Model Pembelajaran Inquiry

16,020 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
16,020
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
155
Actions
Shares
0
Downloads
441
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Model Pembelajaran Inquiry

  1. 1. LATAR BELAKANG Tekhnologi semakin berkembang Kesulitan belajar tapi mutu pendidikan terutama matematika karena pendidikan IPA matematika jauh pembelajaran yang dari yang kita harapkan. kurang efektif penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika masih sangat kurang sehingga siswa Pembelajarankesulitan dalam memahami konsep inkuiri matematika. Pembelajaran matematikaPenumpukan informasi atau konsep yang baik terjadi jika proses pada peserta didik kurang pembelajaran matematika bermanfaat di kelas berhasil membelajarkan siswa, baik dalam berfikir secara logis, sikap maupun keterampilan.
  2. 2. Rumusan Masalah
  3. 3. Tujuan Penelitian
  4. 4. Manfaat
  5. 5. Batasan Istilah
  6. 6. Berdasarkan identifikasi permasalahan di atas, maka masalah dalam penelitian ini dibatasi pada ”UpayaPeningkatan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Smp Kelas VIII Dengan Menggunakan Alat Peraga Melalui Model Pembelajaran Inkuiri “ Semester 2 Tahun Ajaran 2011/2012.
  7. 7. Tinjauan Pustaka
  8. 8. Hakikat Pembelajaran Matematika
  9. 9. Model Pembelajaran InkuiriTahapanMengajukan pertanyaan atau permasalahan Kegiatan inkuiri dimulai ketika pertanyaan atau permasalahan diajukan. Untuk meyakinkan bahwa pertanyaan sudah jelas, pertanyaan tersebut dituliskan di papan tulis, kemudian siswa diminta untuk merumuskan hipotesis.Merumuskan hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas pertanyaan atau solusi permasalahan yang dapat diuji dengan data. Untuk memudahkan proses ini, guru menanyakan kepada siswa gagasan mengenai hipotesis yang mungkin. Dari semua gagasan yang ada, dipilih salah satu hipotesis yang relevan dengan permasalahan yang diberikan.Mengumpulkan data Hipotesis yang digunakan untuk menuntun proses pengumpulan data. Data yang dihasilkan dapat berupa tabel, matrik, atau grafik.Analisis data Siswa bertanggung jawab mengujii hipotesis yang telah dirumuskan dengan menganalisis data yang telah diperoleh. Faktor penting dalam menguji hipotesis adalah pemikiran ”benar” atau ”salah”. Setelah memperoleh kesimpulan, dari data percobaan, siswa dapat mengujii hipotesis yang telah dirumuskan. Bila ternyata hipotesis itu salah atau ditolak, siswa dapat menjelaskan sesuai dengan proses inkuiri yang telah dilakukannya.Membuat kesimpulan Langkah penutup dari pembelajaran inkuiri adalah membuat kesimpulan sementara berdasarkan data yang diperoleh siswa.
  10. 10. Alat PeragaAlat peraga adalah saluran komunikasi atau perantara yang digunakan untukmembawa atau menyampaikan suatu pesan guna mencapai tujuanpengajaran. Alat peraga merupakan alat bantu atau penunjang yangdigunakan oleh guru untuk menunjang proses belajar mengajar(http:/media.diknas.co.id.pdf).Menurut Darhim (1989: 6) mengatakan bahwa alat peraga matematika adalahsuatu alat peraga yang penggunaanya diintegrasikan dengan tujuan dan isipengajaran yang telah dituangkan dalam garis besar program pengajaran(GBPP) bidang studi matematika dan bertujuan untuk mempertinggi mutukegiatan belajar mengajar.
  11. 11. Fungsi Alat Peraga
  12. 12. Macam-macam Alat Peraga
  13. 13. Hasil BelajarHasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang sebagaiproses belajar, atau penguasaan keterampilan yang dikembangkan olehmata pelajaran, yang biasanya ditunjukkan oleh nilai tes atau nilai yangdiberikan oleh guruMenurut Sudjana (1995: 3) hasil belajar siswa pada hakikatnya adalahperubahan-perubahan tingkah laku. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalamanbelajarnya.Menurut Kingsley dalamm Sudjana (1995: 22) hasil belajar dibagimenjadi 3 macam, yakni (a) keterampilan dan kebiasaan, (b)pengetahuan dan pengertian, (c) sikap dan cita-cita.
  14. 14. AKTIVITAS BELAJARPengajaran yang efektif adalah pengajaran yang menyediakan kesempatan belajarsendiri atau melakukan aktivitas sendiri. Penerapan aktivitas dalam prosespembelajaran sangat besar nilainya bagi pengajaran siswa, hal tersebutdikarenakan sebagai berikut :2.Para siswa mencari pengalaman sendiri dan langsung mengalami sendiri3.Berbuat sendiri akan mengembangkan seluruh aspek pribadi siswa secaraterintegrasi4.Memupuk kerja sama yang harmonis dikalangan siswa5.Para siswa bekerja menurut minat dan kemampuan sendiri6.Memupuk disiplin kelas secara wajar dan suasana belajar menjadi demokratis7.Mempererat hubungan sekolah dan masyarakat, dan hubungan antara orang tuadengan guru8.Pengajaran diselanggarakan secara realistis dan konkret sehinggamengembangkan pemahaman dan berpikir kritis serta menghindarkan verbalitas.9.Pengajaran disekolah menjadi hidup sebagaimana aktivitas dalam kehidupanmasyarakat (Hamalik, 2007:175-176).
  15. 15. Kerangka Berfikir Pemahaman terhadap pengertian, langkah-langkah pembelajaran, pembuatan alat peraga dan penggunaannya. Berdasarkan teori Pembelajaran Inkuiri dengan Perangkat pembelajaran Inkuiri belajar Dienes Penggunaan Alat Peraga dengan Alat Peraga tentang materi Segitiga Pelaksanakan Tindakan yang meliputi enam fase berikut : Menyajikan pertanyaan atau masalah,Membuat hipotesis, Merancang percobaan, Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi, Mengumpulkan dan menganalisis data, Membuat kesimpulan Penggunaan berbagai macam teknik pengumpulan data yaitu lembar angket, hasil belajar. Analisis data yang mengikuti tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan serta analisis angket dan hasil belajar Perolehan data tentang Hasil belajar dan motivasi peningkatan aktivitas belajar siswa belajar siswa meningkat.
  16. 16. Penelitian yang RelevanCahyarini, Naning, Dwi. 2008. “Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untukMeningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran IPA di MISenden Tahun Ajaran 2007/2008” yang menyimpulkan bahwa modelpembelajaran inkuiri dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA denganmateri pokok Energi dan Perubahannya, keterampilan mengkomunikasikanhasil kerja dan sikap berpikir kritis siswa di MI Senden Kecamatan KampakKabupaten Trenggalek. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan gurumenerapkan model pembelajaran inkuiri dalamm pembelajaran IPA danpembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga prestasi belajar siswameningkat dan pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna. Ahmad, Anika (2009). “PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI PADA POKOK BAHASAN DALIL PYTHAGORAS DI KELAS VIII MTS NEGERI SIDOARJO” yang menyimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan inkuiri tergolong aktif.
  17. 17. Hipotesis TindakanMenurut Sudjana (2002: 219), hipotesis tindakan adalahasumsi atau dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuatuntuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untukmelakukan pengecekannya. Hipotesis tindakan dalammpenelitian ini adalah :2.Dengan menerapkan pembelajaran Inkuiri denganpenggunaan Alat Peraga dapat meningkatkan motivasisiswa selama proses pembelajaran matematika.3.Dengan menerapkan pembelajaran Inkuiri denganpenggunaan Alat Peraga dapat meningkatkan hasil belajarsiswa selama proses pembelajaran matematika
  18. 18. Metode Penelitian
  19. 19. Jenis PenelitianLangkah-langkah PTK
  20. 20. Subjek PenelitianSubjek penelitian ini adalah siswa SMPTempat dan Waktu PenelitianPenelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP. Penentuan waktupenelitian mengacu pada kalender akademik sekolah.Faktor yang ditelitiFaktor-faktor yang diteliti dalam penelitian ini adalah hasil belajar danmotivasi belajar matematika SMP.
  21. 21. Rancangan Penelitian Identifikasi Masalah Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pelaksanaan Pengamatan Permasalahan Baru Hasil Refleksi Perbaikan Perencanaan Refleksi SIKLUS II Pelaksanaan Pengamatan Dilanjutkan Ke Siklus berikutnya Gambar. 2 Model Siklus PTK
  22. 22. Instrumen PenelitianLembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk memperoleh data evaluasi proses belajar mengajardengan model pembelajaran inkuiri berupa lembar aktivitas siswa yang digunakan untukmengamati keaktivan siswa selama proses pembelajaran pada setiap siklus.Tes Hasil Belajar Tes merupakan cara atau prosedur yang digunakan dalam rangka pengukuran danpenilian di bidang pendidikan (Sudiyono, 2009:67). Tes yang dilakukan berupa tes materiprasyarat (Pre-test) dan tes akhir (Post-test) pada setiap siklus. Pre-test dilaksanakanuntuk mengetehui sejauh manakah materi yang akan diajarkan telah dapat dikuasaisiswa. Tes akhir yang dilaksanakan pada setiap siklus dilaksanakan untuk mengetahuiapakah semua materi pelajaran yang diterapkan dengan pembelajaran inkuiri dapatdikuasai oleh siswa dengan baik dan mengetahui apakah hasil (kognitif) belajarmengalami peningkatan pada setiap siklus.
  23. 23. Teknik Analisis DataLembar ObservasiLembar observasi aktivitas siswa diolah dengan menggunakan persamaan berikut ini : Total Nilai Rata − rata nilai = Total Pengamat nilai tertinggi − nilai terendah + 1 kisaran nilai tiap kriteria = Jumlah kriteria
  24. 24. Tes Hasil Belajar Nilai rata-rata siswaNilai akhir kumulatif siswa adalah perhitungan menggunakan formula: Σ X X = NKeterangan: X = Nilai akhir rata-rata siswa Σ = Jumlah nilai siswa X N = Jumlah siswa Ketuntasan Belajar KlasikalKetuntasan pada belajar klasik melakukan perhitungan menggunakanformula: N KB = X 100%Keterangan: SKB = Ketuntasan BelajarN = Jumlah siswa yang dinilai ≥ KKMS = Jumlah seluruh siswa
  25. 25. Indikator Keberhasilan1. Indikator keberhasilan tindakan untuk aktivitas belajar siswa Kegiatan pembelajaran matematika dengan menerapkan model inkuiri di kelas VIII SMP Kota Bengkulu dikatakan dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, jika dari hasil observasi aktivitas siswa skor rata-rata pengamat adalah 24 dengan kriteria skor aktif.3. Indikator keberhasilan tindakan untuk hasil belajar siswa Kegiatan pembelajaran matematika dengan penerapan model pembelajaran inkuiri di kelas VIII SMP Kota bengkulu. Tindakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa jika nilai rata-rata seluruh siswa mencapai 68 dan persentase ketuntasan belajar klasikal 85 %
  26. 26. ..Thanks..

×