Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Disusun Oleh :
“KELOMPOK 5 “
AISYAH FRIDANNISA (J1A014005)
AULIYA ISSOLIHAH (J1A014011)
DESI ASWINI (J1A014023)
DIAN LESTA...
Pilihan
Kata
4. Dalam
Kalimat
1.Dalam Kaidah
Sintaksis
2. Dalam Kaidah
Makna
3.Dalam
Kaidah Sosial
Pilih
an
Kata
1. Pilihan Kata dalam Kaidah
Sintaksis
• Kaidah sintaksis mensyaratkan pilihan kata yang tepat,
seksama, dan...
Pilih
an
Kata
2. Pilihan Kata Dalam Kaidah M
a. Sinomim, Homofoni, Homograf
 Sinonim ialah kata-kata yang mempunyai makna...
Pilih
an
Kata
c. Makna Asosiatif
Makna asosiatif ialah makna yang bukan sebenarnya,
misalnya : Makna konotatif ialah makn...
Pilih
an
Kata
d. Perubahan Makna
Perubahan dapat meluas atau menyempit atau berubah
sama sekali.
o Contoh : Misalnya, kata...
Pilih
an
Kata
3. Pilihan Kata Dalam Kaidah
Sosial
 Kata abstrak atau umum dan kata kongrit atau khusus.
Misalnya : keadaa...
Pilih
an
Kata
4. Makna Kata Dalam Kalimat
Setiap kata mempunyai konteksnya, artinya kata-
kata itu digunakan dalam hubunga...
Definisi
1. Pengertian
Definisi
2. Jenis Definisi
3. Penyusun
Definisi
Defini
si
Pengertian Definisi adalah batasan pengertian suatu
kata secara tepat dan jelas. Mendefinisikan suatu kata
berar...
Defini
si
2. Jenis Definisi
a. Definisi Nominal
Disebut juga definisi kamus; membatasi kata dengan kata
lain yang merupaka...
Defini
si
3. Penyusun Definisi
a. Definisi Nominal : cari asal usul, terjemahan, atau
padanannya.b. Definisi Formal : disu...
Defini
si
c. Definisi Operasional : definiendum dalam definisi ini
selalu merupakan sesuatu yang dapat diamati/diukur.
d. ...
Semoga mengerti dan bermanfaat b
Bahasa indonesia, Pilihan Kata dan Definisi
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Bahasa indonesia, Pilihan Kata dan Definisi

729 views

Published on

Tugas Bahasa Indonesia.
Pilihan Kata dan Definisi.
1. Pilihan Kata dalam Kaidah Sintaksis
2. Pilihan Kata Dalam Kaidah Makna
Sinomim, Homofoni, Homograf
3. Pilihan Kata Dalam Kaidah Sosial
4. Makna Kata Dalam Kalimat

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Bahasa indonesia, Pilihan Kata dan Definisi

  1. 1. Disusun Oleh : “KELOMPOK 5 “ AISYAH FRIDANNISA (J1A014005) AULIYA ISSOLIHAH (J1A014011) DESI ASWINI (J1A014023) DIAN LESTARI DEWI (J1Q014025) INDAH NALURITA (J1A014045) MIA OKTAVARINA (J1A015064) NI PUTU WINDI M.S (J1A014075) NI WAYAN VINA S.D (J1014076) NIA WIDIYA WARDANI (J1A014077) NOVI NIA DWIYANTI (J1A014081) VIA SOVITHA (J1A014133)
  2. 2. Pilihan Kata 4. Dalam Kalimat 1.Dalam Kaidah Sintaksis 2. Dalam Kaidah Makna 3.Dalam Kaidah Sosial
  3. 3. Pilih an Kata 1. Pilihan Kata dalam Kaidah Sintaksis • Kaidah sintaksis mensyaratkan pilihan kata yang tepat, seksama, dan lazim. Contoh : besar, agung, raya, tinggi merupakan kata yang bersamaan maknanya. • Kaidah frase dalam pilihan kata mensyaratkan adanya kedayagunaan dan keberterimaan secara logis. Contoh : Terdiri atas bukan terdiri dari Antara.... Dan bukan antara………dengan Disebabkan oleh bukan disebabkan karena
  4. 4. Pilih an Kata 2. Pilihan Kata Dalam Kaidah M a. Sinomim, Homofoni, Homograf  Sinonim ialah kata-kata yang mempunyai makna mirip. Misalnya : muka, paras, wajah, tampang.  Homofoni ialah kelompok kata yang mempunyai kesamaan huruf sekaligus kesamaan bunyi. Misalnya : buku (kitab) dan buku (bagian dari ruas), tampang (muka) dan tampang (bibit).  Homograf ialah kelompok kata yang mempunyai kesamaan huruf tetapi pengucapannya berbeda. Teras (inti- e keras) dan teras (beranda rumah – e lemah), sedan (tangis) dan sedan (mobil). b. Makna Denotatif Denotatif ialah makna dalam wajar, yaitu makna objektif, konseptual, sebenarnya. Kata adalah lambang objek, pengertian, atau konsep. Kata adalah apa yang diucapkan atau didengar. Kalau kita membaca atau mendengar sebuah kata, dalam benak kita akan timbul gambaran terhadap kata tersebut.
  5. 5. Pilih an Kata c. Makna Asosiatif Makna asosiatif ialah makna yang bukan sebenarnya, misalnya : Makna konotatif ialah makna tambahan, sikap sosial , pribadi. Misalnya, kata wanita dan perempuan secara konseptual bermakan manusia berjenis kelamin betina, tetapi ada yang memaknai wanita sebagai modern, berprofesi, dan aktif.  Makna stilistik adalah makna yang berhubungan dengan lingkungan pemakai. Misalnya kediaman, istana, istana (resmi), rumah (umum), pondok (puitis).  Makna afektif berhubngan dengan perasaan lawan bicara . Misalnya, tutup mulutmu.  Makna reflektif, yaitu makna yang lebih terbatas dan pribadi. Misalnya, kemaluan.  Makna kolokatif, makna yang timbul oleh relasi dalam frase.  Makna interpretatif, adalah perbedaan penafsiran.
  6. 6. Pilih an Kata d. Perubahan Makna Perubahan dapat meluas atau menyempit atau berubah sama sekali. o Contoh : Misalnya, kata ibu dulu hanya mengandung arti perempuan yang melahirkan, sekarang menjadi kata umum sebagai sebutan perempuan yang sudah dewasa. e. Jargon/Slang Jargon ialah kata-kata yang digunakan secara terbatas dalam bidang ilmu, profesi, atau kelompok. o Contoh : Misalnya, sikon (situasi dan kondisi), kep (kapten), dok (dokter), prik (suntik). Slang ialah kata-kata tidak bakuyang dibentuk secara khas sebagai cetusan keinginan untuk tampil beda, jika telah usang akan muncul kata-kata baru. o Contoh : Misalnya, asoy, mana tahan, enggak la yaw,
  7. 7. Pilih an Kata 3. Pilihan Kata Dalam Kaidah Sosial  Kata abstrak atau umum dan kata kongrit atau khusus. Misalnya : keadaan, kesehatan, penyakit, penyakit darah dan leukemia.  Kata ilmiah dan popular. Misalnya : arang-karbon dan bisul-akses.  Kata baku dan nonbaku. Misalnya : ijazah-ijasah dan batin-bathin.  Kata asing dan serapan. Misalnya : option, gap, stem, sakalar, pasien, etalase, akuarium dan deskripsi.  Kata-kata baru. Misalnya : lahan, piranti, laik, fail, portal dan internet. Dalam memilih kata, harus disesuaikan dengan lingkungan pemak
  8. 8. Pilih an Kata 4. Makna Kata Dalam Kalimat Setiap kata mempunyai konteksnya, artinya kata- kata itu digunakan dalam hubungan yang lebih luas, misalnya, kalimat, paragraf dan wacana. Makna kata pada dasarnya bergantung pada konteks yang mencangkup situasi fisik atau ferbal pada kondisi suatu kata dipergunakan. Kata yang sama dapat mempunyai makna berbeda apabila kondisinya berbeda. Konteks fisik adalah latar belakang geografi, sejarah pada waktu kata digunakan. Contoh : • Mereka mengikuti perlombaan jalan cepat. (menunjukkan gerak) • Kursus cepat lebih disukai orang dewasa. (menunjukkan jangka waktu)
  9. 9. Definisi 1. Pengertian Definisi 2. Jenis Definisi 3. Penyusun Definisi
  10. 10. Defini si Pengertian Definisi adalah batasan pengertian suatu kata secara tepat dan jelas. Mendefinisikan suatu kata berarti membatasi obyek/konsep yang dilambangkan oleh kata tersebut. Definisi terdiri atas dua bagian yaitu : 1. Kata yang didefinisikan (definien) 2. Kata yang mendefinisikan (definiendum) Contoh : Bahasa ialah alat komunikasi yang berupa lambang- lambang bunyi. 1 2 1. Pengertian Definisi
  11. 11. Defini si 2. Jenis Definisi a. Definisi Nominal Disebut juga definisi kamus; membatasi kata dengan kata lain yang merupakan sinonimnya, terjemahannya atau menunjukkan asal-usulnya. b. Definisi formal Merupakan definisi klasifikasi dan deferensinya, definiendum dikeluarkan dari genus (kelas) dan spesiesnya. Dalam definisi formal kedua ruasnya dapat dipertukarkan tempatnya. c. Definisi Operasional Menunjukkan “apa yang harus diukur dan bagaimana mengukurnya”, definisi ini diperlukan dalam penelitian sehubungan dengan hal-hal yang tidak dapat dimati secara langsung seperti hasil belajar, inteligesi. d. Definisi Luas Merupakan uraian, mungkin satu paragraf atau satu bab bahkan satu wacana utuh.
  12. 12. Defini si 3. Penyusun Definisi a. Definisi Nominal : cari asal usul, terjemahan, atau padanannya.b. Definisi Formal : disusun per-genus et diferentia. Kata diklasifikasikan dalam genus, kemudian di tunjukan ciri pembedaannya. Definien dan definiendum harus bersifat konterminus (saling menutup), jangan terlalu sempit dan jangan terlalu luas.  Definiendum tidak boleh merupakan sinonim/padanan/terjemahan/asal-usulnya.  Definiendum harus dinyatakan dengan jelas.  Definien dan definiendum harus konvertibel (dapat dipertukarkan tempatnya) sehingga harus identik.  Definisi haru paralel/sejajar; tidak boleh menggunakan kata-kata seperti di mana, bila, jika, kalau.  Definisi tidak boleh dinyatakan dalam bentuk negatif.
  13. 13. Defini si c. Definisi Operasional : definiendum dalam definisi ini selalu merupakan sesuatu yang dapat diamati/diukur. d. Definisi luas : sekurang-kurangnya tediri atas satu paragraf, semu keterangan cukup sebagai definiendum yang memenuhi syarat. Kalimatnya harus jelas, tidak boleh mengandung kata-kata kiasan yang dapat ditafsirkan dengan arti lain.
  14. 14. Semoga mengerti dan bermanfaat b

×