Hukum2 arus searah

5,787 views

Published on

Hukum2 arus searah

Published in: Education
1 Comment
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
5,787
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
326
Comments
1
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Hukum2 arus searah

  1. 1. MENERAPKAN DASAR-DASAR KELISTRIKAN MENGGUNAKAN HUKUM-HUKUM RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH
  2. 2. TUJUAN <ul><li>Siswa dapat: </li></ul><ul><li>Menjelaskan Hukum Khirchhof </li></ul><ul><li>Menjelaskan Teorema Thevenin </li></ul><ul><li>Menjelaskan Teorema Norton </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  3. 3. HUKUM KIRCHHOF <ul><li>Hukum I KCL – Kirchhoff curent law </li></ul><ul><ul><li>Arus total </li></ul></ul><ul><ul><li>Jika arus berharga positif maka arus mengalir searah dengan anak panah, demikian sebaliknya. </li></ul></ul>Teknologi dan Rekayasa
  4. 4. <ul><li>Hukum II, KVL – Kirchhoff voltage law </li></ul><ul><ul><li>Menurut hukum II berlaku: </li></ul></ul><ul><ul><li>Jadi besarnya arus yang mengalir tersebut adalah </li></ul></ul>Teknologi dan Rekayasa
  5. 5. <ul><li>Dari persamaan : </li></ul><ul><ul><li>Diperoleh persamaan baru yaitu : </li></ul></ul><ul><li>: tegangan ( V) merupakan hasil penurunan tegangan akibat adanya beban yang dialiri arus (I) yang dipengaruhi oleh hambatan (R) </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  6. 6. TEOREMA THEVENIN <ul><li>“ Jika suatu kumpulan rangkaian sumber tegangan dan resistor dihubungkan dengan dua terminal keluaran, maka rangkaian tersebut dapat digantikan dengan sebuah rangkaian seri dari sebuah sumber tegangan rangkaian terbuka v o/c dan sebuah resistor RP ” </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  7. 7. <ul><li>Rangkaian dihubungkan dengan sebuah beban L R . </li></ul><ul><li>Kombinasi seri V o/c dan RP pada merupakan rangkaian ekivalen/setara Thevenin. </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  8. 8. <ul><li>Ada beberapa kondisi ekstrem dari rangkaian pada gambar seperti misalnya saat dan </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  9. 9. <ul><li>Harga berada pada kondisi rangkaian terbuka, seolah-olah R L dilepas dari terminal keluaran, dengan demikian diperoleh tegangan rangkaian terbuka sebesar C V 0 / (lihat gambar ). </li></ul><ul><li>Saat (gambar) berarti rangkaian berada pada kondisi hubung singkat (kedua ujung terminal terhubung langsung) dengan arus hubung singkat I S/C sebesar </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  10. 10. TEOREMA NORTON <ul><ul><li>“ Jika suatu kumpulan rangkaian sumber tegangan dan resistor dihubungkan dengan dua terminal keluaran, maka rangkaian tersebut dapat digantikan dengan sebuah rangkaian paralel dari sebuah sumber arus rangkaian hubung singkat I N dan sebuah konduktansi G N ” </li></ul></ul>Teknologi dan Rekayasa
  11. 11. Teknologi dan Rekayasa
  12. 12. <ul><li>Pada gambar diatas rangkaian setara Norton digambarkan dengan kombinasi paralel antara sebuah sumber arus I N dan sebuah konduktan G N (lihat gambar d). </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  13. 13. <ul><li>Jika rangkaian ini akan dibebani dengan sebuah beban konduktan L G , maka ada dua harga ekstrem yaitu G dan . </li></ul><ul><li>Harga (atau L R = 0 ) berada pada kondisi hubung singkat dan arus hubung singkat I S/C sama dengan I N . </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  14. 14. <ul><li>Sedangkan harga G L = 0 (atau = ¥ L ) berada pada kondisi rangkaian terbuka, dimana terlihat bahwa V 0/C merupakan tegangan rangkaian terbuka. </li></ul><ul><li>Dengan demikian untuk rangkaian setara Norton berlaku : </li></ul>Teknologi dan Rekayasa
  15. 15. <ul><li>The End </li></ul>Teknologi dan Rekayasa

×