIMBUNG MEMILIKI OTONOMI DALAMKEHIDUPAN KELUARGANYA
  48. 48. Suatu tinjauan berwawasan “gender” oleh Tuty Gandarsih MRSdan lebih menitikberatkan pada besarnya partisipasi ibu dalamusaha tersebut Kegiatan Besarnya Partisipasi Ibu terhadap Partisipasi BapakPerolehan jenis bibit bunga,penanaman bibit bunga, perawatan lebih keciltanaman, panenPemasaran bunga lebih besarAkses terhadap bibit bunga,penyuluhan dan sumber daya lebih kecilKontrol terhadap penentuan jenisbibit dan pengolahan lahan lebih kecil
  49. 49. Tulisan oleh Dr. Masri Singarimbun dan Dr. D. H. Penny(penelitian tahun 1976)Distribusi pendapatan menurut pekerjaan (data 1959)Pekerjaan Pengeluaran untuk Makanan1. Petani (buruh) 75%2. Petani (penyakap) 68%3. Lain-lain 65%4. Pedagang 64%5. Petani (pemilik) 64%6. Buruh 64%7. Industri rakyat (usaha sendiri) 63%8. Penerima bantuan (pensiunan, dsb) 60%9. Bekerja sendiri 55%10. Pegawai kantor 54%
  50. 50. Oleh Tim Peneliti UAJY dengan Biro Bina Mental dan SpiritualSetwilda, DIY; 1993Pendapatan masyarakat pedesaan diperoleh dari usaha tanidan kegiatan non-taniPengeluaran:88,9% pengeluaran untuk konsumsi (konsumsi bahanmakanan sebesar 57,82% serta bahan pakaian sebesar 5,7%)Sisanya digunakan untuk usaha tani, pendidikan dan kegiatankemasyarakatan.
  51. 51. Suatu studi di kabupaten Boyolali Jawa Tengah olehSadyadharma, Sudarno dan Piet Rietveld SW, 1988- “Mobilitas penduduk wanita lebih tinggi dibandingkan dengan mobilitas penduduk pria – wanita memegang peranan utama dalam kegiatan transaksi dengan daerah sekitarnya yaitu berupa kegiatan perdagangan khususnya komoditi pertanian”- “Untuk kegiatan lainnya yang mendatangkan pendapatan, ... laki-laki lebih dominan”
  52. 52. “Wanita yang membawa sayur dan buah – buahan, daridesanya sendiri atau desa tetangganya ke pasar terdekat, atasdasar sambilan (part-time), adalah orang yang paling tidakmemiliki suatu spesialisasi di semua orang yang berhubungandengan pasaran” (Sosiologi Pedesaan Jilid 1, Sajogyo danSajogyo, 1984: 100)
  53. 53. “Anak … mengetahui konsep tentang dirinya sendiri atauakunya, berdasarkan khayalan sendiri apa yang difikirkan olehorang – orang lain tentang dia” – disebut juga proses looking-glass selfDiambil dari: Pokok-pokok Sosiologi Pedesaan, wiriatmadja,1976: 29)
  54. 54. Kasus di beberapa desa di Indramayu (dalam buku Pemudadan Perubahan Sosial, Abdullah, 1974: 49-70)1. Orang yang paling menentukan tingkah laku pemuda adalah orang tua2. Pemuda desa merasa memerlukan pendidikan (demikian juga orangtua mereka)3. Pemuda desa lebih memilih pekerjaan selain bertani (demikian juga orangtua)4. Sebagian besar pemuda bepergian ke kota untuk rekreasi dan bekerja5. Bagi pemuda, kehidupan kota untuk dicontoh adalah dalam hal mlata pencaharian dan bersenang-senang6. Sebagian besar pemuda tidak pernah ikut dalam pertemuan desa, yang ikut hanya sebagai pendengar7. Pemuda lebih sering mengikuti penyuluhan desa8. Pemuda merasakan manfaat dalam ikut organisasi lebih pada bertambahnya kawan pada waktu senggang.
  55. 55. “ … para wanita tidak memberikan jawaban yang berlawanan dengan tanggapan yang diberikan oleh suaminya … ia hanya mengurus dapur dan anaknya, dan bahwa hal yang kami tanyakan adalah menjadi wewenang suaminya. Akan tetapi istri-istri para pemimpin desa mengetahui hampir segala hal yang berlangsung dalam rangka pengambilan keputusan”Diambil dari “Proses Pengambilan keputusan di Empat Desa diJawa Barat” (Hofsteede, 1971)
  56. 56.  Pemuda pedesaan dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja siap pakai di dunia modern untuk menjawab kebutuhan perusahaan – perusahaan di pasar dunia. “Rural youth was prepared as „already modern‟ workers for the new world market factories” Dangdut merupakan jenis musik yang sangat populer di daerah pedesaan. “Dangdut … is very popular, especially in rural areas”
  57. 57. Pada tahun 1999, 70% total pengeluaran pendudukpedesaan di Indonesia dibelanjakan untuk produkmakanan sedangkan pada tahun 2002, 67% pengeluaranpenduduk pedesaan dibelanjakan untuk produk makanan(see Figure 2.4, halaman 5).
  58. 58. Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia tahun 2010(Sumber: Badan Pusat Statistik)
  59. 59. 60504030 Makanan Bukan Makanan2010 Bukan Makanan 0 Makanan 2009 2010
  60. 60. 14 Padi-padian Umbi-umbian12 Ikan Daging10 Telur dan Susu8 Sayur-sayuran Kacang-kacangan6 Buah-buahan Minyak dan lemak4 Bahan minuman Bumbu-bumbuan2 Konsumsi lainnnya Makanan dan minuman jadi0 Tembakau dan sirih Bahan Makanan
  61. 61. 8070 Gula pasir60 Gula merah50 Tea Kopi40 Coklat instan30 Coklat bubuk20 Sirup10 Lainnya 0 Bahan Minuman
  62. 62. 9080 Mie instan70 Mie basah60 Bihun50 Makaroni Kerupuk40 Emping30 Bahan agar-agar20 Bubur bayi kemasan10 Lainnya 0 Konsumsi Lainnya
  63. 63. 9080 Makanan dalam paket, makanan70 restoran/warung60 Minuman non alkohol50 (dalam pack)4030 Minuman yang20 mengandung alkohol10 0 Makanan dan Minuman Jadi
  64. 64. 6050 Rokok kretek filter40 Rokok kretek tanpa filter Rokok putih30 Tembakau20 Sirih/pinang Lainnya10 0 Tembakau dan Sirih
  65. 65. 18 Perumahan dan fasilitas rumah tangga16 Barang dan jasa1412 Pakaian, alas kaki dan10 tutup kepala8 Barang - barang yang6 tahan lama Pajak dan asuransi42 Keperluan pesta dan0 upacara Bukan Makanan
  66. 66. Perkiraan sewa rumah sendiri45 Kontrak rumah Sewa rumah40 Rumah dinas dan lainnya Ongkos pemeliharaan rumah35 Listrik30 Air LPG25 Gas kota Minyak tanah20 Generator15 Arang, batu bara, briket Kayu bakar dan bahan bakar lain10 Lainnya Telepon rumah 5 Pulsa HP, perdana0 Wartel Benda pos Perumahan dan Fasilitas Rumah Tangga Internet
  67. 67. Sabun mandi, pasta gigi, dan sampo30 Barang kecantikan (parfum) Perawatan kulit, muka, rambut, dsb Sabun cuci25 Bahan pemeliharaan pakaian Surat kabar, majalah, buku-buku, dan alat tulis20 Barang lainnya Kesehatan15 Biaya pelayanan pencegahan Pemeliharaan kesehatan10 Biaya sekolah Bahan bakar Transportasi 5 Hotel, penginapan, bioskop, sandiwara, olah raga, dan rekreasi Pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir0 Jasa lembaga keuangan Aneka Barang dan Jasa Jasa lainnya
  68. 68. 30 Pakaian jadi untuk laki - laki dewasa25 Pakaian jadi untuk perempuan dewasa20 Pakaian jadi untuk anak - anak15 Bahan pakaian10 Upah menjahit, memperbaiki pakaian, dan barang untuk keperluan 5 menjahit Alas kaki (sepatu, sandal)0 Pakaian, Alas Kaki, dan Tutup Kepala
  69. 69. Meubelair60 Peralatan rumah tangga Perlengkapan perabot rumah tangga50 Perkakas rumah tangga Alat - alat dapur makan Barang -barang pajangan/hiasan40 Perbaikan perabot, perlengkapan, dan perkakas rumah tangga telepon genggam/HP dan aksesorisnya30 Arloji, jam, kamera, kacamata, dan perbaikannya Payung, tas, koper, dan perbaikannya Perhiasan mahal dan perbaikannya20 Mainan anak dan perbaikannya, perhiasan murah Alat elektronik dan perbaikannya10 Alat olah raga dan perbaikannya Kendaraan dan perbaikannya Binatang, tanaman, dan pemeliharaannya 0 Barang tahan lama lainnya Barang Tahan Lama
  70. 70. 70 Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)60 Pajak kendaraan bermotor (STNK)50 dan tak bermotor Pungutan lainnya40 (iuran, sumbangan) Asuransi kesehatan3020 Asuransi jiwa dan kerugian10 Lainnya 0 Pajak, Pungutan, dan Asuransi
  71. 71. 35 Perkawinan30 Khitanan dan ulang tahun25 Perayaan hari raya agama2015 Ongkos naik haji10 Upacara agama/adat 5 lainnya Pemakaman0 Keperluan Pesta dan Upacara
  72. 72. PENGELUARAN UNTUK MAKANAN1. Pengeluaran untuk makanan lebih besar dari bukan makanan2. Pengeluaran untuk makanan terutama untuk (a) produk padi-padian, (b) makanan dan minuman jadi, dan (c)tembakau dan sirih3. Makanan dan minuman jadi terutama adalah (1) makanan dalam paket, makanan ringan, maupun makanan restoran/warung; (2) serta minuman dalam kemasan non alkohol4. Tembakau dan sirih terutama (1) rokok kretek filter, (2) rokok kretek tanpa filter dan (3) rokok putih
  73. 73. PENGELUARAN UNTUK BUKAN MAKANAN1. Pengeluaran untuk bukan makanan terutama untuk (1) perumahan dan fasilitas rumah tangga, (2) barang dan jasa, serta (3) barang – barang yang tahan lama2. Pengeluaran untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga terutama untuk (a) perkiraan sewa rumah sendiri, (b) listrik, (3) kayu bakar dan bahan bakar, serta (d) pulsa HP dan nomor perdana3. Pengeluaran untuk barang dan jasa terutama untuk (a) bahan bakar, (b) biaya sekolah, (c) kesehatan dan (d) transportasi4. Pengeluaran untuk barang – barang yang tahan lama terutama untuk (a) kendaraan dan perbaikannya, (b) meubelair, (c) alat – alat dapur makan, serta (d) telepon genggam/HP dan aksesorisnya
  74. 74. Sumber: Sociocultural Anthropology and Survey Researchtulisan John W. Bennet dan Gustav Thaiss dalam buku “SurveyResearch in the Social Sciences” diedit oleh Charles Y. Glock“ …, the development economist Higgins, frustrated by thedifficulty of determining to what extent the results of community-based studies of economic change in region of rural Java maybe generalized to refer to Indonesia as a whole, complains: If anthropologists are to be genuinely helpful to economists seeking to understand the relationship between culture and economic behavior, their scope and method must be substantially changed … They must find short cuts to generalization. … some training in statistical methods, and particularly in sampling techniques, might enable them to distinguish the strategic variables which correlate highly with everything else in the culture and thus characterize it” (hal. 285-286)
  75. 75. Jika Antropolog benar – benar ingin membantu para Ekonomdalam memahami hubungan antara budaya dan perilakuekonomi, ruang lingkup dan metode pada dasarnya harusdiubah … Mereka harus mencari jalan pintas dalam generalisasi… Mengikuti beberapa pelatihan dalam metode statistik,khususnya dalam tekhnik sampling, yang memungkinkanmereka untuk membedakan variabel strategis yang berkorelasitinggi dengan segala sesuatu yang lain dalam budaya dankemudian menggolongkannya.
  76. 76. “… the “anthropologists” condemning “sociologists” and “behavioral scientists” for meaningless abstractions and excessive counting; the “sociologist” accusing the “anthropologists” of sloppy method and unwarranted generalization. … anthropologists in respectable numbers have abandoned the holistic-depictive approach, and consequently accept whatever methods are useful in pursuing the problem of interest. …; such interests require more analytic procedures than do the depictive studies. … the need for a variety of approaches and methods in social sciences is critical. The human reality must be apprehended by a variety of viewpoints, not by one alone, because this very reality is always in part a construct, always in part an image, and only by encouraging difference in perspective and approach can one obtain the needed richness of imagery, and consequently, theory” (Hal. 307)
  77. 77. Kenyataan mengenai kehidupan manusia musti dilihat dariberbagai macam sudut pandang, tidak hanya satu saja, karenakenyataan yang ada ini selalu merupakan bagian dari suatukonstruksi, bagian dari suatu gambaran dan hanya denganmenggunakan berbagai macam pandangan dan pendekatan,seseorang dapat meraih banyak gambaran dan pada akhirnyaMenciptakan suatu teori
  78. 78. Sumber: Warta Konsumen Thn. IX No. 95 Februari 1982, hal 6-7A. Menurut umur (B. Paktin)1. Yang berusia sampai 3 tahun2. Yang berusia 3 sampai 6 tahun3. Yang berusia 6 sampai 12 tahun4. Yang berusia 12 sampai 17 tahun5. Yang berusia 17 sampai 22 tahun6. Yang berusia 22 sampai 45 tahun7. Yang berusia 45 sampai 65 tahun8. Yang berusia 65 sampai 70 tahun9. Yang berusia 70 tahun ke atas
  79. 79. B. Menurut jenis kelamin Laki-laki dan wanitaC. Menurut mata pencaharian Misal; tenaga tata usaha, buruh bengkelD. Menurut suku dan kebangsaan Arab, Cina, dllE. Menurut agama Budha, Hindu, dll (haram atau tidak, kebutuhan untuk hari raya tertentu)F. Menurut kekayaanG. Menurut pendidikanH. Menurut tempat tinggal
  80. 80. Sumber: Warta Konsumen tahun IX No. 97 April 1982 Hal. 10 –11. Tulisan: Toto Castro“… di Indonesia … ibu-ibu yang status pendidikan dan ekonominya tinggi justru menggantikan air susu ibu dengan susu botol. Alasan yang biasanya dikemukakan adalah takut “Sex simbolnya” (buah dada) tidak menarik lagi, malahan ada yang merasa bangga jika anaknya dibrikan susu botol dan menganggap merupakan suatu simbol kemewahan”
  81. 81. Lembaga Konsumen Masuk Desa, Sumber: Warta Konsumentahun IX No. 98 Mei 1982, Hal. 8 – 12Terjadi penyapihan yang lebih dini dimana ibu – ibu di pedesaanmengganti ASI dengan susu botol yang disebabkan olehpromosi makanan bayi.
  82. 82. Sumber: Warta Konsumen Tahun IX No. 101 Agustus 1982 Lama Pemberian ASI kepada Bayi (Lama Menyusui)2015 Jakarta10 Jombang 50 Bulan
  83. 83. Sumber: Warta Konsumen Tahun IX No. 101 Agustus 1982 Lama Pemberian ASI dan Susu Botol kepada Bayi 0.6 0.5 0.4 0.3 Jakarta Jombang 0.2 0.1 0 ASI Saja Selama 18 ASI Saja Selama 5 - ASI dan Susu Botol Susu Botol Saja Bulan di Jombang 7 Bulan di Jakarta Selama 24 Bulan
  84. 84. Sumber: Warta Konsumen Tahun IX No. 101 Agustus 1982 Alasan Pemberian ASI kepada Bayi 100% 80% Jakarta 60% Jombang 40% 20% 0% Kesadaran Ekonomis dan Saran Petugas Dorongan Suami Sendiri Praktis Kesehatan
  85. 85. Sumber: Warta Konsumen Tahun IX No. 101 Agustus 1982 Alasan Pemberian Susu Botol kepada Bayi40%35%30%25%20% Jakarta15% Jombang10% 5% 0% Praktis/Efisien Sex Symbol Ibu Bekerja ASI Berkurang Nasehat Penyapihan, Ibu Tidak Menarik Petugas Hamil Lagi, Ibu Lagi Kesehatan Ikut KB
  86. 86. Sumber: Warta Konsumen Tahun IX No. 101 Agustus 1982 Promosi Susu Formula dan Makanan Bayi yang Diterima Ibu 16% 14% 12% 10% 8% Jakarta 6% Jombang 4% 2% 0% Pemberian Secara Cuma- Pemberian Popok, Botol Pembagian Cuma Susu, Kalender di Rumah Booklet/Leaflet Sakit / Rumah Bersalin
  87. 87. Lembaga Konsumen Masuk Desa, Sumber: Warta Konsumentahun IX No. 98 Mei 1982, Hal. 8 – 12Pola konsumsi masyarakat pedesaan berada di luarkemampuan atau mengikuti pola hidup masyarakat kota. Hal inididukung dengan banyaknya penjualan yang dilakukan secarakredit terhadap barang – barang yang sebenarnya harganyabeberapa kali lipat dari harga sebenarnya, serta praktek –praktek Bank Luar yang beroperasi disaat musim paceklik,dengan mengambil bunga yang tinggi dan uang yangdipinjamkan kepada masyarakat.
  88. 88. Sumber: Warta konsumen, Edisi 06/XXXVII/2011- Masyarakat miskin Indonesia mengalokasikan 12,4% pendapatannya untuk konsumsi rokok (rangking ke-2 setelah konsumsi beras dan padi – padian)- Pertumbuhan konsumsi rokok pada kalangan anak dan remaja di Indonesia menduduki rating tertinggi dan tercepat di dunia, yakni 14%Sumber: Warta konsumen, Edisi 07/XXXVII/2011- Pada tahun 1995, 1 dari 2 laki-laki dewasa merokok maka pada 2010 … menjadi 2 dari 3 laki-laki dewasa merokok.- Untuk perempuan dewasa, prevalensi merokok pada tahun 1995 sebesar 1,7% meningkat menjadi 4,2% (2010). Artinya dalam kurun waktu 15 tahun prevelansi merokok perempuan dewasa di Indonesia telah meningkat lebih dari 2 kali lipat.
  89. 89. Sumber: Warta konsumen, Edisi 07/XXXVII/2011100% 90% 80% 70% 60% Setiap Hari 50% Selang Sehari 40% Dua Kali Seminggu Tidak Memakai 30% 20% 10% 0% Sampo Pembilas Busa Mandi Bath Oil Pembersih Sabun Wajah Mandi
  90. 90. Sumber: Warta konsumen, Edisi 07/XXXVII/201170%60%50%40% Setiap Hari30% Selang Sehari Dua Kali Seminggu20%10%0% Baby Baby Lotion Baby Cream Baby Oil Sabun Bayi Shampoo
  91. 91. Sumber: Warta konsumen, Edisi 07/XXXVII/2011 Responden80%60%40% Responden20% 0% Kandungan Produk Indikasi/Penggunaan Peringatan Efek Samping Tanggal Produksi Lainnya
  92. 92. A. Omzet laundry di Palmerah Jakarta dari Rp. 400.000/hari menjadi Rp. 1.500.000/hari (Sumber: Kontan [harian bisnis dan investasi], 24 Agustus 2012, hal. 13Lihat juga artikel “Jasa Binatu Jadi Pilihan” yang dimuat diSeputar Indonesia, 22 Agustus 2012, hal. 8 – akibat pembantumudik lebaranB. Home appliances (lemari es, mesin cuci, dan pendingin ruangan) – Sumber: Kontan [harian bisnis dan investasi], 24 Agustus 2012, hal. 15C. Suku cadang motor (ban, aki, kampas rem) ) – Sumber: Kontan [harian bisnis dan investasi], 24 Agustus 2012, hal. 15
  93. 93. Sumber: Jawa Pos, Halaman 5,“Lebaran, Traffic SMS Dominan”Konsentrasi peningkatan traffic: Semarang, Solo, MadiunPeningkatan traffic layanan sms sebesar: 24%Peningkatan traffic layanan data sebesar: 7%Penurunan traffic panggilan sebesar: 3%
  94. 94. Penulis: Suharjono, dimuat di Seputar Indonesia 22 Agustus dan 23 Agustus2012, Setting: Gunung Kidul“Maraknya agenda syawalan bersama … menjadi salah satu pemicu lunturnyabudaya silaturahmi atau ujung … di antara warga“ (keterangan gambar)Fakta:A. Warga lebih menyukai kegiatan yang dipusatkan ke satu tempat untuk acara bersama. Imbasnya, banyak dari anggota yang sebenarnya masih satu keluarga besar tidak saling kenal.B. Pengaruh teknologi menghapus kegiatan saling interaksi secara nyata …. Jadi bisa lewat ponsel dan internet saja untuk menyampaikan ucapan Idul FitriC. Kesibukan yang luar biasa , sehingga libur dimanfaatkan untuk berwisata bersamaSosiolog UGM Arie Sujito:“… proses perubahan sosial yang terjadi akibat konsumerisme masyarakatsehingga mengalahkan kedalaman relasional. Jadi mulai terjadi pendangkalanrelasi sosial yang akibatnya terjadi penumpulan solidaritas di masyarakat”
  95. 95. Ditulis oleh Hendrati Hapsari, Seputar Indonesia, 12 Agustus2012, Hal. 9Setting: Semarang- Pola pikir masyrakat sudah mulai terbuka dengan mau menerima anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa- Keluarga malu dengan keberadaan anggota keluarga gangguan jiwa dan memilij dirawat- Keluarga membawa pasien pulang agar bisa berkumpul melakukan silaturahmi
  96. 96. Sumber: „Consumer Research – Introspective Essays on theStudy of Consumption‟, Morris B. Holbrook, Sage Publications,1995Hal. 87 - 88Berdasarkan pada pemikiran bahwa:1. Penelitian konsumer menkaji customer behavior2. Penelitian konsumer terkait dengan konsumsi3. Konsumsi mencakup cara mendapatkan produk, penggunaan dan pengaturan (disposisi) produk4. Yang dimaksud dengan produk adalah barang-barang, jasa, ide, event, atau entitas lainnya yang dapat diperoleh, digunakan atau diatur sedemikan rupa sehingga menunjukkan value(nya)5. Value merupakan suatu bentuk pengalaman yang terjadi pada organisme yang hidup ketika suatu tujuan tercapai, kebutuhan terpenuhi, atau sebuah keinginan terpuaskan6. Pencapaian, pemenuhan dan kepuasan tersebut menciptakan kesempurnaan hidup7. Proses terciptanya kesempurnaan hidup merupakan subyek mendasar dalam penelitian konsumer
  97. 97. Bidang Studi Value dalam Perolehan Penggunaan PengaturanMakroekonomi Jumlah pengeluaranMikroekonomi Pembelian produkPsikologi Pemilihan merekSosiologi Permainan peran; Kegiatan di waktu sengangAntropologi Pengalaman belanja Ritual, acara, tradisi, Pemberian hadiah; koleksi; simbolisme garbology (garbology is konsumsi, semiotik the study of (mostly modern) refuse and trash)Filsafat Tindakan yang beralasan; perilaku (penyimpangan) konsumerIlmu Humaniora Estetika konsumen, Hiburan dan seni; Reaksi yang apresiatif; Tahan lama: sebagai cerita, analogi, citra, kegiatan di masa emosi, nilai intrinsik koleksi dan nostalgia metafora sengang
  98. 98. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002“Consumer culture … an organized social and economicarrangement in which markets govern the relationship betweenmeaningful ways of life and the symbolic and materialresources on which they depend … can also include thepursuit of nonmaterialistic goals such as happiness andquality of life” (hal. 12)Budaya konsumen ... pengaturan sosial dan ekonomi yang diorganisirsedemikian rupa di mana pasar mengatur hubungan antara makna maknahidup serta sumber daya simbolik dan material dimana merekabergantung... Mencakup di dalamnya mengejar tujuan nonmaterialisticseperti kebahagiaan dankualitas hidup
  99. 99. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002“ …, the spread of Western-style consumer culture is encouragedby the extension of media access via satellite transmission,improvements in transportation, and an acceleratedmovement of migrants to the developed world and back again.…, the image of the “good life” in such countries is more andmore one of being a successful participant on a consumption-oriented society. …, the spread of consumer culture … tends tobe limited by stagnant economic growth, unequal incomedistribution, and sometimes conflicts with traditional consumptionvalues” (hal. 14-15)
  100. 100. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002“… the distribution of consumer incomes … small segments of verywealthy and large segments of very poor consumers or dualincome distribution … wealthy consumers … often aspire to Euro-American consumption patterns. … Among the more numerouspoorer consumer segments, consumption choices are often faithfulto patterns that are perceived to be highly traditional … Anotherdistinctive type of consumption … is the tendency to devoteconsiderable amounts of disposable income to social investmentsdesigned to contribute to social status and prestige (hal. 128) …consumers … make important purchases of luxury goods of foreignorigin, especially consumer electronics and motorbikes, that maysymbolize a cosmopolitan orientation to them” (hal. 129)
  101. 101. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002Berhubungan dengan self-concept yang menurut Maussmerupakan produk dari faktor-faktor sosial dan menjadi sebuahkategori yang tidak tepat, tidak substansial dan lemah. Hal tersebutdikarenakan konsep diri beranekaragam antara kebudayaan satudengan kebudayaan yang lainnya.Di Asia Timur dan Selatan definisi atas diri dipengaruhi atas relasiyang terbentuk dengan orang lain dalam konteks tertentu.Asia juga dianggap serupa dengan Afrika dimana kesuksesanseseorang berhubungan erat dengan kesuksesan orang lain danbukannya murni inisiatif individu.
  102. 102. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002- Cultural values are a good example of what we have called a template of cultural blueprint for action- Values include: (1) instrumental values – shared belief about how people should behave [competence, compassion, sociality, integrity, ambition], and (2) terminal values – desirable life goals [attain a comfortable life]- Cultural values are shared broadly …. They are learned, reinforced, and modified within subcultures, ethnic groups, social classes and families. Values are organized into systems that differ in their importance to consumers.Halaman 146
  103. 103. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002Hal. 273Lifestyle menggambarkan bagaimana konsumer hidup dimanatermasuk di dalamnya kegiatan mereka, ketertarikan mereka, apayang mereka sukai dan tidak sukai, sikap mereka, pola konsumsi,dan harapan.
  104. 104. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002Hal. 281 – 282Psychographics merupakan teknik operasional untuk mengukurlifestyle. Dianggap lebih komprehensif daripada ukuranberdasarkan demografi, tingkah laku (behavioral), dansosioekonomi.Berdasarkan pada pemikiran bahwa proses kognitif atau properti,termasuk di dalamnya values, aptitudes (potensi), beliefs, dan opinimempengaruhi kelompok dalam pengambilan keputusan atas sebuahproduk, orang, atau ideologi, dalam memilih tingkah laku, atau dalammenggunakan media komunikasi seperti TV atau internet ,psychographics menghubungkan faktor psikologis seseorang dengan polakarakter tingkahlaku konsumer untuk menentukan segmen pasarnya.
  105. 105. Sumber: Radar Jogja, Kamis 16 Agustus 2012, Hal. 3, olehHendra Darmawan (Dosen FKIP UAD dan Alumni LaTrobeUniversity), „Puasa dan Pesan Kemanusiaan‟- Terpenuhinya keinginan kadang menjadi ukuran kesuksesan- Ukuran kesuksesan seseorang di zaman ini selalu diidentikkan dengan materi yang melekat dan hal tersebut sejalan dengan teori motivasi dan modernisasi
  106. 106. Sumber: Radar Jogja, Kamis 9 Agustus 2012, Hal. 3„Mudik Lebaran, Bali Desa Bangun Desa‟ oleh Sukardi, DekanFakultas Ekonomi UAD Jogjakarta- Rata-rata orang yang meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib dengan merantau, mereka bisa hidup sukses di rantauan.- Mudik merupakan suatu proses migrasi dimana terjadi penyebaran idealism urbanisasi, yaitu kekaguman orang- orang desa atas kesuksesan para perantau dan muncul keinginan warga masyarakat pedesaan dan anak-anak muda desa secara perlahan-lahan berkeinginan akan merantau
  107. 107. Sumber: Radar Jogja, Minggu, 28 Agustus 2012 Hal. 3“Barang Enggak Penting Pun Ikut Kebeli”Survey terhadap anak – anak SMA di YogyakartaLiburan yang paling ditunggu:Lebaran 92.11%Tahun Baru 7.89%Yang paling ditunggu saat lebaran:Kumpul rame – rame ama saudara 45.72%Dapat duit dari saudara - saudara 43.91%Bisa ngerasakan liburan 10.37%Pergi kemana setelah dapat angpao lebaran:Mal 31.76%Ditabung 17.38%Lain-lain 89.63%Barang yang dibeli yang disebutkan oleh salah satu responden: Baju, HP
  108. 108. Sumber: Radar Jogja, Senin 6 Agustus 2012, Hal. 6Setting Lokasi: Pasar Argosari, Wonosari- Konsumen: remaja, anak-anak hingga para ibu dengan balitanya- Hari libur, banyak remaja yang menyempatkan diri jalan – jalan, sekadar ngabuburit menunggu waktu buka puasa tibaSumber: Bernas Jogja, Senin Wage, 13 Agustus 2012, Hal. 5Setting Lokasi: Pasar Argosari, Wonosari- Keramaian pembeli masih terkonsentrasi di area pakaian dan barang kebutuhan pokok lebaran, termasuk sembako. Toko emas, mebel dan barang elektronik juga dikunjungi banyak pembeli.- Paling ramai pengunjung adalah pedagang pakaian anak – anak.
  109. 109. „PERANTAU YANG MEMBIUS (KONSUMSI BERPAKAIAN REMAJAGUNUNG SURAT AKIBAT PERANTAU) oleh Elvina HandayaniSetting Lokasi: Dusun Gunung Surat, Desa Botosari, Kec. Paninggaran,Kab. Pekalongan“Masyarakat desa yang memaksa diri mereka, agar seperti apa yangditayangkan televisi”“Keinginan merantau pada rema-remaja di dusun ini sebagian besarberalasan,bahwa ingin mempunyai pekerjaan dan mencari kehidupanlebih bagus”“Yang menjadi daya tarik adalah perantau tersebut berbeda sekalisebelum mereka merantau ke Jakarta. Perbedaan yang palingmenonjol adalah penampilan”
  110. 110. Sumber: Radar Jogja, Sabtu 4 Agustus 2012, Hal. 6Setting Lokasi: Pasar Wates, Kulon Progo- Busana yang ramai diburu pembeli: jilbab, gamis, baju atasan muslim wanita, sarung dan baju musim untuk laki-laki- Jilbab atau kerudung yang banyak digemari adalah jilbab yang sering dikenakan para artis: model jilbab Manohara, Syahrini dan Saskia Mecca
  111. 111. Sumber: Radar Jogja, Sabtu 18 Agustus 2012, Hal. 6Setting Lokasi: Toko Mas Semar Wonosari- Warga Gunung Kidul memburu perhiasan emas- Dari foto yang dipasang dalam artikel ini, terlihat sebagian besar pembeli adalah perempuan- Seorang laki – laki yang diwawancarai hanya mengantar istrinya- Emas akan dipergunakan perempuan saat lebaran tiba- Perhiasan emas hanya akan bertahan hingga sebelum musim masuk sekolah- Pembelian emas juga untuk nyelengi
  112. 112. „Perhiasan Emas Banyak Dicari Masyarakat‟, Radar Jogja,Rabu 15 Agustus 2012, Hal. 10Setting lokasi: Toko Mas Kranggan Grup- Saat mendekati hari raya masyarakat lebih banyak mencari emas dalam bentuk perhiasan- Emas perhiasan, fluktuasinya sedikit- Emas batangan tergantung pada harga global
  113. 113. Sumber: Radar Jogja, Kamis 16 Agustus 2012, Hal. 10„Kemeja ala Jokowi Diminati‟, Setting Lokasi: Pasar Beringharjo- Produk yang paling dicari: gamis untuk wanita terutama gamis ala Syahrini dan Ashanti- Busana pria: kemeja ala JokowiSumber: Radar Jogja, Senin, 13 Agustus 2012, Hal. 9„Baju Syahrini Masih Jadi Tren‟, Setting lokasi: Purworejo- “Pokoknya yang berbau artis itu yang paling laku,” ujarnya (Anissa – pemilik toko busana muslim)- “Umumnya barang yang paling laku adalah mukena, sarung dan jilbab kita pasok lebih dini,” jelasnya (Fahruri – pemilik toko)- Menurut Fahruri, daya beli masyarakat di Purworejo masih lebih tertarik dengan badrol harga yang terjangkau- Bagi kaum hawa, memilih baju untuk lebaran terkesan lebih njelimet. Perpaduan pas antara baju dan jilbab sehingga terlihat mempesona saat dipakai. (menurut pembeli bernama Dina, 28 tahun)
  114. 114. Sumber: Suara Merdeka, Sabtu 4 Agustus 2012, Hal. 28„Perempuan Pilih Simpel dengan Berturban‟Setting Lokasi: Toko Alex Kerudung, Jl. Pemuda, Semarang- Turban – Gaya ikat kepala ala Afrika atau penutup kepala yang biasa dipakai oleh pria Timur Tengah itu kini tengah menjadi tren tahun 2012. Sejumlah perempuan berjilbab menjatuhkan pilihan dengan memakai turban untuk menutup aurat, karena dinilai lebih simpel dan praktis.- Peminat: gadis – gadis remaja
  115. 115. Sumber: KR, Kamis Wage 23 Agustus 2012, Hal. 13„2 Desa* Kampunglaut Sudah Berlistrik – Warga Memborong Kulkas dan TVBesar‟Setting Lokasi: Dermaga Sleko Cilacap*Desa Klaces dan Desa UjungalangBarang yang mereka beli di Cilacap Kota:- Kulkas- Pesawat TV (21 inci ke atas)- Dispenser- DVD Player“…, dengan adanya listrik, masyarakat Kampunglaut yang sebagian besarberprofesi sebagai nelayan, tidak lagi hanya mengandalkan pendapatan ikan,udang, dan kepiting dari kawasan Segara Anakan. “Mereka diharapkan bisamengolahnya lebih duu untuk mendapatkan produk yang bernilai jual lebih tinggi.Lebih penting lagi keberadaan lstrik tersebut dapat digunakan sebagaipendukung usaha ekonomi produktif masyarakat, “tegasnya**”**Bupati Cilacap
  116. 116. Sumber: Suara Merdeka, Rabu 29 Agustus 2012, Hal. 28Setting Lokasi: Pusat Perbelanjaan Khasanah Muslim Al Fath(Kompleks Ruko Mal Ciputra)„Warna-warni Ihram Jadi Tren Jamaah Haji‟- Perlengkapan haji: pakaian ihram, kerudung, gamis, mukena, sarung tangan, sandal, ikat pinggang, pelembab dan krim- Pilihan bahan kain baju ihram wanita saat Mekah dan Madinah bercuaca panas: bahan sifon, katun, hicon dan sutra- Pilihan warna baju ihram wanita: hijau, pink, salem“PAKAIAN IHRAM ITU SEKARANG SUDAH MASUK PADA TRENFASHION …”
  117. 117. Sumber: Bernas Jogja, Selasa Wage 28 Agustus 2012, Hal. 5Setting Lokasi: Wonosari„Pemudik Belanjakan Rp 30 Miliar‟- Rp 30 miliar uang pemudik dibelanjakan di Gunungkidul- Apa yang dibelanjakan: (1) pakaian, (2) alat elektronik, (3) alat rumah tangga, (4) meubel, (5) makanan (rumah makan)
  118. 118. Sumber: Arnould, E. et al, Consumers, Mc-Graw-Hill HigherEducation, 2002“… the globalization of consumer culture seems to be producinga variety of creolized culture forms expressed through consumergoods and behaviors. One might even say that someconsumers are consuming culture” (halaman 169)Creolization: combination of elements of local and foreignconsumption traditions. (halaman 167)
  119. 119. Sumber: Suara Merdeka, Selasa 21 Agustus 2012, Hal. 19„Prepegan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran Tetap Diminati‟Setting Lokasi: Pasar Induk Brebes- Berbelanja satu hari sebelum lebaran merupakan tradisi yang telah berjalan beberapa puluh tahun- Pihak yang diuntungkan: pedagang, tukang parkir, tukang becak, buruh panggul- Pasar yang memenuhi semua kebutuhan untuk menjelang lebaran termasuk bunga untuk nyekar dan janur untuk ketupat yang tidak terdapat di supermarket- Melalui prepegan warga bisa bertemu dan berkomunikasi dengan warga di kampung halamannya
  120. 120. - Relasi sosial melalui pasar tradisional yang dipertahankan melalui prepegan- Pasar Induk yang dapat menyaingi supermarket dalam hal kelengkapan- Rutinitas ujung yang dapat disubtitusi dengan pertemuan secara langsung di Pasar Induk- Creolization of culture
  121. 121. Sumber: Majalah Refleksi No. 04/XVI/Des./1993, Hal. 20-21„Kaum Perempuan Pedesaan dan Perkotaan di Indonesia‟Oleh: Yuni Satia Rahayu (anggota Forum Perempuan TjoetNjak Dien dan mahasiswa sejarah UGM Yogyakarta)“… perempuan menghabiskan waktu 8-10 jam per harinya untuk kedua pekerjaan tersebut (mencari nafkah dan melakukan pekerjaan rumah tangga) dibandingkan dengan kaum laki-laki yang hanya 6-8 jam per harinya. (Sajogyo, 1983).”“Masuknya teknologi pertanian ke desa, membuat kaum perempuantergeser … terpaksa sering melakukan pekerjaan yang tidakmembutuhkan keahlian, dan sering kali dengan upah yang tidakmemadai. Kaum perempuan pedesaan mencoba mencari pemecahanmasalah dengan pergi ke kota, mereka menjadi buruh bangunan,penyapu jalanan, pembantu rumah tangga, dan buruh industri”
  122. 122. Sumber: Schiffman, Leon G. et al, Consumer Behavior Tenth Edition, Prentice Hall, 2010 Hal. 392-396A. Generation Y MarketAmericans born between the years 1977 and 1994 or between 1982 and 2000- 97% own a computer- 97% have downloaded music and other media using peer-to-peer file sharing- 97% own a cell phone- 76% use instant messaging and social networking sites- 75% have a Facebook profile and most check it daily- 60% own some type of portable music and/or video device, such as an iPod- 34% use Web sites as their primary source of news- 28% author a blog and 44% read blogs- They are showing savvy and pragmatic purchasing behaviors- They have got computer in every home- Their value orientation is weighing price-quality relationships- They are brand embracing- They are rebel against hype
  123. 123. Sumber: Schiffman, Leon G. et al, Consumer Behavior Tenth Edition, Prentice Hall, 2010Hal. 393 – 396B. Generation X MarketBorn between 1965 – 1979- They do not like labels- They are cynical- They do not want to be singled out and marketed to- 62% are married- 29.7 millions are married- 51% of children under 18 living at home are in households headed by a Gen Xer- 31% of Gen Xers have earned a college degree- 81% of Gen Xers are employed full-time or part-time- 37% of Gen Xers‟ mothers worked outside the home when they (as kids) were growing up- They are materialistic in purchasing- They have got microwave in every home- They are price oriented in which they are concerned about the cost of individual items- They are against branding- They are rebel against hype
  124. 124. Sumber: Schiffman, Leon G. et al, Consumer Behavior Tenth Edition, PrenticeHall, 2010Halaman 395-396C. Baby BoomersBorn between 1946 and 1964- They are trying hard to look and feel „young‟ by purchasing vitamin and health supplements and subscribe themselves in health club- They want to be seen lively and attractive- They have money and they want to spend it on what they feel advances the quality of their lives- They are consumption oriented (enjoy buying for themselves, for their homes or apartments, and for others)- They are narcissistic- They have got TV in every home- They are conspicuous in consumption: buying for indulgence- They are brand loyal- They are responsive to hype image-building type
  125. 125. Sumber: UNISIA, Majalah Ilmiah Triwulan UII Yogyakarta, Nomor 2 Tahun X Triwulan IITahun 1988, Halaman 87 - 92- Tuduhan kepada masyarakat desa sebagai tidak mau maju, tidak rasional dan bersikap hidup statis mempunyai sejarah ketika seorang ekonom yang juga birokrat Belanda di Indonesia yang bernama Boeke mengungkapkan tesisnya tentang orang Jawa-Miskin. Dalam penelitiannya dia menemukan keterbelakangan masyarakat miskin Jawa disebabkan oleh karena sikapnya yang statis dalam kehidupan sehari- harinya. Dari pengalamannya di Jawa itulah Boeke menjadi penemu teori baru yang menjadi topik pembicaraan bagi ekonom di negara-negara sedang berkembang. Teori baru ini disebut sebagai teori Dualisme, yang membagi masyarakat ekonomi menjadi dua: masyarakat maju dan masyarakat tradisional.- Masyarakat ekonomi maju terdiri dari orang – orang yang bergaya barat yang menggunakan sikap rasional menghadapi masalah – masalah ekonominya, yang menggunakan ekonomi uang dalam kehidupan sehari-harinya. Karena itu Boeke menyebutnya sebagai perekonomian modern dan pelakunya cukup dinamis.
  126. 126. - Di lain pihak dalam perekonomian yang sama ada kelompok masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tersendiri yang masih bersifat tradisional, menggunakan sistem barter, tidak menggunakan sikap rasional dalam melakukan aktifitas ekonomi. Dalam perekonomian tradisional ini pelaku ekonominya mempunyai tingkat kehidupan yang rendah, yang kata Boeke, disebabkan oleh sikap yang statis. Mereka itulah masyarakat miskin, terutama di pedesaan.- Clifford Geertz; mereka menjadi statis karena kemiskinannya yang sudah lama ditanggungnya, yang hal itu disebabkan oleh penjajahan Belanda.- Masyarakat desa miskin; James C. Scott – Mereka bagaikan sedang berdiri di dalam air, dimana ketinggian air sampai leher. Dia tidak beranjak, karena begitu beranjak, akan timbulah gelombang air yang akan menengelamkan dirinya.
  127. 127. Sumber: KR, Selasa Pon 23 Agustus 2012, Hal. 11Keterangan: Merupakan berita dalam bentuk foto“Sejumlah remaja (dalam foto yang menari adalah remaja putridan yang memainkan alat musik adalah remaja laki – laki)Kampung Sayidan, Gondomanan, Yogyakarta berlatih gerakan –gerakan Tari „lare-Lare Sayidan‟ (Minggu (21/8)). Tarian inimenggambarkan semangat ibadah kaum muda serta sabarmenjalani kehidupan. „Lare-Lare Sayidan‟ akan disajikan kolosalpada malam takbiran Idul Fitri mendatang. Selain sebagaimomentum religius, malam takbir telah menjadi ruang dan waktuuntuk mengekspresikan berbagai potensi seni warga. “
  128. 128. Sumber: KR, Selasa 23 Agustus 2011, Swara Kampus, Hal. DSetting Lokasi: Kota YogyakartaJudul Berita: Cewek Kian Gandrung “Behel”- Alasan yang diberikan responden: gigi ginsul alias tidak rata- Menurut responden, kawat gigi bukan lagi sekedar alat terapi gigi melainkan juga bisa masuk kategori fashion. Dengan menggunakan kawat gigi orang akan memiliki kesan peduli terhadap penampilan.- Kawat gigi untuk tujuan fashion bersifat sementara- Behel fashion sangat praktis. Ketika ingin memakai tinggal pasang dan dapat dilepas sewaktu – waktu dengan mudah.- Banyak yang pakai behel fashion karena ingin tampil keren- Harga behel fashion: Rp 200.000 – Rp. 500.000- Pemakai: mahasiswi
  129. 129. Sumber: KR, Minggu Pon, 28 Agustus 2011, Hal. 5Judul Artikel: Yang Diinginkan Orangtua Ketika Lebaran Tiba…..Oleh: Dwi Astuti- Kehadiran anak, cucu dan menantu membuat orangtua merasa senang bila disungkemi- Mereka merasa dihargai, dihormati dan diwongke- Kebutuhan orangtua untuk dihargai dan diuwongke lebih tinggi juga merasa hidup ini masih ada artinya- Orangtua berhasil mendidik apabila putra-putrinya tahu bagaimana caranya menghormati orang tua, bukan hanya sukses secara materi.- Sowan dan menghormati orangtua merupakan budaya Jawa
  130. 130. Sumber: KR, Minggu Pon 28 Agustus 2011, Hal. 20 – Gaya HidupJudul Artikel: Omus, Oblong Muslim pada Jiwa Remaja- Dituliskan menjadi pilihan fashion yang tepat bagi remaja yang merasa muslim muda, aktif dan dinamis- Omus hampir sama seperti oblong pada umumnya, hanya ada beberapa detail yang berfungi untuk menutupi bagian tubuh tertentu.- Diwujudkan dengan mempertimbangkan tingkat kenyamanan saat aktif beraktivitas, seperti saat silaturahmi berkumpul bersama keluarga besar.- Tampilan simple, kasual dan sporty membuat busana ini bisa dikenakan untuk kegiatan lain.- Memiliki desain yang membawa pesan untuk berbagi (desain red card), berani mengambil keputusan (desain choose the right)- Segmen konsumen: muslim muda
  131. 131. Sumber: KR, Selasa Pahing 2 Agustus 2011, Hal. 1Judul Berita: Pasar Sore Ramadan Kian Menjamur – Aneka KulinerMulai Harga Rp 1.000- Dapat ditemukan di sepanjang jalan – jalan di Yogyakarta- Hampir semuanya adiserbu pembeli- Semula hanya ada di Kampung Kauman, sejak 7 tahun lalu muncul juga di Kampoeng Ramadan (jl. Jogokariyan Mantrijeron) dan sejak 2 tahun lalu juga muncul di Jalurgaza (jl. Nitikan Umbulharjo)- Jalurgaza diresmikan oleh Walikota Yogyakarta – Jalurgaza (Jajanan Lauk Satur Bubug Asar Zerba Ada)- Jalurgaza tidak hanya menjual makanan namun juga busana muslim, aneka kerajinan dan suvenir- Terdapat gubug – gubug kecil tempat pedagang berjualan- Buka jam 3 sore dan dagangan telah habis bahkan sebelum waktu berbuka
  132. 132. Sumber: KR, Kamis Wage 4 Agustus 2011, Hal. 22Judul Berita: Tarling, Jalin Komunikasi Lebih BaikSetting Lokasi: Magelang- Merupakan Tarling Muspida perdana- Dianggap menjadi wahana bersilaturahmi dalam rangka sosialisasi program – program pemerintah dan menciptakan interaksi dengan masyarakat- Dilaksanakan di setiap kelurahan di wilayah kota Magelang (di 20 desa di 20 kecamatan)
  133. 133. Sumber: KR, Rabu Pon 3 Agustus 2011, Hal. 9 – Lingkar YogyaMerupakan sebuah berita dalam bentuk fotoSherly, pedagang di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, sibuk melayanipembeli kolang-kaling yang menjadi bahan minuman favoritpembuka puasa di bulan Ramadan. Biasanya, dalam sehari Sherlyhanya menjual kolang-kaling yang didatangkan dari Tasikmalaya,Jawa Barat, sebanyak 2 kuintal dengan harga Rp 5.000/kg, kinibisa 2 ton dan dijual Rp 7.000/kg
  134. 134. Sumber: KR, Rabu Pon 3 Agustus 2011 Hal. 13Judul: „Home Recording‟, Eksplorasi Kreativitas- Mulai muncul sekitar tahun 1997- Awalnya berkaitan dengan harga perangkatnya yang mulai murah dan beberapa personel band tidak puas dengan hasil sound recording yang ada- Musik hasil recording orang lain terkadang melenceng dari arransemen awal dan keinginan player- Karena keterbatasan dana, para personel band mencoba bermusik lebih dalam dengan alternatif home recording- Home recording tidak memerlukan tempat yang luas. Bisa dilakukan di rumah atau kos.
  135. 135. - Perangkat yang digunakan seperti soundcard, komputer, aplikasi rekam, dsb- Mempertajam persaingan masing – masing individu untuk saling belajar
  136. 136. Sumber: „Merantau sebagai Refleksi Ideologi Gender padaMasyarakat Motean, Desa Ujungalang, Kecamatan Kampung Laut,Kabupaten Cilacap, Jawa TengahDitulis oleh: Almira Rianty, Tesis S2, UGM, 2004- “Secara garis besar, alasan yang diberikan oleh perantau ketika ditanya mengapa mereka merantau adalah karena di Motean tidak ada pekerjaan” (hal. 123)- “Selama anak menempuh pendidikan sekolah, biasanya anak tidak dibebani pekerjaan baik sifatnya membantu ayah mencari ikan atau membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga” (hal. 124)
  137. 137. - “Tidak banyak yang dilakukan oleh remaja putus sekolah di Motean selain adakalanya membantu orang tua, berkumpul dan bercanda dengan teman-teman, serta pergi jalan-jalan ke luar Motean, seperti ke Kota Cilacap, Pangandaran, atau ke Nusakambangan” (hal. 124)- Remaja putus sekolah perempuan menyapu rumah, membantu masak, dan mencuci pakaian tidur siang, bekerja menjaga warung orang lain (hal 125 – 126)- Pembagian kerja bagi anak – anak remaja dalam rumahtangga di Motean Perempuan: membantu ibunya memilah dan memilih ikan hasil tangkapan ayajnya, menyiapkan masakan untuk keluarga, dan mememberihkan rumah Anak laki-laki: mengambil air atau membantu ayahnya mencari ikan Mencuci baju tanggungjawab masing-masing anak dan diminta membantu mengasuh adik-adik mereka tidak dibedakan berdasarkan jenis kelamin
  138. 138. - “… selama anak belum berumahtangga, mereka masih menjadi tanggung jawab orang tua” (hal. 127)- Tidak ada istilah remaja pengangguran … Remaja merantau lebih karena pada motivasi untuk (1) membantu orang tua (perantau perempuan), (2) rasa „penasaran‟ terhadap apa yang diceritakan teman-teman mereka sepulang dari merantau (perantau laki-laki), (3) membangun rumah- Perantau perempuan sebagian sebagai pembantu rumah tangga – “perempuan diposisikan untuk tidak bersinggungan langsung dengan alam” (hal. 131)- Perantau laki-laki bekerja di pengelasan tongkang dan bekerja di laut lepas- Dalam pemilihan jenis pekerjaan, berdasarkan pertimbangan berdasarkan ideologi gender (hal. 132)
  139. 139. - Harapan akan kehidupan yang lebih baik, harapan akan terwujudnya berbagai keinginan- Impian terhadap apa yang akan diraih selama merantau tidak selamanya dapat diperoleh - harapan untuk membawa sejumlah uang (perantau laki-laki) – rasa terpaksa harus keluar dari pekerjaannya dan kembali ke Motean karena alasan keluarga (perantau perempuan)- Rumah-rumah yang dianggap rumah bagus di Motean adalah rumah yang berdinding dan berlantai keramin, biasanya lebih luas daripada rumah di sana pada umumnya (hal. 142)- “Perantau yang berhasil itu kalau sudah mempunyai rumah” (hal. 144)
  140. 140. - Perubahan warna kulit- Perubahan cara berpakaian – pemilihan model (mirip dengan remaja-remaja di sinetron-sinetron yang ditayangkan di TV swasta - perantau perempuan), pemilihan merek (perantau laki- laki)- Perubahan cara berbicara, tampak pada perantau perempuan dari Jakarta
  141. 141. - Laki-laki nelayan menghabiskan hasil tangkapan untuk menkonsumsi minuman keras sebagai penghangat tubuh dan mabuk-mabukkan, serta judi- Minuman keras dikonsumsi oleh generasi muda (laki-laki) untuk sekedar mabuk-mabukkan- „Buka botol‟ – untuk menjamu teman-teman di daerah asal (biasanya dilakukan oleh perantau ABK dan yang dari Batam)- Perantau (pemuda laki-laki) yang bekerja di darat menghabiskan uang gajiannya untuk penginapan, makan, rokok dan minum minuman keras- Perantau perempuan menjamu teman dengan makanan kecil yang dibawa dari rantau atau mentraktir makan temannya di warung
  142. 142. - “Posisi minuman keras … disejajarkan dengan rokok. Dalam arti sebagai media untuk pergaulan dan bersosialisasi dalam kelompok masyarakat tertentu khususnya laki-laki” (hal. 154)- “… merantau menjadi salah satu bagian dari rencana hidup generasi muda …” (hal. 156)- Sebagian besar perantau perempuan belum menikah, sementara perantau laki-laki sebagian sudah menikah dan sebagian belum- Merantau – aktivitas pegi ke luar Cilacap untuk bekerja (perubahan ekologi Segara Anakan dari perairan menjadi daratan telah membuat masyarakat Motean gelisah. Hasil tangkapan mereka semakin hari semakin menurun).
  143. 143. Sumber: KR, 3 September 2012, Hal. 14Judul: Di Balik „Booming‟ Teknologi K-PopOleh: Andi Megawati, Mahasiswi Universitas Teknologi Yogyakarta- Budaya K-pop menaikkan penggunaan handphone merek Korea- Samsung (HP Korea) menduduki peringkat tiga besar penjualan HP di Indonesia- Marketing Samsung mengemas prodil mereka melalui kemasan budaya seperti film dan atau drama Korea- Drama Korea mendapat simpati dan pujian dari kalangan perempuan- Gaya hidup dan kebudayaan artis Korea ditiru – cara berpakaian, berbicara, berpenampilan, gaya bahasa hingga penggunaan HP merek Samsung
  144. 144. Sumber: KR, 7 Mei 2012, Hal 21Judul: K-Pop dan Krisis NasionalismeOleh: Iip Wijayanto, Dai dan Pemerhati Remaja- Demi mendapatkan tiket konser SUJU mereka yang masih berada dalam margin usia pelajar SD-SMA (1) rela bermalam di lokasi-lokasi ticket box (2) melupakan sekolah (membolos) (3) tidak mempedulikan persiapan untuk menghadapi ujian nasional- Para pelajar di negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Myanmar yang relatif memiliki karakteristik budaya yang sama tidak ikut-ikutan latah- Pelajar kita saat ini mengalami krisis identitas – identitas seorang pelajar tentunya adalah nasionalisme yang diimplementasikan dalam bentuk cinta dan bangga kepada budaya nasional- Ketika di Jepang demam gaya busana harajuku, kitapun segera ikut- ikutan
  145. 145. Sumber: KR, 8 Juli 2012, Hal. 16Judul: Penyanyi Instan Ala „Talent Box‟ – Peminatnya SebagianBesar Ibu-Ibu- Maraknya acara-acara menyanyi mencari bakat diiringi dengan munculnya studio rekaman instan.- Talent box berdiri sejak tahun 2003, … telah berkembang di 5 kota, yakni Bandung, Depok, Serang, Yogyakarta dan Jakarta- “Talent box juga berkembang seiring dengan maraknya sekolah tarik suara (sekolah vocal) yang menjamur di seluruh Indonesia”- Didirikan oleh duo marketer jebolan Hewlett Packard dan Advan Komputer, Ir Goenardjoadi Goenawan MM dan Ir Teddy Tjan yang bernaung di bawah bendera TG Marketing Brand, Channel, Franchise consultant.
  146. 146. - Talent menarik biaya Rp 60ribu untuk tiga lagu pada setiap orang yang berminat merekam suaranya. Waktu yang diperlukan untuk rekaman Cuma 20-30 menit- Pelanggan tinggal menunggu 5-10 menit, lalu bisa pulang membawa sekeping VCD dengan suara sendiri- Rekaman profesional, satu lagu butuh waktu 6 jam- Dikembangkan untuk mengakomodasi minat dalam berkaraoke dan peluang pasarnya menjanjikan karena pemainnya jarang- Pelanggan berasal dari berbagai usia dan strata sosial, yang terbanyak adalah ibu-ibu
  147. 147. Sumber: KR, 20 Mei 2012, Hal. 11Judul: Digemari Perempuan Biasa Sampai Artis – Pilates BuatTubuh Langsing dan Fresh- “Kini, senam pilates banyak digemari mulai kalangan artis, ibu- ibu dan remaja”- Pilates telah menjadi sebuah life style- Gerakan pilates banyak fokus pada otot dan pernafasan sehingga tak hanya memperbaiki postur tubuh tapi jugamelancarkan peredaran darah- Senam pilates diciptakan karena gaya hidup modern, postur tubuh yang sering membungkuk disertai pernafasan yang tidak efisien menjadi akar munculnya masalah kesehatan
  148. 148. - Fokus gerakan senam pilates: (1) melatih otot-otot core atau batang tubuh yang menjaga tubuh seimbang, berpostur indah dan memberikan sokongan yang memadai untuk tulang punggung (2) melatih pernafasan (3) penjajaran tulang belakang (4) penguatan otot-otot tubuh bagian dalam- Efek lain: memberi dampak pada kesehatan emosional- Mulai dikembangkan pilates untuk ibu hamil
  149. 149. Sumber: KR, 2 Maret 2012, Hal. 19Judul: Komunitas Unik – Youth Forum, dari, oleh, untuk RemajaOleh: Gan Michelle Amadeus- Youth Forum memposisikan diri sebagai seorang sahabat untuk mendengarkan curahan isi hati- Keinginan untuk mempelajari lebih dalam tentang dunia remaja, serta kesadaran bahwa remaja butuh informasi yang tepat terkati dengan dunianya menjadi dasar adanya Youth Forum- Youth Forum tidak hanya bertaraf lokal, YF juga hadir di kota-kota di Indonesia, bahkan dunia. Di Yogyakarta, YF berdiri tahun 2007.- Beberapa kegiatannya: trauma healing, riset, bedah film, audiensi, touring, hingga pengajuan petisi yang berkaitan dengan hak remaja- Topik yang dibahas: pacaran sehat, kesehatan reproduksi (kespro), dll
  150. 150. Sumber: KR, 21 Agustus 2011, Hal. 11Judul: Makin Eksis – Komunitas Animasi di YogyaOleh: Anik Puspitosari- Pada tahun 1955 di Indonesia sudah ada film animasi berjudul Si Doel Memilih (karya Dukut Hendronoto) – membuktikan lahirnya tonggak sejarah animasi modern- Wayang kulit, dalam artikel ini, dimaknai sebagai salah satu bentuk animasi – memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik yang dimainkan dalang- Berawal dari tekad untuk membangun Yogya dengan animasi, pada tanggal 17 Juli 2010 berdiri Komunitas Animasi Yogya – Jogjanimation – dengan 1.500 anggota (300 aktif)- Di Yogya ada 20 studio animasi dan 10 sekolah yang memiliki jurusan animasi.- Banyak anak-anak remaja yang membuat video animasi tidak ada tempat untuk menyalurkan ekspresinya
  151. 151. Sumber: http://krjogja.com/read/123530/kosongkan-lemari-sambil-beramal.krJudul: Kosongkan Lemari Sambil Beramal- “Komunitas ini menggelar garage sale yang menggabungkan barang bekas dengan barang baru. Menggandeng delapan online shop”- “Sistem penjualan langsung ini menjadi trend. Dengan membuang barang-barang yang berdebu dan penuh sesak mampu menghasilkan uang. Akhirnya, pendapatan membukit, bahkan ada kalanya koleksi baju yang terkadang jadul itu dibeli dan didonasikan bagi meraka yang kurang beruntung. Hal ini yang dilakukan oleh Komunitas Jendela.”- Sebagian besar barang yang dijual adalah baju perempuan- Ketika masyarakat tidak punya uang untuk donasi, mereka bisa memberikan baju yang layak jual untuk diuangkan. Ini juga salah satu cara agar bagi pembeli yang ingin beramal
  152. 152. Sumber:http://jurnalsodality.ipb.ac.id/jurnalpdf/4%20Putri%20Ekasari.pdfJudul: „Dampak Sosial-Ekonomi Masuknya Pengaruh Internetdalam Kehidupan Remaja di Pedesaan‟Oleh: Putri Ekasari dan Arya Hadi Dharmawan, Departemen SainsKomunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas EkologiManusia, IPBSetting Lokasi:Desa Cibatok I dan Desa Pangradin, Kabupaten BogorResponden: 15 laki-laki dan 15 perempuan
  153. 153. - Rata-rata remaja laki-laki di Desa Cibatok I dan Desa Pangradin sering membuka situs hiburan, seperti Youtube, 4shared, Game Online, dan lain-lain karena hobby yang mereka miliki- Rata-rata tujuan remaja perempuan di Desa Cibatok I dan Desa Pangradin membuka situs internet adalah untuk menjalin pertemanan di dunia maya yang dapat dilakukan melalui situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, Hello, dan lain-lain- Tingkat pendidikan mempengaruhi ragam situs yang dibuka. Semakin tinggi tingkat pendidikan responden, maka semakin banyak situs yang pernah dibuka. Sebaliknya, semakin rendah tingkat pendidikan responden maka situs yang dibuka tidak beragam (hanya pernah membuka satu situs saja)
  154. 154. - Frekuensi atau lamanya waktu yang dihabiskan oleh responden dalam sehari di kedua desa berada dalam kategori rendah, yaitu kurang dari lima jam- Setengah dari remaja di Desa Cibatok lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah, sedangkan lebih dari separuh remaja di Desa Pangradin lebih banyak menghabiskan waktu di rumah (Mereka jarang bepergian karena akses menuju kota sangat jauh dan sulitnya sarana transportasi)- Rata-rata remaja di Desa Cibatok I merasa lebih nyaman berinteraksi melalui chatroom dengan teman di dunia maya yang disediakan oleh situs jejaring sosial dibandingkan dengan teman yang ada di sekitar atau di sebelahnya
  155. 155. - Remaja di kedua desa memanfaatkan internet untuk menambah teman atau relasi melalui situs jejaring sosial seperti Facebook. Melalui Facebook, mereka dapat menjalin pertemanan dengan banyak orang yang tidak terbatas oleh geografis- Internet bagi remaja di kedua desa dijadikan sebagai sarana hiburan. Bagi remaja laki-laki, mereka sering bermain game online untuk menghilangkan kejenuhan setelah beraktivitas- Pada saat ini, remaja di kedua desa juga telah memanfaatkan internet sebagai sarana bisnis untuk menjual suatu produk mereka secara online atau mempromosikan band agar dikenal oleh masyarakat dunia maya lainnya- Pengaruh internet telah menyebabkan sebagian remaja di kedua desa sering melupakan tugas sekolah dan waktu beribadah
  156. 156. 30%25%20% Cibatok I15% Pangradin10%5%0% Pendidikan Internet Rumah Warung Internet PonselTransportasi ke (belanja, bermain dan lain-lain) Hiburan sekolah Deposit (menabung, diberikan ke orang tua bagi yang bekerja)
  157. 157. Sumber: http://eprints.ums.ac.id/1575/1/15-24.pdfJudul: Peningkatan Keterampilan Pencegahan PerilakuPenyalahgunaan Narkoba bagi Remaja di Desa Gonilan,SukoharjoOleh: Arif Widodo, Prodi Keperawatan – Fakultas Ilmu KesehatanUniversitas Surakarta- 75 % penyalahguna narkoba adalah remaja Indonesia berumur 15-25 tahun- Jenis narkoba yang sering disalahgunakan (dikonsumsi): (1) ganja (2) Amphetamine (Ecstasy dan Shabushabu) (3) Opiat (morphine, heroin/putaw) (4) Kokain (5) Alkohol (6) Sedatif / Hipnotika
  158. 158. Faktor yang menyebabkan remaja menggunakan narkoba yaitukeinginan untuk bersenang, lari dari kebosanan, rasa ingin tahuyang tinggi, ajakan teman.Pencegahan narkoba yakni:a. Lingkungan pergaulan yang sehatb. Memperkuat keimananc. Komunikasi baikd. Hindari pintu masuk narkoba yaitu rokok
  159. 159. Sumber: http://krjogja.com/read/136645/mukena-tidy-jadi-tren-bagi-anak-muda.krJudul: Mukena Tidy Jadi Tren Bagi Anak Muda- Tren salah satu perlengkapan muslim terutama mukena di DIY selama bulan Ramadan 2012 kali ini yaitu mukena tidy atau mukena jumputan. Mukena tidy dengan corak yang simple dan menawarkan aneka warna yang menarik ini banyak diminati anak muda dan remaja sehingga penjualannya cukup tinggi.- Selain mukena model jumputan, kali ini mukena dengan bahan parasut pun sedang banyak diminati ... "Mukena parasut ini sebenarnya dulu sudah keluar, tapi kemudian hilang, sekarang keluar lagi dan penggemarnya pun banyak," tambahnya.- … mukena dengan bahan sutra dan sulama asli dari Padang yang dibandrol dengan harga Rp2.5 juta ini, menjadi favorit bagi kalangan atas.
  160. 160. Sumber: KR, 24 Juli 2012, Hal. 14Judul: Saat Buka Puasa – Kolang-Kaling Laris ManisLokasi Pasar Gedhe Solo- Makanan berbahan baku dari buah aren – rasanya kenyal, manis dan dicampur gula- Merupakan santapan idola anak-anak dan kalangan remaja yang berpuasa- Hari biasa – dua kuintal per hari, Bulan Puasa – satu ton per hari- Biasa dibuat kolak atau campuran es buah- Harga menjadi naik dua kali lipat akibat permintaan yang meningkat- “Kebanyakan yang beli ibu-ibu, biasanya untuk persiapan berbuka puasa. Ada juga yang dijual lagi dalam bentuk es cendol” (Ny. Sumiati – Penjual Kolang-kaling)
  161. 161. Sumber: KR, 23 Juli 2012, Hal. 11Judul: „Kerudung Obama-Ibu Aladdin‟ Jadi FavoritSetting Lokasi: Temanggung- Model kerudung yang diminati – (1) kerudung yang dikenakan artis dalam serial sinetron, (2) model Obama dan Ibu Aladdin- Peminat: kaum ibu dan remaja putri- Penjualan: 20 potong per hari- Laris karena pesona artis pemakainya, serta kesesuaian saat berperan di sinetron
  162. 162. - Artis yang cantik, berperan feminin, baik hati dan nsabar, serta yang jadi lakon, kerudung yang dikenakan pasti dicari di pasar- Untuk mendukung penampilan di bulan Ramadan agar lebih terlihat muslimah- Warga mencari harga yang standar- Seorang pembeli mencari kerudung model yang dipakai ibunya Aladdin k(banyak dipakai ibu – ibu muda) arena ingin tampil cantik dan menarik – dinilai pas dengan wajah dan sedang banyak penggemarnya- Pembeli yang lain menyukai model kerudung Obama karena lebih modis dan mudah dikenakan – cocok bagi remaja dan tidak ribet saat dipakai atau ketika memakainya
  163. 163. Sumber: KR, 25 Juli 2012, Hal. 8Judul: Heboh „Love is You‟ Cherrybelle- Penampilan Cherrybelle (Chibi) pada Malam Keakraban dan Kesenian with Cherrybelle: Arisan Pendidikan Budi Utama (ARMA) Yogyakarta „Kaleidoskope, Harmonis dalam Keanekaragaman‟ di Grand Pacific Hall, Yogyakarta- ARMA beranggotakan orangtua siswa dan pengurus Yayasan Pendidikan Budi Utama- Kegiatan dirangkai dengan pemberian beasiswa dan atraksi kesenian oleh siswa Budi Utama
  164. 164. - Anak – anak yang hadir pada acara gathering tersebut langsung berhamburan mengejar para personel Chibi, saat mereka ketahuan memasuki ruangan- Anak – anak yang berada di dekat panggung berusaha mengabadikan penampilan Chibi (foto, video), dan mencoba berjabat tangan.- Seorang anak harus digendong di bahu orangtuanya agar bisa melihat dengan jelas penampilan Chibi
  165. 165. Sumber: KR, 26 Juli 2012, Hal. 5Judul „Degan‟ Lereng Merapi, DiburuSetting Lokasi: Sleman- Memasuki minggu pertama Ramadan, permintaan degan (kelapa muda) dari kawasan lereng Merapi meningkat tajam- Banyak tengkulak luar DIY menyerbu degan dari Desa Wukirsari dan Umbulharjo Cangkringan – tekstur daging buah dan airnya lebih segar dan berkualitas- Kelapa muda lereng Merapi banyak disuplai untuk memenuhi permintaan pasar di wilayah Delanggu, Klaten dan sekitarnya- Penjualan degan naik tiga kali lipat dibanding hari-hari biasa- Naiknya harga kelapa muda, bagi warga Wukirsari, merupakan berkah Ramadan
  166. 166. Sumber: KR, 29 Juli 2012, Hal. 20Judul: Pengembaraan Imajinasi Komunitas „Cahaya‟Setting Lokasi; Kota Yogyakarta- Komunitas Sanggar Menulis Cahaya (Membaca dan Menghasilkan Karya), diasuh Perpustakaan Kota Yogyakarta dan Forum Lingkar Pena (FLN)- Terdiri dari anak-anak SD dan SMP yang menggeluti dunia membaca dan menulis- Komunitas ini juga bisa main tetater, menyanyi dan bermain musik- Dalam komunitas ini anak-anak diajak untuk „mengembara‟ di belantara imajinasi
  167. 167. Sumber: KR, 27 Februari 2012, Hal. 13Judul: Menambah Kreativitas Anak – Musik Bukan LagiKebutuhan TersierSetting Lokasi: Yogyakarta- Belajar musik … sudah menjadi kebutuhan sekunder, bahkan primer. Sebab, dengan bermain musik bisa menambah kreativitas anak dalam pertumbuhan (Chasam Muhammad – Direktur Utama Jogja Music School)- Musik – menambah kepercayaan diri anak, melatih tingkat intelegensi anak, anak yang belajar musik lebih kreatif- Dengan banyaknya ajang mencari bakat di televisi memang mempengaruhi minat belajar musik bagi anak. Karena anak termotivasi ingin terkenal dengan bakat yang dimiliki, salah satunya dengan musik – terkadang anak-anak timbul niat belajar setelah melihat audisi
  168. 168. Sumber: KR, 31 Juli 2012, Hal. 8Judul: Peserta Jadi Model „Pesantren Cantik‟ – Berjilbab TetapTampil Dinamis dan Modis- Ragam kreasi kerudung dapat mempercantik penampilan muslimah namun tetap dalam bingkai syar‟i sesuai tuntunan agama- Kerudung yang tengah up to date: kreasi jilbab dengan topi dalaman maroko cempol dipadukand engan pashmina – didemonstrasikan oleh Tim Sanggar Kreasi Jilbab (SKJ)- Lebih dari seratus peserta baik remaja putri maupun ibu-ibu hadir untuk menambah ilmu tentang cara berhijab
  169. 169. - Kreasi jilbab dengan pashmina: pashmina polkadot, pashmina viola bahan shifon, pashmina gradasi, dll- Topi dalaman cempol untuk mensiasati yang berambut pendek- Kegiatan pesantren cantk – menambah cantik dan biar tidak membosankan
  170. 170. Sumber: KR, 16 Februari 2012, Hal. 11Judul: Sisa Belanja untuk Lunasi PBBSetting Lokasi: Desa Pucungroto, Kedungubah, dan Kaligono –Kaligesing, Purworejo- Para ibu rumah tangga menabung uang receh untuk melunasi PBB- Ibu rumah tangga setempat aktif membuat tabungan sejak dekade 1980-an; Menyisihkan uang sisa belanja dan tidak akan menggunakan untuk kebutuhan lain karena takut kesulitan membayar pajak ketika jatuh tempo
  171. 171. - Ibu rumah tangga setor ke desa, langsung dimasukkan ke kas daerah- Wajib pajak serentak melakukan pelunasan PBB dengan memecah tabungan di balai desa setempat- Masyarakat tidak pernah keberatan ketika akan membayar pajak karena selain sudah disiapkan, mereka menilai uang yang disetor akan dikembalikan kepada desa dalam bentuk pembangunan – “jika bayar pajaknya lancar, pembangunan di desa juga tambah maju”
  172. 172. Sumber: KR, 16 Februari 2012, Hal. 9Judul: PNS Wajib Beli TempeSetting Lokasi: Pekalongan- Terbit Surat Edaran (SE) untuk mengajurkan PNS membeli tempe; SE No 510.I/0334 Walikota Pekalongan kpada semua PNS Kodya Pekalongan- (1) SE untuk menumbuhkan usaha perajin di kampung tempe, (2) meyakinkan jajaran PNS jika tempe itu higienis dan patut dikonsumsi- Setiap 2 (dua) minggu SPKD (Satuan Perangkat Kerja Daerah) di seluruh Pemkot Pekalongan diwajibkan membeli lima potong tempe ukuran 3,s ons

×