Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Membangun Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini Melalui Alat Permainan Edukatif

3,132 views

Published on

Chatedatoys
"Melalui Bermain, Anak Belajar"

Published in: Education
  • Be the first to comment

Membangun Kecerdasan Majemuk Anak Usia Dini Melalui Alat Permainan Edukatif

  1. 1. JAKARTA, 31 AGUSTUS 2016
  2. 2. GURU ANAK USIA DINI APE Orang Tumbuh-Tumbuhan Binatang Fasilitas Alat Permainan Edukatif (APE) Sebagai “Guru Ketiga” bagi Anak
  3. 3. ALAT PERMAINAN EDUCATIF (APE) adalah : alat permainan yang dirancang khusus untuk kepentingan PENDIDIKAN memiliki nilai dan nuansa untuk membentuk KONSEP POLA PIKIRAN ANAK. Mempunyai TUJUAN, MANFAAT, HASIL yang dapat dipergunakan untuk membantu tumbuh kembang potensi intelegensia anak secara optimal, baik, benar, aman dan nyaman untuk anak.
  4. 4. Fungsi :  Setiap alat permainan Educatif dapat difungsikan secara MULTI GUNA. Sekalipun masing-masing alat memiliki kekhususan, dalam artian mengembangkan aspek perkembangan tertentu pada anak, tidak jarang satu alat dapat meningkatkan lebih dari satu aspek perkembangan.  Dan berfungsi untuk menumbuhkembangkan potensi kecerdasan anak secara menyeluruh dan terpadu
  5. 5. Manfaatnya : Sebagian alat permainan educatif dikenal sebagai ALAT MANIPULATIF. Manipulatif berarti menggunakan secara terampil, dapat diperlakukan menurut kehendak dan pemikiran serta IMAJINATIF ANAK. Belajar mengelolanya dengan baik akan memberi kepuasan dan manfaat bagi anak, ia juga merasa dapat menguasai (mastering) permainannya. Pada intinya anak benar-benar memahami konsep-konsep yang terkandung didalam ALAT PERMAINAN EDUCATIF ITU. Kesemuanya terjadi tanpa PAKSAAN, berarti apa yang dilakukan anak didasarkan atas motivasi yang muncul dalam dirinya. Memberikan kesempatan bagi Orang Tua, Guru, Pengasuh untuk mempelajari “ Ketrampilan “ Kognitif ( memori, atensi, persepsi dan berpikir ) Motorik ( halus dan kasar ), Emosi, Sosial, Afektif, Menstimulasi otak kanan dan kiri secara seimbang
  6. 6. Out-put (Hasil Yang Diharapkan) : Seperti halnya ketika anak bermain pada umumnya, bermain dengan APE (Alat Permainan Edukatif) akan memberikan kesempatan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk mempelajari “Keterampilan” : ►Motorik ►EMOSI ►Sosial ►Kognitif (memori, ATENSI, persepsi dan berpikir)
  7. 7. Analis Mengukur kuantitatif Menduga Berkhayal Spekulasi Mengambil risiko Tidka sabaran Melanggar aturan Menyukai kejutan Selalu ingin tahu B ORGANIZ E Sumber: The Whole Brain Business Book (1996) A B D C Sensitif Suka mengajar Tersentuh Suportif Ekspresif Emosional Banyak bicara Merasakan Analis Mengukur kuantitatif Logis Kritis Realistis Menyukai angka Tahu mengenai uang Tahu cara kerja semua hal Bertindak preventif Menciptakan prosedur Menyelesaikan pekerjaan Dapat diandalkan Mengatur Rapi Tepat waktu Terencana Bermain dengan APE menstimulasi otak kanan & Kiri anak secara bersamaan (SADAR BERPERILAKU BAIK)
  8. 8. Syarat -syarat APE : 1. Ditujukan terutama untuk anak-anak usia pra sekolah dan berfungsi mengembangkan berbagai aspek PERKEMBANGAN KECERDASAN serta MOTORIK ANAK. 2. Dapat digunakan dalam berbagai cara, maksudnya dapat dimainkan dengan bermacam-macam tujuan, manfaat dan menjadi bermacam-macam bentuk 3. Segi keamanan sangat diperhatikan mulai dari pemilihan bahan, teknologi, teknis, bentuk disain dan pembuatan sampai penggunaan cat. 4. Membuat anak terlibat secara Aktif. 5. Bersifat Konstuktif ( membangun ). 6. Didesain dan dibuat sesuai dengan tahapan perkembangan anak, kebutuhan dan jenis permainan. 7. Memotivasi anak untuk bereksplorasi dan berkreasi. 8. Benar secara ilmu, baik berkualitas, kuat serta aman jika dimainkan anak dan nyaman digunakan.
  9. 9. Jenis : Alat Permainan dapat dipergunakan DI DALAM DAN DI LUAR RUANGAN, disesuaikan dengan : USIA ANAK KETERSEDIAAN BAHAN CARA PEMANFAATAN APE dapat diperoleh melalui : 1. APE dari Tubuh Kita (Seluruh anggota tubuh dan Panca Indra) 2. APE dari Lingkungan (Air, Tanah, Pasir laut, Tumbuh-tumbuhan dll) 3. APE dari Rancangan dan Produksi (Balok, Puzzle, Doll House, Meronce dll) 4. APE dari Teman Bermain (Bermain Ular tangga, Petak Umpet dll)
  10. 10. Kenapa Alat Permainan Educatif ? APE selalu dirancang dengan PEMIKIRAN YANG DALAM sehingga anak mampu mengembangkan PENALARANNYA. Biasanya 3 variabel yang terpenting dalam APE yaitu UKURAN, BENTUK DAN WARNANYA dibuat dengan rancangan tertentu, sehingga bila anak salah mengerjakan dia pulalah yang segera menyadarinya dan membetulkannya. Tetapi sebaliknya bila alat tersebut menimbulkan FRUSTRASI (KECEWA) atau KEMARAHAN yang tidak terkendali, maka jelaslah alat tersebut terlalu sulit bagi anak, dan sebaliknya pula alat tersebut disimpan untuk digunakan pada kesempatan lain.
  11. 11. ALAT PERMAINAN EDUCATIF (APE) yang tidak tepat dan BAIK UNTUK ANAK : 1.BERBAHAYA 2.PILIHAN ORANG TUA 3.TERLALU SEDIKIT JENISNYA 4.MEMILIH ALAT PERMAINAN SESUAI USIA KRONOLOGIS ANAK 5.Alat permainan terlalu RUMIT untuk anak 6.Alat permainan terlalu MUDAH untuk anak 7.Alat permainan terlalu RAPUH
  12. 12. SALAH SATU JENIS APE YANG TERBAIK BAGI PENDIDIKAN ANAK DINI USIA ADALAH BALOK
  13. 13. NILAI EDUCATIF APE DAPAT MENGEKSPLORASI KEMAMPUAN KECERDASAN JAMAK (MULTIPLE INTELEGENSI) DAN ASPEK PERKEMBANGAN ANAK  Kecerdasan linguistik (cerdas kosakata)  Kecerdasan logika dan matematika (cerdas angka dan rasional)  Kecerdasan spasial (cerdas ruang/tempat/gambar)  Kecerdasan kinestetika-raga (cerdas raga)  Kecerdasan musik (cerdas musik)  Kecerdasan interpersonal (cerdas orang)  Kecerdasan intrapersonal (cerdas diri)  Kecerdasan naturalis (cerdas alam)  Kecerdasan Spritual
  14. 14. Mengamati1 Menanya2 Mencari Informasi 3 Menalar4 Mengomunikasikan5 PROSES PENDEKATAN SAINTIFIK MELALUI ALAT PERMAINAN EDUKATIF 1. MENGAMATI Mengamati dengan menggunakan seluruh alat indera sehingga merasakan sensasi Yang ditimbulkan dari benda tersebut kemampuan berpikir 2. MENANYA Menanya sebagai proses memberi ruang kepada anak untuk menumbuhkan rasa ingin Tahu terhadap benda yang diamatinya. Rasa ingin tahu sebagai pendorong bagi anak untuk melakukan langkah berikutnya, yaitu
  15. 15. 3. MENGUMPULKAN INFORMASI Sebagai cara menjawab rasa keingintahuannya. Proses pengumpulan informasi dilakukan dengan melibatkan seluruh sumber belajar yang ada di lingkungan, tidak hanya terbatas Dari guru, tetapi dapat dari buku, internet, orang tua, pelaksana profesi, dan sebagainya. Langkah Selanjutnya adalah 4. MENALAR Yakni mengolah informasi yang sudah terkumpul untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul sebelumnya. Proses menalar merupakan bagian penting Dalam rangka membangun pengetahuan baru yang dihubungkan dengan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Hasil proses menalar anak memiliki pemahaman baru tentang suatu konsep. Tahap berikutnya 5. MENGOMUNIKASIKAN Gagasan dan pemahaman tentang pengetahuan tentang konsep baru yang dituangkan ke dalam berbagai hasil karya berupa lisan, seni, balok, dan lainnya.
  16. 16. konsep bermain sambil belajar SUSUN BANGUN BALOK
  17. 17. Pendahuluan Balok adalah potongan –potongan kayu yang polos (tanpa di cat) sama tebalnya dan dengan panjang dua kali atau empat kali sama besarnya dengan satu unit balok. Sedikit bentuk kurva, bentuk silinder dan setengah dari potongan-potongan balok juga disediakan. Tetapi semua dengan panjang yang sama yang sesuai dengan ukuran-ukuran balok- balok dasar (UNIT) Balok-balok ini ditemukan oleh Caroline Pratt, seorang pendiri sekolah CITI DAN COUNTRY, digunakan di sekolah Plygroup dan TK yang sekarang disebut HARRIET JOHNSON Nursery School. Harriet mengelola / memimpin sekolah itu pada tahun 1914 sampai beliau meninggal.
  18. 18. Program Kreativitas Bermain Susun Balok secara spontan merupakan suatu proses belajar yang tepat untuk anak. Harriet Johnson mengatakan : Balok-balok ini sesuai dengan kreativitas anak bisa menjadi media seni. Mereka adalah ilmuwan-ilmuwan kecil yang ingin sekali menjelajah dunia yang dapat mereka andalkan ; para seniman kecil menggunakan desain/bentuk polanya sendiri ; sesuai dengan 1) bentuk 2) ukuran 3) warna dan pengulangannya. Hal yang menarik dari permainan balok adalah banyak pengalaman-pengalaman yang menarik dapat dituangkan anak- anak secara kreatif dalam membangun balok-balok tersebut, apalagi dengan didorong/diarahkan guru/fasilitator atau orang tua. Oleh karena itu, sebuah simulasi Kreativitas Bermain Susun Balok merupakan sarana untuk memperkenalkan manfaat Bermain Balok kepada anak dengan metode Bermain sambil belajar
  19. 19. Anak Dini Usia ( 2-8 tahun ) Sasaran Perlengkapan 1. Balok Adalah potongan-potongan kayu yang polos (tanpa dicat), sama tebalnya dan dengan panjang dua kali atau empat kali sama besarnya dengan satu unit balok. Sedikit bentuk kurva, bentuk silinder dan setengah dari potongan-potongan balok juga disediakan, tetapi semua dengan panjang yang sama yang sesuai dengan ukuran balok-balok dasar.
  20. 20. 2. Alas Bermain Alas bermain berguna agar anak bermain pada koridor yang telah ditentukan, alas ini berbentuk segitiga, lingkaran, persegipanjang dan bujur sangkar. Dimana akan terdapat 5 alas dengan 1 alas untuk 1 kelompok yang berisi 6 anak.
  21. 21. 3. Peserta Permainan Balok Peserta dari Anak dengan didampingi oleh Fasilitator dari guru atau orang tua
  22. 22. Balok Unit (Penataan Balok sesuai klasifikasi)
  23. 23. Tujuan dan Manfaat bermain Balok 1) Mutu 2) Hormat 3) Jujur 4) bersih 5) Kasih Sayang 6) Sabar 7) Syukur 8) Ikhlas 9) Disiplin 1) Tanggung jawab 2) Khusyu 3)Rajin 4)Berfikir Positif 5)Ramah 6)Rendah Hati 7)Taqwa 8)Istiqomah 9)Qonaah I. Membangun 18 sikap
  24. 24. 3. Perkembangan Kognisi - Persepsi (daya tangkap) - Phisycal-Knowledge (Bila anak bermain dengan benda tersebut membuat anak mengetahui sesuatu) - Representational Knowledge (kemampuan untuk menampilkan apa yang dia ketahui melalui kegiatan dan ucapan) - Critical Thinking (berfikir kritis) - Conventional Knowledge (hukum-hukum yang berlaku dikehidupan sosial) II. Membangun 6 Domain (area perkembangan yang saling berhubungan) 1. Perkembangan estetik Fokus perkembangan - Mendapatkan kesenangan - Stimulasi - Kecakapan untuk memahami, (misalnya Persoalan) - Kepuasan 2. Perkembangan Afeksi - Rasa percaya diri - Otonomi/ Kemandirian - Inisiatif/ Arahan diri - Industri (kerja keras, tekun dan rajin dalam pekerjaan) - Konsep diri (self concept) - Self Esteem (penghargaan diri)
  25. 25. 4. Perkembangan Bahasa - Keterampilan mendengar (Listening) - Bahasa receptive/Bahasa yang dapat di pahami (memahami) - Bahasa ekspresif/Bahasa yang diucapkan (mengungkapkan) - Menulis (Writing) - Membaca (Reading) 5. Perkembangan Psikomotor - Kesadaran pada tubuh (Body Awareness) - Perkembangan Motorik Kasar - Perkembangan Motorik Halus (kesehatan Fisik) 6. Perkembangan Sosial - Keterampilan - Keterampilan Sosial - Sosialisasi
  26. 26. III. Membangun kecerdasan jamak Menurut Howard Gardner
  27. 27. PHYSICAL DEVELOPMENT PERKEMBANGAN FISIK ANAK a. Persepsi Visual b. Koordinasi Gerakan Mata dan Tangan c. Cara Manipulasi Gerakan tangan dan Kaki d. Perkembangan motorik halus dan kasar
  28. 28. SOCIAL STUDIES PERKEMBANGAN ILMU SOSIAL ANAK a. Saling ketergantungan dengan orang lain (kerjasama dan gotong royong) b. Representasi simbolik c. Menghargai orang lain dan pekerjaan sendiri d. Pemetaan e. Jaring-jaring satu sama lain (keterkaitan & keterikatan) f. Cara mempolakan sesuatu
  29. 29. SOCIAL EMOTIONAL PERKEMBANGAN EMOSI DAN SOSIAL ANAK a. Perasaan mampu memiliki kecakapan dan kemampuan untuk berkompetisi b. Kerjasama c. Penghargaan terhadap pekerjaan orang lain d. Rasa percaya diri e. Kemandirian f. Inisiatif
  30. 30. MATHEMATICS PERKEMBANGAN LOGIKA MATEMATIKA ANAK A. Kemampuan dan memiliki strategi yang baik : • Variabel Utama untuk Mengembangkan Bentuk (simetris/tidak simetris dan pemetaan) • Ukuran (tidak sama/lebih/kurang/sama dengan) • Ruang (belajar tentang objek/Topologi dan cara proyeksi) B. Klasifikasi C. Urutan, Angka, Pecahan, Panjang, Ketinggian, Lebar, Kedalaman dan Pengukuran (Volume, Area/Daerah)
  31. 31. SCIENCE PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN ANAK a. Gravitasi b. Stabilitas c. Berat d. Keseimbangan e. Sistem f. Eksperimen (B/S) g. Cara berpikir Induktif h. Penemuan-penemuan di objek lapangan a. Interaksi antar kekuatan balok satu sama lain b. Rendah dan tinggi c. Curam d. Landai
  32. 32. LANGUAGE ARTS PERKEMBANGAN KETERAMPILAN BAHASA ANAK a. Bagaimana cara melakukan dan mengerjakannya membaca, pengenalan bentuk, membedakan bentuk-bentuk, hubungan antar ukuran, tanda-tanda, penamaan dan arah b. Pertanyaan tentang konsep-konsep c. Saling bertukar pikiran d. Perencanaan terhadap bentuk bangunan e. Memberi nama kepada bangunan f. Fungsi dari bangunan g. Cerita tentang apa yang sedang dibangun h. menggambarnya
  33. 33. ART PERKEMBANGAN SENI ANAK a. Cara membuat pola b. Simetris c. Keseimbangan d. Menangkap nalar dan seni
  34. 34. Syarat - syarat balok • Terbuat dari kayu yang ringan ( kayu pinus/cemara, kayu karet)bersih kokoh dan aman • Berwarna natural (warna kayu ) • Terdiri atas beragam bentuk geometri • Dapat saling dihubungkan satu sama lain( Interlocking) • Tidak memiliki sudut yang tajam ( tumpul ) • Menggunakan cat/finishing yang tidak beracun • Memiliki presisi yang akurat • Memiliki kadar air 10 – 12% (MC) • Terhindar dari cacat kayu ( mata hati, blustin, melengkung ) • Memiliki warna yang menarik untuk anak (khusus balok warna)
  35. 35. Jumlah balok berdasarkan usia • 1 Tahun ( 15 – 40 pcs per anak ) • 2 Tahun ( 50 – 60 pcs per anak • 3 – 5 Tahun ( 80 – 100 pcs peranak ) • 6 – 8 Tahun (500 pcs per anak dan variasi bentuk dan ukuran lebih komplek Tiga Tahapan Bermain Balok • Bemain Sensorimotor • Bermain Dramatisasi ( Peran ) • Bermain Konstruksi ( cair – struktur ) ( Piaget, Smilansky, Erikson & Vygotsky )
  36. 36. Pelaksanaan Sentra Balok 1. Persiapan Guru 2. Penataan lingkungan bermain 3. Pijakan awal bermain Aturan Bermain balok : a. Balok untuk membangun b. Membangun diatas alas c. Mengambil balok secukupnya d. Start-Finish lancar e. Bermain tepat waktu f. Beres-beres 4. Pijakan Saat main balok (Individual) 5. Beres-beres 6. Recalling
  37. 37. Ada 5 Continum Pendampingan guru/orang tua diwaktu anak bermain a. Pengamatan (visual looking on) b. Pernyataan tidak langsung (non direktive Statement) c. Pernyataan (question) sifatnya membangun d. Physical Intervention (Interfensi Fisik) e. Directive Statement (Langsung)
  38. 38. Keterlibatan anak dan dukungan secara kontinum Menyusun menara balok Membawa Balok Menyusun Menara tinggi Dan merobohkan Mendorong menara Menyusun menara Dua balok Menyusun menara Dengan anak lain Membangun bekerja Sama dengan lain Menggabungkan Balok dengan mainan Yang lain Terus menerus menerus Menambahkan bangunan Untuk menambah kesulitan Menggunakan balok untuk Memecahkan masalah Khusus dirancang dengan balok Rendah Tahap keterlibatan Anak Tinggi Tinggi Tahap Dukungan Guru Rendah Membimbing Tangan anak melalui mainan Yang diminati Menganjurkan Anak secara fisik untuk main Menganjurkan anak secara lisan untuk main Mengarahkan Sebuah permainan Dengan dua anak Menghilangkan Keterlibatan Setelah mendorong Anak untuk main Menyusun sebuah Masalah untuk Diatasi Anak Dengan balok
  39. 39. Macam-macam Balok • Balok Unit • Balok Hollow - Standart (besar) - Yunior (kecil) • Balok Meja • Balok untuk Small Muscle activity ; - Lego, cuisenaire rods - Geoblock - Dll.
  40. 40. Balok Hollow
  41. 41. Balok Meja
  42. 42. Lego
  43. 43. BERMAIN BALOK BRAM MOERSAS/ANDI CHANDRA MEUTIA Tak-kotak 3x Ada kotak, ada bulat dan segitiga Juga masih ada bentuk-bentuk lainnya Menyusun kotak-kotak sambil asah otak Dipermainan ini Bermain balok 2x Menyusun balok membentuk sesuka kita Bermain balok tak berwarna Kita harus hafal bentuknya Dengan balok meyusun membentuk masjid Bertaman indah semua dari kayu Terbayang berjama’ah bersama ibu dan ayah Ceria bermain balok Pasang copot 2X dipasang dicopot Pasang copot 2x pasang copot
  44. 44. Our Client UNICEF, UNESCO, MERCY CORPS, Plan Indonesia, Direktorat PAUDNI Kemendiknas dan Propinsi, Kementrian Sosial, Kementerian Agama, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, PKK, BKKBN, ESQ, Universitas Negeri Jakarta, Lab School Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Al-Azhar Indonesia, UHAMKA, Bunda Ganesha ITB, Taman Pintar, Habibie Centre,dll. Organisasi :IGTKI, IGRA, BPTKI, GOPTKI,HIMPAUDI, KOWANI, IGI, PEMBINA PGRI,dll Foundation: Aisyiah, Muslimat NU, Al Bayinah-Banda Aceh, Qalbun Salim Masjid Istiqlal, St Ursula Katedral, Don Bosco, PB Sudirman Cijantung, Kartika AD, Angkasa AU, Bhayangkari, Athirah Makassar, Sabilal Mutadin Banjar Masin, Yaa Bunnaya Surabaya, Al-Falah Cibubur, Fajar Hidayah Cibubur, YARSI Jakarta, Al Ihzar Pondok Labu, High Scope, Jakarta Islamic Centre, Madania, Al-Azhar Pusat Jakarta, IKAL Bulog, Cikal Harapan, Nurul Fikri Depok, Salman Alfarisi Bandung, Gagas Ceria Bandung, Mutiara Bunda Bandung, Global Jaya, Rumah Perubahan, Darunnajah, Daqu Kids, Khadijatur Kubro Banjar Masin, dll.
  45. 45. Terima Kasih Office/Showroom : Vila Jatibening Tol Blok KH-08, Bekasi 17412. Phone : 021- 84997732, 84998461. Fax : 021 84997732 Email : pt.chateda@yahoo.com

×