Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Motivasi sebagai dasar prestasi

10,702 views

Published on

Published in: Education
  • Dating for everyone is here: ♥♥♥ http://bit.ly/369VOVb ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Motivasi sebagai dasar prestasi

  1. 1. Motivasi Sebagai Dasar Prestasi
  2. 2. Nama Kelompok :• Dimas Aprilianto Prabowo (06)• Iftitah Ardilah (11)• M Yusuf Arifin (18)• Monica Eka Anggraeni (20)• Rachma Sari Agustin (28)
  3. 3. A. Pentingnya Motivasi Motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada didalam diri seseorang untuk melakukan aktifitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yg ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Sebagai contoh, anak yang selalu memperhatikan penjelasan guru adalah anak yang mempunyai motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Biasanya murid yang seperti itu rasa ingin tahunya besar tentang materi yang diajarkan, dan gangguan yang ada disekitarnya kurang dapat mempengaruhinya untuk memecah perhatiannya, begitupun sebaliknya.
  4. 4. B. Motivasi Belajar Dan Pengaruhnya Dalam dunia pendidikan, motivasi untuk belajar merupakan salah satu hal yang penting. Tanpa motivasi, seseorang tentu tidak akan mendapat proses belajar yang baik. Motivasi merupakan langkah awal terjadinya pembelajaran yang baik. Pembelajaran dikatakan baik jika tujuan awal, umum, khusus tercapai. Terkadang, motivasi belajar pula terpengaruh oleh beberapa faktor yang dapat menurunkan motivasi belajar :
  5. 5. 1. Kehilangan harga diri Pengaruh dari hilangnya harga diri sangat besar. Tanpa harga diri, peserta didik orang dewasa berlaku sangat emosional dan pasti menurunkan motivasi belajarnya. Penting bagi guru untuk menyadari hal ini. Berhati-hati dengan latar belakang dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Contohnya : jika seorang murid orang dewasa dihukum dengan cara maju kedepan dan menjewer kupingnya dan kakinya diangkat satu, niscaya ia tidak akan respect lagi dengan guru itu.
  6. 6. 2. Ketidaknyamanan fisik Fisik merupakan aspek fisiologis yang penting untuk meningkatkan motuvasi belajar. Seorang peserta didik dewasa biasanya selalu memperhatikan penampilan fisiknya. Jika fisiknya tidak membuat ia nyaman, maka motivasi belajarpun akan menurun. Contohnya : seorang yang mempunyai badan yyang besar akan mengalami penurunan motivasi jika ia diminta untuk lari sprint di lapangan.
  7. 7. 3. Frustasi Seorang peserta didik yang memiliki masalah (problem) yang tidak tertanggulangi biasanya akan cepat frustasi. Peserta didik seperti ini tentu fokus utamanya menghadapi problem hidupnya yang sedang carut marut itu. Motivasi unutuk belajar akan menurun sejalan dengan rasa frustasinya. Guru harus dapat menyampingkan rasa frustasi peserta didiknya dengan menjadikan proses pembelajaran yang menyenangkan.
  8. 8. 4. Teguran yang tidak dimengerti Jika guru menegur dengan tanpa ia mengerti, peserta didik orang dewasa itupun merasa bingung dan berprasangka macam- macam yang pada akhirnya menjadi faktor penurun motivasi belajar. Contohnya : guru yang kesal dengan peserta didiknya yang terlambat mengacung-acungkan jari dengan cepat kepada peserta didik tersebut. Peserta didik orang dewasa tentu bingung dan berpikir apa yang salah dengannya/ dan ia berinisiatif untuk tidak menghadiri kelas tersebut.
  9. 9. 5. Materi terlalu sulit atau mudah Materi pembelajaran dapat diukur dengan menerapkan pretest dan pengidentifikasian sasaran peserta didik. Bagi peserta didik mereka terlalu bosan dengan materi yang terlampau mudah dan sangat frustasi dengan materi yang terlampau sulit. Keduanya akan mempengaruhi motivasi peserta didik.
  10. 10. 6. Persaingan yang tidak sehat Seorang peserta didik satu dengan yang lain tentu berbeda. Kadang-kadang dalam ujian ada saja yang berbuat curang. Peserta didik yang berbuat jujur merasa tidak adil kepada mereka yang menyontek dan mendapatkan nilai bagus sementar dirinya bersungguh-sungguh dalam belajar tapi nilainya standart saja. Hal ini menyebabkan motivasi belajar menurun bahkan menjadikan proses belajar mengajar tidak lagi kondusif.
  11. 11. Apakah ada pertanyaan ?
  12. 12. Kesimpulan Motivasi belajar sangatlah berperan penting dalam prosesbelajar mengajar, motivasi bellajarlah yang menjadi faktor utamakeberhasilan atau kesuksesan dalam belajar karena sebagaikeseluruhan daya penggerak didalam diri peserta didik yangmenimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arahkegiatan belajar, dan diharapkan tujuan peserta didik dapat terjadi.

×