LAPORAN PRAKTIKUMBIOKIMIAKELOMPOK 1Fardiana Muchita 201110410311205M. Riski Pratama 201110410311M. Alif Zarendra 201110410...
KINERJA ENZIMDi dalam tubuh terjadi beraneka ragam reaksi kimia yang merupakan bagian danproses metabolisme. Reaksi – reak...
PENGARUH pH PADA REAKSI ENZIMATIKAlat:Bejana erlenmeyerPipet volumetrikBuretTabung reaksiStopwatchReagensia:Larutan enzim ...
Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakan memutar agar enzimtercampur rata di dalam larutan. Setelah ...
Mekanisme Reaksi:Untuk enzim, pH dapat mempengaruhi aktivitas enzimatik melalui pengubahanstruktur atau pengubahan muatan ...
Gambar Skematis:
Gambar:
Hasil Pengamatan:Kelompok Waktu (t) Transmisi (T) Absorbance (log ) % Substrat yang DicernapH 5,90’ 18 -1,2553 0%5’ 10 -1 ...
Pembahasan:Enzim adalah sekelompok protein dengan sifat khasnya yang berfungsi sebagaikatalisator untuk berbagai reaksi ki...
PENGARUH SUHU PADA REKASI ENZIMATIKAlat:Bejana ErlenmayerPipet volumetricBuretTabung reaksi (5 buah)StopwatchReagensia:Lar...
7. Ambil dengan pipet 1ml campuran larutan dan labu Erlenmeyer dan masukkan ke dalamtabung reaksi yang bertanda 0’, campur...
17. Runutlah nilai presentase substrat yang dicerna pada ordinat grafik menghubungkannyadengan lama berlangsung reaksi (T)...
Gambar Skematis:Gambar:
Hasil Pengamatan:Kelompok Waktu (t) Transmisi (T) Absorbance (log ) % Substrat yang DicernaSuhu 00C0’ 68 -1,8325 0%5’ 52 -...
Grafik:
Pembahasan:Enzim dipengaruhi oleh panas atau suhu yang ditunjukkan dengan nilaiabsorbansinya. Semakin tinggi suhunya, maka...
PENGARUH PENINGKATAN KADAR ENZIM PADA REAKSIENZIMATIKAlat:Bejana erlenmeyerPipet volumetrik 1 ml dan 2 mlBuretTabung reaks...
8. Siapkan stopwatch.9. Kelompok 2A1: Pipetlah 1 ml enzim dan tambahkan ke dalam campuran larutan yangberada di dalam erle...
AT0 = Absorbance larutan pada menit ke 015. Runutlah nilai presentase substrat yang dicerna pada ordinat grafik menghubung...
Gambar Skematis:Hasil Pengamatan:Kelompok Waktu (t) Transmisi (T) Absorbance (log ) % Substrat yang DicernaKadar0’ 13 -1,1...
Grafik:
Pembahasan:Jumlah atau kadar enzim menentukan lamanya waktu yang digunakan untuk mencapaikeseimbangan. Bila kita menggunak...
Diskusi biokimia 1
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Diskusi biokimia 1

3,742 views

Published on

Pengaruh pH dan Suhu pada Reaksi enzimatik

Published in: Education
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
3,742
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
32
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Diskusi biokimia 1

  1. 1. LAPORAN PRAKTIKUMBIOKIMIAKELOMPOK 1Fardiana Muchita 201110410311205M. Riski Pratama 201110410311M. Alif Zarendra 201110410311Erry Probo S 201110410311215Dilla Novita 201110410311220Richa Elfira 201110410311223PROGRAM STUDI FARMASIFAKULTAS ILMU KESEHATANUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG2012/2013
  2. 2. KINERJA ENZIMDi dalam tubuh terjadi beraneka ragam reaksi kimia yang merupakan bagian danproses metabolisme. Reaksi – reaksi tersebut harus berlangsung dengan laju yang memadai,sesuai dengan kebutuhan. Sementara kecepatan reaksi itu sendiri dipengaruhi antara lain olehsuhu reaksi dan kadar reaktan. Namun, kedua faktor ini seringkali tak dapat ditingkatkansecara bermakna pada makhluk katalisator khusus yang dikenal sebagai enzim. Baik atauburuknya kinerja enzim tercermin dari besar kecilnya kecepatan reaksi kimia yangdikatalisisnya. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kinerja enzim ini. Secara kimiawi, enzimmerupakan protein dengan sifat – sifat khasnya. Karena itu, faktor – faktor yangmempengaruhi struktur molekul protein akan mempengaruhi pula kinerja enzim. Selain itu,keikutsertaan zat – zat khusus yang dikenal sebagai modifier dalam reaksi enzimatik, dapatmemperbaiki atau sebaliknya, memperburuk kinerja enzim. Praktikum ini bertujuan untukmemperkenalkan cara untuk mengetahui kinerja enzim dan faktor – faktor apa saja yang dapatmempengaruhi kinerja tersebut. Praktikum tentang kinerja enzim ini terbagi menjadi duabagian. Praktikum pertama bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan suhu , sedangkanpraktikum kedua dirancang untuk menunjukkan pengaruh kadar reaktan serta pengaruhmodifier pada kinerja enzim.Prinsip Umum Praktikum Kinetika EnzimKinerja enzim diukur dari kecepatan reaksi yang dikatalisisnya.Kecepatan reaksi enzimatik tercermin dari berkurangnya substrat atau bertambahnyaproduk per satuan waktu.Reaksi enzimatik tidak berlangsung dalam kecepatan yang konstan, kecepatan akansemakin menurun seiring dengan makin berkurangnya kadar substrat.Karena kecepatan reaksi selalu berubah, perlu ditentukan suatu kecepatan reaksi pada saattertentu dalam perjalanan reaksi enzimatik sebagai “patokan” untuk menilai kinerja enzim.“Kecepatan awal” (initial velocity = Vo), adalah kecepatan reaksi enzimatik pada saatreaksi baru saja berlangsung, dengan kadar substrat yang masih belum berkurang.Kecepatan awal reaksi dapat diketahui dengan mengukur penurunan kadar substrat ataupeningkatan kadar produk selama berlangsungnya reaksi, dan menurutnya sebagai kurvayang lazim dikenal sebagai progress curve; kecepatan awal adalah tangens dan sudut yangdibentuk antara garis singgung pada kurva yang ditarik melalui titik waktu reaksi 0.
  3. 3. PENGARUH pH PADA REAKSI ENZIMATIKAlat:Bejana erlenmeyerPipet volumetrikBuretTabung reaksiStopwatchReagensia:Larutan enzim “E” (saliva)Larutan NaCl 0,9 %Larutan dapar dengan pH 4, 5, 6, 5, 8 dan 10Larutan substrat “S”Larutan KI – KIO3Larutan HCl 0,05 NPelaksanaan:1. Masing – masing kelompok anggota kelompok depan melakukan percobaan pada satu pHtertentu (4, 5, 6, 5, 8 dan 10) sesuai dengan yang ditentukan oleh pemimpin praktikum.2. Siapkan 5 tabung reaksi bersih, beri masing – masing tanda 0’, 5’, 10’, 15’, dan 20’3. Siapkan bejana Erlenmeyer dan pipet volumetrik.4. Ambil berturut – turut 15 ml larutan dapar dengan pH yang telah ditentukan bagi masing– masing kelompok, 3 ml larutan “S”, dan 6 ml larutan NaCl 0,9% dan masukkan kedalam Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakan memutar agarisinya tercampur rata.5. Isilah masing – masing tabung reaksi yang tersedia dengan 10 ml larutan HCl 0,05 N.6. Ambil dengan pipet 1 ml campuran larutan dan labu Erlenmeyer dan masukkan ke dalamtabung reaksi yang bertanda 0’, campurlah isinya dengan beberapa kali membalikkantabung yang disumbat ibu jari tangan.7. Siapkan stopwatch.8. Ambil dengan pipet 1 ml enzim dan tambahkan ke dalam campuran larutan yang beradadi dalam erlenmeyer. Jalankan stopwatch tepat pada saat enzim dimasukkan ke dalam
  4. 4. Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakan memutar agar enzimtercampur rata di dalam larutan. Setelah itu Erlenmeyer jangan digoyangkan lagi.(Diamkan di atas meja).9. Kira – kira setengah menit menjelang menit ke -5 ambillah dengan pipet 1 ml larutan darilabu Erlenmeyer, dan tepat pada menit ke-5 masukkan cairan dan dalam pipet tersebut kedalam tabung reaksi yang bertanda 5’, campurlah isinya dengan beberapa kalimembalikkan tabung yang disumbat ibujari tangan.10. Lakukan kembali prosedur seperti tahap 9 sekitar menit ke 10, 15, 20 memasukkan cairandan dalam pipet ke dalam tabung reaksi bertanda 10, 15, atau 20’ dan mencampurkannyadengan membalik-balikan tabung11. Setelah semua selesai, tambahkan 1ml larutan KI-KIO3 dan buret ke dalam masing-masing tabung reaksi. Campur merata dengan membalikkan beberapa kali tabung reaksiyang disumbat ibu jari tangan.12. Kira-kira lima menit setelah penambahan KI-KIO3,bacalah absorbance larutan yang adadalam masing-masing tabung reaksi.13. Dari nilai absorbance yang terbaca. Hitunglah persen substrat yang tercerna pada menitke-0, 5, 10, 15 dan 20 dengan rumus:Presentase substrat yang dicerna pada menit t =Presentase substrat semula-presentase substrat yang tersisa pada menit tJadi:Presentase substrat yang dicerna pada menit t =Keterangan:ATt = Absorbance larutan pada menit ke tAT0 = Absorbance larutan pada menit ke 014. Runutlah nilai presentase substrat yang dicerna pada ordinat grafik menghubungkannyadengan lama berlangsung reaksi (T) pada absisnya. Kurva yang terbentuk disebut progrescurve.15. Bandingkan kinerja enzim pada berbagai pH di atas dan buatlah analisis mengapademikian.
  5. 5. Mekanisme Reaksi:Untuk enzim, pH dapat mempengaruhi aktivitas enzimatik melalui pengubahanstruktur atau pengubahan muatan pada residu yang berfungsi dalam pengikatan substrat ataukatalisis. Untuk melukiskannya, perhatikan enzim bermuatan negatif ( Enz¯ ) yang bereaksidengan substrat bermuatan positif ( SH+):Enz¯ + SH+ EnzSHPada pH yang rendah, Enz¯ mengalami protonasi dan kehilangan muatan negatifnya:Enz¯ H+ EnzHPada pH yang tinggi, SH+mengalami ionisasi dan kehilangan muatan positifnya:SH+ S + H+Karena berdasarkan definisi, satu – satunya bentuk yang akan mengadakan interaksiadalah SH+dan Enz¯, nilai pH yang ekstrim akan menurunkan konsentrasi efektif Enz¯ danSH+sehingga menurunkan percepatan reaksi.Bagan Alir:Siapkan 5 tabung reaksi bersihSetiap tabung diisi 15 ml HCl 0,05 NMasukkan 15 ml larutan pada pH 5,9 + 3 ml larutan “S” + 6 ml larutan NaCl 0,9%.Campurkan ad homogen dalam erlenmeyer.Ambil 1 ml dengan pipet campuran di atas. Masukkan ke dalam tabung reaksi menit ke -0,homogenkan.Pipet 1 ml, lalu masukkan ke campuran larutan erlenmeyer, aduk rata.Menjelang menit ke -5, pipet campuran dari erlenmeyer lalu masukkan ke tabung reaksihingga semua tabung reaksi menurut waktu masing – masing (5’, 10’, 15’, 20’).Setelah selesai semua tambahkan larutan KI-KIO3 1 ml di masing – masing tabung, kocok adhomogen (hingga 5 menit).Siapkan blanko untuk sampel.
  6. 6. Gambar Skematis:
  7. 7. Gambar:
  8. 8. Hasil Pengamatan:Kelompok Waktu (t) Transmisi (T) Absorbance (log ) % Substrat yang DicernapH 5,90’ 18 -1,2553 0%5’ 10 -1 20,34%10’ 10 -1 20,34%15’ 11 -1,0414 17,04%20’ 12 -1,0792 14,03%pH 70’ 28 -1,4472 0%5’ 10 -1 30,90%10’ 14 -1,1461 20,81%15’ 18 -1,2553 13,26%20’ 16 -1,2041 16,80%pH 80’ 20 -1,3010 0%5’ 1 0 100%10’ 9 -0,9542 26,66%15’ 10 -1 23,14%20’ 13 -1,1139 14,38%Grafik:
  9. 9. Pembahasan:Enzim adalah sekelompok protein dengan sifat khasnya yang berfungsi sebagaikatalisator untuk berbagai reaksi kimia dalam sistem biologis didalam tubuh manusia. Tanpaadanya katalisator, berbagai reaksi kimia dalam tubuh akan berjalan sangat lambat.Enzim memerlukan suhu dan pH optimum yang berbeda karena enzim adalah proteinyang dapat mengalami perubahan bentuk apabila suhu dan keasamannya berubah.Pada sel hidup, perubahan pH sangat kecil, sehingga enzim hanya bisa aktif padakisaran pH yang sempit, enzim akan mengalami kerusakan atau denaturasi pada pH ekstrimyaitu keadan dimana pH telalu rendah atau ter lalu tinggi. Jika enzim memiliki lebih dari satusubtrat, maka pH optimumnya akan berbeda pada suhu substrat.Berdasarkan kurva diatas dapat kita lihat pada pH 8 enzim bekerja paling maksimal.Hal itu ditunjukkan oleh banyaknya substrat yang dicerna. Akan tetapi semakin bertambahnyawaktu aktivitas enzim mengalami penurunan yang drastis dan cepat karena telah melewati pHoptimal dari enzim tersebut.Pada pH 7 enzim bekerja optimal dan stabil. Namun pada hasil percobaan pH optimalmenunjukkan pH 8 karena dimungkinkan terjadi kesalahan dari praktikan saat pengambilanbahan ataupun ketepatan waktu. Grafik juga mengalami penurunan jumlah substrat yangdicerna seiring dengan berjalannya waktu karena enzim yang bekerja juga semakin sedikit.Kesimpulan:Enzim memiliki aktivitas maksimal pada pH optimumnya ( pH optimum enzimamilase saliva adalah pH 7). Penurunan dan kenaikan pH uang paling ekstrem akanmempengaruhi kerja atau aktivitas enzim. Nilai absorbansi pada percobaan ini dapatmenunjukkan nilai aktivitas enzim yang dipengaruhi oleh pH tertentu. Semakin besar nilaiabsorbansi, maka prosentase substrat yang dicerna semakin banyak sehingga dapat kita lihatbahwa enzim bekerja optimal.Enzim memiliki kinerja yang paling optimal pada pH 8, karena pada pH ini diperolehaktivitas enzim yang tinggi (kecepatan enzimatik tinggi). Umumnya, kecepatan reaksienzimatik meningkat hingga mencapai pH optimal dan menurun setelah pH lebih besar daripH optimal.
  10. 10. PENGARUH SUHU PADA REKASI ENZIMATIKAlat:Bejana ErlenmayerPipet volumetricBuretTabung reaksi (5 buah)StopwatchReagensia:Larutan enzim “E” (Saliva)Larutan NaCl 0,9%Larutan dapar (buffer) dengan pH 6.5Larutan substrat “S”Penangas air (Waterbath)Larutan KI-KIO3Larutan HCl 0.05NPelaksanaan:1. Masing-masing kelompok anggota kelompok belakang melakukan percobaan pada satusuhu tertentu (0,27,40, atau 70) sesuai dengan yang ditentukan oleh pemimpin praktikum.2. Siapkan 5 tabung reaksi bersih, beri masing-masing tanda 0’, 5’, 10’, 15’, dan 20’.3. Siapkan bejana Erlenmeyer dan pipet Volumetrik.4. Ambil berturut-turut 15ml dapat dengan pH 6,5, 3ml larutan “S”, dan 6ml larutan 0.9%dan masukkan ke dalam Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa dengan gerakanmemutar agar isinya tercampur rata.5. Rendam Erlenmeyer di dalam air waterbath yang sesuai dengan suhu yang dipilihkanoleh pemimpin praktikum untuk kelompok anda. (Untuk suhu 27, letakkan sajaErlenmeyer pada meja praktikum anda). Jangan mengeluarkan Erlenmeyer dan waterbath(kecuali percobaan pada suhu 270C )selama percobaan, untuk menghindari perubahansuhu.6. Isilah masing-masing tabung reaksi yang tersedia dengan 10ml larutan HCl 0,05 N.
  11. 11. 7. Ambil dengan pipet 1ml campuran larutan dan labu Erlenmeyer dan masukkan ke dalamtabung reaksi yang bertanda 0’, campurlah isinya dengan beberapa kali membalikkantabung yang disumbat ibu jari tangan.8. Siapkan Stopwatch9. Ambil dengan pipet 1ml campuran larutan ke dalam campuran larutan yang berada didalam Erlenmeyer. Jalankan stopwatch tepat pada saat enzim dimasukkan ke dalamErlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakan memutar agar enzimtercampur rata dalam larutan. Setelah itu Erlenmeyer jangan digoyangkan lagi. (Diamkandi atas meja).10. Kira – kira setengah menit menjelang menit ke-5 ambillah dengan pipet 1 ml larutan danlabu Erlenmeyer, dan tepat pada menit ke -5 masukkan cairan dan dalam pipet tersebut kedalam tabung reaksi bertanda 5’, campurlah isinya dengan beberapa kali membalikkantabung yang disumbat ibu jari tangan.11. Lakukan kembali prosedur seperti tahap 10 sekitar menit ke-10, 15, dan 20 memasukkancairan dan dalam pipet ke dalam tabung reaksi bertanda 10’, 15’, dengan atau 20’ danmencampurkannya dengan membalik- balikkan tabung.12. Setelah semua selesai, tambahkan 1 ml larutan KI – KIO3 dan buret ke dalam masing –masing tabung reaksi. Campur merata dengan membalikkan beberapa kali tabung reaksiyang disumbat ibujari tangan.13. Kira – kira lima menit setelah penambahan KI – KIO3, bacalah absorbance larutan yangada dalam masing – masing tabung reaksi.16. Dari nilai absorbance yang terbaca. Hitunglah persen substrat yang tercerna pada menitke-0, 5, 10, 15 dan 20 dengan rumus:Presentase substrat yang dicerna pada menit t =Presentase substrat semula - presentase substrat yang tersisa pada menit tJadi:Presentase substrat yang dicerna pada menit t =Keterangan:ATt = Absorbance larutan pada menit ke tAT0 = Absorbance larutan pada menit ke 0
  12. 12. 17. Runutlah nilai presentase substrat yang dicerna pada ordinat grafik menghubungkannyadengan lama berlangsung reaksi (T) pada absisnya. Kurva yang terbentuk disebut progrescurve.18. Bandingkan kinerja enzim pada berbagai pH di atas dan buatlah analisis mengapademikian.Bagan Alir:Siapkan 5 tabung reaksi bersihSetiap tabung diisi 5 ml HCl 0,05 NTambah 15 ml larutan pH 7 + 3 ml larutan substrat + 6 ml larutan NaCl 0,9%. Campurkan adhomogen dalam erlenmeyer. Masukkan kulkas.Pipet 1 ml campuran di atas (setelah 15 menit dalam kulkas). Masukkan ke dalam tabungreaksi menit ke -0, kocok ad homogen.Pipet 2 ml enzim, lalu masukkan ke campuran larutan erlenmeyer, aduk ad rata kemudianmasukkan kulkas lagi.Menjelang menit ke -5, pipet campuran dari erlenmeyer lalu masukkan ke tabung reaksibertanda 5’, lakukan hal tersebut pada menit ke-10’, 15’, 20’. Kocok ad homogen.Tambahkan larutan KI-KIO3 1 ml di masing – masing tabung, kocok ad homogen.Baca absorbance pada spektrometer.
  13. 13. Gambar Skematis:Gambar:
  14. 14. Hasil Pengamatan:Kelompok Waktu (t) Transmisi (T) Absorbance (log ) % Substrat yang DicernaSuhu 00C0’ 68 -1,8325 0%5’ 52 -1,7160 6,36%10’ 59 -1,7709 3,36%15’ 63 -1,7993 1,81%20’ 68 -1,8325 0%Suhu 350C0’ 70 -1,8451 0%5’ 58,5 -1,7672 4,22%10’ 60 -1,7782 3,63%15’ 56,5 -1,7520 5,05%20’ 54 -1,7324 6,11%Suhu 700C0’ 59 -1,7709 0%5’ 61 -1,7853 -0,81%10’ 50 -1,6990 4,06%15’ 51 -1,7076 3,57%20’ 53 -1,9685 -11,16%
  15. 15. Grafik:
  16. 16. Pembahasan:Enzim dipengaruhi oleh panas atau suhu yang ditunjukkan dengan nilaiabsorbansinya. Semakin tinggi suhunya, maka nilai absorbansinya akan semakin turun karenaenzim mengalami inaktivasi pada suhu tinggi. Dan apabila suhu tinggi tersebut dipertahankan,maka enzim akan mengalami kerusakan (denaturasi).Pada suhu yang lebih tinggi, kecepatan molekul substrat meningkat, sehingga padasaat bertumbukan dengan enzim, energi molekul substrat berkurang. Hal ini memudahkanterikatnya molekul substrat pada sisi aktif enzim. Aktivitas enzim meningkat denganmeningkatnya suhu sampai pada titik tertentu.Seperti pada hasil percobaaan, dapat kita lihat pada suhu 350C enzim bekerja secaraoptimal. Hal itu dapat kita lihat dari nilai absorbansi yang tinggi dan juga banyak substratyang dapat dicerna oleh enzim. Hal ini berhubungan dengan meningkatnya energi kinetikpada molekul substrat dan enzim.Pada suhu 00C enzim dapat dikatakan inaktif dan reaksi yang berlangsung bersifatreversible. Namun enzim dalam keadaan tidak terdenaturasi. Suhu yang rendahmengakibatkan aktivitas enzim berkurang dibandingkan aktivitas enzim pada suhu optimum.Kesimpulan:Tiap enzim memiliki suhu optimum, yaitu ketika enzim tersebut dapat bekerja denganbaik. Semakin jauh dari suhu optimum, kerja enzim semakin tidak baik. Suhu optimum enzimdalam tubuh adalah 360C – 400C. Enzim akan mengalami denaturasi pada suhu yang terlalurendah ataupun terlalu tinggi. Pada suhu 700C enzim menjadi inaktivasi karena proteinterdenaturasi, dan enzim dapat rusak apabila suhu dinaikkan hingga 1000C.
  17. 17. PENGARUH PENINGKATAN KADAR ENZIM PADA REAKSIENZIMATIKAlat:Bejana erlenmeyerPipet volumetrik 1 ml dan 2 mlBuretTabung reaksi (5 buah)StopwatchReagensia:Larutan enzim “E” (saliva)Larutan NaCl 0,9 %Larutan dapar dengan pH 7Larutan substrat “S”Larutan KI – KIO3Larutan HCl 0,05 NPelaksanaan:1. Kelompok depan dibagi lagi menjadi kelompok 2A1 dan 2A22. Beth kelompok 2A1 dan 2A2 terletak pada tahap ke-5 dan 9 percobaan (lihat tahap 5 dan9 di bawah ini).3. Siapkan 5 tabung reaksi bersih, beri masing – masing tanda 0’, 5’, 10’, 15’, dan 20’4. Siapkan bejana Erlenmeyer dan pipet volumetrik.5. Kelompok 2A1: Masukkan 15 ml larutan dapar (pH 6,5) 3 ml larutan “S”, dan 6 ml aquadestillatake dalam Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakanmemutar agar isinya tercampur rata.Kelompok 2A2: Masukkan 15 ml larutan dapar (pH 6,5) 3 ml larutan “S”, dan 5 ml aquadestillate ke dalam Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakanmemutar agar isinya tercampur rata.6. Isilah masing – masing tabung reaksi yang tersedia dengan 10 ml larutan HCl 0,05 N.7. Ambil dengan pipet 1 ml campuran larutan dan labu Erlenmeyer dan masukkan ke dalamtabung reaksi yang bertanda 0’, campurlah isinya dengan beberapa kali membalikkantabung yang disumbat ibu jari tangan.
  18. 18. 8. Siapkan stopwatch.9. Kelompok 2A1: Pipetlah 1 ml enzim dan tambahkan ke dalam campuran larutan yangberada di dalam erlenmeyer. Jalankan stopwatch tepat pada saat enzim dimasukkan kedalam Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakan memutar agarenzim tercampur rata di dalam larutan. Setelah itu Erlenmeyer jangan digoyangkan lagi.(Diamkan di atas meja).Kelompok 2A1: Pipetlah 1 ml enzim dan tambahkan ke dalam campuran larutan yangberada di dalam erlenmeyer. Jalankan stopwatch tepat pada saat enzim dimasukkan kedalam Erlenmeyer. Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakan memutar agarenzim tercampur rata di dalam larutan. Setelah itu Erlenmeyer jangan digoyangkan lagi.(Diamkan di atas meja).10. Kira – kira setengah menit menjelang menit ke -5 ambillah dengan pipet 1 ml larutan darilabu Erlenmeyer, dan tepat pada menit ke-5 masukkan cairan dan dalam pipet tersebut kedalam tabung reaksi yang bertanda 5’, campurlah isinya dengan beberapa kalimembalikkan tabung yang disumbat ibujari tangan.11. Lakukan kembali prosedur seperti tahap 9 sekitar menit ke 10, 15, 20 memasukkan cairandan dalam pipet ke dalam tabung reaksi bertanda 10, 15, dan mencampurkannya denganmembalik-balikan tabung dengan atau 20’12. Setelah semua selesai, tambahkan 1ml larutan KI-KIO3 dan buret ke dalam masing-masing tabung reaksi. Campur merata dengan membalikkan beberapa kali tabung reaksiyang disumbat ibu jari tangan.13. Kira-kira lima menit setelah penambahan KI-KIO3,bacalah absorbance larutan yang adadalam masing-masing tabung reaksi.14. Dari nilai absorbance yang terbaca. Hitunglah persen substrat yang tercerna pada menitke-0, 5, 10, 15 dan 20 dengan rumus:Presentase substrat yang dicerna pada menit t =Presentase substrat semula - presentase substrat yang tersisa pada menit tJadi:Presentase substrat yang dicerna pada menit t =Keterangan:ATt = Absorbance larutan pada menit ke t
  19. 19. AT0 = Absorbance larutan pada menit ke 015. Runutlah nilai presentase substrat yang dicerna pada ordinat grafik menghubungkannyadengan lama berlangsung reaksi (T) pada absisnya. Kurva yang terbentuk disebut progrescurve.16. Bandingkan kinerja enzim pada percobaanyang dilakukan kelompok 2A1, 2A2, 2B1, 2B2dan buatlah analisis mengapa demikian.Bagan Alir:Siapkan 5 tabung reaksi bersihSetiap tabung diisi 5 ml HCl 0,05 NAmbil 6 ml larutan dapar pH 7 + 3 ml larutan “S” + 6 ml larutan NaCl 0,9%. Campurkandalam erlenmeyer.Goyangkan Erlenmeyer beberapa detik dengan gerakan memutar.Ambil 1 ml dengan pipet campuran di atas. Masukkan ke dalam tabung reaksi bertanda 0’,campur dengan membalikkan tabung disumbat ibujari tangan.Pipet 1 ml enzim, masukkan ke erlenmeyer, jalankan stopwatch.Goyangkan Erlenmeyerbeberapa detik dengan gerakan memutar di atas meja. Diamkan.Tambahkan 2 ml larutan dari labu erlenmeyer tepat di menit ke -5. Campur isinya denganmembalikkan tabung yang disumbat ibujari tangan.Lakukan kembali prosedur di atas pada menit ke 10, 15, dan 20.Tambahkan larutan KI-KIO3 1 ml di masing – masing tabung, campur merata denganmembalikkan tabung.Baca masing – masing nilai absorbance.
  20. 20. Gambar Skematis:Hasil Pengamatan:Kelompok Waktu (t) Transmisi (T) Absorbance (log ) % Substrat yang DicernaKadar0’ 13 -1,1139 0%5’ 85 -1,9294 73,21%10’ 89 -1,9494 75,01%15’ 94 -1,9731 77,13%20’ 92 -1,9638 76,30%Kontrol0’ 16 -1,2041 0%5’ 89 -1,9494 61,90%10’ 92 -1,9638 63,09%15’ 92 -1,9638 63,09%20’ 100 -2 66,10%Inhibitor0’ 90 -1,9542 0%5’ 89 -1,9494 0,25%10’ 80 -1,9031 2,61%15’ 88 -1,9445 0,50%20’ 94 -1,9731 -0,97%
  21. 21. Grafik:
  22. 22. Pembahasan:Jumlah atau kadar enzim menentukan lamanya waktu yang digunakan untuk mencapaikeseimbangan. Bila kita menggunakan enzim yang masih murni dan belum rusak, kecepatanreaksi atau aktivitas enzim berbanding lurus dengan konsentrasi enzimnya. Semakin besarkadar enzim, maka semakin besar pula aktivitas enzim dan reaksi yang dikatalis enzim jugasemakin cepat. Apabila kadar substrat tetap dan kadar enzim turun karena enzim yangtersedia tidak cukup banyak untuk bereaksi dengan substrat.Pada percobaan ini, dapat kita lihat bahwa semakin lama, prosentase substrat yangdicerna semakin sedikit. Hal itu dikarenakan semakin lama kadar enzim yang terdapat dalamlarutan semakin berkurang karena telah digunakan dalam proses enzimatik sebelumnya.Sehingga reaksi enzimatik mengalami penurunan kecepatan yang mengakibatkan jumlahsubstrat yang dicerna juga semakin kecil atau sedikit.Kurva yang berbeda pada hasil percobaan dengan teori disebabkan adanya kesalahandalam prosedur kerja, yaitu ketidaktelitian dalam pengenceran maupun ketepatan waktu sertainstrumental faktor seperti alat spektrofotometer yang digunakan. Selain itu saliva sebagaisumber enzim telah dipengaruhi oleh zat warna atau kandungan dari makanan yangsebelumnya dikonsumsi oleh praktikan yang menyumbangkan salivanya.Kesimpulan:Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi enzim, makin besar konsentrasi enzim,makin besar kadar enzim makin tinggi pula kecepatan reaksi. Makin besar konsentrasi ataukadar enzim, maka nilai absorbansinya semakin kecil. Pengaruh konsentrasi enzim ini yaitupembentukan produk, dimana makin besar kadar enzim makin banyak pula substrat yangdicerna sehingga dapat dinyatakan bahwa laju reaksi berbanding lurus dengan konsentrasienzim.

×