Jurnal Tugas Mata Kuliah Seminar

1,111 views

Published on

Published in: Business
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,111
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
6
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal Tugas Mata Kuliah Seminar

  1. 1. ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS LUBUK BUAYA KOTA PADANG Nendy Septi Arniva*, Rezy Mei Second Andes ** *Mahasiswa D3 Statistika, Jurusan Matematika UNP ** Alumni Mahasiswa D3 Statistika, Jurusan Matematika UNP A. PENDAHULUAN karena Puskesmas ini telah dilengkapi dengan Unit rawat Manusia merupakan faktor kunci keberhasilan suatu pembangunan. Untuk menciptakan manusia yang berkualitas diperlukan manusia yang sehat, sehingga dalam hal ini mutlak diperlukan pembangunan kesehatan. Untuk mendukung pencapaian pembangunan kesehatan pemerintah telah menyediakan beberapa sarana/fasilitas Inap. Dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, Puskesmas Lubuk Buaya masih mempunyai beberapa kendala, diantaranya: a. Obat yang tersedia di Puskesmas dan jaringannya beserta tenaga kesehatannya. Salah satu fasilitas kesehatan adalah obat-obatan untuk pelayanan kesehatan yang banyak dimanfaatkan masyarakat adalah Puskesmas. dasar. Mkandiware (2000) tersedia 70%, Kotrimoksazol 120 mg tersedia 88%, Kotrimoksazol susp tersedia 80%, OT Kat secara keseluruhan, dan tidak terpenuhinya kebutuhan 1 tersedia 80% dan yang paling rendah adalah kesehatan akan dapat membawa dampak negative bagi salep masyarakat terutama di era modern ini. Puskesmas perlu mendapatkan perhatian terutama berkaitan dengan mutu kesehatan Puskesmas. Puskesmas perlu dilengkapi dengan unit rawat inap, dan dituntut untuk selalu meningkatkan keprofesionalan dari para pegawainya serta meningkatkan fasilitas/sarana kesehatannya untuk memberikan keputusan kepada masyarakat pengguna jasa layanan kesehatan. mengenai hanya tersedia 38% b. Adanya unit pelayanan rawat inap ini tentunya akan menambah beban kerja dari Puskesmas Lubuk Buaya sehingga mengharuskan Puskesmas Lubuk Buaya untuk lebih meningkatkan keprofesionalan dari para pegawainya serta meningkatkan fasilitas/sarana kesehatan yang ada, karena untuk menyelenggarakan Unit Rawat Inap bagi sebuah puskesmas bukan suatu hal yang mudah dan membutuhkan komitmen dari Dalam penelitian ini, penulis mencoba melakukan pengukuran 2-4 (http://dinkeskotapadang1.files.wordpress.com) Sebagai ujung tombak pelayanan dan pembangunan pelayanan tingkat B Complek tersedia 94%, Multiviamin syr salah satu prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi maka yang Deksametason inj.ml-2ml tersedia 50%, Vitamin menjadi isu yang penting, karena kesehatan merupakan Indonesia, obat srup kering 125mg/5ml hanya tersedia 40%, Kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar, telah di jenis ketersedianya dibawah 100%, yaitu Amoksisillin dalam (http://pustakan.ut.ac.id/pustakan/pdf) menyatakan bahwa: kesehatan Beberapa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Lubuk Buaya, segenap elemen-elemen di dalm Puskesmas Lubuk Buaya untuk bekerja sama menciptakan
  2. 2. pelayanan kesehatan yang berkualitas (http://dinkeskotapadang1.files.wordpress.com) Pasien yang akan diteliti adalah pasien pada salah satu Data dalam penelitian ini adalah primer yang diperoleh langsung dari pasien yang datang ke Puskesmas Lubuk Buaya Padang. puskesmas yang terletak di Kelurahan batang kabung Adanya Populasi dalam penelitian ini adalah populasi Ganting kecamatan Koto Tangah, yaitu Puskesmas Lubuk yang tak terhingga, dimana populasinya adalah seluruh Buaya. Pada Puskesmas Lubuk Buaya masih ditemukan pasien yang datang ke Puskesmas Lubuk Buaya yang tidak pelayanan-pelayanan yang kurang memuaskan bagi pasien, diketahui jumlahnya pada setiap hari. misalnya sikap dari para karyawan, ketersediaan obatobatan yang belum lengkap serta kapasitas bangunan yang dirasa belum cukup baik. Sehingga bagi Puskesmas, untuk membuat pasien yang datang untuk berobat supaya merasa nyaman saat berada disana seperti apa yang lebih menjadi kepuasan oleh pasien tersebut. Salah satu cara yang digunakan untuk mengetahui tentang kepuasan pasien Sampel penelitian ini adalah proses berobat ke Puskesmas Lubuk Buaya, karena populasi yang banyak serta pasien yang datang tidak dapat ditentukan jumlahnya pada setiap hari, maka penentuan jumlah sampel minimum dalam penelitian ini menggunakan rumus besarnya sampel minimal parker (1997) dalam Eriyanto (2007:292). terhadap suatu produk atau jasa adalah dengan analisis Konjoin. Analisis Konjoin merupakan teknik multivariat yang digunakan untuk menentukan atau memahami bagaimana responden membentuk keputusan pada sebuah produk atau pelayanan berdasarkan pada persyaratan sederhana yang dinilai melalui utilitas pasien tentang suatu produk atau jasa atau ide yang dikombinasikan dari beberapa karakteristik atribut. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “ kombinasi atribut-atribut apa yang dapat memberikan Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah survei dengan cara menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner. Pada kuesioner akan digambarkan atribut-atribut dari kualitas pelayanan. Dalam pengumpulan responden akan mengurutkan/merangking kombinasi setiap level masing-masing atribut berdasarkan tingkat kepuasannya. Dalam penelitian ini, variabel diberikan bentuk atribut dan levelnya. Atribut dari kualitas pelayanan beserta levelnya dapat tergambar pada Tabel 1. TABEL 1. ATRIBUT KUALITAS LAYANAN DAN LEVELNYA kepuasan kepada pasien Puskesmas Lubuk Buaya Padang? Atribut B. METODOLOGI PENELITIAN Level Produk ” Obat-obatan Alat-alat Medis Cepat dan Tepat Ramah dan Menarik Berwawasan luas Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan Karyawan Berdasarkan permasalahan yang diteliti, maka jenis Fasilitas Pelengkap penelitian ini digolongkan kedalam penelitian survei. Menurut Singarimbun (1989:03) penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. data TABEL 2. KOMBINASI LEVEL DARI ATRIBUT KUALITAS PELAYANAN
  3. 3. No Produk Karyawan (1) 1 (2) Obatobatan Obatobatan Obatobatan Obatobatan Obatobatan Obatobatan Obatobatan Obatobatan Obatobatan Alat-alat Medis Alat-alat Medis Alat-alat Medis Alat-alat Medis Alat-alat Medis Alat-alat Medis Alat-alat Medis Alat-alat Medis Alat-alat Medis (3) Cepat dan Tepat Cepat dan Tepat Cepat dan Tepat Ramah dan Menarik Ramah dan Menarik Ramah dan Menarik Berwawasan Luas Berwawasan Luas Berwawasan Luas Cepat dan Tepat Cepat dan Tepat Cepat dan Tepat Ramah dan Menarik Ramah dan Menarik Ramah dan Menarik Berwawasan Luas Berwawasan Luas Berwawasan Luas 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Fasilitas Pelengkap (4) Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan diteliti”. Karena validitas yang digunakan adalah validitas konstruk, maka untuk mengukur kevalidan suatu instrumen penelitian digunakan validator. Menurut Singarimbun dan Effendi (1995:142) “Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat diandalkan”. Bila suatu alat pengukur dipakai beberapa kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukurannya yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik konjoin. Langkah-langkah teknik analisis data, untuk masing-masing tujuan penelitian sebagai berikut: a. Atribut kualitas pelayanan 1) Menentukan persamaan Regresi Linier Berganda Y= + + + + 2) Menentukan nilai utility 3) Menentukan tingkat kepentingan atribut yang paling puas dirasakan pasien. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner diberikan kepada pasien b. yang datang ke Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Kombinasi diambil dari hasil analisis tentang utility level, dengan nilai positif dan nilai paling Uji coba instrument penelitian dilakukan untuk besar. mendapatkan validitas dan reliabilitas instrumen yang akan digunakan sebagai data untuk analisis dalam penarikan Kombinasi atribut kualitas pelayanan c. Melakukan uji validitas dan reliabilitas kesimpulan. Validitas menunjukan sejauh mana suatu alat (instrumen) penelitian mengukur secara tepat apa yang diukur. Salah satu jenis validitas untuk instrumen penelitian yakni validitas konstruk. Menurut Djamaludin (2006:124) “ validitas konstruk adalah kerangka dari suatu konsep ingin Melihat nilai R2, bahwa variansi preferensi y dipengaruhi oeh variansi atribut sebesar R2. C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
  4. 4. 1. Hasil Penelitian a. Dari tabel diatas, terdapat dua kategori nilai utility, yaitu bernilai positif dan Persaman Regresi Linier berganda negatif. Apabila nilai utility bernilai positif, Dengan menggunakan pengkodean stimuli maka dapat dikatakan bahwa level tersebut diperoleh model regresi linier berganda dapat memberikan kepuasan kepada pasien. berikut ini: Jika nilai utility bernilai negatif, artinya level tersebut tidak atau kurang dapat Y = 730,7 + 306 X1 – 52,5 X2 + 34,5 X3 + memberikan 42,3 X4 + 60,7 X5 kepuasan kepada pasien. Semakin nilai tinggi nilai utility-nya, berarti level tersebut merupakan level yang paling Perameter diestimasi sebagai berikut: puas dari atribut bersangkutan. Secara b0 = 730,7 b3 = 34,5 b1 = 306 b2 = -52,5 umum dalam hal produk pasien Puskesmas Lubuk Buaya lebih mementingkan atau b4 = 42,3 merasakan puas terhadap produk obatobatan yaitu dengan nilai utility sebesar b5 = 60,7 153, karena produk obat-obatan mempunyai Setelah koefisien dugaan diperoleh, nilai utility paling tinggi, sehingga dapat maka selanjutnya mencari nilai utility. b. diketahui kepuasan kepada pasien adalah produk obat-obatan lebih di pilih pasien Nilai utility setiap Level dibanding alat-alat medis. Sedangkan untuk Nilai utility yang dihitung di sini adalah karyawan, utilitas paling tinggi (skor 6) nilai yang dimiliki karyawan yang berwawasan luas. merupakan gabungan dari pendapat semua Artinya pasien lebih merasakan kepuasan responden. terhadap karyawan yang berwawasan luas. utility agregat (umum) Serta TABEL 3. NILAI UTILITY LEVEL fasilitas pelengkap yang harus disediakan dan memadai adalah ruang ATRIBUT LEVEL Deskripsi Produk Karyawan Fasilitas Pelengkap Obat-obatan Alat medis Cepat dan Tepat Ramah dan Menarik Berwawasan Luas Tempat Parkir Ruang Tunggu Pendingin Ruangan Utilitas Lambang Estimate 153 -153 -47,5 -13 6 8 26,4 -37,67 tunggu. c. Tingkat Kepentingan Atribut Tingkat kepentingan atribut menunjukan atribut mana yang pertama kali dievaluasi oleh pasien dalam memilih puskesmas yang akan didatangi untuk berobat. Setelah memperoleh nilai utility masing-masing level pada atribut, penghitungan tingkat kepentingan atribut baru dapat dilakukan. TABEL.4 TINGKAT KEPENTINGAN ATRIBUT
  5. 5. Atribut Tingkat Kepentingan Produk Karyawan Fasilitas Pelengkap dipengaruhi oleh atribut-atribut kualitas Tingkat kepentingan Relatif 72.24% 12.63% 15.12% 306 53.5 64.07 yang digunakan. Selain itu untuk menguji kevalidan antara kombinasi atribut dengan data yang diperoleh berdasarkan pendapat responden dapat dilakukan dengan menggunakan Koefisien Korelasi Pearson Kombinasi atribut yang paling memberikan (R). Nilai Koefisien R adalah 98.9%, kepuasan kepada pasien d. artinya data hasil penghitungan dari model regresi berkorelasi sangat kuat dengan data Dari Tabel 3 dperoleh 1) untuk atribut yang produk, diperoleh obat-obatan sebagai level diperoleh berdasarkan pendapat pasien. Kemudian bila dilihat dari nilai yang dapat memberikan kepuasan kepada signifikannya, terlihat bahwa 0.000 < 0.05 pasien, 2) untuk atribut karyawan, diperoleh yang dapat disimpulkan bahwa ada korelasi berwawasan luas sebagai level yang dapat yang sangat kuat antara penilaian actual memberikan kepuasan kepada pasien, 3) responden terhadap 18 stimuli yang ada. untuk atribut fasilitas, diperoleh ruang tunggu sebagai level yang dapat memberikan kepuasan kepada pasien. e. 2. Pembahasan Dari analisis, produk yang paling dirasakan puas pada pasien puskesmas adalah obat-obatan, Uji Validitas dan Reliabilitas diikuti dengan produk alat-alat medis. Untuk Untuk menguji valid atau sahihnya hasil dalam analisis Konjoin, digunakan nilai Koefisien determinasi Berganda (R2). Pada analisis Konjoin menggunakan Regresi maka nilai Koefisien Determinasi Berganda akan menunjukkan ketepatan model atau seberapa besar atribut Produk, Karyawan dan Fasilitas Pelengkap mampu menerangkan atau mempengaruhi preferensi pasien. atribut karyawan, pasien secara umum lebih puas terhadap karyawan yang berwawasan luas dalam memberikan pelayanan, sedangkan keramahan dan penampilan menarik menjadi bahan evaluasi kedua bagi pasien, diikuti dengan cepat dan tepat melayani pasien sebagai evaluasi terakhir, karena mungkin menurut pasien cepat dan tepat karyawan tidak terlalu penting asalkan mereka berwawasan luas memberikan pemintaan pasien. Kemudian fasilitas yang paling penting bagi Nilai Koefisien Determinasi Berganda pasien secara umum adalah ruang tunggu, bila semakin ruang tunggu tidak memadai dan tidak mampu Koefisien menampung pasien terutama untuk puskesmas Determinasi Berganda yang diperoleh maka yang berada dipinggir jalan. Tempat parkir modelnya merupakan (R2) sebesar mendekati 0.999 100% semakin (99.9%), nilai baik dan layak pertimbangan selanjutnya bagi digunakan. Artinya kita dapat percaya pasien, dan diikuti dengan pendingin ruangan. bahwa variasi preferensi pasien 99.9% Sehingga kombinasi atribut yang paling dipuas
  6. 6. bagi pasien secara umum adalah produk obat- luas, serta menyediakan ruang tunggu yang obatan dengan karyawan yang berwawasan luas memadai untuk kenyamanan pasien. serta menyediakan ruang tunggu tang memadai 2. untuk pasien. Proses selanjutnya Saran a. adalah menganalisa Peneliti menyarankan kepada pihak puskesmas untuk lebih meningkatkan lagi tingkat kepentingan atribut. Dalam hal ini produk mutu merupakan hal yang sangat diperhatikan oleh pelayanan yang diberikan pada karyawan kepada pasien. pasien. Perbandingan karyawan dan fasilitas pelengkap menunjukkan bahwa pasien lebih b. Pihak puskesmas agar lebih memperhatikan memilih atribut fasilitas pelengkap dibandingkan kualitas produk dan ketersediaan produk- dengan Pelayanan produk yang dibutuhkan oleh pasien, karena dengan dari hasil penelitian produk merupakan pelayanan karyawan. Sebagai atribut terpenting pertimbangan terpenting bagi pasien dalam yang diperhatikan pasien, pihak puskesmas harus memilih puskesmas yang akan didatangi. pelayanan karyawan karyawan. adalah atribut terakgir memperhatikan kelengkapan produk dengan c. mutu terbaik yang diinginkan oleh pasien. Agar peneliti menggunakan selanjutnya analisis dapat konjoin dalam permasalahan yang sesuai serta dapat berguna bagi masyarakat dan lembaga D. KESIMPULAN DAN SARAN 1. tertentu. Kesimpulan a. DAFTAR PUSTAKA Level atribut yang paling pauas dirasakan pasien alaha obat-obatan yang memadai sesuai kebutuhan. Atribut yang [1] [2] dari segi produk yang disediakan di Puskesmas, namun pelayanan menjadi puskesmas perhatian bagi sangat perlu untuk [3] [4] kepuasan kepada pasien adalah produk yang memadai Dinas Kesehatan Kota Padang. Ketersediaan obat menurut [5] Eriyanto.2007. Teknik Sampling. Analisis Opini Publik. Yogyakarta : PT LKiS Pelangi Aksara sesuai kebutuhan, karyawan yang berwawasan jenisnya. (http://dinkeskotapadang1.wordpress.com/) Kombinasi atribut yang dapat memberikan obat-obatan Azrul Azwar. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara diperbaiki atau ditingkatkan. b. Arikunto, S. 1993. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT Rineka Cipta pihak dan Public. yang diberikan karyawan kepadapasien masih perlu Pelayanan (http://repository.usu.ac.id) dapat memberikan kepuasan kepada pasien adalah Achsan.2003. [6] Felix A dan Nigro. 1973. Modern Publik Administration. Harperb& row, Pub: Colombia
  7. 7. [7] Hardle, Wolfgang. 2007. Applied Multivariate [12] Parasuraman et al. 1990. Dimensi (ukuran) kualitas Statistical Analysis. Second Edition. New York : Springer [8] jasa/ (http://files.dimensi-pelayanan.pdf) Mkandiware. 2000. Kesehatan Masyarakat. [13] (http://pustaka.ut.ac.id/puslata/pdf) [9] Malhotra, Naresh K. 2007. Marketing Research. [14] Mantgomery, Douglas. 1992. Introduction to Line Interscience Publication Nasution.2001. (http://arisandi.com) Pengertian Simamora, Bilson. 2005. Analisis Multivariat Pemasaran. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama [15] Regression Analysis. New York : A wiley [11] Sembiring,R.K. 1995. Analisis Regresi. Bandung: ITB New Jersey : Upper Saddle River [10] pelayanan. Mutu. Singarimbun, Masri. Dkk. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES [16] Susanto, Hasanbasri. 2006. Pelayanan Kesehatan. (http://pustaka.ut.ac.id/puslata/pdf) [17] Supranto, J. 2004. Analisis Multivariat, Arti dan Interpretasi. Jakarta: PT Rineka Cipta

×