Jurnal analisa perubahan manajemen dalam implementasi siti pada perguruan tinggi abc

7,817 views

Published on

Published in: Economy & Finance, Technology
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
7,817
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
10
Actions
Shares
0
Downloads
273
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal analisa perubahan manajemen dalam implementasi siti pada perguruan tinggi abc

  1. 1. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010 ANALISA PERUBAHAN MANAJEMEN DALAM IMPLEMENTASI SI/TI PADA PERGURUAN TINGGI ABC Rahmat Dedi Gunawan1, Ryan Randy Suryono2, Iwan Purwanto3 1 Jurusan Teknik Informatika STMIK Teknokrat Lampung, 2 Jurusan Teknik Informatika STMIK Teknokrat Lampung, 3 Jurusan Sistem Informasi STMIK Teknokrat Lampung, Jl. H. Z. Abidin Pagaralam 9-11 Labuhan Ratu, Bandar Lampung e-mail: dedy130@gmail.com, ryan.teknokrat@gmail.com, iwanpurwanto79@gmail.comABSTRAKSAbad 21 merupakan era globalisasi yang tentu saja berbeda dengan kondisi beberapa puluh tahun yang lalu.Era yang baru ini memberikan tantangan yang lebih berat dari sebelumnya yang bila mana perguruan tinggitidak membenahi diri guna mengikuti perubahan yang terjadi, maka bukan tidak mungkin akan tersingkir daripersaingan. Langkah-langkah yang sebelumnya digunakan untuk menjalankan misi-misinya sudah tidak lagisesuai dan harus diganti dengan yang lebih inovatif dan sesuai demi tercapainya visi. Perguruan tinggi harusmencermati trend-trend yang sedang berkembang untuk tetap bisa eksis dan secara terus menerus mengamatikondisi yang sedang terjadi.Salah satu kunci keberhasilan strategi peningkatan kinerja adalah pada sistem informasi yang handal memangtidak bisa dipungkiri,diharapkan dengan adanya informasi yang efektif dapat membantu sejumlah stakeholderuntuk melakukan hal-hal yang terkait dengan mekanisme proses pengambilan keputusan yang berkualitas,proses penyelengaraan manajemen perguruan tinggi yang efesien, budaya komunikasi, berkolaborasi dan ber-cooperative yang efektif perlu adanya strategi-strategi dan langkah-langkah dalam melakukan penerapanmanajemen perubahan dalam implementasi sistem informasi di perguruan tinggi .Untuk menerapkan sistem informasi sangat dipengaruhi oleh budaya, struktur organisasi dan politik, yangmenyentuh aspek rasional dan emosional, untuk mencapai keberhasilan proyek program pengembangan TI.Pengkajian masalah mengenai kondisi sistem informasi, master plane dan kondisi organisasi denganmenggunakan analasisi SWOT sangat diperlukan terutama untuk faktor-faktor internal dan eksternal dariproyek program pengembangan TI untuk mendapatkan program-program strategi manajemen perubahan danskala prioritas berdasarkan kriteria kelayakan yang dikelompokan berdasarkan teori Kurt Lewin dan JohnKotter.Kata Kunci: Manajemen Perubahan, Implementasi Sistem Informasi.1. Pendahuluan 2. Kebutuhan mendesak saat ini yang belum bisa Dengan berada di era digital, kebutuhan akan dipenuhi oleh sistem yang lama.informasi sebagai data dasar pengambilan keputusan 3. Kebutuhan mendatang untuk mengantisipasi erasudah menajadi hal yang sangat penting. Informasi informasi digital dan teknologi komunikasidigital merupakan perbaikan dalam hal perolehan, yang semakin maju sehingga universitasproses, dan penggunaan data sehingga menjadi dituntut untuk memperbaiki sistem informasiinformasi yang lebih baik. Konsep pengadaan universitas dalam rangka meningkatkaninformasi baru ini mempengaruhi semua aspek yang “compettive advantage”.menggunakan model digital, termasuk di dalamnya 4. Sistem akademik adalah “core system” yangdunia bisnis. Terjadi perubahan di dalam cara merupakan jantung dari sistem informasi yangpandang dan menyusun strategi untuk masuk dan terintegrasi dengan sistem-sistem lain.bermain di dalam bisnis di dunia maya (Mohan 5. Mengacu pada Master Plan IT Perguruan Tinggi ABC dimana sistem informasi PerguruanSahwney, 2002). Menyusun faktor-faktor perubahan Tinggi ABC dikembangankan untukmerupakan hal yang sangat penting bagi setiap mengantisipasi kebutuhan informasi dalamorganisasi terutama dalam segi biaya, karena dapat jangaka panjang.ditekan. Penjelasan mengenai spesifikasi kebutuhan Mendefenisikan secara lengkap kebutuhansistem akademik Perguruan Tinggi ABC didasarkan sistem informasi dalam jangaka panjang merupakanpada beberapa hal sebagai berikut: hal yang tidak mudah dan sangat beresiko. Tidak1. Akomodasi terhadap kebutuhan yang mendasar mudah karena tidak semua pengguna akademika yang sudah bisa dipenuhi oleh sistem yang sudah “IT literate”. Antara rencana pengembangan lama. teknologi informasi dalam jangka panjang dengan strategi pengembangan perguruan tinggi memiliki A-1
  2. 2. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010keterkaitan yang sangat erat. Bukan hal yang mudah Behavior, menyatakan bahwa ada dua kekuatan yangmenterjemahkan strategi menjadi perencanaan dapat mendorong munculnya kebutuhan untukpengembangan sistem informasi. Selain itu juga melakukan perubahan di dalam perusahaan yaitu:beresiko karena kebutuhan bisa berubah-ubah baik 1. Kekuatan eksternal, yaitu kekuatan yangkarena pengaruh pasar global, tetapi juga perubahan muncul dari luar perusahaan, seperti:kebijakan organisasi internal bisa membuat karakteristik demografis (usia, pendidikan,spesifikasi kebutuhan juga ikut berubah. tingkat keterampilan, jenis kelamin, imigrasi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetehaui dan sebagainya), perkembangan teknologi,sejauh mana resistensi individu dan organisasional perubahan-perubahan di pasar, tekanan-tekanandalam mengimplementasian sistem informasi sosial dan politik.perguruan tinggi, menyusun perencanaan dan 2. Kekuatan internal, yaitu kekuatan yang munculmenjalankan manajemen perubahan yang bisa dari dalam perusahaan, seperti: masalah-digunakan sebagai panduan dalam masalah/prospek Sumber Daya Manusiamengimplementasikan sistem informasi perguruan (kebutuhan yang tidak terpenuhi, ketidak-tinggi, serta membuat perusahaan menjadi lebih puasan kerja, produktifitas, motivasi kerja, danpeka akan kebutuhan perubahan yang dituntut dari sebagainya), perilaku dan keputusansisi bisnis. Sehingga strategi yang terbaik untuk menajemen.manajemen perubahan didapatkan gunamempercepat implementasi sistem informasi pada Dalam kasus yang dihadapi penulis, kekuatanPerguruan Tinggi ABC. eksternal (lingkup diluar proyek program Dalam tulisan ini penulis akan dibahas pengembangan teknologi informasi), maupunmengenai strategi organisasi dalam melakukan kekuatan internal (lingkup internal proyek programmanajemen perubahan untuk perencanaan, pengembangan teknologi informasi) memaksapengembangan, pemeliharaan, dan pengelolaan perusahaan untuk melakukan perubahan sebagaisistem informasi yang dimiliki, serta rencana kebutuhan yang harus segera dipenuhi.pengembangan dan pembangunan aplikasi portofolioyang akan datang. 2.3. Resistensi Perubahan Salah satu penyebab kegagalan yang dialami2. Tinjauan Pustaka oleh perusahaan dalam melakukan perubahan2.1. Masalah dalam perubahan menurut Kotter (1996) adalah tidak terbentuknya Banyak masalahan yang akan timbul pada saat koalisi yang cukup kuat diantara orang-orang yangperubahan akan dilakukan. Masalah yang paling mempunyai wewenang dan kemampuan untuksering muncul dan menonjol adalah “penolakan atas mendorong perubahan. Suatu tindakan perubahanperubahan itu sendiri” karena merupakan hal yang yang dilakukan tanpa dukungan koalisi yang cukuppaling sulit untuk dapat meninggalkan kebiasaan bisa jadi sukses namun tidak akan bertahan lama.lama yang sudah melekat dengan kuat. Istilah untuk Lalu akan muncul perlawanan-perlawanan yanghal ini dalam manajemen dikenal dengan resistensi akan membuat usaha dari perubahan menjadi lemah.perubahan (resistance of change). Sikap menolak Menurut John Kotter dalam bukunya Leadingatas perubahan bisa terjadi karena informasi Change, delapan tingkatan dalam proses perubahanmengenai perlunya dan dampak bila tidak itu sendiri adalah:melakukan perubahan sangat kurang. 1. Membangun rasa urgensi, meliputi Bentuk dari penolakan atas perubahan tidak  Mengkaji realitas pasar dan kompetisiselalu tampak secara langsung dalam bentuk yang  Mengidentifikasi dan membahas krisis,standar. Penolakan bisa dengan jelas terlihat potensi krisis, atau peluang besar.(eksplisit) dan segera misalnya mengajukan protes, 2. Menciptakan koalisi penuntun, meliputi:mengancam mogok, demonstrasi, dan sejenisnya,  Membentuk sebuah kelompok yangatau bisa juga tersirat (implisit) dan lambat laun memiliki kekuasaan yang cukup untukmisalnya loyalitas pada organisasi berkurang, memimpin perubahan.motivasi kerja menurun, kesalahan kerja meningkat,  Membuat kelompok tersebut bekerjatingkat absensi meningkat dan lain-lain. Hal yang bersama seperti layaknya sebuah tim.lain juga bisa menjadi masalah seperti tidak 3. Merumuskan visi dan strategi, meliputi:tersedianya informasi konfigurasi pada  Menciptakan visi untuk membantuinfrakstruktur yang up to date. mengarahkan upaya perubahan.  Merumuskan strategi untuk mencapai visi2.2. Faktor Pendorong tersebut. Ada banyak faktor yang bisa membuat 4. Mengkomunikasikan visi perubahan, meliputi:dibutuhkannya tindakan perubahan. Pakar perilakudi dalam perusahaan, Robert Kreitner dan AngeloKinicki (2001) dalam bukunya Organizational A-2
  3. 3. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010  Menggunakan setiap waktu wahana yang perusahaan. Kritner dan Kinicki (2001) mungkin untuk mengkomunikasikan visi mendefenisikan resistensi terhadap perubahan dan strategi baru secara terus menerus. sebagai suatu reaksi emosional/tingkah laku yang  Menjadikan koalisi penuntun sebagai muncul sebagai respon terhadap munculnya teladan perilaku yang diharapkan dari ancaman, baik nyata atau imajiner bila terjadi karyawan. perubahan pada pekerjaan rutin.5. Memberdayakan tindakan yang menyeluruh, Resistensi terhadap perubahan ini dapat muncul meliputi: dalam berbagai macam bentuk reaksi. Judson (1991)  Menyingkirkan rintangan. seperti yang dikutip oleh Kreitner dan Kinicki  Mengubah sistem atau struktur yang (2000) menggolongkan bentuk-bentuk resistensi merusak visi perubahan. terhadap perubahan kedalam 4 kelompok yang  Mendorong keberanian mengambil resiko semuanya berada dalam sebuah kontinum, yaitu: serta ide, aktivitas, dan tindakan non- resisten aktif (misal: sabotase, memperlambat kerja), tradisional. resistensi pasif (misal: bekerja sesedikit mungkin,6. Menghasilkan kemenangan jangka tidak ingin mempelajari tugas baru), reaksi yang pendek,meliputi: tidak dapat dibedakan (bekerja hanya berdasarkan  Merencanakan peningkatan kinerja atau perintah, kehilangan minat terhadap pekerjaan) dan kemenangan yang dapat dilihat penerimaan (misal: mau bekerja sama, antusias).  Menciptakan kemenangan tersebut. Sumber-sumber penolakan atas perubahan dapat  Memberikan pengakuan dan ganjaran yang dikategorikan sebagai berikut: dapat dilihat kepada orang-orang yang 1. Resistensi individual karena persoalan memungkinkan tercapainya kemenangan. kepribadian, persepsi, dan kebutuhan.7. Mengkonsolidasi hasil dan mendorong perubahan yang lebih besar, meliputi: Rasa Aman  Menggunakan kredibiltas yang semakin Faktor Kebiasaan meningkat untuk mengubah semua sistem, Ekonomi struktur, dan kebijakan yang tidak cocok dan tidak sesuai denga visi transformasi.  Mengangkat, mempromosikan, dan Resistensi mengembangkan orang-orang yang dapat Individu mengimplementasikan visi perubahan.  Meremajakan proses perubahan dengan Ketidak- Persepsi proyek, tema, dan agen perubahan yang pastian baru.8. Menambahkan pendekatan baru dalam budaya, Gambar 1. Resistensi Individu meliputi:  Menciptakan kinerja yang lebih baik 2. Resistensi Organisasional, organisasi pada melalui perilaku yang berorientasi pada hakatnya memang konservatif. Secara aktif pelanggan dan produktifitas, kepemimpinan menolak perubahan. Misalnya saja organisasi yang lebih baik, serta manajemen yang pendidikan yang mengenalkan doktrin lebih efektif. keterbukaan dalam menghadapi tantangan  Mengartikulasi hubungan antara perilaku ternyata merupakan lembaga yang paling sulit baru dan kesuksesan organisasi. berubah.  Mengembangkan berbagai cara untuk Dampak Luas menjamin perkembangan kepemimpinan perubahan dan suksesi. Inersia Inersia Struktural Kelompok Delapan tingkatan itu merupakan satu kesatuanyang berurutan,tetapi jika tingkatan-tingkatan yang Resistensiawal sudah dilaksanakan maka tidak perlu Organisionalmengulangainy lagi, namun semua tingkatan harusdijalankan dan masing-masing harus dilaksanakan Ancamansepenuhnya. Ancaman Keahlian Alokasi Dampak utama dari kesalahan yang dilakukan Sumber Daya Ancamandalam mengelola perubahan adalah munculnya Kekuasaanresistensi dari para manajer atau para karyawan yangterkait terhadap perubahan yang dilakukan oleh Gambar 2. Resistensi Organisional A-3
  4. 4. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010 bertanya “Mengapa harus berubah ?” dan “Mengapa2.4. Pendekatan dalam Manajemen Perubahan harus sekarang berubahnya ?”. Untuk itu, diperlukan Organisasi suatu usaha untuk memperoleh apa yang dikatakan Pendekatan klasik teori Kurt Lewin, dalam buku sebagai Heart Share dari mereka yang terlibat prosesResolving social conflicts; and, field in social perubahan.Science, 1997. Merupakan model perubahan dalamtiga langkah yang dikenal sebagai unfreezing- 3.1. Metode Penelitian Dan Tahapan Proses ataumovement-refreezing, mempelajari tentang driving Pencapaian Tujuanforces dan restraining forces. Adapun langkah- Metode penelitian merupakan metode yanglangkahnya sebagai berikut: digunakan dalam melakukan langkah-langkah yang1. Tahapan awal perubahan (Unfreezing) harus dikerjakan dalam penulisan suatu karya Tahap yang pertama ini dibentuk dengan teori ilmiah. Penelitian ini menggunakan metode perilkau manusia dan perilkau organisasi, yang penelitian kualitatif dengan metodologi penelitian terbagi dalam tiga sub proses yang mempunyai Case Study. relevansi terhadap kesiapan perubahan, yaitu: Tahap ini adalah tahap untuk mengumpulkan  Perlunya kondisi perubahan karena adanya data sebanyak-banyaknya dan memahami kondisi gap yang besar antara tujuan dan organisasi, kondisi sistem informasi, dan dokumen kenyataan. master plan sistem informasi dan menganalisa  Adanya survival anxiety faktor-faktor internal dan eksternal yang  Mempelajari defensiveness dan resistance mempengaruhi implementasi sistem informasi dalam organisasi Perguruan Tinggi ABC dan menganalisa dengan2. Tahapan proses transisi (Movement) SWOT anilisis sehingga didapat programp-program menganalisa gap antara desire status dengan manajemen perubahan. status quo, dan mencermati program-program perubahan yang sesuai untuk dilakukan agar Eksternal dapat memberi solusi yang optimal untuk Oppurtinities Threats mengurangi resistensi terhadap perubahan. (O) (T) Internal3. Tahapan keberlanjutan (Refreezing) Strenght SO ST Membuat agar perilaku yang baru tetap berjalan (S) dengan mengembangkan new self-concept & Weakness WO WT identity dan new interpersonal relationships. (W) Gambar 4. Analisa SWOT (Michael Porter, 1980)Desire Dalam menganilisa SWOT untuk faktor internalStatus Restraining Forces adalah seluruh sumber daya internal yaitu: sumber daya manusia, teknologi, dan investasi baik yang reisisting forces dan driving forces. Begitu juga untuk eksternal adalah semua pihak di luar proyek seperti pemakai/users, board of director, project owner. Dari faktor eksternal dan internal akan Refreezing disilangkan antara Strenght vs Oppurtinities (SO), Weakness vs Oppurtinities (WO), Strenght vs Unfreezing Threats (ST), dan Weakness vs Threats (WT), yang menghasilkan program-program strategi manajemen Status perubahan. Quo Penyeleksian hasil dari analisis SWOT Driving Forces mengenai program-program strategi manajemen Times perubahan harus dilakukan, dikarenakan banyaknya hasil yang didapatkan dengan menggunakan kriteria Gambar 3. Teori Kurt Lewin (Kurt Lewin, 1997) kelayakan. Hasil program-program strategi manajemen Strategi yang dikemukakan oleh Kurt Lewis perubahan terseleksi dikelompokan dengandapat membuat kekuatan pendukung akan semakin menggunakan teorti Kurt Lewin dalam tigabanyak dan kekuatan penolak akan semakin sedikit. kelompok yaitu: Unfreezing, Movement, dan Refreesing selanjutnya dikelompokan berdasarkan 83. Pemahaman dan Pembahasan tingkatan teori John Kotter. Proses perubahan menjadi menarik adalah padasaat masing-masing individu di dalam organisasi 4. Implementasi dan Pembahasan A-4
  5. 5. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 20104.1. Analisis SWOT 4.2. Daftar Analisa SWOT Pengidentifikasian berbagai faktor secara Daftar analisa SWOT merupakan hasil kajiansistematis untuk membuat strategi organisasi adalah dari data kuesioner dan wawancara dikelompokanmenggunakan analisis SWOT. Dalam anilisis berdasarkan kekuatan, kelemahan, ancaman danSWOT faktor internal adalah kondisi internal proyek kesempatan dalam mengimplementasikan proyekprogram pengembangan SI/TI dan faktor eksternal pengembangan SI/TI dengan mempertimbangkanadalah lingkup di luar proyek program kondisi sistem informasi, master plan sistempengembangan SI/TI yang memiliki dampak. Proses informasi dan kondisi organisasi.analisa ini berdasarkan pada logika yang dapat 1. Strenght (Kekuatan)memaksimalkan kekuatan (Strenght) dan peluang Faktor-faktor kekuatan internal dalam lingkup(Opportunities), namun secara bersama dapat proyek atau program pengembangan TImeminimalkan kelemahan (Weakness) dan ancaman 2. Weakness (Kelemahan)(Threats). Faktor-faktor kelemahan Internal dalam lingkup Kedua faktor tersebut harus dipertimbangkan proyek atau program pengembangan TIdengan menggunakan analisis SWOT. Menurut 3. Opportunities (Kesempatan)Albert Humphrey, 1970 analisis SWOT adalah Kesempatan, faktor-faktor dari luar lingkupsingkatan dari lingkungan internal Strenght dan proyek atau program pengembangan TI baikWeakness serta lingkungan eksternal Oppurtunities didalam organisasi maupun diluar organisasidan Threats. yang mempengaruhi implementasi SI/TI. Berbagi Peluang 4. Threat (Ancaman) (Opportunities) Ancaman, faktor-faktor dari luar lingkup proyek atau program pengembangan TI baik didalam Kuadran 1 organisasi maupun diluar organisasi yang Kuadran 2 Mendukung Strategi mempengaruhi implementasi SI/TI. Mendukung Strategi Agrisif Turnaround Kelemahan Kekuatan 4.3. Daftar Strategi-strategi hasil dari SWOT (Weakness (Strenght) Dari hasil pengelompokan faktor-faktor internal ) (strenght dan weakness) dan eksternal (opportunities Kuadran 3 Kuadran 4 dan threat) proyek pengembangan SI/TI didapatkan Mendukung Strategi Mendukung Strategi Defensif Diversifikasi hasil matrik dari faktor-faktor tersebut. 1. SO (Strenght-Opportunities) Berbagi Ancaman Penerapan strategi yang harus dilakukan dalam (Threats) kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (mendukung strategi Gambar 5. Analisis SWOT (Michael Porter, 1980) agresif). 2. ST (Strenght- Threat) Kuadaran 1, merupakan situasi yang sangat Penerapan strategi yang harus dilakukan adalahmenguntungkan, organisasi yang berada di kuadran menggunakan kekuatan untuk memanfaatkantersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga peluang jangka panjang dengan cara strategidapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi diversifikasi produk dan jasa (mendukungyang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi diversifikasi).mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif. 3. WO (Weakness-Opportunities) Kuadran 2, walaupun terdapat berbagai Penerapan strategi yang harus dilakukan dalamancaman, organisasi yang ada pada kuadaran 2 kondisi ini adalah peluang untuk prosesmasih memiliki kekuatan dari segi internal, strategi perubahan yang defensif (mendukung strategiyang harus diterapkan adalah menggunakan defensif).kekuatan untuk memanafaatkan peluang jangka 4. WT (Weakness- Threat)panjang dengan cara strategi diversifikasi produk Penerapan strategi yang harus dilakukan dalamdan jasa. kondisi ini untuk menghadapi ancaman dan Kuadaran 3, keadaan pada kuadran ini kelemahan internal yang Turnaroundorganisasi menghadapi masalah-masalah internal (mendukung strategi Turnaround).organisasi sehingga dapat merebut peluang pasaryang lebih baik. 4.4. Daftar kelayakan strategi-strategi Kuadran 4, adalah kuadaran yang memberikan manajemen perubahansituasi yang sangat merugikan organisasi, Hasil matrix analisa SWOT strategi-strategimenghadapi ancaman dan kelemahan internal. proyek program pengembangan SI/TI sebagai faktor untuk menentukan strategi-strategi yang layak A-5
  6. 6. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2010 (SNATI 2010) ISSN: 1907-5022Yogyakarta, 19 Juni 2010diterapkan berdasarkan kriteria kelayakan dari teori sehingga jika ada yang tidak sesuai bisa segerakeputusan mutlak (absolute dicision), artinya adalah diketahui.seluruh kriteria harus dipenuhi sehingga program- 5. Mengevaluasi modul-modul yang selesai dibuatprogram atau strategi-strategi layak dipilih atau untuk mengetahui apakah sudah berjalan sesuaidiimplementsikan. dengan yang diinginkan. 6. Mendayagunakan sumber daya manusia di4.5. Program-program strategi terseleksi dalam organisasi Unika Perguruan Tinggi ABC Dari hasil yang didapat dari daftar kelayakan agar masing-masing dari mereka mampu untukdengan berdasarkan kriteria kelayakan yaitu : melaksanakan proses perubahan untukalokasi biaya, kompetensi SDM, meningkatkan mendukung implementasi SI/TI dengan caraefesien dan efektivitas, dukungan manajemen, pelatihan, workshop untuk meningkatkanketerlibatan pemakai (User involvement), dan kompetensi.kejelasan tujuan bisnis (clear business objectives),maka diambilah strategi-strategi yang layak untuk Daftar Pustakadilaksanakan. Carr Nicholas G (2003)” IT Doesn’t Matter”, Havard Business Review.4.6. Strategi-strategi manajemen perubahan Kathy Schwalbc (2006) “Information Technology Setelah dikelompokan menggunakan teori Kurt Project Management”, Thomson CourseLewin dan delapan langkah teori John Kotter Technology.didapatkanlah strategi-strategi manajemen K.C. Chan, Peter Org, dan R. Eko Indrajit (2003)perubahan, yang terbagi menjadi: “Integrated Project Managements”1. Unfreezing Kotter, John P (1996) “Leading Change”, Havard Tahapan awal manajemen perubahan Business School Press.2. Movement Kotter, John P (2002) “The Heart of Change”, Tahapan transisi manajemen perubahan3. Refreezing Havard Business School Press, Boston Massachusetts. Tahapan akhir manajemen perubahan untuk Lewin, Kurt (1997) “Resolving social cinflicts; and, merangkai dan menjaga keberlangsungan proses field theory in social science, American Psychological Association”.5. Simpulan M.E Porter (1980) “Competitive Strategy: Kunci sukses implementasi perubahan terletakpada beberapa faktor utama, masing-masing terkait Techniques for Analysing Industries and Competitors”, Free Press, New York.dengan keberhasilan proses: PMBOK Guide (2000) “A Guide to the Project1. Menginformasikan dan mengkomunikasikan Management Body of Knowledge”, Project perlunya perubahan dengan menyentuh aspek Management Institute, Pennsylvania. rasional maupun emosional. Robert Kreitner, Angelo Kinicki (2001)2. Memonitor perkembangan implementsi sistem “Organizational behavior”, McGraw Hill, informasi secara keseluruhan termasuk Boston. infrastruktur jaringan. R. Eko Indrajit dan R. Djokopranoto (2004)3. Memperbaiki secara terus-menerus (fine turnig) “Manajemen Perguruan Tinggi Modern” spesifikasi kebutuhan dan diagram proses untuk STMIK Perbanas dan Yayasan Atma Jaya, memastikan bahwa kebutuhan pemakai sudah Jakarta. tercakup. Sugiyono, Prof.Dr (2006) “Metode Penelitian4. Workshop untuk melihat perkembangan dari Kualitatif dan R&D”, Alfabeta, Bandung. sistem yang dibuat dan melihat prototype sistem A-6

×