ACARA III                                   PENANAMANI. PENDAHULUANA. Latar belakang        Penanaman merupakan salah satu...
I.      TINJAUAN PUSTAKA         Menanam merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksitanam. Kekeliruan yan...
Jenis tanaman juga berpengaruh pada pengolahan tanah. Ada yangmenghendaki pengolahan tanah yang sempurna dan ada yang hany...
perkecambahan yang gawat dan awal pertumbuhan bibit. Dalam penanaman padisawah, untuk menghemat waktu selama pengerjaan ta...
III.       PROSEDUR KERJA1. Lahan diolah dengan baik, dibuat 3 petakan sehingga siap untuk ditanami.2. Benih jagung dan ka...
IV.   HASIL PENGAMATANMonokultur JagungSampel    Minggu II      Minggu III     Minggu IV      Minggu VTanaman   JD     TT ...
Tumpangsari JagungSampel    Minggu II      Minggu III      Minggu IV       Minggu VTanaman   JD     TT      JD     TT     ...
V.      PEMBAHASAN        Maksud dan tujuan praktikum Penanaman ini adalah mempelajari caramenanam berbagai jenis tanaman,...
ini dapat ditanam hampir semua jenis tanah namun tanah yang subur, gembur dankaya humus merupakan syarat baby corn dapat t...
Setelah benih dan lahan siap, mulailah masuk ketahap penanaman.Penanaman pun tidak asal menanam, harus dilakukan pada wakt...
Pada pengamatan yang dilakukan diketahui rata-rata tinggi tanaman danrata-rata jumlah daun pada minggu II setelah tanam ad...
minggu II setelah tanam untuk tanaman jagung adalah 13,8 cm dan 2 helai,minggu III setelah tanam diperolah 21 cm dan 6 hel...
 Dengan pola tanaman campuran dari beberapa jenis tanaman yang      berbeda, maka penggunaan cahaya matahari, air dan uns...
DAFTAR PUSTAKAHarjadi, S. S. 1979. Pengantar Agronomi. PT Gramedia: Jakarta.Karnomo,W.H, dkk. 1989. Diktat Pengantar Produ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Acara iii penanaman

6,222 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
6,222
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
151
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Acara iii penanaman

  1. 1. ACARA III PENANAMANI. PENDAHULUANA. Latar belakang Penanaman merupakan salah satu langkah dalam budidaya tanaman yangdilakukan setelah pesemaian. Penanaman sangat berpengaruh pada hasilproduksi. Kesalahan dalam penanaman dapat menurunkan jumlah produksi,melainkan juga dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau mati sebelummenghasilkan. Untuk meningkatkan hasil produksi, tata cara penanaman harusdiperhatikan. Cara penanaman benih tanaman berbeda. Tanaman yang sukardipindahkan dapat ditanam dengan disebar langsung. Misalnya saja jagung manis,kacang panjang, kangkung, buncis, wortel, kedelai dan ketimun (Sri SetyatiHarjanti, 1979). Selain itu, benih juga dapat ditanam ditempat yang mudahdipindahkan. Waktu tanam, persiapan tanah dan bibit juga sangat mempengaruhiproduksi dari tanaman.B. Tujuan a. Praktikan dapat mempelajari cara menanam berbagai jenis tanaman, baik dari golongan tanaman semusim maupun tahunan. b. Praktikan dapat mempelajari cara menanam tanaman dengan bahan tanam yang berbeda-beda. c. Praktikan dapat mengamati pengaruh beberapa macam perlakuan yang dicoba terhadap masing-masing tanaman.
  2. 2. I. TINJAUAN PUSTAKA Menanam merupakan pekerjaan yang sangat penting dalam usaha produksitanam. Kekeliruan yang terjadi pada tahap ini tidak saja dapat menurunkanproduksi, melainkan juga dapat menyebabkan tanaman tidak tumbuh atau matisebelum menghasilkan. Sehingga cara menanam perlu dipelajari dengan baik, agarkegagalan dapat dihindari. Karena kesalahan dalam bercocok tanam hanya akanmembuang biaya, tenaga dan waktu. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan supaya tanaman dapat tumbuh danmemberikan hasil yang baik, dalam arti tanaman yang ditanam dapat tumbuhsesuai dengan yang diharapkan dan memberikan hasil yang optimal. Faktor-faktor tersebut antara lain :1. Tanah. Menurut ahli tanah, tanah adalah sarana produksi tanaman yang mampumenghasilkan berbagai tanaman (AAK, 1984). Kondisi tanah harus diatur agarfungsi tanah dapat berperan sebagaimana mestinya. Tanah memiliki beberapafungsi antara lain :  Sebagai tempat tegaknya tanaman.  Sebagai media tumbuh yang menyediakan unsur hara, air dan udara.  Sebagai tempat tumbuhnya akar, umbi, polong yang bersifat sebagai cadangan makanan pada beberapa tanaman. Karena peranan tanah yang sangat penting, maka kondisi tanah harusbenar-benar dijaga dengan cara pengolahan tanah yang baik. Dimana tujuan daripengolahan tanah itu sendiri antara lain, adalah :  Mermperbaiki suhu, peredaran air dan udara dalam tanah.  Meningkatkan sifat fisik tanah.  Mempermudah penggunaan obat-obatan dan pupuk dalam tanah.2. Jenis tanaman yang diusahakan. Setiap jenis tanaman memiliki cara penanaman yang berbeda-beda. Adajenis tanaman yang bijinya dapat ditanam langsung. Ada tanaman yang perludisemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam di lapang.
  3. 3. Jenis tanaman juga berpengaruh pada pengolahan tanah. Ada yangmenghendaki pengolahan tanah yang sempurna dan ada yang hanya memerlukanpengolahan tanah sebagian.3. Bahan tanam yang digunakan. Bahan tanam menentukan cara menanam dan pertumbuhan tanaman,misalnya tebu dengan stek pucuk dapat ditanam dengan direbahkan, tetapi bibityang berupa rayungan harus ditanam tegak. Untuk bibit yang berbentuk tanaman muda ada yang setelah ditanammemerlukan perlindungan terlebih dahulu sebelum tanaman cukup kuat untukmenerima cahaya matahari secara langsung.4. Musim dan waktu tanam. Tanaman harus ditanam di musim yang tepat. Tanaman yang tidakditanam pada musim yang tepat pertumbuhannya akan lambat, atau mudahterserang serangan hama/ penyakit sehingga produksinya akan berkurang. Tiaptanaman memiliki waktu tanam yang berbeda, ada tanaman yang baik ditanampada musim hujan, kemarau dan akhir musim hujan, atau akhir musim kemarau. Selain hal-hal diatas faktor yang tersangkut pada penanaman antara lainenergi penyinaran dalam bentuk panas dan cahaya dan udara yang memberikankarbondioksida dan oksigen. Tanah dan energi penyinaran bervariasi dipermukaan bumi. Walaupun komposisi udara di atas bumi hampir seragam diatas tanah, presentasi udara di dalam tanah bervariasi sangat besar. Areal-areal tertentu dari daerah tropik dan beriklim sedang mampu untukmenyokong pertunbuhan yang subur. Dalam tempat-tempat yang favorable ini,tanaman menjadi serasi pada keadaan lingkungan dan menjadi bagian yang takterpisahkan. Faktor-faktor apapun dari sekeliling tanaman itu yang menjadikurang optimum, akan membatasi pertumbuhan tanaman. Pada penanaman, benih dapat disebar langsung di tempat tanam permanenatau mula-mula dalam wadah atau tempat dimana tanaman muda dapatdipindahkan (transplanting) sekali atau dua kali sebelum penanaman permanen.Penyemaian atau pembibitan ditujukan untuk mananam bibit atau semai untukmemberikan pengaturan lingkungan yang lebih tepat, selama tahap
  4. 4. perkecambahan yang gawat dan awal pertumbuhan bibit. Dalam penanaman padisawah, untuk menghemat waktu selama pengerjaan tanah yang makan waktulama, benih telah ditebar dulu di pesemaian khusus. Tanaman yang sukar dipindahkan atau yang harga satuan tanaman tidakmemadai kerepotan dan biaya pemindahan ditanam dengan sebaran langsung.Banyak tanaman sayuran selalu ditanam langsung seperti buncis, kacang panjangpanjang, jagung manis, lobak, wortel dan ketimun. Jarak tanam yang tepat sangatpenting dalam sebar langsung, untuk menghindari kebutuhan penjarangan ataupenyulaman yang ekstensif. Hal ini sukar dilaksanakan untuk benih-benih kecilatau benih yang tidak bundar (lettuce) hingga ada usaha-usaha untuk melakukanpelengketan (pelleting). Kedalaman tanam tergantung pada tipe perkecambahan,kandungan air dan oksigen pada tanah. Pada umumnya, bibit dengan keping bijiyang muncul ke atas tanah , biasanya memerlukan penanaman lebih dangkaldaripada bibit yang keping bijinya tertinggal dalam tanah. II. ALAT DAN BAHAN Alat :  Tugal.  Pancong  Tali rafia.  Gembor.  Cangkul Bahan :  Benih jagung dan kangkung.  Pupuk urea , SP36 dan KCl.  Furadan.  3 petak tanah.
  5. 5. III. PROSEDUR KERJA1. Lahan diolah dengan baik, dibuat 3 petakan sehingga siap untuk ditanami.2. Benih jagung dan kangkung dipersiapkan.3. Pupuk dipersiapkan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.4. Lubang dibuat dengan tugal dengan ketentuan: a. Monokultur Jagung Jarak tanam 25 x 50 cm, lubang dibuat 6 baris yang terdiri dari 11 lubang tiap baris, tiap lubang diisi 2 butir biji jagung. b. Monokultur Kangkung Jarak tanam 20 x 20 cm, lubang dibuat 14 baris yang terdiri dari 14 lubang tiap baris, tiap lubang diisi 3 butir biji kangkung. c. Tumpang Sari Jagung dan Kangkung Jarak tanam untuk jagung 40 x 50 cm dan untuk kangkung 20 x 20 cm, jagung dan kangkung ditanam secara selang- seling, jagung dibuat 7 baris dengan tiap baris terdiri dari 4 lubang, tiap lubang diisi sesuai pada monokultur, diantara jagung baru dibuat lubang untuk kangkung.5. Pupuk dasar diberikan pada saat tanam diletakkan 5 cm dari tanaman yaitu pupuk SP 36, Urea dan Kcl.6. Pengamatan dilakukan mulai 7 hari setelah tanam, kemudian setelah 14 hari setelah tanam dipupuk dengan Urea.7. Sampel tanaman yang akan diamati ditentukan.8. Komponen tinggi tanaman dan jumlah daun pertumbuhannya diamati.
  6. 6. IV. HASIL PENGAMATANMonokultur JagungSampel Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu VTanaman JD TT JD TT JD TT JD TT1 2 8,4 6 13,5 7 29,0 8 32,42 2 4,9 7 24,0 7 34,5 7 38,53 2 6,7 6 26,5 6 38,0 7 42,04 2 8,0 7 27,0 7 37,0 9 45,25 2 5,4 5 22,6 6 29,4 7 34,36 2 5,3 5 17,5 6 23,4 7 27,87 2 4,2 6 23,5 6 28,5 8 35,08 2 6,1 6 24,0 6 29,9 8 35,79 2 6,4 6 20,0 6 26,0 7 30,9∑ 18 55,4 54 198,6 57 275,7 68 321,8X 2 6,2 6 22,0 6,3 30,6 7,5 35,75Monokultur KangkungSampel Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu VTanaman JD TT JD TT JD TT JD TT1 5 13,4 7 16,0 9 15,0 9 21,32 4 12,3 6 15,5 8 16,4 9 19,53 4 11,8 6 15,3 9 16,9 10 20,44 6 14,1 9 15,2 15 18,0 16 22,75 4 15,4 7 18,8 8 17,4 8 19,96 3 7,2 6 10,5 7 10,9 8 14,27 3 12,5 6 15,0 8 15,2 8 17,88 3 4,8 6 7,5 8 9,4 9 15,39 4 20,7 8 24,0 9 21,3 10 24,6∑ 36 112,2 61 137,8 81 140,5 87 175,7X 4 12,4 6,7 15,3 9 15,6 87 175,7
  7. 7. Tumpangsari JagungSampel Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu VTanaman JD TT JD TT JD TT JD TT1 2 10,2 5 18,4 6 21,6 6 29,22 3 24,1 6 27,0 6 29,3 7 31,43 3 19,3 7 25,6 8 32,4 8 36,54 2 11,4 5 19,8 6 28,3 6 31,65 2 18,6 6 24,0 7 37,2 8 39,36 2 9,0 6 18,3 8 27,2 8 29,87 2 12,7 6 20,5 7 30,1 7 33,78 2 8,2 5 17,2 5 25,7 6 29,49 2 10,8 6 18,2 7 26,0 7 30,3∑ 20 124,3 52 189 60 262,3 63 291,2X 2,2 13,8 5,7 21,0 6,6 29,14 7 32,35Tumpangsari KangkungSampel Minggu II Minggu III Minggu IV Minggu VTanaman JD TT JD TT JD TT JD TT1 2 6,3 6 11,8 7 16,6 8 22,02 2 11,1 7 15,2 9 17,4 9 24,13 2 9,0 6 12,0 6 12,9 7 17,34 3 6,1 8 11,2 9 11,6 9 15,65 3 5,2 6 7,8 6 9,6 7 12,16 4 8,7 7 13,1 7 17,3 7 19,57 5 5,4 7 10,9 9 14,4 10 18,68 4 4,8 7 9,2 8 8,3 8 12,49 3 5,0 5 11,3 6 12,1 7 14,0∑ 28 61,6 59 102,5 68 120,2 72 155,6X 3,1 6,84 6,5 11,38 7,5 13,35 8 17,28
  8. 8. V. PEMBAHASAN Maksud dan tujuan praktikum Penanaman ini adalah mempelajari caramenanam berbagai jenis tanaman, baik dari golongan tanaman semusim maupuntahunan, mempelajari cara menanam tanaman dengan bahan tanam yang berbeda-beda dan mempelajari atau mengamati pengaruh beberapa macam perlakuan yangdicoba terhadap masing-masing tanaman. Dalam menanam, yang perlu diperhatikan juga adalah pemupukan.Pemberian pupuk tergantung pada jenis tanaman yang akan dibudidayakan.Pemberian secara broadcast, menunjuk pada penebaran terserak dari bahan secaramerata pada permukaan tanah, biasanya dilakukan sebelum tanaman ditanamkan.Pemberian pupuk yang lebih efektif yaitu cara topdressing, yaitu penempatanpupuk langsung di atas tanaman tumbuh. Bila tanaman peka terhadap kerusakanatau kebakaran pupuk, pupuk dapat ditempatkan sepanjang sisi tanaman sebagaiside dressing. Cara ini sering dilaksanakan bersama penyiangan, jadi tercampurdengan tanah. Pupuk dapat juga ditempatkan dalam jaluran tak terputus di antarabarisan (band placement) atau dapat dijatuhkan di belakang bajak di dasar aluran,yang disebutplow –sole placement. (Sri Setyati Harjadi, 1979). Untuk menentukan suatu sistem pertanaman yang akan digunakan, baik itupola tanam tunggal atau pola tanam tumpang sari, perlu dipertimbangkankeuntungan dan kerugiannya. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untukpenentuan tersebut di antaranya : a. Tanaman yang toleran terhadap naungan dapat ditanam dengan tanaman- tanaman yang tinggi atau tanaman-tanaman yang diajir. b. Setelah salah satu tanaman campuran berakhir, tipe tanaman lain harus dipilih untuk melanjutkan pola tanam berikutnya.1. Jagung (baby corn) Sebelum pelaksanaan penanaman baby corn, persiapan yang perludilakukan adalah persiapan lahan dan benih. Untuk lahan sendiri, tanaman initidak membutuhkan lahan dengan persyaratan tanah yang tajam karena tanaman
  9. 9. ini dapat ditanam hampir semua jenis tanah namun tanah yang subur, gembur dankaya humus merupakan syarat baby corn dapat tumbuh dengan dengan baik. Agartanah dapat berfungsi secara maksimal, maka tanah perlu diolah. Adapun tujuanpengolahan tanah adalah :  Memperbaiki tekstur tanah.  Memberikan tambahan humus atau kesuburan tanah dengan pemberian pupuk kandang.  Membuat tanah sedemikian sehingga ssirkulasi udara dalam tanah menjadi lebih baik.  Mendorong aktivitas mikroba tanah dan membebaskan hara tanaman dalam tanah supaya hara tanaman tersebut dapat diambil oleh akar jagung.  Memberantas atau mencegah pertumbuhan rumput.  Mematikan hama dalam tanah. Persiapan lain yang tak kalah penting yaitu persiapan benih. Benih yangmemiliki kualitas genetik yang baik maka tingkat produksinya juga baik. Memilihbenih yang baik adalah langkah awal penanaman guna mencapai produksi yangtinggi. Benih yang baik berasal dari suatu jenis tanaman yang dihasilkan olehvarietas yang mempunyai syarat-syarat berikut : 1. Daya adaptabilitas tinggi terhadap kondisi tertentu. 2. Kemurniannya baik. 3. Daya hasil baik. 4. Mempunyai sifat-sifat yang diinginkan. 5. Tahan terhadap hama dan penyakit serta 6. Memenuhi kualitas yang dikehendaki.Secara fisik benih yang baik mempunyai penampilan sebagai berikut : 1. Berdaya kecanbah tinggi. 2. Warna dan berat biji seperti yang dikehendaki. 3. Tingkat keseragaman tinggi. 4. Bebas dari penyakit benih bawaan. 5. Bebas dari rerumputan, kerusakan biji dan 6. Bebas dari campuran dengan varietas lain.
  10. 10. Setelah benih dan lahan siap, mulailah masuk ketahap penanaman.Penanaman pun tidak asal menanam, harus dilakukan pada waktu yang tepat agarbaby corn tidak mengecewakan hasilnya. Adapun waktu penanaman baby cornyang tepat sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Pada dasarnya tanamanini tidak membutuhkan banyak air, namun meskipun demikian pada saatpertumbuhan dan pembentukan tongkol, air harus benar-benar diperhatikan.Bersamaan dengan penanaman benih, dilakukan juga pemupukan dasar yaitu urea,SP 36, dan furadan pada satu lubang tanam bersamaan dengan benih baby corn. Tanah yang disukai baby corn adalah yang gembur, kaya humus danmempunyai tingkat kemiringan tidak lebih dari 8 %. Karena daya adaptasinyaterhadap lingkungan tinggi, maka baby corn dapat berproduksi tinggi pada tanahyang kurang subur asalkan mendapat pemeliharaan yang teliti. Selain itu, tanamanbaby corn juga membutuhkan curah hujan yang tidak terlalu tinggi, tapimencukupi kebutuhan terutama saat pertumbuhan dan pembentukan tongkol.Kisaran curah hujan ideal bagi baby corn adalah 100 – 125 mm setiap bulandengan distribusi yang merata. PH tanah yang baik untuk pertumbuhan jagung di Indonesia adalah antara5,5-7,5. Pengapuran sangat dianjurkan pada tanah-tanah yang pH nya rendahkurang dari 5,5. Tanaman baby corn sangat membutuhkan sinar matahari. Untuk itu,sebaiknya lahan penanamannya berada di tempat terbuka dan setiap hari mendapatsinar matahari dalam jangka waktu yang panjang. Baby corn sebenarnya adalah nama lain dari tongkol jagung yang dipetikpada waktu masih muda. Tanaman baby corn adalah tanaman jagung sehinggastruktur dan fungsi yang ada pada baby corn sama dengan tanaman jagung. Sifatpertumbuhan baby corn adalah apikal dominan yang berarti titik dominasipertumbuhan adapada pucuk batang. Sifat ini dapat menyebaabkan tongkol yangpaling atas berkembang lebih besar daripada yaang bawah dan terjadi konpetisiantar tongkol. Sifat apikal dominan juga menghambat pemunculan tongkol baruyang akan tumbuh. Akibatnya untuk setiap tanaman jagung bisa dipetik 3 - 5tongkol baby corn tergantung daerah penanaman ( Penebar Swadaya, 1992 )
  11. 11. Pada pengamatan yang dilakukan diketahui rata-rata tinggi tanaman danrata-rata jumlah daun pada minggu II setelah tanam adalah 6,2 cm dan 2 helai,minggu III setelah tanam diperoleh 22 cm dan 6 helai, minggu IV setelah tanam30,6 cm dan 6 helai, minggu V setelah tanam 35,75 cm dan 7 helai. Hasil tersebutmenunjukkan bahwa tanaman jagung tumbuh dengan baik.2. Kangkung Kangkung darat pada umumya diperbanyak dengan bijinya. Padabedengan dibuat lubang tanam kecil dengan tugal yang jarak antar lubangnya20 cm dan jarak baris antar lubang 20 cm untuk monokultursedangkanuntuktumpang sari berjarak 40 x 50 cm dengan jarak tanam yang begitu berarti tidakada persaingan antara tanaman. Panjang bedengan tergantung pada keadaan dankeinginan kita. Dalam tiap-tiap lubang itu ditanam 2-3 biji, kemudian ditutupdengan tanah tipis-tipis. Kangkung darat sebaiknya ditanam pada musimpenghujan. Ini disebabkan oleh kebutuhan airnya yang tinggi, apalagi jikakangkung ini ditanam di lahan kering. Tanah yang hendak ditanami kangkungdarat diolah terlebih terlebih dahulu. Tanah dicangkul sedalam 30 cm, kemudianditambahkan pupuk kandang. Kangkung darat pada umumya diperbanyak denganbijinya. Pada bedengan dibuat lubang tanam kecil dengan tugal yang jarak antarlubangnya 20 cm dan jarak baris antar lubang 20 cm. Panjang bedengantergantung pada keadaan dan keinginan kita. Dalam tiap-tiap lubang itu ditanam2-3 biji, kemudian ditutup dengan tanah tipis-tipis. Kangkung merupakan tanaman menetap yang dapat tumbuh lebih dari satutahun. Batang tanaman berbentuk bulat panjang, berbuku-buku, banyakmengandung air, dan berlubang-lubang. Batang tanaman kangkung tumbuhmerambat atau menjalar dan percabangannya banyak. Selama fase pertumbuhan,tanaman kangkung dapat berbunga, berbuah, dan berbiji. Pada kangkung daratbiji berfungsi sebagai alat perbaanyakan tanaman secara generatif. Dari hasil pengamatan yang dilakukan pada tanaman tumpangsari jagungdan kangkung diketahui rata-rata tinggi tanaman dan rata-rata jumlah daun pada
  12. 12. minggu II setelah tanam untuk tanaman jagung adalah 13,8 cm dan 2 helai,minggu III setelah tanam diperolah 21 cm dan 6 helai, minggu IV setelah tanam29,14 cm dan 7 helai, minggu V setelah tanam 32,35 cm dan 7 helai. Padatanaman kangkung diketahui rata-rata tinggi tanaman dan rata-rata jumlah daunpada minggu II setelah tanam adalah 6,84 cm dan 3 helai, minggu III setelahtanam diperolah 11,38 cm dan 7 helai, minggu IV setelah tanam 13,35 cm dan 8helai, minggu V setelah tanam 17,28 cm dan 8 helai. Sedangkan pada penanaman monokultur didapatkan rata-rata tinggitanaman dan rata-rata jumlah daun pada minggu II setelah tanam adalah 12,4 cmdan 4 helai, minggu III setelah tanam diperolah 15,3 cm dan 7 helai, minggu IVsetelah tanam 15,6 cm dan 9 helai, minggu V setelah tanam 19,5 cm dan 10 helai.Hasil tersebut menunjukkan bahwa tanaman kangkung tumbuh dengan baik. Jika dibandingkan dengan tanaman monokultur, maka pertumbuhannyaakan lebih baik tanaman yang monokultur. Hal ini disebabkan unsur hara padatanaman yang ditanam secara monokultur akan lebih tercukupi dibandingkandengan tumpangsari. Walaupun kenyataannya seperti itu, akan tetapi metodetumpangsari juga menguntungkan. Menurut Rahmat Sutarya dkk (1995) keuntungan yang didapat dari polatanam tumpang sari antara lain sebagai berikut :  Mengurangi resiko kegagalan panen, karena jika salah satu tanaman tidak memberikan hasil, masih ada kemungkinan tanaman kedua atau ketiga yang akan memberikan keuntungan.  Pemanfaatan tanah yang lebih baik pada satuan waktu yang sama.  Keuntungan dari penggunaan sarana produksi dan tenaga kerja.  Pola tanam ini mungkin dapat mempertahankan populasi serangga hama dan infeksi virus pada tingkat yang rendah tetapi hal ini belum jelas dibuktikan dalam percobaan.  Pola tanam yang rapat akan mencegah erosi tanah dan menekan pertumbuhan rerumputan.
  13. 13.  Dengan pola tanaman campuran dari beberapa jenis tanaman yang berbeda, maka penggunaan cahaya matahari, air dan unsur hara menjadi maksimum. Pengaruh naungan dari tanaman-tanaman yang tinggi dapat bermanfaat untuk pertumbuhan beberapa jenis tanaman. Adapun penambahan beberapa pupuk berguna untuk mempercepat perkembangan bibit atau benih. Penggunaan pestisida berguna agar benih tidak termakan oleh serangga atau hewan lain.VI. KESIMPULANd. Faktor yang perlu diperhatikan dalam penanam yaitu tanah, pola tanam, jarak tanam, saat menanam, cara menanam, dalamnya tanam, jenis tanaman yang diusahakan, bahan tanam, musim atau iklim.e. Pada sistem penanaman yang lebih menguntungkan adalah pada tumpang sari karena kemungkinan gagal yang lebih sedikit, selain itu juga hasilnya tidak hanya satu macam tanaman saja.f. Penanaman merupakan pekerjaan menempatkan benih atau bibit pada tanah yang sudah disiapkan dengan tujuan agar tumbuh dan berkembang dengan harapan memberi hasil yang optimum.
  14. 14. DAFTAR PUSTAKAHarjadi, S. S. 1979. Pengantar Agronomi. PT Gramedia: Jakarta.Karnomo,W.H, dkk. 1989. Diktat Pengantar Produksi Tanaman Agronomi. Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman : Purwokerto.Nazaruddin. 1995. Budidaya dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. Penebar Swadaya; Jakarta.Rukmana, Rahmat.Ir. 1994. Bertanam Kangkung . Penerbit Kanisius : Jakarta.Tim Penebar Swadaya. 1995. Sweet Corn Baby Corn. Penebar Swadaya : Jakarta.

×