Assalamu’alaikum
wr.wb.
Selamat Pa gi

Muslimin Ibrahim
Program Studi Pend.Sains PPs Unesa
1
© 2002 ATGCI
Latar Belakang
1.Kecenderungan
global

Terlalu banyak informasi
Terlalu sedikit waktu
Penyajian “informasi jadi” tidak ber...
Kecenderungan global
(Lanjutan)
 Perlu keterampilan untuk mengatur diri
belajar secara mandiri dan memecahkan
masalah sen...
2. Hybrid Curricula The SPICES model
Student-centered ……………...……. Teacher-centered

Problem-based ……………...………..Subject ba...
3. Prinsip Belajar dalam
KBK
Berpusat pada mahasiswa
Belajar dengan melakukan
Mengembangkan kemampuan sosial
Mengembangkan...
Prinsip Belajar dalam
KBK (Lanjutan)
 Mengembangkan kreativitas
 Mengembangkan kemampuan
menerapkan IPTEKS
 Menumbuhkan...
4.Prinsip motivasi dalam
KBK








Kebermaknaan
Pemberdayaan pengetahuan prasyarat
Menggunakan model/contoh
Komun...
Prinsip motivasi dalam
KBK (Lanjutan)
 Keragaman pendekatan
 Mengembangkan keberagaman
kemampuan (intelegensi ganda)
 M...
5. Eight ways to
knowing
Verbal/
Verbal/
Linguistics
Linguistics
intelligence
intelligence
Intrapersonal
Intrapersonal
Int...
Berdasar uraian di atas
Pendekatan pembelajaran
yang disarankan KBK dan
kecenderungan global
adalah …

© 2005

10

Prof.Dr...
Bukanlah sesuatu yang baru, tapi
pembelajaran yang menggabungkan
semua praktek-praktek pembelajaran
yang unggul di masa la...
Merupakan

suatu proses pendidikan yang
holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk
memahami makna materi pelajaran yang...
Merupakan konsep belajar yang
membantu guru mengkaitkan antara
materi yang diajarkannya dengan
situasi dunia nyata dan men...
Jadi … Konsep CTL
 Membantu guru mengaitkan mata
pelajaran dengan situasi dunia
nyata;
 Memotivasi siswa membuat
hubunga...
Pembelajaran
dikatakan telah
ber-CTL?

© 2005

15

Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
Delapan Komponen
CTL (Johnson, 2002)



Membuat hubungan bermakna antara
sekolah dengan kehidupan nyata.
Melakukan kerja...
Delapan Komponen
CTL (Lanjutan)
 Pembelajaran secara mandiri (self
regulated learning). Seorang yang
mandiri dalam belaja...
Delapan Komponen
CTL (Lanjutan)
 Berkolaborasi, bekerjasama,
berkomunikasi,
 Berpikir kritis dan kreatif
 Mencapai stan...
Enam komponen CTL
(Owen & Smith, 2000)
pembelajaran bermakna,
melibatkan aplikasi pengetahuan,
menggunakan berpikir tingka...
1
6

5

PILAR-PILAR
CTL

2

3

4

C-Stars (2002)
© 2005

20

Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
Pembelajaran
Berasosiasi CTL
 Pembelajaran autentik (Authentics
learning)
 Pembelajaran Inkuiri (Inquiry learning)
 Pem...
Pembelajaran
Berasosiasi CTL
 Pembelajaran Jasa Layanan (Service
Learning)
 Pembelajaran Berbasis Proyek (ProjectBased L...
A.Pembelajaran
Autentik
 Menggunakan strategi pemecahan
masalah dan keterampilan berpikir,
sehingga pebelajar betul-betul...
Contoh

© 2005

24

Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
B.Pembelajaran
Inkuiri
 Adalah pembelajaran yang
menggunakan langkah-langkah metode
ilmiah (Washington University, 2000)
...
LANGKAH INKUIRI
(METODE ILMIAH)
Pengamatan Eksploratif
Dihasilkan
Informasi/Data/Fakta
Memunculkan
Pertanyaan Penelitian

...
C. Model Pembelajaran
Berdasarkan
Masalah
 Tidak dirancang untuk membantu dosen/guru
memberikan informasi sebanyak-banyak...
PBL ( Problem Based
Learning )
Ciri:
 Mengorientasikan siswa kepada
masalah autentik
 Berfokus pada keterkaitan antar
di...
Karakteristik

PBL

 Menghindari pembelajaran terisolasi dan
berpusat pada guru
 Menciptakan pembelajaran interdisiplin,...
Karakteristik PBL
Pembelajaran berpusat pada siswa.
Pembelajaran terjadi pada kelompok kecil.
Guru berperan sebagai tutor ...
PBL berbeda dengan
Diskoveri dalam hal:
 PBI memusatkan diri pada masalah
kehidupan nyata yang bermakna bagi
siswa, sedan...
Kapan PBL digunakan?
 Bila mengajarkan keterampilan berpikir
dan keterampilan memecahkan masalah
 Bila melatih pemodelan...
PBL
bertujuan mengembangkan
Pengetahuan - dasar-dasar materi sesuai
konteks
Keterampilan – penalaran ilmiah, berpikir
krit...
Di samping itu PBL
( Problem Based Learning )
 Bertujuan:
 Melatih peran orang dewasa,
 Melatih mahasiswa berpikir ting...
Sintaks Pembelajaran
Berdasarkan Masalah
 Orientasi siswa kepada masalah
otentik
 Mengorganisasi siswa untuk belajar
 M...
Penyelidikan
kelompok/Individu
 Melakukan pengamatan: untuk
menjawab pertanyaan—hasilnya
deskripsi tentang sesuatu
 Mela...
Peran guru/dosen
dalam PBL
 Mengajukan masalah
otentik/mengorientasikan
siswa/mahasiswa kepada masalah
 Memfasilitasi/me...
Berdasarkan
Masalah

Terintegrasi

Sinambung

Berpusat pada
Siswa

Strategi –strategi Problem-Based Learning
© 2005

39

P...
Mengapa menggunakan
PBL 
 Meningkat pendidikan untuk semua siswa
 Mengubah pola mengajar dari memberitahu ke
melakukan
...
 Memungkinkan siswa melek
teknologi
 Melengkapi siswa dengan
keterampilan dan rasa percaya diri
untuk sukses pada kompet...
Proporsi relatif

Problem
solving
Problem-based
learning
Waktu dalam kurikulum
© 2005

42

Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
D.Pembelajaran Jasalayanan
 siswa belajar dengan memadukan aspek
akademik dengan berbagai jenis bidang
jasa pelayanan.

©...
E.Pembelajaran berbasis
Projek
 merupakan bentuk pembelajaran openended contextual activity-based learning
 menekankan b...
Pembelajaran berbasis
projek (PBP)
 memberikan penekanan kuat pada
pemecahan masalah sebagai usaha
kolaboratif
 memberi ...
Ciri PBP (1)


Pada pembelajaran berbasis projek,
projek adalah pusat atau inti kurikulum,
bukan sebagai pelengkap. Jadi ...
Ciri PBP (lanjutan)
 Pembelajaran berbasis projek terfokus
pada pertanyaan dan masalah yang
mendorong pebelajar bekerja k...
F.Pembelajaran
Kooperatif
 Pembelajaran yang menekankan pada saling
ketergantungan positif antara mahasiswa
 Keberhasila...
Model
Pembelajaran
Kooperatif

 Model ini dapat digunakan untuk mengajar
materi yang agak kompleks (Dimensi
akademik).
 ...
Jenis
Pembelajaran
Kooperatif a.l.:
 Student Team Achievement Division
(STAD)
 Jigsaw
 Kelompok Investigasi
 Pendekata...
Sintaks Umum Model
Pembelajaran Kooperatif
Menyampaikan tujuan dan memotivasi pebelajar
Menyajikan informasi
Mengorganisas...
Langkah-langkah
Pembelajaran Kooperatif
Tipe Jigsaw
 Pembentukan kelompok asal dan
pemberian tugas kepada setiap anggota
...
Langkah-langkah
Pembelajaran Kooperatif
Tipe Jigsaw (lanjutan)
 Pakar diundang ke kelompok ahli untuk
berbagi kepakaranny...
G.Pembelajaran
Langsung
 Dirancang untuk mengajarkan
pengetahuan prosedural dan atau
pengetahuan deklaratif yang terstruk...
Macam
Pengetahuan
PENGETAHUAN

DEKLARATIF

PENGETAHUAN
TENTANG
SESUATU

PROSEDURAL

TENTANG CARA
MELAKUKAN
SESUATU

© 2005...
Pengetahuan
prosedural
 Didefinisikan sebagai pengetahuan
tentang bagaimana melakukan sesuatu.
 Contoh: pengetahuan tent...
Pengetahuan
deklaratif
 Didefinisikan sebagai pengetahuan
tentang sesuatu.
 Contoh: tensimeter adalah alat ukur
untuk me...
Pengetahuan
kondisional
 Adalah pengetahuan tentang kapan
mengunakan pengetahuan deklaratif
atau kondisional
 Contoh: Un...
Sintaks Model
Pembelajaran Langsung
 Menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan mahasiswa/siswa
 Mendemonstrasikan
pengetahua...
Modeling dilakukan
 Dilakukan pada tempat yang mudah
dilihat oleh seluruh peserta
 Tahap demi tahap
 Dilakukan dengan B...
Balikan (Umpan balik)
 Diberikan secara spesifik
 Diberikan segera

© 2005

61

Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
H. Pembelajaran Berbasis
Kerja ( Work-based
learning)
 Adalah pembelajaran yang
memungkinkan peserta didik
menggunakan te...
Apa peran guru/dosen
pada CTL?
 Sebagai model
 Menciptakan kondisi yang kondusif untuk
belajar (PAKEM)
 Melakukan scaff...
Konsep Scaffolding
 Proses di mana orang yang lebih
tahu memberikan bimbingan
kepada seseorang yang lebih
sedikit pengeta...
MANFAAT SCAFFOLDING
Kemampuan Potensial

Zona perkembangan
terdekat

Kemampuan aktual
© 2005

65

Prof.Dr. Muslimin Ibrahi...
Strategi Motivasi
Jika anda ingin membuat
kapal laut, janganlah
mengumpulkan orang-orang
untuk mencari kayu dan
membagi pe...
Strategi motivasi ARCS

Fisika?

© 2005

67

Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
PERBEDAAN
CTL  TRADISIONAL
NO.
CTL
1.
menyandarkan pada
memori spasial
(pemahaman makna)

TRADISONAL
menyandarkan
pada ha...
NO.
CTL
4.
pembelajaran
dikaitkan dengan
kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan

TRADISONAL
pembelajaran sangat
abstra...
NO.

CTL

TRADISONAL

7.

siswa menggunakan
waktu belajarnya untuk
menemukan, menggali,
berdiskusi, berpikir kritis,
atau ...
NO.

CTL

TRADISONAL

9.

keterampilan dikembangkan atas dasar
pemahaman

keterampilan dikembangkan atas dasar pelatihan

...
NO.

CTL

TRADISONAL

12.

perilaku baik berdasar-kan
motivasi intrinsik

perilaku baik berdasar-kan
motivasi ekstrinsik

...
Desscrepant events

Produce
Cognitive dissonance
Stimulate learner to ask

Yes or No
Convergent Question for
Verification
...
Langkah-langkah PBM
 Bagian awal: orientasikan siswa pada masalah
(demo, cerita, penyajian fenomen)
 Bagian Inti: rumusk...
Strategi Pembelajaran mana
yang dipilih ditentukan oleh ….
 Kompetensi/tujuan yang mau dicapai
dengan strategi itu (lihat...
Bagaimana Cara siswa
Belajar?
 Siswa belajar lewat meniru perilaku
orang lain yang menarik (Teori belajar
sosial)
 Siswa...
People learn… .








10% of what they read
20% of what they hear
30% of what they see
50% of what they both see ...
Asesmen pada CTL
 CTL menggunakan berbagai strategi
pembelajaran untuk mengembangkan
seluruh potensi mahasiswa
 Asesmen ...
Asesmen Autentik
 Berbagai strategi asesmen alternatif
 Contoh:





Asesmen kinerja
Penilaian diri siswa
Portofolio...
Lembar Pengamatan
 Menjadi panduan guru saat demonstrasi
 Menjadi panduan siswa saat latihan
terbimbing
 Menjadi lembar...
Lembar Pengamatan
No.
1.

Aspek yang diamati
Termometer dipegang pada ujungnya,
dimasukkan dalam cairan yang diukur
tanpa ...
© 2005

82

Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pembelajaran kontekstual

804 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
804
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
33
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • <number>
  • Pembelajaran kontekstual

    1. 1. Assalamu’alaikum wr.wb. Selamat Pa gi Muslimin Ibrahim Program Studi Pend.Sains PPs Unesa 1 © 2002 ATGCI
    2. 2. Latar Belakang 1.Kecenderungan global Terlalu banyak informasi Terlalu sedikit waktu Penyajian “informasi jadi” tidak bermakna Peserta didik tidak mampu menerapkan apa yang telah dipelajarinya di dalam memecahkan masalah sehari-hari  Ada kesenjangan antara apa yang dipelajari di dalam kelas dengan apa yang sedang terjadi di masyarakat     © 2005 2 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    3. 3. Kecenderungan global (Lanjutan)  Perlu keterampilan untuk mengatur diri belajar secara mandiri dan memecahkan masalah sendiri  Hasil belajar yang paling tinggi adalah pemecahan masalah  Hasil belajar yang harus dicapai beragam, sehingga tidak mungkin menggunakan satu cara/strategi © 2005 3 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    4. 4. 2. Hybrid Curricula The SPICES model Student-centered ……………...……. Teacher-centered  Problem-based ……………...………..Subject based  Integrated ………...…………...…… Discipline-based  Community-oriented…………...…….. Hospital-based  Electives ……………...………...…….Standardized  Systematic...……………….....……….Opportunistic  Continuing...……………….....……….Pre-graduate  = current situation © 2005 4 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    5. 5. 3. Prinsip Belajar dalam KBK Berpusat pada mahasiswa Belajar dengan melakukan Mengembangkan kemampuan sosial Mengembangkan keingintahuan, imajinasi, dan fitrah bertuhan  Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah     © 2005 5 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    6. 6. Prinsip Belajar dalam KBK (Lanjutan)  Mengembangkan kreativitas  Mengembangkan kemampuan menerapkan IPTEKS  Menumbuhkan kesadaran sebagai warganegara yang baik  Belajar sepanjang hayat  Perpaduan kompetensi, kerjasama, solidaritas © 2005 6 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    7. 7. 4.Prinsip motivasi dalam KBK        Kebermaknaan Pemberdayaan pengetahuan prasyarat Menggunakan model/contoh Komunikasi terbuka Tugas autentik dan menantang Penilaian tugas Kondisi & konsekwensi menyenangkan © 2005 7 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    8. 8. Prinsip motivasi dalam KBK (Lanjutan)  Keragaman pendekatan  Mengembangkan keberagaman kemampuan (intelegensi ganda)  Melibatkan sebanyak mungkin indera  Jaringan pengetahuan © 2005 8 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    9. 9. 5. Eight ways to knowing Verbal/ Verbal/ Linguistics Linguistics intelligence intelligence Intrapersonal Intrapersonal Intelligence Intelligence Naturalist Naturalist Intelligence Intelligence Scientific thingking/ Scientific thingking/ Logical mathematics Logical mathematics 8 Musical/Rhytmic Musical/Rhytmic intelligence intelligence © 2005 Visual/spatial Visual/spatial intelligence intelligence Interpersoanal Interpersoanal Intelligence Intelligence Bodily/kinesthetics Bodily/kinesthetics intelligence intelligence 9 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    10. 10. Berdasar uraian di atas Pendekatan pembelajaran yang disarankan KBK dan kecenderungan global adalah … © 2005 10 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    11. 11. Bukanlah sesuatu yang baru, tapi pembelajaran yang menggabungkan semua praktek-praktek pembelajaran yang unggul di masa lampau, misalnya • CBSA/SAL (Student Active Learning), PAKEM • Pembelajaran penemuan (Discovery learning), • Learning by doing 11 © 2005 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    12. 12. Merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/ keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. © 2005 12 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    13. 13. Merupakan konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong pebelajar membuat hubungan antara materi yang diajarkannya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat © 2005 13 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    14. 14. Jadi … Konsep CTL  Membantu guru mengaitkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata;  Memotivasi siswa membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. © 2005 14 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    15. 15. Pembelajaran dikatakan telah ber-CTL? © 2005 15 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    16. 16. Delapan Komponen CTL (Johnson, 2002)   Membuat hubungan bermakna antara sekolah dengan kehidupan nyata. Melakukan kerja bermakna, yaitu kerja yang memiliki tujuan , berarti bagi orang lain dan peserta didik sendiri, serta menghasilkan karya yang berwujud nyata maupun tidak nyata, misalnya gagasan atau ide. © 2005 16 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    17. 17. Delapan Komponen CTL (Lanjutan)  Pembelajaran secara mandiri (self regulated learning). Seorang yang mandiri dalam belajar memiliki ciri mampu  mendiagnosis kondisi belajar  dapat memilih strategi yang tepat sesuai kondisi hasil analisisnya, serta  selalu memonitor dirinya di dalam menerapkan strategi yang dipilihnya sampai proses belajarnya selesai. © 2005 17 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    18. 18. Delapan Komponen CTL (Lanjutan)  Berkolaborasi, bekerjasama, berkomunikasi,  Berpikir kritis dan kreatif  Mencapai standar tinggi  Menggunakan asesmen autentik  Mengasuh individu (scaffolding) © 2005 18 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    19. 19. Enam komponen CTL (Owen & Smith, 2000) pembelajaran bermakna, melibatkan aplikasi pengetahuan, menggunakan berpikir tingkat tinggi, mengacu kepada kurikulum berdasarkan standar,  responsif terhadap budaya, dan  menggunakan asesmen autentik.     © 2005 19 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    20. 20. 1 6 5 PILAR-PILAR CTL 2 3 4 C-Stars (2002) © 2005 20 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    21. 21. Pembelajaran Berasosiasi CTL  Pembelajaran autentik (Authentics learning)  Pembelajaran Inkuiri (Inquiry learning)  Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based learning)  Pembelajaran Berbasis Kerja Workbased learning) © 2005 21 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    22. 22. Pembelajaran Berasosiasi CTL  Pembelajaran Jasa Layanan (Service Learning)  Pembelajaran Berbasis Proyek (ProjectBased Learning)  Pembelajaran Kooperatif (Cooperative learning)  Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) © 2005 22 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    23. 23. A.Pembelajaran Autentik  Menggunakan strategi pemecahan masalah dan keterampilan berpikir, sehingga pebelajar betul-betul belajar secara nyata dan bermakna dalam berbagai konteks kehidupannya  Memberdayakan pengetahuan prasyarat  Konsep baru + konsep lama --akomodasi, simulasi --- pemahaman baru 23 © 2005 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    24. 24. Contoh © 2005 24 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    25. 25. B.Pembelajaran Inkuiri  Adalah pembelajaran yang menggunakan langkah-langkah metode ilmiah (Washington University, 2000)  Siklus inkuiri Diawali dengan kegiatan pengamatan eksploratif untuk memahami suatu konsep, bertanya, menyelidiki, menganalisis, dan merumuskan penjelasan (teori) © 2005 25 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    26. 26. LANGKAH INKUIRI (METODE ILMIAH) Pengamatan Eksploratif Dihasilkan Informasi/Data/Fakta Memunculkan Pertanyaan Penelitian Rumusan Masalah melakukan Eksperimen Pengamatan Lebih lanjut Untuk Menguji jawaban sementara Menguji Hipotesis Dihasilkan Penjelasan tentang masalah (TEORI SAINS) Deskripsi tentang obyek yang ditanyakan TUBUH ILMU TUBUH ILMU SAINS © 2005 26 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    27. 27. C. Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah  Tidak dirancang untuk membantu dosen/guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa.  Membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, keterampilan intelektual, dan belajar berbagai peran orang dewasa dengan terlibat dalam pengalaman nyata/simulasi © 2005 27 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    28. 28. PBL ( Problem Based Learning ) Ciri:  Mengorientasikan siswa kepada masalah autentik  Berfokus pada keterkaitan antar disiplin  Penyelidikan autentik  Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya © 2005 29 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    29. 29. Karakteristik PBL  Menghindari pembelajaran terisolasi dan berpusat pada guru  Menciptakan pembelajaran interdisiplin, berpusat pada siswa dalam jangka waktu lama  Terintegrasi dengan dunia nyata dan pengalaman praktis  Mengajarkan kepada siswa untuk mampu menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah dalam kehidupannya yang panjang © 2005 30 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    30. 30. Karakteristik PBL Pembelajaran berpusat pada siswa. Pembelajaran terjadi pada kelompok kecil. Guru berperan sebagai tutor dan pembimbing.  Masalah diformulasikan untuk memfokuskan dan merangsang pembelajaran  Masalah adalah kenderaan untuk pengembangan keterampilan pemecahan masalah.  Informasi baru diperoleh lewat belajar mandiri.    © 2005 31 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    31. 31. PBL berbeda dengan Diskoveri dalam hal:  PBI memusatkan diri pada masalah kehidupan nyata yang bermakna bagi siswa, sedangkan belajar penemuan (diskoveri) menekankan pada masalah akademik © 2005 32 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    32. 32. Kapan PBL digunakan?  Bila mengajarkan keterampilan berpikir dan keterampilan memecahkan masalah  Bila melatih pemodelan Peranan Orang Dewasa  Bila melatih siswa menjadi pebelajar yang otonom (mandiri) © 2005 33 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    33. 33. PBL bertujuan mengembangkan Pengetahuan - dasar-dasar materi sesuai konteks Keterampilan – penalaran ilmiah, berpikir kritis, berpikir tingkat tinggi melek informasi, keterampilan pengaturan diri, belajar sepanjang hayat Sikap - kerjasama, keterampilan interpersonal, meniru peran orang dewasa 34 © 2005 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    34. 34. Di samping itu PBL ( Problem Based Learning )  Bertujuan:  Melatih peran orang dewasa,  Melatih mahasiswa berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah,  Melatih mahasiswa menjadi pebelajar yang mandiri (self regulated learning) © 2005 35 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    35. 35. Sintaks Pembelajaran Berdasarkan Masalah  Orientasi siswa kepada masalah otentik  Mengorganisasi siswa untuk belajar  Membimbing penyelidikan individual/kelompok  Mengembangkan dan menyajikan hasil karya  Menganalisis dan mengevaluasi proses 36 pemecahan masalah Prof.Dr. Muslimin Ibrahim © 2005
    36. 36. Penyelidikan kelompok/Individu  Melakukan pengamatan: untuk menjawab pertanyaan—hasilnya deskripsi tentang sesuatu  Melakukan eksperimen: untuk memecahkan masalah--- hasilnya penjelasan tentang sesuatu (teori) © 2005 37 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    37. 37. Peran guru/dosen dalam PBL  Mengajukan masalah otentik/mengorientasikan siswa/mahasiswa kepada masalah  Memfasilitasi/membimbing penyelidikan (Scaffolding) pada saat Pengamatan/eksperimen  Memfasilitasi dialog antara siswa  Mendukung belajar siswa © 2005 38 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    38. 38. Berdasarkan Masalah Terintegrasi Sinambung Berpusat pada Siswa Strategi –strategi Problem-Based Learning © 2005 39 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    39. 39. Mengapa menggunakan PBL   Meningkat pendidikan untuk semua siswa  Mengubah pola mengajar dari memberitahu ke melakukan  Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan minat dan membuat keputusan sendiri  Memberi kesempatan siswa untuk berdiskusi tentang bagaimana mereka akan menemukan jawaban pertanyaan atau memecahkan masalah © 2005 40 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    40. 40.  Memungkinkan siswa melek teknologi  Melengkapi siswa dengan keterampilan dan rasa percaya diri untuk sukses pada kompetisi global  Mengajarkan inti kurikulum dengan cara interdisiplin © 2005 41 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    41. 41. Proporsi relatif Problem solving Problem-based learning Waktu dalam kurikulum © 2005 42 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    42. 42. D.Pembelajaran Jasalayanan  siswa belajar dengan memadukan aspek akademik dengan berbagai jenis bidang jasa pelayanan. © 2005 43 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    43. 43. E.Pembelajaran berbasis Projek  merupakan bentuk pembelajaran openended contextual activity-based learning  menekankan belajar kontekstual melalui kegiatan-kegiatan yang kompleks  melibatkan pembelajaran di dalam investigasi pemecahan masalah  dilakukan di dalam periode tertentu © 2005 44 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    44. 44. Pembelajaran berbasis projek (PBP)  memberikan penekanan kuat pada pemecahan masalah sebagai usaha kolaboratif  memberi kesempatan peserta didik belajar secara otonom untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka, selanjutnya diwujudkan dalam produk nyata © 2005 45 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    45. 45. Ciri PBP (1)  Pada pembelajaran berbasis projek, projek adalah pusat atau inti kurikulum, bukan sebagai pelengkap. Jadi peserta didik menggunakan projek untuk mempelajari materi pelajaran. Kegiatan projek yang merupakan tugas pengayaan, bukan termasuk pembelajaran projek. © 2005 46 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    46. 46. Ciri PBP (lanjutan)  Pembelajaran berbasis projek terfokus pada pertanyaan dan masalah yang mendorong pebelajar bekerja keras untuk mempelajari konsep-konsep dan prinsip  Projek melibatkan pebelajar dan kegiatan investigasi konstruktif © 2005 47 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    47. 47. F.Pembelajaran Kooperatif  Pembelajaran yang menekankan pada saling ketergantungan positif antara mahasiswa  Keberhasilan SAYA karena keberhasilan ANDA  Berbeda dengan pembelajaran yang kompetitif yang memiliki salingketergantungan negatif  Keberhasilan SAYA karena kegagalan ANDA © 2005 48 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    48. 48. Model Pembelajaran Kooperatif  Model ini dapat digunakan untuk mengajar materi yang agak kompleks (Dimensi akademik).  Membantu guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berdimensi sosial dan hubungan antar manusia.  Pembelajaran Kooperatif dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif konstruktivis dan teori belajar sosial Vygotsky. © 2005 49 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    49. 49. Jenis Pembelajaran Kooperatif a.l.:  Student Team Achievement Division (STAD)  Jigsaw  Kelompok Investigasi  Pendekatan struktural (Think-pairshare, Numbered head Together, dsb.) © 2005 50 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    50. 50. Sintaks Umum Model Pembelajaran Kooperatif Menyampaikan tujuan dan memotivasi pebelajar Menyajikan informasi Mengorganisasi siswa dalam kelompok belajar Membimbing kelompok belajar untuk bekerja dan belajar  Evaluasi  Memberikan penghargaan     © 2005 51 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    51. 51. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw  Pembentukan kelompok asal dan pemberian tugas kepada setiap anggota kelompok. Jumlah anggota kelompok sesuai banyaknya tugas  Pembentukan kelompok ahli sesuai tugas yang telah diberikan dan belajar menuntaskan tugasnya. Semua peserta yang bertugas sama membentuk kelompok yang sama. © 2005 52 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    52. 52. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw (lanjutan)  Pakar diundang ke kelompok ahli untuk berbagi kepakarannya dengan peserta  Para peserta ahli kembali ke kelompok asal dan saling berbagi pengalaman dengan sejawatnya  Evaluasi lewat tournament/cara lain  Penghargaan © 2005 53 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    53. 53. G.Pembelajaran Langsung  Dirancang untuk mengajarkan pengetahuan prosedural dan atau pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari setahap demi setahap  Contoh keterampilan motorik, metode ilmiah, keterampilan penelitian, cara belajar, dll © 2005 54 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    54. 54. Macam Pengetahuan PENGETAHUAN DEKLARATIF PENGETAHUAN TENTANG SESUATU PROSEDURAL TENTANG CARA MELAKUKAN SESUATU © 2005 KONDISIONAL TENTANG KAPAN MENGGUNAKAN PENGETAHUAN TERTENTU 55 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    55. 55. Pengetahuan prosedural  Didefinisikan sebagai pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu.  Contoh: pengetahuan tentang bagaimana menggunakan tensimeter, bagaimana mengukur suhu tubuh menggunakan termometer (umumnya psikomotorik) © 2005 56 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    56. 56. Pengetahuan deklaratif  Didefinisikan sebagai pengetahuan tentang sesuatu.  Contoh: tensimeter adalah alat ukur untuk mengukur tekanan darah; termometer adalah alat untuk mengukur suhu;  Konsep, prinsip, informasi adalah juga contoh pengetahuan deklaratif © 2005 57 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    57. 57. Pengetahuan kondisional  Adalah pengetahuan tentang kapan mengunakan pengetahuan deklaratif atau kondisional  Contoh: Untuk mengukur suhu apakah seseorang harus menggunakan termometer batang?; Teori adalah contoh lain pengetahuan kondisional © 2005 58 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    58. 58. Sintaks Model Pembelajaran Langsung  Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan mahasiswa/siswa  Mendemonstrasikan pengetahuan/keterampilan  Membimbing pelatihan  Mengecek pemahaman dan memberi balikan  Memberi kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapan © 2005 59 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    59. 59. Modeling dilakukan  Dilakukan pada tempat yang mudah dilihat oleh seluruh peserta  Tahap demi tahap  Dilakukan dengan BENAR dan JELAS © 2005 60 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    60. 60. Balikan (Umpan balik)  Diberikan secara spesifik  Diberikan segera © 2005 61 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    61. 61. H. Pembelajaran Berbasis Kerja ( Work-based learning)  Adalah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menggunakan tempat kerja sebagai konteks untuk mempelajari konten mata pelajaran.  Contoh: Program magang, PPL, Mahasiswa diangkat sebagai part timer menangani tugas tertentu di kampusnya © 2005 62 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    62. 62. Apa peran guru/dosen pada CTL?  Sebagai model  Menciptakan kondisi yang kondusif untuk belajar (PAKEM)  Melakukan scaffolding  Memberikan balikan  Memotivasi  Menerapkan asesmen autentik © 2005 63 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    63. 63. Konsep Scaffolding  Proses di mana orang yang lebih tahu memberikan bimbingan kepada seseorang yang lebih sedikit pengetahuannya untuk menuntaskan suatu masalah melampaui tingkat pengetahuannya saat ini © 2005 64 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    64. 64. MANFAAT SCAFFOLDING Kemampuan Potensial Zona perkembangan terdekat Kemampuan aktual © 2005 65 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    65. 65. Strategi Motivasi Jika anda ingin membuat kapal laut, janganlah mengumpulkan orang-orang untuk mencari kayu dan membagi pekerjaan, melainkan ajarkanlah orang-orang itu kerinduan akan luasnya samudera yang tiada batas (Antoine de Saint-Exupery) © 2005 66 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    66. 66. Strategi motivasi ARCS Fisika? © 2005 67 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    67. 67. PERBEDAAN CTL  TRADISIONAL NO. CTL 1. menyandarkan pada memori spasial (pemahaman makna) TRADISONAL menyandarkan pada hafalan 2. pemilihan informasi berdasarkan kebutuhan siswa pemilihan informasi ditentukan oleh guru 3. siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran siswa secara pasif menerima informasi © 2005 68 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    68. 68. NO. CTL 4. pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata/masalah yang disimulasikan TRADISONAL pembelajaran sangat abstrak dan teoretis 5. selalu mengkaitkan informasi dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa memberikan tumpukan informasi kepada siswa sampai saatnya diperlukan 6. cenderung mengintegrasikan beberapa bidang cenderung terfokus pada satu bidang (disiplin) tertentu © 2005 69 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    69. 69. NO. CTL TRADISONAL 7. siswa menggunakan waktu belajarnya untuk menemukan, menggali, berdiskusi, berpikir kritis, atau mengerjakan proyek dan pemecahan masalah (melalui kerja kelompok) waktu belajar siswa sebagian besar dipergu-nakan untuk mengerja-kan buku tugas, men-dengarkan ceramah, dan mengisi latihan yang membosankan (melalui kerja individual) 8. perilaku dibangun atas kesadaran diri perilaku dibangun atas kebiasaan © 2005 70 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    70. 70. NO. CTL TRADISONAL 9. keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman keterampilan dikembangkan atas dasar pelatihan 10. hadiah dari perilaku baik adalah kepuasan diri hadiah dari perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor 11. siswa tidak melakukan hal yang buruk karena sadar hal itu keliru dan merugikan siswa tidak melakukan sesuatu yang buruk karena takut akan hukuman © 2005 71 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    71. 71. NO. CTL TRADISONAL 12. perilaku baik berdasar-kan motivasi intrinsik perilaku baik berdasar-kan motivasi ekstrinsik 13. pembelajaran terjadi di berbagai tempat, konteks, dan setting pembelajaran hanya terjadi dalam kelas 14. hasil belajar diukur melalui penerapan penilaian autentik. hasil belajar diukur melalui kegiatan akademik dalam bentuk tes/ujian/ulangan. © 2005 72 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    72. 72. Desscrepant events Produce Cognitive dissonance Stimulate learner to ask Yes or No Convergent Question for Verification Are develop into Theories and explanation Answer that explain the discrepancy and develop cognitive equilibrium © 2005 Incorrect Answer 73 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    73. 73. Langkah-langkah PBM  Bagian awal: orientasikan siswa pada masalah (demo, cerita, penyajian fenomen)  Bagian Inti: rumuskan masalah, rancang kegiatan untuk menjawab apakah lewat pengamatan atau eksperimen (dapat dilakukan oleh siswa sendiri) Bimbing siswa bekerja dan mengembangkan karya (produk)  Bagian akhir: Lakukan pemantapan, penerapan, tugas-tugas dsb. © 2005 74 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    74. 74. Strategi Pembelajaran mana yang dipilih ditentukan oleh ….  Kompetensi/tujuan yang mau dicapai dengan strategi itu (lihat Kurikulum)  Cara siswa/mahasiswa belajar (lihat teori belajar)  Tuntutan masa depan (lihat kecenderungan , perubahan lingkungan, dll)  Karakteristik materi pelajaran © 2005 75 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    75. 75. Bagaimana Cara siswa Belajar?  Siswa belajar lewat meniru perilaku orang lain yang menarik (Teori belajar sosial)  Siswa belajar melalui aktivitas aktif merangkai pengalaman (Teori konstruktivis)  Siswa cenderung mengulang perilaku yang menyenangkan (Teori perilaku) © 2005 76 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    76. 76. People learn… .        10% of what they read 20% of what they hear 30% of what they see 50% of what they both see and hear 70% of what they say as they talk 90% of what they say as they do a thing And 95% of what the teach to someone else 77 © 2005 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    77. 77. Asesmen pada CTL  CTL menggunakan berbagai strategi pembelajaran untuk mengembangkan seluruh potensi mahasiswa  Asesmen dilakukan juga secara komprehensif untuk mengases seluruh potensi yang dimaksud  Menggunakan asesmen autentik © 2005 78 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    78. 78. Asesmen Autentik  Berbagai strategi asesmen alternatif  Contoh:     Asesmen kinerja Penilaian diri siswa Portofolio Penilaian sikap © 2005 79 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    79. 79. Lembar Pengamatan  Menjadi panduan guru saat demonstrasi  Menjadi panduan siswa saat latihan terbimbing  Menjadi lembar pengamatan saat melakukan asesmen kinerja keterampilan menggunakan termometer untuk mengukur suhu air © 2005 80 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    80. 80. Lembar Pengamatan No. 1. Aspek yang diamati Termometer dipegang pada ujungnya, dimasukkan dalam cairan yang diukur tanpa menyentuh dasar bejana, skala menghadap pengamat 2. Menunggu beberapa saat sampai permukaan air raksa dalam termometer stabil 3. Skala dibaca, pandangan sejajar permukaan air raksa, termometer tetap tercelup dalam air 4. Hasil pengamatan dicatat dengan benar © 2005 81 3 2 1 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim
    81. 81. © 2005 82 Prof.Dr. Muslimin Ibrahim

    ×