Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Ringkasan Pengantar Bisnis bab 1-6

28,806 views

Published on

Ringkasan Pengantar Bisnis bab 1-6
Buku : Business Essentials ninth edition
Pengarang : Ronald J. Edbert & Ricky W. Griffin
Penerbit : PEARSON

Published in: Education
  • terima kasih sudah share, kira kira punya bbrapa PPT nya kah? karena saya berniat mempelajari ini
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • SAYA SEBAGAI RAKYAT KECIL MEMOHON KEPADA PRESIDEN RI (NKRI) TUAN JOKO WIDODO UNTUK MEMBUKA LOWONGAN KERJA PEGAWAI LINMAS SECARA UMUM SETIAP TAHUN UNTUK WARGA NEGARA ASLI RI (NKRI), SAYA SEBAGAI RAKYAT KECIL MEMOHON PADA PRESIDEN RI (NKRI) TUAN JOKO WIDODO LEBIH SERIUS LAGI DAN LEBIH BERSUNGGUH-SUNGGUH MEMPERHATIKAN NASIB WARGA NEGARA ASLI RI (NKRI) DI PROVINSI PAPUA SAMPAI KE POLOSOK DESA/ KEPOLOSOK PERKAMPUNGAN, DI PROVINSI MALUKU SAMPAI PELOSOK DESA, DI PROVINSI NTT SAMPAI DI PELOSOK DESA. SAYA SEBAGAI RAKYAT KECIL MELIHAT DIDAERAH ENREKANG (PROVINSI SULAWESI SELATAN) BELUM ADA LAMPU PENERANG JALAN, DI JALAN ENREKANG SANGAT GELAP KEMUDIAN DI DAERAH ENREKANG (PROVINSI SULAWESI SELATAN) BELUM ADA GEDUNG-GEDUNG SEKOLAH DI MULAI DARI SD HINGGA SMU ( BAGAIMANA WARGA MASYARAKAT MAU JADI PINTAR, GEDUNG GEDUNG SEKOLAH AJA BELUM ADA YANG DI BANGUN), BELUM ADA DI DAERAH ENREKANG BESI PEMBATAS PEMBATAS JALAN KARENA SEBELAH KIRI ADALAH JURANG ( DIDAERAH ENREKANG PROVINSI SULAWESI SELATAN SERING TERJADINYA KECELAKAAN: MOBIL MASUK JURANG) DAN KHUSUSNYA DIDAERAH ENREKANG (PROVINSI SULAWESI SELATAN) SEPERTINYA WARGA MASYARAKAT BELUM SUNGGUH SUNGGUH DIPERHATIKAN DENGAN BAIK OLEH PIHAK PEMERINTAH DAERAH YAITU PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN DAN PEMERINTAH PUSAT RI (NKRI) . MUDAH MUDAHAN SUARA SAYA DI DENGAR OLEH PRESIDEN RI (NKRI) TUAN Ir. JOKO WIDODO dan WAKIL PRESIDEN RI (NKRI) TUAN JUSUF KALLA.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Ringkasan Pengantar Bisnis bab 1-6

  1. 1. Bab I - Sistem Bisnis Amerika Serikat Definisi sifat bisnis dan identifikasi tujuan-tujuan utamanya  Bisnis adalah sebuah organisasi yang memproduksi atau menjual barang atau jasa untuk mendapatkan laba.  Prospek memperoleh laba : selisih antara pendapatan dan pengeluaran bisnis yang mendorong orang untuk membuka dan memperluas bisnis. Bentuk bisnis Amerika telah beberapa kali berevolusi selama beberapa abad ini, yaitu:  Revolusi industri yang timbul pada pertengahan abad ke-18, menciptakan adanya sistem pabrik yang membuat bahan dan pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dalam jumlah besar dan mesin-mesin baru yang dibutuhkan untuk produksi massal berkumpul dalam satu tempat.  Abad ke-19 menjadi solusi peningkatan wirausahawan dalam skala besar, dan bisnis Amerika Serikat menganut filosofi laissez-faire. Laisses-faire adalah prinsip yang menyatakan bahwa pemerintah hendaknya tidak mencampuri perekonomian melainkan harus membiarkan bisnis berlaku tanpa adanya regulasi . Hasil dari perkembangan perusahaan dan peningkatan sistem produksi tersebut harus dibayar dengan hilangnya kebebasan pekerja  Seiring hilangnya kebebasan pekerja, maka terjadilah perubahan era yang dinamai era produksi. Era produksi menjadi solusi bangkitnya serikat buruh dan dimulainya regulasi oleh pemerintah.  Pada tahun 1950-an dan 1960-an, timbul lagi era baru yang disebut era pemasaran. Di era ini, produsen barang dan jasa mulai mencari tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggan dan kemudian menyediakannya.  Pada tahun 1980-an, muncul fenomena ekonomi global. Yang menyebabkan adanya perbaikan dalam sistem komunikasi dan transportasi. Perbaikan tersebut menular kepada metode internasional yang lebih efisien dalam pembiayaan, produksi, distribusi, dan pemasaran produk dan jasa secara bersama-sama.  Dengan adanya perbaikan tersebut, maka muncul satu era yang dipicu oleh internet. Era tersebut dinamai era informasi. Perkembangan dalam era ini memberikan dorongan dalam perdagangan di semua sektor ekonomi, khususnya di bidang jasa. Sistem ekonomi adalah sistem suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya ke warga negaranya, baik perorangan maupun organisasi 5 Faktor Produksi :  Sumber daya manusia : Kemampuan fisik dan mental orang-orang sewaktu mereka berkontribusi pada produksi di dalam perekonomian  Modal : Dana yang dibutuhkan untuk menciptakan dan menjalankan perusahaan/ bisnis.  Wirausahawan : Individu yang melihat peluang dan mau menanggung resiko yang timbul dari penciptaan dan pengoperasian usaha bisnis baru  Sumber daya fisik : Hal-hal berwujud yang digunakan oleh organisasi dalam melaksanakan bisnis mereka  Sumber daya informasi : Data atau informasi lain yang digunakan oleh bisnis Perekonomian Terpimpin - Perekonomian yang mengandalkan pemerintah terpusat untuk mengendalikan semua atau sebagian besar faktor produksi dan untuk membuat semua atau sebagian besar keputusan produksi dan alokasi - Yang termasuk di dalamnya adalah: Komunisme & Sosialisme Perekonomian Pasar - Perekonomian di mana individu-individu mengendalikan keputusan produksi dari alokasi melalui penawaran dan permintaan - Yang termasuk di dalamnya adalah: Pasar Input dan Pasar Output & Kapitalisme Pasar Input Perusahaan membeli sumber daya dari rumah tangga yang berfungsi sebagai pemasok. Pasar Output Perusahaan menawarkan barang dan jasa untuk menanggapi permintaan pihak rumah tangga.
  2. 2. Perekonomian Pasar Campuran - Sistem ekonomi yang menampilkan sifat-sifat perkonomian terpimpin maupun perekonomian pasar - Yang termasuk di dalamnya adalah: Privatisasi & Sosialisme Privatisasi Proses perubahan perusahaan pemerintah menjadi milik swasta Sosialisme Sistem ekonomi terpimpin di mana pemerintah hanya memiliki dan menjalankan sumber produksi terpilih Permintaan & Penawaran  Permintaan Keinginan dan kemampuan pembeli untuk membeli produk atau jasa tertentu  Penawaran Keinginan dan kemampuan produsen untuk menawarkan produk atau jasa tertentu untuk dijual  Hukum Permintaan Pembeli akan membeli (melakukan permintaan) lebih banyak kalau harga produk itu turun dan membeli lebih sedikit kalau harganya naik  Hukum Penawaran Para produsen akan menawarkan (melakukan penawaran) lebih banyak untuk dijual jika harga produk naik dan menawarkan lebih sedikit jika harganya turun Mekanisme penawaran dan permintaan  Kurva permintaan menunjukkan berapa banyak produk akan diminta (dibeli) pada harga yang berbeda-beda.  Kurva penawaran menunjukkan berapa banyak jumlah produk akan disediakan (ditawarkan untuk dijual) pada harga yang berbeda-beda  Bila kedua kurva dibagankan ke grafik yang sama, titik perpotongannya adalah harga pasar atau harga ekuilibrium  Harga pasar adalah harga di mana kuantitas barang yang diminta dan kuantitas barang yang ditawarkan sama Dalam mekanisme penawaran dan permintaan, terdapat hal yang dinamakan: Surplus: situasi di mana jumlah yang ditawarkan melebihi jumlah yang diminta Defisit: situasi dimana jumlah yang diminta melebihi jumlah yang ditawarkan Perusahaan swasta menuntut adanya 4 unsur: • Hak properti pribadi: Kepemilikan atas sumber daya yang digunakan untuk menciptakan kekayaan berada di tangan individu • Kebebasan memilih: kebebasan dalam memilih dalam memilih menjual tenaga kerja kepada siapa saja, dan juga membeli dari produsen yang mana saja • Laba: laba yang diantisipasi berpengaruh kuat pada pilihan individu atas barang dan jasa yang akan mereka produksi • Persaingan: perlombaan antar perusahaan untuk mendapatkan sumber daya atau pelanggan yang sama Dalam sistem perusahaan bebas, terdapat 4 tingkat persaingan: o Persaingan sempurna: pasar atau industri yang dicirikan oleh perusahaan kecil yang banyak jumlahnya dan membuat produk yang sama o Persaingan sempurna: pasar atau industri yang dicirikan oleh banyak pembeli dan relatif banyak penjual yang berusaha membedakan produk mereka dari pesaingnya. o Oligopoli: Pasar atau industri yang dicirikan oleh penjual yang sedikit (umumnya berskala sangat besar) yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga produk-produk mereka o Monopoli: pasar atau industri dimana hanya ada satu produsen yang dapat menetapkan harga produk-produknya
  3. 3. Bab II - Menjalankan Bisnis Secara Etis Dan Bertanggung Jawab Etika adalah keyakinan tentang yang benar atau salah dan yang baik atau buruk. Perilaku etis adalah perilaku yang sesuai dengan keyakinan individual dan norma sosial tentang tindakan yang benar dan baik. Perilaku tidak etis adalah perilaku yang menurut keyakinan individual dan norma sosial, salah dan buruk. Etika Bisnis merujuk pada perilaku manajer dan karyawan organisasi. Etika Manajerial adalah standar-standar perilaku yang memandu para manajer. Ada 3 kategori luas dari cara etika manajerial dapat mempengaruhi kerja orang: 1. Perilaku terhadap karyawan, 2. Perilaku terhadap organisasi, 3. Perilaku terhadap agen ekonomi lainnya. Model penerapan penilaian etis terhadap situasi bisnis merekomendasikan 3 hal: 1. Pengumpulan informasi faktual yang relevan, 2. Peninjauan fakta untuk menentukan nilai moral paling sesuai, 3. Penyusunan penilaian etis berdasarkan benar salahnya kegiatan atau kebijakan yang diusulkan. 4 Prinsip lain yang bisa mempengaruhi situasi apapun: 1. Kegunaan (Utility), 2. Hak (Rights), 3. Keadilan (Justice), 4. Kepedulian (Caring) Untuk mempromosikan sikap jujur dan terbuka, perusahaan juga dapat mengambil langkah-langkah yang lebih spesifik untuk memformalisasikan komitmen mereka: 1. Menerapkan kode etik tertulis 2. Memberlakukan program etika Etika mempengaruhi individu. Tanggung jawab sosial merujuk pada upaya perusahaan dalam menyeimbangkan komitmennya pada pihak-pihak berkepentingan organisasi – kelompok, undividu, dan organisasi yang secara langsung dipengaruhi oleh praktek organisasi itu dan oleh karenanya, dipengaruhi kinerja perusahaan. Banyak Perusahaan berfokus pada 5 kelompok utama: 1. Pelanggan 2. Karyawan 3. Investor 4. Pemasok 5. Masyarakat Setempat Ketika menerapkan tanggung jawab sosial, perusahaan berhadapan dengan 4 bidang perhatian: 1. Tanggung jawab terhadap lingkungan Salah satu contoh tantangan besar dalam bisnis kontemporer adalah bagaimana perusahaan mengendalikan polusi . 2. Tanggung jawab terhadap pelanggan Pada umumnya terbagi atas 2 kategori, yaitu: menyediakan produk-produk berkualitas dan menetapkan harga-harga secara adil. Hak konsumen:  Konsumen memiliki hak atas produk yang aman  Konsumen mempunyai hak mengetahui seluruh aspek yang berkaitan dengan suatu produk  Konsumen mempunyai hak untuk didengar  Konsumen mempunyai hak untuk memilih apa yang mereka beli  Konsumen mempunyai hak untuk mendapatkan informasi dalam hal pembelian  Konsumen memiliki hak untuk mendapatkan layanan yang ramah
  4. 4. 3. Tanggung jawab terhadap karyawan Perusahaan dikatakan memenuhi tanggung jawab hukum dan sosialnya apabila karyawannya diberi kesempatan yang sama tanpa memandang faktor -faktor suku, jenis kelamin, atau faktor lainnya yang tidak relevan. 4. Tanggung jawab terhadap investor Contoh dari penyimpangan tanggung jawab perusahaan kepada investor yaitu:  Manajemen finansial yang tidak wajar  Cek kosong (praktek ilegal yang menuliskan cek yang uangnya belum dikreditkan pada bank sewaktu cek tersebut dicairkan)  Insider trading (praktek ilegal dengan menggunakan informasi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi)  Penyimpangan laporan keuangan Bisnis dapat mengambil 1 dari 4 sikap yg menyangkut dengan kewajiban sosialnya terhadap masyarakat:  Sikap Obstruktif: Pendekatan terhadap tanggung jawab sosial yang melibatkan tindakan seminimal mungkin dan mungkin melibatkan usaha-usaha menolak atau menutupi pelanggaran yang dilakukan.  Sikap Defensif: Pendekatan tanggung jawab sosial yang ditandai dengan perusahaan hanya memenuhi persyaratan hukum secara minimum atas komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya.  Sikap Akomodatif: Pendekatan tanggung jawab sosial yang diterapkan suatu perusahaan, dengan melakukannya, apabila diminta, melebihi persyaratan hukum minimum dalam komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya.  Sikap Proaktif: Pendekatan tanggung jawab sosial yang diterapkan suatu perusahaan, yaitu secara aktof mencari peluang untuk memberikan sumbangan demi kesejahteraan kelompok dan individu dalam lingkungan sosialnya. Sebuah model mengemukakan pendekatan 4 langkah untuk mendorong rasa tanggung jawab sosial di seluruh perusahaan: 1. Tanggung jawab sosial harus mulai pada puncak dan termasuk dalam perencanaan strategis. 2. Para manajer puncak harus mengembangkan rencana yang merinci tingkat dukungan manajemen. 3. Seorang eksekutif harus diberi tugas dalam agenda. 4. Organisasi harus sesekali melaksanakan audit sosial – analisis keberhasilannya dalam menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk tujuan tanggung jawab sosial. Bagi para pelaku bisnis kecil, isu etika adalah persoalan tentang etika individual. Tetapi dalam pertanyaan tentang tanggung jawab sosial, mereka harus menanyakan diri sendiri apakah mereka dapat menghasilkan suatu agenda sosial. Mereka juga harus menyadari bahwa para manajer di semua organisasi menghadapi isu etika dan tanggung jawab sosial.
  5. 5. Bab III - Kewirausahaan dan kepemilikan bisnis baru Bisnis kecil dioperasikan dan dimiliki secara independen serta tidak mendominasi pasarnya. Kontribusi dari bisnis kecil dapat diukur berdasarkan efeknya terhadap tiga aspek sistem ekonomi: 1. Penciptaan lapangan kerja, 2. Inovasi, 3. Arti pentingnya bagi bisnis besar Kelompok industri bisnis kecil utama: 1. Jasa 2. Konstruksi 3. Keuangan dan Asuransi 4. Grosir 5. Eceran 6. Perakitan 7. Transportasi 4 Faktor yang ikut menyebabkan kegagalan bisnis kecil: 1. Manajer tidak berkompeten dan tidak berpengalaman, 2. Kurang memberi perhatian, 3. Sistem kontrol yang lemah, dan 4. Tidak cukup modal. 4 Faktor yang ikut menyebabkan keberhasilan bisnis kecil: 1. Kerja keras, dorongan dan dedikasi, 2. Permintaan pasar akan produk atau jasa yang disediakan, 3. Kompetensi manajerial, dan 4. Keberuntungan. Jenis perusahaan: 1. Perseroan terbatas: Perusahaan yang sahamnya secara luas dipegang dan dapat dijual kepada masyarakat umum 2. S Corporation: Hasil campuran antara perusahaan tertutup dan persekutuan; dikelola dan dioperasikan seperti perusahaan tetapi diangap sebagai persekutuan untuk tujuan pajak 3. Limited Liability Corporation (LLC): Hibrida antara perusahaan terbuka dan persekutuan yang para pemiliknya dikenakan pajak sebagai sekutu tetapi menikmati manfaat tanggung jawab terbatas 4. Perusahaan profesional: Bentuk kepemilikan yang mengizinkan para profesional mengambil manfaat perusahaan sementara memberikan mereka tanggung jawab bisnis terbatas dan tanggung jawab profesional yang tidak terbatas. 5. Perusahaan multinasional: Bentuk perusahaan yang melintasi batas -batas negara. Saham preferen: saham yang menjamin dividen tetap bagi pemegangnya dan memiliki prioritas klaim atas kekayaan perusahaan tetapi tidak memiliki hak memberikan suara dalam perusahaan. Saham biasa: saham yang menjamin adanya hak memberikan suara (voting) pada perusahaan tapi memiliki klaim terakhir atas kekayaan perusahaan.
  6. 6. Bab IV - Memahami konteks bisnis global Dunia ekonomi menjadi sistem saling tergantung yang rumit – proses yang disebut globalisasi. Beberapa kekuatan yang digabungkan menyulut dan mendukung globalisasi: 1) Pemerintah dan bisnis lebih sadar akan manfaat globalisasi 2) teknologi baru membuat perjalanan internasional, komunikasi, dan perdagangan lebih cepat dan murah 3) tekanan bersaing kadang-kadang mendorong perusahaan berekspansi ke pasar as ing hanya supaya bisa bersaing 4) pakta kesepakatan dagang juga memainkan peran penting. 4 kesepakatan paling penting: 1. General Agreement on Tariffs dan Trade (GATT), 2. North American Free Trade Agreement (NAFTA), 3. Uni Eropa (EU), dan 4. World Trade Organization (NATO). Ekonomi dunia kontemporer berkembang di sekitar 3 pasar utama: Amerika Utara, Eropa, dan Asia Pasifik. Neraca perdagangan suatu negara adalah total nilai ekonomi dari semua produk yang diimpornya dikurangi total nilai ekonomi dari semua produk yang diekspornya. Bila negatif, negara tersebut mengalami defisit, dan bila neracanya positif, maka negara tersebut memiliki surplus perdagangan; dimana lebih banyak uang masuk dibandingkan uang keluar. Nilai tukar adalah nilai dipertukarkannya mata uang satu negara dengan mata uang negara lain. Setelah memutuskan untuk go international, sebuah perusahaan harus memutuskan tingkat keterlibatannya. Ada beberapa kemungkinan: 1) Eksportir dan Importir Eksportir adalah perusahaan yang membuat produk di suatu negara dan kemudian mendistribusikan serta menjualnya ke negara lain. Importir adalah membeli produk-produk di pasar luar negri dan kemudian mengimpornya untuk dijual kembali di negaranya 2) Perusahaan internasional Perusahaan yang sebagian besar bisnisnya berada di negara -negara asing 3) Perusahaan multinasional Perusahaan yang merancang, memproduksi, dan memasarkan produk-produk di banyak negara Struktur organisasi internasional mencakup hal -hal berikut: 1) Agen independen 2) Pemberian lisensi 3) Kantor cabang 4) Aliensi strategis (atau usaha bersama) 5) Investasi langsung di negara lain Hambatan perdagangan internasional : 1) Perbedaan sosial & budaya 2) Perbedaan ekonomi 3) Perbedaan hukum dan politik Berikut ini beberapa masalah hukum dan politik yang ada dalam bisnis international yang sering kita jumpai, diantaranya : A. Kuota, Tarif, dan Subsidi 1) Kuota : Pembatasan jumlah produk yang masuk ke suatu negara atau pembatasan jumlah produk yang ditawarkan. 2) Tarif : Merupakan pajak bagi produk yang masuk ke dalam negeri. Tarif juga membuat konsumen tidak hanya membayar produk yang dibeli, tetapi juga pajaknya. 3) Subsidi : Bantuan pemerintah untuk membantu bisnis domestik bersaing dengan perusahaan asing.
  7. 7. B. Hukum Konten Lokal Beberapa negara mempunyai hukum bahwa produk yang harus dijual di dalam negeri setidaknya merupakan sebagian besar produk yang di buat di dalam negeri tersebut. C. Praktik Bisnis Hukum Banyak bisnis yang memasuki pasar baru mengalami masalah dalam mematuhi peraturan yang ketat dan hambatan birokrasi. Tidak sedikit kegiatan bisnis yang dipengaruhi oleh undang-undang praktik bisnis dimana negara tuan rumah mengatur praktik bisnis dalam yurisdiksi mereka. Salah satu contohnya adalah Cartels and Dumping. 1. Cartels : Asosiasi atau perundingan antara produsen yang tujuannya adalah untuk mengontrol pasokan barang dan harga 2. Dumping : Kegiatan menjual produk luar negeri dengan harga yang lebih murah dari biaya produksi di rumah atau negara asal
  8. 8. Bab V - Manejemen Bisnis  Proses manajemen terdiri dari 4 bagian 1. Perencanaan : proses manajemen yang menetapkan apa yang harus dilakukan organisasi dan bagaimana melakukannya 2. Pengorganisasian : proses manajemen yang menetapkan cara terbaik dalam mengatur sumber daya dan aktivitas organisasi menjadi struktur yang logis 3. Pengarahan : proses manajemen yang memandu dan memotivasi karyawan untuk mencapai sasaran organisasi 4. Pengawasan : proses manajemen yang memonitor kinerja organisasi untuk memastikan bahwa sasarannya dapat tercapai  Tipe-tipe manajer: a. Manajer puncak : manajer yang bertanggung jawab kepada dewan direksi dan pemegang saham atas keseluruhan kinerja dan efektivitas perusahaan b. Manajer menengah : manajer yang bertanggung jawab mengimplementasikan strategi, kebijakan, dan keputusan yang dibuat oleh manajer c. Manajer lini pertama : manajer yang bertanggung jawab dalam menyelia (penyelia : supervisor) pekerjaan karyawan  Bidang-bidang manajemen : a. Manajer sumber daya manusia : untuk merekrut, menerima, dan melatih karyawan, mengevaluasi kinerja, dan menentukan besarnya kompensasi b. Manajer operasi : bertanggung jawab pada produksi, inventori, dan [engawasan kualitas c. Manajer pemasaran : bertanggung jawab menyampaikan produk-produk dari produsen ke konsumen d. Manajer informasi : merancang dan menerapkan system untuk menggabungkan, mengorganisasi, dan mendistribusikan informasi e. Manajer keuangan : bertanggung jawab atas perencanaan dan pengawasan fungsi akuntansi dan sumber - sumber keuangan f. Manajer- manajer lain (contohnya seperti manajer hubungan masyarakat, manajer penelitian dan pengembangan. Tergantung dari perusahaan mempekerjakan manajer khusus)  Dasar keterampilan manajemen: a. Keterampilan teknis : keterampilan yang diperlukan untuk melakukan tugas -tugas khusus b. Keterampilan hubungan manusia : keterampilan untuk memahami dan bekerjasama dengan orang lain c. Keterampilan konseptual : kemampuan untuk berpikir secara abstrak, mendiagnosa, dan menganalisis situasi yang berbeda, serta melihat jauh kedepan d. Keterampilan pengambilan keputusan : keterampilan dalam menentukan masalah dan memilih tindakan yang terbaik ( menentukan permasalahan,mengumpulkan fakta,mengidentifikasi alternatif penyelesaian ; mengevaluasi masing-masing alternative dan memilih alternative terbaik ; mengimplementasikan alternative yang dipilih,meninjaunya secara berkala,dan mengevaluasi efektivitas pilihan tersebut) e. Keterampilan pengelolaan waktu : keterampilan yang berkaitan dengan penggunaan waktu secara produktif. Para manajer harus memperhatikan 4 penyebab pemborosan waktu, diantaranya : administrasi, telepon, rapat, email  Jenis-jenis strategi : a. Strategi perusahaan : menentukan sikap keseluruhan perusahaan kearah pertumbuhan dan cara perusahaan mengelola bisnis atau lini pertama b. Strategi bisnis : strategi pada tingkat unit bisnis atau lini produk, yang berfokus pada posisi kompetitif perusahaan c. Strategi fungsional : strategi digunakan manajer dibidang khusus untuk memutuskan cara terbaik mencapai tujuan perusahaan melalui produktivitas  Merumuskan strategi : 1. Menetapkan sasaran strategi : sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi perusahaan 2. Menganalisis organisasi dan lingkungan : proses pemindaian lingkungan bisnis terhadap segala ancaman dan peluang serta menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan 3. Mencocokan organisasi dan lingkungan : menyesuaikan ancaman dan peluang dari lingkungan terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan
  9. 9.  Hierarki perencanaan : a. Rencana strategis : mencerminkan keputusan mengenai alokasi sumber daya, prioritas perusahaan, dan tahap-tahap yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran strategis b. Rencana taktis : rencana jangka pendek yang berhubungan dengan penerapan aspek spesifik dari rencana strategis perusahaan c. Rencana operasional : rencana yang menetapkan target jangka pendek untuk kinerja harian, mingguan, dan bulanan  Perencanaan kontingensi dan manajemen kritis: a. Rencana kontingensi : mengidentifikasi aspek-aspek penting bagi bisnis atau lingkungannya yang mungkin memerlukan perubahan strategi b. Manajemen kritis : metode organisasi dalam menghadapi keadaan darurat  Mengkomunikasikan budaya dan mengelola perubahan a. Mengkomunikasikan budaya : menggunakan budaya untuk kepentingan perusahaan, para manajer harus menjalankan beberapa tugas dengan komunikasi yang efektif b. Mengelola perubahan : mengkomunikasikan sifat perubahan itu kepada karyawan maupun konsumen. Menurut CEO beberapa perusahaan telah mengalami perubahan radikal dalam decade terakhir ini, prosesnya melalui 3 tahap : - Pada tingkatan tertinggi, analisa lingkungan perusahaan menyoroti perubahan besar sebagai tanggapan yang paling efektif terhadap masalah yang dihadapi - Manajemen puncak mulai menyusun visi bersama bagi perusahaan baru - Perusahaan menetapkan system baru untuk menilai dan memberi kompensasi kepada para karyawannya yang menjalankan nilai-nilai baru
  10. 10. Bab VI - Mengorganisasikan perusahaan bisnis Struktur Organisasi Spesifikasi dari pekerjaan yang dilakukan dan cara mereka berhubungan satu sama lain 1) Bagan organisasi Untuk menjelaskan struktur dan menunjukkan kepada karyawan dimana mereka berada dalam operasi perusahaan. Setiap kotak menggambarkan satu jabatan, dan garis tebal menunjukkan rantai komando, atau hubungan pelaporan. 2) Faktor penentu struktur organisasi • Misi & strategi organisasi • Ukuran perusahaan Bangunan dasar struktur organisasi 1) Spesialisasi Proses mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan spesifik dan merancang orang untuk menjalankannya 2) Departementalisasi • Departementalisasi berdasarkan pelanggan: Departementalisasi berdasarkan jenis pelanggan yang kemungkinan besar membeli produk tertentu • Departemental isasi berdasarkan produk: Departementalisasi berdasarkan produk tertentu yang diciptakan • Departementalisasi berdasarkan proses: Departementalisasi berdasarkan proses produksi yang digunakan dalam menciptakan barang atau jasa • Departementalisasi berdasarkan geografis: Departementalisasi berdasarkan wilayah yang dilayani perusahaan • Departementalisasi berdasarkan fungsi: Departementalisasi berdasarkan kelompok fungsi atau aktivitas 3) Pembentukan hierarki pengambilan keputusan Membentuk hierarki pengambilan keputusan 1) Mendistribusikan wewenang • Organisasi tersentralisasi • Organisasi terdesentralisasi • Rentang kendali 2) Proses delegasi • Menetapkan tanggung jawab • Pemberian wewenang • Menciptakan akuntabilitas 3) Bentuk wewenang • Wewenang lini: Struktur organisasi yang wewenangnya mengalir dalam rantai komando dari pucuk pimpinan perusahaan ke bawahannya; dan rata -rata perusahaan bergantung pada departemen lini – yaitu departemen yang berkaitan langsung dengan produksi dan penjualan produksi ter tentu. • Wewenang staf: Wewenang yang didasarkan pada keahlian dan biasanya berupa tugas memberikan nasihat kepada para manajer lini. Yang dimaksud sebagai Staf adalah penasihat dan penyuluh yang membantu departemen lini dalam mengambil keputusan tetapi tida k memiliki wewenang untuk membuat keputusan akhir. • Wewenang komite dan kelompok: Wewenang yang diberikan kepada komite atau kelompok kerja yang terlibat dalam operasional perusahaan sehari-hari. Bentuk- Bentuk Dasar Struktur Organisasi 1) Fungsional: Bentuk organisasi bisnis yang wewenangnya ditentukan oleh keterkaitan antara fungsi dan aktivitas kelompok. 2) Divisional: Struktur organisasi dengan divisi-divisi – departemen yang memproduksi dan memasarkan produknya sendiri – korporasi beroperasi sebagai bisnis yang bersifat otonom di bawah naungan korporasi yang lebih besar. 3) Matriks: Struktur organisasi yang dibentuk berdasarkan kelompok-kelompok dan anggota kelompok melapor kepada dua manajer atau lebih.
  11. 11. 4) Internasional: Pendekatan struktur organisasi yang dikembangkan untuk merespons kebutuhan, memproduksi, membeli, dan menjual di pasar global. 5) Desain organisasi untuk abad 21 • Organisasi tim : organisasi yang hampir sepenuhnya bergantung pada tim bertipe proyek, dengan sedikit atau tanpa hierarki • Organisasi maya : organisasi yang memiliki sedikit atau tanpa struktur formal • Organisasi pembelajaran : organisasi yang mengintegrasikan pengembangan berkelanjutan melalui pembelajaran dan pengembangan karyawan secara berkesinambungan Organisasi informal 1) Kelompok informal : sekelompok orang yang saling berinteraksi 2) Jaringan komunikasi informal : satu alur komunikasi informal yang menyebarkan informasi ke seluruh organisasi. 3) Intrapreneuring : menciptakan dan mempertahankan inovasi dan fleksibilitas lingkungan bisnis kecil di dalam batas struktur organisasi yang besar dan birokratif.

×