Studi kasus singapore airlines

1,353 views

Published on

Published in: Technology, Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,353
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
22
Actions
Shares
0
Downloads
55
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Studi kasus singapore airlines

  1. 1. STUDI KASUS PERUSAHAAN INTERNASIONAL ”SINGAPORE AIRLINES” Sebagai Tugas Mata Kuliah Bisnis Internasional “Singapore Airlines” I. Sejarah Singkat Malayan Airways merupakan cikal bakal Singapore Airways yang berdiri pada tahun 1947.Maskapai ini memiliki rute penerbangan antara Singapore, Kuala Lumpur, Ipoh, dan Penang.Seiring dengan bergantinya sistem pemerintahan federasi Malaysia pada Tahun 1963, maskapaiini berubah nama menjadi Malaysian Airways kemudian Malaysia-Singapore Airlines (MSA).Pada tahun 1966, pengelolaaan maskapai ini dilakukan bersama-sama antara pemerintahMalaysia dengan Singapura. Saat itu MSA berhasil memperluas rute perjalanannya di kawasanAsia Tenggara serta melakukan ekspansi rute antar benua. Pada tanggal 1 Oktober 1972, barulahMSA ini berganti nama menjadi Singapore Airlines. Maskapai baru ini melanjutkan ruteinternasional dari MSA dan memiliki pesawat jenis B737 dan B707. Perusahaan ini kian berkembang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara padaumumnya, serta Singapura pada khususnya. Pada tahun 1978, SIA memesan 13 pesawat Boeing747 dan 6 pesawat Boeing 727 senilai US$ 900,000,000 yang merupakan salah satu pemesananpesawat terbesar pada masa itu. Seiring berjalannya waktu, Los Angeles Times memberikanpredikat SIA sebagai “one of the world best manage and fastest-growing airlines”. Terhitung 31Maret 2000, SIA telah mengoperasikan 613 penerbangan per minggu di luar Singapurameningkat dari 572 penerbangan per minggu pada tahun sebelumnya. Adapun, jaringan rutepenerbangan antar benua sebanyak 92 kota pada 42 negara. Pada tahun 2000, SIA Group merupakan perusahaan yang menyerap tenaga kerja terbesar,selain itu maskapai ini juga dinobatkan sebagai maskapai dengan perolehan laba terbesar didunia. Sejak awal pendirian, perusahaan ini telah menjalankan regulasi tanpa adanya intervensidari pemerintah baik dari aspek penentuan rute penerbangan hingga aspek-aspek lainnya. II. Visi Singapore Airlines"Singapore Airlines is a global company dedicated to providing air transportation services of thehighest quality and to maximising returns for the benefit of its shareholders and employees"
  2. 2. III. Misi Singapore Airlines· To deliver the highest quality customer service that was safe, reliable, and economical.· To generate earnings that provided sufficient resources for investment and satisfactoryreturns to shareholders.· To adopt human resource management practices company-wide that attract, developed,motivated and retained employees who contributed to the company’s objectives· To maximize productivity and utilization of all resources.IV. Analisis LingkunganStrengths:1. Permintaan (kebutuhan) akan transportasi udara2. Fasilitas yang lengkap dan terjamin3. Penghargaan yang diterima4. Jaringan (Network) yang luas5. Didukung SDM yang handal6. Pesawat yang berumur rata-rata 5 tahun7. Posisi keuangan yang kuatWeakness:1. Harga yang relatif mahal2.Fluktuasi kurs dollarOpportunities :1. Dengan adanya aliansi dengan beberapa Maskapai Internasional, SIA memiliki peluang untukmelayani penerbangan dengan daerah jangkauan yang lebih luas.2. Dengan adanya era globalisasi, semakin banyak masyarakat yang melaksanakan perjalananlintas benua.
  3. 3. 3. Tingkat perekonomian Asia yang semakin baik mendukung perkembangan SIA yangberdomisili di Asia.4. Perkembangan Tekonologi yang mendukung pengurangan biaya penerbangan seperti adanyaefisiensi bahan bakar.5. Dengan peningkatan tingkat ekonomi, semakin banyak masyarakat yang melakukan traveldan pariwisata, yang secara langsung memberi dampak positif bagi industri penerbangan, salahsatunya SIA.Threats :1. SIA Senantiasa menghadapi Kompetisi global dengan ratusan maskapai lain diseluruh dunia.2. Bahan bakar yang semakin mahal (Harga minyak dunia yang semakin tinggi) akanmenyebabkan biaya penerbangan meningkat.3. Regulasi penerbangan yang sewaktu-waktu dapat berubah.4. Banyak maskapai penerbangan lain yang berusaha menyamai serta menyaingi SIA misalnyaThai Airways serta Malaysia Airways.5. Malaysia dan Hongkong telah mendirikan Airport bersakala internasional yang mampumenyaingi Changi “(International Airport of Singapore).6. Tingkat nilai tukar dollar Singapura terhadap dollar Amerika yang fluktuatif berpengaruhpada beberapa biaya penerbangan yang didenominasikan kedalam Dollar Amerika. V. StrategyDeployment Technology·Per 31 Maret 2000, rata-rata usia pesawat SIA adalah 5 tahun 2 bulan,termuda biladibandingkan dengan rata-rata usia pesawat di industry yaitu lebih dari 13 tahun.· SIA juga yang pertama mengenalkan non-stop service terutama untuk businessman· Pada tahun 1988 SIA menggunakan Boeing 747-400 yang digunakan untuk melatih para pilot.· SIA mejadi penerbangan pertama yang menggunakan entertainment system seperti videoscreen 6inch, kombinasi antara remote control dan cum telephone, 22 video channels, video
  4. 4. games dan Reuters Teletext news.dan pada May 1999 SIA merupakan penerbangan pertamayang menggunakan Dolby Headphone “Suround Sound”· SIA bekerja sama dengan pemerintah Singapore dalam investasi automated system diSingapore;s Changi Airport untuk melayani customer· SATS catering, bagian dari SIA membangun dapur yang besar dengan kapasitas produksi 30000 makanan per hariCustomer Convenience and Facilities· Di Singapore’s Changi Airport terdapat gymnasium, conference hall, an exhibition hall, 2business centres, 4 full-service banks, 12 restaurants, lebih dari 100 shop dan host of otherservice· SIA mengoperasikan the Blue Lane APIS (advance passenger Information System) yaitu fasilitasyang membantu penumpang dalam memilih daerah tujuan di Amerika· Oktober 1993 SIA menawarkan hidangan Jepang kepada para penumpang first-class yangmenuju Jepang· November 1996 SIA memperkenalkan Internet check-in untuk first-class, Raffles class, danpriority passenger· SIA juga mengoperasikan Centralized information system yaitu Centralized Baggage Tracingunit yang membantu dalam mengatur barang-barag yang tertinggal· Maret 2000 SIA launching local website di 16 negara dan 24 e-ticketing stations· Juni 1999 SIA memperkenalkan generasi terbaru dari Wisemen Audio dan Video untukfirstclass dan Raffles classMarketingSIA advertising memperoleh rate yang tinggi dari customer. SIA juga mempromosikan bahwaSIA merupakan penerbangan dengan pesawat termuda di dunia.Cargo and Related Operations· Pendapatan cargo sekitar 20% dari pendapatan SIA secara keseluruhan.· SIA merupakan cargo airline terbesar ketiga di dunia.
  5. 5. · Aktivitas selain passenger dan cargo menyumbang sekitar 15.8% dari totalpendapatan.aktivitas-aktivitasnya yaitu airport operation, kitchen operations, dan maintenanceoperationsAlliancies and Acquisitions· 1989 SIA beraliansi dengan Delta Airlines dan SwissAir sehingga menjangkau 300 kota di lebihdari 80 negara. Dengan aliansi ini memberikan peluang kepada SIA untuk melayani lebih banyaktujuan ke Amerika dan Eropa· November 1997 SIA beraliansi dengan Luthfansa. Aliansi ini mencakup commercial co-operation, code-sharing, network dan schedule development, frequent flyer-programs, productdevelopment, ground-handling, customer service, information technology dan cargo operation.· Oktober 1999 SIA join dengan Star Alliance. Termasuk Air Canada, Air New Zealand, All NipponAirways, Ansett Australia, the Austrian Airlines Group, Luthfansa German Airlines, ScandinavianAirlines System, Thai Airways International, United Airlines, dan VARIG Brazilian Airlines didalamnya.·Desember 1999 SIA mengakuisisi 49%-stake di Virgin atlantic, perusahaan pemilik VirginAtlantic Airways· 25 April 2000, SIA melakukan persetujuan dengan Brierley Investments Limited (BIL) untukmengakuisisi 16.7% dari Air New Zealand Limited (Air New Zealand)· SIA bekerja sama dengan SAS dalam memasarkan all-cargo service antara Copenhagen danSingapore· SIA merupakan pioneer dalam membuat Abacus, Asian Computerized Reservation System
  6. 6. Kasus Cathay Pasific VS Singapore Airlines dalam Mengakuisisi China Eastern September 2007, Singapore Airlines melakukan penandatanganan perjanjianpendahuluan untuk mengajukan penawaran saham China Eastern (perusahaan maskapaipenerbangan di China) sebesar USD 923 Juta atau sebesar 3,80 dollar Hongkong. SingaporeAirlines dan holdingnya, yaitu Temasek berkeinginan mengakuisisi sebesar 24 % saham dariChina Eastern. Keinginan Singapore Airlines dalam rencana akuisisi tersebut menghadapibeberapa kendala baik dari internal China Eastern maupun pesaingnya yaitu Cathay Pacific.Dilihat dari sudut pandang internal, China Eastern menolak penawaran yang diajukan olehSingapore Airlines. Hal ini dilihat dari penolakan 4 pemegang saham dari 5 minorityshareholder. Rencana akuisisi tersebut juga mengalami kendala dari kompetitor sesama perusahaanmaskapai. Cathay Pacific mengajukan penawaran untuk menghambat rencana akuisisi yangdilakukan Singapore Airlines. Penolakan yang dilakukan pihak China Eastern, menjadikesempatan bagi Cathay Pasific dan Aliansinya, yaitu Air China yang memiliki 11% saham padaChina Eastern untuk melancarkan rencana akuisisi tersebut. Cathay mencoba untuk merebuthati China Eastern dengan menawarkan harga yang lebih tinggi,yaitu sebesar USD 4 milliar.Tujuan dari Cathay Pacific untuk mengakuisisi China Eastern adalah memperluas jaringanindustri penerbangan di China yang sedang bertumbh pesat. Menjelang akhir September 2007,muncul wacana yang menyatakan bahwa Cathay Pacific berniat membatalkan rencana akuisisiChina Eastern dikarenakan desakan politik dari Pemerintah China. Dikhawatirkan jika CathayPacific berhasil mengakuisisi China Eastern akan terjadi monopoli pasar penerbanganShanghai.Di lain pihak, Singapore Airlines telah mendapatkan persetujuan dari pihak otoritasChina . Dalam perkembangan terakhirnya, baik Singapore Airline dan Cathay Pasific belumberhasil untuk mengakuisisi China Eastern.
  7. 7. Analisis SWOT terkait rencana akuisisi China Eastern :Analisis SWOT Singapore Airlines Cathay PacificStrength -Reputasi perusahaan sebagai -Penawaran yang diajukan maskapai penerbangan Cathay Pacific lebih besar terbaik versi majalah amerika dibandingkan Singapore Airlines -Dukungan Holding Company yang cukup kuat yaitu -Dukungan kekuatan aliansi Temasek China Air dan pendekatan dengan CNACWeakness -Kurangnya pengalaman - dalam mengakuisisi.Opportunity -Dukungan pihak otoritas -Kemungkinan ditolaknya China untuk rencana akuisisi penawaran Singapore Airlines tersebut. oleh pemegang saham China EasternThreat -Perlambatan ekonomi global. -Larangan dari otoritas China -Kemungkinan untuk melakukan monopoli dalam pasar penerbangan Shanghai.Recommended Strategy Melihat dari kasus di atas, rekomendasi strategi untuk Singapore Airlines adalahmelakukan pertumbuhan konsentrasi via integrasi horizontal. Dengan kata lain, SingaporeAirlines sebaiknya mengakuisisi China Eastern untuk memperkuat posisinya sebagai maskapaipenerbangan internasional, terlebih lagi didukung oleh prospek pertumbuhan pasar China yangcukup menjanjikan kedepannya.Model strategi perusahaan J.D. Hunger, E.J. Flyn, dan T.I.Wheelen :Kekuatan Bisnis/Posisi Kompetitif
  8. 8. Kuat Rata - rata LemahPertumbuhan Pertumbuhan Pertumbuhan berputarkonsentrasi via Konsentrasi via integrasiintegrasi vertical horisontalStabilitas berhenti Pertumbuhan Penguranganbperusahaansejenak atau berlanjut konsentrasi via integrasi terikat atau jual habis vertical kewaspadaan Stabilitas strategi tidak berubah atau strategi labaPertumbuhan Pertumbuhan PenguranganDiversifikasi konsentris Diversifikasi kebangkrutan atau konglomerat likuidasiExecutive Summary Singapore Airlines merupakan sebuah maskapai penerbangan Singapura yang semulamerupakan gabungan dengan maskapai Malaysia yang diberi nama Malayan Airways. Namunsemenjak 1972 secara resmi berganti nama menjadi Singapore Airlines (SIA). Sejak awalpendirian, perusahaan ini telah menjalankan regulasi tanpa adanya intervensi dari pemerintahbaik dari aspek penentuan rute penerbangan hingga aspek-aspek lainnya. Dan Kini, SIA telahmenjadi maskapai penerbangan dengan perolehan laba terbesar di dunai dan telah melayanipenerbangan dengan rute lintas benua dan bahkan Los Angeles Times memberikan predikat SIAsebagai “one of the world best manage and fastest-growing airlines”. Kasus terbaru yang dihadapi oleh Singapore Airlines yaitu pada tahun 2007, saatSingapore Airlines berniat untuk mengakuisisi China Eastern. Singapore Airlines dan holdingnya,yaitu Temasek berkeinginan mengakuisisi sebesar 24 % saham dari China Eastern. Adapunhambatan yang dialami oleh SIA adalah Keinginan Singapore Airlines dalam rencana akuisisitersebut menghadapi beberapa kendala baik dari internal China Eastern maupun pesaingnyayaitu Cathay Pacific. Dilihat dari sudut pandang internal, China Eastern menolak penawaranyang diajukan oleh Singapore Airlines sementara disisi lain, Cathay Pacific berniat mengakuisisiSingapore Airlines dengan menawarkan harga yang lebih tinggi.
  9. 9. Menjelang akhir September 2007, muncul wacana yang menyatakan bahwa CathayPacific berniat membatalkan rencana akuisisi China Eastern dikarenakan desakan politik dariPemerintah China namun hinga saat ini. Di lain pihak, Singapore Airlines telah mendapatkanpersetujuan dari pihak otoritas China .Namun Hinga saat ini baik Singapore Airline dan CathayPasific belum berhasil untuk mengakuisisi China Eastern. Untuk itu, kelompok kamimerekomendasikan agar Singapore Airlines melakukan pertumbuhan konsentrasi via integrasihorizontal. Dengan kata lain, Singapore Airlines sebaiknya mengakuisisi China Eastern untukmemperkuat posisinya sebagai maskapai penerbangan internasional, terlebih lagi didukungoleh prospek pertumbuhan pasar China yang cukup menjanjikan kedepannya.

×