ETIKA DAN ETIKET

13,142 views

Published on

matakuliah personality development by eris dianawati

Published in: Education
1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
13,142
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
465
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

ETIKA DAN ETIKET

  1. 1. ETIKA DAN ETIKET
  2. 2. ETIKA (ETHICS) BERARTIMORAL SEDANGKAN ETIKET(ETIQUETTE) BERARTI SOPANSANTUN
  3. 3.  Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif (memberi norma bagi perilaku manusia) Memberi petunjuk apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan..
  4. 4.  Etika merupakan ilmu tentang norma, nilai dan ajaranmoral. Etika merupakan filsafat yang merefleksikan ajaran moral
  5. 5. PERBEDAAN ANTARAETIKA DENGAN ETIKET
  6. 6.  Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Etiket bersifat relatif. Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam
  7. 7. Pemikiran filsafat mempunyai 5 cirikhas Yg bersifat rasional, kritis, mendasar, sistemat ik dan normatif (tidak sekadar melaporkan pandangan moral melainkan menyelidiki bagaimana pandangan moral yang sebenarnya).
  8. 8. PLURALISME MORALDIPERLUKAN KARENA:
  9. 9. 1. pandangan moral yang berbeda- beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan;
  10. 10. berbagai ideologi menawarkan dirisebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentangbagaimana manusia harus hidup.
  11. 11. modernisasi membawa perubahan besardalam struktur dan nilai kebutuhanmasyarakat yang akibatnya menantangpandangan moral tradisional;
  12. 12.  Etika sosial dibagi menjadi: Sikap terhadap sesama; Etika keluarga; Etika profesi, misalnya etika untuk dokumentalis, pialang informasi; Etika politik; Etika lingkungan hidup; serta Kritik ideologi.
  13. 13. nilai moral adalah kebaikan manusia sebagaimanusiaMORALITAS
  14. 14. NORMA MORAL tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia
  15. 15.  Kebaikan moral merupakan kebaikan manusia sebagai manusia sedangkan kebaikan pada umumnya merupakan kebaikan manusia dilihat dari satu segi saja, misalnya sebagai suami atau isteri
  16. 16. MORAL BERKAITANDENGAN MORALITAS
  17. 17.  Moralitas adalah sopan santun, segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun Moralitas dapat berasal dari sumber tradisi atau adat, agama atau sebuah ideologi atau gabungan dari beberapa sumber.
  18. 18. ETIKA DAN MORALITAS
  19. 19.  Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif.
  20. 20.  Rasionalberarti mendasarkan diri pada rasio atau nalar, pada argumentasi yang bersedia untuk dipersoalkan tanpa perkecualian.
  21. 21.  Kritis berarti filsafat ingin mengerti sebuah masalah sampai ke akar-akarnya, tidak puas dengan pengertian dangkal. Sistematis
  22. 22.  Sistematis artinya membahas langkah demi langkah
  23. 23.  Normatifmenyelidiki bagaimana pandangan moral yang seharusnya.
  24. 24. PERBEDAAN ANTARAETIKA DENGAN ETIKET
  25. 25. Etiket menyangkut caramelakukan perbuatan manusia Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
  26. 26. Etiket hanya berlaku untukpergaulan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.
  27. 27. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etika jauh lebih absolut.
  28. 28. ETIKET Perintah seperti “jangan berbohong”, “jang anmencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.
  29. 29.  Etika tidak dapat menggantikan agama. Agama merupakan hal yang tepatuntuk memberikan orientasi moral. Pemeluk agama menemukan orientasidasar kehidupan dalam agamanya. Akan tetapi agama itu memerlukan ketrampilan etika agar dapat memberikan orientasi, bukan sekadar indoktrinasi.
  30. 30. HAL INI DISEBABKAN EMPATALASAN SEBAGAI BERIKUT:
  31. 31. Etika dapat membantu menggalirasionalitas agama Orang agama mengharapkan agar ajaran agamanya rasional. Ia tidak puas mendengar bahwa Tuhan memerintahkan sesuatu, tetapi ia juga ingin mengerti mengapa Tuhan memerintahkannya.
  32. 32.  Seringkali ajaran moral yang termuat dalam wahyu mengizinkan interpretasi yang saling berbeda dan bahkan bertentangan.
  33. 33.  Karena perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat maka agama menghadapi masalah moral yang secara langsung tidak disinggungsinggung dalam wahyu. Misalnya bayi tabung, reproduksi manusia dengan gen yang sama.
  34. 34. Adanya perbedaan antara etikadan ajaran moral Etika mendasarkan diripada argumentasi rasional semata-mata sedangkan agama pada wahyunya sendiri.
  35. 35. Adanya perbedaan antara etika dan ajaran moral Oleh karena itu ajaran agama hanya terbuka pada mereka yang mengakuinya sedangkan etika terbuka bagi setiap orang dari semua agama dan pandangan dunia.
  36. 36.  Jujur tidak berbohong Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan Lapang dada dalam berkomunikasi Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien Tidak mudah emosi / emosional Berinisiatif sebagai pembuka dialog Berbahasa yang baik, ramah dan sopan Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan Bertingkahlaku yang baik
  37. 37. ETIKA DAN ETIKET YANGBAIK DALAM KOMUNIKASI
  38. 38. Contoh Teknik Komunikasi YgBaik  Menggunakan kata dan kalimat yang baik menyesuaikan dengan lingkungan  Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara  Menatap mata lawan bicara dengan lembut  Memberikan ekspresi wajah yang ramah dan murah senyum  Gunakan gerakan tubuh / gesture yang sopan dan wajar
  39. 39.  Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat dan sesuai sikon Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara Menerima segala perbedaan pendapat atau perselisihan yang terjadi Mampu menempatkan diri dan menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.
  40. 40.  Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik. Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, hormat, ces, cipik a cipiki (cium pipi kanan - cium pipi kiri) Dan lain sebagainya
  41. 41. END

×