Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Edisi IV Tahun 2016
Salam Redaksi
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME dengan terbitnya Newsletter Edisi IV Tahu...
2
Solid dan Sinergi Mencegah Kebutaan
Pencanangan BELKAGA di Kabupaten Gunung Mas
Hari Penglihatan Sedunia diperingati set...
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) diperingati setiap tahunnya pada tanggal
10 Oktober. Dalam rangka peringatan HKJS Tahun...
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia, dr. H. Mohamad Subuh, MPM...
Perlunya Deteksi Dini untuk Cegah dan Kurangi Risiko Diabetes
Peringatan Hari Disabilitas Internasional diinisiasi oleh Ma...
BERITA DALAM GAMBARBERITA DALAM GAMBAR
6
Sambungan dari hal. 1 ………
R. Vensya Sitohang ,M.Epid., Direktur Pencegahan dan Pe...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Newsletter Edisi 4 Tahun 2016

354 views

Published on

Newsletter Edisi 4 Tahun 2016

Published in: Government & Nonprofit
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Newsletter Edisi 4 Tahun 2016

  1. 1. Edisi IV Tahun 2016 Salam Redaksi Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan YME dengan terbitnya Newsletter Edisi IV Tahun 2016 ini. Edisi kali ini menyajikan berbagai berita terkait dengan kegiatan Program P2P dengan headline news “Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52”. Kami selaku redaksi mengucapkan terima kasih atas masukan dan sumbang pikiran dari semua pihak demi terselesaikannya Newsletter ini. Semoga Newsletter Edisi IV ini dapat memberikan motivasi dan bermanfaat bagi pembaca. Kritik dan saran kami harapkan demi kesempurnaan Newsletter ini. Penasihat: Dirjen P2P Pengarah: Sekretaris Ditjen P2P Penanggung Jawab: Sri Handini, SH, MH, M.Kes. Redaktur: Zamora Bardah, SH,MKM Editor: drg. Yossy Agustina, MH.Kes. drg. Resi Arisandi, MM., Devy Nurdiansyah. Design Grafis: Juni Purnomowati,SH,M.Si., Putri Kusumawardani, ST., Bukhari Iskandar, SKM. Fotografer: Sri Sukarsih, Amd. Kanina Cakreswara, SH, Sri Sulastriningsih, Amd. Sekretariat : Ikron, SKM,MKM., RR. Tri Hastati, Ria Rostiana, Amd,Kep., Punto Dewo, SKM,M.Kes., Lia Septiana, SKM, M.Kes., Dody Arek Purnomo,SE., I Wayan Suharjana, SKM. Alamat Redaksi: Bagian Hukormas Ditjen P2P, Jl. Percetakan Negara No. 29 Jakarta Pusat 10560 Telepon/Faks: (021) 4223451 email: humas.p2pl@gmail.com website: www.pppl.depkes.go.id facebook: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Peringatan Hari Kesehatan Nasional 1 ke-52 Pencanangan BELKAGA di Kabupaten 2 Gunung Mas Solid dan Sinergi Mencegah Kebutaan 2 Seminar Umum Hari Kesehatan Jiwa 3 Sedunia Tahun 2016 Pekan Deteksi Dini Kanker pada 3 Perempuan di DKI Jakarta Peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan 4 KKP Semarang Wilker Rembang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim 4 dan Kanker Payudara Perlunya Deteksi Dini untuk Cegah dan 5 Kurangi Risiko Diabetes Seminar Kesehatan dalam rangka Hari 5 Disabilitas Internasional Tahun 2016 Berita Dalam Gambar 6 DAFTAR ISI TIM REDAKSI Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 52 tahun ini mengangkat tema Indonesia Cinta Sehat ; dengan sub tema Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat. Tema ini selaras dengan Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), dan bertujuan membangkitkan kembali pesan- pesan kesehatan bahwa sehat itu harus dijaga, bergaya hidup sehat, berpartisipasi aktif dalam jaminan kesehatan nasional, sehingga akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai Indonesia Kuat. Berbagai rangkaian diselenggarakan baik di tingkat pusat maupun di daerah menyambut HKN ke-52 tahun 2016, diawali dengan pemutaran film Nusantara Sehat dan Eagle Award, kegiatan seminar dan workshop, perlombaan, bakti sosial, upacara peringatan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pemeriksaan deteksi dini faktor risiko kesehatan, pameran pembangunan kesehatan, hingga puncaknya adalah peluncuran GERMAS oleh Presiden RI. Peringatan HKN Ke-52 ditandai dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) dan diikuti jajaran pimpinan dan karyawan Kementerian Kesehatan, Perwakilan Rumah Sakit Vertikal, BUMN Kesehatan dan Lintas sektor lainnya, pada Senin (14/11) di Kantor Kemenkes Jakarta. Dalam sambutannya Menkes mengatakan bahwa Program prioritas Pembangunan Kesehatan pada periode 2015- 2019 dilaksanakan melalui program Indonesia sehat dengan Pendekatan Keluarga, ditetapkan 12 indikator utama sebagai penanda status kesehatan sebuah keluarga, yaitu keluarga mengikuti program keluarga Berencana (KB), ibu melakukan persalinan di fasilitasi kesehatan, bayi mendapat imunisasi dasar lengkap, bayi mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan, penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar, penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur, penderita ganguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan, anggota keluarga tidak ada yang merokok, keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keluarga mempunyai akses sarana air bersih, dan keluarga menggunakan jamban sehat. Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga dilaksanakan secara bertahap dengan target pada akhir tahun 2019, seluruh puskesmas di Indonesia telah dapat melaksanakannya. Kegiatan upacara HKN diisi dengan pemberian penghargaan secara simbolis kepada beberapa pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan karena pengabdiannya kepada Kementerian Kesehatan yang telah mengabdi selama periode tertentu, diantaranya adalah drg. ...… bersambung ke hal. 6 Menteri Kesehatan RI menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 52 yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta Menteri Kesehatan RI di dampingi oleh beberapa Pejabat Struktural di lingkungan Kemenkes RI meninjau Teknologi Tepat Guna (TTG) BBTKLPP Jakarta di Stand Pameran Ditjen P2P Kemenkes pada Pameran HKN ke-52 di Hall C3 JI Expo Kemayoran Jakarta
  2. 2. 2 Solid dan Sinergi Mencegah Kebutaan Pencanangan BELKAGA di Kabupaten Gunung Mas Hari Penglihatan Sedunia diperingati setiap minggu kedua pada bulan Oktober di berbagai belahan dunia. Tema yang diangkat pada tahun 2016 ini adalah Solid dan Sinergi Mencegah Kebutaan. Dengan tema internasionalnya adalah “Stronger Together”. Peringatan ini bertujuan untuk memperkuat jejaring lintas program dan lintas sektor, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengukur tercapainya peningkatan kesehatan mata masyarakat indonesia dan mengintegrasikan upaya promotif dan preventif gangguan penglihatan dan kebutaan dengan program kesehatan lainnya. Demikian disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Ditjen P2P Kemenkes, dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM selaku Ketua Panitia, saat menyampaikan laporannya, pada (10/10) di Kantor Kemenkes Jakarta. Lebih lanjut, beliau juga melaporkan bahwa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada peringatan Hari Penglihatan Sedunia Tahun 2016 antara lain Lomba Fotografi untuk pelajar tingkat SLTA se-provinsi DKI Jakarta dengan tema Jaga Mata Kita Dengan Perilaku Hidup Sehat, Talkshow di Radio Elshinta, Press Breafing dengan Ibu Menteri Kesehatan, Serta Seminar dalam Rangka Hari Penglihatan Sedunia Tahun 2016. Puncak Peringatan Hari Penglihatan Sedunia ditandai dengan Deklarasi Komite Mata Nasional yang disampaikan oleh Ketua Komite Mata Nasional yaitu Andy F. Noya dan Video Conference Menteri Kesehatan RI dengan para Kepala Dinas Kesehatan di 6 provinsi yang telah melakukan deteksi dini Gangguan Difraksi pada Siswa/i Sekolah Dasar yaitu DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara. Pada kesempatan tersebut diserahkan juga secara simbolis bantuan kaca mata sebanyak 10 kaca mata gratis kepada 10 siswa/i Sekolah Dasar di Provinsi DKI Jakarta, dan perwakilan dari 5 propinsi lainnya, yaitu Kepulauan Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara oleh Ketua Gabungan Pengusaha Optik Indonesia dalam rangka Gerakan Sejuta Kaca Mata. Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K) sepakat dengan Komite Mata Nasional yang akan memprioritaskan Katarak dalam programnya. Katarak bukan penyakit, melainkan degenerasi dari semakin bertambahnya umur, dimana semakin bertambah umur kita akan tumbuh uban, dan uban ini juga akan tumbuh di lensa mata kita juga, mata kita yang dulunya lensanya begitu jernih dan bening serta cahaya bisa masuk sekarang semakin tua umurnya makin mengeruh dan suatu saat saking keruhnya cahaya tidak akan masuk sehingga terganggu penglihatannya. “Kita harus lakukan operasi Katarak sebanyak 250.000 per tahun. Hasil Rapid Assesment Available Blindness menunjukan adanya peningkatan menjadi rata-rata 2,4% sampai 4%. Untuk itu kami sangat mengaharapkan Komite Mata Nasional bekerja, namun tanggung jawab ini bukan hanya terletak di pundak pak Andy F. Noya tetapi di kita semua. Kami dari Kementerian Kesehatan sangat mendukung karena kita membuat manusia menjadi produktif kembali,” ujar Menkes di akhir sambutannya. Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) Tahun 2016 adalah bulan dimana kita bersama untuk Indonesia Bebas Penyakit kaki Gajah dengan cara serentak meminum obat pencegah penyakit kaki gajah. Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Nila Farid Moeloek Sp. A (K), mencanangkan Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah Tahun 2016 yang bertempat di Taman Kota, Kabupaten Gunung Mas Kalimantan Tengah yang di hadiri oleh kurang lebih 2000 undangan yang terdiri dari berbagai unsur diantaranya anak sekolah, wakil instansi pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat. Pada tanggal 3 Oktober 2016. Menkes dalam hal ini menyatakan bahwa dalam mensukseskan pembangunan manusia, seluruh masyarakat Indonesia harus sehat dan bebas dari berbagai penyakit, termasuk bebas Penyakit Kaki Gajah, oleh karena itu, kita akan mewujudkan Indonesia Bebas Penyakit Kaki Gajah tahun 2020, suatu keadaan dimana Penyakit Kaki Gajah tidak merupakan masalah kesehatan saja. Pemerintah bersama seluruh masyarakat sejak 40 Tahun lalu telah berhasil menurunkan masalah Penyakit Kaki Gajah yang ditunjukan dengan menurunya presentase orang yang terinfeksi Penyakit Kaki Gajah dari 19.6 % pada tahun 1970 menjadi 4,7 % pada tahun 2014. Keberhasilan ini akan terus dilanjutkan dengan mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah pada tahun 2020. Indonesia bebas penyakit Kaki Gajah akan terwujud dan berhasil jika Pemberian Obat Pencegahan Massal berhasil dilaksanakan selama 5 tahun pada segenap penduduk di 239 Kabupaten/ Kota yang endemis Penyakit Kaki Gajah bagi 102 Juta orang, termasuk Kabupaten Gunung Mas secara berturut-turut sampai tahun 2020 dan juga adanya dukungan seluruh pimpinan di jajaran Pemerintah di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/ Kota, baik Gubernur, Bupati, Walikota, maupun para Kepala Desa dan Lurah, dan juga adanya dukungan dan keterlibatan masyarakat sangat penting yaitu dengan memberikan komitmen kuat dan bertekad sungguh- sungguh untuk mewujudkan Indonesia Bebas Kaki Gajah 2020. Menteri Kesehatan RI, Prof. dr, Nila F. Moeloek, Sp.A di dampingi Gubernur Kalimantan Tengah dan Bupati Gunung Mas mencanangkan Kampanye Nasional BELKAGA Tahun 2016 dengan menekan tombol sirene bersamaan secara simbolis Menteri Kesehatan RI bersama Ketua Komite Mata Nasional dan Ketua Gabungan Pengusaha Optik Indonesia saat penyerahan sim- bolis bantuan kaca mata gratis kepada 10 siswa/I SD di 6 wilayah yaitu DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara
  3. 3. Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 10 Oktober. Dalam rangka peringatan HKJS Tahun 2016, dilaksanakan seminar dengan mengusung tema “Keluarga Sehat Berawal dari Sehat Jiwa atau Jiwa Yang Sehat Dimulai dari Keluarga Yang Sehat” di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Dalam sambutan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza (P2MKJN), Dr. dr. Fidiansjah, SpKJ, MPH mewakili Direktur Jenderal P2P, mengatakan bahwa tema yang diangkat pada seminar HKJS tahun ini sangatlah tepat mengingat masyarakat dunia termasuk Indonesia harus memberikan perlakuan sama terhadap orang yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi apapun lebih khususnya orang yang mengalami kejiwaan. Seminar HKJS diikuti oleh kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari unsur kementerian, lembaga, dinas kesehatan provinsi, unsur pendidikan (Universitas, Guru, Murid Sekolah Menengah), Lembaga Swadaya Masyarakat, Pramuka Saka Bakti Husada, Organisasi Profesi, dan Rumah Sakit. Pada Seminar tersebut dilakukan juga Penyerahan Surat Keputusan Penetapan Krida Kesehatan Jiwa Saka Bhakti Husada yang akan diserahkan Oleh dr. Hariyadi Wibowo dalam hal ini mewakili Kwartir Nasional unsur pimpinan Saka Bhakti Husada kepada Direktur P2MKJN, Pemotongan Nasi Tumpeng secara simbolis dan Penyerahan Sertifikat Kepada Paduan Suara oleh Direktur P2MKJN. Selain itu, kata dr. Fidiansjah guna memenuhi kebutuhan masyarakat agar mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermartabat, maka pemerintah telah melakukan berbagai macam upaya yang pertama adalah pemerataan layanan kesehatan jiwa hingga layanan di fasilitas-fasilitas yang pertama sampai dengan ujung tombak pelayanan kesehatan yang ada di peringkat skunder dan tersier dan tentu pilar pertama kesehatan adalah masyarakat. Kedua adalah penyediaan layanan kesehatan yang terpadu dengan layanan kesehatan umum yaitu bersinergi dan berkoordinasi dengan unit-unit yang sudah ada baik itu puskesmas, posyandu, posbindu, UKS, UKYS dan sebagainya. Ketiga adalah pengembangan upaya yang berbasis masyarakat dimulai dari diri sendiri dan keluarga dengan dukungan jajaran lintas sektor. Dan keempat adalah pengembang kesadaran dan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan jiwa. Di akhir sambutannya dr. Fidiansjah menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada kelompok masyarakat yang peduli terhadap kesehatan jiwa, seperti komunitas dan jurnalis peduli kesehatan jiwa yang menyebarluaskan informasi untuk mengangkat harkat dan martabat orang-orang yang bermasalah pada gangguan jiwa, Pramuka, kalangan swasta, serta dunia usaha. Dari kegiatan masyarakat ini tentu orang-orang dengan masalah gangguan jiwa akhirnya mampu berkarya dan berprestasi serta berkolaborasi dengan seluruh jajaran lintas kementerian dan lembaga yang terkait baik pemerintah, masyarakat dan swasta, ujarnya. Pada (11/10), Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo meninjau beberapa puskesmas pada Pekan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Puskesmas di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 11 – 19 Oktober 2016 mendatang. Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaksanakan kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Pencanangan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pecegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan oleh Ibu Negara di Kulon Progo pada April 2015 silam. Hal ini menunjukkan dukungan Ibu Negara terhadap Program Nasional dari Kementerian Kesehatan. Prevalensi penyakit kanker di Indonesia, cukup tinggi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1.4 per 1000 penduduk, atau sekitar 347.000 orang. Dimana kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Upaya deteksi dini kanker pada perempuan tersebut berupa deteksi dini kanker leher rahim dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS). Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta tahun 2015-2016, cakupan pemeriksan IVA dan SADANIS di Jakarta Pusat sebanyak 6.524 orang (4%), Jakarta Utara sebanyak 2.539 orang (0.9%), Jakarta Barat sebanyak 7.422 orang (1.8 %), Jakarta Selatan sebanyak 12.510 orang (3.5%), Jakarta Timur sebanyak 10.839 orang (2.3%), dan Kepulauan Seribu sebanyak 76 orang (1.9%). Sedangkan cakupan pap smear di Jakarta puskesmas sebanyak 784 orang (0.5%), Jakarta Utara sebanyak 104 orang (0.03%), Jakarta Barat sebanyak 1.356 orang (0.3%), Jakarta Selatan sebanyak 264 orang (0.07%), dan Jakarta Timur sebanyak 1.576 orang (0.33%). Pada Pekan Deteksi Dini ini, Ibu Negara meninjau langsung pelaksanaan deteksi dini di lima Puskesmas, yaitu: Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo (Jakarta Timur), Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Puskesmas Kecamatan Senen (Jakarta Pusat), Puskesmas Tambora (Jakarta Barat), dan Puskesmas Kecamatan Papanggo (Jakarta Utara). Diharapkan dengan dukungan dan perhatian Ibu Negara terhadap program deteksi dini ini dapat meningkatkan cakupan serta capaian deteksi dini di Indonesia. Seminar Umum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2016 3 Pekan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan di DKI Jakarta Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla meninjau pelaksanaan Pekan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Direktur P2MKJN bersama pejabat struktural di lingkungan Kemenkes, narasumber, dan undangan dari lintas sektor dan program pada Seminar Umum HKJS Tahun 2016
  4. 4. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. H. Mohamad Subuh, MPM, pada (17/11) meresmikan Gedung Pelayanan Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Rembang yang merupakan wilayah kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Ditjen P2P, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA, Kepala KKP Kelas II Semarang Priagung Adhi Bawono, SKM,M.Med.SC(PH), Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto, SE dan para pengguna Jasa Pelabuhan Travel Biro Haji dan Umroh dan stekholder lainnya. Berdasarkan struktur organisasi dan tata kerja Kemenkes RI, KKP Semarang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada dibawah pembinaan Direktorat Jenderal Pencegahan dan pengendalian Penyakit Kemenkes RI. KKP Semarang memiliki 10 Wilayah kerja yang tersebar di wilayah Pantai Utara, mulai dari pelabuhan Tegal hingga Pelabuhan Rembang, serta Bandara Udara Ahmad Yani Semarang dan Adi Sumarmo Solo. Tugas Pokok dan Fungsi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan adalah melaksanakan pencegahan masuk dan keluarnya potensial wabah, surveilans epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat Negara. Untuk kantor pelayanan wilayah kerja pelabuhan Rembang rencananya tidak hanya melayani clearance dokumen kapal saja tetapi juga pelayanan vaksinasi meningitis bagi Jemaah umroh. Hal ini dilakukan guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. dr. Subuh dalam sambutannya menuturkan Rembang memiliki garis pantai sepanjang 64 km, hal tersebut sangat rentan bagi masuknya berbagai penyakit dari jalur tersebut. “Rembang memiliki garis pantai 64 kilometer, tentu mulai dari kilometer pertama sampai ke 64 ini tidak ada yang jaga dari ancaman penyakit, contohnya wilayah Rembang merupakan daerah eliminasi malaria, untuk itu saya mengharapkan untuk mempertahankannya,”imbuhnya. dr. Subuh juga mengucapkan terima kasih banyak atas program Buang Air Besar Sembarang (BABS) di wilayah Rembang dan mengucapkan selamat kepada pimpinan dan segenap jajaran KKP Semarang atas diselesaikannya pembangunan kantor baru di wilayah kerja Pelabuhan Rembang. Beliau berharap hendaknya seluruh jajaran selalu memberikan pelayanan kekarantinaan kesehatan dan pelayanan kesehatan pelabuhan yang terbaik di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Selanjutnya, gedung baru ini perlu dipelihara dan dirawat sebaik-baiknya dengan menerapkan konsep green office, yaitu kantor yang ramah lingkungan, menggunakan energi secara efisien, dan mengelola limbah sesuai kaidah kesehatan. Peresmian gedung Wilker Rembang ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Rembang dan penandatanganan prasasti oleh dirjen P2P dan membuka papan nama oleh Ditjen P2P dan pemotongan pita dan diakhiri dengan penanaman pohon oleh Ditjen P2P dan Wakil Bupati Rembang. Peresmian Gedung Pelayanan Kesehatan KKP Semarang Wilker Rembang Jakarta, (23/11) Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dr. Lily S. Sulistyowati, MM membuka acara Deteksi Dini Kanker Leher RahiM dan Kanker Payudara Dharma Wanita Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dalam rangka Hari Kesehatan Nasional 2016 diselenggarakan di Kantor Ditjen P2P Gedung D lantai 4 Percetakan Negara, Deteksi Dini Kanker ini diutamakan bagi pegawai dan istri pegawai Kementerian Kesehatan khususnya Ditjen P2P. Acara ini diselenggarakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 23 s/d 25 November 2016. Dalam sambutannya dr. Lily mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-52 yang diperingati setiap tanggal 12 November. Hari ini adalah bagian dan upaya kita bersama dalam mendeteksi dini kanker leher dan kanker payudara bagi pegawai dan istri pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan. Beliau mengucapkan selamat dan apresiasi kepada semua pihak yang telah menyiapkan dan menyenggarakan acara ini yang terbaik, khususnya Dharma Wanita yang mengkoordinasikan acara ini dengan baik. Deteksi dini kanker leher Rahim dilaksanakan dengan metode Inspeksi Visual dengan asam asetat (IVA) dan tindak lanjut dini kanker payudara dengan metode Pemeriksaan Payudara secara Klinis (SADANIS). Kanker leher Rahim dan kanker payudara merupakan jenis kanker tertinggi pada perempuan yang perlu kita cegah dan kendalikan bersama-sama. Program deteksi dini kanker leher Rahim dan payudara terus dikembangkan ke seluruh wilayah Indonesia. Melalui dukungan Ibu Negara, Ibu-ibu Organisasi Aksi Solidarisasi Era Kabinet Kerja (OASE-KK) kementerian/lembaga Negara, profesi, LSM, dan masyarakat program telah dilaksanakan di Puskesmas di seluruh provinsi pada lebih dari 380 kabupaten/ kota. Diakhir sambutannya beliau sangat mengharapkan seluruh pegawai perempuan dan istri pegawai di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berusia lebih dari 30 tahun dapat mengikuti kegiatan deteksi dini, beliau juga menghimbau kepada seluruh pegawai agar ikut berperan serta dalam menyebarluaskan informasi kepada masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker leher rahim dan payudara dan mengajak masyarakat agar melakukan pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya. Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara 4 Dirjen P2P di dampingi oleh Sesditjen P2P, Wakil Bupati Rembang, dan Kepala KKP Semarang melakukan pemotongan pita secara simbolis sebagai tanda di resmikannya Gedung Pelayanan Kesehatan KKP Semarang Wilker Rembang Direktur PPTM, dr. Lily S. Sulistyowati, MM menyampaikan sambutan pada pembukaan acara Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kankes Payudara di lingkungan Ditjen P2P
  5. 5. Perlunya Deteksi Dini untuk Cegah dan Kurangi Risiko Diabetes Peringatan Hari Disabilitas Internasional diinisiasi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1976 dan pada tahun 1981 resmi diumumkan sebagai International Year of Disabled Persons. Peringatan ini menekan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat tentang disabilitas dan menghapuskan stigma serta memberikan berbagai dukungan yang mendorong peningkatan kemampuan serta kesejahteraan bagi penyandang disabilitas. Untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2016, maka sesuai dengan SOTK baru Permenkes Nomor 64 Tahun 2015 dimana telah terbentuk suatu Sub Direktorat baru setingkat Eselon III di lingkungan Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu Sub Direktorat Gangguan Indera dan Fungsional, maka diselenggarakan Seminar Kesehatan dalam rangka Hari Disabilitas Internasional Tahun 2016 di Kantor Kementerian Kesehatan Jakarta dengan mengambil tema “Peran Keluarga dalam Menyiapkan Masa Depan Penyandang Disabilitas”, pada (24/11). Adapun berbagi narsumber dalam seminar yaitu Direktur P2PTM, Prof. Irwanto, PhD dari Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya, Dokter Ahli KFR dari PB Perdosri, dan testimoni oleh Panji Surya Sahetapy. Tahun ini tema internasional yang diangkat pada peringatan adalah Achieving 17 Goals for the Future We Want yang menekankan pentingnya pencapaian 17 Goal Sustainable Development Goals dan perlunya mewujudkan dunia yang inklusif dan berkeadilan bagi Penyandang Disabilitas. Sedangkan tema nasionalnya adalah Membangun Masyarakat Inklusif, Adil dan Berkesinambungan Bagi Penyandang Disabilitas untuk Indonesia yang Lebih Baik. Dalam sambutan Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM saat pembukaan Seminar, mengatakan upaya kesehatan yang komperhensif dan bermutu, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitattif bagi para penyandang disabilitas bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan para penyandang disabilitas yang setinggi-tingginya. Tujuan ini dapat terlaksana apabila upaya-upaya Pemerintah dilaksanakan bersama seluruh lapisan masyarakat, termasuk akademisi, organisasi profesi, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, kalangan swasta dan dunia usaha. Untuk itu di masa mendatang, Pemerintah akan berusaha memastikan bahwa seluruh pelayanan kesehatan terjangkau oleh penyandang disabilitas, yaitu dengan menghilangkan setiap hambatan masyarakat untuk menjangkau fasilitas kesehatan dan melatih tenaga kesehatan agar mereka memahami masalah disabilitas termasuk hak penyandang disabilitas, serta melakukan investasi pada pelayanan spesifik seperti rehabilitasi. Seminar Kesehatan dalam rangka Hari Disabilitas Internasional Tahun 2016 5 Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. H. Mohamad Subuh, MPMM, pada (19/11) membuka acara Simposium Nasional Hari Diabetes Sedunia Tahun 2016 di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam sambutannya, dr. Subuh mengatakan bahwa pada 10 - 15 tahun yang lalu diprediksi Indonesia akan mengalami transisi epidemologi, yaitu suatu perubahan dari suatu penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (PTM). Namun banyak orang tidak menyadari hal itu bukan cuma sekedar wacana, tetapi sudah terjadi transisi epidemologi tersebut, dan kenyataannya 5 tahun terakhir ini terjadi peningkatan kasus PTM yang tidak hanya dilihat dari mordibitas dan mortalitas, tetapi juga dalam aspek kronisitas. PTM dalam hal ini salah satunya adalah diabetes mengakibatkan suatu burden bahkan dapat mengakibatkan Multiple Burden, baik dari aspek ekonomi aspek politik, dan kesehatan. Berdasarkan data WHO, pada tahun 2015 terdapat 415 juta penyandang Diabetes di seluruh Indonesia. Di Indonesia, data Riskesdas menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes di Indonesia dari 5,7% (2007) menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta (2013). Data International Diabetes Federation (IDF) 2015 juga menyatakan jumlah estimasi penyandang Diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta dengan menempati urutan ketujuh tertinggi setelah China, India, Amerika, Brazil, Rusia dan Meksiko. Diperkirakan pada tahun 2040, jika tidak dicegah maka angka penyandang Diabetes akan meningkat menjadi 16,2 juta di Indonesia. 80% kasus diabetes sendiri dapat dicegah, bila seandainya masyarakat mau melakukan cek kesehatan, namun kenyataannya 1 dari 2 orang dengan diabetes tidak tahu dirinya memiliki diabetes. Pada akhirnya banyak pasien yang ditemukan sudah dalam tahap lanjut dan tejadi komplikasi penyakit seperti, serangan Jantung dan stroke, infeksi kaki yang bila sudah berat berakibat diamputasi, dan gagal ginjal stadium akhir. Untuk itu, kata dr. Subuh terdapat 3 prinsip upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit, yaitu (1) mendeteksi penyakit dengan melakukan deteksi dini atau diagnosa awal; (2) upaya prevensi dengan melakukan upaya intervensi terhadap faktor risiko; dan (3) upaya respon yang tidak hanya dilakukan di fasyankes, tetapi juga dilakukan oleh berbagai pihak, seperti dilingkup keluarga, komunitas, dan swasta untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat terhadap penyakit tidak menular khususnya Diabetes. Selain itu, masyarakat perlu melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan juga menerapkan CERDIK yaitu Cek kesehatan secara berkala; Enyahkan asap rokok; Rajin aktifitas fisik; Diet sehat dan seimbang; Istirahat yang cukup; dan Kelola stres. Dirjen P2P bersama pejabat struktural di lingkungan Kemen- kes, narasumber dan perwakilan lintas sector dan program menunjukan slogan Cerdik pada Acara Simposium Nasional Hari Diabetes Sedunia Tahun 2016 di JCC Jakarta Dirjen P2P memukul Gong sebagai tanda di bukanya Seminar Kesehatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2016
  6. 6. BERITA DALAM GAMBARBERITA DALAM GAMBAR 6 Sambungan dari hal. 1 ……… R. Vensya Sitohang ,M.Epid., Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, serta Yoedi Ariyanto, BSc ,SE, M.Epid Kasubbag Verifikasi dan Akuntansi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan. Selain itu, diberikan juga penghargaan kepada institusi/lembaga atas jasa dibidang pembangunan kesehatan, dan di kesempatan yang sama diluncurkan logo baru Kementerian Kesehatan, serta pembacaan komitmen Agent of Change di hadapan seluruh peserta upacara dan peresmian pameran foto kesehatan yang diadakan di Kemenkes oleh Menkes. Selain upacara, puncak peringatan HKN Ke-52 ditandai dengan Pameran Pembangunan Kesehatan yang dilaksanakan mulai tanggal 18 hingga 20 November 2016 di Hall C3 JI EXPO Kemayoran bersamaan dengan Pameran Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri yang berbentuk miniatur rumah sakit dan Puskesmas, serta dilengkapi area pameran inovasi dan area riset farmasi dan 125 stand pameran. Pameran dibuka secara resmi dengan pemotongan pita secara simbolis bersama antara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani; Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution; dan Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf Macan Efendi. Pameran diikuti oleh masing-masing unit eselon I Kemenkes, UPT, Mitra Kementerian Kesehatan serta lintas sektor dan lintas program terkait. Selain itu, di kesempatan yang sama, pada (20/11) juga diadakan Family Gathering dengan berbagai rangkaian acara seperti senam bersama Menkes, jalan sehat, lomba mewarnai anak-anak, penyerahan penghargaan dan lomba, pemotongan tumpeng, dan penampilan hiburan, seni dan budaya. Di kesempatan ini juga Menkes RI, memberikan penghargaan Karya Anak Bangsa bidang Farmasi dan Alkes. Selanjutnya, Menkes menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tentang Penggunaan Alat Kesehatan Dalam Negeri antara Kementerian Kesehatan RI yang diwakili Sekretaris Jenderal Kemenkes RI, Untung Suseno Sutarjo, dan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Kuntjoro Adi Purjanto. Nota kesepahaman tersebut bertujuan untuk mendorong optimalisasi peran terhadap penggunaan produk Alkes dalam negeri untuk mendukung percepatan pengembangan industri Alkes dalam negeri. Pemberian penghargaan pada Upacara peringatan HKN ke-52 oleh Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) Kepada Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, drg. R. Vensya Sit- ohang, M.Epid Dirjen P2P, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM bersama Sesditjen P2P, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA dan Pejabat Struktural di ling- kungan Ditjen P2P serta staf BBTKLPP Jakarta dan KKP Tanjung Priok saat Peninjauan Stand Ditjen P2P pada Pameran HKN ke-52 di Hall C3 JI EXPO Kemayoran Jakarta Direktur Jenderal P2P, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM bersama pejabat struktural di lingkungan Kemenkes, Kepala serta pejabat lainnya di Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Priok, dan otoritas Pelabuhan Tanjung Priok saat menyerahkan Penghargaan Pelabuhan Sehat dalam rangka peringatan HKN ke-52 Sekretaris Ditjen P2P, dr. Asjikin Iman Hidayat Dachlan, MHA bersama Pejabat Struktural di lingkungan Ditjen P2P, narasumber dan undangan pada Pertemuan Penyusunan Revisi Rencana Aksi Program (RAP) Ditjen P2P Tahun 2015- 2019 Penyampaian materi tentang Dukungan Awal Psikologi bagi Perkembangan Anak dan Remaja dalam Keluarga dan Masyarakat oleh narasumber, dra. Ratih Ibrahim, MM., Psikolog pada Seminar Umum dalam Rangka Hari Direktur Jenderal P2P, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM ber- sama Kadinkes Provinsi Kepulauan Riau dan stake holder terkait lainnya serta para Duta HIV Remaja 2016 terpilih saat menghadiri Kampanye Peduli HIV AIDS Pada Siswa Penandatanganan Berita Acara Sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh perwakilan staf di lingkungan Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI di hadapan Dirjen P2P, dr. H. Mohamad Subuh, MPPM dan

×