Pengolahan citra digital

8,869 views

Published on

Published in: Design
0 Comments
5 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
8,869
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
505
Comments
0
Likes
5
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pengolahan citra digital

  1. 1. Pengolahan Citra digital
  2. 2. Representasi Citra Dan Warna <ul><li>Di kerjakan secara bersama oleh : </li></ul><ul><li>Din Afriansyah 08100265 </li></ul><ul><li>Agus Dedi Maha 08100253 </li></ul><ul><li>Bina Wati 08100043 </li></ul><ul><li>Ernita Vrany Maya 08100049 </li></ul>06/10/11
  3. 3. Defenisi Citra <ul><li>Citra atau Image merupakan istilah lain dari gambar, yang merupakan informasi berbentuk visual. </li></ul><ul><li>“ a picture is more than a thousand words” artinya “sebuah gambar bermakna lebih dari seribu kata” maksudnya sebuah gambar akan memberikan informasi lebih banyak daripada informasi yang disajikan dalam bentuk kata-kata . </li></ul>06/10/11
  4. 4. <ul><li>Kata citra diartikan sebagai suatu fungsi intensitas cahaya dua dimensi , yang dinyatakan oleh f(x,y), di mana nilai atau amplitudo dari f pada koordinat spasial (x,y) menyatakan intensitas (kecerahan) citra pada titik tersebut (Gonzalez dan Woods, 2008). </li></ul><ul><li>Citra digital adalah citra f(x,y) yang telah dilakukan digitalisasi baik koordinat area maupun brightness level. Nilai f di koordinat (x,y) menunjukkan brightness atau grayness level dari citra pada titik tersebut. </li></ul>06/10/11
  5. 5. <ul><li>Satuan terkecil dari citra digital disebut piksel ( pixel atau picture element ). Umumnya citra dibentuk dari kotak-kotak persegi empat yang teratur sehingga jarak horizontal dan vertikal antara piksel adalah sama pada seluruh bagian citra </li></ul>Aturan koordinat representasi citra digital (sumber : Gonzalez dan Woods, 2008) 06/10/11
  6. 6. Representasi Citra <ul><li>Dalam komputer setiap piksel diwakili oleh dua buah bilangan bulat ( integer ) untuk menunjukkan lokasi dalam bidang citra, misalnya koordinat (0,0) digunakan untuk pojok kiri atas citra dan koordinat (m-1,n-1) digunakan untuk pojok kanan bawah dalam citra berukuran </li></ul><ul><li>m x n piksel. Selain itu, citra digital juga direpresentasikan dalam bentuk matrik. </li></ul>06/10/11
  7. 7. Pembentukan Citra <ul><li>Citra ada dua (2) macam : </li></ul><ul><li>Citra Kontinu </li></ul><ul><ul><li> Dihasilkan dari sistem optik yang menerima sinyal analog </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : Mata manusia, kamera analog </li></ul></ul><ul><li>Citra Diskrit </li></ul><ul><ul><li>Dihasilkan melalui proses digitalisasi terhadap citra </li></ul></ul><ul><ul><li> kontinue </li></ul></ul><ul><ul><li>Contoh : Kamera digital, scanner </li></ul></ul>06/10/11
  8. 8. Citra Digital <ul><li>Komputer digital bekerja dengan angka presisi berhingga, jadi hanya citra dari diskrit yang dapat diolah komputer, citra diskrit = citra digital. Citra digital merupakan suatu array 2 dimensi yang elemennya menyatakan tingkat keabuan dari elemen gambar. </li></ul><ul><li>Citra yang dihasilkan direkam datanya bersifat kontinue harus dirubah dahulu menjadi citra digital dengan konversi sehingga dikenal komputer. </li></ul><ul><li>Proses tersebut disebut digitasi, yaitu membuat kisi-kisi arah horizontal dan vertical sehingga terbentuk array 2 dimensi. </li></ul>06/10/11
  9. 9. Proses Pengolahan Data Citra <ul><li>Komputer hanya dapat mengakses data digital, oleh karena itu untuk pengolahan data digital analog terdapat proses konversi yang disebut proses Analog Digital Conversi (ADC). Tujuan dari proses ADC adalah agar dapat diakses komputer, karena data asli atau fakta bersifat analog tidak bisa diolah oleh komputer, komputer hanya mengolah data digital. </li></ul>Gambar Komputer Analog digital Conversation 06/10/11
  10. 10. Elemen Citra Digital <ul><li>Brightness, kecerahan atau intensitas cahaya yang dipancarkan pixel dari citra yang dapat ditangkap oleh sistem pengliatan </li></ul><ul><li>Contrast, kontras menyatakan sebaran terang “lightness” dan gelap “darkness” di dalam gambar </li></ul><ul><li>Countour , kontur merupakan keadaan yang ditimbulkan oleh perubahan intensitas pada pixel yang bertetanggaan </li></ul><ul><li>Color, warna sebagai persepsi yang ditangkap sistem visual terhadap panjang gelombang cahaya yang dipantulkan oleh objek </li></ul><ul><li>Sharp, bentuk sebagai properti instristik dari objek 3 dimensi </li></ul><ul><li>Texture, tekstur dicirikan sebagai distribusi spasial sari derajat keabuan di dalam sekumpulan pixel yang bertetanggaan. </li></ul>06/10/11
  11. 11. Referesentasi Citra Digital <ul><li>Bitmap </li></ul><ul><li>Gamba r Bitmap dipresentasikan dalam bentuk matrik, atau dipetakan dengan menggunakan bilangan binner atau sistem bilangan lain, memiliki kelebihan untuk memanipulasi warna namun untuk merubah objek lebih sulit. </li></ul><ul><li>Grafik </li></ul><ul><li>Gambar Grafik data tersimpan dalam bentuk vektor posisi, dimana yang tersimpan hanya informasi vektor posisinya dengan bentuk sebuah fungsi , lebih sulit dalam merubah warna tapi lebih mudah membentuk objek dengan cara merubah nilai </li></ul>06/10/11
  12. 12. Pengolahan Citra Digital <ul><li>Secara umum Langkah-langkah dalam pengolahan citra digital </li></ul>(Gonzalez dan Woods, 1992) 06/10/11
  13. 13. Sistem Pengolahan Citra Digital <ul><li>S istem pengolahan data merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan atau terintegrasi untuk membentuk suatu sistem antara data, perangkat keras, perangkat lunak, prosedure pengolahan, dan tenaga pelaksana . </li></ul>06/10/11
  14. 14. Perkembangan Penerapan Pengolahan Citra <ul><li>Perbaikan citra untuk membantu interprsetasi </li></ul><ul><li>Proses Scanning data untuk mesin </li></ul><ul><ul><li>Teknis pemroses citra pertama kali untuk perbaikan gambar koran yang dikirim melalui kabel antara London dan Newyork (awal 1920). Pengiriman data tersebut mengurangi waktu dari 1 minggu menjadi 3 jam untuk menyebrangi Atlantic, dimana data tersebut harus diubah dahulu dalam bentuk kode pada waktu dikirimkan dan kemudian direkonstruksikan kembali dengan peralatan cetak khusus. </li></ul></ul><ul><ul><li>Sisten Bartland dapat mengkodekan citra menjadi 5 tingkat keabuan dan pada tahun 1929 berhasil meningkatkan menjadi 15 keabuan. </li></ul></ul><ul><ul><li>Perbaikan citra digital dengan menggunakan teknik komputer dimulai tahun 1964, yaitu sebuah citra bulan yang berasal dari jet Propulsion Lab. Yang ditransmisikan Ranger-7 </li></ul></ul><ul><ul><li>Mulai tahun 1964, sampai sekarang bidang pemrosesan berkembang ke semua bidang dengan tujuan interprestasi dan analisa. </li></ul></ul>06/10/11
  15. 15. Aplikasi Pengolahan Citra (1) <ul><li>Bidang Perdagangan </li></ul><ul><ul><li>Pembacaan bar code pada barang di supermarket </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengenalan huruf/angka pada formulir secara otomatis </li></ul></ul><ul><li>Bidang Militer </li></ul><ul><ul><li>Mengenali peluru kendali melalui sensor visual </li></ul></ul><ul><ul><li>Mengidentifikasi jenis pesawat musuh </li></ul></ul><ul><li>Bidang Kedokteran </li></ul><ul><ul><li>Deteksi Kanker dengan sinar X </li></ul></ul><ul><ul><li>Rekonstruksi foto janin hasil USG </li></ul></ul><ul><li>Bidang Biologi </li></ul><ul><ul><li>Pengenalan kromosom melelui gambar mikroskopik </li></ul></ul>06/10/11
  16. 16. Aplikasi Pengolahan Citra (2) <ul><li>Komunikasi Data </li></ul><ul><ul><li>Pemampatan Citra Transmisi </li></ul></ul><ul><li>Hiburan </li></ul><ul><ul><li>Pemampatan Video MPEG </li></ul></ul><ul><li>Robotika </li></ul><ul><ul><li>Visual guided autonomous navigation </li></ul></ul><ul><li>Pemetaan </li></ul><ul><ul><li>Klasifikasi penggunaan tanah melalui foto udara </li></ul></ul><ul><li>Geologi </li></ul><ul><ul><li>Mengenali jenis bebatuan melalui foto udara </li></ul></ul><ul><li>Hukum </li></ul><ul><ul><li>Pengenalan sidik jari </li></ul></ul><ul><ul><li>Pengenalan foto narapidana </li></ul></ul>06/10/11
  17. 17. Citra Warna <ul><li>Warna ( Color) </li></ul><ul><li>– Warna : persepsi yang dirasakan oleh sistem visual </li></ul><ul><li>manusia terhadap panjang gelombang cahaya yang </li></ul><ul><li>dipantulkan oleh objek. </li></ul><ul><li>– Warna-warna yang dapat ditangkap oleh mata manusia </li></ul><ul><li>merupakan kombinasi cahaya dengan panjang berbeda. </li></ul><ul><li>Kombinasi yang memberikan rentang warna paling lebar </li></ul><ul><li>adalah red (R), green(G)dan blue (B). </li></ul>06/10/11
  18. 18. <ul><li>Setiap warna dasar menggunakan penyimpanan 8 bit = 1 byte, yang berarti setiap warna mempunyai gradasi sebanyak 255 warna. Berarti setiap pixel mempunyai kombinasi warna sebanyak 16 juta warna lebih. Itulah sebabnya format ini dinamakan true color karena mempunyai jumlah warna yang cukup besar sehingga bisa dikatakan hampir mencakup semua warna di alam. </li></ul>06/10/11
  19. 19. Palet Warna <ul><li>Bagaimana sebuah citra direpresentasikan dalam file? </li></ul><ul><li> Pertama-tama seperti halnya jika kita ingin melukis sebuah </li></ul><ul><li>gambar, kita harus memiliki palet dan kanvas </li></ul><ul><li> Palet: kumpulan warna yang dapat membentuk citra, sama halnya </li></ul><ul><li>seperti kita hendak melukis dengan cat warna, kita memiliki palet </li></ul><ul><li>yang bisa kita isikan berbagai warna cat air </li></ul><ul><li> Setiap warna yang berbeda dalam palet tersebut kita beri nomor </li></ul><ul><li>(berupa angka) </li></ul><ul><li> Contoh untuk citra monokrom (warnanya hanya putih-abuabuhitam), </li></ul><ul><li>berarti kita memiliki palet sbb: </li></ul>06/10/11
  20. 20. Tiga kuantisasi Yang Dapat Digunakan Untuk Menggambarkan warna <ul><li>Hue ditentukan oleh dominan panjang gelombang. Warna yang dapat </li></ul><ul><li>dilihat oleh mata memiliki panjang gelombang antara 400 nm (violet) - </li></ul><ul><li>700 nm (red) pada spektrum electromagnetic. </li></ul><ul><li>• Saturation ditentukan oleh tingkat kemurnian, dan tergantung pada </li></ul><ul><li>jumlah sinar putih yang tercampur dengan hue. Suatu warna hue murni </li></ul><ul><li>adalah secara penuh tersaturasi, yaitu tidak ada sinar putih yang </li></ul><ul><li>tercampur. Hue dan saturation digabungkan menentukan chromaticity </li></ul><ul><li>suatu warna. Intensitas ditentukan oleh jumlah sinar yang diserap. </li></ul><ul><li>Semakin banyak sinar yang diserap semakin tinggi intensitas warnanya. </li></ul>06/10/11
  21. 21. <ul><li>• Sinar Achromatic tidak memiliki warna, tetapi hanya ditentukan </li></ul><ul><li>oleh atribut intensitas. Tingkat keabuan (Greylevel) adalah ukuran </li></ul><ul><li>intensitas yand ditentukan oleh energi, sehingga merupakan suatu </li></ul><ul><li>kuantitas fisik. Dalam hal lain, brightness atau luminance ditentukan </li></ul><ul><li>oleh persepsi warna (sehingga dapat merupakan efek psychology). </li></ul><ul><li>Apabila diberikan sinar biru dan hijau dengan intensitas yang sama, </li></ul><ul><li>sinar biru diterima (perceived) lebih gelap dibandingkan sinar hijau. </li></ul><ul><li>Sehingga dapat dikatakan bahwa persepsi intensitas manusia adalah </li></ul><ul><li>non-linear, misalkan perubahan intensitas yang dinormalisasi dari 0.1 ke </li></ul><ul><li>0.11 dan 0.5 ke 0.55 akan diterima dengan perubahan tingkat kecerahan </li></ul><ul><li>(brightness) yang sama. </li></ul>06/10/11
  22. 22. Penutup <ul><li>Referensi : </li></ul><ul><ul><li>Buku Bacaan : Teori Pengolahan Citra Digital, Penerbit Andi. </li></ul></ul><ul><ul><li>Okky Dwi Nurhayati, ST, MT ; Universitas Diponegoro. </li></ul></ul><ul><ul><li>Khasnur Hidjah, S.Kom., M.Cs. </li></ul></ul><ul><ul><li>Bertalya, Universitas Gajah Mada. </li></ul></ul>06/10/11
  23. 23. 06/10/11

×