Keton

2,503 views

Published on

describe about ketone gas and the efect of it.

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,503
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
129
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Keton

  1. 1. KETON BY « KELOMPOK V
  2. 2. Pengertian Keton• merupakan salah satu jenis pelarut dalam dunia industri. Banyak pelarut yang digunakan dalam industri untuk berbagai tujuan, antara lain proses ekstraksi:, minyak wangi, bahan farmasi, pigmen dan produk-produk lainnya.
  3. 3. Jenis Keton Yang Sering digunakan• Metil etyl keton• Aseton• Etyl amyl keton• Diisobutyl keton• Dietil keton
  4. 4. Keton• Keton terasuk solven. Solven adalah irritan. Solven ditambahkan untuk memudahkan pemakaian penyalut (coating) pada adhesive, tinta, cat, vernis, dan penyegel (sealer). solven mudah menguap, oleh karena itu, secara tidak sengaja menyebar ke udara setelah penggunaan.
  5. 5. • Di dalam paru-paru, gas keton yang terhirup mengumpul. Setelah itu, gas keton ikut bersama aliran darah dan terikat dengan hemoglobin sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Selain itu, Kebanyakan solven adalah depresan Susunan Syaraf Pusat. Mereka terakumulasi di dalam material lemak pada dinding syaraf dan menghambat transmisi impuls. Pada permulaan seseorang terpapar, maka fikiran dan tubuhnya akan melemah hingga tak sadarkan diri.
  6. 6. Portal of entry• Uap solven dapat masuk ke dalam tubuh terutama melalui inhalasi, walaupun absorbsi melalui kulit dapat pula terjadi. Uap tersebut akan diabsorbsi dari paru-paru ke dalam darah, dan didistribusi terutama ke jaringan-jaringan yang mengandung banyak lemak dan lipid, misalnya sistem syaraf pusat, hati, dan sumsum tulang.
  7. 7. Nilai Ambang Batas menurutperaturan menteri NOMORPER.13/MEN/X/2011• Dietil keton(96-22-0) 200 bds atau 705 mg/m3• Diisobutil keton(108-83-8) 25 bds atau145 mg/m3• Etil butil keton (106-35-4) 50 bds• Etil-amil keton (541-85-5) 25 bds atau 131 mg/m3• Metil n- butil keton (591-78-6) 5 bds• Metil etil keton (78-93-3) 200 bds• Metil Isoamil Keton (110-12-3)50 bds• Metil Isobutil Keton (108-11-12) 20 bds• Aseton (67-64-1) 500 bds atau 1187,12 mg/m3
  8. 8. NAB menurut SNI tahun 2005• Aseton (67-64-1) 1.780mg/m3 atau 750 bds• Dietil keton (96-22-0) 705 mg/m3 atau 200bds• Diisobutil keton (108-83-8) 145mg/m3 atau 25bds• Etil amil keton (541-85-5) 131mg/m3 atau 25bds• Metil etil keton (MEK) (78-93-3) 590mg/m3 200 bds
  9. 9. Cara identifikasi keton di tempat kerja1. Metoda sampling botle udara di ditempat yg dicurigai dimasukn dalam botol dan dianalisis di lab.2. Metoda adsorpsi dan disorpsi uap organik lingkungan kerja diadsorpsi oleh adsorbent kemudian dianalisis.3. Direct reading (sensor) – Detektor nyala – Konduktivitas
  10. 10. Cara pencegahan• Eliminasi• Subtitusi• Isolasi• APD yang memadai• Mematuhi MSDS
  11. 11. Contoh Material Safety Data Sheet (MSDS)
  12. 12. Contoh kasus“NEUROTOKSIS AKIBAT METIL ETIL KETON” Seorang perempuan yang bekerja pada sebuah pabrik sepatu(bottom sole) datang kepada dokter perusahaan, dia menjelaskan kepada dokter bahwa dia memiliki keluhan, diantaranya sakit kepala, pusing, kesemutan yang hilang timbul semenjak beberapa bulan yang lalu.
  13. 13. Pembahasan• Kearena dokter curiga beberapa pekerja juga mengeluhkan hal yang sama maka dokter memeriksa mereka dengan lebih dalam dan ditemukan hasil bahwa terdapat akumulasi metil etil keton dalam lapisan lemak pada dinding sel syaraf serta didalam darah pekerja.
  14. 14. Cont’d• Setelah menetahui fakta ini, maka dilakukan pengukuran pada lingkungan kerja dan hasilnya cukup mengejutkan bahwa kadar uap metil etil keton mencapai 575 mg/ m3 setara 195 bds mendekati nilai ambang batas yaitu 590 mg/m3 atau 200 bds di lingkungan pabrik.• jika paparan denan kadar ini terus berulang maka akan berbahaya bagi kesehatan pekerja untuk itu perusahaan harus melakukan tindakan untuk menurunkan kadar uap metil etil keton di lingkungan kerja.
  15. 15. pustakaPERMEN nomor per.13/men/x/2011 tahun 2011tentang nilai ambang batas faktor fisika dan faktorkimia di tempat kerja.S , rigar david. 2009. neurotoksis akibat metil etilketon. Semarang : universitas diponegoroBadan Standardisasi Nasional 2005 : Nilai AmbangBatas (NAB) zat kimia di udara tempat kerja

×