Aliran filsafat pendidikan

10,869 views

Published on

  • Be the first to comment

Aliran filsafat pendidikan

  1. 1. Dalam filsafat pendidikan modern dikenal beberapa aliran, antara lain progresivisme, esensialisme, perenialisme, dan rekonstruksionisme.1. Aliran ProgresivismeAliran progresivisme mengakui dan berusaha mengembangkan asas progesivisme dalam sebuah realitakehidupan, agar manusia bisa survive menghadapi semua tantangan hidup. Dinamakan instrumentalisme,karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan intelegensi manusia sebagai alat untuk hidup, untukkesejahteraan dan untuk mengembangkan kepribadiaan manusia. Dinamakan eksperimentalisme, karenaaliran ini menyadari dan mempraktikkan asas eksperimen untuk menguji kebenaran suatu teori. Dandinamakan environmentalisme, Karena aliran ini menganggap lingkungan hidup itu memengaruhipembinaan kepribadiaan (Muhammad Noor Syam, 1987: 228-229)Adapun tokoh-tokoh aliran progresivisme ini, antara lain, adalah William James, John Dewey, HansVaihinger, Ferdinant Schiller, dan Georges Santayana.Aliran progesivisme telah memberikan sumbangan yang besar di dunia pendidikan saat ini. Aliran ini telahmeletakkan dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada anak didik. Anak didik diberikan kebaikanbaik secara fisik maupun cara berpikir, guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendamdalam dirinya tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain (Ali, 1990: 146). Oleh karena itu,filsafat progesivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter.John Dewey memandang bahwa pendidikan sebagai proses dan sosialisasi (Suwarno, 1992: 62-63).Maksudnya sebagai proses pertumbuhan anak didik dapat mengambil kejadian-kejadian dari pengalamanlingkungan sekitarnya. Maka dari itu, dinding pemisah antara sekolah dan masyarakat perlu dihapuskan,sebab belajar yang baik tidak cukup di sekolah saja.Dengan demikian, sekolah yang ideal adalah sekolah yang isi pendidikannya berintegrasi denganlingkungan sekitar. Karena sekolah adalah bagian dari masyarakat. Dan untuk itu, sekolah harus dapatmengupyakan pelestarian karakteristik atau kekhasan lingkungan sekolah sekitar atau daerah di manasekolah itu berada. Untuk dapat melestarikan usaha ini, sekolah harus menyajikan program pendidikanyang dapat memberikan wawasan kepada anak didik tentang apa yang menjadi karakteristik ataukekhususan daerah itu. Untuk itulah, fisafat progesivisme menghendaki sis pendidikan dengan bentukbelajar “sekolah sambil berbuat” atau learning by doing (Zuhairini, 1991: 24).Dengan kata lain akal dan kecerdasan anak didik harus dikembangkan dengan baik. Perlu diketahui pulabahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pemindahan pengetahuan (transfer of knowledge), melainkanjuga berfungsi sebagai pemindahan nilai-nilai (transfer of value), sehingga anak menjadi terampildanberintelektual baik secara fisik maupun psikis. Untuk itulah sekat antara sekolah dengan masyarakat harusdihilangkan.2. Aliran EsensialismeAliran esensialisme merupakan aliran pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telahada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme muncul pada zaman Renaisance dengan cirri-cirinyayang berbeda dengan progesivisme. Dasar pijakan aliran ini lebih fleksibel dan terbuka untuk perubahan,toleran, dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. Esensiliasme memandang bahwa pendidikanharus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama, yang meberikan kestabilan dannilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas (Zuhairini, 1991: 21).Idealisme, sebagai filsafat hidup, memulai tinjauannya mengenai pribadi individu dengan menitikberatkanpada aku. Menurut idealisme, pada tarap permulaan seseorang belajar memahami akunya sendiri, kemudianke luar untuk memahami dunia objektif. Dari mikrokosmos menuju ke makrokosmos. Menurut Immanuel
  2. 2. Kant, segala pengetahuan yang dicapai manusia melalui indera memerlukan unsure apriori, yang tidakdidahului oleh pengalaman lebih dahulu.Bila orang berhadapan dengan benda-benda, bukan berarti semua itu sudah mempunayi bentuk, ruang, danikatan waktu. Bentuk, ruang , dan waktu sudah ada pada budi manusia sebelum ada pengalaman atupengamatan. Jadi, apriori yang terarah buikanlah budi pada benda, tetapi benda-benda itu yang terarah padabudi. Budi membentuk dan mengatur dalam ruang dan waktu. Dengan mengambil landasan pikir tersebut,belajar dapat didefinisikan sebagai substansi spiritual yang membina dan menciptakan diri sendiri(Poedjawijatna, 1983: 120-121). Roose L. finney, seorang ahli sosiologi dan filosof , menerangkan tentang hakikat social darihidup mental. Dikatakan bahwa mental adalah keadaan ruhani yang pasif, hal ini berarti bahwa manusiapada umumnya menerima apa saja Yng telah ditentukan dan diatur oleh alam social. Jadi, belajar adalahmenerima dan mengenal secara sungguh-sungguh nilai-nilai social angkatan baru yang timbul untukditambah, dikurangi dan diteruskan pada angkatan berikutnya.3. Aliran Perenialisme Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaansekarang. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktik bagikebudayaan dan pendidikan zaman sekarang (Muhammad Noor Syam, 1986: 154). Dari pendapat inidiketahui bahwa perenialisme merupakan hasil pemikiran yang memberikan kemungkinan bagi sseoranguntukk bersikap tegas dan lurus. Karena itulah, perenialisme berpendapat bahwa mencari dan menemukanarah arsah tujuan yang jelas merupakan tugas yang utama dari filsafat, khususnya filsafat pendidikan.Menurut perenialisme, ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi, karena dengan ilmupengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara induktif. Jadi, dengan berpikir maka kebenaran itu akandapat dihasilkan. Penguasaan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip pertama adalah modal bagi seseoranguntuk mengembangkan pikiran dan kecerdasan. Dengan pengetahuan, bahan penerangan yang cukup, orangakan mampu mengenal dan memahami factor-faktor dan problema yang perlu diselesaikan dan berusahamengadakan penyelesaian masalahnya.Diharapkan anak didik mampu mengenal dan mengembangkan karya-karya yang menjadi landasanpengembangan disiplin mental. Karya-karya ini merupakan buah pikiran besar pada masa lampau. Berbagaibuah pikiran mereka yang oleh zaman telah dicatat menonjol seperti bahasa, sastra, sejarah, filsafat, politik,ekonomi, matematika, ilmu pengetahuan alam, dan lain-lainnya, yang telah banyak memberikansumbangan kepadaperkembangan zaman dulu.Tugas utama pendidiakn adalah mempersiapkan anak didik kea rah kematangan. Matang dalam arti hiodupakalnya. Jadi, akl inilah yang perlu mendapat tuntunan kea rah kematangan tersebut. Sekolah rendahmemberikan pendidikan dan pengetahuan serba dasar. Dengan pengetahuan yang tradisional sepertimembaca, menulis, dan berhitung, anak didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan-pengetahuanyang lain.Sekolah, sebagai tempat utama dalam pendidikan, mempesiapkan anak didik ke arah kematangan akaldengan memberikan pengetahuan. Sedangkan tugas utama guru adalah memberikan pendidikan danpengajaran (pengetahuan) kepada anak didik. Dengan kata lain, keberhasilan anak dalam nidang akalnyasangat tergantung kepada guru, dalam arti orang yang telah mendidik dan mengajarkan.4. Aliran Rekonstruksionisme
  3. 3. Kata Rekonstruksionisme bersal dari bahasa Inggris reconstruct, yang berarti menyusun kembali. Dalamkonteks filsafat pendidikan, rekonstruksionisme merupakan suatu aliran yang berusaha merombak tatasusunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Aliran rekonstruksionisme pada prinsipnya sepahamdengan aliran perenialisme, yaitu berawal dari krisis kebudayaan modern. Menurut Muhammad Noor Syam(1985: 340), kedua aliran tersebut memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yangmempumyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan, dan kesimpangsiuran.Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umatmanusia. Karenanya, pembinaan kembali daya intelektual dan spiritual yang sehat melalui pendidikan yangtepat akan membina kembali manusia dengan nilai dan norma yang benar pula demi generasi yang akandatang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.Di samping itu, aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yangdiatur dan diperintah oleh rakyat secara demokratis, bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu.Cita-cita demokrasi yang sesungguhnya tidak hanya teori, tetapi mesti diwujudkan menjadi kenyataan,sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamananmasyarakat tanpa membedakan warna kulit,, keturunan, nasionalisme, agama (kepercayaan) danmasyarakat bersangkutan.Filsafat PendidikanMerupakan terapan dari filsafat umum, maka selama membahas filsafat pendidikan akan berangkat darifilsafat.Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil darifilsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai.Dalam filsafat terdapat berbagai mazhab/aliran-aliran, seperti materialisme, idealisme, realisme,pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, sedangkan filsafatberaneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran,sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri.Brubacher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar, yaitua. Filsafat pendidikan “progresif”Didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey, dan romantik naturalisme dari Roousseaub. Filsafat pendidikan “ Konservatif”.Didasari oleh filsafat idealisme, realisme humanisme (humanisme rasional), dan supernaturalisme ataurealisme religius.Filsafat-filsafat tersebut melahirkan filsafat pendidikan esensialisme, perenialisme,dan sebagainya.Berikut aliran-aliran dalam filsafat pendidikan:1. Filsafat Pendidikan Idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh, bukan materi, bukan fisik.Pengetahuan yang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. Aliran inimemandang nilai adalah tetap dan tidak berubah, seperti apa yang dikatakan baik, benar, cantik, buruksecara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah: Plato,Elea dan Hegel, Emanuael Kant, David Hume, Al Ghazali2. Filsafat Pendidikan Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. Realismeberpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. Realisme membagirealitas menjadi dua bagian, yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihaklainnya adalah adanya realita di luar manusia, yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Beberapatokoh yang beraliran realisme: Aristoteles, Johan Amos Comenius, Wiliam Mc Gucken, Francis Bacon,John Locke, Galileo, David Hume, John Stuart Mill.3. Filsafat Pendidikan Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi, bukan rohani,spiritual atau supernatural. Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos, Ludwig Feurbach
  4. 4. 4. Filsafat Pendidikan Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Namun sebenarnyaberpangkal pada filsafat empirisme Inggris, yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yangmanusia alami. Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce, wiliam James,John Dewey, Heracleitos.5. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Secaraumum, eksistensialisme menekankn pilihan kreatif, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakankongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas. Beberapatokoh dalam aliran ini: Jean Paul Satre, Soren Kierkegaard, Martin Buber, Martin Heidegger, Karl Jasper,Gabril Marcel, Paul Tillich6. Filsafat Pendidikan Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdirisendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran iniberpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang.Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapatokoh dalam aliran ini : George Axtelle, william O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, FrederickC. Neff7. Filsafat Pendidikan esensialisme Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang padamulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Merekaberpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antarakaum muda. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan IsacL. Kandell.8. Filsafat Pendidikan Perenialisme Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abadkedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentangpandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandangsituasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupanmoral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesantersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadipandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: RobertMaynard Hutchins dan ortimer Adler.9. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakanini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diridengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh GeorgeCount dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas danadil. Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg.Fenomena ”Hidup Lebih Maju”Setiap orang, pasti menginginkan hidup bahagia. Salah satu diantaranya yakni hidup lebih baik darisebelumnya atau bisa disebut hidup lebih maju. Hidup maju tersebut didukung atau dapat diwujudkanmelalui pendidikan. Dikaitkan dengan penjelasaan diatas, menurut pendapat saya filsafat pendidikan yangsesuai atau mengarah pada terwujudnya kehidupan yang maju yakni filsafat yang konservatif yangdidukung oleh sebuah idealisme, rasionalisme(kenyataan). Itu dikarenakan filsafat pendidikan mengarahpada hasil pemikiran manusia mengenai realitas, pengetahuan, dan nilai seperti yang telah disebutkandiatas.Jadi, aliran filsafat yang pas dan sesuai dengan pendidikan yang mengarah pada kehidupan yang majumenurut pikiran saya yakni filsafat pendidikan progresivisme (berfokus pada siswanya). Tapi akan lebihbaik lagi bila semua filsafat diatas bisa saling melengkapi.

×