SlideShare a Scribd company logo
1 of 20
Download to read offline
Kewirausahaan
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan
Dosen Pengampun : Hapzi, Prof.Dr.MM
Disusun oleh :
Nama : Dhea Natalia – 43217110018
NIM : 43217110018
Jurusan : Akutansi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS – PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA
TAHUN AJARAN 2017/2018
Komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan berupa berita dan informasi
dari seseorang ke orang lain. Suatu komunikasi yang tepat tidak bakal terjadi kalau tidak
penyampaian berita tadi menyampaikan secara patut dan penerima berita menerimanya dalam
bentuk distorsi. Distorsi dapat terjadi karena seseorang mempersepsi lain dari apa yang
dimaksudkan oleh pengirim sebab informasi. Oleh itu komunikasi ini sangat erat hubungannya
dengan persepsi
Komunikasi dibedakan atas dua macam yaitu komunikasi vertikal dan komunikasi
horizontal. Komunikasi vertikal berarti preses penyampaian suatu warta dari pihak pimpinan
kepada pihak pegawai atau sebaliknya. Dengan demikian komunikasi vertikal dibedakan pula
atas komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas. Komunikasi ke bawah itu diwujudkan oleh
pimpinan dengan jalam pemberian perintah atau dengan jalan pemberian petunjuk.
Agar dapat menjalankan kepemimpinannya, seoorang pimpinan setidaknya harus memiliki
kompetensi dasar, yakni :
1) mengdiagnosis,
2) mengadaptasi, dan
3) mengkomunikasikan. Kemampuan diagnosis merupakan kemampuan kognitif yang dapat
memahami stuasi saat sekarang dan apa yang di harapkan pada masa yang akan
datang. Kompetensi mengadaptasi adalah kemampuan seseorang menyesuaikan prilakunya
dengan lingkungannya. Sedangkan kompetensi mengkomunikasikan terkait dengan kemampuan
seseorang dalam menyampaikan pesan-pesannya agar dapat dipahami orang lain dengan baik
dan jelas.
Terkait dengan kepemimpinan maka komunikasi yang baik sangatlah penting dimiliki oleh
seorang pemimpin karena berkaitan dengan tugasnya untuk mempengaruhi, membimbing,
mengarahkan, mendorong anggota untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai tujuan
yang telah ditetapkan serta mencapai efektifitas dalam kepemimpinan, perencanaan,
pengendalian, koordinasi, latihan ,manejemen konflik serta proses-proses organisasi lainnya
Masing-masing komunikasi ke bawah bertujuan:
 Untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan
 Untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada realisasi
tujuan perusahaan.
PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS/PERUSAHAAN
Komunikasi ke atas diwujuudkan dengan pemberian laporan oleh bawahan kepada
atasan. Komunikasi horizontal bermaksud menjamin hubungan baik antara pimpinan yang
setingkat dan diwujudkan dengan mengadakan pertemuan secara berkala.
Komunikasi ke luar bertujuan menjamin hubungan yang baik antara pihak atasan dari perusahaan
itu dengan pihak luar diwujudkan dengan tilpon, berbicara langsung atau dengan pengiriman
surat. Komunikasi ke luar termasuk pada kategori eksternal function dari manager.
Komunikasi yang dilakukan hanya satu arah adalah hal yang amat tercela. Untuk mengetahui
lebih lanjut perlu d diterangkan terlebih dahulu tentang proses komunikasi.
 Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan
 Pesan, yaitu isi perintah, instruksi atau pemberitahuan lain, artinya perihal, ide, pikiran,
informasi, opini, dsb
 Saluran atau channel/media, yaitu alat yang dipergunakan oleh komunikator untuk
menyampaikan pesan
 Komunikan, yaitu orang yang menerima pesan
 Efek, yaitu pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap
komunikan
Bagi seorang pimpinan yang terpenting adalah unsur yang kelima (efek). Sukses tidaknya
komunikasi dalam garis besarnya tergantung dari efek kegiatan komunikasi yang
dilakukan. Semuanya ini harus diadakan pengecekan-pengecekan. Komunikasi yang cocok
tergantung dari:
1. Keadaan komunikasi atau orang yang menerima pesan
Bila ditinjau dari sudup bahasa yang menimbulkan masalah adalah rintangan pemahaman Dari
dasar pendidikan yang menimbulkan rintangan adalah tingkat kecerdasan, Dari sudut perbedaan
latar belakang kehidupan sosial yang dapat menimbulkan rintangan adalah perbedaan golongan,
Dari sudut perbedaan kedudukan pimpinan atau bawahan yang menimbulkan rintangan adalah
saluran terintangi, Dari jarak yang memisahkan komunikator dan komunikan yang menimbulkan
rintangan adalah jarak
2. Adanya saluran atau alat-alat komunikasi yang cukup
Manusia: sebagai kurir, utusan, pengantar pos, konsul, duta perwakilan luar negri, dsb
Alat-alat: surat kabar, majalah, radi telepom, saterit komunikasi, televisi
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Ada tiga arah umum komunikasi dalam organisasi, yaitu:
1. Komunikasi vertikal dari atas ke bawah
2. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas
3. Komunikasi horizontal
Fungsi komunikasi dalam organisasi:
Fungsi integratif: bertujuan untuk menjaga kesatuan individu serta bagian-bagian dalam
organisasi
Fungsi interaktif: menjaga pertukaran informasi pendapat dan sikap agar individu atau bagian
organisasi dapat mengadakan penyesuaian baik antar sub sistem, dalam organisasi ataupun
dengan dunia lingkungannya.
Teori komunikasi kepemimpinan ini banyak digunakan untuk menganalisis pengaruh gaya
komunikasi kepemimpinan terhadap perubahan kinerja dari pegawai atau bawahannya. Dalam
teori Likert, komunikasi kepemimpinan dibedakan oleh 4 hal berikut:
1. Gaya Penguasa Mutlak atau Authoritarian
Dalam jenis sistem 1 Likert ini, pemimpin dideskripsikan memiliki sifat yang otoriter, berfokus
pada tugas semata dan sangat terstruktur. Bagi pemimpin jenis ini, hubungan interpersonal antar
pemimpin dan bawahan atau antar bawahan dianggap tidak penting dan tidak mempengaruhi
kinerja dari pegawai. Pemimpin di tipe 1 ini tidak akan memberikan kepercayaan yang besar
kepada bawahannya.
Pemimpin ini juga tidak akan melibatnya pegawai lain dalam mengambil keputusan. Bagi
pegawai, mereka akan merasa takut dan selalu terintimidasi dalam melakukan kerja. Komunikasi
kepemimpinan yang terjadi dalam sistem 1 ini hanya terjadi satu arah yakni komunikasi dari
atasan ke bawahan. Komunikasi jenis ini berdasarkan pada struktur organisasi dan
kepemimpinan.
2. Gaya Penguasa Semi Mutlak atau Benevolent Authoritative
Pemimpin dengan gaya kepemimpinan seperti ini masih memiliki sifat otoritarian namun sudah
mulai terbuka dan memberikan kepercayaan pada bawahannya. Dalam sistem 2 ini, pemimpin
memiliki sifat task oriented namun menjalankan fungsi controlling untuk mengawasi kinerja
pegawainya. Gaya kepemimpinan ini juga sering disebut sebagai sistem controlling. Di sistem
ini, bawahan sudah diberikan kepercayaan dan ruang untuk memberikan pendapat dalam proses
pengambilan keputusan. Pemimpin sudah memberikan kesempatan untuk terjadinya komunikasi
dari bawahan ke atasan, meskipun mayoritas komunikasi yang terjadi dilakukan dari atasan ke
bawahan. Komunikasi kepemimpinan yang berlangsung pada sistem jenis ini juga masih terjadi
dalam suasana formal sesuai dengan jabatan ataupun struktur organisasi. (baca juga: Komunikasi
Islam)
3. Gaya Pemimpin Penasihat atau Consultative
Pemimpin pada sistem 3 ini lebih bersifat terbuka dan sudah memberikan kepercayaan lebih
kepada bawahannya. Pemimpin tetap melakukan fungsi controlling namun dengan proses
negoisasi dan kolaborasi. Dalam sistem ini, bawahan memiliki hak dalam mengemukakan
pendapat dalam pengambilan keputusan, terutama keputusan yang langsung berhubungan dengan
tugas yang mereka kerjakan. Disini, komunikasi yang terjadi sudah dua arah yakni dari atasan ke
bawahan dan sebaliknya. Interaksi antar pribadi sudah lebih sering dibandingkan dengan sistem
1 dan 2.
4. Gaya Kepemimpinan Partisipatif
Pemimpin dalam sistem 4 ini berkeyakinan bahwa organisasi akan berjalan lebih baik dengan
adanya partisipasi aktif dari pegawainya. Disini pemimpin sudah memiliki kepercayaan dan
keyakinan terhadap pegawainya. Pemimpin memberikan kepercayaan kepada bawahannya untuk
bisa mengambil keputusan. Komunikasi yang terjadi pun lebih cair dengan alur atasan ke
bawahan, bawahan ke atasan maupun bawahan ke bawahan.
Pemimpin juga memberikan motivasi kepada pegawainya dengan cara memberikan ruang bagi
mereka untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan target organisasi. Proses komunikasi dan
pertukaran ide berlangsung dengan terbuka dari atasan ke bawahan maupun sebaliknya
PENTINGNYA KOMUNIKASI
Masalah komunikasi adalah sangat penting,rasanya tidak mungkin seseorang hidup tanpa
berkomunikasi dengan orang lain,demikian pula dengan organisasi bisnis,komunikasi adalah
sumber kehidupannya. Seperti dinyatakan, “Effective Communication is The Lifeblood of Every
Organization and a Key to Success In Your Business Career As Well As In Your Personal Life”
(Murphy and Peck,1980:3) Dikatakan bahwa komunikasi itu sangatlah penting, bila tidak ada
maka organisasi itu tidak akan berfungsi.
Semakin komplek organisasi maka semakin komplek pula jalur-jalur komunikasi yang terdapat
di dalamnya. Jalur Komunikasi Internal yaitu komunikasi di dalam organisasi. Komunikasi
Internal dapat memotivasi para pegawai di dalam organisasi agar bekerja lebih efisien.
Sedangkan Komunikasi Eksternal diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di luar
organisasi.
PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS
Suatu perusahaan hanya akan merealisasikan tujuannya jika setiap petugasnya berkerja secara
effisien dan ada kerjasama antara petugas yang satu dengan yang lain. Salah satu faktor yang
memungkinkan ialah adanya hubungan baik antara pimpinan dan bawahan. Cara-cara yang
dilakukan badan usaha antara lain pertemuan,berbicara melalui telepon,mengirim
email,berbicara langsung, pemberian laporan, pemberian petunjuk dan pemberian perintah. Agar
terdapat suatu hubungan yang baik maka cara-cara tersebut harus terpelihara dengan baik.
Komunikasi secara garis besar terbagi menjadi dua,yaitu Komunikasi kedalam dan Komunikasi
keluar.
Komunikasi kedalam yang dimaksud adalah sesuai dengan tujuan kepada siapa warta itu
disampaikan. Dibedakan menjadi dua yaitu Vertikal dan Horizontal, Komunikasi Vertikal yaitu
proses penyampaian dari pihak pimpinan ke pegawai dan sebaliknya. Masing-masing
komunikasi bertujuan untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan dan
mengkoordinasi kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada tujuan perusahaan. Komunikasi keatas
diwujudkan dalam bentuk penyampaian laporan-laporan.
Komunikasi keluar adalah antara pihak atasan dengan pihak luar diwujudkan dengan
telpon,berbicara langsung, atau dengan pengiriman surat.
Proses Komunikasi :
1. Komunikasi (Orang yang menyampaikan pesan)
2. Pesan (Isi Perintah, instruksi atau pemberitahuan lain)
3. Saluran atau Channel (yang digunakan untuk menyampaikan pesan)
4. Komunikator Orang yang menerima pesan)
5. Efek (Pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap
komunikan)
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Ada tiga arah umum komunikasi dalam berorganisasi yaitu :
1. Komunikasi Vertikal dari atas ke bawah
2. Komunikasi Vertikal dari bawah ke atas
3. Komunikasi Horizontal
Komunikasi yang pertama terjadi dalam menentukan instruksi pekerjaan, Komunikasi yang
kedua adalah berupa usulan dari bawahan, kritik, dll. Komunikasi Horizontal dapat terjadi antara
karyawan atau pejabat setingkat yang dapat terjadi seperti dalam konferensi, ceramah dan
pertemuan informal.
Fungsi Komunikasi dalam Organisi yaitu Integratif (Bertujuan untuk menjaga kesatuan individu
serta bagian-bagian dalam organisasi) dan Interaktif (menjaga pertukaran informasi pendapat dan
sikap agar individu atau bagian organisasi dapat mengadakan penyesuaian baik antar sub sistem
dalam organisasi ataupun dengan lingkungannya).
KOMUNIKASI DALAM BISNIS
1. Komunikasi dengan langganan
Dengan langganan atau konsumen pun harus dibina komunikasi terus-menerus agar konsumen
tidak lupa dengan produk perusahaan. Suatu perusahaan baru bisa dikatakan sukses jika
terbentuk pada dirinya sikap “Patronage Buying Motive”, sikap dimana seseorang selalu ingin
berbelanja ke toko tertentu saja. Sikap ini dapat terjadi jika hubungan konsumen dan pemilik
toko terjalin dengan baik.
2. Komunikasi dengan lembaga pemerintah
Disini orang yang bergerak di bidang bisnis haruslah mematuhi peraturan-peraturan yang telah
disepakati oleh pemerintah. Perusahaan juga berkomunikasi dengan cara mengisi lengkap
dokumen-dokumen yang ada, mematuhi segala peraturan,dan sebagainya.
3.Komunikasi dengan masyarakat
Perusahaan pasti hidup dan berada di tengah masyarakat, antara keduanya pun haruslah terjadi
komunikasi. Cara berkomunikasi dengan masyarakat salah satu contohnya adalah saat
masyarakat sedang merayakan hari idul fitri,perusahaan dapat mendekorasi seluruh tokonya
dengan nuansa idul fitri guna menyambutnya, demikian pula dengan perayaan-perayaan lainnya.
KOMUNIKASI DALAM ADMINISTRASI
Komunikasi Administrasi adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dengan mempergunakan
bahasa administrasi. Empat syarat materi komunikasi yang harus dipenuhi agar proses
komunikasi berjalan dengan effisien, antara lain singkat,jelas,lengkap,dan tepat. Komunikasi
administrasi pada dasarnya adalah komunikasi tertulis,jadi kemampuan menulis komunikator
pun harus lah baik jika ingin komunikan mengerti apa yang ingin disampaikan oleh komunikator.
Ciri – ciri khusus Komunikasi Administrasi :
1. Informasi harus berasal dari dan di peruntukan bagi anggota organisasi sendiri
2. Informasi harus ada relevansinya dengan pelaksanaan tugas dan tujuan organisasi
3. Informasi harus mendukung pelaksanaan tugas dan tujuan organisasi
TEKNIK KOMUNIKASI BISNIS
Banyak cara dapat dilakukan dalam komunikasi bisnis antara lain :
1. Mencetak bulletin,diterbitkan secara teratur, yang memuat informasi tentang perusahaan,
tentang produk baru yang sedang dikerjakan atau berita umum yang bermanfaat bagi masyarakat.
2. Membuat film dokumenter, menyangkut proses produksi, melalui televisi.
3. Publicity, dengan mengundang wartawan ke lokasi perusahaan, lalu mengadakan wawancara
tentang segala sesuatu mengenai perusahaan.
4. Promosi Adapun teknik yang dapat dipilih sebagai berikut;
Asosiasi (Penyajian pesan komunikasi dengan cara menumpangkannya pada suatu objek)
5. Integrasi
(Kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dengan komunikan)
6. Tataan (Upaya untuk menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga enak didengar)
7. Red-Herring (Seni seorang komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan)
IKLAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BISNIS
Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak
terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang
hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus
dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
 a.Perencanaan produksi
 b.Penetuan merk dagang
 c.Penentuan bentuk kemasan
 d.Kebijaksanaan harga
 e.Penyusunan saluran penjualan
 f.Penjualan secara pribadi
 g.Periklanan dan promosi
Unsur-unsur dari iklan :
 Informasi dan persuasi
 Informasi dikontrol
 Teridentifikasinya informasi
 Media komunikasi massa
Unsur komunikasi sebagai alat salah satu unsur penting dalam pemasaran mempunyai beberapa
bentuk kegiatan, misalnya :
a.Personal selling
b.Sales Promotion
c.Publisitas dan kehumasan
d.Iklan
Setiap iklan yang kita lihat tercetak disurat kabar melibatkan minimal empat pihak yang saling
menguntungkan. Pertama adalah unsur si pengusaha dan produsen yang mempunyai kepentingan
langsung dengan barang atau jasa yang hendak dipasarkan. Kedua adalah unsur perusahaan
periklanan yang berhasil memperoleh penunjukan atau pengangkatan dari klien untuk mewakili
kepentingannya dalam mengiklankan produk atau jasa klien. Ketiga adalah unsure kemlompok
konsumen yang menjadi sasaran kegiatan pemasaran klien. Keempat adalah unsure media yaitu
sarana yang dianggap paling cepat, tepat dan murah untuk dapat menyampaikan pesan iklan
klien yang diciptakan oleh agency untuk target audience yang dituju. Kelima adalah unsur
pemerintah (Departemen Penerangan dan Deprtemen Perdagangan)
Jadi unsur-unsur periklanan keterlibatannya saling berkaitan adalah klien, agency, media dan
pemerintah. Sedangkan unsur-unsur iklan menurut Bovee yang dirincinya sebagai berikut :
 To Inform
 Persuatif
 Nonpersonal
 Sponsor
 Media massa
 Tujuan
Periklanan bisnis selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi
juga menempuh cara-cara yang bersifat demostrasi seperti memperagakan produk secara
langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas :
 Iklan bisnis untuk industri
 Iklan bisnis dagang
 Iklan bisnis professional
Beberapa alasan mengapa pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia
usaha/bisnis.
1. Mendorong para pengusaha berproduksi massa dan membuat barang yang lebih baik karena
timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yag dibuatnya.
2. Mendorong penyalur dan penyebaran yang lebih cepat karena masyarakat konsumen dan para
pengencer merasakan kebutuhan akan barang tersebut.
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa.
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang medukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon pembeli.
7. Untuk menghadapi persaingan.
8. Untuk bersaing mendapatkan tenaga kerja dan bahan baku.
9. Untuk menjual goodwill dan image
10.Untuk membuat suatu kelompok barang-barang sekeluarga mempunyai image yang sama.
Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki
tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol – simbol atau
sinyal.
Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
1. Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
2. Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan
komunikan.
3. Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam
tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
4. Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka,
menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara
bersamaan.
5. Meggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau
dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
6. Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau
lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh
manajemen.
Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di
antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi
terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya
dan berfungsi dalam suatu lingkungan.
Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu
jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah
komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi
menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan.
Di dalam komunikasi organisasi ada proses – prosesnya yaitu :
1. Komunikasi Internal
Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam
struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam
perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan (operasi dan manajemen)
2. Komunikasi Eksternal
Komunikasi antara pimpinan organisasi (perusahaan) dengan khalayak audience di luar
organisasi.
Komunikasi Administrasi adalah penyampaian pesan secara timbal balik diantara anggota untuk
menumbuhkan saling pengertian dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara effektif dan
effisien.
1. Proses penggunaan lambang sekelompok orang /lebih
2. Komunikasi antar pesona
3. Sebagai proses / dilakukan dalam rangka kerjasama. “ Give and take” timbal balik / bilateral
4. Penggunaan lambang bersama – sama oleh anggota organisasi
5. Komunikasi yang bersifat internal
6. Komunikasi yang berorientasi pada tujuan organisasi yang efektif dan effisi
Iklan untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang
tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-
barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang
harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :
1. perencanaan produksi
2. penentuan merek dagang
3. penentuan bentuk kemasan
4. kebijaksanaan harga
5. penyusunan saluran penjualan
6. penjualan secara pribadi
7. periklanan dan promos
Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun
lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk
secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas:
1. Iklan bisnis industri
Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis
dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung
hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya
untuk menggunakan produk tertentu.
2. Iklan bisnis dagang
Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang
keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu
industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun
konsumen.
3. Iklan bisnis professional
Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang
secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah
mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi
tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain.
Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi
dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga
membantu :
1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena
timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan
para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut
3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa
4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa.
5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut.
6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon pembeli Untuk
menghadapi persaingan
Model-Model Kepemimpinan
1. Model Kontigensi Fiedler
Model kepemimpinan Fiedler (1967) disebut sebagai model kontingensi karena model tersebut
beranggapan bahwa kontribusi pemimpin terhadap efektifitas kinerja kelompok tergantung pada
cara atau gaya kepemimpinan (leadership style) dan kesesuaian situasi (the favourableness of the
situation) yang dihadapinya.
Menurut Fiedler, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kesesuaian situasi dan ketiga faktor
ini selanjutnya mempengaruhi keefektifan pemimpin. Ketiga faktor tersebut adalah hubungan
antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations), struktur tugas (the task structure) dan
kekuatan posisi (position power). Hubungan antara pemimpin dan bawahan menjelaskan sampai
sejauh mana pemimpin itu dipercaya dan disukai oleh bawahan, dan kemauan bawahan untuk
mengikuti petunjuk pemimpin.
Struktur tugas menjelaskan sampai sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi didefinisikan
secara jelas dan sampai sejauh mana definisi tugas-tugas tersebut dilengkapi dengan petunjuk
yang rinci dan prosedur yang baku.
Kekuatan posisi menjelaskan sampai sejauh mana kekuatan atau kekuasaan yang dimiliki oleh
pemimpin karena posisinya diterapkan dalam organisasi untuk menanamkan rasa memiliki akan
arti penting dan nilai dari tugas-tugas mereka masing-masing. Kekuatan posisi juga menjelaskan
sampai sejauh mana pemimpin (misalnya) menggunakan otoritasnya dalam memberikan
hukuman dan penghargaan, promosi dan penurunan pangkat (demotions).
2. Model Kepemimpinan Vroom – Jago
Model kepemimpinan ini menetapkan prosedur pengambilan keputusan yang paling efektif
dalam situasi tertentu. Dua gaya kepemimpinan yang disarankan adalah autokratis dan gaya
konsultatif, dan satu gaya berorientasi keputusan bersama. Dalam pengembangan model ini,
Vroom dan Yetton membuat beberapa asumsi yaitu :
a) Model ini harus dapat memberikan kepada para pemimpin
b) Tidak ada satu gaya yang dapat dipakai dalam segala situasi
c) Fokus utama harus dilakukan pada masalah yang akan dihadapi dan situasi dimana masalah
terjadi
d) Gaya kepemimpinan yang digunakan dalam satu situasi tidak boleh membatasi gaya yang
dipakai dalam situasi yang lain.
e) Beberapa proses social berpengaruh pada tingkat partisipasi dari bawahan dalam
pemecahan masalah.
4. Model Kepemimpinan Jalur Tujuan
Model kepemimpinan jalur tujuan (path goal) menyatakan pentingnya pengaruh pemimpin
terhadap persepsi bawahan mengenai tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalur
pencapaian tujuan. Dasar dari model ini adalah teori motivasi eksperimental. Model
kepemimpinan ini dipopulerkan oleh Robert House yang berusaha memprediksi ke-efektifan
kepemimpinan dalam berbagai situasi.
Menurut Path-Goal Theory, dua variabel situasi yang sangat menentukan efektifitas pemimpin
adalah karakteristik pribadi para bawahan/karyawan dan lingkungan internal organisasi seperti
misalnya peraturan dan prosedur yang ada. Walaupun model kepemimpinan kontingensi
dianggap lebih sempurna dibandingkan model-model sebelumnya dalam memahami aspek
kepemimpinan dalam organisasi, namun demikian model ini belum dapat menghasilkan
klarifikasi yang jelas tentang kombinasi yang paling efektif antara karakteristik pribadi, tingkah
laku pemimpin dan variabel situasional.
5. Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard
Pendekatan situasional menekankan pada ciri-ciri pribadi pemimpin dan situasi, mengemukakan
dan mencoba untuk mengukur atau memperkirakan ciri-ciri pribadi ini, dan membantu pimpinan
dengan garis pedoman perilaku yang bermanfaat yang didasarkan kepada kombinasi dari
kemungkinan yang bersifat kepribadian dan situasional.
Pendekatan situasional atau pendekatan kontingensi merupakan suatu teori yang berusaha
mencari jalan tengah antara pandangan yang mengatakan adanya asas-asas organisasi dan
manajemen yang bersifat universal, dan pandangan yang berpendapat bahwa tiap organisasi
adalah unik dan memiliki situasi yang berbeda-beda sehingga harus dihadapi dengan gaya
kepemimpinan tertentu.
Lebih lanjut Yukl menjelaskan bahwa pendekatan situasional menekankan pada pentingnya
faktor-faktor kontekstual seperti sifat pekerjaan yang dilaksanakan oleh unit pimpinan, sifat
lingkungan eksternal, dan karakteristik para pengikut.
6. Model Kepemimpinan Transaksional.
Kepemimpinan transaksional adalah hubungan antara pemimpin dan bawahan serta ditetapkan
dengan jelas peran dan tugas-tugasnya.
Menurut Masi and Robert (2000), kepemimpinan transaksional digambarkan sebagai
mempertukarkan sesuatu yang berharga bagi yang lain antara pemimpin dan bawahannya
(Contingen Riward), intervensi yang dilakukan oleh pemimpin dalam proses organisasional
dimaksudkan untuk mengendalikan dan memperbaiki kesalahan yang melibatkan interaksi antara
pemimpin dan bawahannya bersifat pro aktiv.
Kepemimpinan transaksional aktif menekankan pemberian penghargaan kepada bawahan untuk
mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu secara pro aktif seorang pemimpin
memerlukan informasi untuk menentukan apa yang saat ini dibutuhkan bawahannya.
Berdasarkan dari uraian tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa prinsip utama dari
kepemimpinan transaksional adalah mengaitkan kebutuhan individu pada apa yang diinginkan
pemimpin untuk dicapai dengan apa penghargaan yang diinginkan oleh bawahannya
memungkinkan adanya peningkatan motivasi bawahan. Steers (1996).
7. Model Kepemimpinan Transformasional
Teori ini mengacu pada kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan pertimbangan dan
rangsangan intelektual yang individukan dan yang memiliki charisma. Dengan kata lain
pemimpin transformasional adalah pemimpin yang mampu memperhatikan keprihatinan dan
kebutuhan pengembangan diri pengikut untuk mengeluarkan upaya ekstra untuk mencapai tujuan
kelompok.
Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin perlu
menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi.
Disamping itu pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas-
tugas organisasi.
Untuk memotifasi agar bawahan melekukan tanggung jawab mereka, para pemimpin
transaksional sangat mengandalkan pada system pemberian penghargaan dan hukuman pada
bawahannya.
Hater dan Bass (1988) menyatakan bahwa pamimpin transformasional merupakan pemimpin
yang kharismatik dan mempunyai peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi
mencapai tujuannya. Pemimpin transformasional juga harus mempunyai kemampuan untuk
menyamakan visi masa depan dengan bawahannya, serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada
tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan.
Yamarino dan Bass (1990), pemimpin trasformasional harus mampu membujuk para
bawahannya melakukan tugas-tugas mereka melebihi kepentingan mereka sendiri demi
kepentingan organisasi yang lebih besar.
Bass dan Avolio (1994), mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional mempunyai
empat dimensi yang disebutnya sebagai “The Four I’s”:
a. Perilaku pemimpin yang membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati sekaligus
mempercayai (Pengaruh ideal).
b. Pemimpin transformasional digambarkan sebagai pemimpin yang mampu mengartikulasikan
pengharapan yang jelas terhadap prestasi bawahan (Motivasi-inspirasi)
c. Pemimpin transformasional harus mampu menumbuhkan ide-ide baru, memberikan solusi
yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan (stimulasi
intelektual).
d. Pemimpin transformasional digambarkan sebagai seorang pemimpin yang mau mendengarkan
dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dan secara khusus mau memperhatikan
kebutuhan-kebutuhan bawahan akan pengembangan karir (konsederasi individu).
Macam – macam tipe kepemimpinan
1.Tipe Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar
biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar
jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap
memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman,
yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik
memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas
kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan
sifat-sifat sebagai berikut:
(1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak
sendiri yang perlu dikembangkan,
(2) mereka bersikap terlalu melindungi,
(3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan
sendiri,
(4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif,
(5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau
bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri,
(6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan
paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-
protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih
lebihan.
3. Tipe Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun
sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah:
(1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan
seringkali kurang bijaksana
(2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan,
(3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang
berlebihan,
(4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya,
(5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya,
(6) komunikasi hanya berlangsung searah.
4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain:
(1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi
(2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal,
(3) berambisi untuk merajai situasi,
(4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri,
(5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang
akan dilakukan,
(6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi,
(7) adanya sikap eksklusivisme,
(8) selalu ingin berkuasa secara absolut,
(9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10)
pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi
1 Kepemimpinan Otokratis
Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan,
prosedur diambil dari idenya sendiri. Kepemimpinan jenis ini memusatkan kekuasaan pada
dirinya sendiri. Ia membatasi inisiatif dan daya pikir dari para anggotanya. Pemimpin yang
otoriter tidak akan memperhatikan kebutuhan dari bawahannya dan cenderung berkomunikasi
satu arah yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota). Jenis kepemimpinan ini biasanya dapat
kita temukan di akademi kemiliteran dan kepolisian.
2 Kepemimpinan Birokrasi
Gaya kepemimpinan ini biasa diterapkan dalam sebuah perusahaan dan akan efektif apabila
setiap karyawan mengikuti setiap alur prosedur dan melakukan tanggung jawab rutin setiap hari.
Tetap saja dalam gaya kepemimpinan ini tidak ada ruang bagi para anggota untuk melakukan
inovasi karena semuanya sudah diatur dalam sebuah tatanan prosedur yang harus dipatuhi oleh
setiap lapisan.
3 Kepemimpinan Partisipatif
Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi
kontrol atas pemecahan suatu masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian.
Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para bawahan untuk dapat berpartisipasi dalam
pembuatan suatu keputusan serta adanya suasana persahabatan dan hubungan saling percaya
antar pimpinan dan anggota.
4. Kepemimpinan Delegatif
Gaya kepemimpinan ini biasa disebut Laissez-faire dimana pemimpin memberikan kebebasan
secara mutlak kepada para anggota untuk melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing.
Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok sehingga
terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah. Jenis kepemimpinan ini
akan sangat merugikan apabila para anggota belum cukup matang dalam melaksanakan tanggung
jawabnya dan memiliki motivasi tinggi terhadap pekerjaan. Namun sebaliknya dapat
menjadi boomerang bagi perusahaan bila memiliki karyawan yang bertolak belakang dari
pernyataan sebelumnya
5 Kepemimpinan Transaksional
Kepemimpinan jenis ini cenderung terdapat aksi transaksi antara pemimpin dan bawahan dimana
pemimpin akan memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas yang telah
diselesaikan sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan, kebutuhan dan
kepentingan masing-masing.
6 Kepemimpinan Transformasional
Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi perubahan positif pada mereka
(anggota) yang mengikuti. Para pemimpin jenis ini memperhatikan dan terlibat langsung dalam
proses termasuk dalam hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan
tugas mereka. Pemimpin cenderung memiliki semangat yang positif untuk para bawahannya
sehingga semangatnya tersebut dapat berpengaruh pada para anggotanya untuk lebih energik.
Pemimpin akan sangat mempedulikan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya.
7 Kepemimpinan Melayani (Servant)
Hubungan yang terjalin antara pemimpin yang melayani dengan para anggota berorientasi pada
sifat melayani dengan standar moral spiritual. Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan
kebutuhan, kepentingan dan aspirasi dari para anggota daripada kepentingan pribadinya.
8 Kepemimpinan Karismatik
Pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh yang kuat atas para pengikut oleh karena karisma
dan kepercayaan diri yang ditampilkan. Para pengikut cenderung mengikuti pemimpin
karismatik karena kagum dan secara emosional percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan
pemimpin karismatik. Karisma tersebut timbul dari setiap kemampuan yang mempesona yang ia
miliki terutama dalam meyakinkan setiap anggotanya untuk mengikuti setiap arahan yang ia
inginkan.
9. Kepemimpinan Situasional
Pemimpin yang menerapkan jenis kepemimpinan situasional lebih sering menyesuaikan setiap
gaya kepemimpinan yang ada dengan tahap perkembangan para anggota yakni sejauh mana
kesiapan dari para anggota melaksanakan setiap tugas. Gaya kepemimpinan situasional mencoba
mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada.
4 gaya yang diterapkan oleh pemimpin, diantaranya:
1. Telling-Directing (memberitahu, menunjukkan, memimpin, menetapkan),
2. Selling-Coaching (menjual, menjelaskan, memperjelas, membujuk),
3. Participating-Supporting (mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama),
4. Delegating (mendelegasi, pengamatan, mengawasi, penyelesaian).
DAFTAR PUSTAKA
• Anonim1,2018.https://www.finansialku.com/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi-teori-
kepemimpinan,(23 April 2018, jam 09.25_)
• Fauzi,Imron,2018.https://imronfauzi.wordpress.com/2008/06/15/model-model-
kepemimpinan/, (23 April 2018, jam 10.15)
• Fitria,Araisyah,2018.https://araisyahfitria.wordpress.com/2015/04/18/tugas-komunikasi-bisnis-
komunikasi-dalam-bisnis/, (23 April 2018, jam 11.04)
• Nindy21,2018.https://nindy21.wordpress.com/2015/04/14/komunikasi-dalam-bisnis/, (23 April
2018, jam 13.05 )

More Related Content

What's hot

Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiSably Az
 
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiYani Ahmad
 
Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...
Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...
Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...Deby Anggreani Br Sembiring
 
Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1
Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1
Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1Tika Apriyani
 
Pertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerja
Pertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerjaPertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerja
Pertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerjaDhini Anden
 
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...ArifPrasetyo19
 
Agung ( komunikasi )
Agung ( komunikasi )Agung ( komunikasi )
Agung ( komunikasi )kreakenz
 
Komunikasi dalam manajemen
Komunikasi dalam manajemenKomunikasi dalam manajemen
Komunikasi dalam manajemenrantipurnamasarI
 
Makalah komunikasi dalam organisasi (
Makalah komunikasi dalam organisasi (Makalah komunikasi dalam organisasi (
Makalah komunikasi dalam organisasi (Ikvheynha Awlya
 
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiDome Firdaus
 

What's hot (19)

komunikasi dalam organisasi
komunikasi dalam organisasikomunikasi dalam organisasi
komunikasi dalam organisasi
 
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasi
 
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasi
 
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasi
 
Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...
Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...
Kewirausahaan, deby anggreani br sembiring, hapzi ali,prof.dr.mm, komunikasi ...
 
Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1
Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1
Komunikasi dalam Organisasi - TUGAS 1
 
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasi
 
Pertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerja
Pertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerjaPertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerja
Pertemuan ke 4 hubungan dalam organisasi kerja
 
Bab 9 teori komunikasi
Bab 9 teori komunikasiBab 9 teori komunikasi
Bab 9 teori komunikasi
 
Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasiKomunikasi organisasi
Komunikasi organisasi
 
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...
 
Komunikasi dalam manajemen
Komunikasi dalam manajemen Komunikasi dalam manajemen
Komunikasi dalam manajemen
 
Agung ( komunikasi )
Agung ( komunikasi )Agung ( komunikasi )
Agung ( komunikasi )
 
Komunikasi dalam manajemen
Komunikasi dalam manajemenKomunikasi dalam manajemen
Komunikasi dalam manajemen
 
Count down
Count downCount down
Count down
 
Makalah komunikasi dalam organisasi (
Makalah komunikasi dalam organisasi (Makalah komunikasi dalam organisasi (
Makalah komunikasi dalam organisasi (
 
13. komunikasi
13. komunikasi13. komunikasi
13. komunikasi
 
Komunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasiKomunikasi dalam organisasi
Komunikasi dalam organisasi
 
Ppt komunikasi
Ppt komunikasiPpt komunikasi
Ppt komunikasi
 

Similar to Minggu ke 6 komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan

6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...indrisusiyanti
 
Komunikasi_organisasi.ppt
Komunikasi_organisasi.pptKomunikasi_organisasi.ppt
Komunikasi_organisasi.pptkusyenird
 
6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...
6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...
6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...xena levina
 
Mengelola Hubungan dan Komunikasi Interpersonal
Mengelola Hubungan dan Komunikasi InterpersonalMengelola Hubungan dan Komunikasi Interpersonal
Mengelola Hubungan dan Komunikasi InterpersonalAmrul Rizal
 
komunikasi-organisasi komunikasi organisasi.ppt
komunikasi-organisasi komunikasi organisasi.pptkomunikasi-organisasi komunikasi organisasi.ppt
komunikasi-organisasi komunikasi organisasi.pptZelineZakeisya
 
Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)
Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)
Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)syafii_ahmad
 
Komunikasi dalam dunia kerja
Komunikasi dalam dunia kerjaKomunikasi dalam dunia kerja
Komunikasi dalam dunia kerjaFirman Bachtiar
 
Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...
Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...
Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...IwanMuklas
 
6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...
6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...
6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...Marini Khalishah Khansa
 
Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...
Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...
Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...wandasoraya
 
6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...
6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...
6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...RoniAnantaSuryaninda
 
6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...
6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...
6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...Munibfachrur
 
Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...
Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...
Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...Ismania1912
 
Hendrik Wadu Skripsi
Hendrik Wadu Skripsi Hendrik Wadu Skripsi
Hendrik Wadu Skripsi Hendrik Wadu
 
6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...
6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...
6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...RiskyRimaro
 
Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...
Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...
Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...AlfinaRltsr
 
6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...
6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...
6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...asri lestari
 
Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...masda araffi
 
Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.
Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.
Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.juwanitara
 

Similar to Minggu ke 6 komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan (20)

6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
6.usaha, indri susiyanti, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
 
Komunikasi_organisasi.ppt
Komunikasi_organisasi.pptKomunikasi_organisasi.ppt
Komunikasi_organisasi.ppt
 
6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...
6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...
6. kewirausahaan, xena levina, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kep...
 
Mengelola Hubungan dan Komunikasi Interpersonal
Mengelola Hubungan dan Komunikasi InterpersonalMengelola Hubungan dan Komunikasi Interpersonal
Mengelola Hubungan dan Komunikasi Interpersonal
 
komunikasi-organisasi komunikasi organisasi.ppt
komunikasi-organisasi komunikasi organisasi.pptkomunikasi-organisasi komunikasi organisasi.ppt
komunikasi-organisasi komunikasi organisasi.ppt
 
Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)
Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)
Implementasi komunikasi dan model kepemimpinan dalam perusahaan (pertemuan 6)
 
Komunikasi dalam dunia kerja
Komunikasi dalam dunia kerjaKomunikasi dalam dunia kerja
Komunikasi dalam dunia kerja
 
Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...
Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...
Usaha6,iwan muklas,hapzi ali,komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,uni...
 
6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...
6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...
6. kewirausahaan, marini khalishah khansa, hapzi ali, komunikasi dan model ke...
 
Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...
Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...
Usaha, wanda soraya, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan,...
 
6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...
6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...
6, wira usaha, roni ananta s, hapzi ali, enterpreneurship, universitas mercu ...
 
6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...
6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...
6, wira usaha, munib fachrur rozi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model...
 
Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...
Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...
Ismania Rahmadani, Tugas minggu 6 kwh (komunikasi dan mengetahui model kepemi...
 
Hendrik Wadu Skripsi
Hendrik Wadu Skripsi Hendrik Wadu Skripsi
Hendrik Wadu Skripsi
 
6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...
6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...
6, kwh, rizki may rozi, hapzi ali, komunikasi dan kepemimpinan, mahasiswa uni...
 
Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...
Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...
Kewirausahaan,Alfina Rolitasari, Hapzi Ali, Komunikasi dan mengetahui model k...
 
6 kwu
6   kwu6   kwu
6 kwu
 
6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...
6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...
6 kewirausahaan, asri lestari, hapzi ali, komunikasi dan model kepemimpinan, ...
 
Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
Usaha, masda alif araffi, hapzi ali, komunikasi dan mengetahui model kepemimp...
 
Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.
Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.
Kwh,juwanita,hapzi ali,quizdanforum6,universitasmercubuana,2019.
 

More from Dhea Natalia

Minggu ke 13 manajemen keuangan
Minggu ke 13   manajemen keuanganMinggu ke 13   manajemen keuangan
Minggu ke 13 manajemen keuanganDhea Natalia
 
Minggu ke 12 manajemen pemasaran
Minggu ke 12   manajemen pemasaranMinggu ke 12   manajemen pemasaran
Minggu ke 12 manajemen pemasaranDhea Natalia
 
Minggu ke 11 MSDM, Manajemen Operasi dan Produksi
Minggu ke 11   MSDM, Manajemen Operasi dan ProduksiMinggu ke 11   MSDM, Manajemen Operasi dan Produksi
Minggu ke 11 MSDM, Manajemen Operasi dan ProduksiDhea Natalia
 
Minggu ke 10 manajemen fungsional
Minggu ke 10   manajemen fungsionalMinggu ke 10   manajemen fungsional
Minggu ke 10 manajemen fungsionalDhea Natalia
 
Minggu ke 7 - kuliah umum atau studi kasus
Minggu  ke 7 - kuliah umum atau studi kasusMinggu  ke 7 - kuliah umum atau studi kasus
Minggu ke 7 - kuliah umum atau studi kasusDhea Natalia
 
Minggu 4 berfikir kreatifitas dan inovasi
Minggu 4   berfikir kreatifitas dan inovasiMinggu 4   berfikir kreatifitas dan inovasi
Minggu 4 berfikir kreatifitas dan inovasiDhea Natalia
 
Minggu ke 2 motivasi menjadi pengusaha sukses
Minggu ke 2   motivasi menjadi pengusaha suksesMinggu ke 2   motivasi menjadi pengusaha sukses
Minggu ke 2 motivasi menjadi pengusaha suksesDhea Natalia
 
Minggu 1 kewirausahaan
Minggu 1   kewirausahaanMinggu 1   kewirausahaan
Minggu 1 kewirausahaanDhea Natalia
 

More from Dhea Natalia (9)

Rencana Bisnis
Rencana BisnisRencana Bisnis
Rencana Bisnis
 
Minggu ke 13 manajemen keuangan
Minggu ke 13   manajemen keuanganMinggu ke 13   manajemen keuangan
Minggu ke 13 manajemen keuangan
 
Minggu ke 12 manajemen pemasaran
Minggu ke 12   manajemen pemasaranMinggu ke 12   manajemen pemasaran
Minggu ke 12 manajemen pemasaran
 
Minggu ke 11 MSDM, Manajemen Operasi dan Produksi
Minggu ke 11   MSDM, Manajemen Operasi dan ProduksiMinggu ke 11   MSDM, Manajemen Operasi dan Produksi
Minggu ke 11 MSDM, Manajemen Operasi dan Produksi
 
Minggu ke 10 manajemen fungsional
Minggu ke 10   manajemen fungsionalMinggu ke 10   manajemen fungsional
Minggu ke 10 manajemen fungsional
 
Minggu ke 7 - kuliah umum atau studi kasus
Minggu  ke 7 - kuliah umum atau studi kasusMinggu  ke 7 - kuliah umum atau studi kasus
Minggu ke 7 - kuliah umum atau studi kasus
 
Minggu 4 berfikir kreatifitas dan inovasi
Minggu 4   berfikir kreatifitas dan inovasiMinggu 4   berfikir kreatifitas dan inovasi
Minggu 4 berfikir kreatifitas dan inovasi
 
Minggu ke 2 motivasi menjadi pengusaha sukses
Minggu ke 2   motivasi menjadi pengusaha suksesMinggu ke 2   motivasi menjadi pengusaha sukses
Minggu ke 2 motivasi menjadi pengusaha sukses
 
Minggu 1 kewirausahaan
Minggu 1   kewirausahaanMinggu 1   kewirausahaan
Minggu 1 kewirausahaan
 

Recently uploaded

NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptxNOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptxNURULATIQAHBINTIABDG
 
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMPBioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMPNiPutuDewikAgustina
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialParulianGultom2
 
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XIPPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XIHepySari1
 
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAVeonaHartanti
 
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptkerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptputrisari631
 
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOMSISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOMhanyakaryawan1
 
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramMateri Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramTitaniaUtami
 
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptxMateri Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptxRezaWahyuni6
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa  PemrogramanMateri Bab 6 Algoritma dan bahasa  Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa PemrogramanSaeranSaeran1
 
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia pptMateri Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia pptParulianGultom2
 
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASBAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASNursKitchen
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxdedyfirgiawan
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxJajang Sulaeman
 
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxKegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxWulanEnggarAnaskaPut
 
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docxDokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docxjayantilinda
 
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptxMateri Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptxRezaWahyuni6
 
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxJaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxarbidu2022
 

Recently uploaded (20)

NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptxNOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
NOVEL PELARI MUDA TINGKATAN 1 KARYA NGAH AZIA.pptx
 
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMPBioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi SosialFARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
FARMASI SOSIAL - Pengantar Farmasi Sosial
 
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XIPPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
PPT kerajaan islam Maluku Utara PPT sejarah kelas XI
 
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKAATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
ATP MM FASE E MATEMATIKA KELAS X KURIKULUM MERDEKA
 
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.pptkerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia.ppt
 
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOMSISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
 
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan GaramMateri Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
Materi Kimfar Asam,Basa,Buffer dan Garam
 
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptxMateri Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
Materi Pertemuan 3 Bagian 1 Materi Pertemuan 3 Bagian 1.pptx
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa  PemrogramanMateri Bab 6 Algoritma dan bahasa  Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
 
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia pptMateri Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
Materi Asuransi Kesehatan di Indonesia ppt
 
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASBAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
 
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptxKegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
Kegiatan Komunitas Belajar dalam sekolah .pptx
 
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docxDokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
Dokumentasi Penilaian Kinerja-Disiplin Positif-Aprilia.docx
 
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptxMateri Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
Materi Pertemuan 1Materi Pertemuan 1.pptx
 
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptxJaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
Jaringan Komputer dan Internet - Informatika Kelas XI.pptx
 

Minggu ke 6 komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan

  • 1. Kewirausahaan Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan Dosen Pengampun : Hapzi, Prof.Dr.MM Disusun oleh : Nama : Dhea Natalia – 43217110018 NIM : 43217110018 Jurusan : Akutansi FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS – PROGRAM STUDI AKUNTANSI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA TAHUN AJARAN 2017/2018
  • 2. Komunikasi dan mengetahui model kepemimpinan Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan berupa berita dan informasi dari seseorang ke orang lain. Suatu komunikasi yang tepat tidak bakal terjadi kalau tidak penyampaian berita tadi menyampaikan secara patut dan penerima berita menerimanya dalam bentuk distorsi. Distorsi dapat terjadi karena seseorang mempersepsi lain dari apa yang dimaksudkan oleh pengirim sebab informasi. Oleh itu komunikasi ini sangat erat hubungannya dengan persepsi Komunikasi dibedakan atas dua macam yaitu komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. Komunikasi vertikal berarti preses penyampaian suatu warta dari pihak pimpinan kepada pihak pegawai atau sebaliknya. Dengan demikian komunikasi vertikal dibedakan pula atas komunikasi ke bawah dan komunikasi ke atas. Komunikasi ke bawah itu diwujudkan oleh pimpinan dengan jalam pemberian perintah atau dengan jalan pemberian petunjuk. Agar dapat menjalankan kepemimpinannya, seoorang pimpinan setidaknya harus memiliki kompetensi dasar, yakni : 1) mengdiagnosis, 2) mengadaptasi, dan 3) mengkomunikasikan. Kemampuan diagnosis merupakan kemampuan kognitif yang dapat memahami stuasi saat sekarang dan apa yang di harapkan pada masa yang akan datang. Kompetensi mengadaptasi adalah kemampuan seseorang menyesuaikan prilakunya dengan lingkungannya. Sedangkan kompetensi mengkomunikasikan terkait dengan kemampuan seseorang dalam menyampaikan pesan-pesannya agar dapat dipahami orang lain dengan baik dan jelas. Terkait dengan kepemimpinan maka komunikasi yang baik sangatlah penting dimiliki oleh seorang pemimpin karena berkaitan dengan tugasnya untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, mendorong anggota untuk melakukan aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta mencapai efektifitas dalam kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan ,manejemen konflik serta proses-proses organisasi lainnya
  • 3. Masing-masing komunikasi ke bawah bertujuan:  Untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan  Untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada realisasi tujuan perusahaan. PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS/PERUSAHAAN Komunikasi ke atas diwujuudkan dengan pemberian laporan oleh bawahan kepada atasan. Komunikasi horizontal bermaksud menjamin hubungan baik antara pimpinan yang setingkat dan diwujudkan dengan mengadakan pertemuan secara berkala. Komunikasi ke luar bertujuan menjamin hubungan yang baik antara pihak atasan dari perusahaan itu dengan pihak luar diwujudkan dengan tilpon, berbicara langsung atau dengan pengiriman surat. Komunikasi ke luar termasuk pada kategori eksternal function dari manager. Komunikasi yang dilakukan hanya satu arah adalah hal yang amat tercela. Untuk mengetahui lebih lanjut perlu d diterangkan terlebih dahulu tentang proses komunikasi.  Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan  Pesan, yaitu isi perintah, instruksi atau pemberitahuan lain, artinya perihal, ide, pikiran, informasi, opini, dsb  Saluran atau channel/media, yaitu alat yang dipergunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesan  Komunikan, yaitu orang yang menerima pesan  Efek, yaitu pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap komunikan Bagi seorang pimpinan yang terpenting adalah unsur yang kelima (efek). Sukses tidaknya komunikasi dalam garis besarnya tergantung dari efek kegiatan komunikasi yang dilakukan. Semuanya ini harus diadakan pengecekan-pengecekan. Komunikasi yang cocok tergantung dari: 1. Keadaan komunikasi atau orang yang menerima pesan Bila ditinjau dari sudup bahasa yang menimbulkan masalah adalah rintangan pemahaman Dari dasar pendidikan yang menimbulkan rintangan adalah tingkat kecerdasan, Dari sudut perbedaan latar belakang kehidupan sosial yang dapat menimbulkan rintangan adalah perbedaan golongan, Dari sudut perbedaan kedudukan pimpinan atau bawahan yang menimbulkan rintangan adalah saluran terintangi, Dari jarak yang memisahkan komunikator dan komunikan yang menimbulkan rintangan adalah jarak
  • 4. 2. Adanya saluran atau alat-alat komunikasi yang cukup Manusia: sebagai kurir, utusan, pengantar pos, konsul, duta perwakilan luar negri, dsb Alat-alat: surat kabar, majalah, radi telepom, saterit komunikasi, televisi KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Ada tiga arah umum komunikasi dalam organisasi, yaitu: 1. Komunikasi vertikal dari atas ke bawah 2. Komunikasi vertikal dari bawah ke atas 3. Komunikasi horizontal Fungsi komunikasi dalam organisasi: Fungsi integratif: bertujuan untuk menjaga kesatuan individu serta bagian-bagian dalam organisasi Fungsi interaktif: menjaga pertukaran informasi pendapat dan sikap agar individu atau bagian organisasi dapat mengadakan penyesuaian baik antar sub sistem, dalam organisasi ataupun dengan dunia lingkungannya. Teori komunikasi kepemimpinan ini banyak digunakan untuk menganalisis pengaruh gaya komunikasi kepemimpinan terhadap perubahan kinerja dari pegawai atau bawahannya. Dalam teori Likert, komunikasi kepemimpinan dibedakan oleh 4 hal berikut: 1. Gaya Penguasa Mutlak atau Authoritarian Dalam jenis sistem 1 Likert ini, pemimpin dideskripsikan memiliki sifat yang otoriter, berfokus pada tugas semata dan sangat terstruktur. Bagi pemimpin jenis ini, hubungan interpersonal antar pemimpin dan bawahan atau antar bawahan dianggap tidak penting dan tidak mempengaruhi kinerja dari pegawai. Pemimpin di tipe 1 ini tidak akan memberikan kepercayaan yang besar kepada bawahannya. Pemimpin ini juga tidak akan melibatnya pegawai lain dalam mengambil keputusan. Bagi pegawai, mereka akan merasa takut dan selalu terintimidasi dalam melakukan kerja. Komunikasi kepemimpinan yang terjadi dalam sistem 1 ini hanya terjadi satu arah yakni komunikasi dari atasan ke bawahan. Komunikasi jenis ini berdasarkan pada struktur organisasi dan kepemimpinan. 2. Gaya Penguasa Semi Mutlak atau Benevolent Authoritative Pemimpin dengan gaya kepemimpinan seperti ini masih memiliki sifat otoritarian namun sudah mulai terbuka dan memberikan kepercayaan pada bawahannya. Dalam sistem 2 ini, pemimpin
  • 5. memiliki sifat task oriented namun menjalankan fungsi controlling untuk mengawasi kinerja pegawainya. Gaya kepemimpinan ini juga sering disebut sebagai sistem controlling. Di sistem ini, bawahan sudah diberikan kepercayaan dan ruang untuk memberikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan. Pemimpin sudah memberikan kesempatan untuk terjadinya komunikasi dari bawahan ke atasan, meskipun mayoritas komunikasi yang terjadi dilakukan dari atasan ke bawahan. Komunikasi kepemimpinan yang berlangsung pada sistem jenis ini juga masih terjadi dalam suasana formal sesuai dengan jabatan ataupun struktur organisasi. (baca juga: Komunikasi Islam) 3. Gaya Pemimpin Penasihat atau Consultative Pemimpin pada sistem 3 ini lebih bersifat terbuka dan sudah memberikan kepercayaan lebih kepada bawahannya. Pemimpin tetap melakukan fungsi controlling namun dengan proses negoisasi dan kolaborasi. Dalam sistem ini, bawahan memiliki hak dalam mengemukakan pendapat dalam pengambilan keputusan, terutama keputusan yang langsung berhubungan dengan tugas yang mereka kerjakan. Disini, komunikasi yang terjadi sudah dua arah yakni dari atasan ke bawahan dan sebaliknya. Interaksi antar pribadi sudah lebih sering dibandingkan dengan sistem 1 dan 2. 4. Gaya Kepemimpinan Partisipatif Pemimpin dalam sistem 4 ini berkeyakinan bahwa organisasi akan berjalan lebih baik dengan adanya partisipasi aktif dari pegawainya. Disini pemimpin sudah memiliki kepercayaan dan keyakinan terhadap pegawainya. Pemimpin memberikan kepercayaan kepada bawahannya untuk bisa mengambil keputusan. Komunikasi yang terjadi pun lebih cair dengan alur atasan ke bawahan, bawahan ke atasan maupun bawahan ke bawahan. Pemimpin juga memberikan motivasi kepada pegawainya dengan cara memberikan ruang bagi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan target organisasi. Proses komunikasi dan pertukaran ide berlangsung dengan terbuka dari atasan ke bawahan maupun sebaliknya PENTINGNYA KOMUNIKASI Masalah komunikasi adalah sangat penting,rasanya tidak mungkin seseorang hidup tanpa berkomunikasi dengan orang lain,demikian pula dengan organisasi bisnis,komunikasi adalah sumber kehidupannya. Seperti dinyatakan, “Effective Communication is The Lifeblood of Every Organization and a Key to Success In Your Business Career As Well As In Your Personal Life” (Murphy and Peck,1980:3) Dikatakan bahwa komunikasi itu sangatlah penting, bila tidak ada maka organisasi itu tidak akan berfungsi. Semakin komplek organisasi maka semakin komplek pula jalur-jalur komunikasi yang terdapat di dalamnya. Jalur Komunikasi Internal yaitu komunikasi di dalam organisasi. Komunikasi Internal dapat memotivasi para pegawai di dalam organisasi agar bekerja lebih efisien.
  • 6. Sedangkan Komunikasi Eksternal diperlukan untuk berkomunikasi dengan orang-orang di luar organisasi. PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA BISNIS Suatu perusahaan hanya akan merealisasikan tujuannya jika setiap petugasnya berkerja secara effisien dan ada kerjasama antara petugas yang satu dengan yang lain. Salah satu faktor yang memungkinkan ialah adanya hubungan baik antara pimpinan dan bawahan. Cara-cara yang dilakukan badan usaha antara lain pertemuan,berbicara melalui telepon,mengirim email,berbicara langsung, pemberian laporan, pemberian petunjuk dan pemberian perintah. Agar terdapat suatu hubungan yang baik maka cara-cara tersebut harus terpelihara dengan baik. Komunikasi secara garis besar terbagi menjadi dua,yaitu Komunikasi kedalam dan Komunikasi keluar. Komunikasi kedalam yang dimaksud adalah sesuai dengan tujuan kepada siapa warta itu disampaikan. Dibedakan menjadi dua yaitu Vertikal dan Horizontal, Komunikasi Vertikal yaitu proses penyampaian dari pihak pimpinan ke pegawai dan sebaliknya. Masing-masing komunikasi bertujuan untuk menjamin hubungan yang baik antara pimpinan dan bawahan dan mengkoordinasi kegiatan bawahan itu agar tertuju kepada tujuan perusahaan. Komunikasi keatas diwujudkan dalam bentuk penyampaian laporan-laporan. Komunikasi keluar adalah antara pihak atasan dengan pihak luar diwujudkan dengan telpon,berbicara langsung, atau dengan pengiriman surat. Proses Komunikasi : 1. Komunikasi (Orang yang menyampaikan pesan) 2. Pesan (Isi Perintah, instruksi atau pemberitahuan lain) 3. Saluran atau Channel (yang digunakan untuk menyampaikan pesan) 4. Komunikator Orang yang menerima pesan) 5. Efek (Pengaruh akibat hasil komunikasi yang dilakukan komunikator terhadap komunikan) KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI Ada tiga arah umum komunikasi dalam berorganisasi yaitu : 1. Komunikasi Vertikal dari atas ke bawah 2. Komunikasi Vertikal dari bawah ke atas 3. Komunikasi Horizontal
  • 7. Komunikasi yang pertama terjadi dalam menentukan instruksi pekerjaan, Komunikasi yang kedua adalah berupa usulan dari bawahan, kritik, dll. Komunikasi Horizontal dapat terjadi antara karyawan atau pejabat setingkat yang dapat terjadi seperti dalam konferensi, ceramah dan pertemuan informal. Fungsi Komunikasi dalam Organisi yaitu Integratif (Bertujuan untuk menjaga kesatuan individu serta bagian-bagian dalam organisasi) dan Interaktif (menjaga pertukaran informasi pendapat dan sikap agar individu atau bagian organisasi dapat mengadakan penyesuaian baik antar sub sistem dalam organisasi ataupun dengan lingkungannya). KOMUNIKASI DALAM BISNIS 1. Komunikasi dengan langganan Dengan langganan atau konsumen pun harus dibina komunikasi terus-menerus agar konsumen tidak lupa dengan produk perusahaan. Suatu perusahaan baru bisa dikatakan sukses jika terbentuk pada dirinya sikap “Patronage Buying Motive”, sikap dimana seseorang selalu ingin berbelanja ke toko tertentu saja. Sikap ini dapat terjadi jika hubungan konsumen dan pemilik toko terjalin dengan baik. 2. Komunikasi dengan lembaga pemerintah Disini orang yang bergerak di bidang bisnis haruslah mematuhi peraturan-peraturan yang telah disepakati oleh pemerintah. Perusahaan juga berkomunikasi dengan cara mengisi lengkap dokumen-dokumen yang ada, mematuhi segala peraturan,dan sebagainya. 3.Komunikasi dengan masyarakat Perusahaan pasti hidup dan berada di tengah masyarakat, antara keduanya pun haruslah terjadi komunikasi. Cara berkomunikasi dengan masyarakat salah satu contohnya adalah saat masyarakat sedang merayakan hari idul fitri,perusahaan dapat mendekorasi seluruh tokonya dengan nuansa idul fitri guna menyambutnya, demikian pula dengan perayaan-perayaan lainnya. KOMUNIKASI DALAM ADMINISTRASI Komunikasi Administrasi adalah bentuk komunikasi yang disampaikan dengan mempergunakan bahasa administrasi. Empat syarat materi komunikasi yang harus dipenuhi agar proses komunikasi berjalan dengan effisien, antara lain singkat,jelas,lengkap,dan tepat. Komunikasi administrasi pada dasarnya adalah komunikasi tertulis,jadi kemampuan menulis komunikator pun harus lah baik jika ingin komunikan mengerti apa yang ingin disampaikan oleh komunikator. Ciri – ciri khusus Komunikasi Administrasi : 1. Informasi harus berasal dari dan di peruntukan bagi anggota organisasi sendiri
  • 8. 2. Informasi harus ada relevansinya dengan pelaksanaan tugas dan tujuan organisasi 3. Informasi harus mendukung pelaksanaan tugas dan tujuan organisasi TEKNIK KOMUNIKASI BISNIS Banyak cara dapat dilakukan dalam komunikasi bisnis antara lain : 1. Mencetak bulletin,diterbitkan secara teratur, yang memuat informasi tentang perusahaan, tentang produk baru yang sedang dikerjakan atau berita umum yang bermanfaat bagi masyarakat. 2. Membuat film dokumenter, menyangkut proses produksi, melalui televisi. 3. Publicity, dengan mengundang wartawan ke lokasi perusahaan, lalu mengadakan wawancara tentang segala sesuatu mengenai perusahaan. 4. Promosi Adapun teknik yang dapat dipilih sebagai berikut; Asosiasi (Penyajian pesan komunikasi dengan cara menumpangkannya pada suatu objek) 5. Integrasi (Kemampuan komunikator untuk menyatukan diri secara komunikatif dengan komunikan) 6. Tataan (Upaya untuk menyusun pesan komunikasi sedemikian rupa sehingga enak didengar) 7. Red-Herring (Seni seorang komunikator untuk meraih kemenangan dalam perdebatan) IKLAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BISNIS Untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur :  a.Perencanaan produksi  b.Penetuan merk dagang  c.Penentuan bentuk kemasan  d.Kebijaksanaan harga  e.Penyusunan saluran penjualan  f.Penjualan secara pribadi  g.Periklanan dan promosi
  • 9. Unsur-unsur dari iklan :  Informasi dan persuasi  Informasi dikontrol  Teridentifikasinya informasi  Media komunikasi massa Unsur komunikasi sebagai alat salah satu unsur penting dalam pemasaran mempunyai beberapa bentuk kegiatan, misalnya : a.Personal selling b.Sales Promotion c.Publisitas dan kehumasan d.Iklan Setiap iklan yang kita lihat tercetak disurat kabar melibatkan minimal empat pihak yang saling menguntungkan. Pertama adalah unsur si pengusaha dan produsen yang mempunyai kepentingan langsung dengan barang atau jasa yang hendak dipasarkan. Kedua adalah unsur perusahaan periklanan yang berhasil memperoleh penunjukan atau pengangkatan dari klien untuk mewakili kepentingannya dalam mengiklankan produk atau jasa klien. Ketiga adalah unsure kemlompok konsumen yang menjadi sasaran kegiatan pemasaran klien. Keempat adalah unsure media yaitu sarana yang dianggap paling cepat, tepat dan murah untuk dapat menyampaikan pesan iklan klien yang diciptakan oleh agency untuk target audience yang dituju. Kelima adalah unsur pemerintah (Departemen Penerangan dan Deprtemen Perdagangan) Jadi unsur-unsur periklanan keterlibatannya saling berkaitan adalah klien, agency, media dan pemerintah. Sedangkan unsur-unsur iklan menurut Bovee yang dirincinya sebagai berikut :  To Inform  Persuatif  Nonpersonal  Sponsor  Media massa  Tujuan Periklanan bisnis selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demostrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas :  Iklan bisnis untuk industri  Iklan bisnis dagang  Iklan bisnis professional
  • 10. Beberapa alasan mengapa pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha/bisnis. 1. Mendorong para pengusaha berproduksi massa dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yag dibuatnya. 2. Mendorong penyalur dan penyebaran yang lebih cepat karena masyarakat konsumen dan para pengencer merasakan kebutuhan akan barang tersebut. 3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa. 4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa. 5. Memberitahukan perusahaan yang medukung pembuatan barang tersebut. 6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon pembeli. 7. Untuk menghadapi persaingan. 8. Untuk bersaing mendapatkan tenaga kerja dan bahan baku. 9. Untuk menjual goodwill dan image 10.Untuk membuat suatu kelompok barang-barang sekeluarga mempunyai image yang sama. Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol – simbol atau sinyal. Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu: 1. Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi. 2. Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lebih yakni komunikator dan komunikan. 3. Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya. 4. Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  • 11. 5. Meggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan. 6. Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen. Komunikasi Organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari dari unit-unit komunikasi dalam hubungan hierarkis antara yang satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan. Komunikasi organisasi terjadi kapan pun, setidak-tidaknya satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasi menafsirkan suatu pertunjukkan. Karena fokusnya adalah komunikasi di antara anggota-anggota suatu organisasi. Analisi komunikasi organisasi menyangkut penelaahan atas banyak transaksi yang terjadi secara simultan. Di dalam komunikasi organisasi ada proses – prosesnya yaitu : 1. Komunikasi Internal Pertukaran gagasan di antara para administrator dan karyawan dalam suatu perusahaan, dalam struktur lengkap yang khas disertai pertukaran gagasan secara horisontal dan vertikal di dalam perusahaan, sehingga pekerjaan berjalan (operasi dan manajemen) 2. Komunikasi Eksternal Komunikasi antara pimpinan organisasi (perusahaan) dengan khalayak audience di luar organisasi. Komunikasi Administrasi adalah penyampaian pesan secara timbal balik diantara anggota untuk menumbuhkan saling pengertian dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara effektif dan effisien. 1. Proses penggunaan lambang sekelompok orang /lebih 2. Komunikasi antar pesona 3. Sebagai proses / dilakukan dalam rangka kerjasama. “ Give and take” timbal balik / bilateral 4. Penggunaan lambang bersama – sama oleh anggota organisasi 5. Komunikasi yang bersifat internal 6. Komunikasi yang berorientasi pada tujuan organisasi yang efektif dan effisi Iklan untuk dapat menjual hasil produksinya secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas setiap pengusaha tentu berusaha mempengaruhi jumlah permintaan akan barang-
  • 12. barang hasil produksi perusahaannya dengan memanfaatkan faktor-faktor marketing mix yang harus dikuasai setiap pengusaha meliputi unsur-unsur : 1. perencanaan produksi 2. penentuan merek dagang 3. penentuan bentuk kemasan 4. kebijaksanaan harga 5. penyusunan saluran penjualan 6. penjualan secara pribadi 7. periklanan dan promos Periklanan bisnis tersebut selain memberikan informasi melalui media secara tertulis maupun lisan tetapi juga menempuh cara-cara yang bersifat demontrasi seperti memperagakan produk secara langsung pada suatu kesempatan. Iklan bisnis dapat terbagi atas: 1. Iklan bisnis industri Yang dimaksud dengan iklan bisnis industri adalah iklan yang ditujukan kepada kalangan bisnis dan industri awan. Yang diharapkan dari kalangan tersebut ialah penggunaan secara langsung hasil suatu industri atau kemampuannya untuk mempengaruhi relasi bisnis atau industrinya untuk menggunakan produk tertentu. 2. Iklan bisnis dagang Iklan yang ditujukan kepada kalangan pedagang ( umumnya berupa pedagang kecil, pedagang keliling, pedagang eceran ) yang diharapkan dapat membeli langsung hasil produksi suatu industri kemudian dapat diperdagangkan lagi kepada relasinya apakah itu pedagang ataupun konsumen. 3. Iklan bisnis professional Adalah yang ditujukan kepada kalangan profesional untuk memperkenalkan barang, jasa yang secara khusus hanya dipergunakan oleh kalangan tersebut. Yang dimaksud profesional adalah mereka yang bekerja berdasarkan suatu etik dan aturan-aturan serta norma-norma profesi tertentu. Misalnya guru, dosen, dokter, insiyur, akuntan, pengacara, ahli mesin, dan lain-lain. Beberapa alasan utama mengapa para pengusaha menggunakan iklan untuk berkomunikasi dalam dunia usaha / bisnis Disamping untuk menjual barang atau jasa, periklanan juga membantu : 1.Mendorong para pengusaha berproduksi dan membuat barang yang lebih baik karena timbulnya permintaan yang lebih banyak terhadap barang yang dibuatnya.
  • 13. 2.Mendorong penyaluran dan penyebaran yang lebih cepat, karena masyarakat konsumen dan para pengecer merasakan kebutuhan akan barang tersebut 3. Meningkatkan penggunaan suatu barang atau jasa 4. Mengumumkan adanya penawaran istimewa. 5. Memberitahukan perusahaan yang mendukung pembuatan barang tersebut. 6. Mempengaruhi orang-orang yang dapat mempengaruhi calon-calon pembeli Untuk menghadapi persaingan Model-Model Kepemimpinan 1. Model Kontigensi Fiedler Model kepemimpinan Fiedler (1967) disebut sebagai model kontingensi karena model tersebut beranggapan bahwa kontribusi pemimpin terhadap efektifitas kinerja kelompok tergantung pada cara atau gaya kepemimpinan (leadership style) dan kesesuaian situasi (the favourableness of the situation) yang dihadapinya. Menurut Fiedler, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kesesuaian situasi dan ketiga faktor ini selanjutnya mempengaruhi keefektifan pemimpin. Ketiga faktor tersebut adalah hubungan antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations), struktur tugas (the task structure) dan kekuatan posisi (position power). Hubungan antara pemimpin dan bawahan menjelaskan sampai sejauh mana pemimpin itu dipercaya dan disukai oleh bawahan, dan kemauan bawahan untuk mengikuti petunjuk pemimpin. Struktur tugas menjelaskan sampai sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi didefinisikan secara jelas dan sampai sejauh mana definisi tugas-tugas tersebut dilengkapi dengan petunjuk yang rinci dan prosedur yang baku. Kekuatan posisi menjelaskan sampai sejauh mana kekuatan atau kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin karena posisinya diterapkan dalam organisasi untuk menanamkan rasa memiliki akan arti penting dan nilai dari tugas-tugas mereka masing-masing. Kekuatan posisi juga menjelaskan sampai sejauh mana pemimpin (misalnya) menggunakan otoritasnya dalam memberikan hukuman dan penghargaan, promosi dan penurunan pangkat (demotions). 2. Model Kepemimpinan Vroom – Jago Model kepemimpinan ini menetapkan prosedur pengambilan keputusan yang paling efektif dalam situasi tertentu. Dua gaya kepemimpinan yang disarankan adalah autokratis dan gaya konsultatif, dan satu gaya berorientasi keputusan bersama. Dalam pengembangan model ini, Vroom dan Yetton membuat beberapa asumsi yaitu : a) Model ini harus dapat memberikan kepada para pemimpin b) Tidak ada satu gaya yang dapat dipakai dalam segala situasi
  • 14. c) Fokus utama harus dilakukan pada masalah yang akan dihadapi dan situasi dimana masalah terjadi d) Gaya kepemimpinan yang digunakan dalam satu situasi tidak boleh membatasi gaya yang dipakai dalam situasi yang lain. e) Beberapa proses social berpengaruh pada tingkat partisipasi dari bawahan dalam pemecahan masalah. 4. Model Kepemimpinan Jalur Tujuan Model kepemimpinan jalur tujuan (path goal) menyatakan pentingnya pengaruh pemimpin terhadap persepsi bawahan mengenai tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalur pencapaian tujuan. Dasar dari model ini adalah teori motivasi eksperimental. Model kepemimpinan ini dipopulerkan oleh Robert House yang berusaha memprediksi ke-efektifan kepemimpinan dalam berbagai situasi. Menurut Path-Goal Theory, dua variabel situasi yang sangat menentukan efektifitas pemimpin adalah karakteristik pribadi para bawahan/karyawan dan lingkungan internal organisasi seperti misalnya peraturan dan prosedur yang ada. Walaupun model kepemimpinan kontingensi dianggap lebih sempurna dibandingkan model-model sebelumnya dalam memahami aspek kepemimpinan dalam organisasi, namun demikian model ini belum dapat menghasilkan klarifikasi yang jelas tentang kombinasi yang paling efektif antara karakteristik pribadi, tingkah laku pemimpin dan variabel situasional. 5. Model Kepemimpinan Situasional Hersey-Blanchard Pendekatan situasional menekankan pada ciri-ciri pribadi pemimpin dan situasi, mengemukakan dan mencoba untuk mengukur atau memperkirakan ciri-ciri pribadi ini, dan membantu pimpinan dengan garis pedoman perilaku yang bermanfaat yang didasarkan kepada kombinasi dari kemungkinan yang bersifat kepribadian dan situasional. Pendekatan situasional atau pendekatan kontingensi merupakan suatu teori yang berusaha mencari jalan tengah antara pandangan yang mengatakan adanya asas-asas organisasi dan manajemen yang bersifat universal, dan pandangan yang berpendapat bahwa tiap organisasi adalah unik dan memiliki situasi yang berbeda-beda sehingga harus dihadapi dengan gaya kepemimpinan tertentu. Lebih lanjut Yukl menjelaskan bahwa pendekatan situasional menekankan pada pentingnya faktor-faktor kontekstual seperti sifat pekerjaan yang dilaksanakan oleh unit pimpinan, sifat lingkungan eksternal, dan karakteristik para pengikut.
  • 15. 6. Model Kepemimpinan Transaksional. Kepemimpinan transaksional adalah hubungan antara pemimpin dan bawahan serta ditetapkan dengan jelas peran dan tugas-tugasnya. Menurut Masi and Robert (2000), kepemimpinan transaksional digambarkan sebagai mempertukarkan sesuatu yang berharga bagi yang lain antara pemimpin dan bawahannya (Contingen Riward), intervensi yang dilakukan oleh pemimpin dalam proses organisasional dimaksudkan untuk mengendalikan dan memperbaiki kesalahan yang melibatkan interaksi antara pemimpin dan bawahannya bersifat pro aktiv. Kepemimpinan transaksional aktif menekankan pemberian penghargaan kepada bawahan untuk mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu secara pro aktif seorang pemimpin memerlukan informasi untuk menentukan apa yang saat ini dibutuhkan bawahannya. Berdasarkan dari uraian tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa prinsip utama dari kepemimpinan transaksional adalah mengaitkan kebutuhan individu pada apa yang diinginkan pemimpin untuk dicapai dengan apa penghargaan yang diinginkan oleh bawahannya memungkinkan adanya peningkatan motivasi bawahan. Steers (1996). 7. Model Kepemimpinan Transformasional Teori ini mengacu pada kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang individukan dan yang memiliki charisma. Dengan kata lain pemimpin transformasional adalah pemimpin yang mampu memperhatikan keprihatinan dan kebutuhan pengembangan diri pengikut untuk mengeluarkan upaya ekstra untuk mencapai tujuan kelompok. Pemimpin transaksional pada hakekatnya menekankan bahwa seorang pemimpin perlu menentukan apa yang perlu dilakukan para bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi. Disamping itu pemimpin transaksional cenderung memfokuskan diri pada penyelesaian tugas- tugas organisasi. Untuk memotifasi agar bawahan melekukan tanggung jawab mereka, para pemimpin transaksional sangat mengandalkan pada system pemberian penghargaan dan hukuman pada bawahannya. Hater dan Bass (1988) menyatakan bahwa pamimpin transformasional merupakan pemimpin yang kharismatik dan mempunyai peran sentral dan strategis dalam membawa organisasi mencapai tujuannya. Pemimpin transformasional juga harus mempunyai kemampuan untuk menyamakan visi masa depan dengan bawahannya, serta mempertinggi kebutuhan bawahan pada tingkat yang lebih tinggi dari pada apa yang mereka butuhkan. Yamarino dan Bass (1990), pemimpin trasformasional harus mampu membujuk para bawahannya melakukan tugas-tugas mereka melebihi kepentingan mereka sendiri demi kepentingan organisasi yang lebih besar.
  • 16. Bass dan Avolio (1994), mengemukakan bahwa kepemimpinan transformasional mempunyai empat dimensi yang disebutnya sebagai “The Four I’s”: a. Perilaku pemimpin yang membuat para pengikutnya mengagumi, menghormati sekaligus mempercayai (Pengaruh ideal). b. Pemimpin transformasional digambarkan sebagai pemimpin yang mampu mengartikulasikan pengharapan yang jelas terhadap prestasi bawahan (Motivasi-inspirasi) c. Pemimpin transformasional harus mampu menumbuhkan ide-ide baru, memberikan solusi yang kreatif terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi bawahan (stimulasi intelektual). d. Pemimpin transformasional digambarkan sebagai seorang pemimpin yang mau mendengarkan dengan penuh perhatian masukan-masukan bawahan dan secara khusus mau memperhatikan kebutuhan-kebutuhan bawahan akan pengembangan karir (konsederasi individu). Macam – macam tipe kepemimpinan 1.Tipe Kepemimpinan Kharismatis Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar. 2. Tipe Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
  • 17. Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over- protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan. 3. Tipe Kepemimpinan Militeristik Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah. 4. Tipe Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator) Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.
  • 18. Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi 1 Kepemimpinan Otokratis Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan dan setiap kebijakan, peraturan, prosedur diambil dari idenya sendiri. Kepemimpinan jenis ini memusatkan kekuasaan pada dirinya sendiri. Ia membatasi inisiatif dan daya pikir dari para anggotanya. Pemimpin yang otoriter tidak akan memperhatikan kebutuhan dari bawahannya dan cenderung berkomunikasi satu arah yaitu dari atas (pemimpin) ke bawah (anggota). Jenis kepemimpinan ini biasanya dapat kita temukan di akademi kemiliteran dan kepolisian. 2 Kepemimpinan Birokrasi Gaya kepemimpinan ini biasa diterapkan dalam sebuah perusahaan dan akan efektif apabila setiap karyawan mengikuti setiap alur prosedur dan melakukan tanggung jawab rutin setiap hari. Tetap saja dalam gaya kepemimpinan ini tidak ada ruang bagi para anggota untuk melakukan inovasi karena semuanya sudah diatur dalam sebuah tatanan prosedur yang harus dipatuhi oleh setiap lapisan. 3 Kepemimpinan Partisipatif Dalam gaya kepemimpinan partisipatif, ide dapat mengalir dari bawah (anggota) karena posisi kontrol atas pemecahan suatu masalah dan pembuatan keputusan dipegang secara bergantian. Pemimpin memberikan ruang gerak bagi para bawahan untuk dapat berpartisipasi dalam pembuatan suatu keputusan serta adanya suasana persahabatan dan hubungan saling percaya antar pimpinan dan anggota. 4. Kepemimpinan Delegatif Gaya kepemimpinan ini biasa disebut Laissez-faire dimana pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah. Jenis kepemimpinan ini akan sangat merugikan apabila para anggota belum cukup matang dalam melaksanakan tanggung jawabnya dan memiliki motivasi tinggi terhadap pekerjaan. Namun sebaliknya dapat menjadi boomerang bagi perusahaan bila memiliki karyawan yang bertolak belakang dari pernyataan sebelumnya 5 Kepemimpinan Transaksional Kepemimpinan jenis ini cenderung terdapat aksi transaksi antara pemimpin dan bawahan dimana pemimpin akan memberikan reward ketika bawahan berhasil melaksanakan tugas yang telah diselesaikan sesuai kesepakatan. Pemimpin dan bawahan memiliki tujuan, kebutuhan dan kepentingan masing-masing.
  • 19. 6 Kepemimpinan Transformasional Gaya kepemimpinan transformasional dapat menginspirasi perubahan positif pada mereka (anggota) yang mengikuti. Para pemimpin jenis ini memperhatikan dan terlibat langsung dalam proses termasuk dalam hal membantu para anggota kelompok untuk berhasil menyelesaikan tugas mereka. Pemimpin cenderung memiliki semangat yang positif untuk para bawahannya sehingga semangatnya tersebut dapat berpengaruh pada para anggotanya untuk lebih energik. Pemimpin akan sangat mempedulikan kesejahteraan dan kemajuan setiap anak buahnya. 7 Kepemimpinan Melayani (Servant) Hubungan yang terjalin antara pemimpin yang melayani dengan para anggota berorientasi pada sifat melayani dengan standar moral spiritual. Pemimpin yang melayani lebih mengutamakan kebutuhan, kepentingan dan aspirasi dari para anggota daripada kepentingan pribadinya. 8 Kepemimpinan Karismatik Pemimpin yang karismatik memiliki pengaruh yang kuat atas para pengikut oleh karena karisma dan kepercayaan diri yang ditampilkan. Para pengikut cenderung mengikuti pemimpin karismatik karena kagum dan secara emosional percaya dan ingin berkontribusi bersama dengan pemimpin karismatik. Karisma tersebut timbul dari setiap kemampuan yang mempesona yang ia miliki terutama dalam meyakinkan setiap anggotanya untuk mengikuti setiap arahan yang ia inginkan. 9. Kepemimpinan Situasional Pemimpin yang menerapkan jenis kepemimpinan situasional lebih sering menyesuaikan setiap gaya kepemimpinan yang ada dengan tahap perkembangan para anggota yakni sejauh mana kesiapan dari para anggota melaksanakan setiap tugas. Gaya kepemimpinan situasional mencoba mengkombinasikan proses kepemimpinan dengan situasi dan kondisi yang ada. 4 gaya yang diterapkan oleh pemimpin, diantaranya: 1. Telling-Directing (memberitahu, menunjukkan, memimpin, menetapkan), 2. Selling-Coaching (menjual, menjelaskan, memperjelas, membujuk), 3. Participating-Supporting (mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama), 4. Delegating (mendelegasi, pengamatan, mengawasi, penyelesaian).
  • 20. DAFTAR PUSTAKA • Anonim1,2018.https://www.finansialku.com/gaya-kepemimpinan-dalam-organisasi-teori- kepemimpinan,(23 April 2018, jam 09.25_) • Fauzi,Imron,2018.https://imronfauzi.wordpress.com/2008/06/15/model-model- kepemimpinan/, (23 April 2018, jam 10.15) • Fitria,Araisyah,2018.https://araisyahfitria.wordpress.com/2015/04/18/tugas-komunikasi-bisnis- komunikasi-dalam-bisnis/, (23 April 2018, jam 11.04) • Nindy21,2018.https://nindy21.wordpress.com/2015/04/14/komunikasi-dalam-bisnis/, (23 April 2018, jam 13.05 )