Laporan SkripsiDengan menyebut nama Allah yang Maha    Pemurah lagi Maha Penyayang
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan Biasa padaPasien Pasca Melahirkan kelas III di RSU Kabupaten Tangerang ...
Latar belakangKesehatan penting  Perlu upaya kesehatan  Pelayanan giziindividu yang dirawat di rumah sakit  Diperlukan ...
Tujuan Penelitian◊ Tujuan umum  Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan  sisa makanan biasa pada pasien pasca mel...
Manfaat Penelitian Ilmu Pengetahuan Rumah Sakit Umum Kabupaten  Tangerang Prodi Kesehatan Masyarakat FKIK  UIN Syarif H...
Ruang Lingkup Penelitian        • Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Sisa          Makanan Biasa pada Pasien Pasca Mela...
Faktor makanan                                      Kerangka Teori1.   Rasa makanan                   Sumber : Modifikasi ...
Faktor Makanan1. Penampilan makanana. Warna                                Kerangka Konsepb. Teksturc. Bentukd. Besar Pors...
Hipotesis PenelitianAdanya hubungan antara penampilan makanan, rasa makanan, variasi menu, kebiasaan makan, pantangan maka...
Metodelogi Penelitian   Desain Penelitian   Lokasi dan waktu penelitian   Populasi dan sample penelitian   Instrument ...
Gambaran Tempat Penelitian   RSU Kabupaten Tangerang didirikan tahun 1928, sekarang    berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. ...
Keterbatasan Penelitian1. Desain penelitian,2. Kerangka konsep penelitian3. Jumlah sampel dan teknik  pengambilan sampel4....
Hasil dan PembahasanSisa Makanan Biasa                           Rizal (1999) 47 orang                           (78,33 %...
Penampilan Makanan                               Sisa Makanan Biasa          Penampilan                              Tidak...
Rasa Makanan                                Sisa Makanan Biasa                                                            ...
Variasi Menu                                 Sisa Makanan Biasa                                                  Tidak    ...
Kebiasaan Makan                                Sisa Makanan Biasa             Kebiasaan                                   ...
Pantangan Makanan                              Sisa Makanan Biasa                                                Tidak    ...
Waktu Distribusi Makanan                                Sisa Makanan Biasa              Waktu                             ...
Konsumsi Makanan dari Luar RS                                    Sisa Makanan Biasa                Konsumsi               ...
Alat Makan                                  Sisa Makanan Biasa                                                            ...
Penampilan Petugas Penyaji            MakananRizal (1999) : 98,3 % menyatakan penampilanpetugas penyaji makanan baikPetuga...
Hari Rawat                                Sisa Makanan Biasa                                                              ...
Kesimpulan Responden yang meninggalkan sisa  makanan lebih besar  58,5% (83  orang) 46,5% (66 orang)  kategori sedikit...
Saran Instalasi Gizi :1. Bisa melaksanakan      evaluasi sisa makanan     pada makan pagi, siang dan malam2.   Bisa mempe...
Cont,,, Bagi Peneliti Lain1. Agar dapat melihat sisa makanan   lebih dari satu kali siklus menu2. Menambah variabel yang ...
Terima Kasih
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Faktor Faktor yang berhubungan dengan Sisa Makanan Biasa pada Pasien Pasca Melahirkan Kelas 3 di RSU Kabupaten Tangerang tahun 2010

6,200 views

Published on

Published in: Health & Medicine
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
6,200
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
59
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Faktor Faktor yang berhubungan dengan Sisa Makanan Biasa pada Pasien Pasca Melahirkan Kelas 3 di RSU Kabupaten Tangerang tahun 2010

  1. 1. Laporan SkripsiDengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
  2. 2. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan Biasa padaPasien Pasca Melahirkan kelas III di RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2010 17 Maret 2011 Oleh : Dela Aristi
  3. 3. Latar belakangKesehatan penting  Perlu upaya kesehatan  Pelayanan giziindividu yang dirawat di rumah sakit  Diperlukan sejumlah gizi yangharus didapatkan dari makanan .PGRS  Penyelenggaraan makanan  Makanan yang disajikan berfungsi sebagai salah satu komponen dalam upaya penyembuhan pasien .Sisa makanan  indikator sederhana yang dapat dipakai untukmengevaluasi keberhasilan pelayanan gizi rumah sakit (DepartemenKesehatan RI, 2008).Pasien pasca melahirkan kelas III  % sisa makanan biasanya masih tinggi.
  4. 4. Tujuan Penelitian◊ Tujuan umum Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan biasa pada pasien pasca melahirkan kelas III di Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Tahun 2010◊Tujuan Khusus 1. Diketahuinya gambaran : Sisa makanan biasa, Penampilan makanan,Rasa makanan, Variasi menu, Kebiasaan makan,Pantangan makanan, Waktu distribusi makanan,Konsumsi makanan dari luar rumah sakit, Alatmakan, Penampilan petugas penyaji makanan,Hari rawat 2. Diketahuinya hubungan
  5. 5. Manfaat Penelitian Ilmu Pengetahuan Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Prodi Kesehatan Masyarakat FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Peneliti
  6. 6. Ruang Lingkup Penelitian • Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Sisa Makanan Biasa pada Pasien Pasca Melahirkan diWhat Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang Tahun 2010 • Mahasiswa Kesehatan Masyarakat FKIK UINWho Syahid JakartaWhen • Juni 2010-Febuari 2011 • Ruang Aster Rumah Sakit Umum KabupatenWhere TangerangWhy • % sisa makanan biasanya masih tinggi. • Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan data  lembar observasi, kuesioner danHow wawancara  mengetahui variabel-variabel independennya. Sedangkan variabel dependennya  metode taksiran visual Comstock.
  7. 7. Faktor makanan Kerangka Teori1. Rasa makanan Sumber : Modifikasi PGRS (1991), Prakosoa. Suhu (1982), Moehyi (1992) dalam Muhir (1998) danb. Bumbu Rizal (1999).c. Aroma Tingkat kematangand. Keempukkane. Kerenyahan1. Penampilan makanana. Warnab. Teksturc. Bentukd. Besar porsie. Cara penyajian1. Variasi menu Faktor pasien1. Psikis Sisa2. Fisik Makanan3. Kebiasaan makan4. Pantangan makanan Faktor pasien1. Psikis2. Fisik3. Kebiasaan makan4. Pantangan makanan
  8. 8. Faktor Makanan1. Penampilan makanana. Warna Kerangka Konsepb. Teksturc. Bentukd. Besar Porsie. Cara Penyajian2. Rasa makananaa. Aromab. Bumbuc. Tingkat kematangand. Suhu3. Variasi menu Faktor pasien Sisa makanan1. Kebiasaan makan biasa2. Pantangan makanan Faktor Lingkungan1. Waktu distribusi makanan2. Konsumsi makanan dari luar rumah sakit3. Alat makan4. Penampilan petugas penyaji makanan5. Hari rawat
  9. 9. Hipotesis PenelitianAdanya hubungan antara penampilan makanan, rasa makanan, variasi menu, kebiasaan makan, pantangan makanan, waktu distribusi makanan, konsumsi makanan dari luar rumah sakit, alat makan, penampilan petugas penyaji makanan dan hari rawat dengan sisa makanan biasa pada pasien pasca melahirkan di RSU Kabupaten Tangerang Tahun 2010
  10. 10. Metodelogi Penelitian Desain Penelitian Lokasi dan waktu penelitian Populasi dan sample penelitian Instrument Penelitian Pengumpulan Data Pengolahan Data Analisa Data
  11. 11. Gambaran Tempat Penelitian RSU Kabupaten Tangerang didirikan tahun 1928, sekarang berlokasi di Jalan Ahmad Yani No. 9 Memiliki fasilitas dan pelayanan yang cukup lengkap dan memadai Rumah sakit pemerintah daerah tipe B yang juga digunakan sebagai rumah sakit pendidikan◊ Instalasi gizi  suatu unit di dalam rumah sakit yang biasanyamerupakan unit khusus maupun pelayanan penunjang untukmendukung pelayanan rawat inap◊ Instalasi Gizi RSU Kabupaten Tangerang  menunjang danmendukung fasilitas pelayanan rawat inap◊ Kegiatan  penyelengaraan makanan pasien, karyawan,asuhan gizi dan litbang gizi
  12. 12. Keterbatasan Penelitian1. Desain penelitian,2. Kerangka konsep penelitian3. Jumlah sampel dan teknik pengambilan sampel4. Teknik pengumpulan data
  13. 13. Hasil dan PembahasanSisa Makanan Biasa Rizal (1999) 47 orang (78,33 %)  sisa makanannya banyak dan 13 orang (21,67%) sisa makannya sedikit > Nuryati (2008) : 8,6 % sisa makanan dalam kategori banyak.“Keberhasilan suatu pelayanan gizi di ruang rawat inapdievaluasi dengan pengamatan sisa makanan yaitu denganmelihat banyak tidaknya makanan yang tidak habisdikonsumsi. Karena sisa makanan merupakan salah satuindikator keberhasilan pelayanan gizi di rumah sakit(Departemen Kesehatan RI, 1986).“
  14. 14. Penampilan Makanan Sisa Makanan Biasa Penampilan Tidak Total P-value Banyak Sedikit Makanan bersisa n % n % N % N % Kurang baik 5 10,2 31 63,3 13 26,5 49 100 0,012 Baik 12 12,9 35 37,6 46 49,5 93 100 > Ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan penampilan makanan. “ Penampilan makanan  faktor utama menentukanselera makanan seseorang  Langsung berhubungandengan indera penglihatan, jika makanan terlihatmenarik maka akan membangkitkan selera orang untukmengkonsumsi makanan tersebut. “
  15. 15. Rasa Makanan Sisa Makanan Biasa Total Rasa Tidak Banyak Sedikit P-value Makanan bersisa n % N % n % n % Kurang baik 10 22 24 53,3 11 24,4 45 100 0,004 Baik 7 7,2 42 43,3 48 49,5 97 100 > Ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan rasa makanan. Rasa  komponen penting kedua menentukan habistidaknya makanan  merangsang saraf  inderapenciuman dan indera pengecap. Jika rasa makananenak maka makanan akan habis dikonsumsi. Namun,jika makanan kurang enak maka memungkinkanseseorang tidak menghabiskan makanan yangdisajikan.
  16. 16. Variasi Menu Sisa Makanan Biasa Tidak Total Variasi Menu Banyak Sedikit P-value bersisa n % N % n % n % Kurang baik 3 12 15 60 7 28 25 100 0,282 Baik 14 12 51 43,6 50 44,4 117 100 > Tidak ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan variasi menu.Moehyi (1992) menu yang biasa disajikan di institusirumah sakit  menu standar atau master menu  faktoryang dipertimbangkan  menghindari pengulangan penggunaan bahan pokok, penggunaan warna danpengulangan bumbu.Siklus menu yang ada di RSU Kabuapaten Tangerang
  17. 17. Kebiasaan Makan Sisa Makanan Biasa Kebiasaan Total Tidak Banyak Sedikit P-value Makan bersisa n % n % N % n % Tidak sama 12 17,6 42 61,8 14 20,6 68 100 0,000 Sama 5 6,8 24 32,4 45 60,8 74 100 > Ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan kebiasaan makan. Kebiasaan makan pasien  mempengaruhi makananyang disajikan (Moehyi, 1992)  perbedaan kebiasaanmakan  adaptasi dan penyesuaian  dalam halsusunan menu, besar porsi, frekuensi makan dan waktumakan.
  18. 18. Pantangan Makanan Sisa Makanan Biasa Tidak Total Pantangan Banyak Sedikit P-value Makanan bersisa n % n % N % n % Ya 8 16 28 56 14 28 50 100 0,051 Tidak 9 9,8 38 41,3 45 48,9 92 100 > Tidak ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan pantangan makanan. Pasien pasca melahirkan  mitos untuk tidakmemakan makanan tertentu . Notoatmodjo (2003)Mereka menerima kepercayaan itu berdasarkankeyakinan dan tanpa adanya pembuktian. Kepercayaantersebut belum tentu bermanfaat, malah kadangmembahayakan dirinya sendiri, seperti halnya tradisiberpantang makanan setelah melahirkan (Djaeni,1999).
  19. 19. Waktu Distribusi Makanan Sisa Makanan Biasa Waktu Tidak Total Distribusi Banyak Sedikit P-value bersisa Makanan n % n % n % n % Tidak tepat 14 14,3 43 43,9 41 41,8 98 100 waktu 0,390 Tepat waktu 3 6,8 23 52,3 18 40,9 44 100 > Tidak ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan ketepatan waktu distribusi makanan. Waktu pembagian makanan dan jam makan yangtepat serta jarak waktu makan yang sesuai mempengaruhi habis tidaknya makanan yang disajikan Pasien pasca melahirkan  nafsu makan lebih besar walaupun makanan datang terlambat dan sudahmendapatkan makanan dari luar, makanan dari rumahsakit akan tetap dimakan
  20. 20. Konsumsi Makanan dari Luar RS Sisa Makanan Biasa Konsumsi Tidak Total Makanan Banyak Sedikit bersisa P-value dari Luar RS n % n % n % n % Pernah 10 15,2 37 56,1 19 28,8 66 100 0,016 Tidak pernah 7 9,2 29 38,2 40 52,6 76 100 > Ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan konsumsi makanan dari Makanan yang berasal dari sakit. rumah sakit akan luar rumah luarberpengaruh terhadap terjadinya sisa makanan (Moehyi,1992) Rasa lapar yang tidak segera teratasi  pasienmencari tambahan makanan dari luar rumah sakitterutama pada waktu makan siang dan makan malam bertepatan dengan waktu besuk pengunjung mendapatkan makanan dari lua rumah sakit
  21. 21. Alat Makan Sisa Makanan Biasa Total Alat Tidak Banyak Sedikit P-value Makan bersisa n % n % n % n % Kurang baik 1 33,3 1 33,3 1 33,3 3 100 0,514 Baik 16 11,5 65 46,8 58 41,7 139 100 > Tidak ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan alat makan Penggunaan dan pemilihan alat makan yang tepat mempengaruhi penampilan makanan yangdisajikan dan terbatasnya perlengkapan alat  faktorpenghambat bagi pasien untuk menghabiskanmakanannya (Robinson, 1986). Apabila alat makanyang digunakan bersih maka makanan yang diberikanakan dimakan habis (Faizal, 1991).
  22. 22. Penampilan Petugas Penyaji MakananRizal (1999) : 98,3 % menyatakan penampilanpetugas penyaji makanan baikPetugas yang menyajikan makanan berpengaruhterhadap sisa makanan. Apabila penampilan petugaspenyajian makanan bersih dan rapi maka makananyang diberikan akan dimakan habis (Faizal, 1991).
  23. 23. Hari Rawat Sisa Makanan Biasa Total Tidak Hari Rawat Banyak Sedikit P-value bersisa n % n % n % n % Lama 7 15,2 29 63 10 21,7 46 100 0,004 Tidak lama 10 10,4 37 38,5 49 51 96 100> Ada hubungan yang bermakna antara sisa makanan biasa dengan hari rawat. Pasien dengan masa perawatan yang lama,kadang kadang dengan mudah menghafal menuyang disajikan (Moehyi, 1992) yang menyebabkanresponden menjadi bosan sehingga makanan tidakdihabiskan
  24. 24. Kesimpulan Responden yang meninggalkan sisa makanan lebih besar  58,5% (83 orang) 46,5% (66 orang)  kategori sedikit 12% (17 orang)  kategori banyak Terdapat hubungan yang bermakna antara penampilan makanan, rasa makanan, kebiasaan makan, konsumsi makanan dari luar rumah sakit dan hari rawat dengan sisa
  25. 25. Saran Instalasi Gizi :1. Bisa melaksanakan evaluasi sisa makanan pada makan pagi, siang dan malam2. Bisa mempertahankan citarasa makanan yang disajikan dengan cara memberikan pelatihan dalam bidang gizi kuliner3. Kerjasama antara ahli gizi dan perawat untuk bisa memotivasi pasien agar menghabiskan makanannya4. Pemberian sanksi yang tegas bagi karyawan yang tidak tepat waktu dalam distribusi makanan5. Pemberian diet pasien harus dievaluasi dan diperbaiki setiap hari selama dirawat di rumah sakit sesuai dengan kondisi klinisnya
  26. 26. Cont,,, Bagi Peneliti Lain1. Agar dapat melihat sisa makanan lebih dari satu kali siklus menu2. Menambah variabel yang secara teoritis berhubungan dengan sample yang lebih representatif3. Menganalisis lebih dalam dari sisi intake gizinya dan dikembangkan lebih lanjut mengenai analisis biaya dari sisa makanan tersebut
  27. 27. Terima Kasih

×