Ekman konsep dasar perilaku konsumen2 (kuliah ke 7)

14,238 views

Published on

Published in: Technology, Economy & Finance
1 Comment
4 Likes
Statistics
Notes
  • mba mau tanya nih
    berkaitan sama slide yang 'Ekman konsep dasar perilaku konsumen2 (kuliah ke 7)'

    untuk penyelesaian pertanyaan soal no 2 slide no 25 itu gimana ya?..
    hehe trimakasih sebelumnya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
14,238
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
380
Comments
1
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ekman konsep dasar perilaku konsumen2 (kuliah ke 7)

  1. 1. ORDINAL APPROACH (Pendekatan Indiferensi) <ul><li>Apabila fungsi utilitas kosumen dalam mengkonsumsi 2 barang sebagai berikut : U = f (X,Y), maka pada gambar dibawah ini terlihat bahwa semua barang yang berada di daerah yang diberi arsir lebih disukai dari kombinasi (X* , Y*) atau pada titik A, karena kombinasi (X,Y) dalam arsir yaitu titik B (Xb,Yb) memberikan jumlah yang lebih banyak setidaknya untuk satu barang. </li></ul><ul><li>Sedangkan kombinasi (X,Y) yang berada dibawah kombinasi (X*,Y*) yaitu titik C(Xc,Yc) memberikan tingkat utilitas yang lebih buruk, karena memiliki kombinasi (X,Y) dengan jumlah yang lebih sedikit. </li></ul><ul><li>Namun kombinasi di dua bidang lain yaitu titik D(Xd,Yd) dan E(Xe,Ye) sulit dibandingkan dengan kombinasi A(X*,Y*) karena keduanya memuat jumlah yang lebih sedikit setidaknya untuk satu barang dan memberi jumlah yang lebih banyak untuk barang lain sehingga timbullah subtitusi marginal atau pertukaran antara satu barang dengan barang yang lain. </li></ul>
  2. 2. Indifference Curve A (X*, Y*) B (Xb,Yb) C (Xc,Yc) D(Xd,Yd) E(Xe,Ye) 0 Xc,Xe X* Xb,Xd Barang X Barang Y Yb,Ye Y* Yc,Yd
  3. 3. Indifference Curve <ul><li>Definisi : </li></ul><ul><li>Kurva yang menunjukkan kombinasi dari 2 barang yang dikonsumsi yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi konsumen. </li></ul><ul><li>Asumsi : </li></ul><ul><li>1. Konsumen mempunyai pola preferensi yang digambarkan pada kurva indeferen (indeference map). </li></ul><ul><li>2. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu </li></ul><ul><li>3. Konsumen berusaha mencapai kepuasan yang maksimum </li></ul><ul><li>4. Hanya mengkonsumsi 2 jenis barang </li></ul>
  4. 4. Sifat-sifat Indifference Curve <ul><li>1. Mempunyai kemiringan negative (turun dari kiri atas ke kanan bawah) </li></ul><ul><li>2. Cembung ke arah titik origin (0), disebabkan adanya Marginal Rate of Subtitution of X from Y = MRS xy = - δ Y/ δ X = Tingkat batas penggantian X dari Y, yaitu jumlah barang Y yang harus dikorbankan untuk menambah mengkonsumsi per 1 unit barang X untuk mempertahankan tingkat kepuasan yang sama. </li></ul><ul><li>3. Kurva indeferen tidak boleh berpotongan </li></ul><ul><li>4. Kurva indeferen yang terletak disebelah kanan atas menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. </li></ul>
  5. 5. <ul><li>Contoh : </li></ul><ul><li>Diketahui fungsi Utilitas konsumen sbb: </li></ul><ul><li>U = f (X,Y) dimana U = X.Y, apabila Utilitas yang diinginkan sebesar U = 100, maka : </li></ul>Titik Kombinasi Barang X Barang Y MRS XY A 1 100 - B 2 50 - 50 C 3 33,3 -16,7 D 4 25 -8,3
  6. 6. <ul><li>Indifference Curve </li></ul>Barang Y 100 A B C D 50 33,3 25 0 Slope IC : MRSxy = - δ Y/ δ X IC=U=100 Barang X 1 2 3 4 Indifference Curve adalah Kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dari dua barang yang dikonsumsi konsumen yang menghasilkan kepuasan sama
  7. 7. Sifat-sifat Indifference Curve <ul><li>Semakin menjauhi titik 0, menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin besar </li></ul><ul><li>Tidak Boleh saling berpotongan, karena melanggar transitivitas. </li></ul>0 Y X IC1 IC2 Y 0 X A B C Ket : UA = UB dan UB = UC, tetapi UA ≠ UC Ket : IC1 < IC2
  8. 8. BUDGET LINE (Garis Anggaran) <ul><li>Definisi : </li></ul><ul><li>Garis atau kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dua barang yang dapat dikonsumsi oleh seorang konsumen dengan anggaran atau dana yang sama. </li></ul><ul><li>Fungsi Anggaran : </li></ul><ul><li>I = Px. X + Py. Y </li></ul><ul><li>Y = I/Py – Px/Py . X </li></ul><ul><li>d imana : </li></ul><ul><li>I/Py adalah Intersep/titik potong pada sumbu vertikal </li></ul><ul><li>Px/Py adalah Nilai koefisien yang menunjukkan slope atau kemiringan dari garis anggaran. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>BUDGET LINE atau Garis Anggaran </li></ul>Barang X Barang Y I/Py I/Px Slope BL : -Px/Py BL Y1 Y2 X1 X2 δ Y δ X 0
  10. 10. Pergeseran Garis Anggaran <ul><li>Perubahan Pendapatan, dengan asumsi Px dan Py tetap </li></ul><ul><li>Perubahan seluruh harga secara proporsional dengan asumsi pendapatan tetap </li></ul><ul><li>Perubahan harga relative (Px/Py) yang disebabkan perubahan salah satu barang sedangkan harga barang lain dan pendapatan tetap. </li></ul>
  11. 11. Garis Anggaran <ul><li>Contoh Soal : </li></ul><ul><li>Io = 1.000 ; Px = 10 ; Py= 20 </li></ul><ul><li>Fungsi Anggaran : </li></ul><ul><li>Y = 1.000/20 -10/20 . X </li></ul><ul><li>Y = 50 – 0.5 X </li></ul><ul><li>X </li></ul><ul><li>0 </li></ul><ul><li>100 </li></ul>Y X 50 0 100 BLo X 0 100 Y 50 0
  12. 12. A. Pergeseran Garis Anggaran : Perubahan Pendapatan <ul><li>Apabila : </li></ul><ul><li>I1 = 1.500 ; Px = 10 ; Py= 20 </li></ul><ul><li>Fungsi Anggaran : </li></ul><ul><li>Y = 1.500/20 -10/20 . X </li></ul><ul><li>Y = 75 – 0.5 X </li></ul><ul><li>100 </li></ul>Y X 50 0 100 BLo BL1 75 150 Pergeseran secara sejajar, karena dari fungsi anggaran yang baru menghasilkan perubahan pada interseptnya X 0 150 Y 75 0
  13. 13. B. Pergeseran Garis Anggaran : Perubahan Harga Secara Proporsional <ul><li>Apabila : </li></ul><ul><li>I = 1.000 ; Px = 20 ; Py= 40 </li></ul><ul><li>Fungsi Anggaran : </li></ul><ul><li>Y = 1.000/40 -20/40 . X </li></ul><ul><li>Y = 25 – 0.5 X </li></ul><ul><li>100 </li></ul>Y X 50 0 100 BLo BL2 25 50 Pergeseran secara sejajar, karena dari fungsi anggaran yang baru menghasilkan perubahan pada intersep saja. X 0 50 Y 25 0
  14. 14. C. Pergeseran Garis Anggaran : Perubahan Harga Relatif <ul><li>Apabila : </li></ul><ul><li>I = 1.000 ; Px = 15 ; Py= 20 </li></ul><ul><li>Fungsi Anggaran : </li></ul><ul><li>Y = 1.000/20 -15/20 . X </li></ul><ul><li>Y = 50 – 0.75 X </li></ul><ul><li>0 </li></ul><ul><li>100 </li></ul>Y X 50 0 100 BLo BL2 66,7 Pergeseran secara rotasi, karena dari fungsi anggaran yang baru menghasilkan perubahan pada slopenya saja. X 0 66,7 Y 50 0
  15. 15. Keseimbangan Konsumen <ul><li>Tujuan : Memaksimumkan Kepuasan </li></ul>BL IC E X Y Y1 X1 0 <ul><li>Syarat Kepuasan Maksimum : </li></ul><ul><li>Persinggungan BL dan IC </li></ul><ul><li>Slope BL = Slope IC </li></ul><ul><li>- Px/Py = MRS XY = - δ Y/ δ X </li></ul>
  16. 16. Hubungan antara Marginal Utility (MU) dan Marginal Rate Of Subtitution (MRS) <ul><li>Diketahui : U = f (X,Y) </li></ul><ul><li>δU = δU/∂ X . δ X + δU/∂Y . δ Y = 0 </li></ul><ul><li>- δ Y = δU/∂ X = MUx </li></ul><ul><li>δ X δU/∂Y MUy </li></ul><ul><li>Sehingga : MRSxy = MUx/MUy </li></ul><ul><li>Apabila Keseimbangan konsumen : </li></ul><ul><li>Px/Py = - δ Y/ δ X = MRS xy = MUx/MUy , maka : </li></ul>MUx/MUy = Px/Py atau MUx/Px = MUy/Py
  17. 17. PCC dan Demand Curve <ul><li>PRICE CONSUPTION CURVE (PCC) </li></ul><ul><li>Kurva Konsumsi-Harga adalah Kurva yang menghubungkan titik keseimbangan konsumen pada berbagai perubahan harga relative dimana pendapatan konsumen tetap. </li></ul><ul><li>Demand Curva </li></ul><ul><li>Kurva yang menunjukkan jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga </li></ul>
  18. 18. IC2 IC1 BL2 BL1 DX X Y X1 X2 Kuantitas Barang X X1 X2 Harga (P) P1 P2 E1 E2 Y1 Y2 PCC PCC dan Demand Curve A B Ket : Kasus Harga Barang X turun
  19. 19. I CC dan ENGEL C URVE <ul><li>INCOME CONSUPTION CURVE (ICC) </li></ul><ul><li>Kurva Konsumsi-Pendapatan adalah Kurva yang menghubungkan titik keseimbangan konsumen pada berbagai perubahan pendapatan dimana harga kedua barang tetap. </li></ul><ul><li>ENGEL CURVE </li></ul><ul><li>Kurva yang menunjukkan jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat pendapatan </li></ul><ul><li>Penemu : Christian Lorenz Ernst Engel (Jerman, abad 19) </li></ul>
  20. 20. ICC dan ENGEL CURVE Y ICC IC2 IC1 BL2 BL1 X I Engel Curve X X1 X2 X1 X2 Y2 Y1 E2 E1 I1 I2 0 0
  21. 21. Subtitution Effect dan Income Effect <ul><li>Efek Subtitusi (Subtitution Effect= SE) </li></ul><ul><li>Perubahan konsumsi suatu barang karena adanya subtitusi barang lain sebagai akibat perubahan harga relatif dengan asumsi tingkat kepuasan dan pendapatan tetap. </li></ul><ul><li>Efek Pendapatan (Income Effect= IE) </li></ul><ul><li>Perubahan konsumsi suatu barang akibat adanya perubahan pendapatan riil konsumen yang disebabkan perubahan harga relatif </li></ul>
  22. 22. Efek Substitusi karena Perubahan Harga: Contohnya suatu keluarga biasa mengkonsumsi kue pukis dan es jeruk. Dalam sebulannya, keluarga tersebut menganggarkan Rp 285.500 untuk konsumsi es jeruk dan kue pukis.
  23. 23. Efek Pendapatan Karena Perubahan Harga
  24. 24. Soal 1. (Sumber: Gasperz, 2001) <ul><li>BUDI adalah seorang mahasiswa S1 Administrasi Niaga FISIP UI, memiliki anggaran pengeluaran bulanan yang terbatas dan hanya meng-konsumsi makanan tradisional (X) dengan harga Rp. 5000 per porsi dan makanan cepat-saji/fastfood (Y) dengan harga Rp. 6000 per porsi. Makanan tradisional yang dikonsumsi oleh Budi terakhir kali menambah 100 util pada skedul utilitasnya, sedangkan makanan cepat-saji yang dikonsumsi oleh Budi terakhir kali menambah 125 util pada skedul utilitasnya. </li></ul><ul><li>a. Apakah BUDI telah melakukan kombinasi pilihan makanan tradisional (X) dan makanan cepatsaji (Y) selama ini untuk memaksimumkan utilitas atau kepuasan totalnya? Berikan alasan atas jawaban Anda itu. </li></ul><ul><li>b. Tindakan apa yang harus dilakukan BUDI agar dalam kondisi seperti di atas dapat memaksimumkan utilitas atau kepuasan totalnya? Berikan jawaban Anda dengan mengacu pada konsep memaksimumkan kepuasan konsumen. </li></ul>
  25. 25. Soal 2. (Sumber: Gasperz, 2001) <ul><li>LANNY segera menempuh ujian tiga mata kuliah, yaitu: Teon Ekonomi Mikro, Matematika, dan Statistika. Waktu belajar yang tersisa hanya enam jam efektif. Utilitas atau kepuasan total LANNY dalam hal ini, adalah memperoleh nilai rata-rata setinggi mungkin dalam tiga mata kuliah itu agar dapat dijinkan untuk mengambil mata kuliah Ekonomi Manajenal pada semester benkut. Persyaratan untuk mengikuti mata kuliah Ekonomi Manajerial adalah apabila nilai rata-rata dan ketiga mata kuliah tersebut sama dengan atau lebih besar daripada 70. Keputusan manajerial LANNY dalam hal ini adalah bagaimana menentukan kombinasi pilihan waktu belajar untuk ketiga mata kuliah itu agar memperoleh kepuasan maksimum (nilai rata-rata maksimum) berdasarkan waktu belajar yang terbatas (6 jam efektif). Berdasarkan perkiraan pada semester lalu yang memiliki tingkat ketepatan sangat baik, LANNY mampu memperkirakan bahwa nilai-nilai ujian yang akan diperoleh tergantung pada waktu yang dialokasikan pada setiap mata kuliah itu. Skedul alokasi waktu dan perkiraan nilai ujian yang akan diperoleh dari ketiga mata kuliah itu di-tunjukkan dalam Tabel 1. </li></ul>
  26. 26. Tabel. Alokasi Waktu dan Perkiraan Nilai Ujian dari Tiga Mata Kuliah
  27. 27. Pertanyaan: <ul><li>a. Tentukan bagaimana LANNY harus mengalokasikan waktu belajar yang efektif dari ketiga mata kuliah di atas agar memberikan kepuasan total maksimum? </li></ul><ul><li>b. Berapa perkiraan nilai rata-rata ujian dari ketiga mata kuliah di atas, berdasarkan pilihan alokasi waktu belajar yang ditetapkan oleh LANNY? </li></ul><ul><li>c. Apakah LANNY memiliki peluang untuk dapat mengikuti kuliah Ekonomi Manajenal pada semester berikut berdasarkan keputusan manajerial yang diambil oleh LANNY di atas. </li></ul>
  28. 28. Soal 3. (Sumber: Gasperz, 2001) <ul><li>PT. Makara Consulting adalah sebuah perusahaan konsultan dan riset pasar yang memiliki reputasi tinggi karena keandalan informasi yang diberikan dalam pembuatan keputusan manajerial oleh PT. ABC, produsen bumbu masak merk OKE. Bagian periklanan PT. ABC memiliki tiga pilihan media iklan yaitu menggunakan: televisi, radio, dan surat kabar. Anggaran pengeluaran iklan dari PT. ABC adalah sebesar US$2.300 per minggu. PT. ABC ingin memaksimumkan utilitas atau kepuasan total berupa maksimum unit bumbu masak yang terjual di pasar. Hasil pendugaan tentang kenaikan penjualan mingguan berdasarkan riset pasar yang dilakukan oleh PT. INDONESIA EMAS dari setiap media iklan ditunjukkan dalam Tabel 2. </li></ul>
  29. 30. Pertanyaan: <ul><li>a. Bagaimana PT. ABC harus mengalokasikan anggaran pengeluaran iklan di antara tiga pilihan media iklan itu? </li></ul><ul><li>Tunjukkan bahwa pilihan alokasi di atas akan memaksimumkan utilitas atau kepuasan total PT. ABC berupa maksimum penjualan bumbu masak merk OKE per minggu. Berapa total penjualan bumbu masak per minggu? </li></ul><ul><li>c. Jika anggaran pengeluaran iklan dari PT. ABC diturunkan menjadi US$1.100 per minggu, sedangkan harga (biaya) pemasangan iklan pada ketiga media itu konstan, bagaimana alokasi pilihan dari tiga media iklan itu agar memaksimumkan utilitas atau kepuasan total berupa maksimum kenaikan penjualan bumbu masak. Berapa total penjualan bumbu masak per minggu setelah penurunan anggaran pengeluaran iklan dari PT. ABC itu? </li></ul>

×