Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
MAKALAH
PENGANGGARAN
PENGANGGARAN KOMPREHENSIF
DI SUSUN OLEH :
NAMA : DESI KURNIA
NIM : 141510103
KELAS : MN 61
UNIVERSITA...
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penyusunan anggaran merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan.
Proses ini merup...
BAB II
PEMBAHASAN
ANGGARAN PERUSAHAAN
Gambaran Umum
Menurut Glenn A Welsch anggaran adalah laba perencanaan dan kontrol
se...
Factor yang perlu diperhatikan dalam membuat suatu anggaran
1. Factor intern
 Penjualan tahun lalu
 Kebijakan perusahaan...
 Kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan penjualan
 Kapasitas produksi
 Tenaga kerja yang tersedia dalam perusahaan
...
Perkiraaan bulan Januari Tahun Brikutnya Penjualan Menjadi 2260.
Contoh Soal menyusun anggaran penjualan :
Pada Tahun 2015...
Triwulan III 22% 132.000
Triwulan IV 28% 168.000
Dengan harga Jual per Unit Sebesar Rp 5000/Unit Susunlah anggaran Penjual...
Padang.
Waktu Persentase Unit Hasil
Januari 10% 180000 18000
Februari 8% 180000 14400
Maret 8% 180000 14400
Triwulan II 24...
1. Anggaran Penjualan
2. Kapasitas mesin produksi
3. Tenaga kerja yang tersedia
4. Modal kerja yang dimiliki oleh perusaha...
Persediaan Akhir : 30000 unit
Produksi : 615000 unit
Perbulan 615000 = 51250/bln
12
Triwulan 51250 x 3 =153750
PT. ABC
Ang...
Produksi :
Januari : 12%
Februari : 10%
Maret : 8%
Triwulan II : 25%
Triwulan III : 23%
Triwulan IV : 22%
Keterangan Janua...
Contoh soal menggunakan anggaran produksi diatas untuk menghitung
kebutuhan anggaran bahan baku diperoleh informasi sebaga...
1. Anggaran unit kebutuhan bahan mentah, khususnya rencana tentang jenis
(kualitas) dan jumlah (kuantitas) bahan mentah ya...
pembelian bahan mentah dalam jumlah yang sangat besar, begitu juga
sebaliknya.
7. Kebijaksanaan perusahaan di bidang perse...
Jumlah 88.560.000 44.280.000 22.140.000
Februari
Kebutuhan 73.800 18.450 6.150
Persediaan Awal 20.000 10.000 4.000
53.800 ...
Harga Perunit 1.000 2.000 3.000
Jumlah 169.740.000 84.870.000 42.435.000
Triwulan IV
Kebutuhan 162.360 40.590 13.530
Perse...
1.Metode FIFO (First In First Out)
Dalam metode ini, nilai (harga) dan bahan mentah yang diolah lebih awal
didasarkan pada...
Bahan Baku C 15375 3000 46.125.000
Triwulan III Bahan Baku A 169740 1000 169.740.000
Bahan Baku B 42435 2000 84.870.000
Ba...
Laporan ini menggugah manajemen untuk melakukanefisiensi operasi yang lebih
tinggi.berupa:
 Laporan-laporan tersendiri
 ...
Tiwulan II 153.750 15.375 5000 76.875.000
Triwulan III 153.750 15.375 5000 76.875.000
Triwulan IV 153.750 15.375 5000 76.8...
Annggaran Biaya Overhead Pabrik
Tahun 2015
Jenis Biaya Jumlah
Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 175.000.000,00
Biaya b...
perusahaan menetapkan PPTT sebesar 4% dari penjualan kredit dengan pola
penerimaan piutang sebagai berikut.
1. Piutang Bul...
3. Penjualan bualan Maret
Penjualan kredit 240.000.000 x 40% = Rp 96.000.000,-
PPTT = 4% x Rp 96.000.000 = Rp 3.840.000,-
...
Schedule Penrimaan Piutang
“PT Sudah Jaya”
Tahun 2015
Periode Penerimaan Pelunasan
Januari Februari Maret Tri II Tri III T...
I. ANGGARAN HUTANG
Dimaksudkan dengan budget utang (payable budget) ialah Budget yang
merencanakan secara sistematis dan l...
2. Utang Triwulan :
 50% dibayar pada triwulan pembelian.
 20% dibayar pada triwulan berikutnya.
 30% dibayar 2 triwula...
5. Pembelian Triwulan III
Pembelian kredit 297.045.000x 50% = Rp 148.522.500,-
 Triwulan II = 50% x 148.522.500= Rp 74.26...
AnggaranUtang
“PT Sudah Jaya”
Tahu 2015
Periode Hutang
Awal
Penambahan
Hutang
Total Utang
Pembayaran
Utang
Utang
Akhir
Jan...
 Budget Unit yang akan Diproduksikan, khususnya tentang
jenis(kualitas)dan jumlah (kuantitas) barang yang akan diproduksi...
 Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit.
 Sebagai dasar otorisasi dana anggaran yang disediakan.
 Sebagai dasar penil...
 Pembayaran biaya bunga.
 Pembayaran biaya Lain-lain.
Schedule Pengeluaran Kas
“PT Sudah Jaya”
Tahun 2015
Perkiraan Janu...
Anggaran Kas
“PT Sudah Jaya”
Tahun 2015
Perkiraan Januari Februari Maret Tri II Tri III Tri IV
Saldo Awal 180.000.000 88.1...
–
 Analisa BTKL
– PK : (URS – KB) x TB
– PE : (KR – URS) x TB
– PT : (TR – TB) x KR
PERKIRAAN KETERANGAN
PK Perbedaan Kua...
: 61.500.000 = Turun
ANALISIS : Naik – Turun
: (75.000.000 – 61.500.000)
: Rp 13.500.000,-
Anggaran Produksi
Bahan Baku A
...
Bahan Baku B
Perkiraan Anggaran Realisasi
Unit Produksi 600.000 615.000
Pemakaian Bahan baku 150.000 184.500
Harga Beli/Me...
Pemakaian Bahan baku 54.000 61.500
Harga Beli/Liter 3.000 2.950
Jumlah 162.000.000 181.425.000
Jwb : 19.425.000
SUR budget...
SUR budget : 54.000 : 600.000 = 0,09
SUR Realisasi : 61.500 : 615.000 = 0,1
URS : 615.000 x 0,09 = 55.350
PK : (URS – KB) ...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Makalah anggaran komperehensif

2,887 views

Published on

makalah penganggaran komprehensif

Published in: Economy & Finance
  • Login to see the comments

  • Be the first to like this

Makalah anggaran komperehensif

  1. 1. MAKALAH PENGANGGARAN PENGANGGARAN KOMPREHENSIF DI SUSUN OLEH : NAMA : DESI KURNIA NIM : 141510103 KELAS : MN 61 UNIVERSITAS BINA DARMA FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN 2017
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Penyusunan anggaran merupakan hal yang penting bagi suatu perusahaan. Proses ini merupakan pembuatan rencana kerja dalam rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif orang lain. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan laba. Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana operasional yang dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan di masa yang akan datang. Jika misalnya perusahaan ingin membangun gedung baru, maka terlebih dulu dibuat rencana biaya yang telah disusun sebelum proyek dilaksanakan. Anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu tahun yang akan membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang diperkirakan. Dengan anggaran, manajemen mengarahkan jalannya perusahaan ke suatu kondisi tertentu. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut : 1. Apa sajakah ruang lingkup anggaran? 2. Apa saja jenis-jenis anggaran pada perusahaan? 3. Bagaimana hubungan antara anggaran perusahaan dengan keberhasilan manajemen? C. TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hubungan penyusunan anggaran perusahaan dalam keberhasilan manajemen untuk mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi tugas mata kuliah Anggaran Perusahaan.
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN ANGGARAN PERUSAHAAN Gambaran Umum Menurut Glenn A Welsch anggaran adalah laba perencanaan dan kontrol secara luas seperti yang didefinisikan sebagai pendekatan sistematis dan formal untuk mencapai perencanaan, koordinasi dan tanggung jawab kontrol manajemen. Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis, meliputi seluruh kegiatan perusahaan, jyang dinyatakan dalam satuan unit moneter dan berlaku untuk jangka waktu tertentu dimasa yang akan datang. Perlunya sebuah anggaran dibuat oleh perusahaan alasannya : 1. Masa yang akan datang penuh dengan ketidak pastian 2. Masa yang akaatang penuh dengan alternatif pilihan 3. Rencana yang dibuat dijadikan sebagai pedoman 4. Rrencana yang dibuat dapat dijadikan sebagai alat pengkoordinasi 5. Rencana yang dibuat digunakan sebagai alat pengawasan Jangka waktu anggaran dibagi 2 : 1. Janka waktu pendek (Taktis) yaitu Rencana yang dibuat perusahaan yang jangka waktunya pendek 2. Jangka panjang (Strategis) yaitu rencana yang lebih dari 1 periode 3-5 tahunUntuk memilih, perusahaan membuat apakan rencana taktis atau strategis diperlukan fakto-faktor sebagai berikut :  Luas pasar atas penjualan produk yang dihasilkan  Posisi perusahaan dalam persaingan  Jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut  Tersedianya data informasi yang dibutuhkan  Keadaan perekonomian secara umum
  4. 4. Factor yang perlu diperhatikan dalam membuat suatu anggaran 1. Factor intern  Penjualan tahun lalu  Kebijakan perusahaan terhadap harga jual  Jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan  Tersedianya data dan informasi yang dibutuhkan  Modal kerja yang dimiliki ileh perusahaan  Fasilitas-fasilitas yang mendukung  Kebijakan-kebijakan yang dipakai oleh perusahaan terhadap pelaksanaan kegiatan perusahaan 2. Faktor ekstern  Keadaan persaingan  Tingkat pertumbuhan penduduk  Tingkat penghasilan masyarakt  Tingkat pendidikan masyarakat  Tingkat penyebaran penduduk  Agama, Adat istiadat dan kebiasaan penduduk  Kebijakan pemerintah tentang perekonomian, keamana dan kegiatan social  Keadaan perekonomian nasional JENI-JENISANGGARAN SEBAGAI BERIKUT: A. ANGGARAN PENJUALAN Anggaran penjualan yang menyusun lebih terperinci tentang perusahaan selama periode tertentu dimasa yang akan dating, didalamnya meliputi tentang jenis barang yang dijual, harga barang yang dijual, waktu atau masa penjualan, serta wilayah atauatempat pejualan. Fakto-faktor yang diperhitungkan dalam menyusun anggaran penjualan : 1. Faktor Intern (Faktor yang ada didalam perusahaan).  Data penjualan tahun sebelumnya (minimal 3 tahun sebelumnya)
  5. 5.  Kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan penjualan  Kapasitas produksi  Tenaga kerja yang tersedia dalam perusahaan  Modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan  Fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan yang mendukung terhadap penjualan 2. Faktor Extern yang mempengaruhi anggaran penjualan.  Keadaan persaingan pasar  Posisi perusahaan dalam persaingan  Tingkat pertumbuhan penduduk  Tingkat penghasilan masyarakat  Elastisitas permintaan terhadap barang yang dihasilkan  Agama, adat istiadat dan kebiasaan  Berbagai kebijakan pemerintah  Kemajuan teknologi Cara-cara dalam menentukan anggaran penjualan dapat dilakukan dengan 2 cara :  Anggaran yang bersifat kualitatif adalah suatu cara yang didasarkan kepada pendapat-pendapat pihak tertentu, cara ini lebih bersifat Subjektif.  Anggaran yang bersifat kuantitatif adalah suatu cara penetapan anggaran berdasarkan pehitungan angka-angka , anggaran ini bersifat Objektif diantaranya :  Denga Trend bebas  Dengan Matematik  Dengan Statistik
  6. 6. Perkiraaan bulan Januari Tahun Brikutnya Penjualan Menjadi 2260. Contoh Soal menyusun anggaran penjualan : Pada Tahun 2015 PT “Sudah Jaya” telah menyusun anggaran-anggaran yang akan dilaksanakan pada tahun 2015 tersebut.Pada bulan Oktober 2014 dengan langkah-langkah menggunakan data-data yang berkaitan dengan masing- masing anggaran pada periode sebelumnya, setelah dilakukan analisa untuk menetapkan penjualan 2015 adalah sebanyak 600.000 unit Dengan Distribusi Penjualan 3 wilayah yaitu Medan,Pekanbaru serta PadangDengan waktu penjualan adalah: Waktu Persentase % Produksi Januari 10% 60.000 Februari 8% 48.000 Maret 8% 48.000 Triwulan II 24% 144.000 Janua ri Febru ari Maret April Mei Juni Juli Agust us Septe mber Oktob er Nove mber Dese mber Grafik 1850 1800 1900 2000 1950 2020 1980 1960 2000 2200 2240 2220 1600 1700 1800 1900 2000 2100 2200 2300 2400 AxisTitle Grafik
  7. 7. Triwulan III 22% 132.000 Triwulan IV 28% 168.000 Dengan harga Jual per Unit Sebesar Rp 5000/Unit Susunlah anggaran Penjualan PT “Sudah Jaya” Tahun 2015. Jawab: Penjualan : 600.000 Unit Medan : 30%* 600.000 = 180.000 Unit Pekanbaru : 40%* 600.000 = 240.000 Unit Padang : 30%* 600.000 = 180.000 Unit Medan. Waktu Persentase Unit Hasil Januari 10% 180000 18000 Februari 8% 180000 14400 Maret 8% 180000 14400 Triwulan II 24% 180000 43200 Triwulan III 22% 180000 39600 Triwulan IV 28% 180000 50400 Pekanbaru. Waktu Persentase Unit Hasil Januari 10% 240000 24000 Februari 8% 240000 19200 Maret 8% 240000 19200 Triwulan II 24% 240000 57600 Triwulan III 22% 240000 52800 Triwulan IV 28% 240000 67200
  8. 8. Padang. Waktu Persentase Unit Hasil Januari 10% 180000 18000 Februari 8% 180000 14400 Maret 8% 180000 14400 Triwulan II 24% 180000 43200 Triwulan III 22% 180000 39600 Triwulan IV 28% 180000 50400 PT “Sudah Jaya” Anggaran Penjualan Tahun 2015 B. ANGGARAN PRODUKSI Anggaran produksi adalah anggaran yang menyusun lebih terperinci tentang produksi untuk 1 (satu) periode dimasa yang akan dating, didalamnya meliputi : jenis barang yang akan diproduksi, jumlah barang yang diproduksi dan produksi waktu kapan produksi itu dilakukan. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penyusunan anggaran produksi: Keterangan MEDAN PEKANBARU PADANG Unit H/U JUMLAH Unit H/U JUMLAH Unit H/U JUMLAH Januari 18000 5000 90.000.000 24000 5000 120.000.000 18000 5000 90.000.000 Februari 14400 5000 72.000.000 19200 5000 96.000.000 14400 5000 72.000.000 Maret 14400 5000 72.000.000 19200 5000 96.000.000 14400 5000 72.000.000 Triwulan II 43200 5000 216.000.000 57600 5000 288.000.000 43200 5000 216.000000 Triwulan III 39600 5000 198.000.000 52800 5000 264.000.000 39600 5000 198.000.000 Triwulan IV 50400 5000 252.000.000 67200 5000 336.000.000 50400 5000 252.000.000 TOTAL 180000 900.000.000 240000 1.200.000.000 180000 900.000.000
  9. 9. 1. Anggaran Penjualan 2. Kapasitas mesin produksi 3. Tenaga kerja yang tersedia 4. Modal kerja yang dimiliki oleh perusahaan 5. Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki oleh perusahaan 6. Luas perusahaan yang optimal untuk biaya biaya produksi rata-rata paling rendah 7. Kebijakan perusahaan terhadap persediaan barang dagang 8. Kebijakan terhadap pola produksi yang digunakan meliputi:  Pola produksi tetap  Pola produksi sesuai dengan penjualan  Pola produksi moderat Kegunaa anggaran produksi: Secara umum: anggaran produksi berguna untuk sebagai pedoman kerja, sebagai alat pengkoordinasian kerja, sebagai alat pengawasan kerja. Secara Khusus: anggaran produksi berguna untuksebagai dasar menyusun anggaran biaya produksi dan anggaran biaya produksi. 1. Contoh soal produksi tetap Berdasarkan anggaran penjualann diatas ini , untuk menyusun anggaran produksi berdasarka ainformasi-informasi sebagai berikut a. pola produksi yang digunakan adalah pola produksi tetap b. perusahaan memberikan informasi, persediaan awal berang dagang adalah 15.000 unit dan perusaah menginginka persediaan akhir sebesar 30.000 unit, diminta : buatlah anggaran produksi. Jwb: Penjualan : 600000 unit Persediaan awal : 15000 unit Selisih : 585000 unit
  10. 10. Persediaan Akhir : 30000 unit Produksi : 615000 unit Perbulan 615000 = 51250/bln 12 Triwulan 51250 x 3 =153750 PT. ABC Anggaran Produksi Tahun 2015 1 Pola Produksi Tetap Keterangan Januari Februari Maret Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Penjualan 60000 48000 48000 144000 132000 168000 Pers awal 15000 6250 9500 12750 22500 44250 (45000) (41750) (38500) (131250) (109500) (123750) Produksi 51250 51250 51250 153750 153750 153750 Pers. Akhir 6250 9500 12750 22500 44250 30000 2 Pola Produksi Menyesuaikan Penjualan Keterangan Januari Februari Maret Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Penjualan 60000 48000 48000 144000 132000 168000 Pers awal 15000 15000 15000 15000 15000 15000 (45000) (33000) (33000) (139000) (117000) (153000) Produksi 60000 48000 48000 144000 132000 168000 Pers. Akhir 15000 15000 15000 15000 15000 15000 3 Pola Produksi Moderat Pola Produksi ini merupakan 2 kombinasi pola diatas dengan menggunakan patokan atau standar terhadap produksi yang dilakukan (prosentase). Contoh soal melanjutkan anggaran penjualan diatas dalam rangka produksi moderat yang dilakukan oleh perusahaan diperoleh data sebagai berikut.
  11. 11. Produksi : Januari : 12% Februari : 10% Maret : 8% Triwulan II : 25% Triwulan III : 23% Triwulan IV : 22% Keterangan Januari Februari Maret Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Penjualan 60000 48000 48000 144000 132000 168000 Pers awal 15000 27000 39000 39000 45000 51000 (45000) (21000) (9000) (105000) (87000) (117000) Produksi 72000 60000 48000 150000 138000 132000 Pers. Akhir 27000 39000 39000 45000 51000 15000 C. ANGGARAN BAHAN BAKU Angaran Bahan Baku adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang bahan baku yang digunakan dalam proses produksi untuk satu periode dimasa yang akan datang ddidalamnya terdapat anggaran: 1. Anggaran kebutuhan unit bahan baku : anggaran yang menyusun lebih terperinci tentang jumlah unit bahan baku yang digumnakan untuk memproduksi dimasa yang akan datang. 2. Anggaran pembelian bahan baku : anggaran yang digunakan untuk menyusun secara lebih terperinci tentang pembelian bahan baku didalamnya meliputi jumlah bahan baku yang dibeli ,jenis bahan aku yang dibeli, harga bahan baku yang dibeli serta waktu bahan baku dibeli. 3. Anggaran biaya bahan baku : anggaran yang menyusun secara lebih terperinci tentang biaya yang dikeluarkan atas produksi yang dilakukan setiap satu periode.
  12. 12. Contoh soal menggunakan anggaran produksi diatas untuk menghitung kebutuhan anggaran bahan baku diperoleh informasi sebagai berikut : Untuk memprouksi 3 macam bahan baku yaitu bahan baku A,B,C dengan menggunakan standar kebutuhan bahan baku. A = 1,2 Kg B = 0,3 Meter C = 0,1 Liter Untuk memperoleh bahan baku ini menggunakan departemen yaitu departemen I dan departemen II, bahan baku yang digunakan di departemen I yaitu bahan baku A dan B sedangkan bahan baku C di perole,h dari departemen II, dimintabuatlah anggaran bahan baku untuk produksi diatas. Produksi Jumlah Bb.A (1,2 Kg) Bb.B(0,3meter) Bb.C(0,1 Liter) Januari 73800 88560 22140 7380 Februari 61500 73800 18450 6150 Maret 49200 59040 14760 4920 Triwulan II 153750 184500 46125 15375 Triwulan III 141450 169740 42435 14145 Triwulan IV 135300 162360 40590 13530 D. ANGGARAN PEMBELIAN BAHAN BAKU Adalah Anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang pembelianpembelian bahan mentah selama periode yang akan datang, yang berguna secara khusus sebagai dasar untuk penyusunan budget biaya bahan mentah, penyusunan budget utang dan budget kas. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran pembelian bahan mentah ialah :
  13. 13. 1. Anggaran unit kebutuhan bahan mentah, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah (kuantitas) bahan mentah yang dibutuhkan dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang. 2. Biaya-biaya yang harus ditanggung oleh perusahaan pada setiap melakukan pembelian bahan mentah (set up cost). Bila setiap kali melakukan pembelian bahan mentah, biayanya terlalu besar, akan mendorong perusahaan untuk tidak sering melakukan transaksi pembelian bahan mentah, begitu juga sebaliknya sehingga perusahaan akan melakukan pembelian dalam jumlah yang kecil. 3. Biaya yang dianggap oleh perusahaan sehubungan penyimpanan barang di gudang. Bila biaya-biaya dan resiko penyimpanan yang harus ditanggung cukup mahal maka akan mendorong perusahaan untuk mempunyai persediaan bahan mentah dalam jumlah yang kecil dan apabila biayanya kecil akan mendorong perusahaan melakukan penyimpanan dalam jumlah yang besar. 4. Fluktuasi harga bahan mentah dari waktu-waktu yang akan datang. Bila ada kecendrungan harga bahan mentah naik akan mendorong perusahaan melakukan pembelian dalam jumlah yang besar dan bila harga cenderung murah maka perusahaan akan mengurangi pembelian. 5. Tersedianya bahan mentah di pasar. Bilamana bahan mentah tidak selalu tersedia dalam jumlah yang tidak banyak di pasar maka cenderung akan mendorong pembelian yang besar, dan jika persediaan bahan mentah sedikit maka perusahaan akan melakukan pembelian dalam jumlah yang kecil. 6. Modal ketja yang tersedia. Bilamana perusahaan mempunyai modal yang cukupakan memberikan kemungkinan untuk melakukan pembelian-
  14. 14. pembelian bahan mentah dalam jumlah yang sangat besar, begitu juga sebaliknya. 7. Kebijaksanaan perusahaan di bidang persediaan bahan mentah (inventory policy). Bila persediaan bahan mentah yang ditetapkan oleh perusahaan besar akan mendorong pembelian bahan mentah juga dalam jumlah yang besar. Kebijaksanaan di bidang persediaan bahan mentah dipengaruhi oleh beberapa faktor pertimbangan: 1. Fluktuasi Produksi 2. Fasilitas tempat penyimpanan 3. Biaya-biaya yang timbul selama masa penyimpanan 4. Tingkat perputaran persediaan bahan mentah 5. Lamanya lead time (waktu tunggu) 6. Modal kerja Soal Mengikuti yang diatas Untuk memperoleh pembelian bahan baku perusahaan “Sudah Jaya” sebagai berikut 1. Persediaan Awal A Rp 30.000 B, Rp 15.000 C,5.000 2. Persediaan Akhir A Rp 20.000 B, Rp 10.000 C, 4.000 3. Harga Beli Untuk A Rp 1.000/Unit B, Rp.2.000/Unit C, 3.000/Unit KETERANGAN Bahan Baku A Bahan Baku B BAhan Baku C Januari Kebutuhan 88.560 22.140 7.380 Persediaan Awal 30.000 15.000 5.000 58.560 7140 2.380 Persediaan akhir 20.000 10.000 4.000 Pembelian per unit 88.560 22.140 7.380 Harga Perunit 1.000 2.000 3.000
  15. 15. Jumlah 88.560.000 44.280.000 22.140.000 Februari Kebutuhan 73.800 18.450 6.150 Persediaan Awal 20.000 10.000 4.000 53.800 8.450 2.150 Persediaan akhir 20.000 10.000 4.000 Pembelian per unit 73.800 18.450 6.150 Harga Perunit 1.000 2.000 3.000 Jumlah 73.800.000 36.900.000 18.450.000 Maret Kebutuhan 59.040 14.760 4.920 Persediaan Awal 20.000 10.000 4.000 39.040 4.760 920 Persediaan akhir 20.000 10.000 4.000 Pembelian per unit 59.040 14.760 4.920 Harga Perunit 1.000 2.000 3.000 Jumlah 59.040.000 29.520.000 14.760.000 Triwulan II Kebutuhan 184.500 46.125 15.375 Persediaan Awal 20.000 10.000 4.000 164.500 36.125 11.375 Persediaan akhir 20.000 10.000 4.000 Pembelian per unit 184.500 46.125 15.375 Harga Perunit 1.000 2.000 3.000 Jumlah 184.500.000 92.250.000 46.125.000 Triwulan III Kebutuhan 169.740 42.435 14.145 Persediaan Awal 20.000 10.000 4.000 149.740 32.435 10.145 Persediaan akhir 20.000 10.000 4.000 Pembelian per unit 169.740 42.435 14.145
  16. 16. Harga Perunit 1.000 2.000 3.000 Jumlah 169.740.000 84.870.000 42.435.000 Triwulan IV Kebutuhan 162.360 40.590 13.530 Persediaan Awal 20.000 10.000 4.000 142.360 30.590 9.530 Persediaan akhir 20.000 10.000 4.000 Pembelian per unit 162.360 40590 13.530 Harga Perunit 1.000 2.000 3.000 Jumlah 162.360.000 81.180.000 40.590.000 E. ANGGARAN BIAYA BAHAN BAKU Adalah Budget yang merencanakan secara lebih terperinci tentang biaya bahan mentah untuk produksi selama periode yang akan datang, meliputi rencana kualitas, kuantitas, harga, waktu, bahan mentah dikaitkan dengan jenis barang jadi yang membutuhkan bahan mentah tersebut. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan budget biaya bahan mentah antara lain:  Budget unit kebutuhan bahan mentah  Budget pembelian bahan mentah  Metode Akuntansi (pembukuan bahan mentah) yang dipakai oleh perusahaan, khususnya yang berhubungan dengan masalah penilaian bahan mentah yang diolah dalam proses produksi. Adapun metode pembukuan bahan mentah itu ialah
  17. 17. 1.Metode FIFO (First In First Out) Dalam metode ini, nilai (harga) dan bahan mentah yang diolah lebih awal didasarkan pada nilai (harga) bahan mentah yang dibeli lebih awal, begitu juga sebaliknya. 2. Metode LIFO (Last In First out) Nilai (harga) dan bahan mentah yang diolah lebih awal didasarkan pada nilai (harga) bahan mentah yang dibeli lebih akhir, demikianjuga sebaliknya. 3. Moving Average Yaitu metode yang menganggap nilai (harga) bahan mentah yang diolah berdasarkan nilai (harga) rata-rata pembelian bahan mentah yang pernah dilakukan oleh perusahaan sejak awal sampai dengan yang terakhir. Contoh: Melanjutkan soal diatas PT ” Sudah Jaya” Membuat anggaran biaya Bahan baku PT “Sudah Jaya” Anggaran Biaya Bahan Baku Periode Keterangan Kebutuhan Harga/Unit Total Biaya Januari Bahan Baku A 88560 1000 88.560.000 Bahan Baku B 22140 2000 44.280.000 Bahan Baku C 7380 3000 22.140.000 Februari Bahan Baku A 73800 1000 73.800.000 Bahan Baku B 18450 2000 36.900.000 Bahan Baku C 6150 3000 18.450.000 Maret Bahan Baku A 59040 1000 59.040.000 Bahan Baku B 14760 2000 29.520.000 Bahan Baku C 4920 3000 14.760.000 Triwulan II Bahan Baku A 184500 1000 184.500.000 Bahan Baku B 46125 2000 92.250.000
  18. 18. Bahan Baku C 15375 3000 46.125.000 Triwulan III Bahan Baku A 169740 1000 169.740.000 Bahan Baku B 42435 2000 84.870.000 Bahan Baku C 14145 3000 42.435.000 Triwulan IV Bahan Baku A 162360 1000 162.360.000 Bahan Baku B 40590 2000 81.180.000 Bahan Baku C 13530 3000 40.590.000 TOTAL 1.291.500.000 F. ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG (BTKL) Secara struktural, anggaran tenaga kerja harus sesuai dengan strukturrencana tahunan, oleh karena itu anggaran ini harus menunjukkan biaya dan jamkerja langsung menurut tanggung jawab, menurut waktu, dan menurut produk. Apabila waktu kerja standar dan tarif upah rata-rata dikembangkan dengan carayang sehat yang mungkin dapat diterapkan sehingga penyusunan budget tenagakerja dapat dengan mudah dilaksanakan. Biaya kerja langsung sehari-hari terlepas dari pengawasan langsung.Banyakperusahaan mengembangkan standar-standar kerja yang realistis untuk banyakaktivitas. Standar ini dibandingkan dengan hasil sebenarnya dan dilaporkan setiaphari .Laporan ini pada dasarnya menunjukkan: 1. Jam yang dikerjakan sebenarnya 2. Jam standar untuk produksi sebenarnya 3. Selisih waktu Disamping biaya kerja langsung sehari-hari, kadang laporan juga dibuatLaporan pelaksanaan kerja langsung dapatbulanan.Di dalam laporan ini harus menyajikan imformasi yang sebenarnya,menurut tanggung jawab mengenai kerja langsung yang dibandingkan denganstandart-standart yang telah ditetapkan.Laporan ini dimaksudkan manajemen untukmenilai status pengendalian.
  19. 19. Laporan ini menggugah manajemen untuk melakukanefisiensi operasi yang lebih tinggi.berupa:  Laporan-laporan tersendiri  Dimasukkan dalam laporan departemen Contoh soal: Kebutuhan tenaga kerja untuk memproduksi 10 unit barang adalah 60 menit dengan upah perjam adalah Rp.5.000,- Jawab Total Produksi : 615.000 Unit Jam Kerja perbulan : 615.000 : 12 = 51.250 Triwulan : 51.250 x 3 = 153.750 Jwb: 60 menit = 10 Unit 60:10= 6 Menit/Unit Upah 61.500 x 5.000 = Rp 307.500.000,- Anggaran JKL Tahun 2015 Bulan Produksi Menit(*6) Jam Januari 51.250 307.500 5.125 Februari 51.250 307.500 5.125 Maret 51.250 307.500 5.125 Tiwulan II 153.750 922.500 15.375 Triwulan III 153.750 922.500 15.375 Triwulan IV 153.750 922.500 15.375 Jumlah 615.000 3.690.000 Mnt 61.500 Jam Anggaran biaya tenaga kerja langsung (BTKL) Bulan Produksi Jam Upah Total Januari 51.250 5.125 5000 25.625.000 Februari 51.250 5.125 5000 25.625.000 Maret 51.250 5.125 5000 25.625.000
  20. 20. Tiwulan II 153.750 15.375 5000 76.875.000 Triwulan III 153.750 15.375 5000 76.875.000 Triwulan IV 153.750 15.375 5000 76.875.000 Jumlah 615.000 61.500 Jam Rp 307.500.000,- G. ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK Anggaran biaya yang mempunyai kerurnitan tersendiri adalah anggaran biayaoverhead, yaitu anggaran biaya yang berisikan biaya-biaya selain dari biaya bahanbaku dan tenaga kerja, yang ada pada proses produksi di perusahaan.Kerumitan tersebut disebabkan karena banyak jenisnya, terutama dalammasalah pembebanan yang dilakukan oleh perusahaan dan dalam pengendalianbiayanya.Disamping itu kerumitan lain adalah bahwa biaya overhead tersebut tidakdapat ditelurusi dengan gampang dari produknya secara fisik.Karena kerumitan inilah, maka pihak manajemen harus dengan bijaksana danhati-hati membuat keputusan yang menyangkut masalah biaya overhead ini, agartidak terjadi suatu anggaran yang menyimpang terlalu besar. “PT. Sudah Jaya” selama tahun 2015 diperkirakan akan tinbul biaya overhead sebagai berikut : • Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 175.000.000,00 • Biaya bahan baku tidak langsung Rp. 10.000.000,00 • Biaya listrik dan air pabrik Rp. 15.000.000,00
  21. 21. Annggaran Biaya Overhead Pabrik Tahun 2015 Jenis Biaya Jumlah Biaya tenaga kerja tidak langsung Rp. 175.000.000,00 Biaya bahan baku tidak langsung Rp. 10.000.000,00 Biaya listrik dan air pabrik Rp. 15.000.000,00 Total Rp. 200.000.000,00 H. ANGGARAN PIUTANG Anggaran Pitang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih teperinci tentang jumlah piutang perusahaan, beserta perubahan dari waktu ke waktu dimasa yang akan datang. Piutang dagang memiliki berbagai jenis beban dan biaya yang timbulakibat menjual produk secara kredit,diantaranya yaitu :  Biaya modal  Biaya administrasi piutang, seperti biaya penagihan piutang dan biaya organisasi perunit kerja yang deserahi tugas mengelola piutang.  Piutang mungkin tidak seluruhnya dapat ditagih karena adanya resiko debitor tidak bertanggung jawab (melarikan diri) atau bangkrut. Adapun manfaat yang diperoleh perusahaan dengan menyusun anggaran piutang, antara lain :  Dapat diperkirakannya posisi piutang pada berbagai waktu.  Dapat diketahuinya jumlah piutang yang sudah waktunya untuk ditagih.  Dapat diperkirakan arus kas yang berasal dari penjualan kredit. Contoh soal: Beradasarkan anggaran yang dibuat “PT Sudah Jaya” pada tahun 2015 dimana 60% merupankan penjualan tunai dan sisanya penjualan kredit,
  22. 22. perusahaan menetapkan PPTT sebesar 4% dari penjualan kredit dengan pola penerimaan piutang sebagai berikut. 1. Piutang Bulanan :  30% diterima pada bulan penjualan.  40% diterima pada bulan berikutnya.  30% diterima 2 bulan berikutnya. 2. Piutang Triwulan :  50% diterima pada triwulan penjualan.  20% diterima pada triwulan berikutnya.  30% diterima 2 triwulan berikutnya. Diminta : buatlah schedule penerimaan piutang dan anggaran piutang Jwb: 1. Penjualan Januari Rp 300.000.000,- Penjualan kredit Rp 300.000.000 x 40% = Rp 120.000.000,- PPTT = 4% x Rp.120.000.000 = Rp 4.800.000,- Piutang bersih = 120.000.000 – 4.800.000 = Rp 115.200.000,-  Januari = 30% x 115.200.000 = Rp 34.560.000,-  Februari =40% x 115.200.000 = Rp 46.080.000,-  Maret = 30% x 155.200.000 = Rp 34.560.000,- 2. Penjualan Februari Rp 240.000.000,- Penjualan kredit 240.000.000 x 40% = Rp 96.000.000,- PPTT = 4% x Rp 96.000.000 = Rp 3.840.000,- Perhitungan bersih = Rp 96.000.000 – 3.840.000 = 92.160.000,-  Februari = 30% x 92.160.000 = Rp 27.648.000,-  Maret = 40% x 92.160.000 = Rp 36.864.000,-  TriwulanII = 30% x 92.160.000 = Rp 27.648.000,-
  23. 23. 3. Penjualan bualan Maret Penjualan kredit 240.000.000 x 40% = Rp 96.000.000,- PPTT = 4% x Rp 96.000.000 = Rp 3.840.000,- Perhitungan bersih = Rp 96.000.000 – 3.840.000 = 92.160.000,-  Maret = 30% x 92.160.000 = Rp 27.648.000,-  TriwulanII = 40% x 92.160.000 = Rp 36.864.000,-  TriwulanII = 30% x 92.160.000 = Rp 27.648.000,- 4. Penjualan Triwulan II Penjualan kredit 720.000.000 x 40% = Rp 288.000.000,- PPTT = 4% x Rp 288.000.000 = Rp 11.520.000,- Perhitungan bersih = Rp 288.000.000 – 11.520.000 = 276.480.000,-  Triwulan II = 50% x 276.480.000 = Rp 138.240.000,-  Triwulan III = 20% x 276.480.000 = Rp 55.296.000,-  Triwulan III = 30% x 276.480.000 = Rp 82.944.000,- 5. Penjualan Triwulan III Penjualan kredit 660.000.000 x 40% = Rp 264.000.000,- PPTT = 4% x Rp 264.000.000 = Rp 9.840.000,- Perhitungan bersih = Rp 264.000.000 –9.840.000= Rp 254.160.000,-  Triwulan II = 50% x 254.160.000= Rp 127.080.000,-  Triwulan III = 20% x 254.160.000= Rp 50.832.000,-  Triwulan III = 30% x 254.160.000= Rp 76.248.000,- 6. Penjualan Triwulan IV Penjualan kredit 840.000.000 x 40% = Rp 336.000.000,- PPTT = 4% x Rp 366.000.000 = Rp 13.440.000,- Perhitungan bersih = Rp 336.000.000 – 13.440.000= 322.560.000,-  Triwulan IV = 50% x 322.560.000= Rp 161.280.000,-  Triwulan IV = 20% x 322.560.000 = Rp 64.512.000,-  Triwulan IV = 30% x 322.560.000= Rp 96.768.000,-
  24. 24. Schedule Penrimaan Piutang “PT Sudah Jaya” Tahun 2015 Periode Penerimaan Pelunasan Januari Februari Maret Tri II Tri III Tri IV Januari 34.560.000 46.080.000 34.560.000 Februari 27.648.000 36.864.000 27.648.000 Maret 27.648.000 36.864.000 27.648.000 Tri II 138.240.000 55.296.000 82.944.000 Tri III 127.080.000 50.832.000 76.248.000 Tri IV 161.280.000 64.512.000 96.768.000 Anggaran Piutang “PT Sudah Jaya” Tahu 2015 Periode Piutang Awal Penambahan Piutang Total piutang Penerimaan Piutang Piutang Akhir Januari 0 115.200.000 115.200.000 34.560.000 80.640.000 Februari 80.640.000 92.160.000 172.800.000 73.728.000 99.072.000 Maret 99.072.000 92.160.000 191.232.000 99.072.000 92.160.000 Tri II 92.160.000 276.480.000 368.640.000 230.400.000 138.240.000 Tri III 138.240.000 254.160.000 392.400.000 182.376.000 210.024.000 Tri IV 210.024.000 332.560.000 542.584.000 542.584.000 0
  25. 25. I. ANGGARAN HUTANG Dimaksudkan dengan budget utang (payable budget) ialah Budget yang merencanakan secara sistematis dan lebih terperinci tentang jumlah utang beserta perubahannya dari waktu ke waktu (bulan ke bulan) selama periode tertentu yang akan datang. Dari pengertian tersebut dapatlah diketahui bahwa budget utang selain menunjukan jumlah utang perusahaan pada suatu saat tertentu, juga menunjukan perubahanya (mutasinya), baik berupa tambahan utang baru, maupun pengurangan utang sebagai akibat adanya pelunasan oleh perusahaan (sebagai pihak debitur). (Munandar 1985) Anggaran Utang adalah anggaran untuk memperoleh dan membayar utang. Utang kebalikan dari piutang. Utang adalah kewajiban debitor (peminjam) untuk melaksanakan sesuatu kepada kreditor (pemberi pinjaman) selama jangka waktu tertentu. ( M.Nafarin, 2007 ),pada umumnya utang perusahaan timbul dari terjadinya transaksi pembelian bahan mentah dan bahan pembantu secara kredit untuk keperluan proses produksi. Pembelian–pembelian secara kredit ini dilakukan karena dapat mengurangi kebutuhan modal kerja perusahaan. Biasanya pembelian kredit semacam ini dilakukan dengan para pedagang pemasok (suplier) yang memang sudah menjadi langganan tempat membeli. Contoh : Beradasarkan anggaran yang dibuat “PT Sudah Jaya” pada tahun 2015 dimana 50% merupankan pembelian tunai dan sisanya penjualan kredit, perusahaan menetapkan PPTT sebesar 1% dari penjualan kredit dengan pola penerimaan piutang sebagai berikut. 1. Utang Bulanan :  30% dibayar pada bulan pembelian.  40% dibayar pada bulan berikutnya.  30%dibayar 2 bulan berikutnya.
  26. 26. 2. Utang Triwulan :  50% dibayar pada triwulan pembelian.  20% dibayar pada triwulan berikutnya.  30% dibayar 2 triwulan berikutnya. Diminta : buatlah schedule pembayaran utang dan anggran Utang. Jwb: 1. PembelianJanuari Rp 154.980.000,- Pembelian kredit Rp 154.980.000x 50% = Rp 77.490.000,-  Januari = 30% x 77.490.000= Rp 23.247.000,-  Februari =40% x 77.490.000= Rp 30.996.000,-  Maret = 30% x 77.490.000= Rp 23.247.000,- 2. Pembelian Februari Rp 129.150.000,- Pembelian kredit 129.150.000x 50% = Rp 64.575.000,-  Februari = 30% x 64.575.000 = Rp 19.372.500,-  Maret = 40% x 64.575.000 = Rp 25.830.000,-  TriwulanII = 30% x64.575.000 = Rp 19.372.500,- 3. Pembelian bualan Maret Pembelian kredit 103.320.000 x 50% = Rp 51.660.000,-  Maret = 30% x 51.660.000 = Rp 15.498.000,-  TriwulanII = 40% x 51.660.000 = Rp 20.664.000,-  TriwulanII = 30% x 51.660.000 = Rp 15.498.000,- 4. Pembelian Triwulan II Pembelian kredit 322.875.000x 50% = Rp161.437.500,-  Triwulan II = 50% x 161.437.500 = Rp 80.718.750,-  Triwulan III = 20% x 161.437.500 = Rp 32.287.500,-  Triwulan III = 30% x 161.437.500 = Rp 48.431.250,-
  27. 27. 5. Pembelian Triwulan III Pembelian kredit 297.045.000x 50% = Rp 148.522.500,-  Triwulan II = 50% x 148.522.500= Rp 74.261.250,-  Triwulan III = 20% x 148.522.500= Rp 29.704.500,-  Triwulan III = 30% x 148.522.500= Rp 44.556.750,- 6. Pembelian Triwulan IV Pembelian kredit 284.130.000x 50% = Rp 142.065.000,-  Triwulan IV = 50% x 142.065.000 = Rp 71.032.500,-  Triwulan IV = 20% x 142.065.000 = Rp 28.413.000,-  Triwulan IV = 30% x 142.065.000 = Rp 42.619.500,- Schedule Pembayaran Hutang “PT Sudah Jaya” Tahun 2015 Periode Pembayaran Pelunasan Januari Februari Maret Tri II Tri III Tri IV Januari 23.247.000 30.996.000 23.247.000 Februari 19.372.500 25.830.000 19.372.500 Maret 15.498.000 20.664.000 15.498.000 Tri II 80.718.750 32.287.500 48.431.250 Tri III 74.261.250 29.704.500 44.556.750 Tri IV 71.032.500 28.413.000 42.619.500
  28. 28. AnggaranUtang “PT Sudah Jaya” Tahu 2015 Periode Hutang Awal Penambahan Hutang Total Utang Pembayaran Utang Utang Akhir Januari 0 77.490.000 77.490.000 23.247.000 54.243.000 Februari 54.243.000 64.575.000 118.818.000 50.368.500 68.449.500 Maret 68.449.500 51.660.000 120.109.500 64.575.000 55.534.500 Tri II 55.534.500 161.437.500 216.972.000 136.253.250 80.718.750 Tri III 80.718.750 148.522.500 229.241.250 106.548.750 122.692.500 Tri IV 122.692.500 142.065.000 264.757.500 264.757.500 0 J. ANGGARAN AKTIVA TETAP Anggaran Aktiva Tetap adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci terhadap perubahan-perubahan aktiva tetap dari waktu ke waktu untuk satu periode di masa yang akan datang. Penyebab perubahan dari aktiva tetap adalah: 1. Penambahan aktiva tetap. 2. Pengurangan aktiva tetap. 3. Penyusutan aktiva tetap. Kegunaan Budget Perubahan Aktiva Tetap Secara umum, semua budget, termasuk budget perubahan aktiva tetap,mempunyai tiga kegunaan pokok, yaitu sebagai pedoman kerja, sebagai alatmengkoordinasi kerja, serta sebagai alat pengawasan kerja, yang membantumanagement dalam memimpin jalannya perusahaan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan Budget Perubahan AktivaTetap :
  29. 29.  Budget Unit yang akan Diproduksikan, khususnya tentang jenis(kualitas)dan jumlah (kuantitas) barang yang akan diproduksikan dari waktu-kewaktu selama priode yang akan datang.  Kondisi Aktiva Tetap lama yang sudah ada. Semakin baik kondisi AktivaTetap lama yang sudah ada, akan cenderung untuk tidak mengadakanperubahan-perubahan aktiva tetap.  Tersedianya modal yang dimiliki perusahaan. Modal yang cukup trsediaakan memungkinkan perusahaan untuk mengadakan penambahan aktivatetap  Perkembangan teknologi, terutama yang berhubungan dengan mesin- mesin dan peralatan peroduksi.  Umur ekonomis aktiva tetap lama yang sudah ada. Semakin pendek umur ekonomis aktiva tetap yang dimiliki perusahaan, akan semakin cepatperusahaan mengadakan penggatian aktiiva tetapnya  Metode depresiasi yang dipakai oleh perusahaan. K. ANGGARAN KAS Angaran Kas adalah anggaran yang menyusun secara lebih terperinci tentang jumlah kas serta perubahan-perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu untuk satu periode dimasa yang akan datang. Tujuan perusahaan melakukan penyusunan anggaran kas adalah untuk:  Menentukan posisi kas pada berbagai waktu dengan membandingkan uangkas masuk dengan uang kas keluar.  Memperkirakan kemungkinan terjadinya defisit atau surplus.  Mempersiapkan keputusan pembelajaan jangka pendek dan jangka panjang,di mana bila terjadi defisit, perusahaan perlu mencari dana tambahan barudan sebaliknya bila perusahaan mengalami surplus maka perusahaan harusmemilih alternatif penggunaan yang paling menguntungkan.
  30. 30.  Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit.  Sebagai dasar otorisasi dana anggaran yang disediakan.  Sebagai dasar penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas sebenaranya. Perkiraan-perkiraan uang masuk :  Penjualan Tunai.  Perimaan Piutang.  Pinjaman dari Pihak ke-3.  Penjualan Aktiva Tetap secara tunai.  Pendapatan Deviden.  Pendapatan Bunga.  Pendapatan Lain-lain.  Pendapatan Sewa Schedule Penerimaan Kas “PT Sudah Jaya” Tahun 2015 Perkiraan-perkiraan Uang keluar:  Pembelian secara tunai.  Pembayaran Hutang Dagang.  Pembayaran hutang kepada pihak ke-3.  Pembayaran aktiva tetap secara tunai.  Pembayaran deviden. Perkiraan Januari Februari Maret Tri II Tri III Tri IV Penjualan Tunai. 180.000.000 144.000.000 144.000.000 432.000.000 396.000.000 504.000.000 Perimaan Piutang. 34.560.000 73.728.000 99.072.000 230.400.000 182.376.000 542.584.000 JUMLAH 214.560.000 217.728.000 243.072.000 662.400.000 578.376.000 1.046.584.000
  31. 31.  Pembayaran biaya bunga.  Pembayaran biaya Lain-lain. Schedule Pengeluaran Kas “PT Sudah Jaya” Tahun 2015 Perkiraan Januari Februari Maret Tri II Tri III Tri IV Pembelian Tunai. 77.490.000 64.575.000 51.660.000 161.437.500 148.522.500 142.065.000 Pembayaran hutang dg. 23.247.000 50.368.500 64.575.000 136.253.250 106.548.750 264.757.500 Pembayaran biaya- biaya 25.625.000 25.625.000 25.625.000 76.875.000 10.000.000 76.875.000 175.000.000 15.000.000 76.875.000 JUMLAH 126.362.000 140.568.500 141860.000 374.565.750 341.976.250 673.697.500 Schedule Cash Flow “PT Sudah Jaya” Tahun 2015 Perkiraan Januari Februari Maret Tri II Tri III Tri IV Saldo Awal 180.000.000 88.198.000 165.357.500 266.569.500 554.403.750 790.803.500 Penerimaan Kas 34.560.000 217.728.000 243.072.000 662.400.000 578.376.000 1.046.584.000 214.560.000 305.926.000 408.429.500 928.969.500 1.132.779.750 1.837.387.500 Peneluaran Kas 126.362.000 140.568.500 141.860.000 374.565.750 341.976.250 673.697.500 Saldo akhir 88.198.000 165.357.500 266.569.500 554.403.750 790.803.500 1.163.690.000
  32. 32. Anggaran Kas “PT Sudah Jaya” Tahun 2015 Perkiraan Januari Februari Maret Tri II Tri III Tri IV Saldo Awal 180.000.000 88.198.000 165.357.500 266.569.500 554.403.750 790.803.500 Penerimaan Kas 34.560.000 217.728.000 243.072.000 662.400.000 578.376.000 1.046.584.000 214.560.000 305.926.000 408.429.500 928.969.500 1.132.779.750 1.837.387.500 Peneluaran Kas 126.362.000 140.568.500 141.860.000 374.565.750 341.976.250 673.697.500 Saldo akhir 88.198.000 165.357.500 266.569.500 554.403.750 790.803.500 1.163.690.000 L. BUDGET REPORT/LAPORAN ANGGARAN Budget Report adalah laporan yang secara sistematis dan terperinci tentang realisasi pelaksanaan anggaran beserta analisis dan evaluasinya dari waktu ke waktu yang akan datang. Contoh: Laporan anggaran dirancang penyusunan anggaran akan tetapi, untuk mengisinya harus menunggu sampai semua anggaran selesai , karna budget report adalah tahap terahir dalam susunan anggaran. Factor penyebabnya adalah :  Jumlah Unit yang dirancanakan tidak sesuai dengan realisasi.  Harga/Unit yang direncanakan tidak sesuai dengan realisasi. Bentuk Budget Report:  Anggaran Penjualan – PK : (KR - KB) x HB – PH : (HR – HB) x KR  Anggaran Produksi – PK : (URS – KB) x HB – PE : (KR – URS) x HB – PH : (HR – HB) x KR
  33. 33. –  Analisa BTKL – PK : (URS – KB) x TB – PE : (KR – URS) x TB – PT : (TR – TB) x KR PERKIRAAN KETERANGAN PK Perbedaan Kuantitas KR Kuantitas Realisasi KB Kuantitas Budget HB Harga Budget PH Perbedaan Harga HR Harga Realisasi URS Unit Realisasi Produk PE Perbedaan Efisiensi TB Tarif Budget PT Perbedaan Tarif TR Tarif Realisasi Contoh soal: Anggaran Penjualan Perkiraan Anggaran Realisasi Unit Penjualan 600.000 615.000 Harga Jual/unit 5.000 4.900 JUMLAH 3000.0000.000 3.013.500.000 SELISIH : 13.500.000 PK : (KR - KB) x HB PK : (615.000 – 600.000) x 5000 : 75.000.000 = Naik PH : (HR – HB) x KR PH : (4.900 – 5.000) x 615.000
  34. 34. : 61.500.000 = Turun ANALISIS : Naik – Turun : (75.000.000 – 61.500.000) : Rp 13.500.000,- Anggaran Produksi Bahan Baku A Perkiraan Anggaran Realisasi Unit Produksi 600.000 615.000 Pemakaian Bahan baku 660.000 738.000 Harga Beli/Kg 1.000 850 Jumlah 660.000.000 627.300.000 Jwb: 32.700.000 SUR budget : 660.000 : 600.000 = 1,1 SUR Realisasi : 738.000 : 615.000 = 1,2 URS : 615.000 x 1,1 = 676.500 PK : (URS – KB) x HB : (676.500 – 660.000) x 1000 : 16.500.000 = Naik PE : (KR – URS) x HB : (738.000 – 676.500) x 1000 61.500.000 = Naik PH : (HR – HB) x KR : (850 – 1000) x 738.000 : 110.700.000 = Turun Analisis : 16.500.000 = Naik 61.500.000 = Naik Rp 32.700.000,- 110.700.000 = Turun
  35. 35. Bahan Baku B Perkiraan Anggaran Realisasi Unit Produksi 600.000 615.000 Pemakaian Bahan baku 150.000 184.500 Harga Beli/Meter 2.000 1.500 Jumlah 300.000.000 276.750.000 Jwb : 23.250.000 SUR budget : 150.000 : 600.000 = 0,25 SUR Realisasi : 184.000 : 615.000 = 0,3 URS : 615.000 x 0.25 = 153.750 PK : (URS – KB) x HB : (153.750– 150.000) x 2000 : 7.500.000 = Naik PE : (KR – URS) x HB : (184.500 – 153.750) x 2000 : 61.500.000 = Naik PH : (HR – HB) x KR : (1.500 – 2.000) x 184.500 : 92.250.000= Turun Analisis : 7.500.000 = Naik 61.500.000 = Naik Rp 23.250.000,- 92.250.000 = Turun Bahan Baku C Perkiraan Anggaran Realisasi Unit Produksi 600.000 615.000
  36. 36. Pemakaian Bahan baku 54.000 61.500 Harga Beli/Liter 3.000 2.950 Jumlah 162.000.000 181.425.000 Jwb : 19.425.000 SUR budget : 54.000 : 600.000 = 0,09 SUR Realisasi : 61.500 : 615.000 = 0,1 URS : 615.000 x 0,09 = 55.350 PK : (URS – KB) x TB : (55.350– 54.000) x 3000 : 4.050.000 = Naik PE : (KR – URS) x TB : (61.500 – 55.350) x 1000 18.450.000 = Naik PT : (TR – TB) x KR : (2.950 – 3000) x 61.500 : 3.075.000 = Turun Analisis : 4.050.000 = Naik 18.450.000 = Naik Rp 19.425.000,- 3.075.000 = Turun Anggaran BTKL Perkiraan Anggaran Realisasi Unit Produksi 600.000 615.000 Perkiraan Jam Kerja 54.000 61.500 Harga Tarif/Jam 6.000 5.000 Jumlah 324.000.000 307.500.000 Jwb : 16.500.000
  37. 37. SUR budget : 54.000 : 600.000 = 0,09 SUR Realisasi : 61.500 : 615.000 = 0,1 URS : 615.000 x 0,09 = 55.350 PK : (URS – KB) x HB : (55.350– 54.000) x 6000 : 8.100.000 = Naik PE : (KR – URS) x HB : (61.500 – 55.350) x 6000 36.900.000 = Naik PH : (HR – HB) x KR : (5.000 – 6.000) x 61.500 : 61.500.000 = Turun Analisis : 8.100.000= Naik 36.900.000 = Naik Rp 16.500.000,- 61.500.000 = Turun

×