Pemrograman Modular

2,521 views

Published on

Published in: Technology, Economy & Finance
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,521
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
101
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pemrograman Modular

  1. 1. Dimara Kusuma Hakim, ST.
  2. 2. <ul><li>programmer dapat membagi program yang sedang dibuatnya ke dalam modul-modul program tertentu. </li></ul><ul><li>Sehingga dapat menghindari penulisan teks program yang sama berkali-kali dan dapat juga memudahkan dalam melakukan pelacakan kesalahan dalam program yang sedang dibuatnya. </li></ul>
  3. 3. Jenis : <ul><li>PROCEDURE (Prosedur) </li></ul><ul><li>FUNCTION (Fungsi) </li></ul><ul><li>Object (OOP) </li></ul>
  4. 5. PROCEDURE <ul><li>Deklarasi : </li></ul>Procedure NamaProcedure(DaftarParameter) ; {Deklarasi} Begin ............. ............. End ;
  5. 6. Variabel Global dan variabel Lokal <ul><li>Variabel Global adalah variabel yang dapat dikenali diseluruh bagian program biasanya variabel ini merupakan variabel yang dideklarasikan pada deklarasi program umum. </li></ul><ul><li>Variabel Lokal adalah variabel yang dikenal pada lingkup yang lebih sempit dari pada variabel global. </li></ul>
  6. 7. Parameter <ul><li>Parameter Aktual Yaitu parameter yang dideklarsikan mengikuti pendeklarasian program utama </li></ul><ul><li>Paramete Formal Yaitu parameter yang dituliskan mengikuti pemanggilan procedure </li></ul>
  7. 8. Aturan antara parameter formal dan parameter aktual : <ul><li>Banyaknya parameter aktual harus sama dengan banyaknya parameter formal </li></ul><ul><li>Tiap-tiap parameter aktual harus bertipe sama dengan parameter formal yang bersesuaian </li></ul><ul><li>Tiap-tiap parameter aktual harus diekspresikan yang sesuai dengan parameter formal </li></ul>
  8. 9. Pengiriman parameter <ul><li>Searah </li></ul><ul><li>Dua arah </li></ul>
  9. 10. Pengiriman parameter 1 arah procedure Hitung(A,B,C : integer) ; begin B: = A; C: = A + B ; Writeln(A,B,C) ; end; var X,Y,Z : integer ; begin readln(X) ; Readln(Y) ; Readln(Z); Hitung(X,Y) ; Writeln(X,Y,Z) ; readln ; end.
  10. 11. Pengiriman parameter 2 arah Procedure Hitung(Var A,B,C : integer) ; Begin B: = A; C: = A + B ; Writeln(A,B,C) ; End; Var X,Y,Z : integer ; Begin Readln(X) ; Readln(Y) ; Readln(Z); Hitung(X,Y,Z) ; Writeln(X,Y,Z) ; Readln ; End.
  11. 13. <ul><li>Deklarasi </li></ul>Function NamaFungsi(NamaParameter) : TipeData ; {Deklarasi} Begin ........... ........... End ;
  12. 14. <ul><li>Struktur dari fungsi ini hampir sama dengan procedur hanya saja function harus dideklarasikan beserta tipe datanya dan fungsi ini adalah mengembalikan nilai sehingga Tipe data dalam sebuah function menunjukkan tipe dari data akhir dari deklarasi sebuah fungsi. </li></ul>
  13. 15. PROGRAM FAKTORIAL; Uses crt; Var i,N,Hsl:integer; Function Fakto(N:integer):integer; Var Fak: integer; Begin Fak:= 1; for i:=1 to N do Fak := Fak * i; Fakto:= Fak; end; Begin clrscr; write('Faktorial berapa yang anda ingin hitung : '); readln(N); writeln('Hasil perhitungan : ',Fakto(N)); readln; end.
  14. 17. <ul><li>Lihat secara sekila disini : </li></ul><ul><li>BAB 9 - OOP.ppt </li></ul>

×