Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
iKATA PENGANTARSegala puji hanya milik Alloh SWT, tuhan yang mengurus mahluk-Nyayang ada di langit dan di bumi. Aku bersak...
ii3. Al-Ustadz Lutfi Lukman Hakim,Lc selaku Mudir Muallimin PesantrenPersatuan Islam 99 Rancabango.4. Al-Ustadz Alamsyah d...
iii14. Teruntuk dia yang selalu menjadi inspirasi, memberi motivasi dansemangat kepada penulis. “my world is full with u”T...
ivDAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................. i...
vB.1 Pendapat Imam Ibnu Katsir Al-Damsyiqi.............................................. 20B.2 Pendapat Imam Musthafa Al-M...
viC.4 Istifadah.................................................................................................. 37D. Taf...
1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahNabi Muhammad merupakan nabi terakhir setelah Nabi Isa yangmembawa kitab injil. ...
2mereka beranggapan seperti itu. Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al-Baqoroh:94-96:(((“Katakanlah, “Jika negri akhirat ...
3“...Sesungguhnya (Al-Quran) itu adalah suatu kebenaran dari tuhan kami,sungguh sebelumnya kami adalah orang-orang muslim”...
4“Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkanyang ada pada mereka, padahal sebelumya mereka bias...
5Untuk mengetahui keadaan Ahli Kitab dan Orang Musyrik sebelum dansesudah didatangkan bukti nyata kepada merekaD. Manfaat ...
6F. Sistematika PenulisanUntuk mendapatkan gambaran dari apa yang penulis buat, maka penulismembuat sistematika sebagai be...
7BAB IISTUDI ATAS QURAN SURAT AL-BAYYINAHA. Karakteristik SuratA.1 Asal Usul Penamaan Surat1. Penamaan secara TauqidiyyahD...
82. Penamaan menurut Ijtihad Para UlamaDalam Nadzoh Jadidah (2007:365-367) penamaan surat menurut paraulama ini terdiri da...
92. Dimulai surat Al-Bayyinah ini dengan pembicaraan tentang “orang Yahudidan Nasrani” dan mereka berhenti dari ajakan (da...
10agama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat...
11A.5 Keutamaan SuratDalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilla...
12kaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacaka...
13Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, h...
14yang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menur...
15Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladz...
16Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladz...
17Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladz...
18Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladz...
19Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladz...
20Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladz...
21menganggap baik terhadap berbagai bid‟ah yang mereka duga dapat memperkuatajaran agama. Padaha secara faktual bid‟ah-bid...
22secara terang-terangan memproklamirkan permusuhan. Bahkan secara lebih jauhmereka menghasut kaum lainnya untuk terlibat ...
231. Pernyataan hubungan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang musyrikterhadap risalah Nabi Muhammad SAW dan yang bers...
24BAB IIISTUDI TAFSIR QURAN SURAT AL-BAYYINAH AYAT 1-4A. Tafsir surat Al-Bayyinah Ayat 1A.1 Tafsir Perkata (Al-Mufradat)Da...
25lam. merupakan isim kana. fiil madhi yang mabni dengan dommah dankedudukan huruf wau-nya menjadi fail. termasuk huruf ja...
26Ahli kitab adalah komunitas kafir yang meyakini kitab Injil dan Taurattetapi tidak mengimani Al-Quran, karenanya mereka ...
27Amirul Mukminin Umar bin Khatthab. Mereka juga berhasil membangkitkanfitnah atas diri Utsman bin Affan dan mempertajam p...
28telak hingga Raja Hiraqla melarikan diri ke Konstantinopel sambil berlinang airmata. (Rahmat Blog)Pada masa kekhalifahan...
29karena terjadi perpecahan dan perseteruan diantara mereka yang dalamlingkungan seperti inilah kaum Yahudi mendapatkan la...
30aturan nenek moyang mereka adalah lebih baik dan patut bahkan disukai olehperasaan mereka, karena dianggap akan membawa ...
31dalam saat yang sama enggan pula mencabut kebebasan memilih yang telahdianugerahkan-Nya kepada manusia. Karena itu, Dia ...
32dan terhadap para penghina beliau, halal darahnya.Mengapa demikian? Karenawarga saat itu “ sudah tahu”. Mereka sudah tah...
33mereka malah mengingkarinya. Namun ada pula dari mereka yangmenerimaajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad .B. Tafsir Sur...
34B.4 Tafsir IjmaliAlloh menafsirkan pengertian Al-Bayyinah tersebut yang menunjukan kepadakebenaran. Karenanya Alloh berf...
35Ada lagi yang meminta agar rasululloh meruntuhkan langit, seperti kiamatdatang.Mereka juga meminta bukti kenabiannya, ya...
36dan lain-lain, yakni satu kelompok bahasan yang berdiri sendiri. Makna inimengantar sementara ulama memahami kutubun qay...
37C.3 Tafsir IjmaliAl-Quran adalah suatu kebenaran yang asli, yang disebut di dalam kitab-kitab para nabi terdahulu, seper...
38zaman dahulu, dan lain-lain. Al-Quran merupakan kitab yang benar danmembenarkan kitab-kitab yang lain.3 golongan manusia...
39D. Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 4D.1 Munasabah Ayat Sebelum dan SesudahnyaAyat yang lalu menjelaskan bahwa orang-orang ...
40D.3 Tafsir Lughawi (Al-I’rabat)( ) huruf athof. ( ) huruf nafi. ( ) fiil madhi mabni atas fathah. ( )fail. ( ) fiil madh...
41“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamumengikuti agama mereka. Katakanlah, “sesungguh...
42BAB IVPENUTUPA. KesimpulanAkhirnya pembahasan dari awal sampaiakhir telah selesai. Untuk lebihjelas, maka penulis mencob...
432. Sikap Nabi Muhammad dalam menghadapi orang kafir saat itu adalah:Pertama,Rasulullah saw bersikap baik terhadap kaum k...
44bertambah, namun ada sebagian mereka yang menerima ajaran yangdibawa Nabi Muhammad SAW. Keadaan umat manusia setelahdida...
45DAFTAR PUSTAKAAbu „Ubayah, Syekh Muhammad Fahim. (1998). Mu‟jam I‟rab Alfadzh Al-Qur‟an Alkarim (Cetakan kelima). Beirut...
46
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Studi tafsir q.s al bayyinah ayat 1-4

4,552 views

Published on

  • Be the first to comment

Studi tafsir q.s al bayyinah ayat 1-4

  1. 1. iKATA PENGANTARSegala puji hanya milik Alloh SWT, tuhan yang mengurus mahluk-Nyayang ada di langit dan di bumi. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh danaku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh. Sudah seharusnyapenulis berucap syukur kepada Alloh SWT karena atas karunia dan kasih sayang-Nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.Salawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW . Tak lupakepada keluarganya, sahabatnya, thabi‟in dan thabi‟atnya serta sampai kepada kitaselaku umat yang selalu mengikuti ajarannya.Dalam penulisan karya ilmiah ini mungkin masih banyak kekurangan.Namun ini yang mampu penulis hasilkan. Dalam penulisan ini dirasa berat namundengan dorongan yang kuat, semangat dan kerja keras serta izin Alloh SWT padaakhirnya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini.Tak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada orang-orang yang telahbanyak memberikan dukungan dan motivasi kepada penulis, mereka adalah :1. Ayahanda dan ibunda tercinta yang telah banyak berkorban dan taklelah membimbing putrinya dalam segala urusan . “eni sayang kalian.Semoga kalian semakin sayang dan disayang Alloh SWT”2. Al-Ustadz K.H Aceng Zakaria selaku Mudir „Am Pesantren PersatuanIslam 99 Rancabango yang telah memberikan ilmu yang sangatbermanfaat.
  2. 2. ii3. Al-Ustadz Lutfi Lukman Hakim,Lc selaku Mudir Muallimin PesantrenPersatuan Islam 99 Rancabango.4. Al-Ustadz Alamsyah dan Al-Ustadz Urip Hidayat selaku pembimbingyang telah membimbing penulis dan teman-teman sehingga menambahpengetahuan kami.5. Al-Ustadz Amal Suwargana, S.pd selaku biro paper yang telahmembimbing penulis dan teman-teman.6. Al-Ustadz Jajang Yusuf selaku wali kelas 3a IPA. Semoga apa yangbeliau berikan kepada kami menjadi amalan shaleh, amin .7. Bu Lepi dan Bu Eneng selaku guru IPA yang telah sabar membimbingdan mengajarkan banyak hal kepada kami “terima kasih bu, semogaAlloh membalas kebaikan kalian, amin”8. Seluruh asatidz yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Ilmuyang kalian berikan sangat bermanfaat bagi penulis.9. Hikaru 19, Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari kalian.10. Adikku tersayang, Falah yang selalu menjadi penghibur bagipenulis.”Eni sayang Falah”11. Sahabatku Abah Askur yang telah membantu dalam proses penulisandan membagi ilmunya kepada penulis.12. Adik-adikku Silva, Amel Amalia, Jovinny dengan canda tawa kalianmenjadi kebahagiaan bagiku.13. Teteh Olive yang tak bosan-bosannya mendengarkan keluh kesah kuserta selalu memberikan semangat . “Hatur nuhun teteh”
  3. 3. iii14. Teruntuk dia yang selalu menjadi inspirasi, memberi motivasi dansemangat kepada penulis. “my world is full with u”Tiada kata yang terucap melainkan maaf yang sebesar-besarnya atas segalakekhilafan. Pada akhirnya penulis berserah diri kepada Alloh yang Maha Adil.Rabbana laa tuzigh qulubana ba‟da idz hadaitana wa hablana minladunka rahmah innaka antal wahhab.Garut, 21 Mei 2012Dini Novia Lestari
  4. 4. ivDAFTAR ISIKATA PENGANTAR ............................................................................................. iDAFTAR ISI.......................................................................................................... ivBAB I PENDAHULUAN....................................................................................... 1A. Latar Belakang Masalah........................................................................... 1B. Perumusan Masalah.................................................................................. 4C. Tujuan Penulis.......................................................................................... 4D. Manfaat Penulisan .................................................................................... 5E. Metode dan Teknik Penulisan .................................................................. 5F. Sistematika Penulisan .................................................................................. 6BAB IISTUDI ATAS QURAN SURAT AL-BAYYINAH ................................... 7A. Karakteristik Surat.................................................................................... 7A.1 Asal Usul Penamaan Surat....................................................................... 7A.2 Jumlah Ayat, Kata dan Huruf................................................................... 8A.3 Kandungan Surat...................................................................................... 8A.4 Munasabah antara Surat sebelum dan sesudahnya................................... 9A.5 Keutamaan Surat .................................................................................... 11B. Pendapat Para Ahli Tafsir Tentang Surat ............................................... 20
  5. 5. vB.1 Pendapat Imam Ibnu Katsir Al-Damsyiqi.............................................. 20B.2 Pendapat Imam Musthafa Al-Maraghiy................................................. 20B.3 Pendapat Imam Wahbah Zuhailiy .......................................................... 22B.4 Pendapat Imam Ath-Thabariy ................................................................ 23BAB IIISTUDI TAFSIR QURAN SURAT AL-BAYYINAH AYAT 1-4 .......... 24A. Tafsir surat Al-Bayyinah Ayat 1 ............................................................ 24A.1 Tafsir Perkata (Al-Mufradat).................................................................. 24A.2 Tafsir Lughawi (Al-I‟rabat) ................................................................... 24A.3 Tafsir Ijmali............................................................................................ 25A.4 Istifadah Ayat......................................................................................... 32B. Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 2............................................................ 33B.1 Munasabah Ayat Sebelum dan Sesudahnya........................................... 33B.2 tafsir Perkata (Al-Mufradat) ................................................................... 33B.3 Tafsir Lughawi (Al-I‟rabat) ................................................................... 33B.4 Tafsir Ijmali............................................................................................ 34B.5 Istifadah Ayat...................................................................................... 34C. Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 3............................................................ 35C.1 Tafsir Perkata (Al-Mufradat).................................................................. 35C.2 Tafsir Lughawi (Al-I‟rabat) ................................................................... 36C.3 Tafsir Ijmali............................................................................................ 37
  6. 6. viC.4 Istifadah.................................................................................................. 37D. Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 4 ................................................................. 39D.1 Munasabah Ayat Sebelum dan Sesudahnya........................................... 39D.2 Tafsir Perkata (Al-Mufradat).................................................................. 39D.3 Tafsir Lughawi (Al-I‟rabat) ................................................................... 40D.4 Tafsir Ijmali............................................................................................ 40D.5 Istifadah Ayat ..................................................................................... 41BAB IVPENUTUP ............................................................................................... 42A. Kesimpulan............................................................................................. 42B. Rekomendasi .......................................................................................... 44DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 45
  7. 7. 1BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahNabi Muhammad merupakan nabi terakhir setelah Nabi Isa yangmembawa kitab injil. Sedangkan Nabi Muhammad datang dengan membawa Al-Quran. “Al-Quran diturunkan Allah SWT untuk menjadi bukti kerosulanMuhammad SAW terutama bagi orang yang menentang, mencela dan tidakpercaya terhadap dakwah dan ajaran yang dibawa olehnya.” (Taufik Nandang F,2010:1)Di kalangan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) maupun orang musyrik adayang menerima dan ada juga yang menolak ajaran yang dibawa oleh NabiMuhammad. Dari Kaum Yahudi, mereka mengingkari Nabi Isa, namun di dalamkitab mereka terdapat keterangan yang menyatakan bahwa akan datangnyaseorang nabi. Sedangkan kaum Nasrani, mereka mengimani adanya Nabi Adamsampai Nabi Isa. Hingga pada kitab yang sudah dirubah sekarang masih terdapatayat yang mengkhabarkan adanya nabi terakhir. Sehingga mereka mempercayaiadanya Alloh walaupun dalam hal ini terdapat kesalahan, yaitu terdapat bid‟ahdan kemusyrikan. Seperti menyembah anak sapi. Selain itu, mereka juga cintadunia sehingga mereka enggan mati. Padahal merekalah yang beranggapan bahwamereka yang akan masuk surga. Seharusnya mereka tidak usah takut mati kalau
  8. 8. 2mereka beranggapan seperti itu. Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al-Baqoroh:94-96:(((“Katakanlah, “Jika negri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukanuntuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.”Tetapi mereka tidak menginginkan kematian itu sama sekali karena dosa-dosayang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Alloh Maha Mengetahuiorang-orang yang dzalim. Dan sungguh engkau (Muhammad)akan mendapatimereka (orang-orang Yahudi), manusia yang tamak akan kehidupan (dunia),bahkan lebih tamak dari orang-orang Musyrik. Masing-masing dari merekaingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak dapatmenjauhkan mereka dari azab. Dan Alloh Maha Melihat apa yang merekakerjakan.”(Depag, 2006:15)Sebelum Nabi Muhammad diutus, kaum Yahudi dan Nasrani pada saat itubenar-benar berada pada puncak kesesatan karena mereka berani mengubah isikitab suci Injil dan Taurat dengan ajaran-ajaran yang menyesatkan. Begitu jugakaum musyrik, mereka telah berani memasukan faham-faham sesat terhadapajaran-ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.” (Aam Amirudin,2003: 220)Ahli kitab di bagi menjadi 2 golongan, yaitu Ahli kitab yang beriman danAhli kitab yang ingkar. Ahli kitab yang beriman, mereka berkata seperti dalamfirman Allah dalam Al-Qosos: 53:...
  9. 9. 3“...Sesungguhnya (Al-Quran) itu adalah suatu kebenaran dari tuhan kami,sungguh sebelumnya kami adalah orang-orang muslim” (Depag, 2006: 392)Sedangkan mereka yang ingkar tetap dalam kesesatan mereka hinggakematian mereka.Firman Alloh dalam QS. Al-mu‟minun: 99-100 :“(Demikian keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kepadaseseorang dari mereka, dia berkata, “ Ya tuhanku, kembalikan aku (ke dunia).Agar aku dapat berbuat kebajikanyang telah aku tinggalkan. “Sekali-kalitidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkan saja. Dan di hadapanmereka ada barzakh sampai pada hari di bangkitkan.” (Depag, 2006:348)Penyesalan mereka itu hanya sebatas ucapan saja setelah datang kepadamereka, mereka tidak mengetahui bahwa hidup di dunia itu hanya sebentar. Akanada kehidupan yang kekal setelah itu. Allah menciptakan mahluk bukan tanpamaksud. Kemudian Alloh akan mengembalikan mahluk kepada-Nya. Maka orang-orang kafir itu sangat rugi karena mereka menyekutukan Allah.Sebenarnya ahli kitab itu mengakui kebenaran Al-Quran, tetapi merekamengingkari. Hal itu dikarenakan mereka mengikuti hawa nafsu mereka. Merekaingin menyesatkan kaum muslimin, padahal merekalah yang telah sesat. Merekajuga mengharapkan kehadiran Nabi Muhammad sebelum datangnya Al-Quran.Sifat-sifat Nabi Muhammad juga disebutkan dalam kitab-kitab mereka.Sebagaimana dalam firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 89:
  10. 10. 4“Dan setelah datang kepada mereka Al-Quran dari Allah yang membenarkanyang ada pada mereka, padahal sebelumya mereka biasa memohon(kedatangan nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, makasetelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketehui, mereka laluingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang inkaritu.(Depag, 2006:14)Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis akan membahas paperberjudul “STUDI TAFSIR Q.S AL-BAYYINAH: 1-4” supaya menjadi tambahanpengetahuan mengenai Orang Kafir dan Musyrik, khususnya di zaman sekarang.B. Perumusan MasalahBerdasarkan latar belakang diatas, penulis akan merumuskan beberapa halyang perlu dijelaskan. Adapun permasalahan yang akan dibahas dirumuskansebagai berikut:1. Faktor apa sajakah yang menyebabkan Ahli Kitab dan Orang Musyriktidak mau meninggalkan agama mereka?2. Bagaimana sikap Nabi Muhammad dalam menghadapi Ahli Kitab danOrang Musyrik?3. Bagaimana keadaan Ahli Kitab dan Orang Musyrik sebelum dan sesudahdidatangkan bukti nyata kepada mereka?C. Tujuan PenulisAdapun tujuan untuk membahas masalah ini antara lain:1. Untuk mengetahui faktor Ahli Kitab dan Orang Musyrik tidak maumeninggalkan agama mereka.2. Untuk mengetahi sikap Nabi Muhammad terhadap Ahli Kitab dan OrangMusyrik.
  11. 11. 5Untuk mengetahui keadaan Ahli Kitab dan Orang Musyrik sebelum dansesudah didatangkan bukti nyata kepada merekaD. Manfaat PenulisanAdapun dalam penulisan karya tulis ini diharapka dapat memberi manfaatkepada :1. Penulis :penulisan karya ilmiah ini diharapkan menjadi pengalaman baru bagipenulis dan dapat menambah wawasan bagi penulis dan memacu untukmemperdalam isi kandungan Al-Quran.2. Pembaca:Penulisan karya ilmiah ini diharapkan menjadi bacaan yang bermanfaatbagi seluruh pembaca.E. Metode dan Teknik PenulisanUntuk memperoleh informasi yang akan dibahas, metode yang dilakukanadalah metode Historis , yaitu “Metode yang merekonstruksi kejadian-kejadianpada masa lalu, secara sistematis dan objektif dengan cara mengumpulkan data-data sehingga dapat ditetapkan fakta-fakta yang pada akhirnya dapatdiinterprestasikan atau ditafsirkan” (Usep, 2011:19)Teknik penulisan yang dipakai adalah teknik studi kepustakaan, yaitu“Pengumpulan keterangan-keterangan dan berbagai literatur sebagai bahanperbandingan atau acuan yang relevan dengan peristiwa yang dikaji” (Usep,2011:20)
  12. 12. 6F. Sistematika PenulisanUntuk mendapatkan gambaran dari apa yang penulis buat, maka penulismembuat sistematika sebagai berikut:BAB I PENDAHULUAN, meliputi: Latar Belakang Masalah, RumuanMasalah, Tujuan Penelitian, Kegunaan Penelitian, Metode Penelitian, SistematikaPenulisan.BAB II STUDI ATAS QURAN SURAT AL-BAYYINAH AYAT 1-4,meliputi: Karakteristik Surat, Asal Usul Penamaan Surat, Jumlah Ayat, Kata, danHuruf, Kandunghan Surat.BAB III STUDI TAFSIR QURAN SURAT AL-BAYYINAH AYAT 1-4meliputi: Munasabah Antara Surat Sebelum dan Sesudahnya; Pendapat Para AhliTafsir Tentang Surat: Pendapat Imam Ibnu Katsir Al-Damsyiqiy, Pendapat ImamMusthafa Al-maraghy, Pendapat Imam Wahbah Zuhaily; Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat: 1, Tafsir Surat Al-Bayyinah:2, Tafsir Surat Al-Bayyinah: 3,Tafsir Surat Al-Bayyinah: 4.BAB IV PENUTUP, meliputi: Kesimpulan, Saran-saran, dan Rekomendasi.DAFTAR PUSTAKADAFTAR RIWAYAT HIDUP
  13. 13. 7BAB IISTUDI ATAS QURAN SURAT AL-BAYYINAHA. Karakteristik SuratA.1 Asal Usul Penamaan Surat1. Penamaan secara TauqidiyyahDalam Nadzoh Jadidah (2007:363-364) Penamaan tauqidiyyah ada 2,yaitu:a. Surat Al-BayyinahMenurut kitab Nadzroh Jadidah (2007:363), penamaan surat Al-Bayyinahini sudah terkenal dan tertulis di dalam mushaf dan pada sebagian kitab tafsir.Penamaannya dengan nama Al-Bayyinah karena terdapat lafadz Al-Bayyinah pada permulaan ayat : () maksudnya adalah hujjah, yaitu Al-Quran yang diturunkan kepadaNabi Muhammad SAW.b. Surat Lam Yakunilladziina Kafaruu atau Surat Lam YakunDinamakan surat Lam Yakunilladziina Kafaru karena di awal kalimatdibuka dengan kalimat tersebut dan tidak diawali dengan surat yang lainnya darisurat Al-Quran.
  14. 14. 82. Penamaan menurut Ijtihad Para UlamaDalam Nadzoh Jadidah (2007:365-367) penamaan surat menurut paraulama ini terdiri dari:a. Surat Al-Qoyyimahb. Surat Al-Bariyyahc. Surat Munfakkind. Surat Ahli KitabA.2 Jumlah Ayat, Kata dan HurufDalam kitab Nadzrah Jadidah Fi Al-Tafsir Al-Maudhu‟iy (2007:362)jumlah ayat dalam surat Al-Bayyinah terdapat 2 pendapat yaitu 7 ayat menurutahli basory dan 8 ayat menurut pendapat lainnya. Sedangkan kalimatnyaberjumlah 74, dan hurufnya berjumlah 366.A.3 Kandungan SuratIsi dan tujuan surat ini menurut kitab Nadzoh jadidah (2007:362-363)yaitu:1. Surat Al-Bayyinah (surat lam yakun) termasuk surat madaniyah,yaitukarena menangani perkara pengadilan. Ayat-ayat:a. Posisi ahli kitab dari misi Nabi Muhammad SAWb. Menempatkan ketulusan beribadah kepada Alloh SWTc. Tempat kembali setiap yang bahagia dan celaka adalah di akhirat
  15. 15. 92. Dimulai surat Al-Bayyinah ini dengan pembicaraan tentang “orang Yahudidan Nasrani” dan mereka berhenti dari ajakan (dakwah) Rosululloh SAWsetelah tampak jelas bagi mereka suatu kebenaran dan bersinar cahayanya.Mereka menunggu dan menyambut diutusnya seorang nabi. Ketikadiutusnya seorang rosul terakhir, mereka berdusta, kafir dan menyimpangdari kerosulan Muhammad.3. Kemudian surat ini membicarakan unsur penting dari iman, yaitukeikhlasan dalam beribadah hanya kepada Alloh yang diperintahkan untuksemua pemeluk agama, tauhid yang dicatat dan dimaksud, pengarahandalam semua ucapan, perbuatan, dan amal.4. Sebagaimana yang telah dibicarakan tentang tempat kembali orang-orangyang berbuat kejahatan adalah sejelek-jeleknya tempat kembali untukorang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang musyrik dan mereka kekaldi dalam neraka jahim dan mengenai tempat kembalinya orang mu‟minadalah sebaik-baiknya tempat kembali dan mereka kekal di dalam surganaim bersama para nabi, para sahabat, syuhada, orang-orang yang shaleh.Itulah balasan atas ketaatan mereka dan keikhlasan mereka terhadap AllohSAW.A.4 Munasabah antara Surat sebelum dan sesudahnyaDalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkan
  16. 16. 10agama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.
  17. 17. 11A.5 Keutamaan SuratDalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karena
  18. 18. 12kaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.
  19. 19. 13Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayat
  20. 20. 14yang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.
  21. 21. 15Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.
  22. 22. 16Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.
  23. 23. 17Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.
  24. 24. 18Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.
  25. 25. 19Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.Dalam kitab Nadzoh Jadidah (2007:362) dikatakan bahwa dalam Surat Al-Bayyinah dikatakan (lamyakunilladziina kafaruu...) seperti sebab diturunkannyaAl-Quran. Sebagaimana dikatakan : Sesungguhnya kami telah menurunkankepada mereka (Al-Quran) karena orang kafir dan musyrik enggan meninggalkanagama mereka sampai datang kepada mereka seorang rosul yang membawalembaran yang suci. (Al-Quran). Dengan demikian surat ini terletak mengikutisurat yang lebih dulu, yaitu Surat Al-Qodr.Dalam Kitab Tafsir Al-Misbah (2010:511) dijelaskan bahwa surat yanglalu (Al-Qodr) menjelaskan bahwa ada malam mulia yang dirahasiakan Alloh,yaitu malam Lailatul Al-Qodr, dan bahwa dia berlangsung sampai terbitnya fajar.Pada malam itulah Al-Quran turun. Selanjutnya terlihat dalam kenyataan bahwaada sementara orang yang enggan menerima petunjuk Al-Quran. Karena itu, awalsurat ini menjelaskan siapakah mereka dan apa motivasi mereka. Demikian lebihkurang uraian Al-Biqa‟i yang menghubungkan surat ini dengan surat sebelumnya.Dapat juga dikatakan bahwa surat ini menjelaskan alasan mengapa Alloh SWTmenurunkan Al-Quran dan menghadirkan Rosul SAW dengan membawa buktiyang sangat jelas.
  26. 26. 20Dalam kitab terjemahan Al-Maraghiy (1993:366) di katakan, di dalamsurah ini, firman Alloh yang berbunyi: Lam yakunilladzina kafaru . . . sampai ayatyang berbunyi zalika liman khasyiya rabbah seperti diturunkanya Al-Qura.Seolah-olah dikatakan, “ Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran karenakaum kafir masih tetap teguh dengan kekefirannya, hingga rasul membawakankepada mereka suhuf (kitab suci) untuk dibacakan kepada mereka”.B. Pendapat Para Ahli Tafsir Tentang SuratB.1 Pendapat Imam Ibnu Katsir Al-DamsyiqiYang dimaksud ahli kitab adalah orang-orang Yahudi, Nasrani sertaorang-orang musyrik penyembah patung dan api dari bangsa Arab dan non-Arab.Mujahid berkata: mereka tidak akan meninggalkan agama mereka hinggakebenaran telah menjadi jelas bagi mereka. Begitu juga pendapat Qatadah.2007:299)B.2 Pendapat Imam Musthafa Al-MaraghiyKaum ahli kitab, yakni kaum Yahudi dan Nasrani, hidup dalam kegelapandan kebodohan. Mereka sama sekali tidak mau menerima iman kepada apa yangseharusnya diimani, yakni berjalan di atas dasar-dasar syariat nabi, kecualibeberapa orang yang tidak larut di dalam arus. Mereka adalah orang-orang yangmendapat pemeliharaan Alloh. Keingkaran mereka itu disebabkan karena nenekmoyang mereka telah berhasil merubah dan mengganti syariat tersebut danmemasukan yang di luar agama ke dalam agama. Kenyataan tersebut mungkindisebabkan karena kebodohan mereka dalam memahami agama atau karena sikap
  27. 27. 21menganggap baik terhadap berbagai bid‟ah yang mereka duga dapat memperkuatajaran agama. Padaha secara faktual bid‟ah-bid‟ah tersebut telah merusak sendi-sendi agama mereka sendiri. Kadang-kadang kenyataan tersebut disebabkankarena upaya penipuan yang dilakukan musuh-musuh mereka yang mempunyaimaksud menghancurkan agama dan ingin menguasai para pemeluknya.Masa terus berputar dan setiap generasi berusaha memberikan berbagaitambahan ke dalam ajaran agama tentang berbagai persoalan yang tidak tergarapoleh generasi terdahulu. Sebagai akibatnya, garis-garis kebenaran menjadi pudardan nur keyakinan semakin terkubur.Di samping mereka, terdapat pula kaum penyembah berhala yang terdiridari bangsa arab dan lainnya. Mereka ini sudah terbiasa menyembah berhala dantunduk kepada kekuatan wasani. Sehingga sulit mengalihkan merela dari wasaniini. Sekalipun demikian mereka tetap berkeyakinan bahwa agama yang merekaanut adalah agama Al-Khalil (kekasih Alloh), Nabi Ibrahim.Sering sekali terjadi perdebatan antara kaum musyrikin dan Yahudi danantara mereka dengan kaum Nasrani. Kaum musyrik mengatakan, “SesungguhnyaAlloh akan mengutus seorang nabi dari bangsa arab yang menduduki kotaMakkah”. Kemudian, bangsa Arab menceritakan ciri-ciri nabi yang dimaksud danberjanji akan membantunya jika nabi itu datang. Merekapun mendukung danmembela sampai bisa menghancurkan kaum ahli kitab.Demikian pernyataan dan janji mereka. Tetapi ketika Nabi MuhammadSAW diutus, justru kaum musyrik yang bersikap oposisi terhadap Nabi SAW dan
  28. 28. 22secara terang-terangan memproklamirkan permusuhan. Bahkan secara lebih jauhmereka menghasut kaum lainnya untuk terlibat dalam permusuhan kepada nabi.Mereka menyakiti dan menyiksa setiap orang yang mengikuti dan setia terhadapnabi, yaitu orang-orang yang Alloh beri hidayah dan kelapangan dada sehinggamempu mengetahui kebenaran.Demikian halnya setiap kaum Yahudi yang berbalik menentang. Padahalmereka adalah kaum yang mengetahui akan datangnya seorang Nabi MuhammadSAW. Mereka itu dapat mengetahui ciri-ciri dan sifat nabi yang akan datangmelalui Kitab Taurat yang dijadikan sebagai pegangan. Setelah nabi SAW datang,mereka menuduh bahwa apa yang nabi SAW bawa bukanlah merupakan sesuatuyang baru bagi mereka. Bahkan mereka beranggapan hal tersebut sudah dikenalmelalui kitab-kitab yang dibawa nabi-nabi mereka. Karenanya merekaberpendapat tidak selayaknya mereka meninggalkan pegangan mereka hanyakarena ingin mengikuti Nabi Muhammad yang padanya belum tentu lebih baikdibanding dengan yang ada pada mereka. Bahkan dalam hal ini mereka terlaluberlebih-lebihan, karena sebelum kehadiran Nabi Muhammad, kaum musyrikinmenentang dan mengancam Kaum Yahudi dan berjanji akan mengikuti nabi danmenolongnya. (1993:369-370)B.3 Pendapat Imam Wahbah ZuhailiySurat madaniyah ini membicarakan tentang 3 perkara (2005:830-831),yaitu:
  29. 29. 231. Pernyataan hubungan ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang musyrikterhadap risalah Nabi Muhammad SAW dan yang bersangkutan dengansebab rusaknya risalah nabi itu dengan kekufuran mereka.2. Penentuan tujuan dari agama dan iman, yaitu ikhlas beribadah kepadaAlloh, menunaikan zakat, yang demikian adalah agama yang lurus.3. Penjelasan setiap dari orang kafir yang berdosa dan hina adalah seburuk-buruknya mahluk, dan orang mu‟min yang mensucikan diri adalah sebaik-baiknya mahluk (QS. Al-Bayyinah: 6-8)B.4 Pendapat Imam Ath-ThabariyAhli kitab dan orang Musyrik tidak akan meninggalkan agama merekasebelum datangnya bukti nyata. Setelah Nabi Muhammad SAW datang denganmembawa bukti nyata merekapun enggan menerimanya karena merekaberpendapat bahwa bukti nyata seharusnya dari pihak mereka.
  30. 30. 24BAB IIISTUDI TAFSIR QURAN SURAT AL-BAYYINAH AYAT 1-4A. Tafsir surat Al-Bayyinah Ayat 1A.1 Tafsir Perkata (Al-Mufradat)Dalam Kitab Al-Misbah (2010:513-514), dijelaskan bahwa kata ( )Munfakkin adalah bentuk kata yang menunjukan subjek (pelaku). Ia terambil darikata ( ) Infakka yang berarti berpisah sedang sebelumnya menyatu dengankukuh.Sesuatu yang berpisah dari yang lain menjadikannya meninggalkan yanglain itu. Dari sini, kata tersebut dipahami juga dalam arti meninggalkan. Dalamkonteks ayat ini adalah meninggalkan keyakinan dan pandangan hidup mereka.Bisa juga kata Munfakkin bukan dalam arti subjek (pelaku) yang meninggalkan,tetapi dalam arti objek, yakni yang ditinggalkan. Dari sini, mereka memahamiayat di atas dalam arti ahli kitab dan kaum musyrikin itu tidak akan ditinggalkanoleh Alloh terus-menerus dalam kekufuran tanpa diutus kepada mereka seorangrosul yang memberikan mereka peringatan. Makna ini sejalan dengan pandanganThabathaba‟i yang disebut di atas dan oleh sementara ulama dinyatakan sejalanjuga dengan firman Alloh:“Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja” (QS.Al-Qiyamah:36)A.2 Tafsir Lughawi (Al-I’rabat)Lafadz yang terdapat pada awal surat ini merupakan huruf jazm.Sedangkan lafadz merupakan fiil mudhore yang majzum karena adanya huruf
  31. 31. 25lam. merupakan isim kana. fiil madhi yang mabni dengan dommah dankedudukan huruf wau-nya menjadi fail. termasuk huruf jar yang memajrurkandan kedudukannya menjadi mudhof. adalah mudhof ilaih. merupakanhuruf athaf. ( ) ma‟tuf kepada . ( ) merupakan khobar kana. ( )huruf nasab. ( ) fiil mudhore yang mansub dengan fathah dan kedudukanadalah maf‟ul bih. ( ) adalah fail.A.3 Tafsir IjmaliMenurut Aam Amirudin dalam tafsir kontemporer (2003:218) , kalau kitacermati, arti kafir yang paling dominan disebutkan dalam Al-Quran adalahpengingkaran terhadap Allah dan Rasul-Nya, khususnya Muhammad SAWdengan ajaran-ajaran yang dibawanya. Istilah kafir dalam pengertian yang terakhirini pertama kali digunakan dalam Al-Quran untuk menyebut para kafir Mekah.Di dalamnya juga disebutkan bahwa orang kafir adalah mereka yangmenolak, menentang, mendustakan, mengingkari, dan anti kebenaran. Seseorangdisebut kafir apabila melihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan matanya.Apabila mendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak maumempertimbangkan dalil apapun yang disampaikan padanya dan tidak bersediatunduk pada sebuah argumen meski telah mengusik nuraninya. (Aam Amirudin,2003:218)Secara garis besar, Orang kafir terbagi atas dua kelompok, yaitu kafir ahlikitab dan kafir musyrik.
  32. 32. 26Ahli kitab adalah komunitas kafir yang meyakini kitab Injil dan Taurattetapi tidak mengimani Al-Quran, karenanya mereka suka disebut Nasrani(Kristen) dan Yahudi. Sedangkan musyrik adalah komunitas kafir yang tidakmengimani Injil, Taurat ataupun Al-Quran, misalnya yang beragama Hindu,Budha, atau Konghucu. (Aam Amirudin, 2003:218-219)“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridha kepada kamu hinggakamu mengikuti agama mereka. Katakanlah „Sesungguhnya petunjuk Allah itulahpetunjuk „. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelahpengetahuan datang kepadamu maka Allah tidak lagi menjadi pelindung danpenolong bagimu.” . (Rahmat Blog)Sejarah Berbicara, bentuk ketidakrelaan Yahudi dan Nasrani dapatdibuktikan melalui fakta sejarah berlangsung dari “doloe” hingga kini kadangtidak diperlukan analisa tinggi utk memahaminya masyarakat awam juga bisamembaca fakta yg “kasat mata” itu. (Rahmat Blog)Konflik hubungan Islam dgn Yahudi mulai memburuk terutama sejakmereka melakukan konspirasi bersama pasukan kafir Mekah utk memusuhi kaumMuslim di Madinah hingga akhirnya mereka diusir dari Madinah dan Khaibar.Peristiwa Khaibar di kemudian hari menjadi satu peristiwa paling traumatis danmewariskan dendam kesumat orang Yahudi hingga berabad-abad. (Rahmat Blog)Pada masa sahabat Yahudi melakukan infiltrasi dgn cara menyusup ketengah-tengah barisan Islam. Puncaknya mereka berhasil membunuh Khalifah
  33. 33. 27Amirul Mukminin Umar bin Khatthab. Mereka juga berhasil membangkitkanfitnah atas diri Utsman bin Affan dan mempertajam pertentangan antara kubu Alibin Abi Thalib dgn Mu‟awiyah bin Abu Sofyan. Tidak hanya sampai di situmereka bahkan menyusup ke barisan Syi‟ah dan kelompok-kelompok militanlainnya dgn pola provokasi agar kelompok-kelompok itu melakukan perlawananbaik terhadap idiologi maupun institusi as-sawad al-a‟dham saat itu. (RahmatBlog)Sedangkan konflik pertama kali dgn kaum Nasrani terjadi pada PerangMu‟tah dan Perang Tabuk melawan tentara Romawi . Perang Mu‟tah terjadi krnal-Harits ibnu Umair al-Azady yg diutus Nabi utk membawa surat kepadapemimpin Bushro namun dalam perjalanan dihadang Syurahbil bin Amr al-Ghassany pemimpin al-Balqa‟ masuk wilayah Syam di bawah pemerintahanKaisar Romawi. Syurahbil mengikat al-Harits dan membawanya ke hadapanKaisar lalu dia memenggal lehernya. Padahal membunuh duta merupakankejahatan yg amat keji dan sama halnya mengumumkan perang. (Rahmat Blog)Penasaran atas kekalahan mereka dalam perang Mu‟tah Nasrani dibawahKomando Raja Romawi Hiraqla bermaksud menyerang Madinah. Namun merekaburu-buru mundur teratur saat mendengar Rasulullah telah siap siaga menghadangmereka di Tabuk dalam jumlah pasukan yg besar sebuah perbatasan antara JazirahArab dan Syam. (Rahmat Blog)Perang berikutnya terjadi pada masa kekhalifahan Abu Bakar yg dikenaldgn perang Yarmuk. Di bawah pimpinan Khalid bin Walid umat Islam menang
  34. 34. 28telak hingga Raja Hiraqla melarikan diri ke Konstantinopel sambil berlinang airmata. (Rahmat Blog)Pada masa kekhalifahan Umar bin Khottob umat Islam berhasilmembebaskan Baitul Maqdis dari kekuasaan Nasrani Romawi buah dari paketekspansi terhadap yg menghalangi gerakan dakwah Islam. Jatuhnya Jerussalem ygmerupakan tanah kelahiran Nabi Isa as ditambah takluknya wilayah Balkan diEropa Timur oleh pasukan Bani Umayyah serta semenanjung Liberia Spanyolpada awal 700-an M membuat masyarakat Nasrani marah dan selalu berusahamerebutnya kembali maka lahirlah perang salib. Dengan memanfaatkam momenkonflik internal umat Islam Perang Salib berlangsung selama berabad-abad danbaru reda pada abad ke-16. Alhamdulillah meski melalui perjuangan panjang danberliku umat Islam kembali memenangkan peperangan di bawah komandoShalahuddin al-Ayyuby. (Rahmat Blog)Dalam Tafsir Fhizilalil Quran (2004:50) disebutkan bahwa Kaum Yahudiadalah orang-orang yang pertama kali menolak dan memerangi dakwah diMadinah. Penolakan ini banyak sebabnya. Kaum Yahudi memiliki kedudukanyang istimewa di Yastrib karena mereka adalah ahli kitab diantara bangsa Arabyang buta tulis baca, seperti Aus dan Khazraj di samping orang-prang musyrikArab tidak menampakkan kecenderungan untuk memeluk agama Ahli Kitab itu.Hanya saja bangsa Arab itu menganggap kaum Yahudi itu lebih pintar dan lebihmengerti karena mereka karene mereka memiliki kitab. Kemudian disana terdapatsuatu kondisi yang mapan bagi kaum Yahudi diantara suku Aus dan Khazraj
  35. 35. 29karena terjadi perpecahan dan perseteruan diantara mereka yang dalamlingkungan seperti inilah kaum Yahudi mendapatkan lahan pekerjaan.Setelah Islam datang maka semua keistimewaan itu lepas dari mereka.Islam datang dengan membawa kitab yang membenarkan kitab yang datangsebelumnya dan menjaganya. Selanjutnya, Islam melenyapkan perpecahan yangdiembus-embuskan kaum Yahudi untuk menciptakan suasana yang keruh, tipudaya, dan mengeruk keuntungan. (Sayyid Quthb,2004:50)Dalam Kitab Al-Maraghiy (1993:370) dijelaskan, orang-orang yangmengingkari risalah Muhammad SAW dan meragukan kenabiannya, yakni kaummusyrikin, Yahudi dan Nasrani selamanya tidak akan mau meninggalkanpegangan mereka karena kekafiran yang sudah keterlaluan. Mereka telahmeninggalkan kebenaran dan lebih menyukai pegangan yang diwariskan olehnenek moyang mereka. Sekalipun pada kenyataannya nenek moyang mereka itutidak mengerti sama sekali permasalahan agama.Rosululloh hadir di tengah-tengah mereka dengan membawa ajaran yangmenggoncangkan tehadap ajaran yang sudah berakar di dalam keyakinan mereka,di samping sudah menjadi kebiasaan yang membudaya. Karenanya, merekaberupaya terus mencari alasan karena didorong oleh sikap ingkar mereka. Merekamengungkapkan hujjah yang mengatakan bahwa apa yang didatangkanMuhammad adalah sama dengan apa yang ada di tangan mereka dan bukanmerupakan kebaikan jika apa yang didatangkan itu diikuti. Menurut merekadengan berpegang pada apa yang ada pada mereka dan berjalan sesuai dengan tata
  36. 36. 30aturan nenek moyang mereka adalah lebih baik dan patut bahkan disukai olehperasaan mereka, karena dianggap akan membawa keselamatan.(Ahmad MustafaAl-Maraghiy,2003:371)Menurut Quraish Shihab (2010:511), Ayat di atas dapat dipahami dalamarti: Orang-orang kafir yang menutupi kebenaran, yakni ahli kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang musyrik mengatakan bahwa merekatidak akan meninggalkan agama dan kepercayaannya sebelum datang kepadamereka bukti yang nyata, yaitu seorang rasul yang dijanjikan Alloh dan yangtercantum sifat-sifatnya dalam kitab suci Yahudi dan Nasrani, ini bagi ahli kitab,dan berupa mu‟jizat indriawi yang mereka lihat secara gamblang bagi orang-orangmusyrik.Masyarakat umat manusia sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAWbenar-benar berada dalam kegelapan. Kaum musyrikin mekkah, yang mengakumengikuti agama Nabi Ibrahim as menyembah berhala-berhala yang justrudiperangi oleh Nabi Ibrahim as. Kehidupan masyarakat mereka adalah penindasanyang kuat atas yang lemah. Mereka saling berperang. Orang-orang Yahudimengaku mengikuti ajaran Musa as pun mengalami situasi serupa. Nilai-nilaispiritual mereka abaikan, sambil membenarkan diri mereka menganiaya siapapunselain kelompok mereka. Orang Nasrani yang mengaku mengikuti Nabi Isa astelah tenggelam dalam pengkultusan nabi agung itu sehingga menjadikan anaktuhan. Semua enggan meninggalkan agama dan kepercayaannya padahal keadaanitu mengancam umat manusia seluruhnya. Alloh Yang Maha Pengasih danPenyayang enggan melihat umat manusia hidup dalam kesesatan itu, namun
  37. 37. 31dalam saat yang sama enggan pula mencabut kebebasan memilih yang telahdianugerahkan-Nya kepada manusia. Karena itu, Dia mengutus seorang nabi,dalam hal ini Nabi Muhammad SAW membawa ajaran yang meluruskankesesatan dan kekeliruan umat manusia. Tetapi sayang, sebagian merekamenerimanya dan sebagian lainnya berlarut bahkan meningkat kesesatannyajustru setelah datang bukti yang nyata itu. (Quraish Shihab, 2010: 512)Sikap Nabi Muhammad dalam menghadapi orang kafir saat itu adalah:Pertama,Rasulullah saw bersikap baik terhadap kaum kafir quraisy padaawal islam disebabkan karena mereka “ tidak tahu ”.Tidak tahu dalam artiankarena masyarakatnya belum tahu banyak tentang islam.Nabi saw berdo‟a :“ yaAllah, ampunilah mereka, karena sesungguhnya mereka tidak tahu”. “Tidak tahu”di sini bukan berarti tidak tahu jika islam itu ajaran yang benar. Karena, orang-orang kafir sampai sekarang pun tidak tahu bahwa islam itu ajaran yg benar. Jikamereka tahu, tentunya mereka langsung masuk islam.Kedua,Rasulullah mendadak mengajak islam, tentu hal tersebut wajar sulitditerima terlebih-lebih jauh dari ajaran mereka. Coba bayangkan, Wajar pendudukmekkah pada awal islam menentang ajaran Rasulullah saw karena tidak mudahuntuk menerima sebuah ajaran baru yang datang tiba-tiba serta jauh darikebiasaan mereka dahulu. Dengan demikian wajar rasulullah tidak marah saatmereka menentang dikarenakan mereka(orang-orang kafir quraisy) tidak tahu.Ketiga,Ketika masyarakat Madinah islam sudah terbentuk, sikap nabisudah berbeda. Nabi bersikap keras terhadap orang yang menghina agama beliau,
  38. 38. 32dan terhadap para penghina beliau, halal darahnya.Mengapa demikian? Karenawarga saat itu “ sudah tahu”. Mereka sudah tahu banyak tentang ajaran islamnamun mereka dengan sengaja menghina dan mengejek rasulullah serta agamaislam, wajar saja Beliau marah.Dan hal tersebut berlaku hingga sekarang, karenasekarang ini semua orang “sudah tahu”.Keempat, sudah tidak wajar lagi jika penduduk madinah terkejut ataupunmendadak mengetahui islam karena saat masyarakat madinah terbentuk tentunyatelah banyak yang memeluk islam.Kelima, sungguh keterlaluan orang-orang yang menghina Nabi saw, jikamereka tidak mengakui islam sebaiknya mereka jangan mengejek islam danrasulnya. Seharusnya mereka mempunyai sedikit sifat toleransi.Keenam, Nabi saw adalah orang yang sangat mulia. Beliau adalah suriteladan kita hingga akhir zaman. Siapa saja yang menghina beliau berartimenghina agama islam, siapa yang menghina islam berarti beliau menghina AllahSWT. Sebagai seorang muslim sejati… kita harus siap melawan siapa saja musuhmusuh Allah SWT.A.4 Istifadah AyatDalam ayat pertama ini dijelaskan bahwa Ahli Kitab dan orang musyrikenggan meninggalkan agama mereka. Padahal mereka mengakui akan adanyanabi terakhir dan hal ini tercantum dalam kitab mereka. Namun setelahkedatangan Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir yang membawa kebenaran,
  39. 39. 33mereka malah mengingkarinya. Namun ada pula dari mereka yangmenerimaajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad .B. Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 2B.1 Munasabah Ayat Sebelum dan SesudahnyaDalam Tafsir Al-Misbah disebutkan bahwa ayat ini menjelaskan ayatsebelumnya. Ayat ini menjadikan sosok Rosululloh Muhammad SAW sebagaibukti nyata. Yakni beliau bukan saja membawa bukti, tetapi kepribadian beliausendiri walau tanpa mu‟jizatdan bukti yang lain, telah cukup dijadikan buktitentang kebenaran beliau. Ini serupa dengan firman Alloh:”Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kamu bukti kebenaran darituhan kamu, dan telah Kami turunkan kepada kamu cahaya yang terangbenderang” (QS. An- Nisa : 174)B.2 tafsir Perkata (Al-Mufradat)Kata ( ) yatluumembaca digunakan Al-Quran untuk bacaan yangsifatnya benar dan hak. Karena itu, objek kata ini sering kali adalah wahyu Illahi.Di sini pun kata yatlu mengisyaratkan bahwa yang dibaca oleh rosul adalahwahyu Alloh yang tentu saja sifatnya benar dan hak.B.3 Tafsir Lughawi (Al-I’rabat)( ) adalah badal. ( ) huruf jar. ( ) majrur dengan huruf .( ) fiilmudhore yang marfu dan failnya domir . ( ) maf‟ul bih. ( ) naat.
  40. 40. 34B.4 Tafsir IjmaliAlloh menafsirkan pengertian Al-Bayyinah tersebut yang menunjukan kepadakebenaran. Karenanya Alloh berfirman dalam ayat berikut :Yang dimaksud dengan Al-Bayyinah adalah Nabi Muhammad SAW. NabiMuhammad SAW membacakan mushaf Al-Quran yang terbebas daripencampuradukan, penyimpangan dan pemalsuan kepada mereka. Dari Al-Quranini memancarlah sinar kebenaran, seperti firman Alloh yang berbunyi :“Yang tidak datang kepadanya (Al-Quran) kebatilan, baik dari depan maupun daribelakangnya...” (QS. Fushilat: 42)B.5 Istifadah AyatYang di maksud dengan bukti nyata adalah Nabi Muhammad SAW yangmerupakan nabi terakhir . Nabi Muhammad datang dengan membawa kebenarandan membawa kitab yang suci yaitu Al-Quran. Al-Quran merupakan salah satubukti kenabian Muhammad. Namun Al-Quran tidak menjadi bukti yang cukupbagi mereka. Suatu hari, beliau ditantang orang-orang kafir untuk memberikanbukti-bukti kenabiannya. “Ya Muhammad, kami tidak akan percaya kepadamudan kepada apapun yang engkau sampaikan, sebelum engkau bisa memancarkanair dari bumi”.Yang lain menantang lagi “atau di rumahmu ada sebuah kebun kurma dananggur yang di tengah-tengahnya mengalir sungai yang gemercik airnya”.
  41. 41. 35Ada lagi yang meminta agar rasululloh meruntuhkan langit, seperti kiamatdatang.Mereka juga meminta bukti kenabiannya, yaitu supaya muhammadmerubah bahan bangunan rumahnya dari emas murni. Sebagian lagi memintabuku mu‟jizat, supaya Nabi Muhammad naik ke langit dan pulangnya membawasetumpuk surat dari tuhan yang ditujukan kepada masing-masing pemuka Quraisydan masih banyak lagi tantangan-tantangan mereka seperti yang lebih gila lagi,meminta supaya Muhammad bisa mendatangkan Alloh dan malaikat-malaikatnyaberhadapan.Itulah permintaan mereka yang aneh-aneh yang tidak mungkin dilakukanoleh manusia siapapun juga. Dan oleh Alloh potret-potret bopeng semacam itusengaja diberitakan kembali di dalam Al-Quran diberbagai surat dan tempat.C. Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 3.C.1 Tafsir Perkata (Al-Mufradat)Kata ( ) kutub terambil dari kata ( ) kataba yang antara lain bermaknamenetapkan seperti dalam firman-Nya: ( ) kutiba „alaikumu ash-shiyam/diwajibkan atas kamu berpuasa (QS. Al-Baqoroh:183). Dari sini, adayang memahami kata tersebut di sini dalam arti kitab-kitab yang diturunkankepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, yakni bahwa Al-Quranmembenarkan kitab-kitab suci yang lalu sebelum diubah oleh manusia dan didalam Al-Quran terdapat sebagian dari kandungan kitab-kitab itu. Kata kitabdigunakan juga dalam arti kelompok bahasan tertentu, seperti misalnya yangdikenal dalam buku-buku hukum islam, kitab At-thaharah, atau kitab Az-Zakat,
  42. 42. 36dan lain-lain, yakni satu kelompok bahasan yang berdiri sendiri. Makna inimengantar sementara ulama memahami kutubun qayyimah dalam arti bagian-bagian tertentu, yakni surah-surah Al-Quran.Kata ( ) qayyimah terambil dari kata ( ) qawwama yang berartiberdiri tegak lurus. Kata tersebut digunakan dalam berbagai makna namunkesimpulan maknanya adalah sempurna memenuhi semua kriteria yangdiperlukan. Al-Quran Al-Karim, demikian juga bagian-bagiannya dari yangterkecil hingga yang terbesar, merupakan tuntunan yang sangat sempuna, lurustidak ada kebengkokan didalamnya. Ini serupa dengan maknanya dengan firmanAlloh:“Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya” (Al-Kahfi: 1)Yakni segala sesuatu yang berkaitan dengan kitab suci itu lurus dansempurna bukan hanya pada redaksi atau makna-maknanya, tetapi juga tujuan dancara turunnya serta siapa yang membawanya turun (malaikat jibril) danmenerimanya (Nabi Muhammad SAW).C.2 Tafsir Lughawi (Al-I’rabat)( ) jar majrur, kedudukannya khobar muqaddam. ( ) mubtadamuakhor. ( ) naat.
  43. 43. 37C.3 Tafsir IjmaliAl-Quran adalah suatu kebenaran yang asli, yang disebut di dalam kitab-kitab para nabi terdahulu, seperti kitab Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Ibrahim,yang telah Alloh firmankan dalam sebuah ayat berikut ini :“dan sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar tersebut dalam kitab-kitab orangyang terdahulu” (Asy-Syu‟ara: 196)“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang terdahulu, (yaitu)kitab-kitab Ibrahim dan Musa” (Al-A‟la: 18-19)Ada kemungkinan, yang dimaksud dengan Al-Kitab disini adalah surat-surat dan ayat-ayat Al-Quran. Sebab, pada setiap surat Al-Quran, adalahmenunjukan kitab yang lurus, atau kalamullah yang mengandung hukum-hukumsyari‟at. Dengan hukum tersebut dapat dibedakan antara kebenaran dan kebatilan,sebagaimana difirmankan Allah di dalam ayat berikut ini :“Segala puji bagi Alloh yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan (penyelewengan) di dalamnya,sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangatpedih dari sisi Alloh, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yangberiman ...” (Al-Kahfi: 1-2)C.4 IstifadahAl-Quran merupakan salah satu mu‟jizat Nabi Muhammad SAW. Didalamnya terdapat perintah dan larangan, peringatan dan kabar gembira, kisah
  44. 44. 38zaman dahulu, dan lain-lain. Al-Quran merupakan kitab yang benar danmembenarkan kitab-kitab yang lain.3 golongan manusia dalam menghadapi Al-Quran:1. Golongan orang mu‟min“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telahditurunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Al-Baqarah:4)2. Golongan orang kafir“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beriperingatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.”(QS.Al-Baqarah:6-7)3. Golongan orang munafik“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahalmereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalamhati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagimereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS.Al-Baqarah:
  45. 45. 39D. Tafsir Surat Al-Bayyinah Ayat 4D.1 Munasabah Ayat Sebelum dan SesudahnyaAyat yang lalu menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidakakan meninggalkan kepercayaan mereka sampai datangnya nabi yang dijanjikanoleh kitab suci mereka atau perlunya Allah mengutus nabi yang menurunkan kitabsuci agar manusia dapat terhindar dan meninggalkan kesesatan mereka. Ayat 4 inimenjelaskan kenyataan dalam masyarakat yakni: Dan tidaklah berpecah belahAhl Al-Kitab, yakni Orang-orang Yahudi dan Nasrani itu,dalam kesepakatanmereka untuk mendukung nabi yang diutus Alloh melainkan sesudah datangkepada mereka bukti yang nyata yakni setelah datangnya rasul yang diutus itu,dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW. Perselisihan tersebut terbuktidengan adanya diantara mereka yang beriman dan ada juga yang menolak.(Quraish Shihab, 2001, 517)D.2 Tafsir Perkata (Al-Mufradat)(Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yangdidatangkan Al-Kitab) kepada mereka sehubungan dengan masalah iman kepadaNabi Muhammad saw. (melainkan sesudah datang kepadamereka bukti yang nyata) yaitu setelah datang kepada mereka Nabi MuhammadSAW, atau Al-Quran yang dibawa olehnya sebagai mukjizat baginya. Sebelumkedatangan Nabi Muhammad SAW mereka adalah orang-orang yang sepakatuntuk beriman kepadanya Nabi Muhammad tetapi setelah Nabi Muhammad SAWdatang kepada mereka, tiba-tiba mereka mengingkarinya, terutama orang-orangyang dengki dari kalangan mereka.
  46. 46. 40D.3 Tafsir Lughawi (Al-I’rabat)( ) huruf athof. ( ) huruf nafi. ( ) fiil madhi mabni atas fathah. ( )fail. ( ) fiil madhi yang mabni dengan dommah muqaddarah dengan membuanghuruf nun. ( ) maf‟ul bih. ( ) huruf ististna. ( ) huruf jar. ( ) majrur denganhuruf . ( ) huruf masdariyah. ( ) fiil madhi denga ta ta‟nis dan kedudukanmenjadi maf‟ul bih. ( ) maf‟ul bih.D.4 Tafsir IjmaliMenurut Aam Amirudin dalam Tafsir Kontemporernya dikatakan bahwaayat ini menegaskan bahwa kafir ahli kitab dan musyrik terbelah menjadi duagolongan setelah kehadiran Nabi SAW. Ada ahli kitab dan musyrik yang menjadipengikut Nabi SAW adapula yang memusuhi Islam. Mereka yang masuk islammengamalkan ajaran-ajaran islam dengan tekun dan istiqomah. Hal ini dijelaskandalam ayat berikut:“Mereka itu tidak sama, diantara ahli kitab itu ada golongan yang berlaku lurus ,mereka membaca ayat-ayat Alloh pada beberapa waktu di malam hari, sedangmereka juga bersujud” (QS. Ali-Imran: 113)Mereka yang memusuhi Islam mencurahkan seluruh tenaga dan pikirannyauntuk membungkam ajaran Rasulullah SAW. Mereka halalkan segala cara untukmemurtadkan orang-orang Islam. Sikap mereka dijelaskan dalam ayat berikut:
  47. 47. 41“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamumengikuti agama mereka. Katakanlah, “sesungguhnya petunjuk Alloh itulahpetunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan merekasetelah pengetahuan datang kepadamu, Alloh tidak lagi menjadi pelindung danpenolong bagimu” (QS. Al-Baqarah: 120)D.5 Istifadah AyatAhli Kitab dan Orang Musyrik tidak berpecah-belah melainkan setelahkedatangan Nabi Muhammad SAW. Padahal telah disebutkan dalam kitab merekamengenai kedatangan nabi terakhir. Sebenarnya mereka beriman kepada Alloh,percaya adanya nabi dan rosul, walaupun keimanan mereka belum benar karenaterdapat musyrik dan bid‟ah.
  48. 48. 42BAB IVPENUTUPA. KesimpulanAkhirnya pembahasan dari awal sampaiakhir telah selesai. Untuk lebihjelas, maka penulis mencoba melengkapi pembahasan ini dengan kesimpulansebagai berikut:1. Orang kafir adalah mereka yang menolak, menentang, mendustakan,mengingkari, dan anti kebenaran. Seseorang disebut kafir apabilamelihat sinar kebenaran, ia akan memejamkan matanya. Apabilamendengar ajakan kebenaran, ia menutupi telinganya. Ia tidak maumempertimbangkan dalil apapun yang disampaikan padanya dan tidakbersedia tunduk pada sebuah argumen meski telah mengusiknuraninya.Secara garis besar, Orang kafir terbagi atas dua kelompok,yaitu kafir ahli kitab dan kafir musyrik. Ahli kitab adalah komunitaskafir yang meyakini kitab Injil dan Taurat tetapi tidak mengimani Al-Quran, karenanya mereka suka disebut Nasrani (Kristen) dan Yahudi.Sedangkan musyrik adalah komunitas kafir yang tidak mengimaniInjil, Taurat ataupun Al-Quran, misalnya yang beragama Hindu,Budha, atau Konghucu. Ahli Kitab merupakan sebutan bagi orangYahudi dan Nasrani. Disebut Ahli Kitab karena mereka pernahmenerima kitab suci. Sebutan Ahli Kitab ini merupakan penghormatanterhadap mereka.
  49. 49. 432. Sikap Nabi Muhammad dalam menghadapi orang kafir saat itu adalah:Pertama,Rasulullah saw bersikap baik terhadap kaum kafir quraisypada awal islam disebabkan karena mereka “ tidak tahu.Kedua,Rasulullah mendadak mengajak islam, tentu hal tersebutwajar sulit diterima terlebih-lebih jauh dari ajaran mereka.Ketiga,Ketika masyarakat Madinah islam sudah terbentuk, sikapnabi sudah berbeda. Nabi bersikap keras terhadap orang yang menghinaagama beliau, dan terhadap para penghina beliau, halal darahnya.Keempat, sudah tidak wajar lagi jika penduduk madinah terkejutataupun mendadak mengetahui islam karena saat masyarakat madinahterbentuk tentunya telah banyak yang memeluk islam.Kelima, sungguh keterlaluan orang-orang yang menghina Nabisaw, jika mereka tidak mengakui islam sebaiknya mereka janganmengejek islam dan rasulnya. Seharusnya mereka mempunyai sedikitsifat toleransi.Keenam, melawan mereka.Keadaan umat manusia sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAWberada dalam kesesatan. Mereka menyembah berhala yang jelas-jelasdiperangi Nabi Ibrahim. Mereka pun menjadikan Nabi Isa sebagai anaktuhan. Setelah diutusnya Nabi Muhammad, kesesatan mereka semakin
  50. 50. 44bertambah, namun ada sebagian mereka yang menerima ajaran yangdibawa Nabi Muhammad SAW. Keadaan umat manusia setelahdidatangkan bukti nyata yaitu mereka mengingkari ajaran yang dibawaNabi Muhammad SAW .B. Rekomendasi1. Kepada lembaga hendaknnya melengkapi buku-buku mengenai sejarah,kitab-kitab, dan buku-buku mengenai perkembangan zaman agar bacaansantri lebih beragam lagi.2. Kepada adik kelas diharapkan untuk kedepannya lebih banyak membacabuku agar dapat menambah pengetahuan dan wawasan.
  51. 51. 45DAFTAR PUSTAKAAbu „Ubayah, Syekh Muhammad Fahim. (1998). Mu‟jam I‟rab Alfadzh Al-Qur‟an Alkarim (Cetakan kelima). Beirut Libanon: Maktab LibnanNasyirinAl- Maraghi, Ahmad Musthafa. (2001). Tafsir Al- Maraghiy (Jilid Sepuluh).Beirut Libanon: Darul Fikri.Al- Maraghi, Ahmad Musthafa. (1993). Terjemah Tafsir Al- Maraghi 30.Semarang: PT. Karya Putra Toha.At- Thabariy, Abi Ja‟far Muhammad bin Jarir. (1927). Jami‟ul Bayan Fi TafsirilQur‟an (Jilid 12). Beirut Libanon: Darul Ma‟rifah..Ibnu Katsir, Al- hafizh Imaduddin Abu Alfida Isma‟il. (1988). Tafsir Al- Qur‟anAl- „Adzhim (Juz Empat). Beirut Libanon: Dar Alma‟rifah.Ibnu Katsir, Al- hafizh Imaduddin Abu Alfida Isma‟il. (2007). Tafsir Juz „Amma(Cetakan 11). Jakarta: Pustaka Azzam.Qodir, Jum‟ah „Ali Abdul. (2007). Nadzroh Jadidah fi Tafsir Al- Maudlu‟i Juz 2.Mesir: Dar Alkitab.Shihab, M. Quraish. (2010). Tafsir Al- Misbah Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur‟an (Volume 15). Jakarta: Lentera Hati.Usep. (2011). Buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Makalah atau Paper.Garut: Tidak diterbitkan.Departemen Agama (2009).Al-Quran dan Terjemahnya. Bandung: PT.SygmaExamedia Arkanleema (Syamil).Hamka, Prof.Dr.(2002). Tafsir Al-Azhar. Bandung: MizanMunawwir, A.Warson.(2002). Kamus Al-Munawwir:Arab Indonesia terlengkap.Surabaya: Pustaka Progresif.Zuhaily.(2005).Tafsir Al-Munir.Quthb, Sayyid.(2004).Tafsir Fi Zhilalil Quran.Jakarta.:Gema Insani.
  52. 52. 46

×