Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Endoktrin System in Anatomy/ Sistem Endoktrin di Anatomi

910 views

Published on

Please follow: ithinkeducation.blogspot.com
Thank you...

Published in: Health & Medicine
  • Discover How Thousands of Men and Women Worldwide Have Already Used The Reverse Diabetes Today™ System To Lower Blood Sugar To Normal And Safely Reverse Their Type 2 Diabetes Without Drugs or Insulin. ◆◆◆ https://tinyurl.com/yx3etvck
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Endoktrin System in Anatomy/ Sistem Endoktrin di Anatomi

  1. 1. SISTEM ENDOKRIN
  2. 2. PENDAHULUAN KELENJAR adalah organ tubuh yang mempunyai fungsi utama untuk menghasilkan substansi yang secara biologis sangat berguna. Sering kali sekresi ini dialirkan melalui duktus ke tempatnya bekerja, seperti kelenjar keringat, kelenjar lambung atau kelenjar saliva Bagaimanapun, kelenjar tertentu, seperti kelenjar endokrin, tidak mempunyai duktus. Sekresi atau HORMON dari kelenjar ini mengalir langsung ke dalam aliran darah dan dapat memberikan efek menyebar Hormon2 bertindak sebagai pembawa pesan (messenger) kimiawi dan memberikan cara dimana tubuh dapat mengkoordinasi fungsi2nya
  3. 3. PENDAHULUAN Banyak dari kelenjar endokrin berada dalam kontrol sistem persarafan melalui hipotalamus otak, dan kelenjar hipofisis yang menyokong kelenjar tersebut Kelenjar2 endokrin utama yang lain adalah:  Kelenjar THYROID dan PARATHYROID  Kelenjar SUPRARENAL atau kelenjar ADRENAL  ISLET PANKREAS (pulau Langerhans)  TESTIS (pada laki2) atau OVARIUM (pada perempuan) Beberapa organ menghasilkan hormon yang murni memberikan efek setempat, seperti pada lambung dan saluran gastrointestinal atas yang menghasilkan hormon, yang melalui darah, mengontrol sekresi kelenjar pencernaan. GINJAL menghasilkan RENIN yang mempengaruhi tekanan darah, dan ERITROPOIETIN yang mempengaruhi pembentukan sel2 darah merah. Hormon2 ini berkaitan dengan sistemnya
  4. 4. STRUKTUR HORMON Hormon terdapat dalam beberapa tipe kimiawi Hormon2 dapat berupa PROTEIN (rantai ikatan kompleks panjang dari asam2 amino) misal hormon insulin pankreas Atau PEPTIDA (rantai pendek lebih sederhana dari asam2 amino) misal hormon2 hipofisis anterior Atau GLIKOPROTEIN (kompleks protein dan karbohidrat) misal hormon perangsang tiroid Atau SENYAWAAN AROMATIK SEDERHANA misal tiroksin Atau STEROID, misal hormon2 korteks adrenal dan hormon2 seks
  5. 5. STRUKTUR HORMON Senyawaan ini hanya terdapat dalam jumlah yang sangat kecil. Hormon2 tersebut kemungkinan memberikan efeknya pada sel2 dari jaringan targetnya dengan berbagai cara
  6. 6. Kelenjar ini mempunyai diameter sekitar 1 cm dan menempati suatu celah di dalam tulang sfenoid yang disebut SELLA TURSICA. Tulang kecil ini terletak pada dasar tulang tengkorak, di belakang hidung, di atas sinus sfenoid KELENJAR HIPOFISE KELENJAR HIPOFISIS (PITUITARY GLAND) atau HIPOFISIS SEREBRI, mengontrol fungsi seksual dan tiroid, pertumbuhan dan metabolisme air, protein, lemak dan karbohidrat Kelenjar tersebut menggantung dari HIPOTALAMUS, suatu massa jaringan saraf yang membentuk lantai ventrikel III.
  7. 7. Kapiler2 yang memvaskularisasi hipotalamus menjalar bersama2 dari beberapa vena porta yang memvaskularisasi lobus anterior. Vena ini membawa hormon2 dari hipotalamus ke hipofisis anterior Kedua bagian tersebut berada dalam kontrol hipotalamus HIPOFISE POSTERIOR (adalah pertumbuhan ke bawah dari otak depan / forebrain) HIPOFISE ANTERIOR (yang mengontrol kelenjar endokrin lain mempunyai asal dari pertumbuhan keluar lapisan faring primitif pada embrio) KELENJAR HIPOFISE Pada manusia, kelenjar ini mempunyai 2 bagian utama yang mempunyai asal dan fungsi berbeda Serabut saraf dari hipotalamus menjalar ke hipofisis posterior
  8. 8. HORMON HIPOFISE ANTERIOR
  9. 9. FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) dan LUTEINISING HORMONE (LH) adalah glikoprotein yang bekerja dalam peristiwa untuk memastikan aktivitas siklus ovarium, dan menyebabkan LH untuk menghasilkan hormon2 seks. LH juga beraksi untuk menstimulasi sel2 interstisial dari testis untuk menghasilkan testosteron ADRECORTICOTROPIC HORMONE (ACTH) adalah polipeptida sederhana yang menyebabkan pelepasan kortikosteroid dari korteks kelenjar suprarenal Pembentukan ACTH yang berlebihan oleh tumor basofil menyebabkan Sindrom Cushing HORMON HIPOFISE ANTERIOR THYROTROPIN (THYROID STIMULATING HORMONE, TSH) adalah glikoprotein yang menyebabkan pelepasan tiroksin (thyroxine), dan pembesaran kelenjar tiroid. Dalam keadaan tidak berfungsinya tiroid, kadarnya berkurang ke kadar yang rendah
  10. 10. PROLAKTIN (P) adalah protein yang menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas sekretori dari payudara selama kehamilan dan laktasi. Hormon ini bekerja secara bersamaan dengan hormon2 seks lainnya Tumor hipofisis yang menghasilkan GH dapat terjadi. Pada masa kanak2, hal ini menyebabkan Gigantisme. Pada orang dewasa hal ini mengarah pada Akromegali dengan pertumbuhan tahang, tangan dan viscera yang berlebihan. Kerusakan hipofisis yang terjadi pada masa kanak2 menyebabkan Dwarfisme HORMON HIPOFISE ANTERIOR GROWTH HORMONE (GH), HORMON PERTUMBUHAN, adalah protein yang bekerja pada keseluruhan tubuh untuk menstimulasi pertumbuhan. Hormon ini menjamin frekuensi yang tepat dari pembentukan protein Kerusakan hipofisis anterior (oleh tumor atau pecahnya pembuluh darah) menyebabkan HIPOHIPOFISISME dengan perlambatan metabolisme, sensitivitas yang ekstrem terhadap stres, kelemahan, kulit pucat, penurunan menstruasi, dan kehilangan karakteristik seksual. Individu ini seperti sangat labil sehingga dapat mati hanya karena cedera minor atau berpuasa ringan
  11. 11. Hormon2 ini disekresi oleh badan sel neuron di dalam paraventrikular dan nukleus supraoptik hipotalamus HIPOFISE POSTERIOR Hipofisis posterior melepaskan 2 jenis hormon ke dalam darah, ANTIDIURETIC HORMONE (ADH, VASOPRESIN) dan OXYTOCIN Hormon2 tersebut mengalir melewati serabut saraf ke hipofisis posterior dan dilepaskan ke dalam aliran darah saat saraf tersebut distimulasi Tidak terdapat sintesa hormon di dalam hipofisis posterior tetapi hanya merupakan tempat pelepasan hormon tersebut
  12. 12. Jika kelenjar hipofisis atau hipotalamus mengalami kerusakan sehingga ADH tidak disekresi, terdapat aliran konstan dalam volume yang besar dari urine yang encer. Kondisi ini dikenal sebagai DIABETES INSIPIDUS HORMON HIPOFISE POSTERIOR Haluaran HORMON ANTIDIURETIK akan meningkat saat tekanan osmotik darah meningkat. Peningkatan ADH akan meningkatkan permeabilitas air dari tubulus distal dan koligentes, menyebabkan air mengalir keluar dari filtrat glomerulus hipotonik ke dalam interstisium medular hipertonik. Sebagai akibatnya, urine secara progresif meningkat konsentrasinya dan menurun volumenya, air yang diserap kembali ke dalam aliran darah dan tekanan osmotik darah akan turun OKSITOSIN menyebabkan kontraksi otot polos pada uterus yang hamil, menambahkan proses kelahiran dan membantu uterus kembali ke ukuran normalnya setelah melahirkan. Hormon ini juga menyebabkan pelepasan ASI dari payudara yang menyusui dengan menyebabkan kontraksi sel2 mioepitel. Penghisapan menyebabkan pelepasan refleks oksitosin oleh stimulasi puting susu
  13. 13. KELENJAR SUPRARENAL Kelenjar suprarenal (adrenal) terletak di kutub atas setiap ginjal, tepat di sebelah luar fasia ginjal. Warnanya kuning keemasan dan mempunyai sangat banyak suplai darah Masing2 kelenjar suprarenal terdiri atas 2 jenis jaringan endokrin yang secara fungsional berbeda:  CORTEX  dan MEDULLA
  14. 14.  ZONA GLOMERULOSA terbentuk dari sekelompok sel2 kecil yang mensekresi MINERALOCORTICOID  ZONA FASCICULATA (massa terbanyak) terbentuk atas sel2 kolumna yang mensekresi GLUKOCORTICOID (dan sebagian hormon seks)  ZONA RETIKULARIS, jaringan tak teratur dari sel2 sisanya yang dapat digunakan dalam keadaan darurat Pada korteks suprarenal dapat diidentifikasi 3 zona jaringan terpisah: KELENJAR SUPRARENAL KORTEKS SUPRARENAL berasal dari jaringan mesodermis. Korteks suprarenal ini sangat penting dalam kehidupan MEDULLA SUPRARENAL terdiri atas massa kecil sel2 kromafin dengan sinus2 vena di antaranya Medulla suprarenal berasal dari jaringan saraf primitif, dan secara fungsi berhubungan dengan sistem saraf autonom – medulla suprarenal mensekresi ADRENALIN dan NORADRENALIN. Medulla suprarenal tidak penting dalam kehidupan
  15. 15. HORMON KORTEKS SUPRARENAL Lebih dari 40 jenis steroid telah diisolasi dari korteks suprarenal, tetapi hanya beberapa dari steroid ini yang dapat dideteksi dalam darah vena yang meninggalkan kelenjar suprarenal. Sisanya pasti menggambarkan tahap2 dalam sintesa hormon. Semua steroid ini berasal dari kolesterol, sifat dari steroid sangat beragam. Hormon steroid terbagi menjadi 3 kelompok utama: 1. MINERALOCORTICOID: yang paling penting adalah ALDOSTERON 2. GLUCOCORTICOID: termasuk CORTISOL (atau HIDROKORTISOL) adalah yang terpenting 3. HORMON SEKS: adalah ANDROGEN dan ESTROGEN. Kedua hormon ini tidak terlalu penting dalam hal2 normal karena letak utama kedua hormon tersebut adalah pada ovarium dan testis
  16. 16. MINERALOCORTICOID Aldosteron dan senyawaan serupa lainnya seperti deoksikortikosteron, mengubah permeabilitas membran sel terhadap elektrolit terutama ion2 natrium dan kalium Kerja terpenting dari aldosteron adalah pada tubulus ginjal. Suatu peningkatan dalam sekresi aldosteron meningkatkan reabsorpsi natrium kembali ke dalam darah dari urine dan kemudian menyimpan natrium di dalam tubuh. Secara simultan hal ini meningkatkan ekskresi kalium dari dalam aliran darah ke dalam urine, dan dengan demikian keseimbangan elektrolit dapat dipertahankan. Sama halnya, tetapi tidak terlalu penting, efek ini terjadi dalam sekresi keringat dan saluran cerna. Kekurangan aldosteron di dalam tubuh menyebabkan kehilangan natrium dan air dengan akibat terjadinya penurunan volume darah, kolaps sirkulasi dengan tekanan darah rendah, dan akhirnya kematian
  17. 17. GLUCOCORTICOID EFEK PADA METABOLISME KARBOHIDRAT Glukokortikoid meningkatkan sintesis glukosa dari sumber2 non karbohidrat, seperti asam2 amino (glukoneogenesis) Glukokortikoid meningkatkan penyimpanan glukosa sebagai glikogen di dalam hepar. Glukokortikoid menurunkan penggunaan glukosa oleh jaringan tubuh Hasil akhirnya adalah untuk meningkatkan kadar gula darah Glucocorticoid disebut demikian karena salah satu efek mayornya adalah pada metabolisme karbohidrat. Namun begitu, glukokortikoid juga memiliki banyak sifat yang tidak berkaitan dengan metabolisme karbohidrat. Kortisol (atau hidrokortisol) adalah glukokortikoid yang paling penting. Kortikosteron dan kortison juga dibentuk dalam jumlah yang kecil. Glukokortikoid mempunyai beberapa efek yang mengagumkan
  18. 18. GLUCOCORTICOID EFEK PADA METABOLISME PROTEIN Glukokortikoid menurunkan sintesis protein di seluruh tubuh, karena asam2 amino diubah menjadi glukoneogenesis. Namun demikian, di dalam hepar sintesis protein meningkat Hasil akhirnya adalah menyebabkan kehilangan protein jaringan dan peningkatan haluaran nitrogen (sebagai urea) di dalam urine EFEK PADA METABOLISME LEMAK Glukokortikoid memobilisasi asam2 dari simpanan lemak dalam jaringan adiposa, mengakibatkan peningkatan asam lemak dalam darah yang dapat digunakan sebagai sumber energi oleh jaringan EFEK PADA DARAH Glukokortikoid meningkatkan pembentukan sel2 darah merah oleh tubuh Glukokortikoid menurunkan pembentukan eosinofil
  19. 19. GLUCOCORTICOID EFEK-EFEK LAINNYA  Menstabilkan lisozim di dalam sel  Mempunyai kerja mineralokortikoid yang lemah yaitu menahan natrium  Mempertahankan tekanan darah, dengan bekerja pada pembuluh darah dan jantung  Mempertahankan akivitas normal otot2 volunter, yang menjadi lemah saat tidak terdapat glukokortikoid  Dalam jumlah besar (tidak terlihat sifatnya) glukokortikoid mempunyai suatu efek  anti inflamasi dan anti alergi,  mengurangi perluasan edema,  dilatasi pembuluh darah,  invasi sel2 darah putih  dan efek2 lain yang terjadi dalam reaksi inflamasi terhadap cedera.  Haluaran dari hormon ini meningkat sekitar enam kali dalam berespons terhadap stres seperti ansietas dan cedera.
  20. 20. PEMBENTUKAN STEROID Pembentukan akdosteron tergantung pada terdapatnya hormon yang disebut ANGIOTENSIN II di dalam aliran darah Renin dilepaskan dari ginjal dalam berespons terhadap penurunan kalsium, kelebihan kalium atau turunnya volume darah. Aldosteron cenderung untuk menghadapi kondisi2 yang diakibatkan oleh, misalnya, muntah2, dehidrasi atau cedera Angiotensin II dibentuk oleh kerja enzim RENIN pada plasma globulin
  21. 21. PEMBENTUKAN STEROID Sekresi kortisol tergantung pada sekresi ACTH oleh kelenjar hipofise. Jika sekresi ACTH terhenti, maka sekresi kortisol menurun sampai kadar yang terendah. Jika sekresi ACTH ditekan untuk periode waktu yang lama maka akan terjadi penipisan korteks suprarenal dan dapat hilang. Sekresi ACTH tergantung pada kebalikan dari sekresi pelepasan hormon kortikotropin oleh hipotalamus. Terdapat variasi teratur 24 jam (circadian) dalam haluaran kortisol yang mencerminkan aktivitas ritmis dari hipotalamus (terdapat variasi diurnal yang serupa dalam suhu tubuh yang juga berada di bawah kontrol hipotalamus)
  22. 22. PEMBENTUKAN STEROID Stres fisik atau ansietas berkepanjangan terjadi melalui pengaruh saraf pada hipotalamus sehingga menyebabkan peningkatan kadar kortisol. Tanpa peningkatan ini, individu hanya mempunyai sedikit resisten terhadap cedera dan rentan untuk mati selama mengalami kejadian yang menegangkan misalnya operasi minor Kortikosteroid yang bersirkulasi, di atas kadar tertentu, menghambat pembentukan hormon pelepas kortikotropin, dan kemudian sekresi ACTH. Pembentukan kortikosteroid dengan cepat menurun Mekanisme umpan balik negatif ini cenderung untuk mempertahankan kortisol dalam kadar yang stabil Steroid yang diberikan untuk pengobatan penyakit akan menekan ACTH, sama seperti yang dilakukan kortisol alamiah, dan jika dilanjutkan selama waktu yang lama dapat mengarah pada atrofi korteks adrenal. Maka pasien selanjutnya tergantung pada terapi steroid
  23. 23. KELAINAN PRODUKSI KORTIKOSTEROID DEFISIENSI PRODUKSI KORTIKOSTEROID Kelainan yang paling penting yang menyebabkan defisiensi pembentukan kortikosteroid adalah PENYAKIT ADDISON’S dimana korteks suprarenal mengalami kerusakan oleh penyakit autoimun, sekunder terhadap karsinoma atau pada kasus yang jarang terjadi, pada tuberkulosis Banyak natrium dan air yang hilang bersama urine, menyebabkan rendahnya tekanan darah. Distribusi elektrolit di antara sel2 dan cairan intraseluler mengalami gangguan dan mengakibatkan kelemahan otot, anemia, muntah, diare dan depresi mental. Karakteristik tanda fisik adalah pigmentasi mukus atau kulit. Gula darah secara abnormal rendah dan terjadi ketidakmampuan untuk mentoleransi bahkan pada stres yang ringan sekalipun Semua gejala ini dapat diatasi dengan pemberian kortisol dan aldosteron
  24. 24. KELAINAN PRODUKSI KORTIKOSTEROID PRODUKSI STEROID YANG BERLEBIHAN SINDROM CUSHING adalah karena pembentukan berlebihan kortisol dalam jangka waktu panjang Keadaan ini dapat disebabkan oleh tumor korteks suprarenal, atau tumor basofil dari hipofise yang menghasilkan ACTH dalam jumlah yang berlebihan. Pemberian steroid sintetis dalam pengobatan penyakit tertentu dapat menyebabkan kondisi serupa Pasien menjadi “moon face” dan batang tubuh berlemak, dengan tungkai yang kurus, karena abnormalitas penumpukan lemak pemecahan protein abnormal menyebabkan hilangnya massa otot, penipisan dermis kulit dengan tanda regangan, dan kehilangan kolagen mengarah pada fraktur spontan. Gula darah tinggi dan gula disekresi ke dalam urine (diabetes mellitus) Terjadi retensi natrium yang menyebabkan tingginya tekanan darah, dan pembentukan berlebihan sel2 dara merah membuat wajah menjadi merah dan pletorik
  25. 25. KELAINAN PRODUKSI KORTIKOSTEROID SINDROM CONN Tumor suprarenal yang sangat jarang terjadi dapat mengahsilkan aldosteron yang berlebihan, yang menyebabkan suatu peningkatan volume darah dan tingginya tekanan darah. Konsentrasi ion2 natrium dalam darah normal atau sedikit meningkat dan kadar kalium rendah Sama halnya, tumor tersebut dapat menghasilkan salah satu dari hormon seks, menyebabkan vieilisme atau feminisasi abnormal Abnormalitas yang diturunkan dari enzim2 penting pada korteks suprarenal dapat menghambat pembentukan kortisol. Produk segera menumpuk dan terlepas ke dalam aliran darah, tempat dimana produk tersebut mempunyai sifat hormon seks, dan mengarah pada perkembangan abnormalitas dari perkembangan seksual
  26. 26. HORMON MEDULLA SUPRARENAL Situasi yang menyebabkan stres (seperti olah raga, demam, cedera, sulit bernapas atau situasi yang menyebabkan ketakutan, ansietas, nyeri, penurunan tekanan darah atau penurunan glukosa darah) menyebabkan membanjirnya impuls saraf ke hipotalamus Impuls saraf menjalar ke medulla suprarenal melalui saraf simpatis yang berasal dari saraf spinal torakal. Medulla suprarenal adalah satu2nya kelenjar endokrin yang mempunyai banyak persarafan
  27. 27. HORMON MEDULLA SUPRARENAL Stimulasi pada medulla suprarenal menyebabkan dilepaskannya HORMON ADRENALIN DAN NORADRENALIN ke dalam aliran darah. Hormon2 ini dan produk hasil pemecahannya dikenal sebagai KATEKOLAMIN. Hormon ini bekerja pada jaringan seluruh tubuh. Efek hormon tersebut secara keseluruhan adalah untuk menyiapkan tubuh terhadap aktivitas dan pengerahan tenaga dalam berespons terhadap ancaman dengan menghambat darah ke otot2 anggota gerak, meningkatkan kerja jantung, mendilatasi percabangan bronkus, mengerahkan glikogen hepar untuk meningkatkan glukosa darah, dan menurunkan sebagian besar aktivitas lainnya misalnya aktivitas usus Reaksi fight or flight bekerja untuk memperkuat efek sistem saraf simpatis. Ini tidak terlalu penting dalam kehidupan
  28. 28. HORMON MEDULLA SUPRARENAL Reseptor untuk katekolamin terdapat pada area dinding sel jaringan target, yang mengambil hormon2 tersebut dan mentransmisikan efek2nya pada sel Terdapat 2 jenis reseptor untuk katekolamin, reseptor-α dan reseptor- β. Secara umum reseptor-α menjadi media respons2 eksitatorius (misal kontraksi otot polos usus, vasokonstriksi) sementara reseptor-β menjadi media respons2 penghambat (misal dilatasi otot bronkus). Ini merupakan satu pengecualian utama. Reseptor-β dari jantung berfungsi menstimulasi jantung Adrenalin dan noradenalin mempunyai afinitas berbeda untuk kedua reseptor dan oleh karenanya memberikan efek yang berbeda pula. Dengan demikian noradrenalin terutama menyebabkan konstriksi pembuluh darah sementara adrenalin menghasilkan reaksi kompleks Reseptor secara selektif dapat dibangkitkan atau dihambat oleh obat2 yang berbeda yaitu obat2 penyekat α dan β
  29. 29. KELENJAR THYROID Tiroid terbentuk atas massa kosong berbentuk sferis atau folikel. Setiap folikel mempunyai dinding satu sel tebal dan mengandung koloid seperti jelli Kelenjar thyroid dibungkus mengitari bagian depan dari trakea bagian atas. Kelenjar ini terdiri dari 2 LOBUS dan dihubungkan oleh ISTMUS. Kelenjar ini mendapat vascularisasi dari ARTERI THYROID SUPERIOR dan INFERIOR
  30. 30. KELENJAR THYROID Senyawaan ini, dan intermediat tertentu, disimpan di dalam koloid dari folikel. Penyimpanan ini penting karena iodin mungkin tidak terdapat di dalam diet selama periode yang lama, dimana dalam keadaan ini kelenjar tiroid aka menjadi sangat besar – GOITER. Sekarang ini, kekurangan iodin akibat kesulitan mendapatkan ikan laut, atau karena makan sayuran yang kurang mengandung iodin karena defisiensi iodin di dalam minyak sayur, sedah dapat dikompensasi dengan menggunakan garam laut asli atau garam meja yang telah ditambahkan iodin (fortifikasi) Lapisan sel2 dari folikel mempunyai kemampuan yang sangat besar dalam mengekstraksi iodin dari dalam darah, dan menggabungkannya dengan tirosin asam amino, untuk membentuk suatu HORMON TRIIODOTHYRONINE (T3) aktif, sebagian THYROXINE (T4) yang kurang aktif juga dibentuk. Tiroksin diubah menjadi tri-iodotironin di dalam tubuh
  31. 31. KELENJAR THYROID Pelepasan T3 dan tiroksin sebagian besar berada di bawah kontrol TSH yang dilepaskan dari hipofisis. Pembentukan TSH dihambat oleh tingginya kadar hormon tiroid. Hormon tiroid meningkatkan laju metabolik dari semua jaringan, kemungkinan dengan meningkatkan sintesis enzim pernapasan di dalam sel KALSITONIN termasuk hormon polipeptida yang baru ditemukan yang dihasilkan oleh sel2 di antara folikel. Kalsitonin dapat menurunkan konsentrasi ion kalsium di dalam darah dan menyebabkan penumpukan kalsium di dalam tulang. Peran dari kalsitonin belum diketahui. Mungkin dapat membantu dalam mengatasi penyakit Paget tulang
  32. 32. KELAINAN KELENJAR THYROID KEGAGALAN SEKRESI TIROID Pada anak2 dapat saja terjadi kegagalan sekresi tiroid, karena tidak terdapatnya enzim dalam sel2 tiroid yang diperlukan. Hal ini mengakibatkan KRETINISME. Anak tampak dwarfisme dan mengalami retardasi mental, dengan kulit tebal, rambut jarang, suara serak dan lidah menonjol keluar Pada orang dewasa tiroid dapat mengalami kerusakan secara perlahan oleh penyakit autoimun. Hal ini terjadi pada MIXEDEMA dengan perlambatan semua fungsi tubuh, ketumpulan mental, suhu tubuh subnormal, kulit kasar tebal dan suara serak KELEBIHAN SEKRESI TIROID HIPERTIROIDISME terjadi karena sintesis abnormal suatu senyawa di dalam tubuh yang menyerupai TSH. Kondisi ini mengakibatkan suatu peningkatan aktivitas metabolik dengan peningkatan napsu makan dan pembentukan panas. Gejala2nya termasuk ansietas dan mudah terangsang, tremor halus pada tangan, intoleransi terhadap hangat, penurunan berat badan, diare, berkeringat dan ekspresi melotot
  33. 33. KELENJAR PARATHYROID Terdapat 4 kelenjar paratiroid yang normalnyaditemukan pada permukaan posterior kelenjar tiroid Masing2 kelenjar terdiri atas massa tersusun berdekatan dari 2 jenis sel. Salah satu dari jenis sel ini mensekresi HORMON PARATHYROID (PTH)
  34. 34. KELENJAR PARATHYROID Parathormon adalah polipeptida yang terlibat dalam pengontrolan konsentrasi ion kalsium darah. Hormon ini disekresi dalam berespons terhadap turunnya konsentrasi ion kalsium kalsium dan cenderung untuk meningkatkan konsentrasi ion tersebut Parathormon menghasilkan efeknya dengan: 1. Mobilisasi ion2 kalsium dari tulang, dengan menstimulasi sel2 tulang 2. Pencegahan kehilangan ion2 kalsium dalam urine, dengan meningkatkan reabsorpsi ion2 kalsium dari tubulus kembali ke dalam darah 3. Meningkatkan penyerapan kalsium dari dalam usus, namun demikian masih kurang penting dibandingkan dengan vitamin D Parathormon dapat bekerja dengan sangat baik berkaitan dengan kalsitonin ( yang menurunkan kalsium darah) untuk mempertahankan konsentrasi ion kalsium dalam kadar yang stabil di dalam darah
  35. 35. KELAINAN KELENJAR PARATHYROID DEFISIENSI SEKRESI Defisiensi sekresi biasanya terjadi sebagai akibat pembedahan pada kelenjar tiroid, yang menyebabkan kerusakan atau mengangkat kelenjar paratiroid. Kondisi ini mengakibatkan penurunan kalsium darah. Setelah beberapa hari pasien merasakan seperti ditusuk2, kedutan otot dan spasme otot. Jika semua kelenjar paratiroid diangkat, maka kondisinya dapat berkembang menjadi kekacauan mental dan kematian (yang memperlihatkan betapa pentingnya keseimbangan kalsium untuk otot). Kondisi ini dapat diperbaiki dengan pemberian ion2 kalsium intravena KELEBIHAN SEKRESI Kelebihan sekresi kebanyakan disebabkan oleh tumor paratiroid. Hal ini mengarah pada peningkatan kalsium darah. Tulang menjadi dekalsifikasi dan rapuh, sehingga dapat terjadi fraktur secara spontan. Kalsium mungkin dapat ditumpuk di dalam ginjal sehingga menyebabkan gagal ginjal, dan dalam saluran kencing sebagai batu. Mungkin juga terjadi gangguan mental
  36. 36. PANKREAS Gelembung PANKREAS terdiri atas GLANDULAR ASINI yang mensekresi getah pencernaan ke dalam usus Tersebar di antara asini adalah sekelompok kecil sel yang dikenal dengan PULAU LANGERHAN’S Terdapat 2 tipe sel dalam pulau: 1. Sel2 ALFA yang besar dan terletak di perifer yang mensekresi polipeptida glukagon 2. Sel2 BETA yang lebih kecil yang bergerombol di sekitar kapiler dan mensekresi protein insulin, dengan frekuensi meningkat bersamaan dengan peningkatan kadar glukosa dalam darah
  37. 37. HORMON PANKREAS GLUKAGON meningkatkan kadar gula darah dengan menggerakkan glikogen dari hepar. Glukagon juga memobilisasi simpanan lemak dan menyebabkan pelepasan cepat insulin dari pulau INSULIN penting dalam kehidupan. Efek dasarnya adalah untuk meningkatkan transpor glukosa ke dalam sel2. insulin juga meningkatkan sintesa protein dalam sel, meningkatkan lapisan dasar lemak, dan penting untuk pemecahan asam lemak sempurna oleh hepar Insulin menurunkan kadar gula darah, sebagian karena insulin dapat meningkatkan penggunaan glukosa oleh sel2 tubuh, dan sebagian lagi karena menghentikan pembentukan glukosa dari asam2 amino dalam hepar Jika sekresi insulin berkurang atau terhenti, akibat hilangnya sel2 beta, maka kadar gula dalam darah akan menjadi sangat tinggi. Ginjal tidak akan mampu menyerap kembali semua glukosa dan sebagian dari gula tersebut terlepas ke dalam urine bersamaan dengan air dan elektrolit. Lebih jauh lagi, terjadi penumpukan hasil pemecahan protein tubuh, dan sebagian metabolisme lemak, yang disebut KETON. Kondisi ini disebut sebagai DIABETES MELLITUS
  38. 38. DIABETES MELLITUS Pasien dengan diabetes mellitus mempunyai haluaran urine yang banyak mengandung gula, merasa haus karena kehilangan air, mengalami penurunan berat badan. Akhirnya dapat terjadi koma karena penumpukkan hasil produk metabolisme Glukagon juga merupakan hormon pankreas, mungkin sangat berguna dalam mengatasi hipoglikemia. Glukagon ini merupajkan antagonis insulin Hormon pertumbuhan dan kortisol merupakan antagonis insulin. Kedua hormon ini menurunkan ambilan glukosa oleh sel2 dan dengan demikian akan meningkatkan kadar gula darah Asam lemak dalam konsentrasi yang sangat tinggi mempunyai efek yang serupa Pada pasien dengan akromegali dan sindrom Cushing, serta pada beberapa individu dengan berat badan berlebihan, mengalami kerusakan metabolisme karbohidrat
  39. 39. KELENJAR THYMUS Timus terletak di belakang sternum, di depan paru dan jantung. Timus sangat penting dalam perkembangan sistem limfatik
  40. 40. KELENJAR THYMUS Timus mempunyai CORTEX yang terbungkus sempurna dengan limfosit, dan MEDULLA yang terdiri atas massa jarang dari sel2 epitel. Sel2 epitel membentuk faktor – FAKTOR HUMORAL TIMIK – yang menstimulasi sel2 limfosit di seluruh tubuh untuk membelah dan mengembangkan kemampuan mengenali dan menyerang benda asing Banyak respons terhadap benda asing, semata2 respons terhadap jaringan yang ditransplantasikan dan banyak infeksi, bukan oleh antibodi yang larut bersirkulasi tetapi oleh sel2. sel2 yang terlibat adalah limfosit. Asal perkembangan dari sel2 ini adalah di dalam timus dalam kehidupan embrionik dan awal masa bayi. Dari tempat asalnya ini sel2 tersebut bermigrasi untuk menetap dalam jaringan limfoid di seluruh tubuh. Pada tahap ini, timus penting untuk pertahanan hisup. Kematian karena infeksi terjadi setelah pengangkatan timus. Timus terus berlanjut untuk memberikan sumber minor limfosit dan menghasilkan faktor2nya setelah tahap ini, tetapi setelah masa kanak2 sistem limfoid menetap dan pengangkatan timus hanya memberikan dampak kerusakan kecil pada imunitas

×