Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Modul 5
                        Basic Router Configuration


TUJUAN PRAKTIKUM

   •   mampu melakukan konfigurasi dasar pa...
Ketika ada di dalam privileged exec command mode, setiap kesalahan atau perintah
   – perintah yang tidak dikenalin, akan ...
%
           Router1(config)#


II. Configure Cisco router password access.

  Password dapat diberikan pada privileged ex...
Router1(config-if)# no shutdown
       Router1(config-if)# end
       Router1#
       Look for the interface to become act...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Modul 5

1,412 views

Published on

  • Be the first to comment

Modul 5

  1. 1. Modul 5 Basic Router Configuration TUJUAN PRAKTIKUM • mampu melakukan konfigurasi dasar pada Cisco router. • mampu memberikan password pada Cisco router. I. Configure Cisco Router Global Configuration Settings. 1. Menghubungkan perangkat menggunakan media fisik yang benar. Hubungkan kabel konsol ke router dan computer, pada router, masukkan kabel konsol ke “console port” dan pada computer mesukkan ke port COM 1 menggunakan adapter DB-9 atau DB-25. Hubungkan pula kabel cross antara computer dan interface fastethernet 0/0 pada router. Pastikan perangkat perangkat dalam keadaan hidup, lalu lanjutkan ke tahap berikutnya. 2. Menghubungkan computer dan router menggunakan HyperTerminal Dari windows taskbar, aktifkan HyperTerminal dengan mengklik di start| Programs | Accessories |Communications | HyperTerminal. Kemudian, konfigurasi HyperTerminal dengan pengaturan berikut: Connection Description: Name: Modul 6 <nama praktikan> Connect to: Connect Using: COM 1 (atau COM yang lain yang terhubung) COM1 Properties: Bits per second : 9600 Data bits :8 Parity : None Stop bits :1 Flow Control : None Ketika window HyperTerminal sudah muncul, tekan tombol “ENTER” sampai ada respon dari router. Jika tidak ada respon dari router, cek kembali dari langkah pertama. Jika router berada dalam configuration mode, keluar dengan mengetikkan perintah NO. Would you like to enter the initial configuration dialog? [yes/no]:no Press RETURN to get started! Router> 1
  2. 2. Ketika ada di dalam privileged exec command mode, setiap kesalahan atau perintah – perintah yang tidak dikenalin, akan di anggap domain name oleh router. Ketika tidak ada domain server yang di configure seperti yang kita ketik tadi, aka nada delay sebelum pemberitahuan “request time out”. Biasanya ini akan memakan waktu beberapa menit. Untuk menghentikannya, tekan kombinasi tombol <CTRL><SHIFT>6 lalu tekan x. Perhatikan ilustrasi berikut ini: Router>enabel Translating "enabel"...domain server (255.255.255.255) % Tahan kombinasi tombol <CTRL><SHIFT>6, kemudian tekan x Name lookup aborted Router> Dari user exec mode, anda dapat masuk ke privileged exec mode, dengan cara: Router> enable Router# Dari privileged exec mode, anda dapet masuk ke global configuration mode, dengan langkah berikut: Router# configuration terminal Router(config)# Untuk menset hostname pada router, ikuti langkah berikut ini: router(config)# hostname Router1 Router1(config)# 3. Configure the MOTD banner. Message of the day (MOTD) banner merupakan seperti layaknnya Peringatan terhadap siapa saja yang ingin mengakses router. Sebuah banner seharusnya mencantumkan informasi tentang hak akses, hukuman bagi pelanggar, dan hukum yang berlaku di daerah. Configure the MOTD banner. The MOTD banner is displayed on all connections before the login prompt. Use the terminating character on a blank line to end the MOTD entry: Router1(config)# banner motd % Masukkan Banner MOTD yang telah dibuat tadi. Akhiri dengan '%' ***You are connected to an ABC network device. Access is granted to only current ABC company system administrators with prior written approval. *** *** Unauthorized access is prohibited, and will be prosecuted. *** *** All connections are continuously logged. *** 2
  3. 3. % Router1(config)# II. Configure Cisco router password access. Password dapat diberikan pada privileged exec mode dan titik – titik lain seperti console, aux,dan virtual lines. Pemberian password pada privileged exec mode adalah hal yang paling penting, karena mode ini mempunyai control menuju configuration mode. 1. Mengkonfigurasi password privileged exec mode. Cisco IOS mempunyai 2 perintah untuk memberikan password pada privileged exec mode. Perintah pertama, enable password, merupakan password yang tidak di enkripsi dan tidak akan berlaku jika perintah enable secret diaktifkan. Perintah enable secret mempunyai metode proteksi password yang terenkripsi. Unruk memberikan password pada privileged exec mode, ikuti langkah berikut: Sebagai contoh password yang digunakan adalah: cisco. Router1(config)# enable secret cisco Router1(config)# 2. Mengkonfigur password console. Password pada console berguna untuk mengatur hak akses kontrol console pada router. Sebagai contoh password yang digunakan adalah: class. Tahapannya adalah sebagai berikut : Router1(config)# line console 0 Router1(config-line)# password class Router1(config-line)# login 3. Configure the virtual line password. Password virtual line berguna untuk mengatur hak akses control Telnet ke router. Sebagai contoh password yang digunakan adalah: class. Tahapannya adalah sebagai berikut: Router1(config-line)# line vty 0 4 Router1(config-line)# password class Router1(config-line)# login III. Configure Cisco Router Interfaces. 1. Mengkonfigur interface fa0/0 pada router. Tahapannya adalah sebagai berikut : Router1(config)# interface fa0/0 Router1(config-if)# description Connection to Host1 with crossover cable Router1(config-if)# ip address address mask 3
  4. 4. Router1(config-if)# no shutdown Router1(config-if)# end Router1# Look for the interface to become active: *Mar 24 19:58:59.602: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up 2. Mengkonfigur interface fa0/1 pada router. Tahapannya adalah sebagai berikut : Router1(config)# interface fa0/1 Router1(config-if)# description Connection to switch with straight-through cable Router1(config-if)# ip address address mask Router1(config-if)# no shutdown Router1(config-if)# end Router1# Look for the interface to become active: *Mar 24 19:58:59.602: %LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up 3. Save RAM configuration to NVRAM. Setiap konfigurasi yang talah dilakukan akan disimpan sementara di RAM. Ketika konfigurasi yang ada di RAM tidak dicopy ke NVRAM sebelum power dimatikan. Maka konfigurasi tersebut tidak akan dapat di load untuk pemakaian berikutnya. Untuk dapat memakai konfigurasi dan me-loadnya pada kesempatan lain saat power dinyalakan. Konfigurasi harus secara manual di simpan di NVRAM. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut: Router1# copy running-config startup-config Destination filename [startup-config]? <ENTER> Building configuration... [OK] Router1# 4. Mengkonfigur PC. Konfigurasi PC untuk dapat terkoneksi dengan LAN, dengan cara mengklik Start | Control Panel | Network Connections. Klik kanan pada icon LAN, kemudian pilih Properties. Cari the Internet Protocol field,kemudial pilih Properties. Kemudian isi lah dengan: IP Address: The first host address __________________________ Subnet Mask: The subnet mask ____________________________ Default Gateway: Router’s IP Address _______________________ Klik OK, kemudian Close. 4

×