Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Pertumbuhan fisik & motorik anak usia dini, kanak-kanak dan masa remaja

14,304 views

Published on

dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah perkembangan peserta didik (2015)

Published in: Education
  • Login to see the comments

Pertumbuhan fisik & motorik anak usia dini, kanak-kanak dan masa remaja

  1. 1. 1 PERTUMBUHAN FISIK DAN MOTORIK ANAK USIA DINI, MASA ANAK-ANAK DAN MASA REMAJA Dosen pembimbing : Ali Rachman M.Pd Disusun oleh: Kelompok 2 1. Siti Eka Pebriyani (A1E313264) 2. Gusti Riski Amalia (A1E313266) 3. Fizai Ahmad Suriani (A1E313357) 4. Dita Yuniarti (A1E313363) 5. Muhammad Lutfi (A1E313369) 6. Maudina Risnayanti (A1E313416) 7. Asmarani (A1E313459) UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR BANJARBARU TAHUN 2015
  2. 2. 2 KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah SWT. atas berkat, rahmat, dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pertumbuhan Fisik dan Motorik Masa Anak Usia Dini, Masa Anak-Anak dan Masa Remaja” ini tepat pada waktunya. Makalah ini dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik dan lancar atas bantuan dari berbagai pihak, baik dari pembimbing maupun dari pihak lain. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa 2. Dosen pembimbing : Ali Rachman, M.Pd selaku dosen mata kuliah Perkembangan Peserta Didik 3. Teman- teman di program studi PGSD Kami menyadari terdapat banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari dosen dan pembaca guna menyempurnakan makalah ini di masa depan. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih dan selamat membaca bagi para pembaca. Banjarbaru, 10 Maret 2015 Kelompok 2
  3. 3. 3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia dalam tumbuh kembangnya memiliki beberapa tahapan. Manusia tidak serta-merta jadi dewasa. Namun berproses dari bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasadan lansia pada akhirnya meninggal. Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia meliputi beberapa aspek perkembangan yaitu : kognitif, spikologis, fisik motorik, bahasa dan sosial emosional. Seiring dengan pertumbuhan fisiknya yang beranjak matang, maka perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Dia menggerakkan anggota badannya dengan tujuan yang jelas, seperti (1) menggerakkan tangan untuk menulis, menggambar, mengambil makanan, melempar bola, dan sebagainya; dan (2) menggerakkan kaki untuk menendang bola, lari mengejar teman pada saat main kucing-kucingan dan sebagainya. 1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimana Pertumbuhan Fisik dan Motorik Masa Anak Usia Dini ? 2. Bagaimana Pertumbuhan Fisik dan Motorik Masa Anak-Anak ? 3. Bagaimana Pertumbuhan Fisik dan Motorik Masa Remaja ? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui Bagaimana Pertumbuhan Fisik dan Motorik Pada Masa Anak Usia Dini 2. Mengetahui Bagaimana Pertumbuhan Fisik dan Motorik Pada Masa Anak- Anak 3. Mengetahui Bagaimana Pertumbuhan Fisik dan Motorik Pada Masa Remaja
  4. 4. 4 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pertumbuhan fisik-motorik usia dini Pertumbuhan yang pesat selama rentang kehidupan terjadi pada masa bayi. Meskipun pola umum dari pertumbuhan dan perkembangan adalah sama bagi semua bayi, tetapi tetap ada perbedaan dalam hal tinggi badan, berat badan, kecepatan, kemampuan sensomotorik dan bidang perkembangan fisik lainnya. Beberapa bayi memulai kehidupan dengan badan yang lebih kecil dan perkembangan yang kurang normal. Hal ini bisa saja disebabkan oleh kelahiran sebelum waktunya (premateur), ibu yang belum cukup umur atau kondisi fisik yang buruk pada saat mengandung seperti kekurangan gizi dan mengalami tekanan, kondisi kurang baik lainnya selama periode pranatal, atau mungkin juga karena adanya sebab-sebab yang lain. Perlu diingat bahwa selain masing-masing individu mempunyai tempo perkembangan yang berbeda-beda, perkembangan individu juga sangat dipengaruhi oleh faktor hereditas dan faktor lingkungan (Soemanto, 2006: 60-61). Pada masa ini, umumnya bayi mengalami pertumbuhan fisik yang sangat pesat. Berat badan bertambah dengan cepat, begitu pula dengan tinggi atau panjang badan, besar atau lingkar kepala. Pertambahan volume serta pengerasan tulang telah dimulai pada tahun pertama, ubun-ubun anak yang ketika pertama lahir terbuka atau belum terbentuk tulang tempurung akan tertutup pada usia delapan belas bulan. Jaringan lemak bertambah pesat karena tingginya kadar lemak di dalam air susu yang menjadi makanan pokok bagi bayi. Rata-rata anak mempunyai empat hingga enam gigi susu pada usia satu tahun dan enambelas buah gigi susu pada usia dua tahun. Gigi yang pertama kali muncul adalah gigi seri atau gigi depan, sedangkan yang terakhir adalah gigi geraham.
  5. 5. 5 Secara umum pada masa bayi (usia 0-2 tahun), individu mengalami perubahan yang pesat bila dibandingkan dengan yang akan dialami pada fase-fase berikutnya. Anak sudah memiliki kemampuan dan keterampilan dasar yang berupa: keterampilan lokomotor (berguling, duduk, berdiri, merangkak dan berjalan), keterampilan memegang benda, penginderaan (melihat, mencium, mendengar dan merasakan sentuhan), maupun kemampuan untuk bereaksi secara emosional dan sosial terhadap orang-orang di sekelilingnya. Individu dianggap sehat secara fisik apabila menampakkan pola urutan kematangan yang umum pada peristiwa biologis dari susunan saraf pusat yang menyebabkan timbulnya fungsi psikologis. Timbul kemampuan bicara antara usia satu sampai dengan tiga tahun pada hampir semua anak merupakan gambaran dari kematangan fungsi psikologis pada usia tersebut. Seorang bayi yang baru berusia tiga bulan barang kali dapat mengeluarkan bunyi atau suara (berceloteh), namun otak seorang bayi yang baru berumur tiga bulan belum cukup matang untuk dapat mengerti pembicaraan ataupun berbicara. Sementara itu, anak berusia 2 tahun yang otaknya sudah cukup matang, tidak akan berbicara bila tidak berhubungan terlebih dahulu dengan orang lain. Kematangan bukanlah penyebab timbulnya suatu fungsi psikologis, ia hanya merupakan batas waktu yang paling dini dari penampakannya (Mussen dkk, 1988: 75). Setiap bayi terlahir dengan sejumlah refleks. Refleks-refleks tersebut merupakan modal dasar bagi bayi untuk mengadakan reaksi dan tindakan yang bersifat aktif. Beberapa dari refleks ini akan menghilang dalam waktu tertentu dan disebut refleks anak menusu atau refleks bayi. Sedangkan sebagian refleks yang tidak hilang disebut refleks permanen. Beberapa refleks anak menusu atau refleks- refleks sementara yang dimiliki bayi yang baru lahir antara lain: a. Refleks moro; Refleks ini tampak pada gerakan bayi mengembangkan tangannya melebar ke samping, melebarkan jari-jarinya lalu mengembalikan tangannya dengan tarikan cepat seakan-akan ingin memeluk seseorang. Refleks ini disebut juga refleks peluk.
  6. 6. 6 b. Refleks mencium-cium atau “rooting-reflex”; Refleks ini ditimbulkan oleh stimulasi taktil pada pipi atau daerah mulut.Bayi memutar-mutar kepalanya seakan-akan mencari punting susu. c. Refleks hisap; Refleks hisap biasanya timbul bersama-sama dengan rangsang pipi. Refleks ini mempunyai fungsi eksploratif yang menenangkan. d. Refleks genggam atau refleks Darwin,; Refleks ini dapat dibuktikan dengan membuat rangsang melalui goresan jari melalui bagian dalam lengan anak ke arah telapak tangannya. Bila rangsang hampir sampai pada telapak tangan maka telapak tangan akan terbuka. Selanjutnya bila jari diletakkan pada telapak tangan, maka anak akan menutup telapak tangannya tadi. e. Refleks Babinski (refleks genggam kaki). Bila ada rangsang pada telapak kaki, ibu jari kaki akan bergerak ke atas dan jari-jari lain membuka. Kedua refleks genggam ini akan menghilang pada sekitar 6 bulan (Monks dkk, 1992: 75). Adapun kondisi atau keadaan panca indera bayi yang baru lahir antara lain dapat digambarkan sebagai berikut: a. Indera Penciuman/Pembau; Bayi yang baru lahir tidak menampakkan tanda-tanda bahwa indera penciumannya telah berkembang meskipun belum banyak penelitian mengenai hal ini. Bayi hanya nampak memalingkan kepalanya bila ada bau yang tidak enak. b. Indera Perasa/Pengecap; Bayi yang baru lahir sudah bisa bereaksi dengan menyengirkan mukanya bila mengecap sesuatu yang tidak enak. c. Indera Peraba; Pada bulan terakhir periode fetal bayi sudah mulai merasakan rasa tekan dan sakit, meskipun masih global dan belum jelas. Bayi juga mempunyai jenjang rasa suhu yang lebar, dari jauh diatas sampai jauh di bawah suhu badan normal.
  7. 7. 7 d. Indera Penglihatan; Bayi mengadakan reaksi terhadap perbedaan intensitas stimulus-stimulus visual melalui refleks biji mata. e. Indera Pendengaran; Bayi yang baru dilahirkan sudah dapat mendengar, ia mengadakan reaksi terhadap stimulus-stimulus auditif (Monks dkk, 1992: 76). Sebagaimana telah dikemukakan, bayi yang baru lahir dapat menunjukkan beberapa variasi refleks motorik yang kompleks. Beberapa diantaranya dibutuhkan untuk kelangsungan hidup. Bayi akan mengikuti cahaya yang bergerak dengan mata mereka, mengisap putting susu yang dimasukkan ke dalam mulut, menengok pada sentuhan di ujung mulut, dan menggeram sesuatu yang diletakkan di telapak tangannya. Beberapa pola dan tingkah laku motorik pada bayi makin lama makin bertambah baik serta terkoordinasi, makin cermat, dan makin tepat. Hal ini, antara lain tampak pada tingkah bayi berikut ini: a. Kinestesi; Bayi yang baru dilahirkan sudah mempunyai aktivitas kinestetik, yaitu sudah mempunyai gerakan penghayatan, gerakan aktif, dan sudah dapat merasakan gerakan-gerakannya. Termasukjugadalamgolonganinipengamatantingkahlakusendiri. Sebelumdilahirkan, fetusjuga dapatmelakukan aktivitaskinestesimeskipunmasihsangatterbatas. b. Duduk ;Rata-rata, pada usia dua sampai tiga bulan bayi dapat duduk dengan bantuan orang dewasa dan pada usia tujuh bulan bayi dapat duduk sendiri tanpa bantuan orang lain. c. Merangkak dan merayap ; Walaupun ada perbedaan individual antara masa bayi ketika merangkak dan merayap, semua bayi yang dibolehkan bergerak di tanah cenderung mengikuti urutan yang sama. Usia rata-rata untuk dapat merangkak (bergerak dengan perut terletak pada lantai) kurang lebih lebih sembilan bulan. Merayap dengan tangan dan lutut
  8. 8. 8 terlihat pada usia 10 bulan. Seorang bayi dapat melampaui satu atau lebih tahap-tahap dalam perkembangan, namun kebanyakan bayi melalui sebagian besar tahap-tahap tersebut. d. Berdiri dan Berjalan; Kebanyakan bayi sudah dapat berdiri beberapa minggu sebelum mereka dapat berjalan. Biasanya bayi dapat berjalan pada usia kurang lebih satu tahun meskipun ada banyak variasinya antara 9-15 bulan. e. Memegang/Menggenggam : Antara minggu ke-16 dan ke-52 bayi dapat memegang sesuatu dengan baik. Sekitar usia lima bulan anak dapat memegang sesuatu yang dilihatnya. Bayi usia satu bulan akan memandang benda sesuatu tetapi ia tidak akan memegangnya. Anak usia dua setengah bulan akan memukulnya dan sekitar usia empat bulan ia mencoba untuk menyentuhnya. Baru pada usia lima bulan ia mencoba untuk memegang/ meraihnya. Kemampuan ini tergantung pada pematangan fungsi-fungsi organ pada anak (faktor internal) maupun pengaruh lingkungan (faktor eksternal). 2.2 Pertumbuhan fisik-motorik anak-anak Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannnya. Kaki dan tangan menjadi lebih panjang, dada dan pinggul jadi lebih besar. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi (baby fat) berkurang. Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan (olahraga). Karena perbedaan jumlah sel-sel otot, maka umumnya anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan (Santrol,1995).
  9. 9. 9 A. Pertumbuhan fisik  `Masa kanak-kanak tengah 1. Pertumbuhan melambat 2. Kekuatan dan keterampilan fisik meningkat 3. Penyakit pernapasan adalah hal yang umum,tetapi kesehatan pada umumnya lebih baik dari masa apapun pada rentang kehidupan 4. Egosentrisme berkurang Pertumbuhan Pertumbuhan pada masa kanak-kanak tengah sangat lambat Tumbuh sekitar 5-8 cm/tahun (6-11 tahun) Berat badan meningkat kira-kira 2 kali lipat selama masa itu Anak perempuan mempertahankan sedikit lebih banyak lapisan lemak dari pada anak laki-laki  Pertumbuhan fisik anak-ank awal (3-6 tahun) 1. tubuh menjadi lebih kurus dan tinggi 2. tidur lebih sedikit dibandingkan sebelumnya dan kemungkinan besar mengalami masalah tidur 3. kemampuan mereka untuk berlari meloncat melempar bola mengalami peningkatan 4. perkembangan otot perut,badan, tangan, dan kaki lebih panjang, kepala asih relatif besar 5. anak-anak menjadi lebih kuat 6. memiliiki kecendrungan untuk lebih memilih menggunakan tangan kiri atau kanan 7. tumbuh secara cepat pada usia 3-6 tahun
  10. 10. 10 Usia Perkembangan fisik 3-4 Anak dapat menyalin bentuk – bentuk dan menggambar desain – desain. Anak dapat menuangkan cairan, makan dengan perangkat makan, dan menggunakan toilet sendiri. Anak mengenakan baju dengan bantuan. 5-6 Anak dapat turun tangga, melompat, berjingkrak, dan mengubah arah. Dapat mengenakan pakaian tanpa dibantu. Gigi susu mulai tanggal, digantikan oleh gigi tetap. 7-8 Keseimbangan dan kontrol tubuh meningkat. Kecepatan dan kemampuan melempar meningkat. 9-11 Rata rata anak perempuan mulai menunjukkan perubahan pubertas,kemudian pertumbuhan masa remaja mulai terjadi secara pesat. 12-15 Rata-rata anak laki-laki memasuki masa pubertas menunjukkan pertumbuhan masa remaja yang pesat. Perkembangan motorik Usia Perilaku yang terseleksi 6 Anak perempuan lebih unggul dalam keakuratan pergerakan anak laki- laki lebih unggul dalam tindakan-tindakan yang tidak terlalu rumit dan bertenaga Bisa melompat Anak-anak dapat melempar dengan peralihan berat badan dan langkah yang tepat 7 Keseimbangan satu kaki tanpa melihta mungkin dilakukan Anak—anak dapat berjalan pada papan keseimbangan selebar 5 cm Anak-anak dapat berjingkat dan melompat ke dalam kotak yang kecil Anak-anak dapat melakukan kegiatan lompat dengan membuka kakikemudian tutup kembali dengan akuarat 8 Anak-anak memiliki kekuatan menggenggam sebesar 5 kg Anak perempuan dapat melempar bola kecil sejauh 12 m 9 Anak laki-laki dapat berlari 5 meter/ detik
  11. 11. 11 Anak laki-laki dapat melempar bola kecil sejauh 21 m 10 Anak –anak dapt menilai dan mencegah jalur bola kecil yang dilemparkan dari jarak tertentu Anak perempuan dapat berlari sejauh 5 meter /detik 11 Anak laki-laki bisa melompat sejauh 1.5 m dan anak perempuan kurang dari 1.8 m Perkembangan motorik Perkembangan keterampilan motorik tergantung pada perkembangan sistem saraf, properti fisik tubuh dan kemungkinann gerakan,tujuan yang ingin dicapai anak, dan dukungan lingkungan terhadap keterampilan tersebut. Refleks –gerakan otomatis-mengatur prilaku bayi yang baru lahir. Refleks mencakup refleks menghisap, dan refleks pada ujung saraf. Keterampilan motorik kasar meliputi motorik yang luas. Keterampilan kunci berkembang selama masa bayi mencakup kontrol postur dan berjalan. Keteampilan motorik kasar meningkat pesat dalammasa kanak-kanak. Keterampilan motorik halus merupakan tindakan motorik yang diatur secara halus. Kemampuan meraih dan menggenggam menandai pencapaian yang signifikan. Keterampilan motorik halus terus berkembang sepanjang tahun kanak- kanak. Penggunaan tangan mungkin memiliki kaitan genetik sekitar 90% anakmerupakam pengguna tangan kanan, sedangkan 10% nya kidal. Orangkidal lebih mungkin memproses bicara diotak kanannya daripada pengguna tangan kanan, dan sikidal lebih banyak memiliki masalah membaca. Orang kidal cendrung memiliki keterampilan visual –spasial yang luar biasa dan sering muncul dalam jumlah yang lebih tinngi dari yang diharapkan sebagai ahli matematika, musisi, arsitek, dan seniman.
  12. 12. 12 2.3 Perkembangan Fisik dan Motorik Masa Remaja Adolesensi merupakan masa transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Dalam masa ini terjadi pertumbuhan yang sangat cepat sampai pada saatnya mencapai kematangan seksual, kemudian timbul fase perlambatan sampai tidak terjadi pertumbuhan lagi. Pertumbuhan yang terjadi menimbulkan perubahan ukuran, seperti proporsi bentuk tubuh, perubahan dalam komposisi tubuh, sistem peredaran darah, pernapasan, sistem syaraf, kematangam seks primer dan sekunder dan sebagainya. Pada awal masa adolesensi perempuan lebih tinggi dan lebih berat dari laki- laki keadaan tersebut tidak terlalu lama setelah perubahan yang cepat terjadi. Pada anak laki-laki. Seterusnya laki-laki mengungguli tinggi dan berat badan perempuan, demikian pula ukuran-ukuran yang lain, seperti togok, panjang tungkai, lebar pundak, dan ukuran lengan. Perubahan secara proporsional terjadi pada tulang dan jaringan lemak. Pertumbuhan tulang otot berjalan dengan peningkatan tinggi dan berat badan. Sedangkan penurunan volume jaringan lemak lebih nampak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Salahsatu perubahan fisiologis adalah denyut nadi basal yang selalu menurun secara berangsur-angsur dan sama untuk anak laki-laki dan perempuan sejak lahir, tetapi pada masa adolesensi penurunan pada laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perempuan sesudah umur 12 tahun. Perbandingan perubahan awal dari kekuatan menggenggam anak laki-laki hampir dua kali lipat dibandingkan anak perempuan, sedangkan kekuatan menarik dan mendorong hampir empat kali lipat besarnya, meskipun sampai umur 13 tahun hampir tidak terjadi perbedaan. 1. Pertumbuhan fisik adolesensi Adolesensi atau masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa.Hal ini biasanya dipandang dari segi kematangan seksual dan cepatnya pertumbuhan. Adolesensi dimulai dengan percepatan rata-rata
  13. 13. 13 pertumbuhan sebelum mencapai kematangan seksual, kemudian timbul fase perlambatan, dan berhenti setelah tidak terjadi pertumbuhan lagi, yaitu setelah mencapai masa dewasa. Pada masa adolesensi terjadi perkembangan biologis yang kompleks, yang meliputi percepatan pertumbuhan, perubahan bentuk proporsi tubuih, perubahan dalam komposisi tubuh, kematangan cirri-ciri seks primer dan sekunder, perkembangan pada system pernapasan dan kerja jantung, dan mengkoordinasikan perubahan-perubahan tubuh, seksual,dan fisiologis. Secara biologis dalam masa adolesensi ini system reproduksi mencapai taraf kematangan. a. Ukuran dan proporsi tubuh Perbedaan ukuran badan untuk kedua jenis kelamin pada masa sebelum adolesensi adalah kecil, meskipun ada kecenderungan anak laki-laki sedikit lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan anak-anak perempuan.Sedangkan pada masa awal adolesensi anak-anak perempuan lebih tinggi dan lebih berat daripada laki-laki. Akan tetapi keadaaan tersebut tidak terlalu lama setelah perubahan yang cepat terjadi pada anak laki-laki pada masa adolesensi. Anak laki-laki mengejar dan mengungguli tinggi dan berat badan anak perempuan, ukuran-ukuran yang lain,seperti tinggi togok, panjang tungkai lebar bahu, lebar pinggul, ukuran lengan dan sebagainya mengikuti pertumbuhan tinggi dan berat badan yang berlangsung dengan cepat.Pada masa adolesensi antar laki-laki dengan perempuan makin jelas perbedaan ukuran dan bentuk tubuhnya. Pertumbuhan yang cepat pada masa adolesensi menimbulkan terjadinya perbedaan-perbedaan morfologis antara anak laki-laki dan perempuan yang semakin jelas.Ciri-ciri yang menonjol adalah bertambahnya lebar bahu anak laki-laki lebih cepat dibandingkan dengan perkembangan pinggulnya,sebaliknya terjadi pada anak-anak perempuan yang mengalami pertumbuhan yang cepat pada pelebaran
  14. 14. 14 pinggulnya, dibandingkan dengan perkembangan pada pinggang dan bahu. Pertumbuhan tungkai anak-anak laki-laki dan perempuan pada masa sebelum adolesensi menunjukkan proporsi yang sama antara anggota bagian bawah dan togok terhadap tinggi badan secara keseluruhan.Akan tetapi pada masa adolesensi sampai dewasa, anak perempuan menunjukkan hanya kecil pertumbuhan, pada tungkai sehingga lebih pendek dibandingkan dengan rata-rata tungkai anak laki- laki yang mengalami pertumbuhan yang lebih cepat. Perubahan fisik selama adolesensi menunjukkan beberapa indikasi dalam komposisi tubuh.Perubahan komposisi terutama bervariasi pada kegemukan dan kekurusan. Anak laki-laki meningkat ke arah berotot terutama pada anggota badan, sedangkan anak perempuan meningkat ke arah ramping dan gemuk atau makin berlemak.Peningkatan tersebut untuk anak laki-laki berlangsung dengan cepat terutama menjelang dewasa, sedangkan untuk ank perempuan berlangsunga secara bertahap. Perkembangan organ reproduksi anak perempuan mulai lebih awal dibandingkan anak laki-laki. Awal dari masa puber anak laki-laki lebih sukar dikenali, biasanya ditandai adanya percepatan pertumbuhan kantung kemaluan (skrotum) dan testis, serta mulai tumbuhnya rambut kelamin, dan juga pelebaran pangkal tenggorokan (laryns). Awal puber anak perempuan ditandai dengan terjadinya menstruasi pertama, dan berdasarkan tanda-tanda seks sekunder, seperti mulai berkembangnya buah dada, tumbuhnya rambut kelamin dan sebagainya. Usia mulainya menstruasi pertama berkisar antara 12 sampai 14 tahun.Variasi usia menstruasi pertama dipengaruhi oleh berbagai macam situasi, seperti iklim, gizi makanan, kebudayaan atau ras suku bangsa.Di daerah panas (khatulistiwa) cenderung lebih cepat terjadinya menstrusi pertama dibandingkan di daerah dingin (utara atau selatan). Kematangan seksual berdasarkan ras antara anak laki-laki kulit hitam dan anak laki-laki kulit putih hanya sedikit atau hampir tidak
  15. 15. 15 terjadi perbedaan, tetapi pada anak perempuan ternyata terdapat perbedaan.Anak perempuan Mexico mulai menstruasi pertama pada usia 12,5 tahun, rata-rata anak eropa 12,9 tahun, jepang dan negro 13,1 tahun, dan cina 13,9 tahun. Status gizi berpengaruh terhadap usia menstruasi pertama berhubungan dengan kegemukan.Seorang anak yang gemuk cenderung lebih cepat mengalami menstruasi pertama dibandingkan anak-anak yang relative lebih kurus.Gizi yang baik dan kondisi lingkungan yang baik berpengaruh terhadap kecepatan perkembangan dan kecepatan kematangan akan lebih cepat diperoleh, sebaliknya kekurangan gizi menurunkan tingkat perkembangan organisme. Dalam perkembangan fisik yang berhubungan dengan kematangan seksual mencapai puncaknya pada periode adolesensi.Peningkatan yang pesat pada anak perempuan berakhir pada usia 11 sampai 13,5 tahun dengan penambahan tinggi rata-rata 3,25 inchi (8,25 cm)setiap tahun, sedangkan pada anak laki-laki antara usia 13 sampai 15,5 tahun dengan penambahan tinggi rata-rata 4 inchi (10,16 cm) setiap tahun. Urutan pencapaian puncak pertumbuhan anak laki-laki di mulai dengan panjang tungkai, kemudian panjang togok dan disusul dengan pelebaran panggul dan dada, pelebaran pundak (bahu) dan akhirnya pada penebalan dada.Pertumbuhan puncak panjang tungkai dengan panjang togok kira-kira berselang satu tahun. Kematangan yang terhambat ditandai oleh variasi urutan, lamanya dan intensitas peningkatan berbagai segmentubuh selama periode pertumbuhan. Seorang anak yang lambat matang mengalami pertumbuhan tungkai lebih lama sehingga secara proporsional tungkai lebih panjang dibandingkan dengan togok. Pada anak laki-laki yang cepat matang cenderung mempunyai tungkai lebih pendek dengan panggul lebih besar dibandingkan dengan mereka yang lambat matang. Sedangkan pada anak perempuan yang lambat matang cenderung
  16. 16. 16 mamilliki tungkai lebih panjang dan bahu lebih lebar dibandingkan dengan mereka yang cepat matang. Perbedaan bentuk tubuh antara anak laki-laki dengan perempuan menjadi tampak lebih jelas sesudah masa pubertas. Kedua jenis kelamin memiliki ukuran skeletal yang berbeda. Anak laki-laki menjadi seorang dewasa dengan tungkai dan lengan yang lebih panjang dan bahunya lebih lebar, sedangkan pada wanita dewasa akan lebih nampak lebih besar pinggulnya. b. Pertumbuhan Jaringan Ttubuh Perubahan proporsional terjadi pada tulang otot dan jaringan lemak pada masa adolesensi. Pertumbuhan tulang dan otot sejalan dengan peningkatan tinggi dan berat badan. Sedangkan penurunan volume jaringan lemak lebih nampak pada anak laki-lakidibandingkan dengan anak perempuan. Pertumbuhan tulang dan otot sama, tetapi penurunan volumelemak tidak sama lamanya. Dari hasilpenelitian yang dilakukan oleh Malina dan Johnston (1967) disimpulkan bahwa perbandingan otot dengan tulang pada masa sebelum adolesensi untuk kedua jenis kelamin adalah sama, yaitu 2,6 : 1. Perbandingan tersebut tetap sama sampai pubertaspada usia 15,5 tahun untuk anak perempuan, sedangkan bagi anak laki-laki perkembangan otot lebih meningkat sedikit lebih besar menjadi 2,7 : 1 Perbandingan antara otot dengan lemak untuk anak perempuan pada masa sebelum adolesensi agak tetap (konsisten), yaitu 2,3 : 1, dan meningkat menjadi 2,4 : 1 pada masa sesudah adolesensi. Pada anak laki-laki perbandingan antara otot dengan lemak tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan , yaitu 2,5 : 1 dalam masa sebelum adolesensi, dan pada usia 15,5 tahun menjadi 2,6 : 1. Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan lemak pada anak laki-laki.
  17. 17. 17 c. Perubahan Fisiologis Adolesensi ditandai oleh berbagai macam perubahan-perubahan fisiologis yang berhubungan dengan masa pubertas dan berpengaruh terhadap penampilan fisik pada kedua jenis kelamin. Salah satu perubahan adalah dengan denyut nadi basal yang selalu menurun secara berangsur-angsur dan sama untuk kedua jenis kelamin sejak lahir. Penurunan denyut tersebut terus berlangsung selama antara kedua jenis kelamin, tetapi pada masa adolesensi penurunan denyut nadi pada anak laki-laki berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan anak perempuan sesudah umur 12 tahun, dan sampai masa dewasa denyut nadi waktu istirahat untuk seorang wanita, 10% lebih besar dari pada pria. Sesuai dengan perubahan yang terjadi pada denyut nadi, maka terjadi pula perubahan pada temperatur tubuh basal. Pada orang yang sehat denyut nadi berhubungan erat dengan temperature tubuh. Temperature tubuh anak laki-laki 1,5ºF lebih rendah dibandingkan dengan perempuan. Tekanan darah sistolik naik secara ajeg sejak maen kanak-kanak, kemudian meningkat lebih cepat selama masa adolesensi, dan terus meningkat sampai dewasa. Perubahan tersebut untuk anak perempuan terjadi lebih awal, tetapi pada laki-laki bertambahnya lebih besar. Perubahan tekanan darah distolik hanya kecil, dan antara laki-laki dan perempuan tidak terdapat perbedaan yang meyakinkan. Perbedaan tekanan daah distolik yang nyata antara laki-laki dengan perempuan, dengan ditandai tingginya tekanan yang dimiliki oleh laki- laki, hal ini kemungkinan disebabkan oleh volume pemompaan jantung dan volume darah yang lebih besar. Volume darah yang besar pada laki-laki pada masa adolesensi ditandai dengan bertambah besarnya sel darah merah. Peningkatan jumlah darah merah pada anak laki-laki berarti meningkatnya pula hemoglobin dalam darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak perempuan.
  18. 18. 18 Peningkatan sel darah merah dan hemoglobin dalam darah menambahmasuknya oksigen (O2) dalam darah yang dapat digunakan secara efektif dalam badan , selama adolesensi terjadi peningkatan yang besar dalam hal volume pernapasan, kapasitas, vital, dan kapasitas pernapasan maksimal untuk laki-laki, tetapi sangat kecil untuk perempuan. Peningkatan-peningkatan Fisiologis yang terjadi pada laki-laki yang mempunyai kapasitas vital yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan pada masa puber, hal ini sesuai dengan terjadinya pelebaran rongga dada dan pundak yang diikuti dengan pertumbuhan yang lebih cepat otot-otot dan paru-paru laki-laki. d. Peningkatan Kekuatan Perubahan-perubahan fisiologis dan pertumbuhan yang cepat di masa adolesensi peningkatan dengan perbedaan peningkatan kekuatan antara kedua jenis kelamin. Hasil penelitian yang dilakukan di universitas California oleh jones (1949) pada 90 orang anak untuk kedua jenis kelamin umur 11 sampai dengan 17,5 tahun, menyatakan bahwa pengembangan kekuatan menggenggam (hand grip), menarik dan mendorong dengan lengan antaa laki-laki dengan perempuan hamper tidak berbeda sampai umur 13 tahun, tetapi selanjutnya laki-laki bertambah lebih cepat dibandingkan dengan perempuan. Perbandingan perubahan awal dari kekuatan menggenggam untuk anak laki-laki hamper dua kali lipat disbanding anak perempuan, sedangkan kekuatan menarik dan mendorong hamper empat kali lipat besarnya. Perkembangan kekuatan susunan masa adolesensi nampak bahwa pada perempuan tidak dapat melampaui rata-rata perkembangan kekuatan laki-laki, bahkan dapat digambarkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh perempuan yang terkuat dapat disamakan dengan kekuatan laki-laki yang paling lemah.
  19. 19. 19 Kematangan menunjukkan ada hubungan dengan perkembangan kekuatan. Apabila pencapaian kematangan diklasifikasikan menjadi kematangan awal,normal, dan terlambat, maka kurva pertumbuhan kekuatan pada perempuan yang berada pada klasifikasi kematangan terlambat matang selalu dibawah rata-rata pada seluruh kelompok umur. Sedangkan bagi mereka yang matang, cenderung lebih cepat perkembangan kekuatannya antara umur 11 sampai 13 tahun, tetapi sesudah perrtumbuhannya menjadi berkurang dan mereka mencapai posisi dibawah rata-rata kelompok normal. kecenderungan menurunnya kekuatan pada anak perempuan cepat matang dan lambat matang dibandingkan dengan yang normal adalah pada usia sesudah usia 13,5 tahun. Perkembangan kekuatan dalam klasifikasi kematangan awal (cepat) normal dan lambat untuk laki-laki berhubungan dengan umur (kematangan)sekeletal. pada laki-laki yang cepat matang menunjukkan kurva kekuatan yang tidak jauh dari garis lurus (linear)dengan percepatan yang agak menurun pada umur antara 12 sampai 13,5 tahun, kemudian meningkat lagi, dan akhirnya cenderung berhenti pada pertumbuhan yang mendatar setelah umur 16 atau 17 tahun. Sedangkan pada anak laki-laki yang termasuk lambat matang yang lamban dalam setiap fungsi, kemudian diikutisuatu percepatan pada akhir umur 14 tahun. Hal tersebut juga ditandai adanya hubungan antara kekuatan dengan kematangan skeletal. Dalam pertumbuhan anak laki-laki cepat matang, perkembangan kekuatannya selalu berada diatas rata-rata kelompok sejak umur 13-16 tahun. Sedangkan bagi mereka yang termasuk lambat matang cenderung dibawah normal. Hubungan yang rendah terjadi ntara tinggi atau berat badan dengan kekuatan kekuatan karena adanya factor-faktor lain yang mempengaruhi ukuran besarnya badan dalam menentukan kekuatan pada masa adolesensi. Puncak perkembangan yang cepat dari kekuatan anak laki-laki terjadi kira- kira 1,5 tahun sesudah puncak peningkatan tinggi badan, dan kira-kira 1(satu) tahun sesudah puncakpenambahan berat badan.
  20. 20. 20 Dalam hal perkembangan power otot yang berhubungan dengan pertumbuhan tubuh dinyatakan bahwa power otot dicapai secara penuh kira-kira satu tahun sesudah pencapaian pertumbuhan tubuh sepenuhnya 2. Perkembangan Motorik Masa Remaja a. Kemampuan Gerak Perubahan-perubahan dalam penampilan gerak pada masa adolesensi cenderung mengikuti perubahan-perubahan dalam ukuran badan, kekuatan dan fungsi fisiologis. Perbedaan-perbedaan dalam penampilkan keterampilan gerak dasar antar kedua jenis kelamin semakin meningkat, anak laki-laki menunjukkan peningkatan yang tidak berarti, bahkan menurun setelah umur menstruasi. Hal tersebut dapat dilihat dalam berbagai gerakan, seperti lari, lompat jauh tanpa awalan, dan melempar jarak jauh. Menurut Espenchade (1060), anak perempuan mencapai hasil maksimal dalam lari pada usia 15 tahun, dan menunjukkan sedikit perubahan dalam melempar dan melompat sesudah umur tersebut. Selanjutnya penelitian lain oleh Vincent (1968) menyatakan bahwa anak perempuan mencapai skor terbaik dalam kecepatan melempar, memantulkan bola ke tembok, dan melempar jarak jauh pada umur 15,3 tahun. Untuk lari dan lompat tinggi penampilan terbaik pada umur 14,4 tahun, sedangkan mahasiswa putri yang sehat dan segar mencapai skor tertinggi dalam lompat samping dan lompat tali pada umur 18,4 tahun. Semua itu merupakan beberapa peningkatan penampilan wanita yang terjadi setelah masa pubertas. Penampilan fisik sesudah pubertas lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan budayanya. Umumnya penampilan gerak anak perempuan dalam keterampilan dasar cenderung menurun sebelum mencapai kematangan biologis, kira- kira 3 tahun sebelum kematangan skeletal. Sebaliknya anak laki-laki terus mengalami peningkatan penampilan geraknya dengan bertambahnya kematangan skeletal.
  21. 21. 21 Kecepatan matang secara biologis laki-laki adanya hubungan dengan penampilan gerak. Umumnya anak laki-laki masa puber meningkat secara terus-menerus dan teratur dalam lari dan melompat, tetapi sedikit terlambat dalam lemparan. Hal ini berhubungan dengan serangkaian pertumbuhan fisik, seperti tungkai yang memanjang, pinggul yang melebar sebelum pengembangan bagian pundak. Dalam lompat jauh tanpa awalan, menggaplung dengan lengan ditekuk, dan baring duduk (sit-ups) dengan lutut ditekuk anak laki-laki umur 10 sampai 16 tahun menunjukkan peningkatan yang berbeda. Peningkatan penampilan tertinggi untuk lompat jauh tanpa awalan terjadi antara umur 14 dengan 15 tahun dan umur 11 sampai 12 tahun untuk lengan menggantung dan sit-ups. Peningkatan maksimum lompat jauh tanpa awalan dan menggantung bertepatan dengan puncak percepatan pertumnbuhan tinggi badan, sedangkan peningkatan pada sit-ups 1 (satu) tahun sebelum puncak percepatan pertumbuhan tinggi badan. Peningkatan yang lebih cepat pada anggota badan sehingga secara mekanika memberikan keuntungan dalam melakukan sit-ups karena togok relatif lebih pendek. Pertumbuhan yang cepat pada laki-laki memberikan keuntungan dalam ukuran dan bentuk tubuh, kekuatan dan fungsi fisiologis yang memberikan kemudahan dalam penampilan fisik selama masa adolensensi. b. Koordinasi dan Keseimbangan Peningkatan koordinasi pada anak laki-laki terus berlangsung sejalan dengan bertambahnya umur kronologis, sedangkan anak perempuan sudah tidak berkembang lagi sesudah umur 14 tahun. Kelincahan anak laki-laki lebih unggul dibandingkan anak perempuan. Kelincahan memerlukan kecepatan mengubah arah dari badan atau anggota badan, seperti melompat secara penuh kemudian memutar posisi dan gerakan-gerakan sulit yang lain.
  22. 22. 22 Kelincahan wanita dewasa kurang baik dibandingkan dengan wanita yang masih muda atau anak-anak, tetapi dalam gerakan akrobatik yang memerlukan kontrol dan keseimbangan statis, wanita dewasa lebih dapat menjaga posisinya. Terjadinya penurunan kelincahan seseudah umur 14 tahun, hanya sedikit perubahan terjadi penurunan pada kontrol, kelentukan, dan keseimbangan bagi perempuan,. Pertambahnya berat badan anak perempuan pada masa puber berpengaruh negetif dalam penampilan geraknya. Koordinasi gerak anak laki-laki pada awal pubertas mengalami perkembangan sedikit sekali, tetapi setelah itu perkembangannya makin cepat. Berbagai hasil penelitian mengenai keseimbangan dinamis selama masa adolesensi menunjukkan bahwa keadaan yang stabil (palkteau) dialami oleh perempuan pada umur 12 sampai 14 tahun dan pada anak laki-laki umur 14 sampai 16 tahun. Perkembangan keseimbangan dinamis anak laki-laki menunjukkan bahwa sebelum umur 13 dan sesudah umur 15 tahun menunjukkan perkembangan yang lebih besar dibandingkan masa usia antaara 13 sampai 15 tahun. c. Peningkatan Penampilan Gerak Masa sebelum adolesensi dan adolesensi merupakan saat peningkatan, penampilan gerak, seperti lari cepat, lari jarak jauh, lompat tinggi dsb. Peningkatan secara kuantitatif ini merupakan bagian yang dihasilkan oleh pertumbuhan yang berlangsung terus, terutama pertumbuhan yang cepat dimasa adolesensi. Yang menghasilkan peningkatan kekuatan dan daya tahan. Demikian pula sumbangan diri unsur koodinasi tidak diragukan lagi dalam menunjang peningkatan keterampilan. Sebagian besar penelitian menyatakan,.bahwa usia untuk belajar gerak yang paling tepat adalah masa sebelum adoleseasi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Nash (1960) yang menyatakan bahwa 85% keterampilan dasar dan minat terhadap keterampilan gerak harus ditemukan pada umur
  23. 23. 23 12 tahun atas sebelumnya. Masa kanak-kanak merupakan waktu untuk belajar keterampilan dasar, sedangkan masa adolesensi adalah waktu yang digunakan untuk penyempurnaan dan penghalusan serta mempelajari berbagai macam variasi ketrampilan gerak. Keterampilan gerak .pada masa adolesensi sangat dipengaruhi oleh, penguasaan gerak dasar pada masa anak – anak, Dan oleh faktor latihan. Oleh karena itu, kecenderungan keterampilan gerak setiap individu pada masa adolesensi semakin bervariasi. Ada yang keterampilan dapat berkembang dengan baik dan ada yang perkembangannya tidak baik.
  24. 24. 24 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pertumbuhn fisik pada setiap anak tidak selalu sama. Ada yang mengalami pertumbuhan cepat, ada pula yang lambat. Secara garis besar perkembangan fisik artinya pertumbuhan dan perubahan yang terjadi pada tubuh, badan, jasmani seseorang. Sedangkan sistem motorik (motor development) dapat diartikan perubahan secara progresif pada control dan kemampuan untuk melakukan gerakan yang diperoleh melalui interaksi antara faktor kematangan (maturation) dan latihan atau pengalaman (experiences) selama kehidupan yang dapat dilihat melalui perubahan atau pergerakan yang dilakukan. 3.2 Saran Setelah mengetahui bagaimana pertumbuhan fisik dan motorik pada masa anak usia dini, masa anak-anak dan masa remaja, dimasa yang akan datang kita dapat memahami bagaimana keadaan peserta didik terutama untuk hal yang berkaitan dengan pertumbuhan fisik dan motorik tersebut. Pelajari dan pahamilah dengan baik mengenai pertumbuhan manusia.

×