Modul 8 elastisitas

12,614 views

Published on

Published in: Business, Technology
0 Comments
3 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
12,614
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
439
Comments
0
Likes
3
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Modul 8 elastisitas

  1. 1. MODUL EE L A S T I S I T A S P E R M I N T A A N & P E N A W A R A N SKonsep Dasar ElastisitasElastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahandi bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi,seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusikemakmuran.Dalam bidang perekonomian daerah, konsep elastisitas dapat digunakan untukmemahami dampak dari suatu kebijakan. Sebagai contoh, Pemerintah Daerah dapatmengetahui dampak kenaikan pajak atau susidi terhadap pendapatan daerah, tingkatpelayanan masyarakat, kesejahteraan penduduk, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhaninvestasi, dan indikator ekonomi lainnya dengan menggunakan pendekatan elastisitas.Selain itu, konsep elastisitas dapat digunakan untuk menganalisis dampak kenaikanpendapatan daerah terhadap pengeluaran daerah atau jenis pengeluaran daerah tertentu.Dengan kegunaannya tersebut, alat analisis ini dapat membantu pengambil kebijakandalam memutuskan prioritas dan alternatif kebijakan yang memberikan manfaat terbesarbagi kemajuan daerah.Elastisitas dapat mengukur seberapa besar perubahan suatu variabel terhadap perubahanvariabel lain. Sebagai contoh, elastisitas Y terhadap X mengukur berapa persenperubahan Y karena perubahan X sebesar 1 persen.Elastisitas Y terhadap X= % perubahan Y / % perubahan XUntuk memudahkan pemahaman terhadap konsep tersebut, berikut ini akan dibahasberbagai jenis elastisitas. Pembahasan elastisitas ini dijelaskan dalam konteks pasar, yaituantara permintaan dan penawaran barang. Dengan memahami konsep tersebut,Pemerintah Daerah nantinya akan mampu mengaplikasikan konsep tersebut dalampemerintahan daerah sesuai konteks yang dihadapi, baik dalam hal Pemerintah Daerahmenjadi penyedia barang dan jasa publik maupun dalam berbagai kondisi lainnya.Elastisitas Permintaan (Price Elasticity of Demand)Elastisitas permintaan adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yangdiakibatkan perubahan harga barang/jasa tersebut. Besar atau kecilnya tingkat perubahantersebut dapat diukur dengan angka-angka yang disebut koefisien elastisitas permintaan.Macam-macam Elastisitas PermintaanBerdasarkan nilainya, elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi lima, yaitupermintaan
  2. 2. inelastis sempurna, inelastis, elastis uniter, elastis, dan elastis sempurna.1. Permintaan Inelastis Sempurna (E = 0)Permintaan inelastis sempurna terjadi ketika perubahan harga yang terjaditidakberpengaruh terhadap jumlah permintaan (koefisien E = 0). Sebagai contoh adalahpermintaan terhadap garam. Kondisi permintaan inelastis sempurna ini dapat dapatdigambarkan ke dalam bentuk kurva berikut (Gambar 1). Gambar 1 Kurva Permintaan Inelastis SempurnaContoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipunharganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yangtelah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akanmampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.2. Permintaan Inelastis (E < 1)Permintan inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahanpermintaan. Nilai E < 1, artinya kenaikan harga sebesar 1 persen hanya diikuti penurunanjumlah yang diminta kurang dari satu persen, sebaliknya penurunan harga sebesar 1persen menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta kurang dari 1 persen. Sebagaicontoh adalah permintaan masyarakat terhadap beras atau kebutuhan pokok lainnya(Gambar 2). Gambar 2 Kurva Permintaan Inelastis
  3. 3. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan.Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi berassebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya,namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jikaharga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunanharga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang).Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunanpenggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetapmembutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita jugatidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut.Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.3. Permintaan Elastis Uniter (E = 1)Permintaan elastis uniter terjadi jika perubahan permintaansebanding dengan perubahanharga. Koefisien elastisitas permintaan uniter adalah satu (E = 1), artinya kenaikan hargasebesar 1 persen diikuti oleh penurunan jumlah permintaan sebesar 1 persen, dansebaliknya. Kondisi permintan elastis uniter ini ditunjukkan oleh Gambar 3. Gambar 3 Kurva Permintaan Elastis UniterContoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenispermintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidakelastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaanuniter elastis4. Permintaan Elastis (E > 1)Permintaan elastis terjadi jika perubahan permintaan lebih besar dari perubahan harga.Koefisien permintaan elastis bernilai lebih dari satu (E > 1), artinya kenaikan hargasebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah permintaan lebih dari 1 persen, dansebaliknya. Kondisi ini biasanya terjadi pada permintaan permintaan terhadap mobil danbarang mewah lainnya (Gambar 4).
  4. 4. Gambar 4 Kurva Permintaan ElastisMisalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik,konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.5. Permintaan Elastis Sempurna (E = ~)Permintaan elastis sempurna terjadi jika perubahan permintaan tidak dipengaruhi samasekali oleh perubahan harga. Kurvanya akan sejajar dengan sumbu X atau Q (kuantitasbarang) seperti ditunjukkan pada Gambar 5. Gambar 5 Kurva Permintaan Elastis SempurnaContoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranyabarang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik danfungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yangberbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki hargayang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan Pyang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membelipaperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akanmembeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterimapasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata,permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipunharganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.Elastisitas Permintaan dan Total Penerimaan
  5. 5. Perhitungan elastisitas biasanya dimanfaatkan oleh pengambil keputusan yang ditujukanuntuk meningkatkan penerimaan. Secara sederhana, total penerimaan dapat didefinisikansebagai perkalian antara harga dengan kuantitas barang dan jasa yang terjual, misalnyajumlah pendapatan yang diterima sebagai hasil dari penjualan barang dan jasa. Totalpenerimaan dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.TR = P x QKeterangan:TR: total penerimaanP: harga outputQ: kuantitas/jumlah outputSalah satu faktor yang menentukan total penerimaan produsen adalah perubahanpermintaan. Untuk mengetahui perubahan total penerimaan terhadap perubahanpermintaan ditentukan oleh elastisitas permintaannya. Perbedaan tingkat elastisitaspermintaan akan menentukan besarnya total penerimaan.1. Permintaan ElastisKetika bentuk permintaan suatu barang adalah elastis, maka perubahan kecil dalam hargabarang tersebut akan mengakibatkan perubahan total penerimaan yang relatif lebih besar.Sebagai contoh, perusahaan melakukan kebijakan penurunan harga produknya. Jikabentuk permintaan produk tersebut adalah elastis berarti konsumen sangat responsifterhadap perubahan harga. Penurunan harga walaupun kecil akan direspon olehkonsumen dengan membeli barang tersebut dalam jumlah yang relatif banyak. Denganbentuk permintaan yang elastis, maka keputusan produsen untuk menurunkan hargaproduknya akan potensial meningkatkan total penerimaan.2. Permintaan InelastisDengan bentuk permintaan yang inelastik, perubahan harga hanya memberikan pengaruhyang kecil terhadap perubahan barang yang diminta, sehingga apabila produsenmenetapkan kenaikan harga yang cukup tinggi sekalipun, permintaan terhadap barangtersebut tidak terlalu berubah. Pada kondisi ini, produsen dapat memperoleh tambahanpenerimaan dengan menaikkan harga.3. Permintaan Elastis UniterApabila permintaan suatu barang adalah elastis uniter maka kenaikan (penurunan) hargaakan direspon secara proporsional dengan penurunan (peningkatan) jumlah yang diminta.Oleh karena itu, baik produsen melakukan peningkatan atau penurunan harga, jikaelastisitas barang adalah elastis uniter maka total penerimaannya konstan. Dengan katalain, peningkatan ataupun penurunan harga tidak merubah total penerimaan produsen.
  6. 6. Hubungan antara elastisitas permintaan terhadap total penerimaan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Hubungan antara Elastisitas Permintaan dengan Total Penerimaan Bentuk Nilai Elastisitas Harga Dampak Kenaikan Dampak Penurunan Harga Permintaa Harga n Elastis εh > 1 (%ΔQ > %ΔP) Penerimaan menurun Penerimaan meningkat Elastisitas εh = 1 (%ΔQ = %ΔP) Penerimaan tetap Penerimaan tetap Uniter In elastis εh < 1 (%ΔQ < %ΔP) Penerimaan meningkat Penerimaan menurun Elastisitas Penghasilan (Income Elasticity of Demand) Permintaan (pembelian) suatu barang atau jasa oleh konsumen dipengaruhi oleh perubahan penghasilan konsumen yang bersangkutan, baik dalam pengertian nominal maupun riil. Suatu konsep untuk mengukur derajat respons perubahan permintaan terhadap adanya perubahan penghasilan adalah elastisitas penghasilan. Dalam kasus sederhana, fungsi permintaan dapat dinotasikan sebagai berikut. Q = f (P, I) Keterangan: Q: fungsi permintaan P: tingkat harga I: penghasilan konsumen Dalam konsep elastisitas penghasilan, asumsi bahwa penghasilan konsumen konstan dihilangkan. Oleh karena itu, elastisitas penghasilan merupakan tingkat perubahan relatif dari jumlah barang yagn diminta konsumen karena adanya perubahan penghasilan. Elastisitas penghasilan dapat didefinisiakan sebagai derajat sensitivitas perubahan permintaan sebagai akibat dari perubahan penghasilan seorang konsumen. Secara matematis, elastisitas penghasilan didefinisikan sebagai persentase perubahan dalam jumlah barang yang diminta (Qx) dibagi dengan persentase perubahan dalam penghasilan (I). Pada dasarnya terdapat tiga macam elastisitas penghasilan, yaitu: elastisitas positif, negatif, dan nol. Untuk penjelasan lebih lanjut dapat disimak sebagai berikut.1. Elastisitas penghasilan yang bernilai positif dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
  7. 7. (a) Elastisitas penghasilan uniter yaitu ketika peningkatan dalam penghasilan direspon oleh konsumen dengan peningkatan permintaan secara proporsional. Perubahan permintaan yang positif akan memberikan elastisitas penghasilan yang positif pula. Dalam hal ini elastisitas sama dengan satu (E = 1). Sebagai contoh jika penghasilan konsumen meningkat sebesar 50 persen maka akan diimbangi dengan peningkatan permintaan sebesar 50 persen.(b) Elastisitas penghasilan inelastis yaitu jika perubahan penghasilan sebesar 1 persen menyebabkan perubahan permintaan kurang dari 1 persen. Secara matematis, koefisien elastisitas penghasilan inelastis bernilai kurang dari 1 tetapi positif (0 < E <1).(c) Elastisitas penghasilan dikatakan elastis jika perubahan penghasilan sebesar 1 persen menyebabkan perubahan permintaan lebih dari 1 persen. Nilai elastisitas penghasilan tipe ini lebih dari satu (E > 1).2. Elastisitas penghasilan yang bernilai negatif. Hal ini berarti bahwa kenaikan jumlah penghasilan justru mengakibatkan permintaan terhadap suatu barang menurun.3. Elastisitas penghasilan bernilai nol. Ketika penghasilan meningkat, jumlah barang yang diminta tidak mengalami perubahan. Berapa pun perubahan penghasilan tidak akan merubah permintaan (konsumsi) barang tersebut. Berdasarkan besarnya koefisien elastisitas penghasilan, suatu barang dapat dikelompokkan ke dalam barang mewah, barang normal, atau barang inferior. Tabel 2 Interpretasi Elastisitas Penghasilan
  8. 8. Elastisitas Silang(Cross Elasticity)Elastisitas silang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadapperubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut.Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap. Terdapat tigamacam respons prubahan permintaan suatu barang (misal barang A) karena perubahanharga barang lain (barang B), yaitu: positif, negatif, dan nol. 1. Elastisitas silang positif. Peningkatan harga barang A menyebabkan peningkatan jumlah permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga kopi meningkatkan permintaan terhadap teh. Kopi dan teh merupakan dua barang yang dapat saling menggantikan (barang substitutif). 2. Elastisitas silang negatif. Peningkatan harga barang A mengakibatkan turunnya permintaan barang B. Sebagai contoh, peningkatan harga bensin mengakibatkan penurunan permintaan terhadap kendaraan bermotor. Kedua barang tersebut bersifat komplementer (pelengkap). 3. Elastisitas silang nol. Peningkatan harga barang A tidak akan mengakibatkan perubahan permintaan barang B. Dalam kaus semacam ini, kedua macam barang tidak saling berkaitan. Sebagai contoh, kenaikan harga kopi tidak akan berpengaruh terhadap permintaan kendaraan bermotor.Hubungan antarbarang berdasarkan nilai elastisitas silang dapat dilihat pada Tabel 3berikut. Tabel 3 Interpretasi Elastisitas Silang
  9. 9. Pengukuran Elastisitas SilangElastisitas silang barang A = Prbhn permintaan barang A ÷ Perubahan.harga barang B Permintaan barang A mula-mula Harga barang B mula**Elastisitas silang barang X = % perubahan permintaan barang X % perubahan harga barang YContoh Pengukuran Elastisitas SiangHarga mobil rata-rata naik dari Rp90 juta menjadi Rp100 juta, sedangkan permintaansepeda motor mengalami peningkatan dari 100 unit menjadi 127 unit. Berapa nilaielastisitas silang antara mobil dengan sepeda motor dan bagaimana hubungan keduabarang tersebut dapat dihitung sebagai berikut.Elastisitas silang = Perubahan kuantitas sepeda motor ÷ Perubahan harga mobil Kuantitas sepeda motor mula-mula Harga mobil mula-mula = (127 – 100) ÷ (100 juta – 90 juta) 100 90 juta = 27 : 10 juta = 27 : 1 = 27 x 9 = 243 = 2,43 100 90 juta 100 9 100 1 100
  10. 10. Perhitungan Koefisien Elastisitas PermintaanUntuk membedakan elastisitas permintaan digunakan ukuran berdasarkan besar/ kecilnyatingkat koefisien elastisitasnya.Hasil perhitungan koefisien elastisitas permintaan selalu negatif, karena berbandingterbalik antara harga barang dengan jumlah permintaan.Beberapa cara untuk menghitung koefisien elastisitas permintaan: Membandingkan antara % perubahan jumlah permintaan dengan % perubahan1. harga Perubahan permintaan = 900 unit - 1.000 unit = - 100 unit. Perubahan harga Rp.960,00 - Rp.800,00 = Rp.160,002. Dengan rumus:
  11. 11. 3. Dengan rumus:Elastisitas Penawaran (Price Elasticity of Supply)Elastisitas penawaran adalah tingkat perubahan penawaran atas barang dan jasa yangdiakibatkan karena adanya perubahan harga barang dan jasa tersebut. Untuk mengukur
  12. 12. besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut diukur dengan angka-angka yang disebutkoefisien elastisitas penawaran.Macam-macam Elastisitas PenawaranSeperti dalam permintaan, elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi lima macam,yaitu :1. Penawaran Inelastis Sempurna (E = 0)Penawaran inelastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjaditidakberpengaruh terhadap jumlah penawaran. Kurva penawaran sejajar dengan sumbuvertikal Y atau P (tingkat harga). Kondisi ini dapat dilihat dari kurva pada Gambar 62. Penawaran Inelastis (E < 1)Penawaran inelastis terjadi jika perubahan harga kurang berpengaruh pada perubahanpenawaran. Dengan kata lain, jumlah yang ditawarkan relatif tidak sensitif terhadapperubahan harga (Gambar 7).3. Penawaran Elastis Uniter (E = 1)Penawaran elastis uniter terjadi ketika perubahan hargasebanding dengan perubahanjumlah penawaran (Gambar 8)
  13. 13. 4. Penawaran Elastis (E > 1)Penawaran elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yanglebih besar. Penawaran elastis dapat diilustrasikan dengan Gambar 95. Penawaran Elastis Sempurna (E = ~ )Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi samasekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbuhorisontal (X) atau Q (jumlah output yang ditawarkan).Perhitungan Koefisien Elastisitas PenawaranPerhitungan koefisien elastisitas penawaran sama prinsipnya dengan koefisien elastisitaspermintaan. Hasil perhitungan koefisien elastisitas penawaran selalu positif, karenaberbanding lurus antara jumlah penawaran dengan harga barang.Rumus perhitungan koefisien penawaran:
  14. 14. Keterangan:ES = elastisitas penawaran(Q = perubahan jumlah penawaranQ = jumlah penawaran sebelum berubahQ1 = jumlah penawaran setelah berubah(P = perubahan hargaP = harga sebelum berubahP1 = harga setelah berubahContoh:
  15. 15. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran1. Sifat ketahanan barangApabila suatu barang tidak tahan lama (mudah rusak/membusuk) seperti halnya hasil-hasil pertanian, maka barang tersebut cenderung memiliki penawaran yang inelastis.Barang tersebut biasanya tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga. Sebagai contoh,peningkatan harga sayuran tidak serta merta mengakibatkan perubahan (kenaikan) jumlahbarang yang ditawarkan.2. Biaya dan kemudahan penyimpanan barangBarang dengan biaya penyimpanan yang mahal cenderung memiliki derajat elastisitaspenawaran yang rendah.3. WaktuDalam jangka pendek, penawaran cenderung inelastis karena tidak mudah bagi produsenuntuk menyesuaikan jumlah barang yang ditawarkan secara cepat sebagai respon dari
  16. 16. perubahan harga. Sementara itu, dalam jangka panjang, penawaran akan lebih responsifterhadap perubahan harga sehingga penawarannya lebih elastis.4. Sifat alamiah suatu barangProduk-produk primer memiliki elastisitas yang rendah (inelastis) dibandingkan denganproduk-produk manufaktur yang memiliki elastisitas penawaran yang tinggi (elastis)relatif terhadap perubahan harga.
  17. 17. KESIMPULAN :Faktor Penentu Elastisitas PermintaanAda empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :1. Produk substitusi.Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal inidikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadikenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadapperubahan harga.2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produktersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akanmembebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangipermintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.3. Produk mewah versus kebutuhan.Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangatmembutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya,kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akanproduk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dansubstitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkanpermintaan.4. Jangka waktu permintaan dianalisis.Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatuproduk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belumdisadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi.Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akanpindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dandesain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah keproduk lain.Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen)Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjualataupun produsen. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut :1. Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi
  18. 18. kuantitas yang diminta atas barang. Dengan demikian, kenaikan harga akanmeningkatkan total penerimaan, vice versa.2. Permintaan tidak elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dariprosentase perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan harga akan meningkatkan totalpenerimaan penjual/produsen, vice versa.3. Permintaan uniter elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahanharga. Dengan demikian, tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan.4. Permintaan elastis (> 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dariprosentase perubahan harga. Oleh karenanya, kenaikan harga akan menurunkan totalpenerimaan penjual/produsen, vice versa.5. Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), kenaikan harga akan menyebabkanpermintaan turun jadi 0. Oleh karenanya, kenaikan harga sekecil apapun akanmenghilangkan total penerimaan. Sementara penurunan harga akan menurunkan totalpenerimaan.Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan inidapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk.Elastisitas Permintaan SilangElastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atassebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya. Perhitungannya adalah sebagaiberikut :Keterangan :EA,B = elastisitas silang antara produk A dan BP1B = harga awal produk BP2B = harga produk B setelah perubahanΔQA = kenaikan permintaan produk AQ1A = kuantitas permintaan awal produk AQ2A = kuantitas permintaan produk A setelah harga produk B berubahΔPB = kenaikan harga produk BElastisitas silang berhubungan dengan karakteristik kedua produk, yaitu :1. Produk substitusi.Elastisitas permintaan silang adalah positif, dimana kenaikan harga produk A akanmenaikkan permintaan atas produk B. Contoh produk substitusi : minyak tanah dan kayubakar, makanan ringan yang tersedia dalam berbagai merek, beras berkualitas samamereak A dan B, dan lain sebagainya.2. Produk komplementer.
  19. 19. Elastisitas permintaan silang adalah negatif , dimana kenaikan harga produk A akanmenurunkan permintaan produk B, vice versa. Contoh produk komplementer misalnyabensin dan mobil (mobil tidak dapat digunakan tanpa bensin). Jika harga bensin naik,permintaan akan mobil akan cenderung turun.Elastisitas Permintaan Pendapatan (pembeli/konsumen)Elastisitas permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan) mengukur bagaimana kuantitaspermintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli. Rumus perhitungannyaadalah :Elastisitas pendapatan = % perubahan kuantitas diminta / % perubahanpendapatanElastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk, yaitu :1. Produk normal.Elastisitas pendapatan adalah positif. Misalnya, permintaan akan produk normal akanmeningkat jika pendapatan meningkat. Contoh ekstrimnya adalah beras, dapat digantikandengan ubi sebagai produk inferiornya.2. Produk inferior.Elastisitas pendapatan adalah negatif. Misalnya, permintaan akan produk inferior akanmenurun jika pendapatan meningkat.B. Elastisitas Harga PenawaranElastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasaberubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentaseperubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahanharga.Koefisien Elastisitas PenawaranPerhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid pointadalah sebagai berikut :Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,AtauKeterangan :ES = Elastisitas penawaran
  20. 20. Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahanQ1 = Kuantitas penawaran awalP2 = Harga setelah perubahanP1 = Harga awalJenis-jenis Elastisitas PenawaranAda lima jenis elastisitas penawaran :1. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambahpada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.2. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dariperubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecilterhadap penawaran.3. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama denganperubahan harga.4. Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahanharga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadappenawaran.5. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplaiberarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplaipada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.Faktor Penentu Elastisitas PenawaranAda dua faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu :1. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi.Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. Penawaran akan cenderung tidakelastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi :- Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saatini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan satuunit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalamskala tidak ekonomis.- Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akanmemerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.2. Jangka waktu analisis.
  21. 21. Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga :- Jangka waktu yang sangat singkat. Pada jangka waktu yang sangat singkat,penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran menjaditidak elastis sempurna.- Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namunperusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia denganmemanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Hasilnya, penawaran dapat dinaikkandalam prosentase yang relatif kecil, sehingga penawaran tidak elastis.- Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan dalamjangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastis.3. Stok persediaan.Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segeramemenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada.4. Kemudahan substitusi faktor produksi/input.Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastispenawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsenmemenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebihfleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.

×