Makalah tentang Termokimia

14,392 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
14,392
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
443
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Makalah tentang Termokimia

  1. 1.  Tentang TERMOKIMIA Disusun oleh:  DEDE ADI NUGRAHA ( xDLMx_dhansheiA3 )PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 SUKAHAJI Tahun Pelajaran 2012-2013
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur yang dalam saya sampaikan ke hadirat Allah SWT YangMaha Pemurah, karena berkat kemurahanNya Makalah ini dapat sayaselesaikan sesuai yang diharapkan. Sebagaimana telah diberikan tugaskepada saya untuk membuat Makalah tentang Termokimia. Dalam penyusunan makalah ini, tidak sedikit hambatan yang sayahadapi. Namun saya menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materiini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehinggakendala-kendala yang kami hadapi teratasi.Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Orang Tua saya yang selalu memberikan fasilitas dan dorongan untuk bisa membuat kliping/kumpulan artikel-artikel ini. 2. Narasumber terpecaya dalam pengerjaan ini yang sudah banyak membantu. Terima kasih atas semuanya. Saya sadar, sebagai seorang pelajaryang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih banyakkekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan ada nya kritikdan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagidi masa yang akan datang. Harapan saya, semoga makalah yang sederhanaini, dapat memberi kesadaran tersendiri bagi generasi muda tentangKetenagakerjaan di Indonesia. Semoga dengan saya membuat makalah ini dapat bermanfaat danmemberikan motivasi bagi para pembacanya, khususnya bagi saya dan bagipara generasi muda yang akan dating. Penyusun,
  3. 3. SISTEMATIKA PENULISANKATA PENGANTARSISTEMATIKA PENULISANBAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Tujuan Penulisan 3. Metode Penulisan 4. Sistematika PenulisanBAB II PEMBAHASAN 1. Konsep Dasar 2. Temodinamika I 3. Kalor Reaksi 4. Kerja 5. Entalpi 6. Kalorimeter 7. Hukum Hess 8. Penentuan ∆H reaksi 9. Energi Ikatan 10. Jenis-jenis kalorBAB III PENUTUP  Kesimpulan  SaranDAFTAR PUSTAKA
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Dalam makalah ini, saya mengambil tema tentang Termokimia. Saya memilihtema ini karena kami rasa materi ini sangat penting untuk dipelajari karena termokimiaini merupakan salah satu materi dasar dalam kimia yang harus dikuasai. Di dalam makalah ini saya membahas tentang konsep dasar dari termokimia yangkami sajikan pada bagian awal dari isi makalah. Hal ini saya lakukan karena saya menilaiuntuk memahami suatu materi, kita harus tahu konsep dasarnya terlebih dahulu, setelahitu baru masuk ke inti materinya. Termokimia merupakan materi yang harus dipahami dengan baik karena didalamnya mencakup cukup banyak materi lainnya, seperti termodinamika I, kalor reaksi,kerja, entalpi, kalorimeter, hukum Hess, penentuan H reaksi, energi ikatan, dan jenis-jenis kalor. Maka dari itu,saya berusaha untuk membuat materi termokimia dalammakalah ini menjadi ringkas dan mudah dipahami. 2. Tujuan Penulisan1. untuk mempelajari konsep dasar termokimia2. untuk mempelajari materi-materi yang terkait dengan termokimia3. memahami tentang termokimia dengan baik 3. Metode Penulisan Dalam menulis makalah ini, saya memperoleh kajian materi dari beberapasumber, yaitu studi literatur dari buku-buku yang terkait dengan topik dan berbagaiartikel dari internet.
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN 1. Konsep Dasar Termokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara energi panasdan energi kimia. Sedangkan energi kimia didefinisikan sebagai energi yangdikandung setiap unsur atau senyawa. Energi kimia yang terkandung dalam suatuzat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yangterkandung dalam suatu zat disebut panas dalam atauentalpi dan dinyatakandengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksidisebut perubahan entalpi reaksi. Perubahan entalpi reaksi diberi simbol ΔH. Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatuzat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut termokimia.Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiranperubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, danpembentukan larutan. Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yangdapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuandasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasandalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan olehsejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi.Termokimia merupakan penerapan hukum pertama termodinamika terhadapperistiwa kimia yang membahas tentang kalor yang menyertai reaksi kimia. 2. Termodinamika I Termodinamika kimia dapat didefenisikan sebagai cabang kimia yangmenangani hubungan kalor, kerja dan bentuk lain energy, dengan kesetimbangandalam reaksi kimia dan dalam perubahan keadaan. Termokimia erat kaitannyadengan termodinamika, karena termokimia menangani pengukuran dan penafsiranperubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan danpembentukan larutan. Penerapan hukum termodinamika pertama dalam bidang kimia merupakanbahan kajian dari termokimia.” Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan,tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, atau energi alamsemesta adalah konstan.” hukum termodinamika 1Perubahan kalor pada tekanan konstan:H = E + PVW= PVE = energi dalam
  6. 6. 3. Kalor Reaksi Perubahan energi dalam reaksi kimia selalu dapat dibuat sebagai panas,sebab itu lebih tepat bila istilahnya disebut panas reaksi. Kebanyakan, reaksi kimia tidaklah terututup dari dunia luar. Bilatemperatur dari campuran reaksi naik dan energi potensial dari zat-zat kimia yangbersangkutan turun, maka disebut sebagai reaksi eksoterm. Namun bila pada padasuatu reaksi temperatur dari campuran turun dan energi potensial dari zat-zat yangikut dalam reaksi naik, maka disebut sebagai reaksi endoterm. Ada beberapa macam jenis perubahan pada suatu sistim. Salah satunyaadalah sistim terbuka, yaitu ketika massa, panas, dan kerja, dapat berubah-ubah.Ada juga sistim tertutup, dimana tidak ada perubahan massa, tetapi hanya panasdan kerja saja. Sementara, perubahan adiabatis merupakan suatu keadaan dimanasistim diisolasi dari lingkungan sehingga tidak ada panas yang dapat mengalir.Kemudian, ada pula perubahan yang terjadi pada temperature tetap, yangdinamakan perubahan isotermik. Pada perubahan suhu, ditandai dengan ∆t (t menunjukkan temperatur),dihitung dengan cara mengurangi temperatur akhir dengan temperatur mula-mula.∆t = takhir – tmula-mulaDemikian juga, perubahan energi potensial;∆(E.P) = (E.P)akhir – (E.P)mula-mula Dari definisi ini didapat suatu kesepakatan dalam tanda aljabar untukperubahan eksoterm dan endoterm. Dalam perubahan eksotermik, energi potensialdari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial pereaksi, berarti EPakhir lebihrendah dari EPmula-mula. Sehingga harga ∆(E.P) mempunyai harga negatif. Padareaksi endoterm, terjadi kebalikannya sehingga harga ∆(E.P) adalah positif. Pada suatu reaksi, reaksi pembentukannya didefinisikan sebagai reaksiyang membentuk senyawa tunggal dari unsur-unsur penyusunnya (contoh: C +½O2 + 2H2 → CH3OH). Sementara panas pembentukannya didasarkan pada 1 molsenyawa terbentuk. Panas pembentukan standar yaitu 298.15 K (∆H° f298).Panas standar adalah pada 25°C, seperti contoh reaksi 4HCl(g) → 2H2(g) + 2Cl2(g) ∆H°298 = (4)(92307) 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ∆H°298 = (2)(-241818) Sementara, panas reaksi pada temperatur tidak standar H T = H 298 +  298  Cp dT O 0 T 4. Kerja Ketika kayu atau minyak tanah dibakar, dihasilkan sejumlah kalor. Kaloryang dihasilkan kayu atau minyak tanah yang terbakar mengakibatkan keadaansekitarnya menjadi panas. Namun, ketika api sudah padam, keadaan akan menjadinormal kembali. Azas kekekalan energi menyatakan bhawa energi tidak dapatdiciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.Jadi, kalor yang dihasilkan pada pembakaran kayu atau minyak tanah diserap olehmolekul-molekul udara atau benda-benda lain di sekitarnya dan diubah menjadibentuk energi lain, misalnya menjadi energi kinetik. Demikian juga halnya dengansumber kalor yang dihasilkan ketika kayu atau minyak tanah terbakar, bukanlahsesuatu yang tercipta, melainkan hanya perubahan bentuk energi. Kayu dan
  7. 7. minyak tanah menyimpan sejumlah energi, yang disebut energi kimia. Ketikabahan-bahan tiu terbakar, sebagian energi kimia yang tersimpan di dalamnyaberubah menjadi kalor. Azas kekekalan energi disebu juga HukumTermodinamika I. Dalam termokimia ada dua hal yang perlu diperhatikan yang menyangkutperpindahan energi, yaitu sistem danlingkungan. Segala sesuatu yang menjadipusat perhatian dalam mempelajari perubahan energi disebut sistem, sedangkanhal-hal yang membatasi sistem dan dapat mempengaruhi sistem disebutlingkungan. Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan, sistem dibedakan menjaditiga macam, yaitu :  Sistem TerbukaSistem terbuka adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadi perpindahanenergi dan zat (materi) antara lingkungan dengan sistem. Pertukaran materi artinyaada hasil reaksi yang dapat meninggalkan sistem (wadah reaksi), misalnya gas,atau ada sesuatu dari lingkungan yang dapat memasuki sistem.  Sistem TertutupSuatu sistem yang antara sistem dan lingkungan dapat terjadi perpindahan energi,tetapi tidak dapat terjadi pertukaran materi disebut sistem tertutup.  Sistem TerisolasiSistem terisolasi merupakan sistem yang tidak memungkinkan terjadinyaperpindahan energi dan materi antara sistem dengan lingkungan. Energi adalah kapasitas untuk melakukan kerja (w) atau menghasilkanpanas (kalor=q). Pertukaran energi antara sistem dan lingkungan dapat berupakalor (q) atau bentuk energi lainnya yang secara kolektif kita sebut kerja (w).Energi yang dipindahkan dalam bentuk kerja atau dalam bentuk kalor yangmemengaruhi jumlah total energi yang terdapat dalam sistem disebut energi dalam(internal energy). Kerja adalah suatu bentuk pertukaran energi antara sistem danlingkungan di luar kalor. Salah satu bentuk kerja yang sering menyertai reaksikimia adalah kerja tekanan-volum, yaitu kerja yang berkaitan dengan pertambahanatau pengurangan volum sistem. 5. Entalpi Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan didalamnya.Energi potensial berkaitan dengan wujud zat, volume, dan tekanan. Energi kinetikditimbulkan karena atom – atom dan molekul-molekul dalam zat bergerak secaraacak. Jumlah total dari semua bentuk energi itu disebut entalpi (H) . Entalpi akantetap konstan selama tidak ada energi yang masuk atau keluar dari zat. . Misalnyaentalpi untuk air dapat ditulis H H20 (l) dan untuk es ditulis H H20 (s). Entalpi (H) suatu zat ditentukan oleh jumlah energi dan semua bentukenergi yang dimiliki zat yang jumlahnya tidak dapat diukur. Perubahan kalor atauentalpi yang terjadi selama proses penerimaan atau pelepasan kalor dinyatakandengan ” perubahan entalpi (ΔH) ” . Misalnya pada perubahan es menjadi air,maka dapat ditulis sebagai berikut:Δ H = H H20 (l) -H H20 (s)
  8. 8. Apabila kita amati reaksi pembakaran bensin di dalam mesin motor.Sebagian energi kimia yang dikandung bensin, ketika bensin terbakar, diubahmenjadi energi panas dan energi mekanik untuk menggerakkan motor. Demikianjuga pada mekanisme kerja sel aki. Pada saat sel aki bekerja, energi kimia diubahmenjadi energi listrik, energi panas yang dipakai untuk membakar bensin danreaksi pembakaran bensin menghasilkan gas, menggerakkan piston sehinggamenggerakkan roda motor.Gambar berikut ini menunjukkan diagram perubahan energi kimia menjadiberbagai bentuk energi lainnya. Harga entalpi zat sebenarnya tidak dapat ditentukan atau diukur. Tetapi ΔHdapat ditentukan dengan cara mengukur jumlah kalor yang diserap sistem.Misalnya pada perubahan es menjadi air, yaitu 89 kalori/gram. Pada perubahan esmenjadi air, ΔH adalah positif, karena entalpi hasil perubahan, entalpi air lebihbesar dari pada entalpi es. Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yangmempelajari perubahan entalpi yang menyertai suatu reaksi. Pada perubahan kimiaselalu terjadi perubahan entalpi. Besarnya perubahan entalpi adalah sama besardengan selisih antara entalpi hasil reaksi dam jumlah entalpi pereaksi. Pada reaksi endoterm, entalpi sesudah reaksi menjadi lebih besar,sehingga ΔH positif. Sedangkan pada reaksi eksoterm, entalpi sesudah reaksimenjadi lebih kecil, sehingga ΔH negatif. Perubahan entalpi pada suatu reaksidisebut kalor reaksi. Kalor reaksi untuk reaksi-reaksi yang khas disebut dengannama yang khas pula, misalnya kalor pembentukan,kalor penguraian, kalorpembakaran, kalor pelarutan dan sebagainya.5.1. Entalpi Pembentukan Standar (ΔH ◦f) Entalpi pembentukan standar suatu senyawa menyatakan jumlah kaloryang diperlukan atau dibebaskan untuk proses pembentukan 1 mol senyawa dariunsur-unsurnya yang stabil pada keadaan standar (STP). Entalpi pembentukanstandar diberi simbol (ΔH ◦f), simbol f berasal dari kata formation yang berartipembentukan. Contoh unsur-unsur yang stabil pada keadaan standar, yaitu :H2,O2,C,N2,Ag,Cl2,Br2,S,Na,Ca, dan Hg.5.2. Entalpi Penguraian Standar (ΔH ◦d) Entalpi penguraian standar suatu senyawa menyatakan jumlah kalor yangdiperlukan atau dibebaskan untuk proses penguraian 1 mol senyawa dari unsure-unsurnya yang stabil pada keadaan standar (STP). Entalpi penguraian standardiberi simbol (ΔH◦d) simbol d berasal dari kata decomposition yang berartipenguraian.
  9. 9. Menurut Hukum Laplace, jumlah kalor yang dibebaskan pada pembentukansenyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang diperlukan padapenguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsurnya. Jadi, entalpi penguraianmerupakan kebalikan dari entalpi pembentukan senyawa yang sama. Dengandemikian jumlah kalornya sama tetapi tandanya berlawanan karena reaksinyaberlawanan arah.5.3. Entalpi Pembakaran Standar (ΔH◦c) Entalpi pembakaran standar suatu senyawa menyatakan jumlah kalor yangdiperlukan atau dibebaskan untuk proses pembakaran 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya yang stabil pada keadaan standar (STP). Entalpi penguraian standardiberi simbol (ΔH◦c) simbol d berasal dari kata combustion yang berartipembakaran. Pembakaran selalu membebaskan kalor sehingga nilai entalpipembakaranselallu negatif (eksoterm)5.4. Entalpi Pelarutan Standar (ΔH◦s) Entalpi pelarutan standar menyatakan jumlah kalor yang diperlukan ataudibebaskan untuk melarutkan 1 mol zat pada keadaan standar (STP). Entalpipenguraian standar diberi simbol (ΔH◦s) simbol s berasal dari kata solvation yangberarti pelarutan. 6. Kalorimeter Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yangterlibat dalam suatu perubahan ataureaksi kimia. Kalorimeter terbagi menjadi dua,yaitu kalorimeter larutan dan kalorimeter bom. Jika dua buah zat atau lebihdicampur menjadi satu maka zat yang suhunya tinggi akan melepaskan kalorsedangkan zat yang suhunya rendah akan menerima kalor, sampai tercapaikesetimbangan termal. Menurut azas Black : Kalor yang dilepas = kalor yang diterima Kalor jenis suatu benda tidak tergantung dari massa benda, tetapitergantung pada sifat dan jenis benda tersebut. Jika kalor jenis suatu benda adalahkecil maka kenaikan suhu benda tersebut akan cepat bila dipanaskan. Kapasitas kalor air = 4.200 J/kg °C
  10. 10. 6.1. Kalorimeter Bom Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor(nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih)suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Sejumlah sampel ditempatkan padatabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter), dansampel akan terbakar oleh apilistrik dari kawat logam terpasang dalam tabung.Contoh kalorimeter bom adalah kalorimeter makanan.6.2. Kalorimeter makanan. Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukannilai kalor zat makanan karbohidrat, protein, atau lemak.Alat ini terdiri darisebuah tabung kaca yang tingginya kurang lebih 19 cm dan garis menengahnyakurang lebih 7,5 cm. Bagian dasarnya melengkung ke atas membentuk sebuahpenyungkup. Penyungkup ini disumbat dengan sebuah sumbatkaret yang yangberlubang di bagian tengah. Bagian atas tabung kaca ini ditutup denganlempeng ebonit yang bundar. Di dalam tabung kaca itu terdapat sebuah pengaduk,yang tangkainya menembus tutup ebonit, juga terdapat sebuahpipa spiraldari tembaga. Ujung bawah pipa spiral itu menembus lubang sumbatkaret pada penyungkup dan ujung atasnya menembus tutup ebonit bagian tengah.Pada tutup ebonit itu masih terdapat lagi sebuah lubang, tempat untukmemasukkan sebuah termometer ke dalam tabung kaca. Tabung kaca itudiletakkan di atas sebuah keping asbes dan ditahan oleh 3 buah keping. Kepingitu berbentuk bujur sangkar yang sisinya kurang lebih 9,5 cm. Di bawah kepingasbes itu terdapat kabel listrikyang akan dihubungkan dengan sumber listrik biladigunakan. Di atas keping asbes itu terdapat sebuah cawan aluminium. Di atascawan itu tergantung sebuah kawat nikelin yang berhubungan dengan kabel listrikdi bawah keping asbes. Kawat nikelin itulah yang akan menyalakan makanandalam cawan bila berpijar oleh arus listrik. Dekat cawan terdapat pipa logamuntukmengalirkan oksigen.6.3. Kalorimeter larutan Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukurjumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistemlarutan. Pada dasarnya,kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter.Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor
  11. 11. reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Kini kalorimeter larutan denganketelitian cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran.Dalam menentukan entalpi berlaku persamaan Qreaksi = - (Qlarutan + Q kalorimeter )Q reaksi = - (m.c.∆T + c.∆T)Jika kapasitas kalori dalam kalorimeter diabaikan, maka Qreaksi = - (m.c.∆T)Keterangan :m = massa zat (kg) c = kalor jenis (J/kg⁰C)∆t = perubahan suhu (Celcius) 7. Hukum HessGambaran visual dari hukum Hess dalam reaksi. Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahanentalpi dari suatu reaksi kimiaadalah sama, walaupun langkah-langkah yangdigunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hanya keadaanawal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya. Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitungsekalipun tidak dapat diukur secara langsung. Caranya adalah denganmelakukan operasi aritmatika pada beberapa persamaan reaksi yangperubahan entalpinya diketahui. Persamaan-persamaan reaksi tersebut diatursedemikian rupa sehingga penjumlahan semua persamaan akan menghasilkanreaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi)dengan suatu angka, perubahan entalpinya juga harus dikali (dibagi). Jikapersamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus dibalik pula (yaitumenjadi -ΔH). Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai ΔH juga dapatdiketahui dengan pengurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangientalpi pembentukan reaktan. Secara matematis .Untuk reaksi-reaksi lainnya secara umumKegunaanDengan mengetahui ΔHf (perubahan entalpi pembentukan) dari reaktan danproduknya, dapat diramalkan perubahan entalpi reaksi apapun, dengan rumus
  12. 12. ΔH=ΔHfP-ΔH fRPerubahan entalpi suatu reaksi juga dapat diramalkan dari perubahanentalpi pembakaran reaktan dan produk, dengan rumusΔH=-ΔHcP+ΔHcRKonsep dari hukum Hess juga dapat diperluas untuk menghitung perubahan fungsikeadaan lainnya, seperti entropi danenergi bebas. Kedua aplikasi ini amatberguna karena besaran-besaran tersebut sulit atau tidak bisa diukur secaralangsung, sehingga perhitungan dengan hukum Hess digunakan sebagai salah satucara menentukannya.Untuk perubahan entropi: o o o ΔS = Σ(ΔSf produk) - Σ(ΔSf reaktan) o o ΔS = Σ(ΔS produk) - Σ(ΔS reaktan). Untuk perubahan energi bebas: o o o ΔG = Σ(ΔGf produk) - Σ(ΔGf reaktan) o o ΔG = Σ(ΔG produk) - Σ(ΔG reaktan) 8. Penentuan ΔH Reaksi Hukum Hess menyatakan bahwa perubahan entalpi tidak tergantung padaberapa banyak tahapan reaksi, tetapi tergantung pada keadaan awal dan akhir.Dengan kata lain, untuk suatu reaksi keseluruhan tertentu, perubahan entalpi selalusama, tak peduli apakah reaksi itu dilaksanakan secara langsung ataukah secara taklangsung dan lewat tahap-tahap yang berlainan. Rumus yang dapat dipakai yaitu: Ada tiga cara yang dapat digunakan untuk mencari ΔHreaksi dengan hukumHess ini, yaitu cara diagram, siklus, dan cara persamaan reaksi.  DiagramPerhitungan dengan cara diagram adalah dengan memperhatikan keadaan awal,keadaan akhir, dan tanda panah reaksi (atas atau bawah).  SiklusCara siklus hampir sama dengan cara diagram, namun bentuknya lebih fleksibeldibandingkan diagram.
  13. 13.  Cara Persamaan ReaksiCara ini dapat dipakai jika diagram atau siklusnya tidak diketahui. Penentuan caraini memerlukan ketelitian dalam menentukan apakah suatu reaksi tetap, dibalik,atau dikalikan karena akan mempengaruhi hasilnya. Ada cara lain untuk menentukan ΔHreaksi dengan menghitung energi ikatanrata-ratanya. Energi ikatan rata-rata adalah energi rata-rata yang diperlukan untukmemutuskan satu mol ikatan antar atom dalam fase gas.Data energi ikatan rata-rata:C-H = 410 kJ/mol C-O = 351 kJ/molO-H = 460 kJ/mol C=C = 607 kJ/molC-C = 343 kJ/mol Perubahan entalpi yang dikaitkan dengan reaksi pembentukan satu molsenyawa disebut entalpi pembentukan standar ΔH°f 9. Energi Ikatan Energi ikatan adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan kimiadalam 1 mol suatu molekul / senyawa berwujud gas menjadi atom-atomnya.Lambang energi ikatan = D Suatu reaksi yang H–nya ditentukan dengan menggunakan energi ikatan,maka atom-atom yang terlibat dalam reaksi harus berwujud gas. Berdasarkan jenis dan letak atom terhadap atom-atom lain dalammolekulnya, dikenal 3 jenis energi ikatan yaitu :a. Energi Atomisasi. Adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan semua ikatan 1 molmolekul menjadi atom-atom bebas dalam keadaan gas.Energi atomisasi = jumlah seluruh ikatan atom-atom dalam 1 mol senyawa.b. Energi Disosiasi Ikatan. Adalah energi yang diperlukan untuk memutuskan salah 1 ikatan yangterdapat pada suatu molekul atau senyawa dalam keadaan gas.c. Energi Ikatan Rata-Rata. Adalah energi rerata yang diperlukan untuk memutuskan ikatan atom-atompada suatu senyawa ( notasinya = D ). Energi ikatan suatu molekul yang berwujudgas dapat ditentukan dari data entalpi pembentukan standar (Hf ) dan energi ikatunsur-unsurnya. Prosesnya melalui 2 tahap yaitu :o Penguraian senyawa menjadi unsur-unsurnya.o Pengubahan unsur menjadi atom gas. Reaksi kimia pada dasarnya terdiri dari 2 proses :o Pemutusan ikatan pada pereaksi.o Pembentukan ikatan pada produk reaksi.
  14. 14. Pada proses pemutusan ikatan = memerlukan energi. Pada proses pembentukan ikatan = membebaskan energi 10. Jenis-Jenis Kalor Setiap sistem atau zat mempunyai energi yang tersimpan didalamnya.Energi potensial berkaitan dengan wujud zat, volume, dan tekanan. Energi kinetikditimbulkan karena atom–atom dan molekul-molekul dalam zat bergerak secaraacak. Jumlah total dari semua bentuk energi itu disebut entalpi(H). Sedangkan kalor adalah bentuk energi yang berpindah dari suhu tinggi kesuhu rendah. Jika suatu benda menerima / melepaskan kalor maka suhu benda ituakan naik/turun atau wujud benda berubah. Kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan1 gram atau 1 kg zat sebesar 1ºC (satuan kalori/gram.ºC atau kkal/kg ºC).Kalor yang digunakan untuk menaikkan/menurunkan suhu tanpa mengubah wujudzat:Q = kalor yang di lepas/diterimaH = kapasitas kalorDt = kenaikan/penurunan suhum = massa bendac= kalor jenisKalor yang diserap/dilepaskan (Q) dalam proses perubahan wujud benda:Q=m.Lm = massa benda (kg)L = kalor laten (kalor lebur, kalor beku. kalor uap,kalor embun, kalor sublim, kalorlenyap)Jadi kalor yang diserap atau yang dilepas pada saat terjadi perubahan wujud bendatidak menyebabkan perubahan suhu benda (suhu benda konstan ).10.1. Kalor Pembentukan Standar Adalah nama lain dari perubahan entalpi yang terjadi pada pembentukan 1mol senyawa dari unsur-unsurnya pada suhu dan tekanan standar ( 25 oC, 1 atm ).Entalpinya bisa dilepaskan maupun diserap. Satuannya adalah kJ / mol. Bentukstandar dari suatu unsur adalah bentuk yang paling stabil dari unsur itu padakeadaan standar ( 298 K, 1 atm ). Jika perubahan entalpi pembentukan tidakdiukur pada keadaan standar maka dinotasikan dengan Hf. Catatan : o Hf unsur bebas = nol o Dalam entalpi pembentukan, jumlah zat yang dihasilkan adalah 1 mol. o Dibentuk dari unsur-unsurnya dalam bentuk standar.10.2. Kalor Penguraian Standar Adalah nama lain dari perubahan entalpi yang terjadi pada penguraian 1mol senyawa menjadi unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar. Jikapengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan Hd.Satuannya = kJ / mol. Perubahan entalpi penguraian standar
  15. 15. merupakan kebalikan dari perubahan entalpi pembentukan standar, maka nilainyapun akan berlawanan tanda. Menurut Marquis de Laplace, “ jumlah kalor yang dilepaskan padapembentukan senyawa dari unsur-unsur penyusunnya = jumlah kalor yangdiperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsur penyusunnya.“ Pernyataan ini disebut Hukum Laplace.10.3. Kalor Pembakaran Standar Adalah nama lain dari perubahan entalpi yang terjadi pada pembakaran 1mol suatu zat secara sempurna pada keadaan standar. Jika pengukuran tidakdilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan Hc. Satuannya = kJ /mol.10.4. Kalor Netralisasi Standar Adalah nama lain dari perubahan entalpi yang terjadi pada penetralan 1 molasam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam pada keadaan standar. Jika pengukurantidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan Hn. Satuannya= kJ / mol.10.5. Kalor Penguapan Standar Adalah nama lain dari perubahan entalpi yang terjadi pada penguapan 1mol zat dalam fase cair menjadi fase gas pada keadaan standar. Jika pengukurantidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan Hvap.Satuannya = kJ / mol.10.6. Kalor Peleburan Standar Adalah nama lain dari perubahan entalpi yang terjadi pada pencairan /peleburan 1 mol zat dalam fase padat menjadi zat dalam fase cair pada keadaanstandar. Jika pengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikandenganHfus. Satuannya = kJ / mol.10.7. Kalor Sublimasi Standar Adalah perubahan entalpi yang terjadi pada sublimasi 1 mol zat dalam fasepadat menjadi zat dalam fase gas pada keadaan standar. Jika pengukuran tidakdilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikan dengan Hsub. Satuannya = kJ/ mol.10.8. Kalor Pelarutan Standar Adalah nama lain dari perubahan entalpi yang terjadi ketika 1 mol zatmelarut dalam suatu pelarut ( umumnya air ) pada keadaan standar. Jikapengukuran tidak dilakukan pada keadaan standar, maka dinotasikandengan Hsol. Satuannya = kJ / mol.
  16. 16. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Singkatnya, materi pembelajaran pada termokimia ini merupakan materidasar yang wajib untuk dipelajari dan dipahami secara mendalam. Materi yangsecara umum mencakup termodinamika I, kalor reaksi, kerja, entalpi, kalorimeter,hukum Hess, penentuan H reaksi, energi ikatan, dan jenis -jenis kalor merupakanmateri-materi dasar dalam pelajaran kimia yang berguna untuk mempelajari materiselanjutnya yang tentu saja lebih rumit. Dalam makalah ini materi duraikan secarasingkat agar para pembaca lebih mudah memahaminya. 2. Saran Dengan adanya makalah sederhana ini, penyusun mengharapkan agar parapembaca dapat memahami materi termokimia ini dengan mudah. Saran daripenyusun agar para pembaca dapat menguasai materi singkat dalam makalah inidengan baik, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan soal sesuai materi yangberhubungan agar semakin menguasai materi.
  17. 17. DAFTAR PUSTAKABrady, James .E. 1999. Kimia Universitas Azas & Struktur Jilid 1, Edisi ke-5. Jakarta : Binarupa AksaraKleinfelter, Wood. 1989.Kimia Untuk Universitas Jilid 1.ed.6.Jakarta :ErlanggaRahayu,Nurhayati,dan Jodhi Pramuji G.2009.Rangkuman KimiaSMA.Jakarta : Gagas MediaSutresna,Nana. 2007.Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas XI.Jakarta :Grafindo Media PratamaKuliah Kimia Dasar I oleh Pak Umarfree.vlsm.org/v12/sponsor/.../0281%20Fis-1-4d.htmhttp://blog.ums.ac.id/vitasari/files/2009/06/kuliah-11_panas-reaksi.pdfhttp://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_kimia/Bab_8http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Hesshttp://id.wikipedia.org/wiki/Kalorimeterhttp://www.scribd.com/doc/20100823/Kalorimeterhttp://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_fisika1/termokimia/pengertian-termokimia/dhan_di@rocketmail.com / dhanshei.blogspot.com

×