Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Print

1,006 views

Published on

SwaraFBN

Published in: News & Politics
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Print

  1. 1. 1Edisi Perdana 2015
  2. 2. 3Edisi Perdana 2015 SWT. Wa fikum barakallah. Swara FBN berusaha menampilkan artikel dengan bahasa yang simpel dan kajian yang sederhana, tanpa mengurangi bobot keilmiahan. Mudah, ringkas, disertai dalil yang jelas, itulah yang menjadi tekad kami. Pembaca, manusia tetaplah manusia. Makhluk yang tak luput dari kesalahan dan kealpaan. Meski sudah diusahakan, toh kekeliruan dan kekurangan masih saja ada. Karena itu, kritik membangun dan tegur sapa Anda menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami untuk semakin menyajikan yang terbaik. Selamat membaca H. ABDUL AZIZ RIFA’I MAKUDI Dengan mengucap syukur Alhamdulillah, akhirnya majalah Swara FBN edisi perdana terbit. Proses kelahirannya memerlukan waktu cukup panjang. Dimulai dari rapat umum pengurus FBN, pembentukan susunan anggota Redaksi majalah Swara FBN. dan pengumpulan naskah. Penasihat: DR. Muhammad Jusuf Kalla (Wakil Presiden), Menteri Agama RI, Menteri Ketenagakerjaan RI, Menteri Pemberdayaan Aparatur Pemerintah dan Refor- masi Birokrasi RI Menteri BUMN RI; Pendiri: H. Abdul Aziz Rifa’i Makudi, SH, MM, Drs. H. M. Sugiarto,MM, DR. Asvial Rivai, MD,CH,CHt H. Sugeng Soeprapto, SE, MM; Kontributor Ahli: K. H. Ridwan M. Yusuf, Prof. DR. Ali Zum Mashar, DR. H. Bambang Irawan, MA, Prof. DR. H. Rokhmin Dahuri, Dr. Sonny Harry B. Harmadi, DR. H. Kausar As, Prof. DR. H. Heru Suhartanto, DR. H. Muhammad Yanis Musdja, M.Sc, Kombes Pol (Purn) Hj. Hidayati Sy., DRS. H. Abdul Wahid Maktub; Pemimpin Umum: Hj. Nur’aini Zaini Noor, SE.; Pemimpin Redaksi: Bambang Prakuso BSM; Redaktur Pelaksana: H. Djamuir Arief Tanjung,SH.; Redaktur : Retna Dona, H. Ibnu Subroto,S.Sos, Afif Maulana D,SP; Koresponden: Ir. Zulfikar (Sumut), Hasno, Ir. Rizky Sikumbang (Sumbar), Deska Sudi Adhi Dharma, Chm (Banten), Sukanda (Jatim); Fotografer: Nina Letyi Yanah; Redaktur Design Visual: Muhammad Iqbal (@iqbal_49); Sekretaris Redaksi Iklan/Sirkulasi: Budi Irawan, Latifah Hanum Thalib, S.Pdi; Kabag Iklan & Promosi: Dedy PAC.SE.SH Dir. Pengembangan Usaha/Finance: Hj.Yanti Leo, Eka Widyani Latief SE,MM; Alamat Redaksi: Jl Tambak II No.27, Jakarta Pusat 10710, Telepon: 021-3453809 ; Email: ; Website; www.fbn.com; Penerbit: FOKKUS BABIN ROHIS NASIONAL (FBN) Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional Rekening: 7044473849 Bank Syariah Mandiri KCP Pluit Redaksi menerima karya tulisan berita, artikel maksimal 2 halaman yang berkaitan dengan pembinaan rohani islam dan fotografi dengan dimensi minimum 1000x2000 pixel ke swarafbn@gmail.com bagi karya yang dimuat akan diberikan imbalan Sajian Perdana Alhamdulillah, segala pujian yang sempurna hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi kita Muhammad SAW, keluarga, para sahabat, dan orang- orang yang meneladani beliau dengan baik, hingga akhir zaman. Berkat pertolongan dan taufik dari Allah SWT, Majalah Swara FBN edisi Sambutan Ketum FBN Kami sadar, membuat majalah bukanlah pekerjaan gampang, apalagi biaya dan SDM terbatas. Namun keterbatasan bukanlah masalah. Banyak tulisan karya para akademis yang bagus dalam majalah ini, namun karena deadline, editingnya mungkin kurang cermat. Kami berharap edisi berikutnya kami bisa lebih selektif dan lebih bekerja keras untuk menghasilkan tulisan yang penting bagi umat. Namun agar media ini menarik dan layak didokumentasi, kami mencoba menurunkan artikel ringan yang menarik, menyentuh dan bermanfaat. Melalui mimbar redaksi ini, kami ingin mengajak siapa pun yang peduli tentang syiar Islam dan pembangunan Sumber daya manusia (SDM) untuk dapat mengirimkan tulisannya ke redaksi. Tulisan hendak-nya dapat memotivasi umat Islam untuk dapat hidup sesuai petunjuk dan tuntunan Rasulullah dan Allah SWT SWT. perdana bisa menyapa Anda. Sesuai dengan namanya, Swara FBN akan mengulas berbagai aktivitas yang terkait dengan agenda Kegiatan FBN (Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional). Pembaca yang dirahmati Allah SWT … Majalah Swara FBN tampil untuk ikut memberi sedikit andil. Beragam rubrik dengan bermacam pembahasan. Insya AllahSWTkamibertekaduntukmenyajikan yang terbaik untuk semua pembaca, baik materi-materi yang kami angkat maupun tampilan Majalah Swara FBN yang menarik dan nyaman. Kami menyadari, banyak kekurangan dalam penyajian. Hal ini karena kemampuan kami yang masih terbatas. Meski demikian, kami akan tetap berusaha mewujudkannya, insya Allah
  3. 3. 4Edisi Perdana 2015 PENGANTAR REDAKSI Gaung Revolusi Mental FBN Indonesia dalam Bahaya! Membangun 4 kesadaran Revolusi Mental Revolusi Pangan Cadangan keuangan nasional PENGOBATAN HOLISTIK MODERN Kasih sayang Ibu Kegiatan Pelatihan FBN Mengapa Tuhan Ciptakan Manusia Sembuh dengan cepat tanpa obat dengan HSQ SEMOGA TERUS TERBIT Saya mendengar bahwa FBN akan menerbitkan majalah. Ini sangat surprise. Saat ini memang tampaknya belum ada majalah atau penerbitan yang memfokuskan diri pada bimbingan rohani Islam. Saran saya, majalah FBN agar dikemas dengan isi yang menarik, desain yang memikat dan missi mempersatukan umat muslim, Walaupun namanya bina rohani Islam, saya ingin media ini bisa juga dibaca oleh penganut agama lain sehingga bisa memunculkan minat agama lain untuk membaca media ini. Sekalipun bina rohani Islam tapi tidak terkesan sebagai media dakwah yang dipenuhi ayat-ayat Al Quran sehingga terkesan eksklusif hanya bisa dibaca oleh orang Islam. Artikel pendek penuh ilustrasi sangat kami harapkan agar menarik dan layak untuk didokumentasikan. Walaupun FBN media yang bersifat khusus, saya juga memberi usul bisakah majalah FBN dikemas dalam format seperti buku, jadi tidak mesti besar. Saya usulkan demikian karena sekarang ini orang malas membaca media massa berformat besar seperti majalah dan koran. Itu sih masukan saya. Karena banyak sekali media khusus yang dibuat asal ada, isinya ribet penuh dengan tulisan yang membacanya pun sudah malas. Semoga majalah FBN panjang umurnya. Salam Andi Wijaya Jl. Kebon Nenas IV Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Redaksi: Terima kasih atas saran dan harapan Anda ADAKAN RUBRIK IT & LIFESTYLE Mengingat pesatnya perkembangan teknologi dari perkembangan komputer mutakhir hingga gadget yang mana setiap orang genggam menurut ane sih dibuat satu wadah dalam majalah ini yang mengupas itu semua, socmed dan berbagai apps canggih juga pesat sekali boleh yaa untuk edisi berikutnya Salam Eko Budiansyah (Rohis Univ. Gunadarma) ekobudiansyah25@gmail.com Redaksi: Atas usulan anda redaksi mengucapkan terima kasih mengingat banyak sekali apps developer yang mengembangkan aplikasi dan berbagai kegunaannya. Jika dipergunakan secara tepat tentunya apps dan socmed yang ada menjadi Rahmatan lil Alamin , Usulan anda akan kami pertimbangkan. Terima Kasih. SURAT PEMBACA Daftar Isi     5 7 10 12 16 19 28 36 42 44 48
  4. 4. 5Edisi Perdana 2015 PENGANTAR REDAKSI REVOLUSI MENTAL TELAH DIMULAI Apa yang mendasari ide Revolusi Mental Jokowi? Siapa yang harus direvolusi mentalnya lebih dulu? Melihat tingginya tingkat korupsi, penyalahgunaa n Narkoba, meningkatnya seks bebas di kelangan remaja, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, benarkah “Indonesia dalam bahaya?” Apakah FBN? Bagaimana FBN berperan dalam Revolusi Mental? cepat, karena jika tidak segera bangsa ini akan terus tertinggal dari bangsa asing, bahkan negara Asia atau Asean. Setiap orang merasa dirinya paling benar, karena setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda. Revolusi Mental telah dimulai, setidaknya gebrakan Jokowi yang berupaya merevolusi mental para pejabat di bawahnya mulai menjadi mode di pemerintahan di Indonesia. Para menteri, gubernur, bupati, dan camat mulai ikut-ikutan “blusukan”. Jokowi memberi nama kabinetnya dengan “Kabinet Kerja”, yang menginstruksikan agar para menterinya focus pada “Kerja Kerja dan Kerja”. Seluruh menteri harus total bekerja untuk rakyat dan berkomitment mengubah mindset R evolusi Mental merupakan salah satu jargon penting yang membawa Jokowi menduduki kursi RI 1 (Presiden RI). Demam Revolusi Mental terjadi di mana-mana. Di satu sisi konsep itu dikritik, di sisi lain dipuji. Ada yang menyatakan Revolusi Mental berasal dari istilah Komunis, yang lain mengatakan Revolusi Mental adalah perubahan yang harus dilakukan Laporan Utama
  5. 5. 6Edisi Perdana 2015 Revolusi Mental telah dimulai, setidaknya gebrakan Jokowi yang berupaya merevolusi mental para pejabat di bawahnya mulai menjadi mode dalam pemerintahan di Indonesia. pejabat di jajarannya. Gebrakan Menteri Perikanan Susi Pujiastuti dan Jokowi misalnya, yang meminta TNI AL menenggelamkan kapal asing, adalah salah satu gebrakan perubahan mental yang sangat penting. Gebrakan semacam ini dipastikan mampu membuat para pejabat tidak lagi bisa berleha-leha atau terlena dengan pembiaran pelanggaran hukum di negeri ini. Tindakanitu tidak saja bisa mengubah mindset para pejabat dalam negeri, tetapi telah membuat pemimpin dan pejabat negara lain berpikir dua kali untuk menyepelekan harkat dan martabat bangsa. Dalam Musrenbangnas RPJMN 2015 yang diselenggarakan di Jakarta, 18/12, Presiden Jokowi juga meminta agar para gubernur dan pejabat memiliki mindset berpikir besar, dan menyegerakan perizinan investasi di wilayahnya yang tidak selesai bertahun-tahun. Tentu saja RevolusiMentaltidakhanyadilakukan oleh Presiden dan para menteri atau para pejabat negara, Revolusi Mental juga harus dilakukan semua warga negara. Dimulai dari diri sendiri. Apa yang mendasari Mantan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta itu untuk melakukan Revolusi Mental? Negeri Paling Korup Bukan rahasia umum dekadensi moral telah melanda bangsa ini mulai dari generasi tua sampai generasi muda. Bagi mereka yang tidak pernah mendengarkan atau mengkompilasi, sepertinya Indonesia aman-aman saja, tapi berdasarkan data yang dikutip Redaksi Swara FBN dari situs www.alfateta.com, Indonesia memang berada dalam kondisi Bahaya. Mari kita simak data berikut. • Survei World Justice Project, Indonesia negara terkorup (No. 47 dari 65 negara terkorup di dunia. No. 12 dari 13 negara terkorup di Asia Pasifik) • Jumlah pengguna Narkoba 3 juta orang/tahun (40 orang setiap hari tewas karena Narkoba, Pengedar dan Pemakai Narkoba melibatkan aparat, penegak hukum, artis, pejabat, dll • Cybernews mengutip Data Komnas Data Perlindungan Anak: 62,7% remaja SMP mengaku tidak perawan lagi. 21,2% remaja putri Indonesia pernah aborsi • Jumlah pengangguran di Indonesia 7,24 juta pada tahun 2014 , tingkat pengangguran terbuka pada Agustus dibanding dengan jumlah angkatan kerja sebesar 5,94 persen, . • Daya saing produktivitas bangsa Indonesia sangat rendah. Data WEF: Dari 133 negara yang disurvey, daya saing TKI Indonesia No. 54 dr 133 negara , di bawah Malaysia, Singapura, Thailand • Tawuran antar pelajar, supporter, antar warga, antar gank, bahkan antar aparat marak. Pusat Pengendalian Sosial DKI: + 2 ribu pelajar DKI terlibat tawuran, 26 tewas. • Demonstrasi buruh dengan isu kemiskinan dan kesenjangan sosial, meningkat. Perusahaan dan negara rugi milyaran rupiah setiap terjadi demo buruh besar-besaran. • Kerusuhan SARA terjadi di Priok, Cikeusik, Temanggung, Pontianak, Tarakan, Lampung, Tambun, Yogya, dll. Penelitian CSIS 2011 “Toleransi beragama orang Indonesia tergolong rendah.” • Indonesia negara agraris, tetapi 50.000 milyar/th Indonesia beli kedelai, jagung, gandum, daging, telur, susu, sayur, buah dari luar negeri. Indonesia negara lautan, tapi 900 milyar/th Indonesia beli garam dari luar negeri. • Menurut Pemerintah angka kemiskinan hanya 30 juta orang. Bank Dunia (miskin = penghasilan $1). Angka kemiskinan di Indonesia sebenarnya jauh lebih tinggi karena perhitungan pemerintah $1 = Rp 7.000,- sementara dolar sekarang mencapai Rp 12.000,- Kekhawatiran inilah yang mendasari Jokowi mencanangkan Revolusi Mental, sebagaimana artikelnya yang dimuat di Kompas 6 Juni 2014. Berdasarkan fakta dari berbagai sumber, ada 3 hal yang dimaksud Revolusi Mental Jokowi: Revolusi Mental adalah kembali keaja- ran Tri Sakti Bung Karno Revolusi Mental adalah perubahan mentalitas pejabatnya. Di saat situasi dan kondisi yang lain Jokowi mengatakan Revolusi Mental adalah perubahan dari mentalitas “negatif ke positif” (dalam wawancara TV), “akhlakul karimah” (saat beliauberkunjung ke pesantren). Setelah Jokowi menjadi presiden, banyak orang memiliki konsep tersendiri tentang Revolusi Mental. Ada yang mengatakan Revolusi Mental adalah perubahan mentalitas para pemimpin, Revolusi Mental adalah perubahan pembangunan yang merata di semua wilayah Indonesia, dan banyak lagi. Setiap orang atas nama sendiri maupun lembaga mengeluarkan pendapat sendiri tentang Revolusi Mental. Ini dapat dipahami karena kantor kepresidenan, Sekretariat Negara, Kementrian Pendidikan memang belum memiliki konsep baku tentang Revolusi Mental. Di tengah demam Revolusi Mental, Swara FBN mencoba menurunkan laporan utama tentang Revolusi Mental dari sudut pandang perorangan maupun lembaga. Swara FBN pada kesempatan ini menurunkan 3 pendapat tentang Revolusi Mental dalam berbagai sudut pandang, di antaranya menurut FBN (Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional) yang disampaikan Ketua Umumnya Abdul Aziz Rifa’i Makudi. Selain itu, kami juga menurunkan pandangan lain, di antaranya dari Dr. Heru Suhartanto (Penulis dan Guru Besar Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan Bambang Prakuso BSM (penulis buku dan motivator dari Alfateta Indonesia).
  6. 6. 7Edisi Perdana 2015 Salah satu topik hangat dibicarakan di masa Pemerintahan Jokowi-JK adalah “Revolusi Mental”. Banyak orang yang sependapat untuk mengatasi keterpurukan bangsa ini diperlukan perubahan total mentalitas bangsa. Kita percaya bahwa posisi Indonesia yang selalu “kalah” dengan bangsa lain adalah karena mentalitas pesimisme, feodalisme dll yang masih melekat pada banyak birokrat dan masyarakat kita. Pertanyaannya, mampukah kita memformat ulang mentalitas bangsa ini dalam waktu cepat? Laporan Utama Gaung Revolusi Mental FBN Ketua Umum FBN Abdul Aziz Rifa’i Makudi: “Bangun Jiwanya Bangun Raganya” “G erakan revolusi mental merupakan bagian dari upaya pembangunan karakter bangsa Indonesia. Karena itu penanaman nilai-nilai kebangsaan dan kerohanian harus terus menerus dilakukan pada setiap anak bangsa,” demikian dikatakan Ketua Umum FBN (Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional) Abdul Aziz Rifa’i Makudi di kantor FBN di Mesjid Istiqlal Jakarta. Sebagai forum komunikasi dan konsultasi bina rohani Islam, FBN perlu ikut bersuara mengenai Revolusi Mental ini. Jika kita berhasil melakukan Revolusi Mental yang dilandasi dakwah agama Islam, pengetahuan dan keteladanan, kata Aziz, kita mampu menghadapi persaingan yang semakin beragam. Bina Rohani Islam Nasional Awalnya FBN (Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional) bernama Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Pusat (disingkat FOKKUS BABINROHIS PUSAT). Organisasi yang dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI tahun 1999 ini adalah wadah untuk memberdayakan dan mempersatukan umat terutama di lingkungan Kementerian, LPNK (Lembaga Non Kementerian), BUMN, TNI & POLRI, Swasta dan Perguruan Tinggi. Organisasi ini kemudian dikukuhkan dengan SK Menag tahun 2011. Sebagai lembaga yang bertugas melakukan pembinaan rohani Islam di lingkungan lembaga pemerintah, aparat dan pendidikan tinggi, peran FBN dalam Revolusi Mental yang meliputi pemberdayaan, penanaman nilai, pembangunan akhlak mulia, moral dan etika sangatlah penting, khususnya dalam upaya menciptakan masyarakat adil dan makmur. Secara lebih khusus,
  7. 7. 8Edisi Perdana 2015 Mengutip al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21 Allah SWT berfirman yang artinya: Sesungguhnya pada diri Rasulullah SAW ada teladan“yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap Allah SWT dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah SWT. Keteladanan merupakan cara yang sangat efektif dalam membangun Sumber Daya Manusia. Tanpa keteladanan dari para orang tua, para guru dan para pemimpin bangsa, jangan diharap generasi muda dan masyarakat kita akan menjadi baik, taat kepada ajaran agama yang dianutnya, menghargai pendapat orang lain, berakhlaq mulia dan terpuji. FBN bertugas untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai- nilai agama yang Rahmatan lil alamin yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah. “Seperti lagu Indonesia Raya, kita harusmembangun jiwa dan badannya,” lanjut mantan Staf Ahli Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI . “Jika dulu kita meneriakkan “Merdeka atau Mati”, sekarang harus “Berubah atau Mati!,” lanjut Aziz. Perubahan itu maksud Aziz adalah berubah menuju kebaikan. Perubahan haruslah terpadu, terintegrasi terencana dan terukur, agar hasil perubahan yang dilakukan menghasilkan dampak yang sangat signifikan. Empat Pilar Revolusi Mental Menurut Abdul Aziz, revolusi mental pada intinya membangun kesadaran yang sangat mendalam para pemimpin bangsa, para cendekiawan dan para tokoh masyarakat untuk senantiasa melibatkan Tuhan YME dalam seluruh kebijakan, progam dan kegiatan pembangunan bangsa Indonesia. “Hal ini sebenarnya sudah disepakati dalam konsep dasar Ketuhanan YME pada Pancasila dan Pembukaan UUD 1945,” lanjut pria kelahiran Indramayu itu. Selanjutnya ia mengatakan tanpa memperdulikan Tuhan dalam setiap kebijakan, program dan kegiatan pembangunan Indonesia merupakan pengingkaran terhadap konstitusi. Setiap orang harus menjadi teladan lingkungannya. “Inilah pondasi revolusi mental yang sesungguhnya,” kata Dosen/narasumberLemhannasRIitu. Jika hal ini difahami dan dilaksanakan dengan baik maka harapan kita bersama menuju Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur akan segera terwujud, demikian penegasan Ketum FBN (mantan Ketua Umum Badan Pembina Rohani Islam Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI). Menurut Aziz, ada 4 pilar revolusi mental tidak terlepas dari pembangunan Sumber Daya Manusia. Pilar 1, Pendidikan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits bersabda “siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka dengan ilmu, siapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka dengan ilmu dan siapa yang menghendaki kehidupan keduanya maka dengan ilmu”. Dalam lagu Indonesia Raya jelas dikatakan, “bangunlah jiwanya bangunlah badannya”. Menurut Aziz, inilah landasan berpikir untuk terus meningkatkan upaya pembangunan jiwa yang sejajar dan berbanding lurus dengan pembangunan badannya. Pembangunan rohani, akal dan jasmani perlu diperhatikan dan dilaksanakan secara parallel, jangan sampai ada salah satunya yang tertinggal. Secara kelembagaan dan substansi pendidikan agama, akhlaqul karimah dan wawasan nusantara serta nation building perlu lebih diperhatikan lagi di masa yang akan datang. “Keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam yang dimilikinya, tetapi lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, penguasaan informasi, s erta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tuturnya. Aziz mengatakan pengetahuan tanpa agama akan lumpuh, agama tanpa ilmu pengetahuan buta. Jadi ilmu pengatahuan akan berjalan seiringan dengan agama. Manusia diberikan akal untuk melihat keajaiban yang ada di alam semesta yang diciptakan Allah SWT. “Oleh karena itu, kita harus memaksimalkan penggunaan akal budi untuk mempelajari sains dan agama,” ujarnya. Pilar 2: Keteladanan Mengutip al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 21 Allah SWT berfirman yang artinya:
  8. 8. 9Edisi Perdana 2015 BIODATA SINGKATKETUA UMUM FBN Forum Komunikasi dan konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional H. ABDUL AZIZ RIFA’I MAKUDI, SH, MM. Laporan Utama Jabatan/Pekerjaan sekarang : •Ketua Umum Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional (Fokkus Babinrohis Nasional/FBN) •Ketua V Koalisi Kependudukan Indonesia Tingkat Pusat. •Dewan Pembina Forum Komunitas Muda Berencana (FoMB Pusat) •Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Jakarta (FH UIJ) •Dosen / Narasumber Lembaga Ketahanan Nasional RI (LEMHANNAS RI) •Widyaiswara/Narasumber Pusdiklat Pegawai Kemenakertrans dll •Pimpinan berbagai yayasan /lembaga pendidikan dan sosial Riwayat Jabatan: Perencana Besi Beton pada Unit RCBBP, PT. Pembangunan Jaya, Bag. T.U. Itjen Depnakertrans , Pemeriksa pada Itjen Depnakertrans, Kabag Rencana & Program Sekretariat Itjen Depnakertrans, Kabid./ Atase Ketenagakerjaan KBRI Riyadh, Kabag. Kepegawaian Set. Badan Perencanaan dan Pengembangan Tenaga Kerja, Sekretaris Itjen Depnakertrans, Pelaksana tugas (PLT) Inspektur Jenderal Depnakertrans, Sekretaris Badan Informasi Ketenagakerjaan dan Ketransmigrasian, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagakerjaan – Badan Penelitian, pengembangan dan Informasi Depnakertrans, Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Setjen Depnakertrans, Staf Ahli Menakertrans Bidang Otoda dan Kependudukan Pengalaman Organisasi: Ketua Umum Persatuan Pelajar STM Negeri Cirebon, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UMJ di Jakarta, Ketua Umum Lembaga Pembina Peribadatan KBRI Riyadh Saudi Arabia, Ketua Bidang Organisasi Unit Korpri Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ketua Forum Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Tingkat Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, Dewan Penasehat Forum Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Tingkat Jakarta Selatan Pengalaman/Penugasan lain: kabag Pembinaan Mental (Bintal), Kabag Penelitian dan Penindakan (Litdak), Sekretaris Tim Screening/Organ LITSUS Depnakertrans, Pemimpin Proyek Pengawasan Itjen Depnakertrans, Pembinaan dan kordinasi ketenagakerjaan di Kesultanan Oman, Kordinasi Masalah Tenaga Kerja di Bahrain, Mesir, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura. dsb, Kajian Industri Strategis, Pembangunan dan Pertahanan Negara di RRC, KRA XXXVII LEMHANNAS RI , Delegasi RI pada Joint Commission Ke VI antar Negara Indonesia dengan Saudi Arabia di Riyadh Saudi Arabia, Ketua Panitya Pemungutan Suara Luar Negeri (PPSLLN) KBRI Riyadh Saudi Arabia, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Borobudur Jakarta , Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Tebet Barat Tebet Jakarta selatan, Ketua Badan Pengawas Koperasi PELITA Kemenakertrans, Tim Kerjasama Pendidikan dan Pelatihan RI dengan Jepang di Jepang Prestasi: Lulus Terbaik Ujian Akhir STM Negeri Pertanian Cirebon, Satya Lencana Karya Setia 20 Tahun dari Presiden RI, Prestasi Kerja Luar biasa dari Duta Besar RI di Riyadh Saudi Arabia, Prestasi Kerja Luar Biasa dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, Kenaikan Pangkat Istimewa dari Presiden RI. Satya Lencana Karya Setia 30 Tahun dari Presiden RI, dll. “Sesungguhnya pada diri Rasulullah SAW ada teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap Allah SWT dan hari akhir serta banyak berdzikir kepada Allah SWT”. Keteladanan merupakan cara yang sangat efektif dalam membangun Sumber Daya Manusia. Tanpa keteladanan dari para orang tua, para guru dan para pemimpin bangsa, jangan diharap generasi muda dan masyarakat kita akan menjadi baik, taat kepada ajaran agama yang dianutnya, menghargai pendapat orang lain, berakhlaq mulia dan terpuji. Penegasan Abdul Aziz yang juga ketua koalisi kependudukan Indonesia Pusat Pilar 3 Do’a Allah SWT SWT mengajarkan kepada kita dalam Surat Al-Ghofir ayat 60, “Berdoalah kepadaku niscaya akan aku perkenankan bagimu”. Berusaha tanpa doa tidak boleh atau sebaliknya berdoa tanpa usaha juga tidak boleh. Berusaha dan berdo’a. Tidak mau berdo’a adalah bentuk kesombongan diri terhap Allah SWT. Doa memiliki banyak manfaat. Doa menunjukkan ketawakalan seseorang kepada Allah SWT, doa adalah ibadah itu sendiri, doa juga merupakan senjata yang kuat yang digunakan seorang muslim dalam mencari kebaikan dan menolak kemudharatan. “Doa adalah senjata yang digunakan para nabi dalam menghadapi situasi sulit. Para nabi selalu berdoa pada Allah SWT saat cobaan menerpa kehidupannya. “Selain itu, doa juga dapat menghilangkan kegelisahan dan kesedihan, menjadikan hati lapang dan mempermudah urusan,” kata Abdul Aziz jebolan pesantren Raudhatul Thalibin Babakan Cirebon. Ia mengemukakan, kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata kemampuan teknis dan ilmu pengetahuan saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain serta do’a. Pilar 4: Halalan Toyyiban Dalam Surat Al-Baqoroh ayat 168 disebutkan, “Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. Semua yang kita makan dan minum hendaklah halalan thoyyiban (halal dan baik bergizi untuk kesehatan kita baik lahir maupun bathin).
  9. 9. 10Edisi Perdana 2015 Tanpa Pendidikan Mindset Indonesia dalam Bahaya! Pertanyaan mengapa terjadi dekadensi moral di kalangan masyarakat, pemimpin dan remaja? Apakah pendidikan agama kurang? Pancasila mulai diabaikan? atau budi pekerti tak lagi jadi pelajaran? Saya mengatakan hanya satu biang keroknya: “Mindset”. Bambang Prakuso, BSM K ita tak perlu menutup mata, para pelaku korupsi dan terorisme dilakukan bahkan oleh orang yang pemahaman agamanya cukup baik. Kita lihat, Taliban membunuh lebih 140 siswa dan 9 guru di Pakistan 10/12, ISIS membantai warga Irak dan Suriah. Mereka melakukan atas nama agama. Apakah yang mereka lakukan itu sesuai ajaran Islam? Saya katakan “Tidak sesuai”. Tapi Anda juga benar jika mengatakan “Sudah Sesuai!” Itulah mindset. Saya selalu bertanya kepada para peserta pelatihan saya, “Apakah mindset?” Hampir 100% menjawab “Pola Pikir”. Tak satu pun yang mensinonimkan mindset dengan akhlak, moral atau budi pekerti. Saya sepakat, mindset tidak sama dengan tiga kata itu. Ketika saya tanya, apakah “mindset” cara berpikir yang benar? Jawaban hampir 100% “Ya”. Sebagai pelatih Brain Power for Change Mindset, saya coba mencari tahu definisi mindset. Salah satunya saya bertanya pada profesor Google.com. Tapi tak ada satu pun jawaban yang memuaskan. Setelah memberi pelatihan Revolusi Mindset selama 7 tahun saya baru berhasil mendefinisikan mindset. Definisi ini tidak akan Anda temukan di manapun termasuk versi Wikipedia. Definisi ini asli berdasarkan kesimpulan saya sendiri. “Mindset adalah cara berpikir yang salah atau benar, yang diyakini sebagai kebenaran”. Dari definisi diatas kita bisa menyimpulkan, bahwa arti mindset berbeda dengan moral, akhlak, dan budi pekerti. Ketiga kata itu memberi arti suatu yang positif, sedangkan definisi mindset mengandung arti sesuatu yang “Salah” atau “Benar” yang diyakini sebagai kebenaran. Ambil contoh, menurut Anda Amrozi CS mem-bom Bali benar atau salah? Jika Anda katakan salah, tidak demikian dengan Amrozi cs, mereka yakin perbuatan yang mereka lakukan adalah benar. Perilaku bahkan Nasib seseorang tergantung dari apa yang ia pikirkan. Kita bisa mengubah kebiasaan, perilaku dan nasib dengan mengubah cara berpikir kita. Dengan dasar ini kita sekarang paham, mengapa mereka yang melakukan tindak korupsi tertawa-tawa sambil melambaikan tangan saat digiring ke tahanan KPK. Karena mindset mereka mengatakan perilaku mereka benar. Pendidikan Mindset Soesilo Bambang Yudhoyono (mantan Presiden RI) dalam Pidato Kenegaraannya pada16Agustus2010mengatakan,“Tidak ada bangsa yang berhasil melakukan transformasi besar tanpa dimulai dari perubahan cara pandang, perubahan mindset.” Ketika saya sekali lagi bertanya pada mbah Google siapa saja pejabat Indonesia yang bicara tentang pentingnya “Mindset?” Ternyata hampir semua pejabat negara mengatakan “pentingnya perubahan mindset”. Apakah pendidikan mindset itu? Pendidikan mindset menurut saya adalah pendidikan bagaimana cara menggunakan otak kita untuk berpikir. Mentalitas (moral, akhlak dan budi pekerti) sangat tergantung dari cara berpikir. Kita belajar moral, akhlak, dan budi pekerti tapi tidak belajar cara berpikir. Cara berpikir seseorang tergantung apa yang ia lihat dan dengar dari orangtua atau orang di sekitarnya. Jika kita berpikir salah di awal, maka seterusnya bisa salah. Sekalipun seorang anak di lingkungan yang baik namun tanpa disadari orang tua, guru, dan masyarakat bisa salah program, akibatnya seseorang ketika dewasa berperilaku buruk. Jadi untuk memperbaiki mentalitas bangsa ini, kita perlu memperhatikan pendidikan mindset. Apa yang membedakan pengertia
  10. 10. 11Edisi Perdana 2015 Niscaya Allah SWT akan mengangkat (derajat) orang- orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S: Al Mujadilah 58:11). Selanjutnya dalam Ar Ra’du 13:11 “Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mengubah dirinya sendiri Laporan Utama ilmu yang berasal dari Barat. Tahukah Anda, berapa kali kata Afala Ta’qilun (apakah engkau tidak berpikir) dan La’alakum tafakarun (apakah engkau tidak memikirkannya) disebutkan dalam Al Quran? Jawabnya 53 kali.Tahukah Anda Al Qur’an memiliki 750 ayat Kauniyah (ilmu pengetahuan), dan hanya 150 ayat Fiqih? Tapi banyak ulama hanya mengkaji Fiqih. “Padahal ilmu pengetahuan sangatlah penting, baik untuk dunia maupun akhirat. AllahSWTSWTberfirman,“NiscayaAllah SWT akan mengangkat (derajat) orang- orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S: Al Mujadilah 58:11). Selanjutnya dalam Ar Ra’du 13:11 “Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mengubah dirinya sendiri”.Iniperingatantelakuntuk manusia agar berubah dan menggunakan pikirannya. Tuhan sesungguhnya mengabulkan semua permintaan kita. Ini sesuai dengan firmannya “Berdoalah maka akan Kukabulkan”. Loh kok doaku gak pernah dikabulkan? Mungkin itu kata Anda. Ingatlah Allah SWT SWT selalu berbisik ke telinga kita “afala ta’qilun”. Banyak manusia yang menyerah bahkan menyalahkan Tuhan, padahal dia salah sendiri karena otaknya tak dipakai. Pemborosan di Kuburan Otak kita sangat dahsyat. Kita bahkan baru menggunakannya kurang dari 1%. Sisanya masih tertidur. Kemalasan kita menggunakan akal membuat kita tertinggal dari bangsa lain, ilmuwan kita berkembang di Negara lain. Kata Adam Kho (motivator Malaysia) “Pemborosan terbesar adalah di kuburan, karena Anda mati sebelum memaksimalkan potensi otak Anda.” Bayangkan, apa reaksi ayah Anda ketika ia memberi komputer super canggih, tapi Anda gunakan hanya untuk main game? Marah? Ya Allah SWT juga akan murka ketika Anda menggunakan otak Anda yang kekuatannya 200 milyar kali computer tercanggih itu Anda untuk berpikir negatif, berprasangka, bercengeng ria, berpikir masa lalu. Pemberdayaan pikiran, bukan cuma membuat kita bisa menjadi cerdas, mandiri, sejahtera, tetapi juga dapat memperbaiki akhlak kita. Tapi sayang kita sering mengabaikan akal, karena berpikir akal tak ada hubungannya untuk masuk surga. Nah kan salah lagi, Hadits Bukhari Muslim mengatakan, “Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk mendalami ilmu maka Allah SWT akan permudahkan baginya satu jalan menuju surga”. Ilmu apa? Semua Ilmu. Syaidina Ali bin Abithalib mengatakan, “harta jika dibelanjakan akan habis, tapi ilmu jika dibelanjakan akan bertambah. Revolusi Mindset Jokowi dan semua orang boleh memberikan pendapat dan konsep revolusi mental untuk perbaikan bangsa ini. Namun sebelum saya akhiri artikel ini saya juga punya pendapat bahwa Revolusi Mental meliputi 4 Revolusi Besar yakni: Revolusi Akhlak (landasannya agama), Revolusi Moral (landasannya Pancasila), Revolusi Budi Pekerti (landasannya budaya), dan Revolusi Mindset (landasannya cara berpikir –Brain Power). Jargon saya dalam memberi pelatihan Revolusi Mindset adalah “Tidak ada yang dapat mengubah mindset kecuali dirinya sendiri. Tidak ada yang bisa mengubah mindsetnya kecuali dia paham cara kerja pikiran. Bagaimana cara kerja pikiran, akan saya bahas di waktu berikutnya. Penulis adalah motivator Alfateta Indone- sia (www.alfateta.com). Mantan wartawan, manajer, direktur, dan wirausahawan. Telah menulis > 30 buku. HP 081380642200. umat beragama satu dengan yang lain, perbedaannya bukan pada akidah, tapi pada mindset. Ilmu agama mengajarkan kebenaran mutlak (obyektif) sedangkan ilmu mindset kebenarannya subyektif. Dengan menguasai ilmu mindset seharusnya kita bisa dengan mudah mengubah mindset diri sendiri dan orang lain. Ketika semua orang mengatakan pentingnya pendidikan mindset, pertanyaannya, di mana pendidikan mindset, di sekolah? Mindset adalah pelajaran cara berpikir, bukan soal moral, akhlak atau budi pekerti. Jawabannya “Indonesia tidak memiliki pendidikan mindset”. Nah lo. Pantas saja kita salah dalam berpikir. Kesalahan berpikir telah membuat kita miskin, susah, sakit, sedih, bodoh, jahat dll. Celakanya apa yang kita pikir atau perbuat salah itu jika dilakukan berulang-ulang akan menjadi benar. Sebenarnya saya sudah lama mengingatkan pemerintah, Indonesia dalam bahaya jika kita tidak mengajarkan ilmu mindset kepada masyarakat. Bahkan ketika Jokowi meluncurkan bukunya di Gramedia Blok M, saat kampanye merebut Gubernur DKI Jakarta, saya sempat berdialog via skype dengan Jokowi. Saat itu saya mengusulkan agar Jokowi memberikan pendidikan mindset pada warga Jakarta. Saat itu Jokowi mengakui pendidikan character building itu penting, “Tapi lebih penting lagi memperbaiki mindset para pemimpin dulu,”. Terus terang saya kurang setuju, yang harus dibenahi adalah mindsetnya seluruh lapisan masyarakat. Jika tidak pemerintah pusing sendiri. Contoh nyata adalah ketika Jokowi meluncurkan Kartu Jakarta Sehat, orang berbondong- bondong ke Rumah Sakit. Efeknya 11 RS mengundurkan diri dari program itu. Sekarang ini ilmu pikiran telah berkembang pesat, salah satunya Brain Power for Healing. Jika ilmu ini diajarkan kepada masyarakat, maka masyarakat bisa mencegah dan mengobati penyakit. Pemerintah harus mengajarkan ilmu seperti itu kepada masyarakat sebelum kartu Sehat itu diluncurkan. Sama ketika pemerintah mau membagikan BLSM misalnya, pola pikir masyarakat harus diperbaiki lebih dulu. Jika tidak, sama dengan pemerintah mengajari rakyatnya jadi pengemis. Men-Tuhankan Pikiran? Ketika saya memperkenalkan Ilmu Brain Power untuk mengubah mindset kepada masyarakat, banyak orang berprasangka buruk. Saya disangka “men-Tuhankan pikiran”. Suatu ketika di sebuah daerah, ketua panitia berbisik, “Pak hati-hati… beberapa orang di depan ini Islam garis keras dan sangat ekstrem.” Saya tenang saja karena tidak ada yang salah dengan ajaran saya. Apa yang terjadi setelah pelatihan? Mereka menyalami saya dan berkata, “Seharusnya pelajaran ini masuk masjid, Pak,” katanya. Ini bukan kali pertama saya mengalami seperti itu. Mindset kita seringkali negatif terhadap
  11. 11. 12Edisi Perdana 2015 4Saat istilah Revolusi Mental muncul, penulis percaya bahwa itu merupakan penjelmaan dari unsur kebaikan dari Jokowi - pencetusnya sebagai manusia ciptaan Yang Maha Pencipta. Bahwa dalam diri manusia telah diilhamkan kemampuan untuk berbuat buruk dan kemampuan untuk berbuat baik atau ketaqwaan (QS Asy Syam). N aluri sifat baik manusia muncul karena masyarakat menghendaki kebaikan. Kebaikan di masyarakat itu akan semakin nyata jika akhlak yang tidak baik berubah secepatnya menjadi baik. Jokowi pun mengatakan revolusi mental adalah membangun manusianya dulu, membangun jiwanya. (Surabaya.bisnis.com, 16 Mei 2014). Penulis memiliki pandangan tersendiri tentang Revolusi Mental. 1.Sadar, Pentingnya Keimanan Perubahan dari kegelapan (kebodohan) menuju ke cahaya yang terang benderang (kecerdasan). telah ada sejak zaman Nabi SAW. Rasulullah menghadapi tantangan dari masyarakat yang bereaksi saat diajak untuk menjadi lebih baik dengan tuntunan Ilahi. Reaksi para sahabat ketika diperintah Rasulullah, seketika meninggalkan minuman berkhamar/memabukkan. Para wanita mengenakan jilbab. Sikap inilah yang patut ditiru oleh masyarakat kita saat ini. Dikisahkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang mampu mengubah rakyat yang dipimpinnya dalam waktu dua tahun. Suatu ketika beliau sedang bekerja memakai lampu tempel, begitu sahabatnya mohon izin untuk bicara, maka beliau mematikan lampu tersebut karena materi pembicaraan tidak terkait dengan masalah kenegaraan yang dipimpinnya. Ini adalah suatu contoh anti korupsi kecil yang perlu dibiasakan sehingga tak membesar dan menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat dan penguasa. Jika kita melihat mengapa para sahabat dan masyarakat langsung merespon perintah pemimpinnya adalah karena keimanan yang kuat. Ini merupakan dasar bagi para sahabat sukses membangun akhlak atau perilaku manusia. 2.Sadar, Ajal Menjemput Tanpa Diketahui Kesadaraan bahwa maut bisa menjemput kapan pun bisa menjadi modal kuat untuk segera memperbaiki diri. Sebelum terlambat perbaikan diri harus dilakukan secepat mungkin karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput. Kematian, yaitu datangnya ajal, telah ditentukan waktunya sebagai suatu ketetapan dari Allah SWT yang tidak bisa dimajukan maupun dimundurkan [QS Ali Imran 145]. Dan ajal itu tak ada yang tahu kecuali Allah SWT SWT, dan ajal tak bisa dimajukan dan dimundurkan [QS al-Hijr [15]: 5; al-Mu’minun [23]: 43) Dan akan celakalah seseorang saat ia wafat tapi tidak dalam keadaan beriman, taat, takwa atau berserah diri pada Allah SWT SWT (Janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan sebagai Muslimin – patuh secara hakiki kepada Allah SWT SWT sebagaimana Firman-Nya). “Hai orang- orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah SWT sebenar-benar taqwa kepada- Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam”.(QS. Ali Imran : 102)). Dapat dibayangkan saat orang tak sempat atau menunda memperbaiki diri saat ajal menjemputnya, makakekekalankehinaanakandialaminya di akhirat nanti. Prof. Dr. H. Heru Suhartanto Membangun Revolusi Mental KESADARAN
  12. 12. 13Edisi Perdana 2015 Sains dan teknologi saat ini sewajarnya digunakan mendukung kesejahteraan masyarat (dunia) dan tercapainya kebahagiaan di akhirat. Saat ini, hampir semua orang mempunyai telepon genggam, tapi tidak banyak memanfaatkannya ke arah yang lebih positif Kesadaran akan datangnya maut dapat memicu seseorang untuk selalu berbuat baik dan tak ingin kehilangan kesempatan. Perhatikan peringatan Rasulullah SAW “Manfaatkan 5 perkara sebelum 5 perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu.” [HR. Al Hakim] 3.Sadar Taqwa adalah Yang Utama Fokus ketaqwaan kepada Allah SWT SWT karena taqwa merupakan kwalitas yang paling utama pada sisi- Nya. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah SWT ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13) Sehingga sangat perlu untuk terus meningkatkannya dan selalu istiqomah sepanjang waktu dan di manapun berada. Sesungguhnya sebaik- baik bekal adalah taqwa” (QS. Al Baqarah : 197). Saling mengingatkan akan kebenaran dan dengan kesabaran (Qs Al Ashr), sehingga akan mendukung keadaan istiqomah atau ketaqwaan sepanjang masa dan hayat. Saling mengingatkan wajib dilakukan individu dan aparat pemerintah yang selalu menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Semangat amar ma’ruf nahi munkar (berbuat baik dan mencegah kemungkaran) terkait dengan upaya untuk selalu meningkatkan kebaikan dimuka bumi tanpa terbatas tempat dan waktu. Ironis, jika di satu sisi pengembangan manusia dilakukan, tapi pelanggaran di depan mata dibiarkan. Perhatikan prilaku pengendara di tempat Anda. Mereka hanya taat ketika ada polisi, tapi jika diingatkan masyarakat, mereka malah melawan. Setiap orang penting konsisten menjalankan kewajiban vertikal kepada Allah SWT SWT dengan menambah ibadah sunnahnya sehingga dapat menunjang terwujudnya ketaqwaan sepanjang hayat. Faedah taqwa pada Allah SWT manusia memiliki sifat yang mulia yang dambaan setiap manusia untuk kedamaian dengan berharap ampunan- Nya, Taqwa meningkatkan rezeki di kala lapang maupun susah, mampu menahan marah, memaafkan kesalahan manusia, selalu istighfar dan tak mengulanginya[QS Ali Imran 133-136]. Dengan kata lain, peningkatan ketaqwaan seseorang adalah tujuan pembangunan manusia yang paling ideal karena selain berdampak positif bagi masyarakat juga dapat menyelamatkannya kehidupan di akhirat kelak. 4. Kesadaran mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat Saat taqwa berhasil dilakukan, target berikutnya adalah bagaimana mempertahankan atau meningkatkan kualitasnya. Salah satu cara adalah dengan mengisi waktu kehidupan dengan kegiatan yang bermanfaat. “…dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS Al-Furqaan: 72). “Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di Laporan Utama dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf: 16-18). Sains dan teknologi saat ini sewajarnya digunakan mendukung kesejahteraan masyarat (dunia) dan tercapainya kebahagiaan di akhirat. Saat ini, hampir semua orang mempunyai telepon genggam, tapi tidak banyak memanfaatkannya ke arah yang lebih positif. Padahal aplikasi terkait ibadah terdapat di dalamnya, seperti Qur’an dan hadits, situs referensi Islam, materi dakwah, tilawah Qur’an, adzan, kesenian Islam. Sebagai manusia sewajarnya kitalah memanfaatkan sains dan teknologi untuk mencapai tujuan kita, bukan membiarkan kita terjajah terlena bermain dengannya dan melupakan kewajiban utama sebagai manusia yang diberikan amanah untuk mengelola alam semesta dan beribadah secara baik kepada-Nya. 5. Penutup Untuk mewujudkan keberhasilan revolusi mental atau pembangunan manusia atau peningkatan ketaqwaan seseorang, maka perlu dibangunlebihdahulukeimananyang kuat, dilanjutkan dengan maut atau dzikrul maut serta mempersiapkan bekal, pengembangan kesadaraan membangun ketaqwaan sebagai kualitas yang paling mulia disisi- Nya, pengembangan kesadaraan untuk dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, serta saling mengingatkan dengan selalu berupaya berbuat baik dan mencegah kemunkaran (amar ma’ruf nahi munkar). Penulis adalah Guru Besar Tetap, Fakultas Ilmu Komputer, Universtas Indonesia. Email: herusuhartanto@gmail.com
  13. 13. 14Edisi Perdana 2015 Agaknya, istilah itu pulalah yang menjadi salah satu isu yang telah mendongkrak suara Capres dan Cawapres Jokowi – JK sehingga berhasil duduk di kursi RI-1 dan RI-2. Karena di dalam dua kata itu sebenarnya tergantung harapan yang teramat besar, kiranya kedua pemimpin bangsa ini mampu membawa perobahan di berbagai bidang yang saat ini dirasakan sudah terpuruk. Keterpurukan yang amat dirasakan terutama di sektor pertanian. Negara Indonesia yang pernah menjadi swasembada beras, sudah sejak lama menjadi negara pengimpor beras. Di sektor kelautan, wilayah Indonesia yang sebahagian besar terdiri dari laut, telah sejak lama menjadi bulan-bulanan pencuri ikan, sehingga negara dirugikan triliunan rupiah setiap tahunnya. Begitu juga di sektor kehutanan dan perkebunan, sektor pertanahan, energi dan sektor- sektor lainnya yang telah terkondisi sedemikian buruk, sehingga semua itu telah membawa kesengsaraan panjang rakyat kita. Tidak lama setelah pelantikan Kabinet Kerja, para Menteri lalu meluncurkan berbagai program. Dibidang pangan telah diwacanakan pembangunan ratusan bendungan yang diharapkan akan menumbuhkan ribuan hektar SAWah yang mampu memproduksi jutaan ton beras. Bidang kelautan telah ditumbuhkan tekad untuk melaksanakan ketentuan undang-undang khususnya dalam upaya mengatasi praktek pencurian ikan, dengan menenggelamkan kapal para pencoleng guna menimbulkan efek jera. Di bidang agraria telah diumumkan kepada masyarakat tentang pembebasan biaya pengurusan sertifikat tanah bagi warga miskin, sehingga bermanfaat sebagai jaminan dalam permohonan kredit bank. Di sektor birokrasi akan dilaksanakan pula pemberian izin di bidang usaha secara terpadu. Di bidang anggaran telah dilakukan pengalihan subsidi BBM dari sektor konsumtif (banyak dinikmati kalangan ekonomi menengah ke atas) kepada sektor produktif. Program yang sama insya Allah SWT tentu akan tumbuh pula di sektor-sektor lain di bawah kepemimpinan menteri masing-masing. Dalam hubungannya dengan pengembangan ekonomi syari’ah, gerakan revolusi mental itu haruslah didukung pula oleh gebrakan-gebrakan di tengah masyarakat. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam al Qur’an yang maknanya sebagai berikut : “Allah SWT tidak akan merobah nasib suatu kaum apabila kaum itu sendiri tidak berusaha untuk merubahnya”. Ayat ini dimaksudkan untuk mendorong dinamika masyarakat atau kaum itu sendiri. Perubahan nasib itu haruslah melalui proses usaha dan usaha itu haruslah dilakukan secara bersama. Karena yang dibicarakan adalah kaum atau komunitas, maka program yang diharapkan tumbuh adalah program yang digerakkan oleh masyarakat yang menginginkan perubahan itu. Gerakan masyarakat ini dapat dilaksanakan, berpedoman kepada riwayat di zaman Rasulullah Muhammad SAW. Ketika Rasul tidak melihat sahabatnya Sa’labah dalam shalat berjama’ah, Rasul meminta agar segera menjenguk Sa’labah. Ternyata Sa’labah tidak bisa datang untuk shalat berjama’ah karena harus bergantian kain shalat dengan isterinya. Kalau Sa’labah pergi ke mesjid maka isterinya akan terlambat melaksanakan shalat. Rasul lalu memerintahkan sahabat untuk mengeluarkan zakat dan memberikannya kepada Sa’labah yang miskin dalam bentuk barang modal berupa domba. Sikap Rasul ini diikuti sahabat dengan membuka jalur ekonomi bagi Sa’labah. Sejak itu setiap sahabat yang akan menjual dan membeli domba hanya kepada Sa’labah, sehingga dia menjadi kaya. Tapi sayang, ketika Rasul meminta zakat dari Sa’labah, dia memberikan domba kurus. Rasul memerintahkan untuk mengembalikan domba Sa’labah. Tindakan Rasul ini diikuti sahabat dengan menutup jalur ekonomi bagi Sa’labah. Sahabat tidak lagi membeli dan menjual domba kepada Sa’labah, sehingga gerak ekonominya macat dan dia bangkrut. Riwayat diatas memberi makna, konsep pembangunan ekonomi ummat Islam haruslah dilaksanakan didalam kondisi ummat sebagai berikut : 1. Ummat mempunyai ikatan bathin di atas dasar keimanan yang kuat, sehingga satu sama lain mampu hidup berdampingan dengan rasa persaudaraan yang ikhlas di jalan Allah SWT. 2. Kegiatan ekonomi yang merupakandinamikasosial,kentaldengan rasa persaudaraan dengan menjadikan zakat, infaq dan sadaqah (ZIS) sebagai tulang punggung. 3. Kesadaran ummat harus baik dan mantap, bahwa rezeki sebagai anugerah dari Allah SWT, dipahami adalah merupakan produk dari suatu proses sosial dan sebahagian kecil harus dikembalikan kepada proses sosial itu dalam bentuk zakat, infaq atau sadaqah agar kondisi sosial ekonomi ummat dapat menjadi lebih baik. 4. Ummat haruslah menyadari, pengingkaran terhadap ajaran agama tentang zakat, infaq dan sadaqah hanyalah akan merugikan ummat, baik secara pribadi maupun secara sosial. Kalau ekonomi ummat dalam kondisi tidak stabil, daya beli akan jadi lemah Revolusi Mental Untuk Pengembangan Ekonomi Syari’ah Salmi Saleh, SH Istilah “Revolusi Mental” dewasa ini telah menjadi istilah yang populer di tengah masyarakat sejalan dengan isu yang pernah digelontorkan Jokowi – JK. Hal ini dikemukakan beliau sejak dari masa kampanye hingga saat pembentukan Kabinet Kerja dan insya Allah SWT akan teraplikasi di dalam program kerja pemerintah di semua bidang.
  14. 14. 15Edisi Perdana 2015 Semua itu seyogyanya dibangun di mesjid yang sejak zaman Rasulullah telah dijadikan sebagai basis perjuangan dalam pembinaan ummat. Segenap jajaran BABINROHIS yang mengangkat amal di bidang pembinaan rohani Islam, hendaklah dekat dengan mesjid dimanapun mereka berada. sehingga berakibat negatif kepada dunia usaha di berbagai bidang. 5. Ummat harus menyadari, jalinan kerjasama yang dituntun oleh nilai-nilai agama antara sesama ummat Islam di bidang ekonomi, akan menciptakan kondisi yang saling menguatkan. Sehingga gerak ekonomi sebagai sarana untuk menebar kemaslahatan bagi ummat manusia akan menjadi lebih efektif. Semua itu seyogyanya dibangun di mesjid yang sejak zaman Rasulullah telah dijadikan sebagai basis perjuangan dalam pembinaan ummat. Segenap jajaran BABINROHIS yang mengangkat amal di bidangpembinaanrohaniIslam,hendaklah dekat dengan mesjid dimanapun mereka berada. Hal itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dari mesjid akan tumbuh ide-ide baru yang merupakan hasil pemikiran jemaah untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi. Bisa juga akan berkembang untuk memecahkan masalah-masalah ummat pada umumnya. KomunitasMasyarakatEkonomiSyari’ah di Medan yang selalu bersilaturrahim di mesjid misalnya, mendapat informasi kalau di Pasaman Barat ada lebih kurang 90.000 Ha kebun SAWit rakyat yang saat ini kesulitan menjual tandan buah segar (TBS) karena pabrik-pabrik (PKS) tidak mampu menampung. Karena pemanfaatan tanah ulayat semakin meningkat, kebun SAWit yang pada umumnya milik ummat Islam ini terus bertambah tidak kurang dari 200 Ha setiap bulannya. Komunitas Masyarakat Ekonomi Syari’ah di Medan mencoba memecahkan permasalahan ummat ini dengan mengundang partisipasi tenaga – tenaga ummat Islam di berbagai bidang. Sehingga sejumlah tenaga skill yang diharapkan mampu menjawab persoalan berkenan berpartisipasi. Akhirnya dijalinlah kerjasama dengan KPS – OPHIR di Kinali yang memiliki lebih kurang 1000 buah sertifikat untuk dijadikan agunan ke bank Muamalat, bank pertama yang mengambil peran sebagai Bank Syari’ah di Indonesia. Insya Allah SWT dalam waktu yang tidak terlalu lama, bank Muamalat akan meluncurkan kredit yang dapat digunakan sebagai modal pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kinali, Pasaman Barat Selama ini pembangunan PKS di dominasi oleh kalangan yang diistilahkan memiliki modal kuat. Padahal mereka tetap saja menggunakan fasilitas kredit perbankan dengan cara-cara yang lihai. Ketika akan membangun pabrik, di dalam proposal diajukan berkapasitas 45 ton/ jam. Tetapi realisasi hanya 30 ton/jam. Mereka menyediakan modal penyertaan Laporan Utama sejumlah 30 %, bersumber dari selembar kertas yang bernama cheque yang dipinjam dari groupnya. Setelah kredit cair dan PKS menghasilkan, cheque tersebut dikembalikan dan muncullah “Toke PKS” baru. Sehingga bangsa kita terus menerus dibelenggu oleh para kapitalis yang menggunakan uang kita, menggunakan tenaga skill dan kuli dari saudara kita, memanfaatkan tanah nenek moyang kita, tetapi hasilnya dibawa ke luar negeri. Nasib buruk ini akan dicoba dirobah oleh Komunitas Masyarakat Ekonomi Syari’ah bekerjasama dengan pemilik Sertifikat yang akan dikondisikan sebagai pemilik PKS beserta Bank Muamalat sebagai Bank Syari’ah. Upaya yang sama tentu dapat pula dilakukan di sektor lain, sehingga sikap politik pemerintah yang sudah terlihat pro kepada rakyat kecil ini, benar-benar dapat bermanfaat bagi peningkatan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan ummat. Semoga. penulis adalah anggota FBN dari daerah sumatra utara
  15. 15. 16Edisi Perdana 2015 Makmurkan Negeri dengan : Revolusi Pangan Tahun 2015, bangsa kita akan memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Mampukah kita menghadapi persaingan yang semakin kompetitif, ataukah kita tergi- las dengan persaingan yang semakin ketat?. Laju pertumbuhan penduduk yang pesat dan tidak sebanding dengan laju peningkatan produksi pangan dan issu pangan global saat ini menjadi ancaman terhadap masalah pangan Indonesia ke depan sehingga perlu diantisipasi dengan pemberdayaan potensi yang ada. Kemajuan ekonomi di Cina, India dan Brasil berhasil memacu pertumbuhan ekonominya dengan menjadikan pertanian sebagai pondasinya. Sektor ini telah berhasil menggerakkan “ekonomi” di akar rumput. Sekarang, Cina dan India merupakan negara tujuan investasi yang menarik bagi para investor Asing. Strategi ini kemudian diikuti pula oleh Thailand. Negeri gajah ini mengeluarkan maklumat, bahwa negerinya akan menjadi dapur dunia pada tahun 2020. Malaysia juga mempunyai tekad yang sama dan Pemerintahan Badawi bertekad untuk menjadikan Malaysia sebagai Pusat Regional Makanan Halal. Nah, bagaimana dengan Indonesia yang kaya dengan sumber daya alam, akankah kita dapat mengikuti negara lain menjadi negara yang maju dalam swasembada pangan?. Presiden Direktur PT. Nusa Berkat Alam sekaligus penemu pupuk Mikro Mbah Google, Profesor Ali Zhum Mashar mengatakan, Indonesia sebagai negara agraris (sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani) dengan tanah volkanik yang sangat subur dan sebagai negara maritim dengan laut yang luas dan garis pantai terpanjang di dunia, belum mempunyai tekad seperti ditunjukkan oleh Cina, India, Thailand ataupun Malaysia. “Sebagai negara yang dianugerahi kekayaan sumberdaya hayati terbesar di dunia, laut yang begitu luas, cahaya matahari yang berlimpah, tanah volkanik yang sangat subur, sesungguhnya jika dikelola dengan baik tidak mungkin Indonesia kurang pangan bahkan sangatlah layak menjadi lumbung pangan dunia,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, pekan lalu. Pria lulusan fakultas pertanian universitas soedirman (Unsoed) ini mengatakan, membangun pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan nasional sekaligus penjaga keutuhan bangsa dari sisi ketahanan nasional. Pembangunan di sektor ini kenyataannya sangat memprihatinkan. Sekalipun, upaya pemerintah melalui program revolusi hijau mampu melipat gandakan produksi, khususnya padi, yang menikmati hanya mereka yang mempunyai lahan, modal dan yang mempunyai akses pada pasar. “Program ini tidak memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani. Sebagian besar petani malah terpinggirkan. Budaya dan kearifan petani pun bahkan ikut termarjinalisasi. Dalam banyak kasus, semakin besar upaya pembangunan di sektor pertanian, semakin berdampak negatifnya bagi kesejahteraan petani,” ujarnya. Ia mengatakan, dukungan pemerintah (kekuasaan), lembaga internasional (World Bank dan IMF), dan dukungan pasar selama ini lebih berpihak pada sistem monokultur, homogen, uniform, mengutamakan komoditas yang menjadi kepentingan beberapa gelintir manusia. Sistem yang diciptakan lebih berpihak kepada para konglomerat dan memberikan keuntungan kepada produsen benih, pupuk dan pestisida (perusahaan raksasa negara maju bukan industri Nasional). “Sebaliknya, kegiatan ini secara nyata telah memberikan kontribusi terhadap kerusakan alam pengkerdilan sistem dan budaya tradisional yang dikembangkan berdasarkan kearifan masyarakat tani secara turun menurun selama berabad- abad. Pertanian yang seharusnya menjadi sarana mensejahterakan rakyat, justru menjadi objek segelintir orang untuk mengeruk keuntungan. Kehidupan dan kesejahteraan hidup petani merosot dan selalu bertambah miskin,” kata pria yang sering juara lomba karya ilmiah. Alimengatakan,alhasilpetanikehilangan gairahnya untuk bertani dengan rumitnya tataniaga, akses permodalan dan sulitnya mendapatkan fasilitas pertanian di Indonesia. Akibatnya, impor pangan tidak dapat dihindarkan. Setiap tahun devisa Negara (tidak kurang dari 22,8 triliun rupiah) hilang. Pengangguran tidak dapat diserap oleh sektor pertanian karena tidak ada dukungan kebijakan modal/ bank yang berpihak kepada petani untuk dapat membesarkan sekala usaha dan pengembangan produksinya. “Di sisi lain kebijakan harga panen yang ditetapkan oleh pemerintah dalam satu dasa warsa telah membunuh pasar petani dan petani selalu mendapatkan harga pasar produknya yang terus merugi, sehingga berdampak nyata menurunnya minat petani untuk bertanam komoditas pangan,” pungkasnya.
  16. 16. 17Edisi Perdana 2015 Laporan Utama Bangsa yang Mandiri Pemenuhan kebutuhan pangan melalui kemandirian produksi oleh suatu bangsa tidak dapat dipandang hanya sekedar untung rugi dalam usaha produksi komoditi ini, melainkan suatu keharusan menempatkannya sebagai komoditas strategis yang dapat berdampak multi dimensi baik secara nasional maupun global. Ali mengatakan, Potensi percepatan kemandirian pangan nasional menjadi berarti jika ada konsistensi dalam menggerakkan tiga -pilar produksi yaitu pertama dengan optimalisasi lahan dan sumber daya alam pertanian yang tersedia dan melimpah, kedua jumlah penduduk yang besar dan tersebar di setiap pulau dan lahan. “Yang ketiga dengan temuan teknologi- teknologi pertanian yang berhasil unggul, teruji dan terbukti sesuai dengan kondisi pertanian di Indonesia dalam meningkatkan produktifitas. Solusi teknologi produktifitas diperlukan untuk mengatasi berbagai hambatan teknis produksi seperti ketersediaan lahan subur pertanian yang semakin sempit, pembukaan lahan pertanian baru kurang subur yang hasilnya tidak sebanding dengan produksi yang didapat dan stagnasi produktifitas pangan akibat teknologi konvensional yang telah jenuh, serta kerusakan lingkungan sumberdaya pertanian,” katanya. Ia mengungkapkan, penerapan teknologi seperti produk bioteknologi Bioperforasi (Bio P2000Z) mampu membuktikan peningkatan produktivitas yang telah stagnan menjadi harapan dalam percepatan swasembada pangan. Dengan kebijakan pangan yang konsisten secara terintegrasi, memprioritaskan percepatan peningkatan kemampuan produksi pangan dalam negeri, membangun tataniaga pangan yang pro petani dan revitalisasi stock pangan nasional yang berkerakyatan merupakan langkah strategis mempercepat swasembada dalam pembangunan ketahanan pangan dalam kerangka ketahanan nasional. “Kebijakanpemerintahsampaisaat ini kurang memberikan perhatian yang serius baik melalui insentif/ subsidi teknologi dan modal kepada petani untuk mengembangkan produksi pertaniannya. Padahal di negara maju saja seperti Amerika Serikat, pemberian insentif/subsidi kepada petani baik kapas, kedelai dangandummasihmenjadiprioritas. Permasalahan produktivitas juga bukan menjadi hambatan bagi negara yang menempatkan pangan sebagai kebijakan strategis, seperti di India meski produktifitas kedelainya 1,1 ton/ha namun mampu menanam sampai 6 juta hektar/tahun dan sekarang India menjadi salah satu negara pemasok
  17. 17. 18Edisi Perdana 2015 Potensi percepatan kemandirian pangan nasional menjadi berarti jika ada konsistensi dalam menggerakkan tiga pilar produksi yaitu pertama dengan optimalisasi lahan dan sumber daya alam pertanian yang tersedia dan melimpah, kedua jumlah penduduk yang besar dan tersebar di setiap pulau dan lahan. kedelai dunia, padahal di Indonesia lebih berpeluang,” tuturnya. Ia mengatakan, persoalan lain yang memperparah krisis pangan Indonesia adalah sektor agraria yang masih menerapkan kebijakan hukum kolonialisyangfeodal. Assetproduksi pertanian banyak yang terbengkalai, lahan kosong dan lahan marginal yang dikuasai oleh perusahaan- perusahaan perkebunan negara atau perorangan masih banyak dijumpai terbengkelai di berbagai daerah di Indonesia. “Petani sendiri hanya memiliki hak pengelolaan lahan yang sangat kecil (0,2 ha per kepala keluarga petani). Lebih ironisnya tingginya laju pertumbuhan penduduk menggeser rata-rata 110.000 ha per tahun lahan pertanian subur di P. Jawa dan di luar jawa terkonversi menjadi pemukiman dan industri serta perkebunan (Pasaribu, B., 2008), tidak imbang dengan baku progam pencetakan SAWah tahun 2006 sebesar 8.000 ha dan tahun 2007 sebesar 16.000 ha (Deptan, 2006). Nasib Petani berubah menjadi buruh atau petani “gurem” yang miskin, tidak berdaya dan tidak mungkin melakukan efisiensi produksi melalui mekanisasi. Konversi lahan pertanian ke lahan industri, pemukiman, jalan berakibat langsung terhadap menurunnya kinerja di sektor ini,” katanya. Ia menegaskan, jika tidak ada perubahan kebijakan pemerintah yang memihak pada pembangunan pertanian rakyat, maka pembangunan pertanian akan menjadi beban bagi pembangunan nasional. Selanjutnya Isu-isu nasional yang akan mewarnai dan mendominasi politik pembangunan masa sekarang dan yang akan datang perlu di antisipasi dini antara lain adalah, pertama, tingginya harga pangan dunia akibat kebijakan agro energi akan berdampak langsung pada ketersediaan stok dan impor pangan nasional, kedua tingginya angka pengangguran dan kemiskinan “Ketiga, penurunan mutu lingkungan, produksi pertanian dan stagnasi perluasan produksi pertanian serta menurunnya stok pangan dunia. Keempat, meningkatkan PDB sektor non migas dan pemberdayaan usaha produktif usaha kecil kenengah (UKM) dan kelima, pengembangan agroindustri dan sumber energi alternative yang terbarukan,” ujarnya mengakhiri pembicaraan. Penulis: Retna Dona
  18. 18. 19Edisi Perdana 2015 CADANGAN KEUANGAN NASIONAL SEBAGAI SUMBER DANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG Oleh : Drs. H. Achmad Subianto, MBA Arttikel Bersambung Indonesia yang telah 69 tahun merdeka pada tahun 2015 telah mempunyai pemerintahan yang baru. Pemerintahan baru akan menghadapi berbagai persoalan yang sangat berat. kalau mau jujur permasalahan itu warisan pemerintahan sebelumnya akibat berbagai kebijakan yang mungkin tidak sesuai dengan jatidiri bangsa Indonesia dan dibiarkan tanpa penyelesaian. Setiap kebijakan atau strategi semestinya disesuaikan dengan jati diri bangsa Indonesia dengan tetap memperhatikan keumuman yang berlaku atau ‘generally accepted business condition’. Dengan kurang dipahaminya ha-hal tersebut maka mempunyai dampak terhadap persoalan kemiskinan, kesempatan kerja dan kesejahteran warga bangsa. S elama 69 tahun merdeka banyak kebijakan yang tidak kondusif sehingga menyebabkan fundamen negara ini semakin lama tidak semakin kokoh namun semakin rentan terhadap setiap perubahan baik dari dalam negeri akibat bertambahnya jumlah penduduk maupun gejolak dari situasi ekonomi dunia. Dalam konperensi Bank Dunia “Big Ideas, Bersama Mengatasi Kemiskinan dan Ketimpangan” yang diadakan di Jakarta pada 23 September 2014, Mantan Wakil Presiden Prof Dr Boediono mengatakan bahwa:” Indonesia rentan terhadap pengaruh krisis regional dan global, seperti halnya negara-negara berkembang yang lain. Pengalaman krisis ekonomi tahun 1998 membuktikan bahwa kemiskinan meningkat drastis dalam waktu singkat dan memorakporandakan tatanan kehidupan bangsa”. Sedangkan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan bahwa upaya mengatasi kemiskinan membutuhkan tindakan nyata yang berfokus mengurangi jumlah orang yang miskin. Kelompok warga yang miskin itu terdiri dari petani, nelayan, buruh dan penganggur. Diperlukan identifikasi masalah untuk mengatasi kemiskinan yakni pendapatan dinaikkan melalui peningkatan produktivitas. Peningkatan produktivitas membutuhkan penyediaan infrastuktur dan dukungan riset yang ditunjang negara. Laporan Bank Dunia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir belum mampu menurunkan tingkat kemiskinan secara signifikan. Penurunan sejak 2 tahun yang lalu (2012-2013) hanya 0.7%, sedangkan penurunan tingkat kemiskinan sebelumnya dari 1999- 2012 dari 24% menjadi sekitar 12%. Dampak dari rendahnya penurunan tingkat kemiskinan itu 68 juta penduduk Indonesia rentan jatuh miskin. Menteri Keuangan, Chatib Basri menyatakanbahwapertumbuhanekonomi Indonesia sulit mencapai angka 5,8% pada tahun 2015 karena perekonomian seluruh negara berkembang masih mengalami perlambatan sebagaimana dikemukakan dalam Ditjen Anggaran Kementrian Keuangan RI. Selain itu dikatakan bahwa penyerapan Belanja APBN cukup optimal. Dalam APBN 2014, anggaran belanja negara ditetapkan Rp 1.876,9 triliun yang hingga 31 Desember 2014 realisasi penggunaannya hanya sekitar Rp 1.764,6 triliun (94%). Joseph E Stiglitz, pemenang Nobel bidang Ekonomi menuturkan bahwa untuk mencapai pertumbuhan dibutuhkan kebijakan moneter yang sehat, kebijakan makroekonomi yang mendukung, peran penting investasi serta arah kebijakan industrialiasasi yang tepat sehingga mempengaruhi struktur ekonomi. Pemerintah baru harus segera bekerja dengan cepat mengingat telah banyak kita kehilangan kesempatan untuk memperbaiki ekonomi nasional dan ekonomi masyarakat serta infrastrukturnya. Bahkan dengan negara tetangga, kita ketinggalan lebih dari 10 tahun. Sudah tidak masanya lagi tuduh menuduh dan caci-mencaci serta menyebarkan kebohongan ke masyarakat dengan berbagai issue-issue, apabila kita memang ingin segera keluar dari berbagai persoalan bangsa. Cadangan keuangan negara memang kritis dengan APBN yang defisit. Defisit ini akan semakin bengkak kalau dalam masa 100 hari kedepan tidak segera dilakukan penataan kembali infrastruktur untuk pemulihan.
  19. 19. 20Edisi Perdana 2015 terjadi dengan Lembaga Pensiun Nasional semuanya cerai berai, terpecah- pecah dalam jumlah yang kecil-kecil yang dikelola secara sendiri-sendiri oleh masing-masing perusahaan. Ini terjadi karena kebijakan deregulasi dan para pengambil kebijakan ketika Lembaga Pensiun akan di-pooll sudah dibayang- bayangi ketakutan dituduh monopoli dengan alasan bahwa sentralisasi tidak demokratis, tidak sesuai ekonomi pasar dstnya. Semestinya tuduhan itu harus diabaikan demi menyelamatkan bangsa dan negara ini dan justru tidak demi kepentingan lembaga keuangan internasional yang mengharapkan Indonesia selalu dalam keadaan lemah sehingga selalu bergantung kepada rentenir dunia. Negara ini memang dalam keadaan sakit yang kritis dimana semua sumber keuangan dalam negeri terkuras untuk membayar hutang baik hutang pemerintah maupun swasta sehingga cadangan keuangan nasional yang relatif kecil tidak cukup untuk membiayai pembangunan jangka panjang. Untuk mengatasi kesulitan saat ini seyogyanya semua potensi dan Rupanya selama ini Malaysia memiliki dan menyimpan Cadan- gan Keuangan Dalam Negeri yang sangat besar. Darimana itu berasal? Dana itu selain berasal dari net ekspor plus dan APBN-nya yang positif, juga dari Dana Jaminan Sosial Nasi- onal (National Social Security System),Dana Program Pensiun Nasional, Dana Tabungan Haji dan Lembaga Zakatnya yang dikelola dengan sangat baik. Pelajaran Negara Tetangga Seyogyanya kita tidak usah malu mengambil pelajaran dari negara lain. Namun tidak usah jauh-jauh (karena ongkos studi banding mahal sedangkan keuangan negara sedang tekor) seperti ke Eropah apalagi ke Amerika Serikat yang memang bukan bandingannya. Cukup dari negara sekitar seperti China, Taiwan, Korea Selatan dan negara tetangga yang telah berhasil keluar dari kemelut krisisnya dengan tanpa bantuan IMF. SalahsatunyaadalahMalaysia.Ingat! Arroyo-pun berkiblat ke Malaysia, Pertanyaannya mengapa Malaysia dapat segera keluar dari krisis dan tidak memerlukan bantuan dari Dana Moneter Internasional dan Lembaga Keuangan Dunia? Memang Malaysia penduduknya sedikit, berbeda dengan Indonesia yang berjumlah banyak tetapi banyak juga yang bisa diambil pelajaran dari negeri jiran ini. Meskipun beberapa pejabat senior kita selalu mengatakan dulu Malaysia belajar dari kita, mengapa sekarang harus mencontoh mereka? Rupanya selama ini Malaysia memiliki dan menyimpan Cadangan Keuangan Dalam Negeri yang sangat besar. Dari mana itu berasal? Dana itu selain berasal dari net ekspor plus dan APBN-nya yang positif, juga dari Dana Jaminan Sosial Nasional (National Social Security System), Dana Program Pensiun Nasional, Dana Tabungan Haji dan Lembaga Zakatnya yang dikelola dengan sangat baik. Negara-negara yang dijajah Inggris relatif lebih baik kondisi ekonominya seperti Singapura, Malaysia, Hongkong, Australia. Sedangkan Indonesia negara yang dijajah Belanda tidak menganut sistem Belanda tetapi mencoba merakit sendiri dengan sistem “trial and error” akibatnya rentan terhadap berbagai persoalan. Cadangan Keuangan Nasional. Cadangan Keuangan Nasional Indonesia sangat lemah dan boleh dikatakan sangat kecil kecuali yang masih ada di alam. Ekspornya meskipun surplus relatif netnya kecil sedangkan APBN mengalami defisit. Lalu perhatikan apa yang kekuatan nasional tidak bekerja sendiri- sendiri. Semua saja baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta baik besar maupun kecil dan BUMN/BUMD serta Koperasi harus ikut serta dan terlibat aktif dalam program pemulihan nasional dan masing-masing harus mulai menata dirinya dengan baik dalam rangka membangun ketahanan ekonomi nasional. Mengacu kepada Malaysia maka bisa dilihat bagaimana kondisi cadangan keuangan nasional kita itu. Dahulu cadangan keuangan nasional diharapkan diperoleh dari swasta besar namun nyatanya semua konglomerat “collapse”. Lembaga perbankan yang ada harus ditata kembali. Akibat kebijakan yang lalu karena takut dicap monopoli maka telah dilakukan deregulasi perbankan sehingga beratus Bank tumbuh namun akhirnya bangkrut. Sekarang ini Bank-bank di merger kembali. Seyogyanya saat ini tidak usah pedulikan tuduhan monopoli jika harus melakukan sentralisasi dari kebijakan ekonomi nasional baik makro maupun mikro. Pada dasarnya sistem kesejahteraan warganegara, termasuk PNS atau aparatur negara, dapat dikelompokkan dalam 2 bagian yaitu: 1. Kesejahteraan semasa bekerja Intinya bahwa semua warganegara harus bekerja. Menjadi kewajiban pemerintah atau negara untuk menyediakan lapangan kerja bagi warga negaranya yang tidak selalu harus menjadi pegawai negeri. Bisa saja menjadi pekerja dari suatu perusahaan atau bekerja untuk dirinya (self employed). Kebijakan Kesejahteraan semasa bekerja bahwa semua warganegara harus bekerja. Kebijakan penciptaan lapangan kerja harus selalu menjadi perhatian yang serius dari pemerintah karena dari tahun ketahun angkatan kerja senantiasa bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk yang lepas dari bangku pendidikan dan ada pula penduduk yang meninggalkan lapangan kerja karena sudah purna tugas akibat pensiun atau tidak mampu bekerja lagi karena berbagai sebab seperti sakit dll. Kesejahteraan purna tugas (kesejahteraan setelah tidak bekerja)Kesejahteraan purna tugas ini harus dibentuk atau dibangun sejak yang bersangkutan bekerja. Jadi ketika seorang warganegara bekerja maka dia harus menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk di tabung dan dikumpulkan dari waktu ke waktu di suatu institusi amanah (Trust Fund) sampai tiba saatnya dia tidak bekerja lagi dan pensiun untuk menikmati hasil tabungannya tersebut Kesejahteraan semasa bekerja Kesejahteraan Purna kerja
  20. 20. 21Edisi Perdana 2015 penciptaan lapangan kerja harus selalu menjadi perhatian yang serius dari pemerintah karena dari tahun ketahun angkatan kerja senantiasa bertambah seiring dengan bertambahnya penduduk yang lepas dari bangku pendidikan dan ada pula penduduk yang meninggalkan lapangan kerja karena sudah purna tugas akibat pensiun atau tidak mampu bekerja lagi karena berbagai sebab seperti sakit dll. 2. Kesejahteraan purna tugas (kesejahteraan setelah tidak bekerja) Kesejahteraan purna tugas ini harus dibentuk atau dibangun sejak yang bersangkutan bekerja. Jadi ketika seorang warganegara bekerja maka dia harus menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk di tabung dan dikumpulkan dari waktu ke waktu di suatu institusi amanah (Trust Fund) sampai tiba saatnya dia tidak bekerja lagi dan pensiun untuk menikmati hasil tabungannya tersebut. Kedua pola kesejahteraan ini harus menjadi perhatian pemerintah. Namun pada kenyataannya selama ini pemerintah lebih banyak memperhatikan unsur yang pertama yaitu berkutat dengan kebijakan fiskal, moneter, inflasi, BBM, kurs, uang beredar dll variable kebijakan makro. Adapun logika dari system dana pensiun, asuransi sosial dan jaminan sosial yang dapat men “generate” pembiayaan jangka panjang dan selanjutnya mengurangi pengangguran dan kemiskinan dapat dijelaskan sebagai berikut : Dana pensiun, asuransi sosial dan jaminan sosial yang dikelola secara “Funded System”, “Compulsory” dan “Pooling” akan dapat menggunakan dana dalam bentuk tabungan atau iuran atau premi yang terkumpul sebagai cadangan keuangan nasional (“national reserve fund”) selanjutnya dana yang bersifat jangka panjang ini dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek pembangunan yang pada gilirannya akan membuka lapangan kerja atau menumbuhkan “employment creation”. Dengan demikian akan dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran, selanjutnya hal ini akan meningkatkan kesejahteraan setiap pekerja atau warga negara yang terlibat dengan pembangunan. Pada tahap selanjutnya akan meningkatkan pendapatan masing-masing dan sekaligus me-nambah iuran dan premi atau tabungan nasional. Demikian seterusnya proses tersebut dapat dicermati dalam illustrasi yang saya gambarkan sebagaimana berikut. Sumber-sumber dana jangka panjang yang paling potensial untuk digali dan ditumbuh-kembangkan serta digunakan untuk pembiayaan jangka panjang adalah yang berasal dari Dana Pensiun, Asuransi Sosial serta Jaminan Sosial sebagaimana Alur pembentukan cadangan Keuangan Nasional Bank Indonesia Mata uang LOGam Lapangan Kerja DaNa Pensiun Pengangguran kemiskinan Pembangunan Proyek Kesejahteraan Rakyat Cadangan Keuangan Nasional Pendapatan Nasional DanaInvestasi JangkaPanjang Pengurangan Penambahan Pengurangan Penambahan Pendapatan Rakyat Tabungan Iuran Premi Instrumen Jangka Panjang Penciptaan Lapangan Kerja AkumulasiDANA InVESTASI yang telah diberlakukan oleh negara- negara maju dan bahkan sangat berhasil diterapkan oleh Malaysia. Sebagai bukti empiris, negara Malaysia dapat dengan cepat mengalami pemulihan dari akibat krisis ekonomi dan moneter yang melandanya pada tahun 1997 dengan hanya mengandalkan potensi domestiknya. Hal ini dapat dilakukan mengingat Malaysia telah mempunyai sumber dana berupa cadangan keuangan nasional yang berasal dari Dana Pensiun, Asuransi Sosial serta Jaminan Sosialnya. Sebagai ilustrasi, dana yang telah dikumpulkan oleh Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) atau EPF (Employee Provident Fund) pada tahun 2002 telah mencapai Rp. 633,8 triliun sehingga bersama-sama dengan Central Provident Fund (CPF) dari Singapura termasuk dalam kelompok “20 World’s Largest Pension Fund – 2002”. Selain itu dari lembaga sejenis yang diperuntukan khusus bagi PNS di Malaysia, yaitu Kumpulan Wang Amanah Pencen (KWAP) hingga pertengahan Juli 2003 telah mengumpulkan akumulasi iuran pemerintah selaku pemberi kerja sebesar RM 31,91 miliar atau setara dengan Rp.71,12 triliun yang seluruhnya berupa dana investasi. Besaran dana KWAP tersebut sudah mencapai lebih 25% dari seluruh kebutuhan dana yang diperlukan untuk membiayai Dana Pensiun PNS Malaysia secara Fully Funded dan diperkirakan mencapai sebesar RM 100 miliar atau setara dengan Rp.244,5 triliun. Hal ini masih diperkuat dengan dana yang berasal dari Lembaga Tabung Angkatan Tentera (LTAT), Social Security Organization (Socso) dan Lembaga Tabung Haji Malaysia. Dana Cadangan Keuangan Nasional Malaysia di tahun 2012 bersama Tabungan Haji nya berjumlah Rp 1.985,9 triliun sebagaimana tersebut perinciannya di Lampiran III. Kebijakan kesejahteraan purna tugas akan terkait dengan kebijakan pembentukan dana cadangan keuangannasional(NationalReserve Fund) yang sangat diperlukan untuk membiayai pembangunan nasional jangka panjang. Keberhasilan sistem kesejahteraan purna tugas sangat bergantung kepada konsistensi atas sistem dan manajemen pengelolaannya. Bersambung ke Edisi selanjutnya.. Arttikel Bersambung
  21. 21. Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan KPPPA Audiensi pengurus koalisi kependudukan Indonesia pusat dengan mentri KPPPA Plan International Indonesia bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BKKBN, FOKKUS BABINROHIS NASIONAL (FBN) serta 19 organisasi nasional lain mendeklarasikan Gerakan Stop Pernikahan Anak sebagai pencegahan pernikahan anak di tingkat akar rumput (Grass root). “Kami yakin, gerakan ini akan efektif karena mendapat dukungan penuh dari berbagai organisasi masyarakat dan keagamaan yang berakar di Plan - KPPPA - BKKBN deklarasikan “Gerakan Stop Pernikahan Anak Usia dini” masyarakat,” kata Direktur Plan Indonesia Mingming Remata Evora Kepala BKKBN Fasli Djalal berharap agar peluncuran gerakan ini bisa mencegah maraknya pernikahan anak di masyarakat. “Dengan dideklarasikannya gerakan bersama `Stop Pernikahan Anak usia dini’, diharapkan menjadi skala prioritas semua pihak,”. Sebelumnya, Plan yang difasilitasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengadakan pertemuan untuk lensa fbn mencari solusi terbaik mencegah pernikahan anak usia dini. Pertemuan yang dilakukan di kantor Kemen PPPA tersebut menghasilkan kesamaan pemikiran bahwa upaya pencegahan pernikahan anak usia dini harus dilakukan secara luas. Hampir semua organisasi masyarakat dan keagamaan di Indonesia bahkan sudah memiliki program dan kegiatan pencegahan pernikahan anak usia dini yang kongkrit Reporter: Muhammad Iqbal
  22. 22. 23Edisi Perdana 2015 lensa fbn FBN Sumatera Utara Dapat Menjadi Contoh Teladan F BN sebagai perekat dan pemersatu. Bangsa Indonesia merupakan wadah tempat berhimpunnya seluruh potensi masyarakat Rohani Islam Indonesia khususnya dalam lingkup Kementerian, LPNK, TNI & POLRI, BUMN, Swasta, dan Perguruan Tinggi Untuk dapat diketahui, pada jaman perang, kita sering mendengar teriakan motivasi: ”Merdeka atau mati”, sekarang berubah sesuai tuntutan jaman. menjadi ”tBerubah atau mati”, perubahan menuju yang terbaik. harus terpadu, terintegrasi terencana dan terukur, agar hasil perubahan yang dilakukan menghasilkan dampak yang sangat signifikan kata Ketua Umum DPP. Fokkus Babinrohis Nasional, H. A. Abd. Aziz Rifa’i Makudi, M, SH, MM pada seminar Nasional dan pelantikan Pengurus Fokkus Babinrohis Sumatera Utara. Lahirnya Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional (FBN) dibentuk untuk menggerakkan roda organisasi Babinrohis tiap unit kerja di masing-masing instansi pemerintahan BUMN, Kementrian, LPNK, TNI dan POLRI, Swasta, dan Perguruan Tinggi agar dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan, sejauh ini telah terangkum beberapa permasalahan dan ekspektasi yang dapat di gambarkan. FBN Propinsi, Kabupaten/Kota, merupakan perpanjangan dari FBN Pusat tempat berhimpunnya para tokoh- tokoh organisasi profesi Kerohanian masyarakat Islam Indonesia di daerah masing-masing, dan memakai nama FBN sebagai PAYUNG induk organisasi, FBN juga sebagai penganyom masyarakat Islam Nusantara. Forum Komunikasi dan Konsultasi Badan Pembina Rohani Islam Nasional (FBN) berharap kepada seluruh warga masyarakat Islam Indonesia maupun di Mancanegara (ASEAN) asal Indonesia jadikan FBN ini sebagai wadah perekat dan pemersatu masyarakat Islam di Nusantara, mari kita satukan VISI dan MISI Masyarakat Islam di Indonesia khususnya dan Nusantara pada umumnya, jangan ada lagi terpecah belah, seperti zaman Belanda dahulu, kita selalu diadu domba sesama kita, apakah kita mau lagi diadu domba sesama masyarakat Islam, maupun dengan agama lain yang telah ditetapkan oleh pemerintah, jawabnya, sudah jelas tidak mau di adu domba , kita tetap dalam kesatuan NKRI. Kita berharap FBN Sumatera Utara dapat menjadi contoh teladan di daerahnya, Sumatera Utara adalah baro meter kerukunan Umat beragama di Indonesia, karena di Sumut adalah multi Etnis yang cukup besar dengan 25 etnis, yang beragam, kerukunan umat beragama cukup baik aman dan nyaman serta saling hormat menghormati sesamanya, FBN harus berada didepan, dan dapat dipertahankan.rasa kecintaan perdamaian sesama umatnya. Organisasi FBN benar-benar mengacu kepada sistim yang telah disepakati bersama yang harus di jalankan sesuai dengan sistim pradigma baru yang teratur, FBN harus menyatu dengan masyarakatnya dan tidak ada perpecahan sesama umat Islam, malah mereka lebih memperkuat perekonomian masyarakat Islam itu sendiri, setiap ada kegiatan Program Pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah FBN ikut mendukung program tersebut, demi terlaksananya pembanguan, baik di pusat maupun di daerah Propinsi, Kabupaten/ Kota di Indonesia sehingga kita dapat di perhitungkan oleh Pemerintah Pusat maupun daerah. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Pegurus FBN Propinsi Sumatera Utara dapat bekerjasama dengan FBN, Instansi Pemerintah dan Swasta, serta lembaga Sosial Keagamaan/ Kemasyarakatan (lSM) baik di Pusat ataupun di Daerah. (Jat) FBN Perekat dan Pemersatu Bangsa Indonesia Susunan pengurus FBN Sumatera Utara : Penasehat: Gubernur Sumatera utara, Pembina: Ka.Kanwil Kementerian Agama Prvinsi Sumatera Utara dan Ketua MUI Dewan Pakar: Ir. H. M. Roem, S. Msi, Prof. DR. Hj. Sri Sulistyawaty, SH, Msi, H. Syarifuddi Siba, SH, M, Hum, Drs. H. Syofyan Raz, Ak, MM, DR. H. Hasan Mansur Nasution, MA, Drs. H. Sakira Zandi, Msi, Drs. Syaiful Anwar Tanjung, MM, Drs.H. Syofyan Ansori Hasibuan, DR.H. Amiruddin, MS dan Kabit Pekapontren & Penamas Kanwil Kemenag Propinsi Sumut. Dewan Pengurus: Ketua: Hj. Lelawaty, SY (PMD) Wakil Ketua L, II, III dan IV,: Drs.H. Ismail Dahban (Pemko Binjai ), Drs. Abd. Hadi Harahap (Univ. Al-Azhar Medan), Drs. H. Burhanuddin Damanik, MA (Kanwil Kemenag Prov. SU), Dr.M. Jamil Iba, MA (IAIN SU), Seketaris : Drs. H. Ramsil Harahap (Kanwil Kemenag Prov.SU) Wakil Sekretaris, I , II, III dn IV: Drs. H. Ishaq Ibrahim ,MA (Kab.Langkat), H.Safingi PT. Telkom DIvre I, H. Iradatsyah, Pasaribu, SH (BPAH) Medan, Hj. Suparti Ningsih, S.Ag (Kodam I /BB) Bendahara: Suryana Kesuma , SE (Kanwil kemenag Prov. SU) Wakil Bendahara I, I, III: H. Rahmansyah Ritonga, SE, Ak, MA (B. Diklat Keagamaan), H .Ridwan Batubara, SE (Hotel Inna Dharma Deli ) dan Azro’i Ahmad ( PT. Bank Mandiri ) dan di bantu Ketua–ketua Bidang sebanyak 34 orang personil untuk menjalankan roda organisasi FBN Sumatera Utara.
  23. 23. 24Edisi Perdana 2015
  24. 24. 25Edisi Perdana 2015 Akhlak DAHSYATNYA BERSYUKUR “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu menginkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih (QS Ibrahim 7). Bersyukurlah di mana pun dan kapan pun. Rasa syukur akan: • Membuat hidup kita menjadi indah... • Membuat yang sedikit terasa cukup dan berkah... • Mengubah apa yang kita miliki saat ini menjadi lebih berharga... • Mengubah masalah yang kita miliki menjadi hikmah yg bernilai... • Hidangan sederhana terasa menjadi istimewa... • Mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman... • Mengubah kegagalan menjadi pelajaran berharga... • Mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan... • Mengubah yang tidak nyaman menjadi menyenangkan... • Mengubah penolakan menjadi penerimaan... • Mengubah kebenciaan di hati menjadi kasih sayang... • Menciptakan kedamaian dan ketenangan hati... • Mengubah emosi menjadi latihan kesabaran... • Menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis... • Menjadikan masa sekarang keindahan & kesenangan... • Menjadikan hari esok penuh harapan... • Menciptakan visi ke depan yang penuh harapan... • Bila hati kita dipenuhi rasa syukur, hidup menjadi senantiasa indah dan damai. Jika Anda ingin hidup dalam berkelimpahan, berbahagia, coba praktikkan teknik bersyukur yang akan membawa Anda pada kebahagiaan ini. Malam menjelang tidur, pikirkan berikut ini: • Tarik dan keluarkan napas panjang. Ketika menghembusan napas ucapkan “Ya Allah SWT, Subahanallah, terima kasih ya Allah SWT, syukur Alhamdulillah”. Lakukan 2 atau 3 kali. • Kemudian rileksksasikan badan Anda dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bernapas biasa dan konsentrasi pada keluar masuk napas sekitar 1 menit. Kemudian: • Setelah tenang, pikirkanlah: • Siapa yang menyakiti dan Anda sakiti hari ini? Maafkan dan minta maaflah! • Apa yang telah saya dapatkan hari ini? Syukurilah dan harapkan keberuntungan yang lebih besar esok hari! • Siapa yang bekerja memberi rezeki pada Anda? Syukurilah! Niatkan untuk memperlakukan mereka lebih baik lagi. • Pengalaman apa yang berharga yang telah Anda dapatkan? Syukurilah. Niatkan pengalaman ini akan menolong kehidupan Anda di masa depan. • Dengan mensyukuri hal yang kecil Anda bisa mendapatkan hal yang lebih besar. • Berterima kasihlah untuk sahabat Anda yang telah mengingatkanmu untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT SWT.(Bambang Prakuso, BSM)
  25. 25. 26Edisi Perdana 2015 Allah SWT berfirman kepada Iblis : “Sesungguhnya Ayub adalah hamba¬Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mu’min yang sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada- Ku adalah semata¬-mata didorong iman yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada-Ku. Iman dan taqwanya takkan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawi. Sabar dan Bersyukur Kunci Sukses dalam hidup Adakah manusia di dunia ini tidak memiliki masalah?. Jawabannya, manusia di dunia ini pasti memiliki masalah, namun yang membedakannya, cara menyikapi masalah itu sendiri. Kunci menjalani kehidupan dengan berbagai permasalahannya yaitu dengan bersabar dan bersyukur. Contohlah kesabaran dan rasa syukur dari Nabi Ayub AS. Kesabaran dan rasa syukur Nabi Ayub AS patut diacungi jempol dan menjadi suri tauladan bagi kita semua. Nabi Ayub AS adalah putra Ish bin Ishak bin Ibrahim adalah seorang yang kaya raya. Istrinya banyak, anaknya banyak hartanya melimpah ruah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya. Ia hidup makmur dan sejahtera. Walau demikian ia tetap tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan yang di karuniakan kepadanya tak sampai melupakannya kepada Allah SWT. Ia gemar berbuat kebajikan, suka menolong orang yang menderita, terlebih dari golongan fakir miskin. Rasa syukurnya pada Allah SWT SWT diimplementasikan dengan berbuat baik dan bersedekah kepada fakir miskin. Nabi Ayub AS tidak sombong dan kikir dengan harta yang berlimpah. Ia menganggap harta yang dia miliki hanya titipan dari Allah SWT. Bahkan, para Malaikat di langit terkagum-kagum dan membicarakan ketaatan Ayub dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah SWT. Iblis yang mendengar pembicaraan itu merasa iri dan ingin menjerumuskan Ayub agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka. Pertama Iblis mencoba sendiri menggoda Nabi Ayub agar tersesat dan tak mau bersyukur kepada Allah SWT SWT. Namun ia gagal. Nabi Ayub tak tergoyahkan. Iblis kemudian menghadap Allah SWT. Minta izin untuk menggoda Nabi Ayub : “Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayub yang senantiasa patuh dan berbakti menyembah-Mu, senantiasa, memuji-Mu, tak lain hanyalah karena takut kehilangan kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadanya. Semua ibadah tidak ikhlas dan bukan karena cinta dan taat kepada- Mu. Andaikata ia terkena musibah dan kehilangan harta benda, anak-anak dan istrinya belum tentu ia akan taat dan tetap ikhlas menyembah-Mu.” Allah SWT SWT berfirman kepada Iblis : “Sesungguhnya Ayub adalah hamba¬Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mu’min yang sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata-mata didorong iman yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada-Ku. Iman dan taqwanya takkan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawi. Cintanya kepada-Ku dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi berkurang walau ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan la yakin bahwa siapa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu- waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikannya berlipat ganda. Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela melihat hamba-hamba- Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayub dan keyakinannya pada takdirKu. Kuizinkan kau menggoda dan memalingkannya dariKu. Kerahkanlah pembantu-pembantumu untuk menggoda Ayub melalui harta dan keluarganya. Cerai beraikanlah keluarganya yang rukun damai sejahtera itu. Lihatlah sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku, Ayub itu.” Demikianlah, Iblis dan para pembantunya kemudian mulai menyerbu keimanan Ayub. Mula-mula mereka membinasakan hewan ternak peliharaan Nabi Ayub. Satu persatu hewan-hewan itu mati bergelimpangan disusul lumbung- lumbung gandum dan lahan pertanian Nabi Ayub terbakar dan musnah. Iblis mengira Ayub akan berkeluh kesah setelah kehilangan ternak dan lahan pertaniannya itu. Namun Ayub tetap berbaik sangka kepada Allah SWT. Segalanya ia serahkan kepada Allah SWT. Harta adalah titipan Allah SWT sewaktu- waktu dapat saja diambil lagi. Berikutnya Iblis dan pembantu-pembantunya mendatangi putra-putra Nabi Ayub di gedung yang besar dan megah. Mereka goyang-goyangkan tiang-tiang gedung
  26. 26. 27Edisi Perdana 2015 Dengan lidi seratus, dipukulkan pelan sekali, maka sumpahnya sudah terlaksana. Berkat kesabaran dan keteguhan imannya Nabi Ayub dikaruniai lagi harta benda yang melimpah ruah. Dari Rahmah ia mendapat anak bernama Basyar, dikemudian hari ia mendapat julukan Dzulkifli artinya Sanggup Akhlak sehingga gedung itu kemudian roboh dan anak- anak Nabi Ayub mati semua. Selanjutnya Iblis menaburkan baksil di sekujur tubuh Nabi Ayub sehingga beliau menderita sakit kulit yang menjijikkan. Saudara dan tetangganya menjauhinya. Istri-istrinya banyak yang melarikan diri. Hanya seorang yang setia mendampinginya yaitu Rahmah. Para tetangga Nabi Ayub tidak mau ketularan penyakit,sehinggamereka-terutamakaum ibu secara terang-terangan mengusir Nabi Ayub dari perkampungan. Mereka pergi ke ujung desa, dekat pembuangan sampah. Namun di sana orang-orang tidak terima. Mereka tetap mengusir Nabi Ayub. Maka pergilah Nabi Ayub dan Rahmah ke sebuah tempat yang sepi dari manusia. Pada suatu hari, mungkin karena tidak tahan dalam penderitaan atau karena apa. Rahmah pamit meninggalkan suaminya. Ia akan bekerja untuk menghidupi suaminya. Nabi Ayub melarangnya, namun Rahmah tetap pergi sembari berkeluh kesah. “Kiranya kau telah terkena bujukan setan, sehingga berkeluh kesah atas takdir Allah SWT,” kata Ayub kepada istrinya. “Awas kelak jika aku sudah sembuh kau akan kupukul seratus kali. Mulai saat ini tinggalkanlah aku seorang diri, aku tak membutuhkan pertolonganmu sampai Allah SWT menentukan takdir-Nya. Setelah ditinggal Rahmah, satu-satunya orang yang masih menyayangi dan merawatnya, kini Nabi Ayub hidup seorang diri. Di dalam kamarnya ia bermunajat kepada Allah SWT “Ya Allah SWT, aku telah diganggu oleh setan dengan kepayahan dan kesusahan serta siksaan dan Engkau wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah SWT menerima do’a Nabi Ayub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan. Berfirman Allah SWT kepada Nabi Ayub : “Hantamkanlah kakimu ke tanah. Dari situ air akan-memancar dan dengan air itu kau akan sembuh dari semua penyakitmu. Kesehatan dan kekuatanmu akan pulih kembali jika kau pergunakan untuk minum dan mandi.” Demikianlah, setelah Nabi Ayub minum dan mandi air yang memancar dari bawah kakinya, maka ia sembuh seperti sediakala. Sementara itu Rahmah yang telah pergi meninggalkan Nabi Ayub lama-lama merasa kasihan dan tak tega membiarkan Nabi Ayub seorang diri. Dia datang menjenguk, namun ia tak mengenali suaminya lagi. Karena Nabi Ayub sudah sembuh dan keadaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Lebih sehat dan lebih tampan. Nabi Ayub gembira melihat istrinya kembali, namun ia ingat sumpahnya yaitu ingin memukul istrinya seratus kali. la harus melaksanakan sumpah itu. Kini ia bimbang, istrinya sudah turut menderita sewaktu bersama- sama dengannya selama tujuh tahun ini; akankah ia memukulnya seratus kali. Dalam kebimbangan datanglah wahyu Allah SWT yang memberikan jalan keluar. Firman Allah SWT : “Hai Ayub, ambillah lidi seratus buah dan pukullah istrimu itu sekali saja, dengan demikian tertebuslah sumpahmu.” Dengan lidi seratus, dipukulkan pelan sekali, maka sumpahnya sudah terlaksana. Berkat kesabaran dan keteguhan imannya Nabi Ayub dikaruniai lagi harta benda yang melimpah ruah. Dari Rahmah ia mendapat anak bernama Basyar, dikemudian hari ia mendapat julukan Dzulkifli artinya sanggup. Dzulkifli akhirnya juga menjadi Nabi dan Rasul. (Berbagai Sumber). Penulis: Retna Dona
  27. 27. 28Edisi Perdana 2015 Sudah saatnya bagi masyarakat untuk beralih ke layanan kesehatan “holistik modern”. Dalam kondisi dimana biaya pelayanan kesehatan sekarang yang kadang- kadang terasa mencekik dan sulit dijangkau oleh sebagian besar masyarakat, maka untuk mendapatkan konsultasi dan pengobatan berbagai penyakit secara maksimum dengan akurat dan hemat, DR.Asvial Rivai, M.D. (M.A), CHt. mengatakan sudah saatnya masyarakat memanfaatkan Layanan Kesehatan “Holistik Modern”. Begitu kata DR.Asvial Rivai, M.D (M.A) sang pelopor dan pengembang layanan kesehatan holistik modern itu di Indonesia sejak tahun 1997. Inilah hasil rekaman pembicaraan kami melalui tanya-jawab, sangat menarik untuk disimak kenapa anda harus beralih ke layanan kesehatan “holistik modern”ini. MENGENAL PENGOBATAN HOLISTIK MODERN Oleh : DR. Asvial Rivai, M.D. (M.A), CHt. Apa yang dimaksud dengan layanan kesehatan “holistik modern”. H olistik Modern Itu hanya sebuah nama. Apalah arti sebuah nama, banyak orang berkata begitu. Tapi sebenarnya “holistik modern” merupakan sebuah sebutan terhadap satu sistem pelayanan “terpadu” dalam memenuhi berbagai kebutuhan untuk pemeliharaan dan perbaikan tingkat kesehatan yang mungkin sudah rusak yang disebut sakit- sakitan. Layanan kesehatan “holistik modern” dalam arti yang sangat luas, meliputi berbagai pelayanan termasuk pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, tetapi secara cepat bisa didapatkan hasilnya. Kemudian termasuk juga konsultasi kesehatan secara menyeluruh (baik fisik, emosional dan juga kejiwaan, inteligensia), perawatan / pengobatan berbagai penyakit menyeluruh, pemberian nasehat dan anjuran-anjuran kesehatan secara menyeluruh, kontrol ulang serta bimbingan / tuntunan selama penyakit belum sembuh atau selama masih dibutuhkan oleh si penderita. Itu dilakukan secara terpadu oleh satu tenaga praktisi yang sudah dilatih untuk menekuni profesi itu dengan metode yang mudah. Tanpa harus rujuk kesana sini, tanpa harus ambil darah, tanpa suntikan, tanpa melukai dan tanpa membuka baju untuk deteksi penyakit. Dalam melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, digunakan berbagai metoda yang mengacu pada terobosan baru dalam bidang kesehatan yang sangat sederhana tapi sangat efektif. Yaitu ilmu iridology yang berasal atau ditemukan oleh seorang dokter medis di Eropa (yaitu satu ilmu pengetahuan bagaimana mendeteksi penyakit malalui tanda-tanda yang terjadi pada mata akibat adanya gangguan penyakit itu). Ada juga ilmu kinesiology yang berasal atau ditemukan oleh seorang ahli saraf di Amerika (yaitu ilmu pengetahuan bagaimana mengetahui tingkat kesehatan organ-organ dan sistem tubuh melalui kelemahan yang terjadi pada otot lengan). Dan ilmu phytobiophysics yang berasal atau ditemukan oleh seorang dokter juga di Inggris (yaitu bagaimana mengetahui dan memperbaiki tingkat penyakit dan kelemahan tubuh seseorang melalui perubahan energi yang terjadi pada tubuh yang di tes dengan energy bunga-bungaan berbagai warna). Disamping itu diberikan juga berbagai cara pendeteksian dan perawatan yang lain, seperti “heart lock”, “jump leading”, “universal energy”, “podorachidian” dan lain-lain. Bila diperlukan semuanya dilakukan secara bergantian dengan waktu yang relative sangat pendek, antara 20-30 menit. Hasilnya bisa langsung didapat meliputi 60-hal tentang kondisi dan fungsi organ organ dan sistem tubuh lainnya sekaligus solusi bagaimana mengobati atau merawat penyakitnya apabila ditemukan. Ini diperlukan untuk menghindari kesalahan dan untuk mendapatkan tingkat akurasi yang maksimal, agar penyakitnya dapat diobati dengan tepat. Biaya pemeriksaan kesehatan menyeluruh seperti ini sangat murah Pemeriksaan Kesehatan : Asvial Sedang memeriksa kesehatan seseorang dengan metode kinesiology. Hasilnya sangat akurat.
  28. 28. 29Edisi Perdana 2015 melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, digunakan berbagai metoda yang mengacu ilmu pengetahuan kesehatan dengan benar, sebagai satu pandangan lain nonmedis, yang merupakan terobosan baru dalam bidang kesehatan yang sangat sederhana tapi sangat efektif, yaitu ilmu iridology dibandingkan dengan metode analisa melalui laboratorium atau peralatan medis lainnya, cukup hanya Rp 250.000. Biaya ini sudah termasuk kontrol ulang selama 3-4 bulan kedepan guna untuk memantau perkembangan pengobatan dan untuk membimbing si penderita dengan harapan agar lebih cepat sembuhnya. Dalam perawatan penyakit atau kelemahan badan yang dirasakan, diberikan hanya bahan-bahan alami, tidak mengandung bahan-bahan kimia yang dapat membahayakan penderita. Bagaimana holistik modern bekerja. Dalam melayani seorang pasien, apapun penyakitnya selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dengan menggunakanmetoda-metoda diatas tanpa bertanya apa penyakit atau keluhan badannya. Dalam pemeriksaan inilah nanti akan ditemukanberbagai hal yang aneh-aneh yang mungkin menyebabkan timbulnya penyakit yang dikeluhkan, dan akan diketahui apa keluhannya tanpa bertanya kepada pasien seperti metode pengobatan umum. Si pasien akan terheran-heran mengagumi keahlian seorang praktisi “holistik modern”. Karena praktisi akan tahu bahwa mungkin pasien sedang mengalami gangguan kesehatan fisik, seperti kolesterol, gangguan rematik / asam urat, gangguan jantung termasuk koroner dan lain-lain. Gangguan pencernaan mungkin di lambung atau usus termasuk usus buntu dan ambeien / wasir, gangguan liver, gangguan sesak napas atau asthma, gangguan sakit pinggang, pundak, tengkuk kaku-kaku, semutan, darah tinggi, kencing manis, gangguan pembengkakan, gangguan     stress karena ego atau ambisi yang tinggi, gengguan emosional atau kejiwaan, gangguan mimpi-mimpi yang mengerikan atau mimpi-mimpi buruk, selalu was-was, merasa takut-takut atau cemas-cemas tidak beralasan dan lain-lain sebagainya. Memang begitulah keunggulan metoda-metoda dalam “holistik modern” ini. Banyak sekali hal-hal yang dapat ditemukan melalui “holistik modern” ini, tidak / belum bisa ditemukan melalui laboratorium. Dalam perawatan penyakitnya, selalu dilakukan menyeluruh secara sekaligus atau secara bertahap dalam waktu yang tidak terlalu lama. Ini sangat penting karena dalam tubuh kita tidak ada satu organpun atau satu sistem apapun yang bekerja sendiri- sendiri tanpa bantuan organ atau sistem tubuh yang lainnya. Dalam tubuh seorang yang dikatakan sehat menyeluruh, semua organ atau semua sistem tubuh bekerja beraturan saling membantu, saling berkaitan, saling menyokong, berinteraksi dengan sangat baik untuk keutuhan tubuh secara menyeluruh sehingga tubuh bisa beraktifitas sebagai layaknya orang yang sehat. Sebaliknya apabila ada satu organ yang tidak bekerja baik, biasanya disebabkan oleh satu bagian lain yang tidak baik yang juga akan memberikan akibat tidak baik kepada bagian yang lain pula. Nah disinilah perlunya “holistik modern” Kesehatan lympatik, gangguan kelenjar thyroid atau kelenjar gondok, gangguan ginjal kiri atau kanan, gangguan mual-mual atau lambung perih, gangguan kerapuhan tulang, gatal-gatal dan alergian, letih atau capek berlebihan, mudah sesak atau napas pendek. Termasuk juga penyakit yang disebabkan dari psikis, seperti Menerima Award : Asvial berfoto bersama Bpk Sutiyoso setelah menerima Penghargaan profesi pada tahun 2010 Podorachidian : Asvial memberikan treatment Podorachidian pada pasien.

×