Makalah organisasi

40,250 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Makalah organisasi

  1. 1. BAB I PENDAHULUAN Pada umumnya manusia banyak tujuan yang hendak dicapai sepanjanghidupnya. Seringkali untuk mencapai tujuan yang besar, seseorang memerlukanorang lain untuk diajak bekerjasama untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam kerjasama tersebut, aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh orang-orang yang terlibat,mengikuti suatu pola kerja tertentu,seperti adanya jalur-jalur wewenang, perintah,tanggung jawab secara vertikal maupun horisontal dalam hirarki jabatan-jabatanyang muncul. “Tempat atau wadah” kerja sama untuk mencapai tujuan denganpola tertentu itu disebut sebagai organisasi. Dalam perwujudannya, organisasi memiliki sejumlah kekayaan bersifatfisik maupun non fisik, meliputi pula aspek-aspek sosial, budaya, teknologi dansejumlah interaksi yang tidak tampak oleh panca indera. Contoh suatu organisasiadalah : keluarga, kampung, perusahaan, sekolah, pemerintah, dan sebagainya,baik dalam bentuk formal maupun informal. Organisasi merupakan salah satu sarana untuk mencapai tujuan perusahaanmelalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan seorang pemimpindengan organisasi yang tercipta di perusahaan yang bersangkutan. Jadikeberhasilan perusahaan tergantung pada organisasi terutama struktur organisasiyang dianut. Menurut Boone dan Katz organisasi didefinisikan sebagai berikut: Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya berinteraksiuntuk mencapai tujuan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa organisasi mencakup 3elemen pokok:1. Interaksi manusia,2. Kegiatan yang mengarah pada tujuan,3. Struktur organisasi itu sendiri. Kebutuhan perusahaan akan pentingnya peranan organisasi akandisesuaikan dengan seberapa besar anggota perusahaannya. Karena semakinsedikit anggota perusahaan semakin sederhana fungsi-fungsi pengorganisasianMakalah Organisasi 1
  2. 2. yang dilakukan. Demikian juga kalau perusahan yang mula-mula anggotanyasedikit kemidian berkembang sehingga jumlah anggota terus bertambah semakinbanyak maka kebutuhan akan ortganisasi semakin besar.Makalah Organisasi 2
  3. 3. BAB II PEMBAHASANA2.1 Konsep Organisasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalahkesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan untuk tujuantertentu. Tujuan sebuah organisasi adalah tujuan yang dianggap tujuan bersamasehingga orang-orang di dalamnya merasa terikat oleh tujuan tersebut, meskipunsetiap individu mempunyai tujuan pribadi dalam mendirikan atau bergabungdalam suatu organisasi. Organisasi dibentuk untuk memaksimalkan potensi, yang artinya dalammencapai tujuan yang besar, dibutuhkan tata kelola yang jelas, pembagian kerjayang jelas, terstruktur, dan yang pasti saling bahu membahu dan konstruktif dalammencapai tujuan bersama tersebut. Dimana tujuan yang besar tersebut sangat sulitterwujud apabila hanya dikerjakan oleh seseorang. Menurut West, Borrill, dan Unsworth (1998), organisasi harus mempunyaitiga hal. Pertama, kerja dari tiap-tiap elemen, atau bahkan dalam scope terkecil,yaitu individu, harus tidak sendiri, tidak mandiri, dan mesti saling terkoordinasi.Kedua, setiap anggota harus memilki peran yang khusus dan spesifik. Ketiga,harus mempunyai tujuan bersama yang ingin dicapai. Tujuan besar organisasi lebih dikenal dengan istilah visi, yaitu impian,dambaan, dan suatu kondisi ideal yang hampir tidak akan tercapai oleh organisasitersebut, karena jika visi tersebut tercapai, maka bubarlah organisasi tersebut. Darivisi, organisasi juga mempunyai misi, yaitu pondasi-pondasi apa saja yang akandilakukan dalam usaha mewujudkan visi tersebut. Sama sifatnya dengan visi, misiini juga hampir tidak akan tercapai. Karena sifat visi dan misi yang hampir tidakakan tercapai, maka organisasi butuh pengejawantahan visi dan misi ke dalam hal-hal yang lebih spesifik, terukur, dapat dicapai, wajar, dan berbatas waktu. Inilahyang biasa disebut targetan, atau capaian, atau goal. Dalam mewujudkan semuaitu diperlukan strategi atau yang lebih populer disebut proker (program kerja).Program kerja adalah langkah-langkah kecil untuk mencapai goal yang telah kitabahas di atas.Makalah Organisasi 3
  4. 4. Dalam berbagai sumber mengenai organisasi, kita mengenal tahapan gerakdari suatu organisasi, berupa akronim POAC, yaitu Planning, Organizing,Actuating, dan Controlling. Tahap planning merupakan tahapan paling fundamental yaitu perencanaantarget, misi, dan strategi menjadi langkah dasar dalam suatu organisasi. Ataubahkan jika baru mendirikan organisasi, visi juga merupakan perencanaan dalamsuatu organisasi. Tahap organizing, berupa analisis kerja, bagian apa-apa saja yangdibutuhkan untuk menerapkan strategi-strategi yang telah direncanakan. Jugadilakukan pembagian kerja atau peran, pola hubungan, posisi suatu bagian, dansebagainya. Tahap organizing biasanya menghasilkan struktur organisasi ataustruktur kerja, termasuk pemimpin. Terkadang, pemimpin dipilih di awal, sebelummelakukan planning. Pemimpin inilah yang akan memimpin atau membimbingorganisasi agar tetap pada jalannya untuk mencapai visi yang telah direncanakan. Tahap actuating adalah tahap perwujudan, tahap transformasi perencanaanmenjadi tindakan-tindakan nyata, berupa pelaksanaan strategi-strategi yang telahditetapkan. Inilah tahap krusial dalam organisasi, di mana pada tahap ini,pengujian integritas, komitmen, dan konsistensi dari suatu organisasi dilakukan,apakah organisasi tersebut hanya pandai merencanakan tetapi gagal dalamgeraknya atau tidak. Seringkali organisasi mengalami guncangan-guncangan ditahap ini. Tahap controlling merupakan tahap pengendalian kualitas kerja inilahyang mengukur sejauh mana organisasi telah bergerak sejauh ini, apakah lambat,cepat, atau malah kehilangan arah, sehingga tidak menuju tujuan. Nantinya,kontrol ini memberikan feedback, yang akan mempengaruhi sikap kerja, ataubahkan mempengaruhi hal yang lebih fundamental, yaitu goal. Di Indonesia tahapini seringkali diabaikan oleh suatu organisasi. Diabaikan di sini bukan berartitidak melakukan sama sekali, akan tetapi pelaksanaan kontrol atau kendali kerjaini seringkali tidak berjalan dengan baik dan konsisten, sehingga pengendaliankualitas kerja seringkali dianaktirikan.Makalah Organisasi 4
  5. 5. Itulah konsep dasar sebuah organisasi, punya tujuan dan rencana yangjelas, punya pembagian peran, punya pola hubungan tiap-tiap bagian peran,melakukan peran, dan adanya evaluasi terhadap apa yang dilakukan.2.2 Prinsip-Prinsip Organisasi Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah satunyaA.M. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya“Organization of Canadian Government Administration” (1965), bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi :1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengandemikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya,organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatuorganisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, memberikanpelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain.2) Prinsip Skala Hirarkhi. Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas daripimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegasdalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjangefektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.3) Prinsip Kesatuan Perintah. Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggungjawab kepada seorang atasan saja.4) Prinsip Pendelegasian Wewenang. Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankanpekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepadabawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainyahasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkanmeliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungandengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebihdahulu kepada atasannya lagi. 1) Prinsip Pertanggungjawaban.Makalah Organisasi 5
  6. 6. Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan. 2) Prinsip Pembagian Pekerjaan. Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi. 3) Prinsip Rentang Pengendalian. Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya. 4) Prinsip Fungsional. Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya. 5) Prinsip Pemisahan. Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain. 6) Prinsip Keseimbangan. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasiMakalah Organisasi 6
  7. 7. koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya. 7) Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya. 8) Prinsip Kepemimpinan. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa suatu organisasi mempunyai tujuan tertentu dan organisasi merupakan wadah untuk mencapai tujuan tersebut. Suatu organisasi yang dianggap baik mempunyai ciri-ciri tertentu seperti diatas, adapun ciri-ciri tersebut antara lain adalah: 1. Adanya tujuan yang jelas Tanpa adanya tujuan yangjelas seakan-akan organisasi itu mengambang serta akan tenggelam ditelan keadaan yang selalu berusaha untuk menghancurkan organisasi itu. Dapat diumpamakan sebagai sebuah kendaraan yang sedang berjalan tanpa tujuan, pada akhirnya bahan bakar akan habis dan kendaraanpun akan mogok ditengah jalan. 2. Tujuan organisasi harus dapat dipahami oleh setiap orang yang ada di dalam organisasi itu. Dengan mengetahui tujuan yang hendak dicapai oelh organisasi, diharapkan para anggota organisasi dapat:Makalah Organisasi 7
  8. 8. • Mengetahui apa yang diharapkan oelh organisasi dari masing- masing anggota • Memahami apa yang dapat mereka harapkan dari organisasi • Menyerasikan tujuan organisasi dengan tujuan mereka 3. Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap individu dalam organisasi. Bila tujuan organisasi dinilai para anggotanya cukup layak dan sesuai dengan tujuan pribadi mereka masing-masing maka para anggota organisasi akan lebih mudah digerakkan untuk memberikan pengorbanan-pengorbanan tertentu dalam mencapai tujuan organisasi tersebut. 4. Adanya kesatuan arah dalam organisasi Semua kegiatan, semua sumber, pemikiran, keahlian dan kemampuan ditunjukan hanya ke satu arah, yaitu pencapaian tujuan dengan cara yang seefesien dan seefektifkan mungkin. 5. Adanya kesatuan perintah Setiap bawahan hanya mempunyai seorang atasan langsung yang memberikan perintah, instruksi bimbingan dan pedoman kerja serta kepadanya bawahan tersebut memberikan laporan dan bertanggung jawab. 6. Adanya keseimbangan antara wewenang dan bertanggung jawab Hal ini sangat penting mengingat wewenang yang lebih besar dari wewenang, di dalam pelaksanaan tugas kemungkinan besar akan terjadi kemacetan-kemacetan, meningat seseorang tidak merasa aman untuk melakukan tindakan tertentu karena merasa ragu-ragu apakah tindakan tersebut masih dalam wewenang atau tidak. 7. Adanya pembagian tugas yang merataMakalah Organisasi 8
  9. 9. Secara fisiologi, organisasi merupakan manifestasi dari kemempuan manusia untuk bekerjasama. Karena itu tugas-tugas dalam organisasi harus dibagi-bagi sesuai dengan kemampuan, keahlian, dan bakat orang-orang di dalam organisai. 8. Struktur organisasi sesederhana mungkin : Pola dasar organisasi yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan didasarkan pada hubungan-hubungan yang sederhana dan jelas. 9. Pola dasar organisasi harus mantap Pola dasar organisasi yang disusun haruslah merupakan pola yang mampu untuk mengahadapi berbagai macam situasi. Jadi pola dasar organisasi haruslah flexible dalam arti kata mampu mengadakan penyesuaian tanpa mengadakan perubahan mendasar. 10. Setiap orang telah berjasa harus mendapat imbalan yang setimpal dengan jasa yang diberikannya pada organisasi. 11. Penempatan orang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya. 12. Adanya jaminan jabatan Kelompok pimpinan tidak boleh memperlakukan bawahanya dengan cara yang tidak wajar dan semaunya (tidak semena-mena), misalnya pemecatan tanpa alas an yang kuat. 13. Koordinasi Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang koordinasi sebagai berikut : • Menurut Fayol koordinasi berarti mengikat bersama dan menyelarakan semua kegiatan dan usaha.Makalah Organisasi 9
  10. 10. • Menurut Terry koordinasi adalah sinkronisasi yang teratur dari usaha-usaha untuk menciptakan kelayakan kuantitias, waktu, pengarahan, persamaan yang menghasilkan keselarasan dan kesatuan tindakan untuk tujuan yang telah ditetapkan. • Menurut Koontz dan Donell koordinasi merupakan pencapaian keselarasan usaha individu dalam rangkan mencapai tujuan serta sasaran kelompok. Pemikiran dasar yang dikemukakan di atas dapat dinyatakan dalam satudefinisi tentang koordinasi yaitu : di dalam organisasi harus ada keselarasanaktivitas antar satuan organisasi atau keselarasan tugas antar pejabat. Koordinasi adalah prinsip umum di dalam semua organisasi atau dapatpula dikatakan bahwa koordinasi adalah prinsip pokok organisasi. Kurangnyakoordinasi dalam suatu organisasi akan terlihat dari adanya gejala-gejala sebagaiberikut:1. Petugas atau satuan-satuan organisasi sering bertengkar menurut suatu bidang kerja atau wewenang yang masing-masing dianggap termasuk dalam lingkungan tugasnya. Dalam hal ini sering terjadi pekerjaan rangkap dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yang memboroskan tenaga, waktu dan bahan.2. Petugas atau satuan-satuan organisasi salaing melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain atau masing-masing merasa suatu pekerjaan tidak termasuk ke dalam ruang lingkup tugasnya.3. Pembagian tujaun organisasi tidak berjalan secara lancar dan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan ternyata serba salah, bersimpang siur atau bahkan hasil pekerjaan yang satu saling menghapuskan hasil pekerjaan yang lain. Tanpa melaksanakan koordinasi maka tiap satuan organisasi dapat berjalan sendiri- sendiri tanpa adanya kesatuan arah. Apabila dalam organisasi dilakukan koordinasi maka ada beberapamanfaat yang dapat diambil dari padanya, diantaranya:Makalah Organisasi 10
  11. 11. 1. Dengan koordinasi dapat dihindarkan pertentangan satu sama lain antara satuan-satuan organisasi atau antara para pejabat yang ada dalam organisasi.2. Dengan koordinasi dapat dihindarkan perasaan atau suatu pendapat bahwa satuan organisasinya atau jabatannya merupakan yang paling penting.3. Dapat dihindarkan terjadinya penyelesaian persoalan yang berlarut-larut karena ketidakjelasan orang bertanggung jawab.4. Dapat dihindarkan kemungkinan terjadinya pekerjaanrangkap terhadap sesuatu dari satuan organisasi atau pekerjaan rangkap terhadap tugas dari pejabat.5. Dapat ditumbukan kesadaran di antara para pejabat agar saling bantu membantu satu sama lain teutama diantara pejabat yang ada dalam satuan organisasi yang sama.6. Dapat dihindarkan kemungkinan terjadinya kekosongan pekerjaan suatu aktifitas dari satuan organisasi atau kekosongan pekerjaan pada tugas dari para pejabat.7. Dapat ditimbulkan kesadaran diantara para pejabat agar saling memberitahukan masalah yang dihadapi bersama sehingga dapat menghindarkan kemungkinan-kemungkinan terjadinya kesalahan-kesalahan yang merugikan.8. Dapat dijamin adanya kesatuan langkah antar para pejabat.9. Dapat dijamin adanya kesatuan tindakan antar pejabat.10. Dapat dijamin adanay kesatuan sikap antar pejabat.11. Dapat dijamin adanya kesatuan kebijaksanaan antar pejabat.2.3 Struktur Organisasi Struktur organisasi adalah susunan yang terdiri dari fungsi-fungsi danhubungan-hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapaitujuan yang telah ditetapkan. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakanMakalah Organisasi 11
  12. 12. dalam bentuk bagan (grafik) yang memperlihatkan hubungan unit kerja dan jalur-jalur wewenang yang ada Struktur organisasi merupakan kelanjutan dari dua bentuk pola organisasi.Adapun struktur organisasi ini secara otomatis merupakan perwujudan strukturorganisasi formal dengan jalan menganalisis jabatan-jabatan yang telahditetapkan. Operasi kegiatan perusahaan akan berjalan lancar jika struktur organisasiyang dipakai dapat memberikan dukungan moral bagi karyawan sehingga merekamau bekerja sama dan selalu berusaha menjalin koordinasi yang mereka sadarisebagai tanggung jawab penting untuk menjadi bagian dari seluruh perusahaanyang saling menunjang pencapaian tujuan organisasi (perusahaan).Keuntungan Penggunaan Bagan Organisasi: • Memperlihatkan karakterisitik/tipe dari organisasi yang bersangkutan • Memperlihatkan gambaran pekerjaan dan hubungan/keterkaitan antar pekerjaan • Sebagai pedoman untuk mengetahui jalur wewenang dan tanggung jawab Struktur organisasi yang dibentuk akan selalu berdasarkan pada 3komponen organisasi yaitu: 1. Interaksi kemanusiaan, 2. Kegiatan yang terarah pada tujuan, 3. Struktur. Berdasarkan ketiga komponen organisasi itu seorang manajer puncakharus dapat mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan dalam mencapai tujuanorganisasi. Di samping pertimbangan ketiga komponen tersebut, strukturorganisasi harus memberi penjelasan pembagian kekuasaan (authority/wewenang)dan tanggung jawabnya. Pendelegasian wewenang dapat sangat erat hubungannya dengan batasanwewenang dan tanggung jawab seseorang tentang suatu bagian kegiatan yangdilaksanakan. Dengan menugaskan sebagian pekerjaan kepada bawahan berartimanajer memberikan wewenang dan tanggung jawab yang seimbang, untukkemudian setiap bawahan harus mempertanggungjawabkannya kepada atasannyasesuai dengan struktur organisasi.Makalah Organisasi 12
  13. 13. Hubungan wewenang dan tanggung jawab dalam struktur organisasi dapatterlihat seperti: Gambar 1. Hubungan wewenang dan tanggung jawab pada struktur organisasi2.4 Bentuk-Bentuk Organisasi Berdasarkan strukturnya, bentuk organisasi dapat dibedakan atas:1. Organisasi garisOrganisasi garis diciptakan oleh Henry Fayol. Ciri-ciri organisasi garis adalahsebagai berikut: a. Jumlah karyawan sedikit, maka struktur oranisasi masih sederhana b. Pimpinan dengan karyawan saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja c. Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan yang ada di dalam unitnya d. Puncuk pimpinan biasanya pemilik perusahaan e. Pucuk pimpinan dipandang sebagai sumber kekuasaan tunggal, segala keputusan/kebijakan dan tanggung jawab ada pada satu tangan f. Tingkat spesialisasi belum terlalu tinggi juga alat-alat yang diperluka tidak beraneka ragam g. Organisasinya kecilKebaikan-kebaikan organisasi garis adalah:1. Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan.Makalah Organisasi 13
  14. 14. 2. Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan bawahan.3. Proses pengambilan keputusan cepat.4. Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta yang rendah dapat segera diketahui, juga karyawan yang rajin dan malas.5. Rasa solidaritas tinggi Sedangkan kekurangan-kekurangannya adalah:1. Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu melaksanakan tugas maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.2. Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.3. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.4. Bentuk organisasi tidak fleksibel Bagan organisasi garis2. Organisasi garis dan staf Organisasi garis dan staff diciptakan oleh Harrington Emerson. Organisasiini mencakup kelompok-kelompok orang yang berpengaruh dalam menjalankanorganisasi yaitu : a. Orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang digambarkandengan garis atau lini. b. Orang yang melaksanakan tugas berdasarkan keahlian yang dimilikinya, orang ini berfungsi hanya untuk memberikan saran-saran kepada unit operasional. Orang-orang tersebut disebut staf.Makalah Organisasi 14
  15. 15. Ciri-ciri organisasi garis dan staf adalah: a. Organisasinya besar dan bersifat kompleks b. Jumlah karyawan banyak c. Hubungan antara atasan dan bawahan tidak bersifat langsung d. Pimpinan dan para karyawan tidak semuanya saling mengenal e. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal f. Kesatuan perintah tetap dipertahankan , setiap atasan mempunyai bawahan -bawahan tertentu dan setiap bawahanhanya mempunyai seorang atasan langsung g. Terdapat 2 kelompok wewenang yakni wewenang lini dan wewenang staf : • Wewenang Lini adalah yang dapat/harus merealisasi tujuan organisasi secara langsung • Wewenang staf adalah karyawan yang tidak dapat merealisasi tujuan perusahaan secara langsung tetapi hanya memberika bantuan pelayanan,Makalah Organisasi 15
  16. 16. BAB III PENUTUPKesimpulan Organisasi adalah kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalamperkumpulan untuk tujuan tertentu. Tujuan sebuah organisasi adalah tujuan yangdianggap tujuan bersama sehingga orang-orang di dalamnya merasa terikat olehtujuan tersebut, meskipun setiap individu mempunyai tujuan pribadi dalammendirikan atau bergabung dalam suatu organisasi. Konsep dasar sebuahorganisasi, punya tujuan dan rencana yang jelas, punya pembagian peran, punyapola hubungan tiap-tiap bagian peran, melakukan peran, dan adanya evaluasiterhadap apa yang dilakukan.Makalah Organisasi 16
  17. 17. DAFTAR PUSTAKAMakalah Organisasi 17

×